KEMPALAN-SUMENEP-Kabupaten Sumenep salah satu di antara 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang terkategori zona kuning dalam penyebaran covid-19.
Merujuk situs covid19.go.id, per 15 September, disebut peta-risiko
dari total 38 kabupaten/kota di Jatim berzona kuning. Hanya tersisa Kota Blitar yang berada zona oranye atau berisiko sedang.
Hal itu berbeda saat pasien Covid-19 di Sumenep mengalami lonjakan pada bulan Juni-Juli 2021.
Jumlah kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Sumenep saat itu terdata 168 orang, menempati peringkat kedua di Pulau Madura setelah Kabupaten Bangkalan yang mencapai 973 orang.

Humas RSUDdr H.Moh Anwar Sumenep Arman Endika Putra di Sumenep, menjelaskan, manajemen RSUD Sumenep langsung menambah ruang Isolasi karena ruang yang tersedia sudah tidak bisa menampung tambahan pasien baru yang terus berdatangan.
“RSUD Sumenep menambah dua ruang isolasi dengan kapasitas tempat tidur 50 unit. Total ada empat ruang isolasi,” terang Kepala Humas RSUD dr Moh. Anwar ini, saat itu.
Namun, saat ini tak ada pasien Covid-19 di ruang isolasi untuk pasien covid di RSUD Sumenep.
Koresponden kempalan di Sumenep, Kamis (16/9) menelusuri ruang isolasi covid-19 yang berada di RSUD dr Moh. Anwar Sumenep. Termasuk ruang isolasi pasien Covid-19 di RSI Kalianget sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumenep.
Dari hasil amatan langsung di Ruang Isolasi Covid I dan II, Kamis (16/9) tak ditemukan pasien Covid-19 yang menjalani perawatan dan isolasi.
Munawar, S.Kep.Ns, Kepala Ruang Isolasi Covid II (DAHLIA ) menyebut, sejak delapan hari lalu pasien covid-19 di RSUD Sumenep sudah kosong (zero) baik di Ruang Isolasi Covid I maupun di Ruang Isolasi Covid II.
Munawar ikut bersyukur pasien covid-19 di RSUD Sumenep sudah kosong.
“Semoga terus tak ada pasien Covid-19,” Munawar kepada kempalan.
Banyak suka dan duka yang dialami para Nakes RSUD Sumenep dalam melayani pasien-covid.
Kendati demikian, para nakes itu, kata Munawar, tetap melayani pasien covid di ruang isolasi mengikuti SOP yang digariskan.
Menurut Munawar, ada tiga hal yang dilakukan para nakes dalam melayani pasien covid.
Pertama, melakukan asuhan keperawatan. Seperti memberi obat anti virus, mengecek tensi saturasi oksigen dan observasi secara berkala kepada pasien.
Kedua, para nakes melakukan tugas limpah dari dokter spesialis, seperti melakukan injeksi obat kepada pasien.

Pelayanan yang ketiga ini menjadi tantangan tersendiri bagi para nakes untuk mendampingi pasien covid. Yaitu, setia memberi motivasi kepada para pasien Covid-19.
“Yang terpenting kami para nakes dalam melayani pasien covid terus memberi motivasi kepada pasien agar terjaga imunitasnya,” pungkas Munawar.
Sementara itu, Humas Satgas Covid-19 Sumenep Ferdiansyah tetap mengingatkan kepada masyarakat Sumenep agar tetap waspada dalam menjaga prokes.
Ferdian menyebut, berdasar pengalaman sebelumnya, sebelum terjadi gelombang kedua wilayah Kabupaten Sumenep cukup lama menikmati zona hijau, tetapi bisa menjadi zona oranye dengan cepat pada gelombang kedua.
Dalam penanganan Covid-19 ini, lanjut Ferdian, Pemerintah Kabupaten Sumenep sesuai arahan Presiden adalah menekankan dua hal, yakni implementasi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di lapangan dalam kerangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dan akselerasi program vaksinasi nasional. (ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi