Stikosa-AWS Sungguh Malang Nasibmu

waktu baca 2 menit

KEMPALAN: Trenyuh hati ini membaca berita “Generasi Emas dan Generasi Kaleng Stikosa-AWS” tulisan (dad) yang dimuat kempalan.com

Kenapa sampai trenyuh ? Karena, penulis yang pernah menjadi wakil sekretaris pengurus Stikosa-AWS priode 2000-2005, miris membayangkan apa yang terjadi di lembaga pendidikan wartawan yang berdiri sejak tahun 1964 itu.

Pasalnya, kini Stikosa-AWS sungguh malang nasibnya. Bagaimana tidak malang nasibnya? Sekarang di bawah kendali kepemimpinan akademik dan yayasan baru, justru mengalami degradasi. Memang adanya pandemi Covid 19 sejak setahun lalu berpengaruh pada semua sektor kehidupan. Termasuk pendidikan tinggi.

Stikosa-AWS pun menjadi korban. Jumlah mahasiswa baru yang tidak mencapai 20 orang, dan aktivitas perkuliahan yang  dilakukan secara daring, membuat kampus yang berada di kawasan Nginden itu –kata seorang mahasiswa– seperti kuburan.

Kabarnya, kepemimpinan dari pengurus Stikosa-AWS sekarang tidak berhasil melakukan konsolidasi internal. Sehingga membuat sulit masa transisi.

Selain mahasiswa sepi, banyak dosen-dosen pemegang posisi strategis yang mengundurkan diri. Diantaranya pengajar bergelar doktor, seperti Dr Hernani Srikit, Dr Ismoyo Herdono, Dr Dhimam Abror.

Stikosa-AWS sekarang bila dibandingkan saat penulis menjadi pengurus pada masa dua puluh tahun lalu, sangat berbeda. Sebab  pengurus era 2000-2005 punya semangat kebersamaan untuk menjadikan Stikosa-AWS lembaga pendidikan yang bergengsi dan berprestasi.

Begitu pula saat Stikosa-AWS dipimin Dr Ismoyo Herdono, di era disrupsi besar  dengan berbagai inovasi manajemen pendidikan dan melakukan upgrading terhadap kualitas dosen pengajar.

Selama dua priode kepemimpinan terakhir 2019, Ismoyo yang mantan wartawan SCTV itu menorehkan tinta emas  melahirkan empat orang doktor yang menjadi dosen tetap Stikosa-AWS.

Sekarang, nampaknya pengurus Stikosa-AWS dan yayasan tidak diisi oleh orang-orang yang berkompeten. Kemampuan mereka untuk menghadapi era disrupsi besar ini sangat meragukan.

Stikosa-AWS pernah melahirkan generasi emas. Seperti, almarhum Budi ‘Uglu’ Sugiharto dan kawan-kawan telah mengharumkan nama almamater.

Mengutip kata dad di kempalan.com : Jangan sampai Stikosa-AWS sekarang justru  melahirkan generasi kaleng. (ferry is mirza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *