Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 01:57 WIB
Surabaya
--°C

Menkop Ajak Muslimat NU Ciptakan Pemerataan Ekonomi Umat Melalui Koperasi, Mendes Ajak Bangun Desa Inklusif Berkelanjutan

SURABAYA– Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Yandi Susanto hadir sebagai narasumber dalam pleno Kongres Muslimah NU Ke XVIII di Surabaya, Kamis (13/02/2025).

Dalam kesempatan ini keduanya mengajak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersama-sama mengupayakan penguatan peran dalam pencapaian target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Bersama Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Menkop Budi Arie meyakini peluang memajukan koperasi khususnya di bawah naungan Muslimat NU dan juga mencapai target pemerintah akan semakin besar.

“Penguatan dan pengembangan koperasi diarahkan untuk mendukung pada Asta Cita kedua swasembada pangan, Asta Cita ketiga terkait pengembangan industri agromaritim berbasis koperasi dan Asta Cita kelima industrialisasi hilirisasi melalui koperasi,” kata Menkop Budi Arie Setiadi.

Menkop Budi Arie bertekad untuk mewujudkan industrialisasi hilirisasi melalui koperasi. Untuk itu seluruh program kerja prioritas Kementerian Koperasi difokuskan pada dua sasaran utama yaitu upaya peningkatan kinerja usaha koperasi dan partisipasi masyarakat Indonesia dalam perkoperasian berupa peningkatan jumlah anggota koperasi di Indonesia.

“Saat ini jumlah masyarakat yang bergabung dalam koperasi hampir 30 juta padahal kita negara Pancasila, sedangkan di Amerika Serikat yang kapitalis jumlah masyarakatnya (yang sudah bergabung koperasi) mencapai 150 juta,” ujar Menkop Budi Arie.

Dalam mengupayakan peningkatan dan pengembangan koperasi di Indonesia, Menkop Budi Arie mengakui terdapat beberapa tantangan. Tantangan tersebut diantaranya mulai dari skala usaha yang masih mikro, tata kelola koperasi yang belum modern hingga SDM pengelola koperasi yang kurang profesional.

“Tantangan lain yang kita hadapi adalah minimnya regenerasi serta keterbatasan akses modal dan nilai tambah produk. Untuk itu saya Minggu depan akan bertemu dengan anak-anak muda untuk menggelorakan semangat berkoperasi di kalangan anak muda,” katanya.

Meski begitu, Menkop Budi Arie bersyukur di Indonesia terdapat beberapa koperasi yang memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Contohnya Koperasi Pondok Pesatren (Kopontren) Sidogiri, Kopontren Al Ittifaq dan Koperasi Mambo Mina Mekar.

Dengan dukungan semua pihak termasuk Muslimat NU, Menkop Budi Arie optimis bahwa kedepan akan semakin banyak koperasi yang dapat dibanggakan.

“Mudah-mudahan ini bisa kita breakdown bersama-sama dengan Muslimat NU,” ujar Menkop Budi Arie.

Terkait dengan pengembangan koperasi di bawah naungan Muslimat NU, Menkop Budi Arie komitmen untuk memberikan dukungan berupa penguatan SDM hingga kemudahan akses pembiayaan. Kemenkop juga siap melakukan pendampingan bagi koperasi milik muslimat NU agar mampu bersaing di pasar domestik.

“Bu Ketua (Khofifah) silahkan dilist koperasinya, nanti akan kami bantu berikan dukungan pembiayaan yang murah dalam bentuk pinjaman. Saya percaya bahwa koperasi yang dikelola Ibu-ibu (Muslimat) terkelola dengan baik,” kata Menkop Budi Arie.

Tidak hanya Menkop, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Yandi Susanto juga menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersinergi mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sinergi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Muslimat NU adalah jembatan yang kokoh untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Mendes Yandri Susanto.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Khofifah Indar Parawansa Ketua Umum Muslimat NU.

Lebih lanjut Yandri menjelaskan sinergitas antara Kemendes PDT dan Muslimat NU bernilai penting dalam pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor pembangunan sosial dan ekonomi.

Ia pun menyampaikan bahwa pemberdayaan itu tidak hanya memberikan manfaat bagi perempuan, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan dan berkelanjutan.

Pemberdayaan perempuan juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan karena perempuan memiliki kemampuan yang baik berkenaan dengan kualitas pendidikan, kesehatan, dan mata pencaharian di dalam rumah tangga.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi komitmen dari Kementerian Koperasi dan Menteri Desa PDT yang secara khusus menggandeng Muslimat NU dalam mewujudkan pencapaian tujuan pembangunan.

Dikatakan Khofifah saat ini terdapat 150 Koperasi Primer dan lebih dari 500 tempat pelayanan koperasi di seluruh Indonesia yang berada di bawah naungan Muslimat NU.

“Kita semua bersyukur bahwa pada agenda Pleno Kongres Muslimat NU ini Pak Mendes dan Pak Menkop Budi Arie hadir dan menberikan komitmennya yang kuat untuk semangat bunda -bunda di cabang agar kita bisa bertumbuh berkembang bersama,” kata Khofifah.

Begitu juga dengan kerjasama dengan Kemendes PDT. Pihaknya siap untuk menggerakkan jaringan Muslimat NU untuk meningkatkan peran dalam mewujudkan desa-desa inklusif di Indonesia.

PWI Jatim Gelar Jalan Sehat Gratis Berhadiah Umrah

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim bersama Panitia HPN 2025 PWI Jatim.

SURABAYA-KEMPALAN: Mengawali rangkaian Hari Pers Nasional  (HPN) 2025 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia ( HUT PWI) ke 79, PWI Jawa Timur  menggelar Jalan Sehat Bersama Wartawan, Minggu (16/2) pagi.

Panitia menyediakan ribuan kupon yang dibagikan secara gratis ke seluruh masyarakat pers dan masyarakat umum. Bagi masyarakat umum , bisa mendapat kupon  gratis di Kantor PWI Jatim hanya dengan menunjukkan identitas KTP, paling lambat Sabtu (15/2) sehari menjelang pelaksanaan jalan sehat.

Jalan sehat dengan start dan finis di depan Gedung PWI Jatim Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, atau depan Patung Joko Dolok, rupanya mendapat respon masyarakat yang luar biasa, sehingga panitia harus mencetak ulang kupon yang dibagikan secara gratis.

Apalagi panitia sudah menyiapkan ratusan hadiah. Diantaranya tiga kulkas,  empat sepeda listrik,  TV, lima sepeda angin, 100 sak beras CETTAR, peralatan rumah tangga, dan lainnya.

“Panitia juga menyiapkan  hadiah utama berupa paket umrah ke Tanah Suci,” ujar Sokip  penanggungjawab kegiatan jalan sehat, mendampingi Ketua HPN Mahmud  Suhermono  dan Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.

Puluhan hadiah tersebut, menurut  Sokip, sebagai persembahan PWI Jatim untuk masyarakat  Jawa Timur  yang  telah menjaga kondusifitas, serta semangat  kebersamaan dalam membangun Jawa Timur.

Sokip berharap, kegiatan jalan sehat yang dihadiri pejabat dari Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, TNI/Polri, dan masyarakat pers ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan masyarakat Jatim, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Ketua Panitia HPN 2025 PWI Jatim Mahmud Suhermono menambahkan,  setelah diawali jalan sehat, kegiatan berikutnya adalah bakti sosial donor darah, turnamen  golf, lomba karya tulis Prapanca, dan puncak acara malam resepsi pada akhir April 2025.

Sementara, H. Muhibbin Billah selaku owner  CHATour travel  yang  menyumbang hadiah utama paket umrah gratis menyampaikan, pihaknya sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan HPN PWI Jatim.

“Kami merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan PWI Jatim. Semoga kegiatan jalan sehat  yang mengawali rangkaian Hari Pers Nasional di Jatim berjalan lancar,” kata kader Ansor Jatim yang dipercaya telah memberangkatkan lebih dari 20 ribu jamaah umroh ini.(Dwi Arifin)

Mendikdasmen Gandeng Muslimat NU Kuatkan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

SURABAYA– Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti hadir di tengah ribuan jamaah Muslimat NU sebagai narasumber dalam sidang pleno di Asrama Haji, Kamis (13/2/2024).

Dalam kesempatan ini Mendikdasmen Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan Muslimat NU khususnya untuk mendukung penguatan pendidikan karakter bagi anak usia dini (PAUD).

Terutama karena dalam kesempatan ini turut digelar penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Menteri Dikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

“Kami tadi sudah tandatangani bersama Ibu Ketua Umum PP Muslimat, untuk kerjasama di bidang pendidikan anak usia dini, serta program-program lain yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter,” tegas Mendikdasmen Mu’ti.

MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk pelaksanaan kerja riil di lapangan. Kerja-kerja strategis penting dilakukan dengan melibatkan Muslimat NU karena terutama Muslimat NU mengelola ribuan lembaga pendidikan.

Pihaknya optimistis kerjasama ini akan signifikan membangun Pendidikan Anak Usia Dini dan penguatan pendidikan karakter berbasis keluarga.

“Nanti antara lain, kalau yang sekolah sudah menggunakan sekolah-sekolah formal TK, yang diselenggarakan oleh Muslimat, karena memiliki banyak sekali RA, yang memiliki peranan penting dalam pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

“Yang lainnya mungkin dalam bentuk parenting dan kegiatan yang yang nanti kita set bersama setelah MoU,” pungkas Mendikdasmen Mu’ti.

Di sisi lain, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menegaskan “penguatan pendidikan karakter pada anak usia dini, sedianya telah dilakukan oleh Muslimat NU hampir merata di Indonesia dalam jumlah belasan ribu. Hanya saat ini tantangannya beda. Digital IT misalnya”.

“Muslimat mengelola PAUD 6800-an, hampir 10 ribu TK /RA, tetapi tantangan hari ini beda dengan dulu. Kebutuhan pembentukan karakternya juga beda, jadi itu bukan sesuatu yang baru, yayasan pendidikan Muslimat NU itu mengelola RA, TPA, TPQ, TK, PAUD,” ujarnya.

Bahkan, untuk jumlah Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang dikelolah oleh Muslimat sebanyak 14.350-an. Sehingga hal ini ditegaskannya bukan sesuatu yang baru melainkan sudah dilakukan oleh muslimat NU tetapi kita harus terus tingkatkan kualitas dan mengikuti perkembangan jaman.

Untuk mendukung hal itu, dilakukan penguatan-penguatan melalui pelatihan-pelatihan para guru, kemudian mengadopsi sistem dan kurikulum sekolah yang memiliki predikat baik.

“Referensi seperti PAUD PAUD teladan, TK TK teladan, yang lain kemudian akan mengikuti kurikulum kurikulum yang sudah dilakukan oleh sekolah teladan yang bersangkutan,” tegasnya.

Setiap tahun, Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan pemilihan TK, maupun PAUD teladan secara nasional. Diantara yang pernah terpilih, adalah PAUD Muslimat di Gresik, Malang, dan Padang Panjang Sumatera Barat.

Wali Kota Eri Apresiasi Charity Spectra & Open Air SMPN 1 Surabaya

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi inisiatif SMPN 1 Surabaya yang tidak hanya menanamkan nilai akademik kepada para siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan kreativitas melalui kegiatan amal dan pertunjukan seni.

Kepedulian sosial dan kreativitas ini dikemas melalui kegiatan Charity Spectra & Open Air di Halaman SMPN 1 Surabaya, Kamis (13/2). Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana bagi anak-anak Kota Pahlawan untuk belajar berbagi dan berempati kepada sesama.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, Charity Spectra & Open Air bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menanamkan rasa kebersamaan dan gotong royong, nilai-nilai yang menjadi ciri khas warga Surabaya. 

“Mereka mencontohkan bahwa kegiatan Charity Spectra & Open Air tidak dilakukan di luar sekolah, tetapi di dalam sekolah. Panitia sangat luar biasa, tidak hanya menunjukkan apa yang ditampilkan, tetapi apa yang dikerjasamakan antar semua warga sekolah,” kata Eri.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Sebab, menurutnya, lebih baik mengadakan semua acara di dalam sekolah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa.

“Wisata juga sebaiknya di Surabaya saja. SMPN 1 bisa menjadi contoh, menunjukkan keberanian jiwa seninya, dan kebersamaan. Terima kasih Bu Eko sebagai salah satu kepala sekolah yang inovatif. Kemarin SMPN 1 baru saja menerima penghargaan sebagai sekolah yang Peduli Lingkungan,” ujar dia.

Dalam pelaksanaannya, semua pelajar dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Menurut Eri, kedekatan antara guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah, dapat memicu keberanian dan kreativitas peserta didik. 

“Anak-anak memiliki prinsip yang kuat, memiliki kemampuan manajemen yang hebat, yang terpenting mereka punya empati untuk terus saling menolong. Teruslah berkarya, peduli, dan jangan pernah ragu untuk berbagi kebaikan,” tegasnya.

Eri juga mengungkapkan kebangganya kepada para peserta didik. Sebab, mereka telah terbiasa Berbahasa Inggris saat berinteraksi. Hal ini dibiasakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing bagi pelajar Surabaya.

Dispendik Surabaya pun diminta untuk terus memperhatikan setiap sekolah dalam membudayakan sehari Berbahasa Inggris di ruang pendidikan di Kota Pahlawan.

“Saya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), setiap Jumat anak-anak berbahasa Inggris. SD-SMP sudah berbahasa Inggris, sehingga bisa dibuat seminggu dua kali agar semakin lancar,” terangnya.

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergitas dalam memperkuat karakter peserta didik. Ke depan, tiap sekolah bisa menggulirkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong antar siswa yang disesuaikan berdasarkan karakter dan budaya sekolah masing-masing.

“Karena tugas sekolah dan guru adalah mendampingi peserta didik untuk mencapai cita-cita masa depannya,” kata Yusuf.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Surabaya.Eko Widayani mengatakan, kegiatan implementasi pembelajaran empati dan peduli terhadap sesama merupakan program rutin. Kegiatan amal siswa SMPN 1 Surabaya diberikan kepada panti asuhan, panti jompo, serta keluarga dari para siswa yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sudah dimulai sejak tiga minggu yang lalu. Para orang tua berperan aktif menggugah empati siswa. Semua terlibat, orang tua, dan guru mendampingi sesuai dengan program anak-anak,” katanya. (Dwi Arifin)

Amankan Aset Seluas 896 M2, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Tenggilis Mejoyo

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bertindak tegas. Bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas tanah aset seluas 896 m2 di Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Surabaya, ditertibkan, Kamis (13/2). Penertiban ini dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan bantuan penertiban (Bantip) yang diajukan oleh BPKAD kepada Satpol PP Kota Surabaya. Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, tanah seluas 896 m2 tersebut merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). 

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya menertibkan satu bangunan permanen serta lima bangunan semi permanen.

“Pada giat ini, dibantu oleh rekan-rekan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk perbantuan excavator untuk membongkar bangunan liar di atas tanah aset tersebut,” ujar Yudhistira, Kamis (13/2).

Selain melakukan pembongkaran, Yudhis menjelaskan bahwa Satpol PP Surabaya juga membantu pemilik bangunan dalam memindahkan barang-barang mereka.

“Untuk rekan-rekan Satpol PP membantu pemilik memindahkan barang-barang milik mereka, seperti kayu-kayu bangunan, atap seng, serta kami juga memindahkan gerobak jualan milik pemilik bangunan di sana,” ujar dia.

Sebagai bagian dari penertiban, aliran listrik yang masih terhubung ke bangunan-bangunan tersebut juga diputus. “Kami dibantu rekan-rekan PLN untuk memutuskan aliran listrik. Karena ada beberapa bangunan yang masih tersambung aliran listrik,” kata Yudhis.

Dalam operasi ini, Satpol PP Surabaya menerjunkan 60 personel dan berkolaborasi dengan berbagai instansi. Termasuk Polrestabes Surabaya, Garnisun Tetap (Gartap) III/ Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta perangkat wilayah setempat seperti Camat dan Lurah Tenggilis Mejoyo. 

Pasca-penertiban, Yudhis menuturkan bahwa Satpol PP akan melayangkan surat kepada Perangkat Daerah (PD) terkait untuk langkah selanjutnya. “Tugas kami melakukan penertiban sesuai Bantip yang dilayangkan kepada kami. Untuk rencana ke depan terkait tanah aset ini, kami serahkan kembali kepada dinas terkait, yakni BPKAD selaku dinas pengampu,” jelas Yudhis.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan berkala terhadap aset milik Pemkot Surabaya. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak memiliki hubungan hukum dengan pemerintah.

“Paling utamanya perlu dilakukan pengawasan oleh pemangku wilayah, baik kecamatan maupun kelurahan. Pada pelaksanaannya, mereka dapat menghalau jika ada indikasi penyalahgunaan aset milik pemerintah kota. Begitu ada yang mendirikan bangunan, segera dihalau agar tidak semakin banyak yang mendirikan bangunan liar tersebut,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Cegah Pneumonia, Pemkot Surabaya Tingkatkan Akses Vaksinasi dan Skrining Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya meningkatkan akses vaksinasi dan skrining kesehatan dalam mencegah penyakit Pneumonia di Kota Surabaya. Upaya lainnya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan instansi terkait mengenai pengawasan di pelabuhan dan bandara.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, deteksi dini Pneumonia juga dilakukan pada balita melalui skrining kesehatan setiap tahun di Puskesmas, yakni sebagai program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. 
“Dinkes Surabaya juga terus melakukan skrining kesehatan terintegrasi sejak tahun 2024, dan terintegrasi dengan pengendalian penyakit tidak menular maupun menular, serta program kesehatan lainnya,” kata Nanik, Kamis (13/2).

Dengan pendekatan terpadu ini, Nanik berharap deteksi dini masalah kesehatan dapat dilakukan lebih efektif, sehingga intervensi medis atau pencegahan dapat diberikan secara tepat waktu.

“Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, memastikan cakupan yang lebih luas, dan memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai upaya promotif, Dinkes rutin menggelar sosialisasi deteksi dini Pneumonia pada balita dan orang tua balita di Posyandu. Kemudian, sosialisasi pentingnya ASI eksklusif dan nutrisi yang baik bagi balita, dan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sedangkan dalam upaya preventif, Dinkes Surabaya meningkatkan akses vaksinasi. Nanik juga mengimbau para ibu agar dapat memberikan ASI eksklusif dan nutrisi yang baik bagi balita. Selain itu, warga juga diminta menjaga jarak dengan orang sakit, dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Berdasarkan data laporan Fasyankes di Kota Surabaya, trend 3 tahunan data pelaporan menunjukkan adanya penurunan sebesar 7,6 persen,” ungkapnya.

Nanik menyebut, faktor-faktor seperti polusi udara, infeksi virus, dan perilaku hidup masyarakat tetap berkontribusi terhadap kejadian Pneumonia di Kota Surabaya. Oleh sebab itu, upaya pencegahan seperti vaksinasi, edukasi kesehatan, dan pengawasan kualitas udara penting dilakukan secara terintegrasi untuk mengurangi faktor risiko dan kejadian kasus Pneumonia di masyarakat.

“Beberapa faktor penyebab Pneumonia, antara lain infeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi virus, faktor lingkungan, faktor komorbid, faktor usia, dan sistem imun yang lemah,” ujar dia. 

Masyarakat pun diimbau dapat mengenali Pneumonia pada balita dengan menghitung frekuensi nafas balita yang batuk atau mengalami kesukaran bernafas yang terjadi kurang dari 2 minggu. Jika terjadi nafas cepat maka waspada Pneumonia. 

Kriteria nafas cepat antara lain balita usia 0 – >2 bulan dengan napas 60x/menit atau lebih. ⁠Balita usia 2 – >12 bulan dengan napas 50x/menit atau lebih. Serta, balita usia 12 – 59 bulan dengan nafas 40x/menit atau lebih.

“Apabila ditemui adanya balita yang mengalami napas cepat, segera memeriksakannya ke layanan kesehatan terdekat,” terangnya.

Dan pada dewasa, jika mengalami batuk selama kurang dari 2 minggu maka diminta segera ke layanan kesehatan. Beberapa ciri-ciri Pneumonia yang dapat dikenali oleh masyarakat, antara lain mengalami batuk yang mungkin disertai dengan dahak, yang bisa berwarna kuning, hijau, atau bahkan berdarah. Lalu sesak nafas, kesulitan bernafas atau nafas yang cepat dan dangkal. 

“Kemudian demam disertai dengan menggigil. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada, terutama saat bernapas dalam-dalam atau batuk. Kelelahan yang berlebihan dan kurang energi, dan gejala flu seperti pilek, sakit tenggorokan, dan nyeri tubuh yang umum terjadi pada infeksi saluran pernapasan atas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menegaskan, Dinkes Surabaya juga bekerjasama dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur, serta Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, baik di bandara maupun di pelabuhan untuk menangkal dan mengidentifikasi penyakit menular, termasuk Pneumonia atau penyakit lainnya yang berpotensi dibawa oleh pelaku perjalanan internasional.

“Kami melakukan skrining kesehatan di pintu masuk negara, baik di bandar pelabuhan maupun bandara udara. Melakukan pemantauan dan pelacakan kontak, memberikan edukasi dan sosialisasi, pelaksanaan respon cepat terhadap potensi wabah, melakukan pertukaran data dan informasi penyakit potensial wabah maupun data kontak, serta memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas,” tegasnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan memberikan jaminan pelayanan kesehatan untuk berbagai penyakit. “Termasuk Pneumonia yang tergolong dalam penyakit serius dan memerlukan penanganan medis. Tergantung pada jenis perawatan,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Sambut Delegasi EAEU dan MERCOSUR, Ini Harapan Pj. Gubernur Jatim

SURABAYA-KEMPALAN: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima representatif negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU) dan Mercado Commun Del Sur/The Southern Common Market (MERCOSUR) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (13/2).

Dalam forum ini hadir Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski, Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov, Duta Besar Argentina untuk Indonesia Gustavo Ricardo Coppa, Duta Besar Brazil untuk Indonesia George Monteiro Prata.

Lalu Duta Besar Uruguay untuk Indonesia Christina Gonzalez. Juga Konsul Armenia Grigor Melkonyan, Konsul Rusia Natalia Kuchmanova.

“Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh duta besar, konselor, serta representatif negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU) dan Mercado Commun Del Sur/The Southern Common Market (MERCOSUR),” kata Adhy Karyono.

“Kami sengaja untuk menerima secara resmi kenegaraan negara-negara sahabat kita dan kita berdiskusi mengenai bagaimana nanti setelah pertemuan dari organisasi ini dengan Indonesia untuk free trade dan kemudian kita akan melakukan investasi,” ujarnya.

Adhy menyampaikan bahwa pihaknya menyambut hangat kunjungan ini. Menurutnya kali ini adalah momentum tepat untuk menggali potensi kerjasama antara Jawa Timur dengan negara-negara yang tergabung dalam EAEU dan MERCOSUR utamanya di bidang ketahanan pangan nasional.

“Harapannya dapat mendorong kerjasama dan kemitraan yang potensial, khususnya di bidang ketahanan pangan,” katanya.

Pj. Gubernur Jatim ini menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu sentra agrikultur terbesar di Indonesia yang memiliki banyak potensi di sektor pangan. Hal ini menjadi aspek penting dimana asta cita Presiden RI menyebutkan ketahan pangan merupakan salah satu prioritas.

“Oleh sebab itu, sektor peternakan dan pertanian menjadi pilar utama untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Besarnya potensi pertanian dan peternakan di Jawa Timur, lanjutnya, sangat perlu untuk dioptimalkan melalui kerjasama strategis dengan mitra-mitra potensial. Karenanya ia menyebut kerjasama ini menjadi platform strategis untuk menggali dan mengembangkan kemampuan maupun potensi nasional.   

Di sisi lain EAEU merupakan sebuah organisasi ekonomi regional yang terdiri dari negara-negara yang berada di wilayah Eurasia, yaitu Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarus, dan Kyrgyzstan.

EAEU juga merupakan salah satu pemain utama dalam industri pupuk global, utamanya dalam pengelolaan industri pupuk yang efisien, suplai bahan pupuk, teknologi produksi mutakhir, dan mekanisme pembiayaan inovatif.

“EAEU memasok sekitar 30% potasium global, dan bisa menjadi mitra penting bagi Indonesia, khususnya Jawa Timur, dalam meningkatkan efisiensi produksi pupuk, memperkuat sistem distribusi, serta mengembangkan proyek-proyek produksi pupuk,” terangnya.

Sementara MERCOSUR merupakan blok ekonomi dan perdagangan regional di Amerika Latin yang terdiri dari Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. MERCOSUR merupakan pasar yang besar dengan 531 juta penduduk dan GDP USD 5,7 triliun pada tahun 2023 dengan produk unggulannya yaitu daging dan susu.

“MERCOSUR juga dapat menjadi mitra penting Jawa Timur dalam mendukung program ketahanan pangan Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Adhy Karyono menjelaskan bahwa potensi kerjasama di sektor peternakan yang dapat dikembangkan dengan MERCOSUR antara lain terkait pengembangan genetika, kesehatan hewan ternak, dan optimalisasi produksi ternak.

“Harapannya dapat meningkatkan produktivitas ternak di Indonesia serta mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Adhy menyebut rangkaian kegiatan menuju ketahanan pangan ini dapat memperkuat kerjasama sektor pupuk dan peternakan sapi Indonesia, khususnya Jawa Timur, melalui eksplorasi dan optimalisasi potensi produksi yang ada. Ia juga mengatakan bahwa Jawa Timur dalam posisi siap untuk menjalin kerjasama dengan EAEU maupun MERCOSUR.

“Kami siap melayani kemudian memberikan yang terbaik untuk negara-negara sahabat kita yang hari ini hadir,” tegasnya.

Selain menjadi platform untuk menggali potensi kerjasama lebih lanjut untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Adhy berharap kedepan terjadi transaksi perdagangan antara Jawa Timur dan negara-negara yang tergabung dalam EAEU dan MERCOSUR. Juga kerjasama di bidang lainnya seperti pendidikan dan pariwisata.

“Saya berharap bahwa kedepan kita tidak sekedar pertemuan tetapi juga dilanjutkan dengan ada rekomendasi dari transaksi perdagangan kerjasama lain termasuk di bidang pendidikan dan pariwisata,” harapnya.

Adhy Karyono juga menuturkan bahwa pada hari yang sama delegasi EAEU dan MERCOSUR tadi juga telah berkunjung ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Singosari Malang dan juga ke pabrik Petrokimia Gresik.

Sementara itu Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Raman Ramanouski menyampaikan tujuannya mengunjungi Jawa Timur dalam rangka menjalin kerjasama sama bidang ketahanan pangan. Ia menilai kerjasama ini sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak dan  berharap akan semakin meningkat.

Selain membahas tentang ketahanan pangan, Ia menyebut telah melakukan diskusi tentang potensi kerjasama di bidang lain seperti ilmu pengetahuan dan penelitian, pendidikan, pertanian dan peluang wisata.

“Kami berharap perundingan ini dapat segera diselesaikan, dan hal ini akan membuka lebih banyak peluang usaha untuk investasi perdagangan antar negara kita, khususnya di bidang ketahanan pangan,” Kata Dubes Belarusia Raman Ramanouski. (Dwi Arifin)

Western Sydney University Hadir di Surabaya, Buka 5 Jurusan Program Studi Unggulan

Pj.gubernur Jatim Adhy Karyono saat meresmikan pembukaan Western Sydney University di Pakuwon Tower Surabaya, Kqmis (13/2).

SURABAYA-KEMPALAN:  Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menghadiri Peresmian Western Sydney University (WSU) di Pakuwon Tower, Surabaya, Kamis (13/2).

Secara khusus, Pj. Gubernur Adhy mengapresiasi hadirnya kampus asal Australia ini untuk semakin menguatkan pendidikan di Provinsi Jatim yang smart, maju, dan mendunia.

“Atas nama Pemprov Jatim, kami mengucapkan selamat dan sukses atas pembukaan WSU untuk Indonesia di Jatim. Suatu kehormatan, kebanggaan dan keberuntungan yang akan membawa kualitas pendidikan dan masyarakat Jatim lebih maju,” katanya.

Adhy mengatakan, di awal WSU telah membuka 5 jurusan program studi unggulan terkait inovasi digital jenjang Strata Satu (S1).

Antara lain Bachelor of Data Science, Bachelor of Computer Science, Bachelor of Information, Communication and Technology (ICT), Bachelor of Electrical Engineering, dan Bachelor of Business in Applied Science.

Terbaru, pada 2 September 2025 WSU juga membuka spesialisasi bachelor baru, yakni bachelor of business analytics dan bachelor of computer science. Serta tiga program studi master baru, yakni master of business administration, master of data engineering dan master of information and communication technology.

“Sangat mendukung karena membahas isu-isu terkini terkait cyber security, computer analysis data dan bagaimana sistem informasi komunikasi digital,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran WSU tidak sekadar meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM. Namun akan ada program beasiswa yang ditujukan bagi putra-putri di lingkungan Pemprov Jatim, BUMN, BUMD dan Pelajar SMA. Prioritas beasiswa adalah meningkatkan kompetensi pegawai pemprov, guru, tenaga kesehatan, tenaga komunikasi.

“Kerjasama sesuai kebutuhan Pemprov Jatim dan kami sedang merekomendasikan sistem informasi dan transformasi digital, administrasi dan pembangunan. Dengan harapan masyarakat terlayani dan mudah mengakses,” tuturnya.

Khusus beasiswa pelajar SMA, Adhy mengatakan akan dibantu dengan sosialisasi dan promosi ke sekolah-sekolah SMA yang ada di Jatim agar mengetahui dan berminat mengeyam pendidikan di WSU.

“Kami sepakati beasiswa bersama, yakni Pemprov Jatim mengeluarkan dan akan dituangkan dalam MoU dan sementara tim sudah mengatakan setuju. Untuk yang lain kita sesuai standar internasional tapi saya yakin lulusan SMA bisa meraih beasiswa,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan WSU, Chancellor of western Sydney University Profesor Jennifer Westaccot, Australian Consul General, Glen Askew dan Vice chancellor western Sydney University, Profesor George William. (Dwi Arifin)

Ju-Jitsu Jatim Target Juara Umum di Kejurnas Piala Kajati Cup Jatim 2025

SURABAYA- KEMPALAN : 

Atlet Ju-Jitsu Jatim mentargetkan bisa merebut juara umum di Kejurnas Piala Kajati Jatim Cup 2025 yang digelar di GOR Pacitan 14-Februari dengan merebut minimal 10 medali emas dari 18 medali emas yang diperebutkan.

Ketua Pengprov Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI) Jatim, Eko Surcahyo mengaku sudah menyiapkan atlet terbaik untuk bisa merelaisasikan target tersebut.

 “Persiapan kami di Kejurnas kali ini sudah 90 persen dan kita akan menurunkan 150 atlet. Sebagai dari atlet itu adalah mereka yang pernah turun di PON Aceh-Sumut,” kata Eko Surcahyo saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (13/2).

Lebih lanjut ia menjelasakan, 150 atlet itu adalah atlet dari beberapa kabupaten/kota di Jatim yang sudah menjalani seleksi. “Sebagian ada yang juara Kejurprov dan juara Porprov Jatim tahun lalu, kemudian ada juga beberapa atlet PON,” kata Eko Surcahyo. 

Ia juga mengatakan persaingan untuk meraih juara di Kejurnas kali ini juga sangat ketat karena 18 provinsi juga mengirimkan atlet terbaiknya. “Saya yakin persaingan untuk meraih medali emas sangat ketat,” katanya.

Pada kesempatan itu Eko Surcahyo juga mengatakan, Kejurnas ini juga berdampak bagi Pengcab PBJI di kabupaten/kota karena sebagai tolok ukur untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang digelar di Malang Raya Bulan Juli mendatan. “Saya yakin para atlet daerah yang juara di Kejurnas memiliki peluang besar meraih juara di Porprov,” katanya.

Saat disinggung mengenai acara pembukaan Kejurnas Piala Kajati Cup 2025, Eko mengatakan kalau Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman bersama Kajati Jatim, Dr. Mia Amiati, SH,MH, CMA akan hadir dan membuka Kejurnas. “Kejurnas akan dibuka oleh Ketua KONI Pusat dan Kajati,” katnya.

 Seperti diketahui pada Kejurnas kali ini akan mempertandingkan kelas Newaza putra-putri, Contact, Fighting System, Duo Show System dan juga mempertandingkan test event pemula atau junior under 14 tahun. Khusus untuk test event ini pesertanya di batasi akan mengikuti dua nomor pertandingan yakni Newaza dan Fighting.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.