Sudah Divaksin Masih Bisa Menularkan, Mudik Lebaran Tak Dilarang
JAKARTA-KEMPALAN: Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memberikan tanggapan atas pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang tidak melarang kegiatan mudik Lebaran 2021. Wiku menyebut, dilarang atau tidaknya mudik tetap membutuhkan sikap bijak masyarakat untuk menghadapinya.
“Pada prinsipnya, dilarang atau tidaknya mudik, saya mengharapkan sikap bijak masyarakat untuk dapat mengambil keputusan terbaik,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden.
“Khususnya, terkait melakukan perjalanan jauh yang berpotensi meningkatkan penularan Covid-19,” kata dia.
Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, yang membahas sejumlah hal, salah satunya kesiapan transportasi untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2021. “Hal pertama yang bisa kami ungkapkan terkait mudik 2021. Pada prinsipnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak melarang (mudik),” kata Budi dalam rapat kerja yang dipantau secara daring.
Wiku juga menyebut, kebijakan mudik Lebaran 2021 saat ini masih dalam tahap pembahasan kementerian dan lembaga terkait. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, pemerintah tidak akan melarang masyarakat untuk mudik pada Lebaran 2021. Perayaan Lebaran tahun ini diperkirakan masih dalam suasana pandemi Covid-19.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, belum ada kepastian bahwa orang yang sudah divaksin tidak akan menularkan Covid-19. Menurut dia, orang yang sudah divaksin masih bisa menjadi sumber penularan Covid-19 pada orang lainnya.
“Yang jelas, belum ada kepastian apakah penerima vaksin itu tidak menularkan virus ke orang,” kata Zubairi melalui akun Twitter resminya yang sudah diizinkan untuk dikutip pada Kamis (18/3). Zubairi menjelaskan, orang yang sudah divaksin memang memiliki kekebalan atas Covid-19, namun beberapa bagian dari tubuhnya masih bisa menjadi sumber penularan.
“Namun, di sekitar mulut dan hidung, beberapa ahli menduga, masih ada virus yang bisa menular ke orang lain. Artinya prokes harus tetap dianut,” ujarnya. Oleh karena itu, ia menyarankan agar protokol kesehatan tetap ditegakkan meski sudah mendapatkan vaksin Covid-19.
Selain itu, lanjut Zubairi, juga ada vaksin yang tidak bisa melindungi manusia dari penularan Covid-19 varian dari Afrika Selatan atau varian B1.351. “Kenapa prokes tetap dianut? Karena masih ada kemungkinan-kemungkinan penularan,” ungkapnya. (km/kn/ist)
