Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 11:24 WIB
Surabaya
--°C

Berperan Besar dalam Mengawal Ideologi NKRI, Khofifah Dukung KH M Yusuf Hasyim Dapat Gelar Pahlawan Nasional

JOMBANG-– Gubernur Jawa Timur Terpilih Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Seminar dan Bedah Buku Biografi KH M Yusuf Hasyim: Kiai Militer Pengawal Ideologi NKRI Berbasis Pesantren yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Gedung KH M Yusuf Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Senin (3/2/2025).

Seminar ini sarat mengulas tentang sosok, peran dan jejak perjuangan seorang KH M Yusuf Hasyim dalam dunia militer, kuatnya menjaga NU, berjuang memperjuangkan kemerdekaan RI hingga kiprahnya mengawal NKRI berbasis pesantren.

KH M Yusuf Hasyim adalah seorang ulama dan tokoh NU yang berperan besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Beliau adalah putra dari KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Tidak hanya itu, KH. Yusuf Hasyim aktif dikenal sebagai ulama dan tokoh NU yang terjun di kemiliteran serta dikenal sebagai ulama yang tegas dalam mempertahankan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia aktif dalam membangun hubungan antara pesantren dan negara.

“Buku ini menurut saya sangat penting bagi kita semua, karena sejatinya kita memiliki banyak ulama yang begitu besar peran dan kiprahnya untuk bangsa dan negata namun tidak terekam dan tertulis jejak perjuangannya,” tegas Khofifah.

Buku ini menjadi referensi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab tak sedikit ulama NU yang begitu berperan dalam proses penyiapan kemerdekaan, maupun saat mempertahankan kemerdekaan yang tidak tertulis perjuangannya.

“Kalau tidak ada yang menuliskannya secara serius akan sangat besar kemungkinannya tidak akan tertulis lengkap ke depannya. Kalaupun ada tentu validitasnya tidak sekuat ketika yang menuliskannya tim diberseiringi anggota keluarga,” ujar Khofifah.

Oleh sebab itu, Khofifah berterima kasih pada penulis buku yaitu Dr H Agus Irawan dan juga H M Mas’ud Adnan yang menuliskan biografi buku ini. Yang akan menjadi referensi bagi generasi Indonesia mendatang tentang kuatnya peran KH M Yusuf Hasyim untuk Indonesia.

“Buku ini ditulis dengan teliti dan detail sekali. Khususnya kapan KH Yusuf Hasyim membantu komunikasi antara Ulama dan pesantren dengan TNI, ABRI bahkan saat dengan TKR. Di sini semua detail dan luar biasa,” ujarnya.

“Termasuk bagaimana sosok KH M Yusuf Hasyim bersama TNI Siliwangi berjuang mengamankan pesantren Gontor dari PKI sehingga alhamdulillah Ponpes Gontor tidak diobrak-abrik oleh PKI dan tumbuh berkembang pesat seperti saat ini,” imbuh Khofifah.

Termasuk bagaimana kiprah KH M Yusuf Hasyim yang menjadi komandan banser pertama. Artinya, dikatakan Khofifah, KH M Yusuf Hakim tidak hanya mengajarkan kekuatan ilmu pada santri tapi juga mengajarkan baris berbaris, dan kedisiplinan sebagqi bagian bela negaram

Begitu juga saat KH M Yusuf Hasyim bergabung dalam Lembaga Pertahanan Republik Indonesia (LPRI). Diketahui hingga wafat KH M Yusuf Hasyim berpangkat Lettu.

“Jadi memang seminar ini adalah salah satu proses yang harus kita lakukan jika ingin melakukan pengajuan gelar pahlawan nasional,” ujar Khofifah.

“Sebenarnya banyak ulama dan kiai kita yang sudah memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan gelar pahlawan. Bukan beliau yang ingin menjadi pahlawan. Tapi bahwa referensi kejuangan di negeri ini sangat banyak dilakukan ulama kita. Kalau kita tidak berikhtiar, sayang sekali,” ujarnya.

Mitigasi Banjir di Wilayah Gunung Anyar Surabaya

SURABAYA – KEMPALAN: Camat Gunung Anyar Surabaya (Ario Bagus Permadi) dalam kunjungan dan dialognya bersama warga / jamaah masjid Al Wahyu Rungkut Menanggal Harapan Surabaya pada hari Ahad (2/2) menjelaskan program pemerintah dan pemerintah Kota Surabaya secara lugas dan jelas ketika dia diberi waktu setelah sholat Subuh berjama’ah hingga waktu Syuruq.

Kegiatan dialog tersebut diinisiasi oleh pengurus dan panitia Isra’ Mi’raj. Dalam kunjungannya, camat Ario didampingi lurah Rungkut Menanggal Surabaya (Mohamad Riefkie Errijanto) dan Kasi Kesra (Ponari).

Mitigasi Banjir

Sebulan yang lalu, wilayah Gunung Anyar dan sekitarnya menjadi perhatian publik akibat banjir. Yang menarik, air yang menggenangi wilayah tersebut khususnya di Rungkut Menanggal Harapan, lama sekali hilangnya walaupun Pemkot Surabaya sudah menerjunkan beberapa mobil Damkar ke wilayah tersebut. Bahkan walikota Surabaya (Eri Cahyadi) datang, terjun berbasah ria mengatur penyedotan genangan air yang meluas ke mana-mana. Sebagaimana pemberitaan kempalan.com dan media lainnya waktu itu, wilayah yang tergenang bukan saja di Gunung Anyar, tapi juga di SIER, Terminal Purabaya Bungurasih dan wilayah lainnya.

Ketika kempalan.com menanyakan perihal program pemerintah kota Surabaya terhadap mitigasi banjir di wilayah Gunung Anyar, camat Ario menjawab, ” Kecamatan Gunung Anyar ini berbeda dengan kecepatan lainnya karena Kecamatan Gunung Anyar ini diapit dua sungai besar, yaitu sungai perbatasan dan sungai Kebon Agung, yang dikelola langsung kementerian PUPR dan juga Sumber Daya Air PU Propinsi Jawa Timur, dimana Gunung Anyar adalah muara dari beberapa wilayah. Jadi kalau kita gagal mengelola dua sungai ini, yang terpengaruh itu tidak hanya gunung Anyar tetapi juga sampai ke Barat ke Tenggilis Wonocolo Gayungan hingga jambangan. Kami di Gunung Anyar bersama dengan pihak lainnya
saat ini sedang membuat kajian drainase secara menyeluruh di wilayah kecamatan Kuningan Anyar sehingga bisa memetakan, mengendalikan potensi-potensi genangan yang ada di wilayah kecamatan gunung Anyar”.

Camat Gunung Anyar Surabaya (Ario) didampingi lurah Rungkut Menanggal Surabaya (M.Riefkie) bersama pengurus masjid Al Wahyu Rungkut Menanggal Harapan Surabaya ketika sesi makan pagi bersama jamaah.

Kemudian Aryo melanjutkan,”Khusus untuk pembuatan Bosem, sekarang di kecamatan Gunung Anyar ini sudah ada tiga bosem yang satu bosem di wilayah 1 di wilayah gunung Anyar RW 7, kemudian ada di RW 4 Gunung Anyar yang membantu kita mengendalikan, tetapi kita juga tidak bisa menggantungkan sepenuhnya terhadap bosem-bosem tersebut karena memang Gunung Anyar itu wilayahnya memang wilayah pengembangan, sehingga posisinya itu tidak ada yang bosem besar, sehingga sifatnya itu hanya sekedar lokasi penyimpanan air sementara, tetapi merujuk bahwa kita sangat terpengaruh dengan pasang surut air laut kita juga sangat terpengaruh oleh intensitas hujan dan juga kiriman air dari wilayah hulu. makanya sangat-sangat penting kemudian kita memastikan bahwa saluran-saluran semua yang ada di kecamatan gunung Anyar itu terkoneksi dengan baik. Kemudian untuk titik-titik yang cenderung atau sifatnya cekung itu, kita harus support dengan pompa-pompa. Kita memiliki tiga pompa besar di Poltekpel (Politeknik Pelayaran), kemudian di Kebon Agung, terus kemudian di MERR, yang baru kemarin 2004 kemarin baru selesai dan ternyata 2025 kita tambah lagi rumah pompa baru besar untuk di perbatasan Gunung Anyar dan Rungkut Menanggal sebelah barat makam kembar jl. Amir Mahmud. Titik-titik lain, kita juga masih support dengan pompa-pompa domfeng. Pompa domfeng itu yang portable dengan kapasitas 8 Dim (untuk output-nya). Itu untuk mensupport titik-titik yang sifatnya cekungan-cekungan, Alhamdulillah”.

Kemudian dia menambahkan, “Terkait dengan penjelasan genangan khususnya di wilayah perkampungan, Alhamdulillah semenjak tahun 2022, kita sudah bisa melaksanakan pembangunan mandiri di tingkat kelurahan dengan menggunakan dana kelurahan. Kalau dulu sifat pembangunannya itu terpusat di satu pintu yaitu di dinas PU Bina Marga, tapi sejak 2022 itu sudah bisa pembangunan di kelurahan, sehingga kalau dulu itu pembangunan saluran jalan itu hanya di lingkup lingkup jalan besar, saluran besar, saat ini bisa masuk ke wilayah lingkungan. Untuk yang kemarin saja (tahun 2024) itu kita membangun di 15 titik di empat kelurahan di wilayah kecamatan Gunung Anyar”.

Program Makan Siang Bergizi Gratis

Ketika kempalan.com dan Media Al Wahyu melanjutkan pertanyaan mengenai program makan siang bergizi gratis, Camat Gunung Anyar yang masih muda dan enerjik tersebut menjawab, “Mengenai makan siang bergizi gratis, itu yang menjadi program presiden baru kita pak Prabowo, di kecamatan Gunung Anyar belum dilaksanakan. Jadi, di Surabaya sendiri itu pilot project-nya baru di Wonocolo, Rungkut. Untuk Gunung Anyar masih proses. Sepertinya karena kan memang untuk makan bergizi gratis itu arahannya kan langsung melalui pusat dan melalui provinsi ya, sedangkan kita di wilayah, siap menyesuaikan apapun kebijakan dari pemerintah pusat. Pemerintah kota Surabaya itu sudah menyiapkan anggaran dan merencanakan anggaran kurang lebih 1,1 Triliun. Cuma untuk realisasi dan teknis seperti apa kedepannya termasuk sharing anggaran dengan provinsi dan pusat seperti apa itu, nanti masih menunggu kesepakatan bersama antara walikota / pemerintah kota Surabaya melalui online”, pungkasnya. (Izzat)

Editor: Nur Izzati Anwar

Diplomasi Nasgor


Oleh: Dhimam Abror Djuraid*

KEMPALAN: Ibarat permainan lego, Prabowo Subianto sekarang membutuhkan satu keping potongan balok untuk menyempurnakan bangunan pemerintahannya. Ibarat main jigsaw puzzle, permainan teka-teki gambar, Prabowo tinggal mencari satu potongan gambar lagi untuk menyempurnakan gambar pemerintahannya.

Sepotong gambar puzzle itu, sekeping balok bangunan itu adalah PDIP (Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia Perjuangan) yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Tanpa kepingan puzzle dari PDIP itu bangunan pemerintahan Prabowo Subianto masih bolong. Tanpa potongan puzzle PDIP itu gambar pemerintahan Prabowo Subianto masih timpang.

Prabowo berusaha keras mendapatkan kepingan lego itu. Prabowo terobsesi untuk segera menyempurnakan gambar pemerintahannya dengan mendapatkan potongan puzzle itu.

Ibarat pucuk dicita ulampun tiba. Obsesi Prabowo makin dekat menjadi kenyataan. Megawati Soekarnoputri memberi isyarat sayup-sayup bahwa partainya akan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto, meskipun tidak menjadi bagian dalam kabinet Merah Putihnya Prabowo.

Isyarat sayup-sayup itu kemudian berkembang gambar yang lebih terang. Kamis kemarin (23/1) Mega merayakan ulang tahun ke-78 di Istana Batutulis. Pada kesempatan itu Mega mengeluarkan executive order, perintah harian, bahwa semua kader PDIP harus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Perintah Mega ini menjadi kode keras bahwa Mega dan Prabowo sudah ‘’balikan’’. Sudah terjadi CLBK politik antar keduanya. Dalam bahasa anak-anak milenial CLBK diartikan sebagai cinta lama bersemi kembali. Ada cinta politik di antara Mega dan Prabowo yang pernah putus dan sekarang menyambung lagi.

Dalam bahasa emak-emak CLBK adalah cucian lama belum kering. Ada cuaca politik yang membuat pekerjaan pasangan itu terhambat. Sekarang, cuaca politik sudah makin cerah, dan cucian lama yang belum kering itu bisa cepat dikeringkan.

Ungkapan Inggris menyebutkan ‘’so close no matter how far’’, terasa sangat dekat meskipun jarak sangat jauh. Mega dan Prabowo pernah menjadi pasangan dalam pemilihan presiden 2009. Kesepakatan itu ditasbihkan dalam perjanjian di Istana Batutulis.

Duet Mega-Prabowo kalah dari petahana SBY-Budiono. Tapi Mega memberi harapan kepada Prabowo untuk mengusungnya pada pemilihan presiden 2014. Janji itu dikukuhkan dalam Perjanjian Batutulis yang disepakati di Istana Batutulis.

Tapi pada pilpres 2014 Megawati berpaling ke lain hati. Ia jatuh cinta kepada Jokowi dan meninggalkan Prabowo yang merana. Setengah putus asa Prabowo menggandeng Hatta Rajasa dan kalah dari Jokowi-Jusuf Kalla yang dijagokan Mega.

Lima tahun berikutnya Prabowo tidak menyerah. Ia maju lagi melawan Jokowi dan kalah lagi. Sadari tidak bisa mengalahkan Jokowi, Prabowo memilih bergabung dalam kabinet Jokowi.

Saatnya pun tiba ketika Prabowo mendapat endorsmen dari Jokowi dan memasangkannya dengan anak mbarep Gibran Rakabuming Raka. Pada saat bersamaan hubungan Megawati retak dengan Jokowi karena Mega memilih pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Mega dan Jokowi terlibat showdown dalam pilpres 2024. Mega kalah telak oleh Jokowi. Prabowo-Gibran menang mutlak jauh meninggalkan pasangan PDIP. Jokowi memimpin orkestrasi untuk menyusun gambar Indonesia tanpa PDIP.

Tapi Prabowo punya ide lain. Hubungan personalnya dengan Mega membuatnya rindu untuk ber-CLBK. Obsesi Prabowo untuk membuat bangunan politik Indonesia tanpa oposisi membuatnya tidak punya pilihan lain selain ber-CLBK dengan Mega.

Pada saat bersamaan Prabowo harus memainkan keseimbangan yang rumit dengan Jokowi. Ibarat naik di atas tali tambang, Prabowo harus pintar menjaga keseimbangan. Di satu sisi dia menjaga keseimbangan dengan Jokowi yang ingin berperan sebagai patron. Di sisi lain Prabowo membutuhkan Mega untuk menjaga keseimbangan pemerintahannya.

Mega dan Jokowi sudah menjadi minyak dan air yang tidak bisa dikumpulkan menjadi satu. Prabowo sedang mencoba peruntungan politik untuk menjaga hubungan dengan keduanya.

Mega sudah menegaskan tidak akan membarter dukungannya dengan meminta konsesi kursi kabinet kepada Prabowo. Tapi, dalam politik tidak ada makan siang gratis. Meskipun Prabowo punya program makan siang gratis, tapi konsesi politik yang didapatnya dari PDIP tidak mungkin dibuat gratis. Selalu ada ‘’tit for tat’’, ‘’syai’un li syai’in’’, sesuatu harus dibayar dengan sesuatu. Dukungan politik Mega terhadap Prabowo harus diberi kompensasi.

Mega membutuhkan perlindungan politik menjelang kongres PDIP tahun ini. Ia menengarai ada yang mau merongrong kepemimpinannya. Ada beberapa kader PDIP yang lari menyeberang kepada Jokowi, lalu menyuarakan tuntutan agar Mega melepas jabatan ketua umum PDIP.

Mega mencium tanda bahaya. Ia butuh perlindungan dari ancaman itu. Pilihan paling rasional adalah merapat kepada Prabowo untuk mendapatkan perlindungan politik.

Mega juga harus menyelamatkan Hasto Kristiyanto, sekjen PDIP, dari serangan kriminalisasi kasus Harun Masiku. Berbagai fakta yang berkembang menunjukkan bahwa Hasto terlibat dalam kasus Harun Masiku. Meski demikian, timing KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ketika menjadikan Hasto sebagai tersangka memunculkan kecurigaan adanya upaya balas dendam politik.

Hasto melawan dan mengancam. Ia akan meledakkan ‘’political bomshell’’, bom politik, dengan membongkar skandal Jokowi, keluarga, dan kroninya. Ancaman Hasto dirancang dengan dramatis sehingga membuat khawatir banyak pihak.

Prabowo khawatir bom politik ini akan menimbulkan kegaduhan yang menganggu stabilitas pemerintahannya. Belum lagi kalau Hasto gelap mata dan membongkar juga skandal-skandal yang melibatkan Prabowo dan kroninya.

Pilihan terbaik bagi Prabowo dan Mega adalah ber-CLBK. Tinggal tunggu tanggal dan hari baik untuk mempertemukan keduanya. Mega punya kebiasaan menjamu tamunya dengan masakan nasgor, nasi goreng. Diplomasi nasgor ini menjadi ciri khas Mega yang dipakainya dalam banyak kesempatan.

Pertemuan Mega-Prabowo dengan sajian nasgor tinggal tunggu waktu. Ibarat pernikahan, pertunangan sudah dilakukan, tinggal menunggu ijab kabul dan resepsi. (DAD)

Penulis: Ketua Dewan Pakar PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, pengajar ilmu komunikasi Unitomo, Surabaya

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Penataan Taman di Jalur Hijau Surabaya Gunakan Sedimen Sungai

SURABAYA-KEMALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup) terus berupaya melakukan penataan dan perawatan taman kota hingga jalur hijau. Salah satunya adalah perbaikan jalur hijau di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, penataan jalur hijau pada pedestrian dan beberapa ruas jalan di Kota Pahlawan dilakukan untuk mempercantik tampilan kota, seperti halnya di Jalan Mayjend Sungkono.

“Jadi, ruas jalan di Jalan Mayjend Sungkono ditinggikan karena ada proyek pengerjaan Box Culvert untuk atasi banjir. Oleh karena itu, kami benahi kembali jalur hijau atau taman kecil di tengah kawasan tersebut,” ujar Myrna, Sabtu (1/2).

Myrna menjelaskan, proses penataan atau penanaman jalur hijau di Kota Surabaya menggunakan tanah sedimen dari normalisasi sungai atau bozem. Alasannya karena dalam sedimen mengandung unsur hara atau mineral yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

“Sedimen diletakkan terlebih dahulu sebagai dasar, lalu ditata dan dibentuk menggunakan cangkul atau alat berat. Kemudian dilakukan pelapisan dengan  kompos serta tanah tanam, setelah media tanahnya siap baru dilakukan penanaman,” ujar Myrna.

Karena proses atau tahapan yang cukup panjang, Myrna menyebut, penataan ulang jalur hijau di kawasan Mayjen Sungkono sepanjang satu kilometer ditargetkan rampung pada Februari 2025.

“Memang belum terlihat bagus karena masih proses. Kami selesaikan secepatnya di Februari, karena banyak lokasi lain memang di rayon barat yang akan dibenahi,” terangnya.

Karena itu, Myrna meminta masyarakat untuk tidak langsung berasumsi apabila melihat tumpukan tanah sedimen dalam karung di sekitar kawasan tersebut. Sebab, hal itu merupakan bagian dari proses penataan jalur hijau.

“Kalaupun ada sampah yang terlihat, itu hanya satu atau dua yang terbawa saat proses pemindahan tanah sedimen. Sampahnya kami bersihkan setelah proses penataan tanah sedimen selesai,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses serupa untuk penataan taman atau jalur hijau sudah sering dilakukan, tak hanya di Jalan Mayjend Sungkono tapi di banyak ruas jalan yang ada di Kota Surabaya.

“Selama ini prosesnya sama, kami lakukan hal serupa di Jalan Diponegoro, Ngagel dan lainnya. Cuma mungkin sudah kelihatan bagus, kalau di Jalan Mayjend Sungkono masih proses,” paparnya.

Di samping itu, Myrna menegaskan bahwa penggunaan tanah sedimen untuk tanaman diperbolehkan dan tidak berisiko merusak. Selain itu, dapat menghemat anggaran Pemkot Surabaya.

“Taman dan jalur hijau kami ada ribuan, sehingga dengan pemakaian tanah sedimen bisa menghemat anggaran untuk dialokasikan pada perawatan lainnya,” tambahnya.

Terakhir, Myrna kembali mengedukasi masyarakat bahwa dalam perawatan taman dan jalur hijau terkait penyiraman, pihaknya juga menggunakan air sungai. Sungai di Kota Surabaya sendiri paling rendah sudah memenuhi Kelas IV di mana kelas tersebut dapat diperuntukkan untuk penyiraman tanaman dan memiliki unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman.

“Kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan apabila menemukan hal-hal yang dipertanyakan, terutama mengenai perawatan taman dan jalur hijau di Kota Surabaya. Apa yang kami lakukan tentunya untuk menjaga tanaman itu sendiri,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Satpol PP Surabaya Amankan 38 Orang saat Pesta Miras

38 orang orang yang diamankan Satpol PP Kota Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Satpol PP Kota Surabaya terus berupaya menjaga ketentraman dan ketertiban umum di Kota Pahlawan, salah satunya adalah menggencarkan patroli Asuhan Rembulan. 

Melalui patroli Asuhan Rembulan, Satpol PP Surabaya berhasil mengamankan 38 orang yang kedapatan tengah melakukan pesta minuman keras (miras), Minggu (2/2) dini hari.

Puluhan orang itu diamankan oleh personel Satpol PP Surabaya di beberapa lokasi berbeda. Yakni di Pantai Batu-Batu Kenjeran, Jalan Tenggumung, dan di bawah Jembatan Suramadu.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, di lokasi pertama, para petugas menemukan tiga orang laki-laki saat sedang pesta miras di Pantai Batu-Batu Kenjeran. 

“Di lokasi pertama, kami temukan tiga orang laki-laki. Lokasi kedua, kami berhasil amankan 12 orang laki-laki yang sedang pesta miras di Jalan Tenggumung,” kata Fikser. 

Selanjutnya, di lokasi ketiga, yakni di bawah Jembatan Suramadu, personel Satpol PP Surabaya berhasil mengamankan sebanyak 23 orang yang sedang pesta miras. 

Para petugas Satpol PP Surabaya juga turut mengamankan barang bukti, yaitu tujuh botol miras dari ketiga lokasi tersebut. 

“Untuk total yang berhasil kami amankan sebanyak 38 orang hasil jangkauan. Kami bawa ke Kantor Satpol PP untuk didata, serta mendapat pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Setelah dilakukan pendataan, 38 orang tersebut juga menjalani tes urine yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

“Kami lakukan tes urine bersama rekan-rekan Dinas Kesehatan. Untuk saat ini hasil tes urine yang kami terima negatif,” terangnya.

Lebih lanjut, setelah menjalani tes urine, guna memberikan efek jera, 38 orang hasil penjangkauan tersebut mendapat sanksi sosial berupa wisata ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. 

“Kami berikan sanksi sosial ke Liponsos, sehingga mereka mendapatkan pembinaan disana. Mereka kami beri tugas memangkas rambut ODGJ, membagikan makanan, serta mencuci piring,” ungkapnya.

Meski begitu, Fikser menegaskan bahwa secara masif Satpol PP Surabaya rutin melakukan operasi Asuhan Rembulan demi menjaga kondusifitas Kota Surabaya dari gangguan ketentraman dan ketertiban umum  (trantibum). 

“Tentunya kami lakukan operasi ini bersama pihak kepolisian, TNI, dan juga rekan-rekan dari dinas terkait. Upaya ini kami lakukan demi kenyamanan warga Kota Surabaya saat malam hari,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Haul Akbar Ponpes Assalafi Al Fitrah Dihadiri Ratusan Ribu Jamaah, Khofifah: Kekuatan Resonansi KH. Usman dan KH. Achmad Asrori Al Ishaqy yang Luar Biasa

SURABAYA– Gubernur Jawa Timur Terpilih Khofifah Indar Parawansa hadir di tengah ratusan ribu masyarakat dalam kegiatan Majelis Dzikir, Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah di Kedinding Lor Surabaya, Minggu (2/2/2025) pagi.

Khofifah turut larut dalam pembacaan lantunan dzikir, istighosah, yasinan, manaqib dan juga tahlil dan maulidur rasul bersama santri, alumni, dan juga masyarakat yang datang dari berbagai penjuru daerah Jawa Timur maupun luar Jawa Timur. Bahkan tak sedikit pula jamaah yang juga datang dari mancanegara.

Pasalnya, Ponpes Assalafi Al Fitrah melalui majelis Al Khidmah memang dikenal begitu luas baik di dalam maupun di luar negeri.

Turut hadir dalam kegiatan ini Syeikh Umar bin Hamid Al Jilani RA, Habib Hamid bin Salim Mauladawilah, serta juga segenap keluarga ndalem yang dalam sambutan diwakili oleh KH Muhammad Ayn El Yaqin AL Ishaqi.

Secara khusus Khofifah menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah, keluarga besar dan masyarakat yang hadir dalam Majelis Dzikir, Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar di Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya.

“Ratusan ribu jamaah yang hadir di sini menunjukkan betapa sosok pendiri Al Khidmah KHM. Usman serta Mursyid Akbar Al Khidmah KH. Achmad Asrori Al Ishaqy memiliki kekuatan dan resonansi spiritual yang begitu besar sehingga mendatangkan jamaah yang begitu banyak yang semuanya khusyuk mengikuti majelis ini. Bahkan yang datang banyak juga dari luar negeri, luar provinsi dan luar daerah,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menyebutkan bahwa majelis ini luar biasa menunjukkan ukhuwah islamiyah yang luar biasa. Dimana, ratusan ribu jamaah dengan tertib dan khusyuk melantunkan dzikir mohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga diperingati Maulidurrosul. Dimana seluruh jamaah yang hadir turut larut membaca sholawat nabi memuliakan kekasih Allah Rosulullah Muhammad SAW. Serta Haul Syekh Abdul Qadir Jailani dengan membaca kitab manaqib Syeikh Abdul Qadir Jailani.

“Dengan jamaah yang begitu besar yang hadir di sini, melantunkan dzikir dan sholawat serta manaqib bersama. Insya Allah dzikir kita semua diterima Allah SWT. Apa yang menjadi hajat kita semua diijabah oleh Allah. Juga shalawat kita bersama mendatangkan syafaat Nabi Muhammad SAW Amin,” ujar Khofifah.

Disebutkan Khofifah bahwa majelis ini menjadi agenda tahunan yang dinanti-nanti masyarakat. Kegiatan ini tak hanya kuat spiritual tapi juga kuat mendatangkan manfaat bagi masyarakat di sekitar majelis.

Terutama dalam setiap kegiatan ini hotel, penginapan, transportasi serta banyak pedagang-pedagang kecil, UMKM yang turut mendapat manfaat dari kegiatan ini.

“Insya Allah menjelis ini benar-benar mendatangkan manfaat barokah. Kita bisa lihat di sini banyak pedagang yang jadi kelarisan dagangannya. Majelis ini mendatangkan kebahagiaan dan rezeki bagi mereka,” ujarnya

Di akhir, Khofifah berharap Majelis Dzikir, Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah terus menjadi pengikat ukhuwah di antara umat Nabi Muhammad SAW.

Wisata ke Pulau Lusi, Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

SIDOARJO-KEMPALAN: Bagi masyarakat yang akan berwisata ke Pulau Lusi Jabon di akhir pekan ini, diimbau untuk selalu mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang dan kenaikan tinggi gelombang air.

Sejumlah personel Satpolairud Polresta Sidoarjo bersama Polsek Jabon juga disiagakan di Wisata Bahari Tlocor mulai Jumat, 31 Januari 2025 sampai dengan Sabtu, 2 Februari 2025.

Di lokasi polisi tidak hanya memberikan imbauan kamtibmas terkait potensi cuaca ekstrem kepada wisatawan. Namun juga menyampaikan pesan kepada pengelola perahu motor dan tempat wisata terkait rilis cuaca ekstrem dari BMKG Juanda.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo Kompol Ludwi Yarsa Pramono mengatakan kepada pengguna perahu motor yang akan menuju ke Pulau Lusi atau tempat wisata air agar memperhatikan betul faktor keselamatan. Supaya dapat terhindari terjadinya kecelakaan air demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Waspada terhadap ketinggian gelombang air pasang, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Serta pastikan fasilitas seperti pelampung dan baju pelampung selalu melekat,” katanya.

Sebelumnya diinformasikan bahwa BMKG Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat
mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah
longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode 27 Januari 2025 – 5 Februari 2025.

Sebab itu masyarakat diminta untuk mengantisipasi terjadinya potensi cuaca ekstrem di tengah menjalankan aktifitasnya. Seperti peringatan bagi aktifitas para nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Sidoarjo dan wisatawan di wilayah perairan. (Muhammad Tanreha)

Halal Food Fair di Balai Pemuda Surabaya

SURABAYA – KEMPALAN: Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Kebutuhan akan makanan dan kebutuhan hidup lainnya sehari-hari, yang halal dan yang memenuhi kaidah hukum agama Islam (syariat) menjadi tuntutan utama dalam masyarakat muslim Indonesia.

Salah satu owner EO (Syariah Event Planner) yang bernama Jemy Iman Toko melihat peluang usaha tersebut. Dengan memanfaatkan waktu liburan dan tempat yang representatif, dia mengadakan pameran yang diberi nama Halal Food Fair. Walaupun namanya Halal Food Fair, namun keikutsertaan peserta tidak dibatasi hanya untuk makanan saja, namun ada juga pakaian.

Ramai pengunjung di stand yang ada (foto: Izzat)

Halal food fair berlangsung dari hari Sabtu (1/2/2025) hingga Ahad (2/2/2025) dengan memulai kegiatannya pada jam 08:00 – 21:00 WIB di Balai Pemuda Surabaya.
Jumlah peserta / yang menyewa stand sebanyak 51 stand, berasal dari berbagai daerah dan yang paling jauh adalah Jakarta.

Jemy mengatakan, “Kegiatan ini dalam rangka mengenalkan produk-produk kuliner halal. Selain pengenalan produk-produk, agat menarik pengunjung, diadakan beberapa kegiatan lainnya seperti talk show, sertifikasi halal, kajian muslim, lomba anak-2, cooking class, checkup kesehatan gratis”, jelasnya sambil melihat sekeliling aula gedung yang dipenuhi peserta.

Jemy Iman Toko, owner EO penyelenggara acara Halal Food Fair (foto: Izzat)

Harapan lainnya adalah agar banyak teman-teman muslim bisa mengenalkan usahanya secara lebih luas dan bisa bertemu dg komunitas pengusaha muslim, meskipun dia tidak membatasi kepesertaan (dari non muslim juga dipersilahkan ikut).

Rencana kegiatan EO Syariah Event Planner ke depan :

  1. Tanggal 27-28 September 2025 : Halal Food Fair.
  2. Tanggal 5-7
    Desember 2025 :
    Syari’ah Fair dengan peserta yang lebih umum, seperti
    Travel umroh, fesyen, produk herbal, toko buku, Wedding Organation, kuliner, sekolah muslim.
Bagian dalam pameran di gedung Balai Pemuda Surabaya (foto: Izzat)

Kegiatan yang diinisiasi oleh Jemy ini merupakan buah karya dia sendiri tanpa campur tangan dari stake holder / pemerintah, sebuah langkah yang perlu ditiru oleh pengusaha muda lainnya.
Apabila pembaca ingin lebih tau mengenai kegiatanya, bisa langsung datang langsung di Balai Pemuda Surabaya hari ini (Ahad, 2/2) atau bisa melihat medsosnya, Instagram:
@syariahfair.id
@halalfoodfair.id

(Izzat)

Editor: Nur Izzati Anwar

Demo Dukung Palestina di Depan Gedung Grahadi: Gencatan Senjata Sekedar Tipu Muslihat Zionis Yahudi,Bukan Solusi Paripurna Untuk Palestina

SURABAYA – KEMPALAN: Rakyat Indonesia yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya hari ini, Ahad (2/2) mengadakan aksi bela Palestina yang dimulai dari monumen bambu runcing dan melakukan long march ke beberapa jalan raya utama kemudian berakhir di Gedung Grahadi Surabaya.

Seperti biasanya, demo hari ini terlihat rapi berkat kerjasama antara panitia dan pihak kepolisian yang mengatur lalu lintas serta membantu keamanannya.

Jumlah mobil komando dan peserta demo hari ini sangat banyak. Menurut pandangan mata kempalan.com diperkirakan jumlahnya lebih kurang dua ribu lima ratusan peserta dari berbagai usia, bahkan mungkin lebih. Demo hari ini di motori oleh Rif’an salah satu anggota Ormas Islam Surabaya dan sebagai Humas aksinya adalah Rizki Nafis.

Salah seorang orator mengatakan, “Kita jangan lelah menyuarakan pembelaan kita kepada rakyat Palestina. Kalau ada yang bertanya, sampai kapan aksi bela Palestina ini akan berhenti? katakan, aksi berhenti sampai Palestina dan rakyatnya merdeka”, ucapnya dengan penuh berapi-api.

Sementara para orator menyuarakan pembelaannya kepada rakyat Palestina di atas panggung silih berganti, Kempalan membuat berita secara langsung dan memuat pernyataan sikap peserta demo.

Pernyataan Sikap

Gencatan senjatan antara Hamas dan Zionis Yahudi efektif berjalan mulai 19 Januari 2025 sampai bulan April 2025. Namun perjanjian tersebut belum sampai pada kesepakatan tentang bagaimana nasib bangsa Palestina pasca berakhirnya gencatan senjata. Yang artinya bahwa pasca April 2025 tidak ada jaminan sama sekali bahwa Zionis Yahudi tidak akan kembali melakukan serangan kepada rakyat Palestina. Terlebih dalam sejarahnya, berulang kali Zionis Yahudi menjadi pihak yang pertama berkhianat atas berbagai perjanjian damai yang dilakukan antara Otoritas Palestina dengan Zionis Yahudi. Bahkan ketika gencatan senjata sudah berjalan, Zionis Yahudi tetap melakukan serangan di wilayah Palestina dan menyebabkan ratusan orang yang menjadi korban.
Dan yang lebih penting lagi, kita Kaum Muslimin harus ingat, bahwa dalam lima belas bulan genosida brutal yang dilakukan Zionis Yahudi terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, telah menghilangkan nyawa 47.306 saudara kita di Palestina, termasuk 14.500 anak-anak. Belum lagi ada 111.483 orang lainnya terluka, kerusakan infrastruktur dasar masyarakat yang sangat parah, seperti sekolah, rumah sakit, pemukiman warga, gedung pemerintahan, dan sarana prasarana lainnya. Sebuah tindakan biadab yang sesungguhnya tidak boleh ditolerir oleh Kaum Muslimin.
Oleh karena itu, kaum Muslimin tidak boleh lengah dan tidak boleh lelah untuk selalu menyuarakan pembelaan kepada saudara-saudara kita rakyat Palestina. Sampai kapan? Jawabannya adalah sampai rakyat Palestina mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan syarat kemerdekaan yang hakiki bagi rakyat Palestina adalah dengan lenyapnya entitas Zionis Yahudi dari Bumi Palestina.
Mengingat perkembangan dan dinamika di Palestina dan nasib rakyat Palestina, kami menyatakan:

  1. Kami mengutuk keras genosida yang dilakukan oleh Zionis Yahudi terhadap rakyat Palestina, dan hal itu merupakan tindakan yang tidak akan pernah dilupakan dan dimaafkan oleh Kaum Muslimin.
  2. Kami menyeru kepada para pemimpin Palestina dan para pemimpin negeri-negeri Muslim agar tidak terkecoh dengan tipudaya Zionis Yahudi dan sekutunya, semoga Allah melaknat mereka, dengan adanya perjanjian damai yang tidak menjamin keberlangsungan keselamatan dan keamanan rakyat Palestina, karena ujung-ujungnya Zionis Yahudi akan mengkhianati perjanjian tersebut.
  3. Kami menolak ide dan gagasan solusi dua negara sebagai jalan keluar permasalahan Palestina, karena hal itu merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan para leluhur Kaum Muslimin yang telah membebaskan Palestina melalui Jihad.
  4. Kami meyakini bahwa Jihad adalah jalan keluar terbaik untuk melenyapkan entitas Yahudi dari tanah Palestina, agar terwujud keberlangsungan kedamaian, keselamatan dan keamanan bagi rakyat Palestina.
  5. Kami menyeru para pemimpin negeri-negeri Muslim untuk mengirimkan tentara terbaik mereka ke tanah Palestina guna mengusir atau melenyapkan entitas Zionis Yahudi.
  6. Kami menyeru para pemimpin negeri-negeri Muslim untuk bersatu di bawah ikatan akidah Islam dan di bawah panji Rasulullah Muhammad SAW, demi terwujudnya Izzul Islam wal Muslimin. Dan kembalinya Masjid al Aqsha dan tanah Palestina ke dalam genggaman Kaum Muslimin.
    Semoga Allah meridhoi kita semua. Wa man nashru illa min ‘indillahil ‘aliyyin adzim, Hasbunallaahu wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man-nashir. Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar!!!

Surabaya, 2 Februari 2025


CEASEFIRE IS MERELY A ZIONIST JEWS DECEPTION,
NOT A COMPREHENSIVE SOLUTION FOR PALESTINE

The ceasefire between Hamas and the Zionist Jews has been effective from January 19, 2025, until April 2025. However, the agreement has not yet reached a consensus on the future of the Palestinian people once the ceasefire concludes. This means that after April 2025, there is no guarantee whatsoever that Zionist Jews will not resume its attacks on the Palestinian people. Historically, Zionist Jews has repeatedly been the first to betray various peace agreements made between the Palestinian Authority and Zionist Jews. Even when a ceasefire is in place, Zionist Jews continues to carry out attacks in Palestinian territories, resulting in hundreds of civilian casualties.
More importantly, the Muslim Ummah must confront the grim reality that during 15 months of brutal genocide perpetrated by Zionist Jews against the Palestinian people, particularly in the Gaza Strip, 47,306 of our Palestinian brethren—including 14,500 children—were martyred. Another 111,483 were injured, while civilian infrastructure—schools, hospitals, residential areas, government buildings, and public facilities—lies decimated. Such barbarity demands unequivocal condemnation and zero tolerance from the Muslim Ummah.
Therefore, the Muslim Ummah must remain vigilant and unrelenting in advocating for Palestinian liberation. Until when? Until Palestine achieves true independence—a freedom contingent on the eradication of the Zionist Jews entity from the land of Palestine.
In light of Palestine’s evolving struggle and the plight of its people, we declare:

  1. We strongly condemn the Zionist Jews genocide against Palestinian people—an atrocity that will neither be forgotten nor forgiven by the Muslim Ummah.
  2. We urge Palestinian and Muslim leaders to reject Zionist Jews deception and its allies (may Allah curse them), through peace agreements that do not guarantee the ongoing safety and security of the Palestinian people. History has shown that Zionist Jews will inevitably betray such agreements.
  3. We reject the idea and concept of a two-state solution as a resolution to the Palestinian issue, as it constitutes a betrayal of the struggle of our Muslim ancestors who liberated Palestine through Jihad.
  4. We affirm Jihad as the ultimate path to dismantle the Zionist Jews entity from the land of Palestine, securing lasting peace, safety, and dignity for Palestinian people.
  5. We call upon the leaders of Muslim nations to deploy elite forces to Palestine to expel or eliminate the Zionist Jews entity.
  6. We call upon the leaders of Muslim nations to unite under Islamic creed and under the banner of the Prophet Muhammad (SAW), to restore the glory of Islam (Izzul Islam wal Muslimin) and reclaim Al-Aqsa Mosque and the land of Palestine into the hands of the Muslim Ummah.
    May Allah grant us all His blessings and guidance. Wa man nashru illa min ‘indillahil ‘aliyyin adzim, Hasbunallaahu wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man-nashir. Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar!!!

Surabaya, February 2, 2025

Barisan demonstran berjalan dengan tertib di sepanjang jalan Gubernur Suryo Surabaya (foto: Izzat)

Hingga pukul 10:00 kegia masih berlangsung dan nampak peserta dengan wajahnya penuh semangat istirahat di area taman Apsari di depan gedung Grahadi sambil mendengarkan orator berbicara di atas panggung. Save Palestine! (Izzat)

Editor: Nur Izzati Anwar

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.