JAKARTA-KEMPALAN: Perusahaan teknologi asal China, Huawei, dikabarkan akan secara gradual meminta royalti pada pabrik smartphone yang menggunakan basis teknologi 5G. Tindakan tegas hari Huawei ini disebabkan oleh pemerintah Amerika Serikat yang memberikan sanksi pada China. Sehingga Huwei menarik royaliti dari teknologi 5G untuk menambah pemasukan secara finansial.
Perlu diketahui, Huwei memberikan klaim bahwa telah memiliki lebih dari 100.000 paten aktif dan diprediksi memiliki portofolio IP 5G terbesar di dunia.
Perusahaan raksasa ini berupaya untuk mengambil royaliti dari para kompetitornya, seperti Nokia, Ericsson, dan Qualcomm. Huawei akan menerima pemasukan hingga 2,5 dolar AS atau sekitar Rp 36.000 untuk satu perangkat.
Patokan harga dari Huawei diharapkan agar secara langsung merangsang segmentasi teknologi 5G dan mereduksi persaingan sengit di tahun yang akan datang.
Skema yang dapat diperkirakan, Huawei akan menyapu bersih sektiar 1,3 miliar dolar AS atau 18,7 triliun untuk teknologi 5G pada smartphone yang sudah diaplikasikan sejak tahun 2019.
“Huawei telah menjadi kontributor terbesar untuk standar 5G, dan mengikuti prinsip adil, wajar, dan non-diskriminatif, dalam hal lisensi paten,” ucap Jason Ding selaku Kepala Departemen Hak Kekayaan Intelektual Huawei pada Kamis (17/3).
Jason berharap agar royaliti yang diumumkan oleh Huawei akan meningkatkan eskalasi akomodasi 5G dalam memberikan implementasi 5G pada struktur biaya yang lebih transapran. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi