Kasur dan Tikar Diserbu Warga
BARABAI- Kondisi kota Barabai pasca banjir kini mulai membaik. Hampir seluruh titik di pusat kota sudah kering. Hanya menyisakan lumpur dan sampah yang larut karena banjir.
Para warga juga mulai membersihkan peralatan rumah tangga miliknya. Pasukan kuning juga ramai-ramai mengangkut sampah bekas banjir. Roda perekonomian juga mulai menggeliat para pedagang di Pasar Keramat, Pasar Murakata mulai aktif kembali walaupun masih dengan suasana penuh lumpur.
Sedikit demi sedikit para pedagang membersihkan dagangannya. Seperti alat elektronik, kasur, tikar dan lain-lain. Walaupun tak semua toko buka. Seperti di Pasar Murakata di jalan P M Nor Barabai, puluhan warga Barabai berdatangan ke sini untuk membeli kasur dan tikar yang diobral.
“Dapat harga khusus, kasur karakter yang biasa 250 ribu bisa jadi 200 ribu aja. Tikar rumah juga semuanya diobral dengan harga 80 ribu,” ujar pembeli Marfiah, warga Kecamatan Barabai, Rabu (20/1).
Salah satu pedagang pasar Murakata, Aji menjelaskan ia mengobral dagangan tikarnya karena sempat terendam banjir. “Daripada tidak terjual, jadi kita obral saja Alhamdulillah banyak warga yang beli,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Sedikit kilas balik, saat banjir melanda, pasar Murakata yang berlantai dua ini terendam air dengan ketinggian 1,8 meter. Alhasil dagangan yang berada di lantai satu terendam. Arusnya pun deras, dagangan pasar yang berbeda di luar banyak yang larut.
Selain itu warung-warung makan di pusat kota yang tutup selama 6 hari sudah mulai buka. Ya walaupun tak semua rumah makan buka. Hal ini membuat banyak warga harus antre ketika membeli makanan.
Jalan P M Nor yang menjadi jalan utama perkotaan yang sebelumnya terendam sedalam 1 meter juga sudah kering. Kendaraan mulai lalu lalang seperti biasa. Hanya saja ada material krikiil yang tersisa di jalanan yang terbawa arus banjir.
Banjir di Hulu Sungai Tengah di awal tahun 2021 ini melanda 9 kecamatan dari 11 kecamatan yang ada. Paling parah ada di Kecamatan Hantakan, Kecamatan Barabai, dan Kecamatan Batu Benawa.
Dari data sementara BPBD HST di kecamatan Hantakan ada 14 desa yang terendam. Di wilayah ini enam orang dilaporkan hilang dan delapan orang meninggal dunia. Sedangkan rumah yang hilang ada 200 dan yang rusak 250 buah. Sedangkan jumlah rumah yang terendam sebanyak 3.181 dengan KK 3.181 dan jumlah penduduk sebanyak 12.727 jiwa.
Lalu di kecamatan Barabai dari 18 desa dilaporkan satu orang meninggal dunia. Tidak ada rumah yang hilang dan rusak. Namun jumlah rumah yang terendam sebanyak 17.078. dengan total penduduk 19.128 jiwa.
Untuk Kecamatan Batu Benawa terdapat 15 desa. Memang tidak ada korban jiwa atau orang hilang. Namun kerusakan fasilitas umum di wilayah ini paling banyak. Jumlah pengungsi sebanyak 7.430. Ada 20 masjid yang rusak, 26 langgar rusak, 26 sekolah porak poranda, 13 kantor, dan 7 jembatan putus.
Sedangkan jika ditotal dari 9 kecamatan yang terdampak banjir. Jumlah korban meninggal ada sembilan orang, warga hilang 6 orang, rumah hilang 264, rumah rusak 340, rumah terendam 29.127, dan jumlah pengungsi sebanyak 8.173 jiwa. Serta jumlah warga terdampak 57.624 jiwa dari 29.127 KK.
Sedangkan untuk fasilitas umum yang rusak atau terendam, ada 21 masjid, 31 musala, 28 sekolah, 13 kantor, 7 jembatan rusak, dan 1 akses jalan terputus.
Untuk memulihkan keadaan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, BNPB pusat sudah mentransfer bantuan sebanyak Rp 500 juta. Di tambah bantuan dari Pemerintah Kalsel sebanyak Rp 500 juta. BNPB Pusat juga memberikan stimulus bagi rumah warga yang rusak dengan tiga kategori.
Jika rumah rusak parah (hilang) mendapat bantuan Rp 50 juta, untuk rumah yang rusak sedang menerima bantuan Rp 25 Juta, sedangkan rumah yang rusak ringan mendapat Rp 10 juta.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Nor ketika meninjau banjir di HST, Selasa (19/1) lalu memerintahkan agar BPBD setempat mendata dengan lengkap jumlah kerusakan rumah akibat banjir.
“Jangan sampai ada yang tertingal pendataan agar dapat bantuan. Setiap bantuan yang datang ke provinsi akan langsung kami sampaikan ke kabupaten dan kota,” kata Sahbirin.
Pasca banjir, bantuan logistik dari berbagai kabupaten seperti Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tapin, Tabalong bahkan dari Provinsi Kaltim juga banyak berdatangan. Semua logistik didrop di posko pusat yang berbeda di Stadion Murakata Barabai.
Kondisi banjir di HST memang sudah surut. Sekarang saatnya recovery untuk memulihkan kembali keadaan HST. Khususnya di wilayah pegunungan seperti di Kecamatan Hantakan dan Kecamatan Batu Benawa. Di sana banyak rumah warga yang rusak bahkan hilang disapu banjir.
Lalu berapakah total kerugian materil akibat banjir di HST? Plt Sekda HST, Faried Fakhmansyah menjelaskan pihaknya masih akan terus mengupdate data terbaru. Agat dapat diketahui total kerugian yang dialami akibat banjir.
“Kita akan mendata berapa jumlah kerugian total. Untuk kita laporkan ke Provinsi Kalsel dan pemerintah pusat,” ujarnya (18/1) lalu.
Faried tak lupa ucap terima kasih kepada pemerintah Kalsel, pemerintah Kaltim dan beberapa kabupaten tetangga yang sudah mengirim bantuan logistik kepada warga di HST.
“Bantuan logistik ke seluruh desa terpencil juga sudah kita salurkan. Guna memudahkan koordinasi kita juga membangun subposko di setiap kecamatan,” pungkasnya.









