
JAKARTA-KEMPALAN: Anak kedua Nia Ramadhani positif Covid-19. Dalam video yang sempat diunggah Nia Ramadhani, ia mengetahui kondisi anaknya itu dari hasil swab PCR.
Asisten Nia Ramadhani, Theresa Wienathan membenarkan Mainaka terpapar Covid-19. Nia Ramadhani pun memutuskan untuk mendampingi Mainaka isolasi mandiri.
“Mainaka (terpapar Covid-19),” jawab Theresa Wienathan singkat melalui pesan pendek.
Sejumlah studi menunjukkan gejala Covid-19 pada anak cenderung lebih ringan daripada dewasa. Secara umum, gejala Corona pada anak masih di sekitar kelelahan, sakit kepala, dan demam.
Kebanyakan anak dengan Covid-19 memiliki gejala ringan atau tidak memiliki gejala sama sekali. Namun, beberapa anak bisa sakit parah akibat Covid-19. Mereka mungkin memerlukan rawat inap, perawatan intensif, atau ventilator untuk membantu mereka bernapas.
Gejala awal Covid-19 serupa pada orang dewasa dan anak-anak seperti pilek, radang tenggorokan, atau alergi. Gejala Covid-19 yang banyak terlihat pada anak-anak adalah demam dan batuk.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Emil mengatakan, istrinya, Atalia Praratya, terpapar Covid-19 karena terlalu sering melakukan interaksi dengan masyarakat, terutama di bulan Ramadhan.
“Ibu (Atalia) positif karena hasil muter-muter (ke berbagai tempat) membagikan sodakoh, infak, dan buka puasa bersama di berbagai tempat,” kata Emil di mal Paris Van Java, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Minggu (18/4) malam. Lebih lanjut Emil menambahkan, istrinya memang telah menjalani vaksin Covid-19 sebanyak dua kali.
Namun menurut teori yang dia terima, vaksin tidak menjamin seseorang menjadi kebal dari penyakit. “Ibu memang sudah disuntik vaksin dua kali. Tapi teorinya, vaksin itu loading (pembentukan) antibodinya dan antibodi itu maksimal dua bulan,” tuturnya.
“Jadi sebelum 60 hari, jangan diasumsikan walaupun sudah divaksin dua kali seolah-olah sudah bebas dari potensi terpapar covid-19,” lanjutnya. (km/et/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi