Korban banjir yang mengungsi di Gedung Terminal Tipe B Provinsi Kalsel di kilometer enam, mulai diserang berbagai penyakit. Posko kesehatan yang ada di situ, dituding kurang berjalan maksimal. Lantaran jam operasionalnya terlalu singkat.
Gatal-gatal, flu, meriang, demam, muntah-muntah hingga sakit gigi, jadi keluhan sejumlah pengungsi. Salah satunya, menimpa Aisyah.
Dikunjungi Radar Banjarmasin, kemarin (20/1) siang, bocah berumur empat tahun itu tampak uring-uringan di pengungsian. Menurut sang ibu, Nurhayati, anaknya itu sempat muntah-muntah pada Selasa (19/1) lalu.
“Sementara cuma minum obat paracetamol dan dioles minyak kayu putih saja ke perutnya,” ucap warga asal Kelurahan Pemurus Luar, itu.
Selain Aisyah, penyakit juga menyerang anaknya yang lain. Yang berumur 16 tahun, yakni M Nauval Budiman. Menurut perempuan 53 tahun, itu sudah dua hari belakangan Nauval diserang demam dan sakit kepala.
“Saya belum bisa memeriksakan kondisi kesehatan keduanya. Karena jam operasional pos kesehatan sangat singkat. Dari jam 10 sampai jam 12 siang,” tuturnya.
“Periksanya pun rebutan. Jadi tidak sempat,” tambah perempuan yang mengaku sudah enam hari mengungsi, di situ.
Senada dengan Nurhayati, keluhan serupa juga diutarakam Rusita. Perempuan 55 tahun itu mengaku sudah dua hari terakhir mengalami sakit tenggorokan. Bahkan, ketika diwawancarai, suaranya juga terdengar serak.
“Ini lagi tidak enak badan. Untuk bertahan, minum obat yang tersedia saja. Bagaimana bisa periksa di pos kesehatan, petugasnya cuma ada waktu dua jam saja. Sesudah itu, ya pulang,” timpalnya.
Dikonfirmasi terkait jam operasional petugas kesehatan di Pos Kesehatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi tak kunjung memberikan tanggapan.
Radar Banjarmasin, lantas mengonfirmasinya kepada Penjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar. Lelaki yang saat ini juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, itu berjanji akan mengevaluasi hal tersebut.
Ia juga menjanjikan bakal menyampaikannya ke Kepala Dinkes agar hal itu menjadi perhatian.
“Kalau misalnya harus ditambah waktunya, ya harus ditambah. Tapi, kalau memang yang terdampak itu bisa ke puskesmas mungkin bisa diarahkan ke puskesmas terdekat. Kalau toh tidak bisa akan kami maksimalkan waktu yang ada. Kami upayakan agar berjalan dengan maksimal,” tutupnya. (war)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi