DUISBURG-KEMPALAN: Timnas Jerman baru saja gagal meneruskan tren kemenangan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2022 usai kalah di tangan Makedonia Utara dengan skor tipis 1-2.
Pada pertandingan yang tersaji di Schauinsland-Reisen Arena, Kamis (1/4/2021) dini hari itu, Makedonia unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Goran Pandev di akhir babak pertama. Jerman baru bisa membalas di babak kedua lewat gol Ilkay Guendogan dari titik putih.
Di menit akhir pertanding, Eljif Elmas menjadi mimpi buruk Jerman. Elmas mencetak gol kemenangan Makedonia Utara pada enam menit terakhir pertandingan.
Tentu saja banyak hal yang bisa kita bahas terkait kekalahan mengejutkan jerman ini, namun kali ini ada salah satu aspek terpenting dari tumpukan permasalahan yang akan dibahas kali ini.
Dari berbagai faktor lain yang ada di dalam pertandingan, jelas bahwa kegagalan Timo Werner dalam memaksimalkan peluang adalah faktor utama yang menyebabkan kekalahan Jerman
Werner jelas bukan striker yang berkualitas sama seperti saat dia masih bermain bersama RB Leipzig. Kembali ketika saat dia ditransfer ke Chelsea, saat itu beberapa penggemar Bayern sempat kesal karena Manajemen tim membiarkannya pergi ke klub Inggris itu.
Namun, sekarang kita bisa mulai melihat alasan di balik keputusan saat itu. Ya, Timo Werner memang baru saja membuat rekor kegagalan yang luar biasa.
Yang gila adalah, jika Anda menunjukkan rekaman pertandingan malam itu kepada penggemar Chelsea, mereka mungkin bisa menunjukkan setengah lusin kesalahan besar lain yang juga dilakukan Werner di Liga Premier selama musim ini.
Sejak pindah ke Chelsea, pemain berusia 25 tahun itu telah melewatkan beberapa peluang gila, terutama kegagalannya yang luar biasa saat melawan Leeds United.
Dulu direktur olahraga Munich, Hasan “Brazzo” Salihamidzic pernah memperingatkan kita tentang hal ini. Dia pernah mengatakan kepada publik bahwa Bayern Munich tidak menginginkan Werner.
Brazzo mengatakan bahwa, “Dengan kecepatannya, Timo Werner membutuhkan lebih banyak ruang, seperti yang dia miliki dalam sistem yang dimainkan Leipzig. Mereka mungkin telah mengubah sistem mereka, tetapi itu masih tidak seketat bagi mereka secara ofensif seperti halnya bagi kami.”
Baru-baru ini, dilaporkan bahwa bahkan pelatih Jerman Joachim Low sudah jarang menurunkan mantan bintang RB Leipzig itu dan lebih memilih Serge Gnabry di lini depan dengan Havertz dan Sane di sayap.
Ini bukanlah sebuah kejutan, mengingat banyaknya kesalahan yang telah Werner hasilkan untuk Jerman sejauh ini, dia tidak seproduktif saat dia bersama RB Leipzig.
Ini adalah sebuah permasalahan dasar. Timo Werner hanya dapat bermain di sistem yang cocok, dan sistem yang dia butuhkan hanya ada di Leipzig.
Dengan sistem yang digunakan Chelsea dan Jerman, pria malang itu tidak bisa menggunakan gaya permainannya yang biasa, yang menghasilkan kesalahan eye-catching yang lucu yang akhirnya menjadi trending di Twitter.
Kegagalan tersebut menunjukan bahwa Werner memang seorang striker yang benar-benar terpaut secara taktis dan tidak dapat berfungsi dalam sistem yang tidak menginginkannya.
Dengan ini, semakin jelas bahwa Bayern Munich membuat keputusan yang tepat untuk tidak mencoba mengontrak Werner musim panas lalu.
Dia tidak pernah cocok dengan sistem, dan dia akan berjuang di Bavaria dengan cara yang sama seperti dia berjuang di Inggris sekarang. Penghargaan untuk Brazzo karena berpegang teguh pada pendiriannya. (Bavarian Football Works/Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi