Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 8 Okt 2021 08:35 WIB ·

Jokowi Jenius


					Jokowi blusukan. (wikipedia) Perbesar

Jokowi blusukan. (wikipedia)

KEMPALAN: Di mata para haters dan kritikus, Jokowi dianggap plonga-plongo, tidak mengerti apa-apa. Jokowi juga disindir dengan sebutan Prabu Kantong Bolong, karena dianggap tidak pantas dan tidak kompeten menjadi pemimpin. Tapi, di mata pendukung dan pecintanya, Jokowi adalah pemimpin yang brilian dan jenius.

Dua gambaran itu berbalik 180 derajat. Di satu sisi Jokowi dikecam dan sering dicaci maki karena dianggap tidak kompeten. Tidak terhitung berapa kali Jokowi dituntut segera mundur sebagai presiden. Tapi, di sisi lain Jokowi malah disanjung, dipuja-puji setinggi langit, malah ada yang punya keinginan supaya Jokowi memimpin tiga periode.

Sanjungan dan puja-puji setinggi langit kali ini datang dari Profesor Kishore Mahbubani, akademisi dan intelektual terkemuka dari Singapura, yang juga dikenal sebagai diplomat jempolan. Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas di Indonesia (7/10) Prof Mahbubani mengatakan bahwa Jokowi adalah presiden jenius, dan para pemimpin di seluruh dunia harus belajar dari Jokowi.

Kontan pernyataan itu menimbulkan reaksi heboh. Seperti biasanya, netizen terpecah pandangannya menanggapi pernyataan ini. Pada pendukung Jokowi tentu menganggap pernyataan ini sebagai pengakuan internasional yang sangat penting. Reputasi Prof. Mahbubani sudah sangat terkenal di dunia internasional sebagai intelektual jempolan. Endorsement-nya terhadap Jokowi tentu dianggap meningkatkan kredibilitas Jokowi di dunia internasional.

Para pembenci Jokowi menganggap pernyataan Prof Mahbubani sebagai salah tempat. Bahkan, ada yang menuduhnya sebagai bagian dari jaringan buzzer internasional. Ada juga yang menyebutnya sebagai ketua ‘’Jokowi Mania cabang Singapura’’. Ada juga yang menyebut pernyataan Prof Mahbubani sebagai jebakan batman untuk menjorokkan Indonesia supaya tetap terpuruk.

Prof Mahbubani bukan orang sembarangan. Ia disebut sebagai salah satu intelektual pemikir terkemuka di Asia. Di level dunia, nama Mahbubani masuk dalam daftar 50 besar pemikir paling berpengaruh. Ia menjadi guru besar di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS). Pusat studi kebijakan publik ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia, dan di Asia menempati ranking nomor satu.

Pemikiran-pemikiran Mahbubani sangat tajam dan jernih. Salah satu bukunya yang paling berpengaruh adalah ‘’The New Asian Hemisphere: The Irresistible Shift of Global Power to The East’’ (2011) yang menggambarkan Asia sebagai kekuatan global baru menggeser Eropa dan Amerika yang sudah mulai memudar. Mahbubani melihat bahwa pada abad ke-21 ini Asia sudah berada pada jalur yang tepat dalam ‘’derap pembangunan’’, untuk bisa mengambil alih kemajuan Barat.

Next: Buku ini sudah…

Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kidung Sukmawati

27 Oktober 2021 - 09:26 WIB

Superman LGBT

26 Oktober 2021 - 08:32 WIB

Akil Balig

25 Oktober 2021 - 08:31 WIB

Bill Gates dan Sukmawati

24 Oktober 2021 - 06:35 WIB

Kabinet Squid Game

23 Oktober 2021 - 07:59 WIB

Republik Celeng

22 Oktober 2021 - 07:54 WIB

Trending di Kempalpagi