Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 02:58 WIB
Surabaya
--°C

Hari Ulang Tahun, Wali Kota Eri Ajak Warga Manfaatkan Program PKG

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun. Inisiatif program dari pemerintah pusat ini telah resmi diluncurkan pada Senin (10/2).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa program PKG di Kota Pahlawan merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan RI terkait pemeriksaan kesehatan gratis.

“Tujuan PKG Hari Ulang Tahun adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat tetap sehat dan tidak berlanjut menyebabkan timbulnya penyakit,” kata Wali Kota Eri, Rabu (12/2).

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendeteksi kondisi pra-penyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit. Termasuk pula bertujuan untuk mendeteksi penyakit lebih awal. “Sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serta menurunkan risiko kecacatan dan kematian,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa PKG Hari Ulang Tahun ini berlaku untuk seluruh warga ber-KTP atau Kartu Keluarga (KK) Surabaya. Hal ini mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. “Pemeriksaan akan dilakukan di seluruh Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Surabaya secara gratis,” jelas Wali Kota Eri.

Sementara untuk jenis pemeriksaan yang diberikan, akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga memastikan bahwa program ini bisa diakses dengan mudah oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Untuk mempermudah pelaksanaan program, Wali Kota Eri mengimbau masyarakat agar mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM). Aplikasi ini sebagai platform utama dalam pengelolaan jadwal dan notifikasi pemeriksaan.

“Masyarakat yang sudah mendaftar akan mendapatkan pesan untuk mengikuti PKG Hari Ulang Tahun melalui WhatsApp pada H-30, H-7, H-1, dan hari ulang tahun mereka,” imbuhnya.

Bagi masyarakat yang belum mendaftar atau tidak menerima notifikasi, mereka tetap dapat langsung datang ke FKTP dengan membawa KTP atau KK untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Wali Kota Eri menuturkan bahwa Pemkot Surabaya juga mengerahkan berbagai strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan. “Salah satunya dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat dalam sosialisasi program ini,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga melakukan berbagai pendekatan untuk mendorong partisipasi masyarakat. Seperti di antaranya, melalui diskusi kelompok terarah (DKT), cerita sukses dari warga yang telah menjalani pemeriksaan, hingga penyebaran informasi melalui video pendek dan infografis.

“Para pemangku wilayah juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program PKG Hari Ulang Tahun agar memahami manfaat, alur, jenis dan metode pemeriksaan,” paparnya.

Bagi warga yang berulang tahun mulai Januari hingga Maret 2025, Pemkot Surabaya memberikan kelonggaran waktu pemeriksaan hingga 30 April 2025. Sedangkan warga yang berulang tahun di bulan-bulan berikutnya, dapat mengakses layanan ini hingga maksimal 30 hari setelah hari ulang tahunnya. (Dwi Arifin)

Manfaatkan Bozem, Pemkot Surabaya-Poktan Pajero Panen Hasil Bumi dan Ikan

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama Kelompok Tani (Poktan) Pajero Grup menggelar panen raya di Telaga Semanggi, Rabu, (12/2). Panen raya di bozem Telaga Semanggi kali ini, menghasilkan sekitar 250 kilogram aneka hasil bumi hingga ikan. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, panen raya bersama Poktan Pajero Grup menghasilkan aneka ikan, mulai dari jenis Tombro Majalaya, Bandeng, Patin, dan Nila. Sedangkan hasil buminya, mulai dari pisang, singkong, cabai, terong, kacang panjang, dan aneka sayuran lainnya. 

Antiek menjelaskan, panen raya di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo kali ini, adalah bagian dari upaya pemkot meningkatkan kualitas ketahanan pangan di Surabaya. Selain itu, juga sebagai salah satu cara untuk mengatasi adanya inflasi. 

Maka dari itu, Pemkot Surabaya berkolaborasi bersama Potan Pajero Grup memanfaatkan lahan bozem seluas sekitar 1,1 hektar ini sebagai tempat pertanian dan budidaya ikan. “Ini (bozem) sebelumnya, belum dimanfaatkan dan masih kosong, hanya ada kolam ini. Kemudian dalam dua tahun terakhir, lalu dibersihkan hingga akhirnya terbentuk Poktan Pajero kemudian mulai ditanami pisang, singkong dan aneka sayuran,” jelas Antiek. 

Antiek menyebutkan, hasil bumi dan ikan kali ini, akan dijual kembali, tujuannya yaitu untuk meningkatkan pendapatan Poktan Pajero Grup dan masyarakat sekitar. “Nah itu terus dikembangkan, karena selain panen hasil di tempat ini juga ada kegiatan memancing. Ketika ada kegiatan memancing ini juga akan menambah income (pendapatan),” sebut Antiek. 

Menurut Antiek, pemanfaatan lahan pemkot untuk pertanian ini secara tidak langsung mendukung program Kampung Madani yang sebelumnya diinisiasi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Di samping itu, juga mendukung program ketahanan pangan nasional, karena berkontribusi meningkatkan produksi pangan dari dalam daerah. 

“Jadi mungkin ke depannya akan kita terus kembangkan, sehingga nanti di masing-masing area ada aneka sayuran atau buah. Dengan begitu, maka setiap bulan biar ada yang menghasilkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Poktan Pajero Grup, Sunardi mengatakan, budidaya ikan di bozem Telaga Semanggi menggunakan teknik keramba. Ketika masih pembibitan, ikan-ikan tersebut ditaruh di dalam keramba. Setelah usianya mencukupi, hasilnya akan dilepas ke dalam bozem. 

Setelah ikan-ikan tersebut memasuki usia siap panen, maka bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Mulai dijual ada yang dijual kembali hingga dikonsumsi untuk kegiatan warga sekitar. 

Sunardi menjelaskan, selain menggunakan sebagai lahan pertanian dan budidaya, Poktan Pajero Grup juga memanfaatkan bozem ini sebagai tempat pemancingan.

“Pemancingannya berbayar, jadi satu orang itu akan dikenakan tarif Rp 30 ribu selama satu hari, mulai pukul 06.00 – 16.00 WIB. Bahkan, minggu lalu kami sempat adakan lomba memancing,” jelasnya. 

Rencananya, Poktan Pajero Grup akan memanfaatkan aset pemkot tersebut sebagai tempat agro wisata. Sehingga hasil dari pengelolaan aset tersebut bisa memberikan dampak baik bagi perekonomian warga sekitar Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo ke depannya. 

“Karena memang rencana kami untuk wisata Telaga Semanggi kalau diizinkan. Jadi nanti tempat ini akan dilengkapi jogging track, wisata pemancingan, pertanian, edukasi, taman bermain hingga UMKM,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Muslimat NU, Kemensos, dan Kementerian PPPA Kolaborasi Atasi Masalah Kemiskinan, Perempuan, dan Anak

SURABAYA-KEMPALAN: Menteri Sosial Syaifullah Yusuf bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi hadir sebagai narasumber utama di sidang pleno Kongres XVIII Muslimat NU yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Rabu (12/2) malam.

Dua menteri  ini secara khusus mengajak intensifikasi kerjasama dalam mengatasi masalah bangsa. Bahkan keduanya juga secara gamblang menyebutkan sasaran kerja yang bisa dikolaborasikan dengan Muslimat NU dalam mewujudkan target pembangunan ke depan.

“Kita mengajak Muslimat untuk bersama-sama berkolaborasi mengentaskan kemiskinan. Data terbaru yang sudah ditandatangani Bapak Presiden memuat nama dan alamat, foto-foto juga ada. Nanti akan kita serahkan untuk Ibu Khofifah baik untuk Muslimat NU maupun Jawa Timur,” tutur Mensos yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Dengan data tunggal yang menjadi pedoman kementerian, lembaga dan juga pemerintah daerah akan memudahkan untuk penyasaran. Sehingga semua bisa saling berkolaborasi untuk saling memperkuat intervensi demi mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Jadi semua bisa saling berbagi peran. Mana yang perlindungan sosial mana yang pemberdayaan. Misalnya pusat sudah memberikan bantuan apa, provinsi apa, pemda apa, pengurus LN apa, dan seterusnya. Sehingga intervensi yang diberikan terpetakan dan tidak menumpuk-numpuk bantuan yang sama,” tegas Gus Ipul.

Selama ini, yang memang menjadi kendala adalah belum adanya satu data. Masing-masing kementerian dan lembaga memiliki data sendiri sehingga bantuan sosial bisa jadi dikatakan Gus Ipul belum maksimal. Namun di pemerintahan Presiden Prabowo, pihaknya menegaskan bahwa semua akan mengacu data tunggal yang disusun oleh BPS.

“Pemutakhirannya kita akan lakukan tiga bulan sekali. Kenapa, karena agar seirama dengan penyaluran bansos kita,” ujarnya.

Di depan ribuan Muslimat NU yang hadir, Gus Ipul yang juga Sekjend PBNU ini mengapresiasi bahwa kemiskinan Jawa Timur paling banyak penurunannya pada periode Maret 2023-Maret 2024.

Dengan di bawah komando Khofifah pihaknya optimis bahwa Muslimat NU akan bisa memaksimalkan upaya penurunan kemiskinan dalam lima tahun ke depan.

“Selama ini muslimat memiliki peran yang besar dalam mewujudkan pembangunan. Makanya saya mengapresiasi Muslimat NU punya program Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem),” ujar Gus Ipul.

“Oleh sebab itu kita siap berkolaborasi, kita akan kirim data dan alamat masyarakat yang masuk kategori miskin esktrem yang ada di seluruh daerah by name by address dan akan kita kirim untuk bisa diberikan dukungan sesuai dengan program Muslimat NU,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi. Pihaknya menyebutkan bahwa realitas di lapangan masih banyak kasus terkait perempuan dan anak yang menyeruak. Utamanya kasus pernikahan dini usia, kekerasan pada anak, perdagangan orang dan anak, dan juga masalah stunting.

Menteri PPPA berharap Muslimat NU bisa turut berkolaborasi bersama untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Terutama karena Muslimat NU memiliki jaringan emak-emak hingga pelosok negeri.

“Kami berharap Muslimat ikut bersama sama kita bersatu melindungi perempuan dan anak kita demi Indonesia Emas 2045,” tegas Arifah.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya siap untuk berkontribusi dan bersinergi dengan Kementerian Sosial maupun Kementerian PPPA.

“Untuk program Mustika Mesem sebenarnya sudah berjalan di sejumlah daerah  dengan mendistribusikan rantangan untuk masyarakat miskin ekstrem di daerah dengan mengandalkan data dari kepala desa,” tegas Khofifah.

Program Mustika Mesem ini sudah diluncurkan secara nasional saat pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita siap untuk berkolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem lebih masif lagi. Apalagi nanti didukung dengan data tunggal, tentu insya allah akan semakin besar manfaatnya dan tepat sasaran,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Gunakan Data Tunggal, Muslimat NU dan Kemensos Sinergi untuk Turunkan Kemiskinan dan Sinergi dengan Kementerian PPPA untuk Atasi Permasalahan Perempuan dan Anak

SURABAYA-Menteri Sosial Syaifullah Yusuf bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi hadir sebagai narasumber utama di sidang pleno Kongres XVIII Muslimat NU yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Rabu (12/2/2025) malam.

Dua menteri ini secara khusus mengajak intensifikasi kerjasama dalam mengatasi masalah bangsa. Bahkan keduanya juga secara gamblang menyebutkan sasaran kerja yang bisa dikolaborasikan dengan Muslimat NU dalam mewujudkan target pembangunan ke depan.

“Kita mengajak Muslimat untuk bersama-sama berkolaborasi mengentaskan kemiskinan. Data terbaru yang sudah ditandatangani Bapak Presiden memuat nama dan alamat, foto-foto juga ada. Nanti akan kita serahkan untuk Ibu Khofifah baik untuk Muslimat NU maupun Jawa Timur,” tutur Mensos yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Dengan data tunggal yang menjadi pedoman kementerian, lembaga dan juga pemerintah daerah akan memudahkan untuk penyasaran. Sehingga semua bisa saling berkolaborasi untuk saling memperkuat intervensi demi mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Jadi semua bisa saling berbagi peran. Mana yang perlindungan sosial mana yang pemberdayaan. Misalnya pusat sudah memberikan bantuan apa, provinsi apa, pemda apa, Pengurus LN apa, dan seterusnya. Sehingga intervensi yang diberikan terpetakan dan tidak menumpuk-numpuk bantuan yang sama,” tegas Gus Ipul.

Selama ini, yang memang menjadi kendala adalah belum adanya satu data. Masing-masing kementerian dan lembaga memiliki data sendiri sehingga bantuan sosial bisa jadi dikatakan Gus Ipul belum maksimal. Namun di pemerintahan Presiden Prabowo, pihaknya menegaskan bahwa semua akan mengacu data tunggal yang disusun oleh BPS.

“Pemutakhirannya kita akan lakukan tiga bulan sekali. Kenapa, karena agar seirama dengan penyaluran bansos kita,” ujarnya.

Di depan ribuan Muslimat NU yang hadir, Gus Ipul yang juga Sekjend PBNU ini mengapresiasi bahwa kemiskinan Jawa Timur paling banyak penurunannya pada periode Maret 2023-Maret 2024.

Dengan di bawah komando Khofifah pihaknya optimis bahwa Muslimat NU pun akan bisa memaksimalkan upaya penurunan kemiskinan dalam lima tahun ke depan.

“Selama ini Muslimat memiliki peran yang besar dalam mewujudkan pembangunan. Makanya saya mengapresiasi Muslimat NU punya program Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem),” ujar Gus Ipul.

“Oleh sebab itu kita siap berkolaborasi, kita akan kirim data dan alamat masyarakat yang masuk kategori miskin esktrem yang ada di seluruh daerah by name by address dan akan kita kirim untuk bisa diberikan dukungan sesuai dengan program Muslimat NU,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi. Pihaknya menyebutkan bahwa realitas di lapangan masih banyak kasus terkait perempuan dan anak yang menyeruak. Utamanya kasus pernikahan dini usia, kekerasan pada anak, perdagangan orang dan anak, dan juga masalah stunting.

Menteri PPPA berharap Muslimat NU bisa turut berkolaborasi bersama untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Terutama karena Muslimat NU memiliki jaringan emak-emak hingga pelosok negeri.

“Kami berharap Muslimat ikut bersama sama kita bersatu melindungi perempuan dan anak kita demi Indonesia Emas 2045,” tegas Arifah.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya siap untuk berkontribusi dan bersinergi dengan Kementerian Sosial maupun Kementerian PPPA.

“Untuk program Mustika Mesem sebenarnya sudah berjalan di sejumlah daerah dengan mendistribusikan rantangan untuk masyarakat miskin ekstrem di daerah dengan mengandalkan data dari kepala desa,” tegas Khofifah.

Program Mustika Mesem ini sudah diluncurkan secara nasional saat pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita siap untuk berkolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem lebih masif lagi. Apalagi nanti didukung dengan data tunggal, tentu insya allah akan semakin besar manfaatnya dan tepat sasaran,” tegasnya.

Danantara 1.000 T

Oleh: Dahlan Iskan

KEMPALAN: BUMN sangat mungkin tidak jadi dibelah bambu. Bahkan tidak dibelah sama sekali. Seluruh perusahaan BUMN bisa langsung pindah menjadi di bawah Danantara. Yang besar maupun yang level UMKM.

Setelah UU BUMN yang baru disahkan, perkembangannya sangat dinamis. Ide awalnya hanya tujuh BUMN besar yang “boyongan” ke Danantara.

Ide itu lantas dianggap nanggung. Biar pun hanya tujuh, nilainya sudah mencapai 80 persen dari keseluruhan BUMN.

Tidak mungkin Kementerian BUMN hanya ditinggali sisanya yang 20 persen, yang semuanya kelas teri dan para duafa.

Pertanyaannya: lantas apa beda Kementerian BUMN dan Danantara?

Ide lamanya jelas beda. BUMN di bawah menteri BUMN (sebagai pengelola) dan Kementerian Keuangan (sebagai pemilik).

Sedang Danantara langsung di bawah presiden, meski belum jelas juga siapa pemiliknya secara legal.

Rupanya ide lama itu menimbulkan “gejolak”. Gejolaknya sangat tinggi. Tersembunyi. Pergumulan di bawah selimutnya seru. Eksistensi Danantara menjadi persoalan: tunduk ke UU yang mana.

Akhirnya disepakati: harus dibenahi dulu UU nya. Padahal Danantara-nya sudah terlanjur dibentuk. Pengurusnya terlanjur ditunjuk. Sudah pula dilantik.

Untung, kini UU bisa dibuat sangat cepat. Aklamasi. DPR kompaknya bukan main. Fantastis.

Tentu UU masih memerlukan Peraturan Pemerintah. Agar pasal-pasalnya bisa dilaksanakan.

Hanya satu UU yang untuk melaksanakannya tidak diperlukan PP sama sekali. Yakni UU Pers. Para aktivis kebebasan pers sangat khawatir. Waktu itu. Jangan-jangan UU nya sudah menjamin kebebasan, PP nya menelikung.

Maka sudah terkenal: banyak kasak kusuk di proses kelahiran PP. Banyak yang menjaganya secara ketat. Kalau proses melahirkan UU nya harus lewat pintu terbuka lahirnya PP bisa dilakukan dalam remang-remang.

Anda tidak perlu ikut menjaganya. Mengintip pun jangan. Mungkin juga tidak mampu. Pihak yang biasanya melotot adalah mereka yang punya kepentingan langsung.

Tebakan saya: PP itu bisa lahir sangat cepat. Ini PP yang akan sangat bersejarah bagi BUMN maupun bagi negara. Lewat PP itu era BUMN praktis berakhir.

Danantara tidak sama lagi dengan BUMN. Seluruh perusahaan BUMN tidak lagi setor dividen ke menteri keuangan. Seluruh BUMN setor dividennya ke Danantara.

Danantara-lah yang akan setor dividen ke Kementerian Keuangan. Dividen dari labanya sendiri. Bukan labanya BUMN.

Artinya uang hasil dividen dari para BUMN diputar dulu oleh Danantara. Dibisniskan. Kalau bisnis Danantara baik, punya laba.

Sebagian laba disetorkan ke Kementerian Keuangan sebagai dividen. Kalau bisnis Danantara jeblok tidak ada-lah itu dividen.

Tentu Danantara tidak harus berlaba. Setidaknya laba jangka pendek.

Bisa saja Danantara diberi tugas khusus oleh pemerintah untuk mengerjakan bisnis tertentu. Misalnya jalan tol. Atau membangun pabrik mesin pertanian. Atau mencetak sawah. Tidak lagi pakai APBN. Cukup pakai uang Danantara.

Katakanlah bulan Juli depan, Danantara mulai dapat dividen. Dari para BUMN. Besarnya, katakanlah, Rp 150 triliun. Dividen biasanya memang dibayarkan di bulan Juli sampai Desember.

Dulu-dulu, uang Rp 150 triliun itu masuk ke Kementerian Keuangan. Di Kemenkeu dimasukkan ke APBN. Untuk membangun. Katakanlah untuk membiayai proyek-proyek senilai Rp 150 triliun. Habis. Uang habis, proyek selesai.

Di Danantara uang Rp 150 triliun itu dijadikan “modal” untuk “mencari” investor senilai Rp 1.000 triliun. Maka di Danantara uang Rp 150 triliun bisa dipakai membangun proyek senilai Rp 1.000 triliun.

Itu tafsir saya. Mungkin begitu. Itu pun kalau pengelola Danantara mampu melakukan itu. Jangan-jangan sebaliknya: uang Rp 150 triliun tersebut amblas.

Tahun depannya lagi Danantara dapat setoran dividen dari para BUMN sebesar itu lagi. Atau lebih besar. Dijadikan “kendaraan” lagi. Untuk membangun proyek Rp 1.000 triliun lagi.

Begitulah tiap tahun. Di Danantara uang Rp 150 triliun menjadi bernilai Rp 1.000 triliun. Di APBN uang Rp 150 triliun tetap bernilai Rp 150 triliun –sebelum diambil jatah korupsi 30 persennya.

Apakah Anda punya tebakan yang sama dengan tebakan saya di atas? (Dahlan Iskan)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

TGR Surabaya Siap Cetak Bintang Bolavoli Kelas Nasional

SURABAYA-KEMPALAN : Sebutan salah satu kota penghasil pemain bola voli kelas nasional memang pantas di sematkan kepada Kota Pahlawan Surabaya. Sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya tak kahabisan stok pemain mulai dari Kelompok umur hingga senior.

Tidak hanya sampai di situ, dalam kurun waktu 20 tahun antara tahun 2000 hingga 2021 Surabaya dan Jawa Timur selalu mendominasi kekuatan timnas. Kondisi ini tak lain karena kompetisi bola voli di kota Pahlawan rutin di gelar dan berkesinambungan.

Tak heran jika banyak klub bermunculan di Surabaya. Teranyar adalah Klub Bolavoli Tengger Raya (TGR). Meski baru didirikan dan menunggu keabsahan dari Pengkot  PBVSI Surabaya akan tetapi, klub ini sudah membina hampir ratusan pemain mulai dari kelompok umur  pemula hingga remaja.

Klub yang bermarkas di kawasan Perum Bumi Tengger Sejahtera Tandes tersebut bertekad mencetak pemain kelas nasional atau bahkan Internasional seperti Megawati dan Rivan Nur Mulki.

“Klub yang di binanya ini siap melahirkan dan mencetak atlet bola voli handal masa depan Kota Surabaya, seperti Megawati Hangestri Pertiwi atau yang akrab disapa Megawati “Megatron” dan Rivan Nur Mulki, ujar Kahono ketua PBV TGR .

Ketua klub TGR Kahono juga

menjelaskan pemain yang di bina rata-rata anak-anak usia SD, SMP dan SMA. Dalam seminggu, mereka latihan empat kali yakni Selasa. Kamis, Sabtu dan Minggu dari pukul 19.00 sampai pukul 23.00. 

Sementara itu Sekretaris I Pengkot PBVSI Surabaya Edi Swasono mewakili Ketua Pengkot PBVSI Surabaya mengucapkan banyak terima kasih atas berdirinya klub baru PBV TGR Surabaya. Dan ini akan meramaikan kompetisi antar klub di kota Surabaya.

”Kami bersama pengurus lainnya melakukan sidak dan mengecek kebenaranya klub baru tersebut  insyaallah setelah melihat latihan, Pengkot PBVSI akan mengesahkan klub TGR menjadi anggota,” Ujar Edy Swasono.

Lebih lanjut Edy mengaku sangat senang dengan hadirnya klub baru ini. Sebab dengan adanya klub baru kompetisi bola voli di Surabaya semakin ramai dan ketat serta banyak bibit-bibit unggul yang akan lahir dari Surabaya. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Tangan Danantara

Oleh: Dahlan Iskan

KEMPALAN: Yang ditunggu sekarang adalah: kapan peraturan pemerintah (PP) soal Danantara ditandatangani presiden. Mungkin masih memerlukan waktu tiga bulan lagi. Masih panjang waktu untuk kasak-kusuk.

UU yang baru –hasil perubahan ke 3 UU BUMN yang disyahkan DPR minggu lalu– belum lagi ditandatangani Presiden Prabowo. Mungkin masih sedang disiapkan untuk dibawa ke presiden.

Barulah setelah itu rancangan PP dibuat. Di PP itulah akan diatur lebih detail: Danantara akan menjadi seperti apa. (Baca Disway besok).

Atau, sambil membawa UU baru ke presiden, PP sudah disiapkan. Di PP itulah sebenarnya baru jelas: apa maunya Presiden Prabowo terhadap Danantara.

Maka siapa yang ditunjuk untuk membuat draf PP Danantara akan sangat menentukan masa depannya. Mereka yang berkepentingan terhadap Danantara akan berlomba membuat draf PP sesuai dengan yang mereka inginkan.

Hebatnya, sebelum PP terbit pun sudah mulai beredar berita bahwa manajemen Danantara akan dirombak. Dirut (kepala) yang belum mulai bekerja pun sudah akan diganti.

Anda sudah tahu siapa kepala Danantara: Muliaman D. Hadad –mantan kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Presiden Prabowo sendiri yang melantik. Begitu inginnya presiden berlari cepat. Begitu diharapkannya Danantara jadi sumber pendanaan pembangunan. Sampai-sampai pimpinan Danantara sudah dilantik sebelum ada UU-nya.

Kini setelah UU yang memayungi Danantara disahkan justru beredar kabar Muliaman akan diganti oleh Rosan Roeslani –mantan ketua umum Kadin Indonesia.

Lalu wakil kepala Danantara, Dr Kaharuddin Djenod akan digantikan Pandu Syahrir. Djenod adalah ahli teknologi perkapalan yang ditarik pulang dari luar negeri. Djenod berhasil merombak PT PAL dari perusahaan praktis pailit menjadi BUMN yang kian sehat.

Djenod juga orang kepercayaan Presiden Prabowo. Kebanggaan Prabowo sejak masih menjadi menteri pertahanan.

Soal penggantian Djenod oleh Pandu, bukanlah hanya rumor. Menteri Perumahan Maruarar Sirait yang mengatakannya kepada pers.

Kapan penggantian dilakukan? Jadikah penggantian dilakukan? Kalau pun jadi, Rosan dan Pandukah yang jadi? Atau yang lain lagi?

Tentu tidak ada yang tahu pasti. Detik bisa berubah menjadi menit. Maruarar sendiri akan selalu diingat sebagai orang yang sudah berangkat menghadiri pelantikannya sebagai menteri ternyata tidak jadi dilantik. 10 lalu.

Di bidang politik perubahan itu bisa terjadi sampai detik terakhir. Tapi nasib tidak akan lari ke mana. 10 kemudian Maruarar dilantik sebagai menteri perumahan.

Kalau jadi Rosan dan Pandu yang akan memimpin Danantara, maka peta personalia di sekitar presiden mulai terjadi pergeseran. Orang lama yang di dalam mulai ditarik ke luar. Orang yang agak di luar ditarik ke dalam.

Begitulah politik. Orang dekat bisa menjadi jauh, orang jauh menjadi dekat. Bahkan dalam hukum revolusi selalu terjadi ”pemimpin revolusi memotong tangan kanannya sendiri”.

Bung Karno menghukum Sjahrir. Ayatullah Khomeini memecat Banisadr. Mahathir Mohamad menyingkirkan Anwar Ibrahim.

Hadad dan Djenod belumlah kelas Banisadr atau Anwar Ibrahim.(Dahlan Iskan)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Terima Ijazah Kiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Khofifah Terharu

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menerima ijazah kiswah dari Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad, Rabu (12/2).

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menerima ijazah kiswah dari Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad.

Ijazah kiswah tersebut  diterima langsung dari As Syaikh As Sayyid Afeefuddin Al Jailani,  cicit Syekh Abdul Qadir Jailani, dalam acara Shalawat dan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Jatim Expo Surabaya, Rabu (12/2).

Acara ini merupakan rangkaian dari Kongres XVIII NU. “Saya akan memberikan ijazah kiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dan beliau bisa memberikan ijazah tersebut kepada siapa saja yang dikehendaki,” kata As Syaikh As Sayyid Afeefuddin Al Jailani.

Kiswah ini merupakan kiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani kedua yang diterima oleh Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya, pada Juli 2024 lalu, ia juga menerima kiswah makbaroh dari Syaikh As Sayyid Afeefuddin di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Alhamdulillah, hari ini saya kembali menerima hadiah kiswah Syekh Abdul Qadir Jailani dari cicit beliau yang juga pemangku Lembaga Syekh Abdul Qadir Jailani di Baghdad, yaitu Al Sayyid As Syaikh Afeefuddin Al Jailani. Semoga kita semua mendapatkan barokah dari karomah beliau Sang Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani,” ucap Khofifah sambil memegang erat kiswah berwarna biru dengan tulisan Arab tersebut. Dia tampak terharu. Beberapa kali ia mengucapkan terima kasih.

Sementara itu, ribuan anggota Muslimat NU tampak khusyuk mengikuti acara Shalawat dan Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jailani. Mereka larut mengikuti ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani dan Tarekat Qadiriyah.

Ketua Umum PP Muslimat NU  Khofifah Indar Parawansa yang juga gubernur Jatim  hadir bersama jajaran pengurus. As Syaikh As Sayyid Afeefuddin Al Jailani dan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf mengisi  Sholawat & Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani tersebut.

Naseed dan Shalawat kepada Rasulullah SAW dipimpin oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Sementara Syaikh Afeefuddin memberikan ijazah shalawat yang sama dengan yang pernah dibaca oleh Syekh Abdul Qadir Jailani.

Beliau juga mendoakan dan mengapresiasi semangat emak-emak muslimat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Maturnuwun emak-emak,” ungkap Syaikh Afeefuddin dalam Bahasa Jawa yang disambut tepuk tangan meriah.

Syaikh Afeefuddin tak lupa mendoakan Muslimat NU yang telah menjadi lahan perjuangan Khofifah di Indonesia secara umum dan secara khusus di Jatim. Beliau juga mendoakan agar Khofifah kembali memimpin Muslimat NU. Kemudian memberikan petuah-petuah mulia tentang ketenangan hati.

“Tak ada pabrik yang memproduksi rasa cinta kecuali hati, dan perkumpulan kita saat ini adalah buah dari ciptaan Allah SWT yaitu cinta. Dan selalu terkait dan terikat dengan beliau Rasulullah SAW. Dan juga ini atas berkah dari Syekh Abdul Qadir Al Jailani yang berada di Baghdad sampai ke sini semuanya. Semoga dengan berkah cahaya-cahaya ini kita mendapat petunjuk dari Allah berupa cahaya dan keberkahan,” pungkas Syaikh Afeefuddin dalam doanya. (Dwi Arifin)

KRISMUHA: Lembaga Pendidikan Inklusif bagi Mahasiswa Non-Muslim

Dalam dunia pendidikan, inklusivitas dan keterbukaan terhadap keberagaman menjadi nilai yang semakin ditekankan. Salah satu contoh nyata dari semangat ini adalah KRISMUHA (Kristiani Muhammadiyah),

Sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah yang memberikan ruang bagi mahasiswa non-Muslim, terutama mahasiswa Kristiani, untuk belajar dan berkembang di lingkungan akademik berbasis Islam.

Keberadaan KRISMUHA menjadi bukti bahwa Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam modern, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme dan toleransi dalam dunia pendidikan.

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan pendidikan luas, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Sebagai organisasi yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang berkemajuan, Muhammadiyah memiliki prinsip keterbukaan dalam pendidikan, termasuk memberikan akses bagi mahasiswa non-Muslim untuk menempuh pendidikan di institusi-institusi yang dikelolanya.

KRISMUHA adalah salah satu bukti nyata dari semangat inklusivitas tersebut.

Lembaga ini menjadi wadah bagi mahasiswa Kristiani yang ingin belajar di institusi Muhammadiyah tanpa harus kehilangan identitas keagamaannya.

Mereka diberikan kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya dan bahkan mendapatkan pembinaan rohani dalam komunitas KRISMUHA.

KRISMUHA memiliki beberapa peran penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan harmonis, di antaranya:

Membantu Mahasiswa Non-Muslim Beradaptasi Belajar di lingkungan berbasis Islam mungkin menjadi tantangan bagi mahasiswa non-Muslim, terutama dalam hal perbedaan budaya dan nilai-nilai religius.

KRISMUHA hadir untuk menjembatani kesenjangan ini dengan memberikan ruang bagi mahasiswa Kristiani untuk tetap menjalankan keyakinannya sambil tetap berintegrasi dalam lingkungan akademik Muhammadiyah.

Dalam masyarakat yang semakin plural, penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.

KRISMUHA menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang agama untuk saling mengenal, berdialog, dan bekerja sama dalam suasana yang harmonis.

Meski berada dalam lingkungan berbasis Islam, mahasiswa Kristiani di institusi Muhammadiyah tetap diberikan kesempatan untuk menjalankan aktivitas keagamaan mereka.

KRISMUHA sering kali memfasilitasi kegiatan rohani seperti ibadah, persekutuan doa, dan diskusi keagamaan yang memperkuat spiritualitas mahasiswa Kristiani.

Kehadiran KRISMUHA juga menjadi bukti bahwa Islam dan Kristen bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati.

Hal ini sangat penting dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi.

Meskipun memiliki banyak manfaat, KRISMUHA juga menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan misinya.

Stigma dari Kelompok yang Kurang Memahami Konsep Inklusivitas
baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim, mungkin masih memiliki prasangka terhadap keberadaan KRISMUHA.

Ada yang menganggap bahwa Muhammadiyah terlalu terbuka, sementara di sisi lain ada yang mengkhawatirkan bahwa mahasiswa non-Muslim akan mengalami diskriminasi di lingkungan berbasis Islam.

Oleh karena itu, penting bagi KRISMUHA untuk terus melakukan sosialisasi tentang misinya yang menjunjung tinggi toleransi.

Sebagai lembaga di bawah Muhammadiyah, KRISMUHA tetap harus menjaga nilai-nilai Islam yang menjadi dasar institusi pendidikan Muhammadiyah.

Di sisi lain, mereka juga harus memastikan bahwa mahasiswa non-Muslim merasa diterima dan tidak terpinggirkan.

Menjaga keseimbangan ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan komunikasi yang baik dan pemahaman yang mendalam, hal ini bisa dicapai.

Agar semakin berkembang, KRISMUHA perlu memperluas jaringannya dengan lembaga-lembaga pendidikan lain, baik yang berbasis Islam maupun yang bersifat umum.

Kolaborasi dengan organisasi keagamaan lainnya juga dapat membantu memperkuat misi KRISMUHA dalam membangun keberagaman yang harmonis.

Di sisi lain, KRISMUHA juga memiliki banyak peluang untuk berkembang lebih jauh:

Keberhasilan KRISMUHA dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Indonesia.

Jika model ini diterapkan lebih luas, maka akan semakin banyak institusi pendidikan yang bisa menjadi tempat belajar bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama.

Dengan semakin banyak mahasiswa non-Muslim yang belajar di institusi Muhammadiyah melalui KRISMUHA, pemahaman tentang Islam di kalangan mereka juga akan meningkat.

Hal ini bisa mengurangi prasangka dan kesalahpahaman yang sering kali muncul akibat kurangnya interaksi antarumat beragama.

KRISMUHA dapat terus mengembangkan kurikulumnya dengan menekankan nilai-nilai universal seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial.

Dengan demikian, mahasiswa dari berbagai latar belakang agama bisa belajar bersama dalam semangat kebersamaan.

KRISMUHA adalah contoh nyata dari semangat inklusivitas dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Keberadaannya menunjukkan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam tidak hanya fokus pada pengembangan umat Muslim, tetapi juga terbuka bagi semua kalangan.

Dengan memberikan ruang bagi mahasiswa non-Muslim untuk belajar dan berkembang, KRISMUHA turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan toleran.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, KRISMUHA memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menerapkan prinsip inklusivitas dan keberagaman.

Dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati, pendidikan di Indonesia dapat menjadi wahana untuk memperkuat persatuan di tengah perbedaan.

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.