JAKARTA– Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak menjalani pemeriksaan kesehatan di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Minggu (16/2).
Pelaksanaan tes kesehatan ini dilakukan sebagai salah satu syarat wajib sebelum pelaksanaan pelantikan pada 20 Februari 2025 mendatang. Hal ini juga sebagai tindak lanjut dari surat radiogram Kemendagri nomor 100.2.1.3/644/SJ.
Kedatangan Khofifah dan Emil disambut oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Dalam pemeriksaan ini turut mendampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim Lilik Pudjiastuti dan Direktur RSUD Dr. Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa.
Usai menjalani pemeriksaan, Khofifah menyampaikan, medical check up yang dijalani berjalan lancar. Tak hanya itu, ia juga memastikan bahwa kondisi kesehatannya dan Emil dinyatakan normal dan sehat.
“Saya dan Mas Emil telah melakukan pemeriksaan kesehatan hari ini. Alhamdulillah pelaksanaan tes kesehatan berjalan lancar. Hasil tes gula darah, tensi, maupun kolesterol, semuanya normal,” terangnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa dirinya bersama Emil siap menjalani proses pelantikan. Setelahnya, akan mengikuti tahapan orientasi kepala daerah atau retreat di Magelang, Jawa Tengah.
“Kami siap untuk melaksanakan proses selanjutnya. Mulai dari gladi kotor, gladi bersih, pelantikan, hingga retreat di Magelang,” jelasnya.
Sebagai informasi, usai pelantikan sejumlah kepala daerah terpilih wajib mengikuti pembekalan atau retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang selama 1 Minggu yaitu tanggal 21-28 Februari 2025.
SURABAYA-KEMPALAN: Inilah hebatnya jurnalis. Tak ada istilah pensiun dalam menulis. Usia bukanlah halangan. Selama otak dan hati masih bekerja, tangan masih bisa digerakkan, karya akan terus dilahirkan.
Ungkapan itu disampaikan Sapto Anggoro, Ketua Komisi Pendataan, Penelitian dan Ratifikasi Dewan Pers periode 2022-2025 saat memberikan komentar penerbitan Buku Antologi Puisi ke-7 karya komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas). Bertajuk “Menulis dengan Nurani”, launching buku antologi puisi tersebut berlangsung Sabtu sore (15/2) di Fairway Nine Mall (ex Lenmarc Mall), Jl. Mayjend Joyo Sewoyo No.9 Pradah Kali Kendal, Surabaya.
Menurut Ketua Warumas Kris Maryono, penerbitan buku antologi ini dimaksudkan untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Pers Nasional 2025. Tema sengaja dipilih sebagai cermin kerja seorang wartawan yang kini berkarya di ranah sastra puisi tentang perlunya mengedepankan nurani dalam berkarya. Ke depannya, Warumas tetap akan menerbitkan buku antologi puisi, khususnya setiap peringatan HPN, lanjut mantan wartawan RRI Surabaya tersebut.
Para wartawan senior yang tergabung dalam komunitas Warumas.
Tidak beda dengan penerbitan sebelumnya, ada 12 penulis puisi yang tergabung dalam komunitas Warumas, walaupun dengan komposisi penulis yang berbeda. Mereka adalah para wartawan senior berusia 50 sampai 70 tahun, dan sebagian masih aktif sebagai wartawan. Ke-12 penulis tersebut antara lain : Achmad Pramudito, Amang Mawardi, Aming Aminoedhin, Arieyoko, Ida Noershanty Nicholas, Imung Mulyanto, Kris Maryono, Mudjianto, Riamah M. Douliat, Rokim Dakas, Sasetya Wilutama dan Toto Sonata.
Disamping itu ada 4 orang penulis tamu yang ikut menyertakan karya puisinya. Yakni, Dr Eko Pamuji (dosen & praktisi jurnalistik), Hariono Santoso (mantan Dirut TVRI), Nunung Harso (Ketua Ikatan Wanita Pelukis Indonesia) dan Suhartatik (guru & penulis buku).
Beberapa pejabat & tokoh masyarakat juga memberi kata pengantar dan sambutan, antara lain Kadis Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dwi Agustin, S.Si, M.Ip, Ketua Dewan Pers Sapto Anggoro, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat Dr Dhimam Abror Djunaid, Ketua PWI Jatim Lutfil hakim, Bupati Magetan 2019-2024 Dr Suprawoto, Tokoh Pers Jawa Timur M. Yousri Raja Agam, dan CEO Dedurian Park Yusron Aminulloh.
Juara Lomba Karya Puisi Yang menarik, dalam penerbitan buku antologi puisi ke-7 ini, juga menampilkan karya para pemenang lomba menulis puisi untuk siswa SMP/SMA/SMK se Jawa Timur. Lomba ini diadakan komunitas Warumas bekerja sama dengan iniSurabaya.com yang bertujuan untuk menggairahkan minat berliterasi khususnya karya puisi di kalangan remaja.
Di luar dugaan, jumlah peserta membludak. Ketiga juri, Arieyoko, Aming Aminoedhin, dan Toto Sonata cukup kewalahan membaca satu persatu karya para peserta, sebab sebagian besar mempunyai kualitas yang sangat bagus. Menurut Ketua Panitia Lomba Achmad Pramudito yang juga Pemimpin Redaksi iniSurabaya.com, dari 200 karya peserta, tersaring dengan perbedaan nilai yang tipis, sebanyak 5 karya pemenang.
Lima terbaik karya puisi tersebut, Jejak di atas Kertas karya Aliya Qurani Maridza M dari SMP Negeri 22 Surabaya, Di balikLayar Kelam karya Ardan Maulana Ardinata dari SMK Negeri 1 Pacitan, Jejak Abadi Sang Nurani karya Fabian Bima Attreza dari Mts Negeri 12 Banyuwangi, Jejak Pemuda di Tanah Merdeka karya Muhamad Arobi Maulana dari SMK Negeri 3 Bondowoso, dan Ombak yang Merindu Dermaga karya Salsabila Naqiyyah dari SMA Negeri 2 Bojonegoro.
Kelima pemenang lomba membacakan karya puisinya dalam acara launching buku antologi tersebut. Beberapa guru pembimbing ikut hadir. Bahkan Kepala Sekolah MTs Negeri 2 Banyuwangi Uswatun Hasanah, S.Ag ikut pula membaca karya puisi anak didiknya. (Dwi Arifin)
Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA-KEMPALAN: Rangkaian gelaran Kongres XVIII Muslimat NU resmi ditutup hari ini, Sabtu (15/2). Selama enam hari penuh, seluruh perwakilan Muslimat NU dari seluruh provinsi di Indonesia dan juga dari luar negeri telah menyelesaikan rangkaian kongres dan juga musyawarah kerja nasional.
Untuk itu, secara khusus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan beribu terima kasih atas seluruh semangat dan dedikasi yang telah diberikan selama berlangsungnya kongres.
“Ibu-ibu selamat kembali ke daerah masing-masing, terima kasih. I love you full,” kata Khofifah pada seluruh jamaah Muslimat NU saat penutupan. Tak lupa kedua tangan Khofifah turut digabungkan membentuk bentuk hati.
Lebih lanjut Khofifah menegaskan para peserta kongres, yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang, hari ini sudah bersiap untuk melaksanakan plan of action yang telah dirumuskan dalam kongres dan juga mukernas.
“Alhamdulillah hari ini penutupan dan para peserta akan kembali ke daerah masing-masing dengan catatan-catatan plan of action yang mereka siap untuk tindaklanjuti baik hasil Kongres maupun hasil Mukernas. Karena bersamaan dengan kongres juga ada musyawarah kerja nasional untuk lima perangkat Muslimat NU yang berbadan hukum,” tegas Khofifah.
Khofifah foto selfie bersama Muslimat NU.
Sebagaimana diketahui, Muslimat NU sejauh ini menangani 209 panti asuhan, 111 rumah sakit, rumah sakit ibu dan anak, klinik pratama, klinik utama. Kemudian berikutnya juga ada Yayasan Pendidikan Muslimat NU, lembaga ini mengelola 14.350 lembaga pendidikan, kemudian 9.800-an TK dan RA dan kemudian juga 6800-an PAUD.
Selain itu Muslimat NU juga punya BLK itu 11 BLK. Serta sebanyak empat induk koperasi wanita salah satunya adalah Muslimat NU. Tidak hanya itu Muslimat NU juga memiliki lebih 72.000 majelis taklim di seluruh daerah di Indonesia.
“Kepada seluruh muslimat yang kami prioritaskan adalah kami meminta untuk segera menyiapkan fasilitasi untuk menjadi mitra dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kita sudah bekerjasama dan mengkomunikasikan dengan kepala BGN. Dan kira-kira Muslimat akan mendapatkan 1.000 titik dapur sehat,” tegas Khofifah.
“Jadi itu yang saya pesankan mereka. Bahkan kalau bisa sebelum jam 2 hari ini bisa diidentifikasi, berapa dari mereka yang sebetulnya siap untuk menyelenggarakan untuk beberapa titik,” imbuhnya.
Ditegaskan wanita yang juga gubernur Jatim terpilih untuk periode 2025-20230 ini, sinergi dengan BGN bahwa muslimat akan menyiapkan dapur sehat sangat antusias disambut oleh para pengurus Muslimat NU di daerah. Salah satu yang merespon antusias adalah Papua.
“Yang kemarin memberikan respon luar biasa adalah daerah-daerah di Papua. Ini sangat luar biasa untuk bisa menyediakan kebutuhan gizi bagi anak-anak bangsa hingga pelosok negeri,” tegasnya.
Di sisi lain, dalam kesempatan ini Khofifah juga menjelaskan bahwa dalam kongres ini turut dilakukan perubahan struktur organisasi dalam Muslimat NU. Bahwa untuk pimpinan pusat Muslimat NU kini ada Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU selain Ketua PPMNU.
“Jadi di kongres ini ada perubahan penguatan struktur di dewan Pembina, yaitu ada Ketua Umum Dewan Pembina, kemudian di pengurus pusatnya ada Ketua Muslimat NU. Jadi ketua umumnya ada di Dewan Pembina sementara di ketua muslimatnya itu ketua bukan ketua umum, kira-kira strukturnya seperti itu,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)
SURABAYA-Rangkaian gelaran Kongres XVIII Muslimat NU resmi ditutup hari ini, Sabtu (15/2/2025). Selama enam hari penuh, seluruh perwakilan Muslimat NU dari seluruh provinsi di Indonesia dan juga dari luar negeri telah menyelesaikan rangkaian kongres dan juga musyawarah kerja nasional.
Untuk itu, secara khus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan beribu terima kasih atas seluruh semangat dan dedikasi yang telah diberikan selama berlangsungnya kongres.
“Ibu-ibu selamat kembali ke daerah masing-masing, terima kasih. I love you full,” kata Khofifah pada seluruh jamaah Muslimat NU saat penutupan. Tak lupa kedua tangan Khofifah turut digabungkan membentuk bentuk hati.
Lebih lanjut Khofifah menegaskan para peserta kongres, yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang, hari ini sudah bersiap untuk melaksanakan plan of action yang telah dirumuskan dalam Kongres dan juga Mukernas.
“Alhamdulillah hari ini penutupan dan para peserta akan kembali ke daerah masing-masing dengan catatan-catatan plan of action yang mereka siap untuk tindaklanjuti baik hasil Kongres maupun hasil Mukernas. Karena bersamaan dengan kongres juga ada musyawarah kerja nasional untuk lima perangkat Muslimat NU yang berbadan hukum,” tegas Khofifah.
Sebagaimana diketahui, Muslimat NU sejauh ini menangani 209 Panti Asuhan, 111 rumah sakit, rumah sakit ibu dan anak, klinik pratama, klinik utama. Kemudian berikutnya juga ada Yayasan Pendidikan Muslimat NU, lembaga ini mengelola 14.350 lembaga pendidikan, kemudian 9.800-an TK dan RA dan kemudian juga 6800-an PAUD.
Selain itu Muslimat NU juga punya BLK itu 11 BLK. Serta sebanyak empat induk koperasi wanita salah satunya adalah Muslimat NU. Tidak hanya itu Muslimat NU juga memiliki lebih 72.000 majelis taklim di seluruh daerah di Indonesia.
“Kepada seluruh Muslimat yang kami prioritaskan adalah kami meminta untuk segera menyiapkan fasilitasi untuk menjadi Mitra dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kita sudah bekerjasama dan mengkomunikasikan dengan Kepala BGN. Dan kira-kira Muslimat akan mendapatkan 1.000 titik dapur sehat,” tegas Khofifah.
“Jadi itu yang saya pesankan mereka. Bahkan kalau bisa sebelum jam 2 hari ini bisa diidentifikasi, berapa dari mereka yang sebetulnya siap untuk menyelenggarakan untuk beberapa titik,” imbuhnya.
Ditegaskan wanita yang juga Gubernur Jatim Terpilih untuk periode 2025-20230 ini, sinergi dengan BGN bahwa Muslimat akan menyiapkan dapur sehat sangat antusias disambut oleh para pengurus Muslimat NU di daerah. Salah satu yang merespon antusias adalah Papua.
“Yang kemarin memberikan respon luar biasa adalah daerah-daerah di Papua. Ini sangat luar biasa untuk bisa menyediakan kebutuhan gizi bagi anak-anak bangsa hingga pelosok negeri,” tegasnya.
Di sisi lain, dalam kesempatan ini Khofifah juga menjelaskan bahwa dalam kongres ini turut dilakukan perubahan struktur organisasi dalam Muslimat NU. Bahwa untuk pimpinan pusat Muslimat NU kini ada Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU selain Ketua PPMNU.
“Jadi di kongres ini ada perubahan penguatan struktur di dewan Pembina, yaitu ada Ketua Umum Dewan Pembina, kemudian di pengurus pusatnya ada Ketua Muslimat NU. Jadi ketua umumnya ada di Dewan Pembina sementara di ketua muslimatnya itu ketua bukan ketua umum, kira-kira strukturnya seperti itu,” pungkas Khofifah.
SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 100.3.4/3322/436.8.6/2025 tentang Pelaksanaan Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M di Kota Surabaya. Surat Edaran tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan dibagikan kepada lurah, camat, Ketua RT/RW, pengurus Masjid/Musala, lembaga sosial/keagamaan, hingga pengelola usaha di Kota Pahlawan. “Surat edaran tersebut dalam rangka menjamin keamanan, ketertiban dan ketentraman dalam pelaksanaan Ibadah Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M di Kota Surabaya,” terang Wali Kota Eri dalam Surat Edaran yang diterbitkan pada Sabtu (15/2).
Selanjutnya, pengurus masjid/musala dan/atau lembaga sosial/keagamaan/ kelompok masyarakat dapat mengatur pembagian takjil atau makanan gratis pada saat buka puasa atau sahur atau dapat disalurkan melalui masjid/musala dan/atau lembaga sosial/keagamaan guna menghindari terjadinya kemacetan.
Kemudian terkait pembagian zakat fitrah, lewat SE tersebut Wali Kota Eri menyarankan agar pembagiannya dapat melalui Badan Amil dan Zakat masing-masing wilayah di Kota Surabaya untuk menghindari antrean/kerumunan para penerima zakat (Mustahiq) dan kemacetan lalu lintas. Lalu penggunaan pengeras suara di masjid/musala agar berpedoman pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid/Musala.
“Salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/2025 M dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka mengikuti kebijakan pemerintah yang berlaku. Serta, melakukan antisipasi penyebaran materi yang isinya provokasi melalui media sosial atau media cetak dari kelompok radikal/intoleransi,” lanjutan isi pada poin pertama SE tersebut.
Pada poin kedua, SE ini mengatur tentang pelaksanaan kegiatan buka puasa/sahur. Dimana pengelola restoran, rumah makan, kafe, warung/warteg atau hotel dapat menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama atau menyediakan layanan makan di tempat (Dine in) dan dihimbau tidak melakukan kegiatan usaha secara mencolok dengan memasang tirai penutup pada siang hari.
Di samping itu, kegiatan membangunkan sahur (patroli sahur) dapat dilaksanakan dengan tertib agar tidak mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Kemudian, pelaksanaan kegiatan Sahur Bersama atau On The Road wajib memberitahukan kepada aparat wilayah setempat.
“Bagi masyarakat yang menunggu waktu menjelang berbuka puasa agar tidak di sekitar saluran/badan air (bozem, danau, tambak, waduk, sungai dan laut) atau lokasi yang membahayakan lainnya. Para orang tua/tokoh agama, tokoh masyarakat agar menghimbau anak-anak dan/atau remaja untuk tidak melakukan aktivitas yang membahayakan/melanggar hukum,” demikian isi dalam poin kedua SE tersebut.
Poin ketiga mengatur tentang penyelenggaraan kegiatan usaha di Kota Surabaya selama Bulan Suci Ramadan dan Malam Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/2025 M. Diskotek, kelab malam, karaoke dewasa, karaoke keluarga, spa dan pub/rumah musik diwajibkan menutup dan menghentikan kegiatan usaha, termasuk yang berada atau menjadi fasilitas hotel dan restoran.
“Panti pijat diwajibkan menutup dan menghentikan kegiatan kecuali battra tusuk jari (akupressuris), battra refleksi dan battra pijat urat,” lanjutan isi poin ketiga SE tersebut.
Selain itu, kegiatan rumah biliard (bola sodok) dilarang membuka kegiatan usahanya, kecuali yang digunakan sebagai tempat latihan olahraga harus terlebih dahulu memperoleh izin dari Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Surabaya berdasarkan usulan dari Persatuan Olahraga Bola Sodok Indonesia (POBSI) Cabang Surabaya.
“Pertunjukan bioskop dilarang memutar film mulai pukul 17.30 WIB (waktu salat Maghrib/berbuka puasa) sampai dengan pukul 20.00 WIB (waktu salatj Isya/Tarawih),” isi lanjutan poin ketiga dalam SE.
Poin keempat, pelaku usaha dilarang memajang, mengedarkan, menjual dan/atau menyajikan minuman beralkohol selama Bulan Suci Ramadan, malam Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/ 2025 M dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H / 2025 M.
Poin kelima, setiap orang atau pemilik usaha dilarang membuat, mengedarkan, menjual atau menyalakan petasan selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/2025 M, guna mencegah terjadinya bahaya ledakan/kebakaran.
“Seluruh warga masyarakat diharapkan mematuhi dan menjaga kondusivitas, ketertiban umum, ketentraman masyarakat serta menjunjung tinggi nilai toleransi selama pelaksanaan Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/2025 M,” isi poin keenam.
Sementara itu, poin ketujuh mengatur tentang pengawasan pelaksanaan ibadah dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat selama Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/2025 M dilaksanakan oleh Perangkat Daerah terkait bersama jajaran TNI dan POLRI, beserta tokoh agama, tokoh masyarakat se-kota Surabaya.
“Masyarakat agar mengantisipasi perubahan iklim/cuaca ekstrem sewaktu-waktu,” isi poin ke delapan.
Pada poin kesembilan, para camat bersama Danramil dan Kapolsek, para lurah bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, agar melaksanakan operasi di wilayah kerja masing-masing untuk mencegah/menindak warung pangku, judi offline dan online, peredaran minuman keras di tempat-tempat yang tidak diizinkan, balap liar, perang sarung, parkir liar dan pungutan liar.
Poin kesepuluh, Wali Kota Eri mengimbau apabila terjadi kondisi darurat/menemukan kejadian yang membutuhkan pertolongan agar menghubungi Pos Polisi terdekat, Call Center Kepolisian telepon 110/Command Center telepon 112 (bebas pulsa).
“Pelanggaran terhadap Surat Edaran ini akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku,” demikian bunyi poin kesebelas dalam SE tersebut. (Dwi Arifin)
TAMAN, SEPANJANG, SIDOARJO: Nuansa Memukau Harga Terjangkau. Semarak bisnis kuliner di mana-mana dengan hasil menjanjikan hal itu membuat sosok Saefudin 45 asli putra madura anak dari pasangan HM.Noor dan Hj.Sucha turut ambil kesempatan ini. Saefudin yang telah sukses di bisnis counter handphone selama 15 tahun bisnis counter hanphone membawa berkah bagi Saefudin, hingga kini ia telah mempunyai 12 counter yang tersebar di Sidoarjo dan Gresik. Counter Nisffu digelutinya Sejak 2008 lalu. Selanjutnya awal tahun 2025 lalu terbersit untuk mencoba bisnis kuliner dimana Saefudin yang kini dikaruniai 3 anak ini memberanikan diri ekspansi dengan membuka bisnis barunya pada 15 Februari yakni Warkop Tretan. Dalam acara grand opening Warkop Tretan menggelar acara mancing bersama gratis di anak sungai depan Warkop Tretan. Acara mancing gratis ini disambut masyarakat Sidoarjo khususnya para pemancing mania. Sementara meski tergolong usaha baru dibidang kuliner, Saefudin nantinya juga akan membuka gerai di beberapa daerah. “Kalau Warkop Tretan ini jalan lancar, saya juga akan membuka warkop Tretan di beberapa tempat sebagai cabang Warung Tretan. Saat ini Warung Tretan yang berada di daerah Ngelom Rolak Kecamatan Taman desa Tawangsari, tidak pernah sepi pengunjung yang harganya terjangkau. Suasana WarTre yang di desain seperti nuansa kafe pada umumnya memberikan rasa nyaman dan rileks karena memang jauh dari kebisingan. Nampak nuansa warkop yang memukau ini ternyata dalam sajian menunya harganya masih terjangkau alias murah meriah. (Moy)
PACET, MOJOKERTO – KEMPALAN: Hari pertama Rihlah Sinergi dakwah ke empat telah dimulai dan dibuka oleh Dhimam Abror, seorang tokoh pers nasional. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al Qur’an.
Suara gemuruh dan penuh semangat dari peserta membuat merinding bulu kuduk, tanda kecintaan mereka kepada negaranya, Indonesia.
Peserta rihlah dari kiri ke kanan: Ashuri (Kokam PP Muhammadiyah), Nurwidji (Ketua PDM Muhammadiyah Mojokerto), Haryono, Andri Kurniawan
Menurut Dwi Hartini dan Abdurahman Wahid (panitia) mengatakan bahwa jumlah peserta yang hadir sesuai absen sebanyak 266 orang dari berbagai lapisan masyarakat.
“Kegiatan rihlah ini murni tidak ada kepentingan apapun kecuali untuk dakwah dan bersinergi demi untuk perubahan ke arah yang lebih baik”ucap Abdurrahman Wahid (ketua panitia) yang berasal dari Mojokerto.
Kokam Mojokerto berperan aktif, bersinergi membantu keamanan
“Salah satu bentuk sinerginya adalah berupa dukungan keamanan dan ketertiban dari Kokam Muhammadiyah”, tambah Abdurrahman Wahid ketika diwawancarai kempalan.
Kegiatan yang bagus ini dilaksanakan di salah satu vila yang berada di Pacet Mojokerto Jawa Timur.
Masih menurut Abdurrahman Wahid, “Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dari seluruh peserta, iuran dan tenaga semua berasal dari peserta”.
Rencana kegiatan rihlah yang sangat bagus untuk memupuk persatuan dan kesatuan serta mensinergikan segala hal yang positif tersebut dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.
Hadir sebagai salah satu peserta sekaligus tokoh masyarakat Mojokerto adalah Dr. H. Nurwidji, Dra. MHA yang kebetulan menjadi Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah).
Selain Nurwidji, nampak hadir sebagai peserta sekaligus membantu mengkoordinir keamanan adalah Ashuri Alhari (Ketua KOKAM PP Muhammadiyah).
Ketua dan anggota panitia rihlah dakwah IV
Dalam kesempatan itu, beberapa nara sumber mengemukakan pentingnya persatuan dan kesatuan setelah pemilu. “Setelah kita menjalani perhelatan pemilihan presiden dan wakil presiden beberapa bulan yang lalu, sudah selayaknya kita menjaga persatuan dan kesatuan dan membangun negara ini”, ucap Habib Zainal Abidin Bil Faqih.
Peserta ibu-ibu yang penuh semangat, salah satunya adalah ibu Dhimam Abror (tengah)
Sementara ustadz Andri Kurniawan mengatakan, ” Prabowo membawa semangat kebangsaan dan persatuan dengan strateginya yang baik dalam mengelola keamanan dan kekuatan negara ini”.
Sementara Edy Mulyadi (Youtuber) dengan penuh semangat memberi penjelasan mengenai kasus Pagar Laut di Tangerang dan menyoroti penanganan kasus tersebut yang dianggapnya kurang tegas terhadap para tersangka dan tokoh dibalik pemagaran laut tersebut.
Hingga pukul 16.31 WIB nampak peserta tetap semangat mendengarkan paparan dari para Nara sumber. Selain masalah kebangsaan dan kecintaan kepada negara Indonesia, hampir semua nara sumber menyampaikan ayat suci Al Qur’an dengan kebaikannya dan menyisipkan pesan-pesan positif. (Izzat)
SURABAYA-KEMPALAN: Cinta menjadi topik diskusi yang seru dalam gelaran Munio edisi ke-5, yang berlangsung di pendopo kampus Stikosa AWS, Jumat (14/2) sore. Bertajuk “Cinta Bersabarlah”, forum komunikasi dan belajar terbuka ini mengangkat beragam ungkapan cinta dari narasumber beragam profesi dan usia.
Gelaran ini makin menarik dengan tampilan pemusik Arul Lamandau yang menampilkan lagu-lagu karyanya bertema cinta.
“Setiap hari kita sedang mengejar cinta masing-masing. Mahasiswa yang sedang menuntaskan skripsi, orang yang sedang memperjuangkan pekerjaannya. Pada hakekatnya juga wujud dari cinta. Untuk mengejar cinta itu dibutuhkan kesabaran. Oleh karena itu di hari kasih sayang ini kita mengangkat tema ini,” ujar Athok Murtadhlo, salah satu moderator narasumber.
Diskusi lesehan yang dikemas dengan santai ini dipandu tiga moderator. Selain Athok, yang juga dosen Stikosa AWS, juga Hari mahasiswa RPL Stikosa AWS (rekognisi pembelajaran lampau) dan Gagas Aji, dosen Stikosa AWS.
Hal yang menarik dalam suasana diskusi tersebut adalah, tidak ada sekat antara dosen dan mahasiswa. Masing-masing bisa saling bercanda, saling mengemukakan pendapatnya secara bebas.
Salah satu moderator bahkan melempar joke dengan menyindir seorang narasumber dari mahasiswa yang berpacaran dengan teman sesama mahasiswa.
“Memang suasana seperti inilah yang kita inginkan dari konsep Munio. Hubungan dosen dengan mahasiswa seperti sahabat, dan mahasiswa bebas berbicara. Diskusi ilmiah tidak harus berada di ruang kampus,” ujar Gagas Aji.
Ia menyitir statement Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bahwa sekarang ini banyak orang menyampaikan aspirasi dengan amarah. “Oleh karena itu melalui diskusi santai semacam ini, kita belajar menyampaikan aspirasi secara terbuka dengan tetap santun” tambah Gagas.
Dua perwakilan mahasiswa Stikosa AWS yang tampil dalam forum diskusi adalah Damara, ketua UKM Surabaya Muda dan Sabrina dari Face of Indonesia. Damara dan Sabrina menyatakan ekspresi cintanya ke kampus dengan aktif dalam kegiatan mahasiswa. Menurut Damara, UKM Surabaya Muda fokus pada produksi konten digital yang memakai kaidah jurnalistik dan event organizer.
Beberapa kali unit kegiatan mahasiswa ini menggelar event di BG Junction Mall. Sedangkan Face of Indonesia, selain produksi konten jurnalistik juga mengemas konten pendidikan.
“Karya skripsi yang bagus kita peras dan kita kemas sebagai konten yang menarik di media sosial. Hal ini bertujuan untuk memotivasi anak muda dan mengimbangi konten-konten yang tidak mendidik di berbagai medsos” ujar Sabrina, perwakilan dari Face to Indonesia.
Aulia Mawardhika, mahasiswi RPL Stikosa AWS dan anggota legislatif dari Partai Golkar ini memandang cinta dari sisi politik. Menurutnya, jika berpolitik tidak dengan cinta maka seorang politikus tidak akan sepenuh hati melayani masyarakat yang telah memberikan suaranya.
Bagi Aulia, perwujudan rasa cinta ini antara lain dengan memberi perhatian kepada warga di dapilnya, membantu pertumbuhan mereka serta membuat masyarakat termotivasi.
Pendapat menarik disampaikan Zainal Arifin Emka. Dosen jurnalistik Stikosa AWS dan penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tersebut mengatakan, jika memilih mencintai atau dicintai. Pilihlah mencintai. Sebab mencintai posisinya memberi. “Bukankah tangan di atas atau memberi, lebih baik dari tangan di bawah ?” ujarnya.
Menurut mantan Wakil Pimpinan Redaksi Harian Surabaya Post tersebut, cinta adalah kecenderungan hati kepada sesuatu disertai kesediaan berkorban kepada sesuatu. Jika seseorang mencintai sesuatu, maka ia akan rela berkorban untuk sesuatu yang dicintai. Bisa berkorban materi, waktu, tenaga, dan sebagainya.
Di akhir acara, penggagas program Munio Dr Sukowidodo mengatakan, program ini merupakan program yang unik. Peristiwa seorang mahasiswi anak orang kaya di Surabaya melakukan bunuh diri karena takut akan masa depan memberikan inspirasi bahwa mahasiswa perlu diberi ruang dialog untuk mengeluarkan uneg-uneg dan pendapatnya.
Maka, melalui program Munio ini, diberikan wadah untuk bersuara. Tidak ada batas antara mahasiswa dan dosen. Semuanya berkumpul dalam satu ruang dialog terbuka.
Kini program Munio berkembang. Tidak hanya digelar secara off air, namun juga dikemas sebagai program televisi bertajuk “Munio On Screen” yang mulai tayang di munio.tv Youtube dan rencananya akan disiarkan secara reguler di TVRI Jatim.
“Episode demi episode program Munio On Screen mulai rutin diproduksi di Studio Laboratorium TV Stikosa AWS,” ujar Direktur Pengembangan & Kerjasama Stikosa AWS ini. (Dwi Arifin)
SURABAYA-KEMPAPAN: Khofifah Indar Parawansa terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU periode 2025-2030 dalam Kongres XVIII Muslimat NU yang digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (15/2).
Praktis, ini merupakan periode kelima Khofifah memimpin Muslimat NU yang disebut memiliki sekitar 36 juta anggota tersebut.
Hanya saja, jika sebelumnya jabatan Khofifah tercantum sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, kali ini sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU. Sedang posisi Ketua PP Muslimat NU dijabat oleh Arifatul Choiri Fauzi atau lebih akrab disapa Arifah Fauzi.
Proses pemilihan dalam kongres kali ini berlangsung cukup panjang. Hal ini akibat adanya perubahan struktur organisasi yang cukup signifikan. Pasalnya, PBNU menginginkan agar Muslimat NU mengadopsi struktur organisasi serupa dengan PBNU, yaitu adanya Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah.
Selain perubahan struktur organisasi, periodesasi kepengurusan juga turut mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya satu periode kepengurusan selama delapan tahun, kini diputuskan satu periode kepengurusan hanya lima tahun.
Selain itu, kongres memutuskan struktur kepemimpinan Muslimat NU kini terdiri dari Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU dan Ketua PP Muslimat NU.
Dalam keterangannya usai terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah menjelaskan bahwa perubahan struktur dalam organisasi Banom Muslimat NU telah melalui proses koordinasi dengan PBNU.
“Struktur baru ini berdasarkan hasil koordinasi beberapa hari terakhir dan pendampingan PBNU. Jadi, ada PBNU yang memang diutus untuk melakukan pendampingan pada proses kongres oleh badan otonom sampai dengan proses pemilihan,” kata Khofifah.
Dia menyebut ada dua perwakilan dari PBNU yang ditugaskan untuk memberikan pendampingan selama kongres berlangsung. Mereka juga turut serta dalam proses sidang komisi yang membahas Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT).
“Itulah struktur baru yang kemudian disepakati di PD/PRT, kemudian masuklah di tatib pemilihan dan sudah selesai,” jelasnya.
Sejak pertama kali menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU pada tahun 2000, Khofifah telah melewati empat periode kepemimpinan. Dalam Kongres XVIII ini, tidak ada calon lain yang mengajukan diri untuk bersaing.
Dalam penyampaian pandangan umum pengurus wilayah terhadap laporan pertanggungjawaban kepengurusan Khofifah periode 2016-2024, mayoritas menyatakan mendukung mantan Menteri Sosial RI ini tetap memimpin Muslimat NU. Dari 37 pengurus wilayah, 36 diantaranya menyatakan mendukung dan hanya satu yang tidak mendukung. (Dwi Arifin)