Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 23:35 WIB
Surabaya
--°C

Kapolda: Korban Bom Gereja Katedral, 9 Masyarakat, 5 Petugas Gereja dan 4 Jemaat. Pelakunya Tewas Ditempat

MAKASSARKEMPALAN: Polda Sulawesi Selatan dan Poltabes Makassar langsung menerjunkan Tim Inafis dan tim Puslabfor untuk mengumpulkan barang bukti di lokasi ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, di Jalan Kajaolalido, Minggu pagi (28/3).

Aksi bom bunuh diri terjadi sekitar Pukul 10.30 Wita atau setelah misa pertama baru saja selesai. Dua pelaku yang berboncengan sepeda motor jenis matik bernopol DD 5984 MD berusaha menerobos masuk ke halaman gereja. Karena gerak-geriknya mencurigakan, kedua pelaku langsung dicegah oleh Cosmas Balalembang, petugas keamanan di pintu gerbang gereja.

Saat dicegah, pelaku langsung meledakkan bom. Pelakunya tewas ditempat. Sedangkan Cosmas selamat dan hanya mengalami luka pada perut dan kepala.

Kendaraan milik pelaku. Sumber foto: Leonardus Solo

“Misa dimulai Pukul 08.30 Wita dipimpin Uskup Agung Makassar, Mgr John Liku Ada, Pr dan Pastor Paroki Katedral Wilhelmus Tulak, Pr. Misa selesai sekitar pukul 10 lewat sedikit. Kira-kira 10 menit kemudian bom meledak,” ujar Ricky Alfandi, pengurus Gereja Katedral saat dihubungi Kempalan.com siang tadi.
Ricky menambahkan, akibat peristiwa bom diri itu, seluruh misa dibatalkan.

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Merdisyam mengatakan, seluruh korban luka akibat serpihan bom, 9 masyarakat, 5 petugas gereja dan 4 jemaat. Semuanya sedang dalam perawatan di rumah sakit. Sedangkan pelakunya tewas di tempat.
“Kami juga sudah melibatkan Densus untuk menyelidiki kasus ini,” kata Kapolda kepada wartawan di TKP.

Tanggapan Mabes Polri

Rekaman CCTV aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar

Teror bom di Makassar langsung direspon Mabes Polri. Melalui jumpa pers siang tadi, Kabid Humas Irjen Polisi Argo Yuwono menjelaskan, Bom di Gereja Katedral Makassar merupakan aksi bom bunuh diri.

Densus 88 di Makassar sedang bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti. Kapolri juga sudah memerintahkan Kadensus berangkat ke Makassar untuk membantu penyelidikan.

Dari barang bukti yang berhasil dikumpulkan, rangkaian atau sirkuit bom yang ditemukan akan diselidiki oleh Densus 88 sehingga akan diketahui dari kelompok mana yang melakukan aksi ini. “Pelakunya dua orang berboncengan sepeda motor jenis matik,”kata mantan Kabid Humas Polda Jatim ini.

Kecaman juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua umum MUI, Anwar Abbas meminta ledakan bom di Gereja Katedral Makassar agar tidak dikait-kaitkan dengan agama. Ia juga mendesak kepolisian agar segera mengungkap motif dibalik aksi ini. (*)

Penulis:
Muhammad Tanreha

 

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.