Jatuh-Bangun Kabilah Emas, Dinasti Mongol Keturunan Jenghis Khan

waktu baca 3 menit

Judul Buku: Sejarah Dinasti Kabilah Emas
Penulis: Ari Nirwana
Penerbit: Revka Prima Media & Kedai Resensi Surabaya
Tebal Buku: v+92 halaman
Tahun Terbit: 2020
Peresensi: Reza Maulana Hikam

KEMPALAN: Bangsa Mongol kerap berkaitan dengan nama Jenghis Khan (nama asli: Temujin) yang berhasil mempersatukan suku-suku di Mongolia dan melakukan ekspansi ke berbagai penjuru dunia.

Keberhasilan Jenghis Khan membawa kegemparan bagi banyak kerajaan. Ia berhasil melebarkan kekuasaannya hingga Tiongkok, Asia Tengah, dan dataran Rusia yang pada saat itu masih terpecah menjadi berbagai kepangeranan yang saling berseteru satu sama lainnya.

Usai kematian Jenghis, keempat anaknya diberi bagian daerah: Tolui (anak keempat) mendapatkan daerah kekuasaan Mongol; Ogatai (anak ketiga) menjadi Khan Agung Mongol dan berkuasa atas seluruh wilayah ayahnya.

Sementara Jaghatai (anak kedua) diberi wilayah Asia Tengah; dan Jochi sebagai anak pertama mewarisi wilayah dataran Rusia yang sudah ditaklukkan.

Dari Jochi muncullah Dinasti Kabilah Emas. Anaknya, Batu Khan merupakan penguasa pertama dari dinasti ini, karena ayahnya meninggal sebelum Jenghis Khan wafat.

Buku ini mengutarakan bahwa istilah Kabilah Emas disinyalir berasal dari tenda yang digunakan oleh pasukan Mongol di bawah Batu Khan berwarna emas.

Batu adalah khan yang melakukan ekspansi, bersama jenderal ayahnya, Subotai Ba’atur hingga wilayah Hongaria.

Membentanglah daerah Dinasti Kabilah Emas dari dataran Kipchak, Rusia hingga Eropa Timur (Hongaria). Pada masa ini, Kabilah Emas beribukota di Saray Batu.

Wilayah yang luas ini nantinya dipegang oleh Berke Khan. Berke merupakan saudara dari Batu Khan. Ia adalah pemimpin Mongol pertama yang masuk ke dalam Islam.

Menurut Ari, Berke yang sudah masuk Islam, tidak sepakat dengan penghancuran Bagdad dan pembunuhan Khalifah Al-Mu’tashim yang dilakukan oleh keturunan Tolui, dinasti Ilkhaniyah.

Ekspansi Ilkhaniyah yang memporak-porandakan wilayah kekuasaan umat Islam kala itu berhasil dihentikan selamanya oleh dinasti Mamluk di Mesir yang juga menjalin hubungan baik dengan Kabilah Emas. Kekalahan ini terjadi pada pertempuran Ain Jalut.

Sementara Ilkhaniyah dihajar di Ain Jalut, Kabilah Emas melakukan serbuan ke wilayah dinasti keturunan Tolui tersebut. Pertempuran di Terek tak terhindarkan di mana Kabilah Emas memenangkan pertempuran tersebut.

Waktu berganti, pemimpin pun berganti. Wafatnya Berke Khan menghasilkan banyak pemimpin boneka yang dikendalikan oleh Nogai Khan. Pada masanya, Nogai bahkan dianggap sebagai khan sebenarnya dari Kabilah Emas hingga munculnya Toqta.

Toqta bukanlah orang yang mudah dikendalikan, Nogai pun jatuh dan terbunuh saat berseteru dengan Toqta.

Pengganti Toqta, Uzbek, adalah khan yang membawa Kabilah Emas pada masa kejayaannya. Ia berhasil menundukkan hampir seluruh pangeran-pangeran Rusia. Ialah yang mendirikan Masjid Uzbek di Krimea. Pada masanya, Islam menjadi agama resmi dari Kekhanan Kabilah Emas.

Buku ini tidak sekedar mengulas jatuh-bangunnya kepemimpinan di Kabilah Emas, namun juga aspek politik-pemerintahan serta disinggung pula bagaimana disintegrasi terjadi ketika Tokhtamysh, bertempur melawan bekas gurunya, amir ternama yang juga keras: Timur-Lenk.

Usai itu, Kabilah Emas terbagi menjadi tiga kerajaan: Krimea, Kazan dan Astrakhan.

Sebagai kajian sejarah, buku ini dituliskan dengan kronologis sehingga memudahkan pembaca untuk memahami peristiwa di Kabilah Emas secara step by step. Dilengkapi juga dengan penjelasan akan nama-nama yang disebutkan sehingga dapat mengenali mereka secara ringkas.

Meskipun berawal dari karya akademis, buku Ari Nirwana ini menggunakan bahasa maupun istilah yang mudah dipahami sehingga pembacanya tak perlu repot-repot membuka KBBI atau tesaurus untuk mencari padanan katanya.

Diterbitkan atas inisiatif Kedai Resensi Surabaya, buku ini akan menambah wawasan kita berkenaan dengan ekspansi yang dilakukan bangsa Mongol dengan merogoh kocek hanya 55.000 rupiah saja. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *