Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 09:40 WIB
Surabaya
--°C

Prosesi Piodalan Refleksi Penyucian Diri

SURABAYA-KEMPALAN: Aroma harum dupa cendana semerbak saat Perayaan Piodalan di Pura Segara, Kenjeran (21/9) dalam menyambut ulang tahun ke-76 TNI Angkatan Laut dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Puncak Piodalan bertepatan purnamaning kapat anggara kasih dan kajeng kliwon, wuku kulantir saat sembahyangan bersama dihadiri oleh para tokoh Hindu di antaranya profesor I Nyoman Sutantra (guru besar ITS), I Ketut Gotra (ketua PHDI Surabaya), I Wayan Wijana (ketua pura segara kenjeran), profesor ketut priyo utama (wakil ketua banjar kenjeran), purnawirawan laksamana madya I Nyoman Gede Aryawan (angkatan laut) dan lainnya.
Prosesi sembahyangan di mandala utama pura segara dimulai puja trisandya dipimpin oleh mangku wayan dilanjutkan dengan kramaming sembah lalu mecaru dan ngelebar. Trisandya merupakan mantram gayatri dalam kitab Veda ajaran Hindu.

Kramaming sembah merupakan penghormatan sembahyangan kepada Tuhan/Sanghyang Widhi dengan segala manifestasinya, lalu mecaru adalah persembahan berupa dupa, banten, canang dan lainnya kepada Sanghyang Widhi sebagai ucapan terima kasih atas berkah yang diberikanNya kepada manusia. Ngelebar acara penutup Piodalan.

Rangkaian prosesi Piodalan

Pesan bagi para umat Hindu Surabaya agar menjaga godaan dalam diri sendiri seperti nafsu, kebencian, keirihatian, keserakahan serta menjaga diri dari godaan duniawi seperti harta, takhta, wanita dengan jalan menjaga kesucian pikiran, perkataan dan perbuatan.

Jagalah kesucian hati akan membuat pikiran kita menjadi arif bijaksana, jagalah pikiran arif bijaksana karena akan memunculkan perkataan yang santun, jagalah perkataan yang santun karena akan memunculkan perbuatan yang luhur, jagalah pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik maka kehidupan manusia akan rukun dan damai. “Inilah pendakian moral untuk membentuk karakter luhur dalam diri kita masing-masing,” harap profesor I Nyoman Sutantra.
Ucapan terima kasih disampaikan bagus adi ketua Piodalan Pura Segara kepada Ery Cahyadi walikota Surabaya yang memberikan dukungan moril maupun materiil berupa 100 kotak nasi untuk makan pagi, 100 kotak nasi untuk makan siang dan 50 dos air mineral.

Setelah prosesi persembahyangan dilanjutkan penyerahan resi yadna dalam beberapa sesi di antaranya dari profesor I Nyoman Sutantra kepada ida bedanda gede anom jala kara manuaba, dilanjutkan penyerahan bajra yadna dari purnawirawan laksamana madya I Nyoman Gede Aryawan kepada romo Tukilan, romo Kadiyanto dan romo Made Kukama.

Lalu, penyerahan resi yadna koper dari letkol laut I Wayan Wijana kepada para romo, kemudian penyerahan resi pakaian dari Bagus Adi ketua Piodalan Pura Segara kepada para romo serta penyerahan resi yadna dari ibu ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Surabaya kepada para pemangku Pura Segara Kenjeran. (acong sunardi)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.