Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 09:13 WIB
Surabaya
--°C

Tujuan Bukan Segalanya!

Oleh: Hamid Abud Attamimi
Aktivis Dakwah dan Pendidikan Tinggi, tinggal di Cirebon

Memilih untuk mengajar dan menanamkan akhlak pada anak sejak usia dini adalah keputusan dan pilihan yang amat strategis dan tepat, karena di masa-masa itulah menurut Agama, anak ibarat lembaran kertas putih yang masih kosong dan orang tuanyalah yang seharusnya berperan dominan untuk menulis atau menggambar sesuatu.

Hal-hal sederhana bisa kita mulai ajarkan dan biasakan, misal tentang hubungannya dengan saudaranya atau bahkan dengan teman-temannya.

Kita harus mengajarkan pada anak-anak kita tentang betapa mereka harus menghargai barang atau mainan milik kakak atau temannya, bagaimana cara jika mereka ingin meminjam mainan tersebut dari temannya, atau membutuhkan pertolongan temannya. Mereka harus dibiasakan untuk mengucapkan kata-kata “Minta tolong” dan “Terima kasih.”

Sebagai orang tua, kita bisa memulainya dengan mencontohkan bagaimana kita meminta izinnya ketika ingin melihat mainan miliknya.

Mengapa harus akhlak? Karena akhlak itulah yang jadi missi utama mengapa Rasullallah diutus:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Akhlak lah yang membentuk utuh kepribadian seseorang, membimbing bagaimana dia memandang diri dan orang di sekelilingnya.

Bukankah mengajar pada anak seperti melukis pada batu, susah dan perlu kerja keras, tapi begitu tertanam maka akan diingat dan melekat lama dan kuat? Orang tua yang bijak akan memilih sesuatu yang pasti bermanfaat untuk anaknya, dan bahkan terus hingga ia dewasa, sekalipun untuk itu mereka harus bersusah payah.

Daripada membiarkan anak hingga dewasa tak memiliki pijakan nilai akhlak, dan memilih bersikap sesuai bagaimana teman dan lingkungannya membiasakan dan mengajarkan. Jangan lupa pengaruh lingkungan, baik di sekitar rumah maupun pergaulan, bisa sangat dominan dalam membentuk perilaku anak.

Menjadi sukses adalah sesuatu yang membahagiakan, tetapi sukses adalah capaian, dan itu diawali serta membutuhkan proses atau tahapan.

Maka sebagai Muslim, kita harus yakin dan menanamkan sejak dini bahwa proses itu jauh lebih penting dan akan menggambarkan siapa diri kita sesungguhnya, dibandingkan semata mengejar tujuan atau hasil.

Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala kelak akan mempertanyakan bagaimana cara kita memperoleh kekayaan dan bagaimana ia didistribusikan?

Jika sejak dini kita tak membiasakan anak kita untuk bersabar dan ulet dalam meniti sebuah proses, atau dengan kata lain, kita membiarkan dia menjadikan tujuan sebagai segala-galanya, maka hingga dewasa dia tak akan merasa perlu menghargai apa yang sudah diusahakan orang, tak memiliki kelembutan dan kerendahan hati, berhati keras dan tak siap menerima kegagalan atau mudah putus asa.

Next: Pada gilirannya, mereka akan…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.