Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 04:12 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perbanyak Berbagi di Bulan Ramadan

MOJOKERTO-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk banyak berbagi di bulan Ramadan. Hal ini disampaikan saat Khofifah memberikan santunan dan paket peralatan sekolah bagi 200 anak Yatim serta bantuan sosial bagi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dan PKH Plus di Pendopo Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/3).

Selain bansos, Khofifah juga menyerahkan Waqaf Al Qur’an kepada lansia PKH Plus dan ASPD. Santunan turut diserahkan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dan Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi.

Santunan bagi anak yatim ini sendiri merupakan rangkaian acara Tasyakuran usai Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa santunan anak yatim di Bulan Suci Ramadan ini merupakan bagian dari bermuamalah, tidak hanya kepada Allah (hablum minallah) tapi juga dengan manusia (hablum minannaas).

“Bulan Ramadan ini merupakan bulan suci, dimana kita berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat. Dan santunan anak yatim merupakan bagian dari berfastabiqul khairat, mencari ridho-Nya,” kata Khofifah.

“Oleh karena itu, kami ingin mengajak masyarakat memaknai momentum Ramadan ini sebagai indahnya berbagi kepada sesama, utamanya anak yatim,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini, Khofifah berpesan baik kepada Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Mojokerto yang hadir agar bekerja keras, kerja produktif dan kerja maksimal untuk proses pembangunan baik di Kabupaten maupun Kota Mojokerto.

“Setelah selesai retreat pembekalan di Lembah Tidar, kita harus kerja keras sat set wat wet. Mudah-mudahan semua berseiring dengan turunnya ridho dan barakah Allah untuk masyarakat Jawa Timur,” ucap Khofifah.

Khofifah juga meminta Kepala Daerah di Mojokerto untuk memperkuat kebersamaan, sinergitas maupun kolaborasi sebaik mungkin dengan seluruh elemen strategis di Kabupaten maupun Kota Mojokerto.

“Mari maksimalkan seluruh energi positif yang kita miliki untuk mendedikasikan kinerja terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. Mari kita bersama-sama membangun Jawa Timur guyub rukun,” ajak Khofifah.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran dan santunan anak yatim ini dimaknai sebagai rangkaian rasa syukur setelah sertijab yang telah dilakukan di DPRD Kabupaten Mojokerto.

“Kami berupaya menjaga tradisi yang baik dan mengambil inovasi yang baru agar lebih baik lagi ke depannya. Program kerja yang sudah baik akan kita lanjutkan, dan ke depannya kita perbarui lebih baik lagi untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ucap Barra.

“Tidak lupa, kami juga berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati terdahulu yang sudah memberikan pondasi dan bangunan yang kokoh untuk Kabupaten Mojokerto sehingga bisa memotivasi kami lebih maju lagi,” pungkasnya.(Dwi Arifin)

Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, Kabid Propam Polda Aceh yang “Gila” Bola

Kombes Pol Eddwi Kurniyanto (tengah) brrsama tim pelatih sepak bola PON XXI Jatim 2024.

SURABAYA-KEMPALAN: Siapa yang tak kenal Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, perwira polisi yang kini menjabat Kabid Propam Polda Aceh. Apalagi mantan pelatih dan pemain sepak bola PON Jatim XXI Aceh- Sumut 2024, pasti kenal dengan pria yang ramah, tegas, dan dikenal sangat “gila” bola ini.

Pasalnya, tim sepak bola Jawa Timur sempat dijamu makam malam di sebuah restoran cukup terkenal di Aceh oleh Kombes Eddwi Kurniyanto saat sukses merebut medali emas pada PON XXI 2024. Tidak hanya pemain yang dijamu, tapi juga seluruh pelatih dan official.

Bahkan, kenangan itu hingga kini tak bisa dilupakan oleh M.Zein Alhadad yang kala itu menjadi Asisten Pelatih Tim Sepak Bola Jatim mendampingi Fachri Husaini. Apalagi, jamuan makan malam itu diadakan bertepatan dengan tanggal kelahirannya, 19 September 2024 atau di hari ulang tahunnya yang ke-62.

“Pak Eddwi memang orang yang “gila” bola. Dia tidak hanya penggemar, tapi juga pemain bola yang cukup handal,” ujar Mamak, panggilan akrab M.Zein Alhadad.

Kombes Pol Eddwi Kurniyanto bersama Tim Sepak Bola.PON XXI Jatim 2024.

Kebetulan, Mamak  sudah cukup lama mengenal Eddwi Kurniyanto. Bahkan, jauh sebelum menjabat sebagai Kabid Propam Polda Aceh.

“Saya kenal Pak Eddwi sejak beliau masih menjabat sebagai Kapolres Probolinggo, kemudian Kapolres Madiun, dan Wadir Polda Aceh. Bahkan, saat sekarang beliau menjabat sebagai Kabid Propam Polda Aceh, hubungan kami tetap baik. Saya masih sering kontak beliau,” aku Mamak kepada kempalan.com, Kamis (6/3) siang.

Mamak yang merupakan mantan striker klub Galatama Niac Mitra Surabaya dan Timnas Indonesia di era tahun 1980-an ini bahkan mengaku punya hobi yang sama dengan Kombes Eddwi yang merupakan Alumni Akpol 2000. Keduanya sama-sama menyukai olahraga sepak bola dan bulutangkis.

Bahkan, saat Hari Pers, Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jawa Timur memberi penghargaan berupa SIWO PWI Jatim Award 2022 kepada Eddwi Kurniyanto di Wahana Ekspresi Pusponegoro, Kota Gresik.

Dasar para jurnalis olahraga memberikan penghargaan kepada Eddwi Kurniyanto sebagai tokoh penggerak olahraga, dikarenakan prestasinya sebagai Wakil Ketua Pengurus Besar Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim berhasil menggerakkan para atlet bulutangkis Jawa Timur sehingga mampu mencatat sejarah dengan membawa tiga medali emas di gelaran PON Papua 2021.

“Perjuangan Pak Eddwi bersama pengurus dan pelatih bulutangkis dalam menggerakkan atlet Jatim untuk meraih tiga emas di PON Papua dan mencatat sejarah untuk bulutangkis Jatim patut diberi apresiasi meskipun dia bertugas di Aceh,” kata Erwin Muhammad, Ketua SIWO PWI Jatim, kala itu.

Ini merupakan penghargaan  kedua dari SIWO PWI Jatim kepada Eddwi Kurniyanto. Sebelumnya,  Eddwi sudah pernah mendapatkan penghargaan saat membina tim sepakbola Bhayangkara FC pada tahun 2018. (Dwi Arifin)

Serahkan Santunan 200 Anak Yatim, Bansos PKH Plus dan ASPD di Mojokerto, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perbanyak Berbagi di Bulan Ramadan

KAB. MOJOKERTO– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan santunan dan paket peralatan sekolah bagi 200 anak Yatim serta bantuan sosial bagi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dan PKH Plus di Pendopo Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/3).

Selain bansos, Gubernur Khofifah juga menyerahkan Waqaf Al Qur’an kepada lansia PKH Plus dan ASPD. Santunan turut diserahkan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, dan Wakil Walikota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi.

Santunan bagi anak yatim ini sendiri merupakan rangkaian acara Tasyakuran usai Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa santunan anak yatim di Bulan Suci Ramadan ini merupakan bagian dari bermuamalah, tidak hanya kepada Allah (hablum minallah) tapi juga dengan manusia (hablum minannaas).

“Bulan Ramadan ini merupakan bulan suci, dimana kita berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat. Dan santunan anak yatim merupakan bagian dari berfastabiqul khairat, mencari ridho-Nya,” ujar Khofifah.

“Oleh karena itu, kami ingin mengajak masyarakat memaknai momentum Ramadan ini sebagai indahnya berbagi kepada sesama, utamanya anak yatim,” imbuh dia.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah berpesan baik kepada Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Mojokerto yang hadir agar bekerja keras, kerja produktif dan kerja maksimal untuk proses pembangunan baik di Kabupaten maupun Kota Mojokerto.

“Setelah selesai retreat pembekalan di Lembah Tidar, kita harus kerja keras sat set wat wet. Mudah-mudahan semua berseiring dengan turunnya ridho dan barakah Allah untuk masyarakat Jawa Timur,” ucap Khofifah.

Khofifah juga meminta Kepala Daerah di Mojokerto untuk memperkuat kebersamaan, sinergitas maupun kolaborasi sebaik mungkin dengan seluruh elemen strategis di Kabupaten maupun Kota Mojokerto.

“Mari maksimalkan seluruh energi positif yang kita miliki untuk mendedikasikan kinerja terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. Mari kita bersama-sama membangun Jawa Timur guyub rukun,” ajak Khofifah.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran dan santunan anak yatim ini dimaknai sebagai rangkaian rasa syukur setelah sertijab yang telah dilakukan di DPRD Kabupaten Mojokerto.

“Kami berupaya menjaga tradisi yang baik dan mengambil inovasi yang baru agar lebih baik lagi ke depannya. Program kerja yang sudah baik akan kita lanjutkan, dan ke depannya kita perbarui lebih baik lagi untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ucap Barra.

“Tidak lupa, kami juga berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati terdahulu yang sudah memberikan pondasi dan bangunan yang kokoh untuk Kabupaten Mojokerto sehingga bisa memotivasi kami lebih maju lagi,” pungkasnya.

Sekdaprov Adhy Pesankan Penyusunan RPJMD Kabupaten Pasuruan Selesai Enam Bulan

PASURUAN-KEMPALAN: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan periode 2025–2030 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/3).

Sertijab yang dilakukan dari Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan Nurcholis kepada Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih, H.M. Rusdi Sutejo dan H.M. Shobih Asrori yang ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Gubernur Jatim Khofifah dan Purna Pj. Bupati Pasuruan.

Kepada Bupati – Wabup Pasuruan terpilih, Sekdaprov Adhy Karyono secara khusus menekankan fokus penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Pasuruan harus selesai dalam waktu enam bulan. 

“Penyusunan RPJMD harus berpedoman pada RPJMD Provinsi, RPJMN, RTRW nasional, RTRW Provinsi, RTRW Kab. Pasuruan serta pertimbangan dokumen perencanaan daerah sekitarnya,” ungkap Adhy Karyono.

Ia melanjutkan, sebagai upaya membangun daerah menjadi lebih baik di tengah situasi tidak menentu, perlu adanya komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung berbagai program pemerintah pusat yang tertuang dalam Asta Cita. Diantaranya adalah makanan bergizi gratis, program pembangunan satu juta rumah murah, ketahanan dan kedaulatan pangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok jelang ramadhan dan program mudik gratis untuk lebaran.

Komitmen tersebut menurut Sekdaprov Jatim perlu didukung dengan perhatian pada berbagai indikator makro seperti capaian pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan. 

“Berdasarkan data BPS Kab. Pasuruan tahun 2024, capaian pertumbuhan ekonomi Kab. Pasuruan sebesar 5,34 persen, berada di atas capaian pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 4,93 persen,” jelasnya.

Selain itu, capaian GINI Rasio Kab. Pasuruan tahun 2024 sebesar 0,331, lebih rendah dari capaian GINI Provinsi sebeaar 0,373. Sedangkan tingkat kemiskinan Kab. Pasuruan tahun 2024 sebesar 8,63 persen, lebih rendah dari Prov. Jatim sebesar 9,79 persen. 

“Tentu ini start yang bagus untuk mengawali berbagai program ke depannya,” ucapnya optimistis.

Sementara itu, Adhy Karyono juga menyoroti beberapa indikator makro lain yang masih harus ditingkatkan. Diantaranya terkait Tingkat Pengangguran Terbuka Kab. Pasuruan Tahun 2024, sebesar 5,02 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata provinsi sebesar 4,19 persen. 

Sedangkan Nilai Indeks Pembangunan Manusia Kab. Pasuruan tahun 2024 mencapai 72,36 persen berada di bawah capaian provinsi Jawa Timur sebesar 75,35 persen. 

Di akhir, Adhy Karyono kembali mengingatkan pentingnya sinergitas antara Pemkab Pasuruan dengan DPRD Kab. Pasuruan. 

“Selamat bertugas. Selamat menjalankan semua program yang telah direncanakan dengan semua potensi yang dimiliki demi kemajuan Kab. Pasuruan,” tandasnya.(Dwi Arifin)

Khofifah Ingatkan Pentingnya Transportasi Publik di Wilayah Aglomerasi Gerbangkertosusila

MOJOKERTO-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian masa jabatan 2025-2030 di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/3).

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyampaikan terkait pentingnya transportasi publik yang terintegrasi, terutama di wilayah aglomerasi di sekitar Mojokerto yakni Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Terlebih, saat ini telah ada lima koridor Bus Trans Jatim yang menghubungkan berbagai rute di wilayah aglomerasi, termasuk Mojokerto. Bahkan dalam waktu dekat, akan ada penambahan rute, yakni Koridor 6 yang menghubungkan Sidoarjo-Mojokerto.

“Rencana pembukaan rute koridor 6 ini sangat penting bagi Mojokerto untuk mendorong terwujudnya pembangunan terintegrasi serta memperkuat konektivitas antar wilayah aglomerasi Gerbangkertosusila,” ujarnya.

Untuk itu, Khofifah meminta bupati dan wakil bupati Mojokerto untuk menangkap peluang ini. Terutama titik-titik mana saja yang jalurnya dikehendaki untuk dilewati Trans Jatim. Terutama di titik destinasi wisata maupun wilayah industri.

“Mohon dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim destinasi wisata mana yang dikehendaki menjadi rute tujuan Trans Jatim. Karena transportasi publik ini penting sebagai penyambung satu daerah dengan daerah lainnya,” terang Khofifah.

Selama ini, lanjut Khofifah, kehadiran Bus Trans Jatim ini sangat diminati dan ditunggu-tunggu masyarakat. Sejak diluncurkan, moda transportasi massal ini menjadi andalan masyarakat dalam beraktivitas, bahkan selalu ramai peminat. 

“Alhamdulillah hadirnya moda Bus Trans Jatim direspons baik oleh masyarakat. Banyak sekali testimoni pengguna Trans Jatim. Bahkan menurut Direktur Perhubungan Darat Kemenhub yang beberapa kali hadir di peresmian koridor Trans Jatim, armada Trans Jatim kita paling canggih teknologinya dari seluruh angkutan darat di indonesia,” kata Khofifah.

“Trans Jatim sudah pakai Artificial Intelligence (AI). Misal  ada  sistem yang memberikan informasi kapan waktu keberangkatan, waktu menunggu, waktu kedatangan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga mengingatkan kepada bupati dan wabup Mojokerto, agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mojokerto harus inline dengan RPJMD Provinsi dan RPJMN. Kemudian, RPJMD Kabupaten Mojokerto juga memperhatikan perencanaan pembangunan di wilayah aglomerasi.

“Detail plan yang tadi disampaikan Pak Bupati sangat bagus, kemudian bagaimana wilayah aglomerasi ini saling terintegrasi termasuk transportasi publiknya bagaimana bisa membantu koneksitas satu industri dengan industri lain di wilayah ini,” katanya.

“Pembangunan prinsipnya harus terintegrasi. Membangun Mojokerto harus melihat peta aglomerasi wilayah di sekitar. Jadi Pak Bupati, Pak Wabup, dan pimpinan DPRD maupun forkopimda plus harus saling bersinergi dan berkolaborasi agar berbagai proses pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)

Hadiri Sertijab Bupati-Wabup Mojokerto, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Transportasi Publik Wilayah Aglomerasi Gerbangkertosusila

KAB. MOJOKERTO– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian masa jabatan 2025-2030 di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/3).

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan terkait pentingnya transportasi publik yang terintegrasi, terutama di wilayah aglomerasi di sekitar Mojokerto yakni Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Terlebih, saat ini telah ada lima koridor Bus Trans Jatim yang menghubungkan berbagai rute di wilayah aglomerasi, termasuk Mojokerto. Bahkan dalam waktu dekat, akan ada penambahan rute, yakni Koridor 6 yang menghubungkan Sidoarjo-Mojokerto.

“Rencana pembukaan rute koridor 6 ini sangat penting bagi Mojokerto untuk mendorong terwujudnya pembangunan terintegrasi serta memperkuat konektivitas antar wilayah aglomerasi Gerbangkertosusila,” ujar Khofifah.

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto untuk menangkap peluang ini. Terutama titik-titik mana saja yang jalurnya dikehendaki untuk dilewati Trans Jatim. Terutama di titik destinasi wisata maupun wilayah industri.

“Mohon dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim destinasi wisata mana yang dikehendaki menjadi rute tujuan Trans Jatim. Karena transportasi publik ini penting sebagai penyambung satu daerah dengan daerah lainnya,” terang Khofifah.

Selama ini, lanjut Khofifah, kehadiran Bus Trans Jatim ini sangat diminati dan ditunggu-tunggu masyarakat. Sejak diluncurkan, moda transportasi massal ini menjadi andalan masyarakat dalam beraktivitas, bahkan selalu ramai peminat.

“Alhamdulillah hadirnya moda Bus Trans Jatim direspons baik oleh masyarakat. Banyak sekali testimoni pengguna Trans Jatim. Bahkan menurut Direktur Perhubungan Darat Kemenhub yang beberapa kali hadir di peresmian koridor Trans Jatim, armada Trans Jatim kita paling canggih teknologinya dari seluruh angkutan darat di indonesia,” kata Khofifah.

“Trans Jatim sudah pakai Artificial Intelligence (AI). Misal ada sistem yang memberikan informasi kapan waktu keberangkatan, waktu menunggu, waktu kedatangan dan lain sebagainya,” ungkap Khofifah menambahkan.

Lebih lanjut, Khofifah juga mengingatkan kepada Bupati dan Wabup Mojokerto, agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mojokerto harus inline dengan RPJMD Provinsi dan RPJMN. Kemudian, RPJMD Kabupaten Mojokerto juga memperhatikan perencanaan pembangunan di wilayah aglomerasi.

“Detail plan yang tadi disampaikan Pak Bupati sangat bagus, kemudian bagaimana wilayah aglomerasi ini saling terintegrasi termasuk transportasi publiknya bagaimana bisa membantu koneksitas satu industri dengan industri lain di wilayah ini,” kata Khofifah.

“Pembangunan prinsipnya harus terintegrasi. Membangun Mojokerto harus melihat peta aglomerasi wilayah di sekitar. Jadi Pak Bupati, Pak Wabup, dan pimpinan DPRD maupun forkopimda plus harus saling bersinergi dan berkolaborasi agar berbagai proses pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” pungkas dia.

Produk PUMA Sport Terbaru yang Keren Abis

PUMA merupakan salah satu merek global yang terkenal akan berbagai produk olahraganya dari atas kepala hingga kaki.

Berdiri pada 1948, PUMA berfokus pada bidang olahraga, terutama di atletik dan sepak bola. Tak heran jika brand asal Jerman ini telah menjadi sponsor untuk banyak atlet hingga tim sport yang terkenal di dunia.

Lantas, apa saja produk dari PUMA yang ada di Blibli? Yuk kita simak ulasan selengkapnya berikut ini!

  1. Puma X Carrots Aop Cardigan

Ingin tampil standout dan eye catchy? Koleksi outer dari Puma satu ini bakal menyempurnakan penampilanmu! Puma bekerja sama dengan merek pakaian streetwear Carrots untuk menciptakan koleksi pakaian streetwear yang ceria ini. Pakaian, alas kaki, dan aksesori diberi tampilan baru yang segar dengan grafis Super PUMA retro, garis-garis tebal, serta warna oranye dan hijau yang segar. 

Pakaian ini terinspirasi oleh ide perburuan harta karun. Setiap pakaian dalam koleksi ini menampilkan logo Carrot yang ikonik yang tersembunyi di tempat yang berbeda untuk pengalaman pemakaian yang menyenangkan dan interaktif. Outer ini bakal bikin penampilan basicmu menjadi lebih menarik!

  • PUMA Topi Essentials No. 1

Topi menjadi salah satu aksesori yang kerap digunakan pria saat beraktivitas di luar ruangan. Selain untuk melindungi kepala, mengenakan topi dapat membuat tampilanmu makin keren. Nah, di pasaran sendiri, ada banyak sekali jenis topi pria yang dapat kamu beli, salah satunya adalah PUMA Topi Essentials No. 1

Warna dominan hitam membuat produk ini terkesan sporty dan cocok digunakan oleh pria dan wanita dari berbagai kalangan usia. Tidak hanya itu, hiasan berupa logo dan tulisan PUMA berwarna emas juga membuat topi ini terlihat lebih eksklusif. Jika kamu mencari topi yang cocok digunakan bersama pakaian olahraga atau pakaian kasual biasa, produk ini layak kamu koleksi.

  • Kaus Kaki PUMA Unisex Quarter 3 Pasang

Kaus kaki super nyaman ini pasti akan menjadi pilihan tetap kamu setiap paginya – koleksi wajib dalam koleksi pakaian atletik. Kaus kaki sport quarter uniseks ini memberi kamu kenyamanan sekaligus style. Tetap Forever Faster dengan kaus kaki pergelangan kaki berkualitas tinggi dan sangat halus dari PUMA. Menempel di bawah pergelangan kaki dan dengan merek PUMA di samping. Kaus kaki dari bahan cotton rich yang memastikan kenyamanan sepanjang hari.

  • PUMA Sepatu Sepak Bola Pria Rapido III TT

Tak masalah bila kamu baru mulai bermain sepak bola saat dewasa. Kamu tak perlu bingung soal sepatu sepak bola yang cocok untuk pemula karena ada PUMA Rapido III TT! Sebagai sepatu bola tingkat dasar, produk ini dirancang dengan mengutamakan kenyamanan, ketahanan, dan kemudahan perawatan.

Untuk meningkatkan performa pengguna, lidah reguler sepatu ini dikonstruksi sedemikian rupa agar sesuai sesuai dengan berbagai bentuk kaki. Tampilannya yang begitu segar dan dinamis dijamin akan membuatmu terlihat stylish saat bermain bola. 

  • Bola Sepak Big Cat

Untuk bermain sepak bola tentunya kamu membutuhkan bola, sebagai rekomendasi kamu bisa menggunakan produk ini.

Saat ingin bermain bola sejenak dengan teman, ambil bola ini dan langsung mainkan. Cocok untuk bertanding bersama teman di taman.

  • Kaos Puma Fit Ultrabreathe

Tingkatkan latihanmu dengan kaos ULTRABREATH ini. Kaos pria berpotongan regular-fit ini memadukan style dengan teknologi, menggunakan bahan sejuk yang menyerap kelembapan untuk menjaga tubuh tetap kering saat kamu berolahraga keras.

Jalan Tasawuf KH. Syaiful Ulum Nawawi (10)

KEMPALAN : Dimana Ka’bah ? Dimana Baitullah ? Dua pertanyaan ini pernah “membingungkan” saya. Oleh karenanya, pertanyaan ini mesti hati-hati saya jawab.

“Secara geografis ada di Makkah, Saudi Arabia…,” begitu saya jawab, yang lantas saya utarakan kepada KH. Syaiful Ulum Nawawi.

“Betul, kalau itu ditinjau dari sisi geografis, secara peta kewilayahan suatu negara,” ujar KH. Syaiful Ulum Nawawi, menanggapi tentang dua pertanyaan semacam singgungan (spiritualitas) itu.

Tapi secara ‘rasa’ Baitullah itu selayaknya ada di hati masing-masing pemeluk Islam, begitu setidaknya
narasi yang disampaikan KH. Syaiful Ulum Nawawi.

“Baitullah itu secara syariat di Mekkah, ya kan. Tapi secara hakikat Rumah Allah tu sebaiknya ada pada diri masing-masing pemeluk Islam. Karena itu, apa artinya Anda sembahyang menghadap ke Baitullah, tetapi hati masing-masing pemeluk tidak berada di Rumah Allah. Oleh sebab itu, rasa memiliki Allah SWT di hati masing-masing pemeluk Islam itu penting. Kita seringkali difatamorgana oleh sesuatu yang fisikal, sesuatu yang gebyar. Padahal kunci semua ketentraman jiwa itu pada hati masing-masing yang bening, jernih, menep.”

Oleh karenanya, lanjut KH. Syaiful Ulum Nawawi, kita sering melupakan esensi, substansi, hakikat.

Lantas disampaikan beliau,
manakala setiap kita berdoa menempatkan Tuhan pada setiap hati manusia, maka segala yang ruwet-ruwet itu diharapkan selesai.

Kata Pak Kyai, kadang-kadang orang beda persepsi itu karena ada “jurang” yang namanya kekurang-pengetahuan dan kekurangan-pahaman masing-masing.

Ada orang paham seperempat pengetahuan, tapi orang lain lagi tak paham yang dikuasai orang lain itu. Namun, di sisi yang lain ia paham seperempat pengetahuan yang lain lagi. Maka masing-masing kekurangan ini InsyaAllah bisa dipersatukan oleh ‘rasa’, bukan olah ‘logika’.

Dan ‘rasa’ adanya Tuhan di setiap hati manusia, akan menjadikan Baitullah manjing ing ati manungso dewe-dewe. Bukan di wilayah geografis.

Perbedaan yang bersifat tekstual, dari sudut pandang ‘rupa’ hanya bisa ditemukan, jika ‘rasa’ yang berbicara. Oleh sebab itu, masing-masing kekurangan di ranah tekstual jangan ditabrakkan, tapi bagaimana diusahakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Begitu pandangan KH. Syaiful Ulum Nawawi.

Yang penting dari semua itu adalah iman seseorang bagaimana untuk terus berjalan di koridor Allah SWT.

Sejauh iman masih jadi panglima, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan nafsu akan melemah.

Jadi, apakah untuk menjadikan dunia ini ayem tentrem mesti dibutuhkan banyak sufi?

KH. Syaiful Ulum Nawawi agak kaget mendengar pertanyaan saya ini.

“Oh tidak begitu.
Kalau lantas, muncul kata ‘mesti’, itu namanya memaksa. Dan itu bukan ranaf tasawuf. Seringkali saya sampaikan, domain tasawuf itu ‘rasa’. Kalau sudah memasuki wilayah ‘rasa’, ya maka memasuki wilayah ‘ihlas’. Kalau sudah masuk ke ‘ihlas’, kata ‘harus’ jauh-jauh ya diusahakan kita hindari.

Masiyo kabeh-kabeh kepingin apik, ojok kabeh didadekno apik. Iku dudu wilayah awake dewe. Wilayah manusia itu menyampaikan, bukan memastikan. Wilayah memastikan itu opo jare Sing Gawe Urip. Kewajiban manusia itu menyampaikan dan mengajak. Bukan memaksa. Begitu pernyataan beliau.

Kosa kata ‘memaksa’ itu bukan atmosfir tasawuf. Nuansa tasawuf itu : welas asih. (Amang Mawardi – Bersambung).

Hadiri Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto, Gubernur Khofifah Ajak Siapkan Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrim

KOTA MOJOKERTO-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) serta Rapat Paripurna Penyampaian Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto Hasil Pilkada Serentak Tahun 2025 Masa Jabatan Periode 2025-2030 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Mojokerto, Rabu (5/3).

Sertijab dilakukan dari purna tugas Penjabat (Pj) Walikota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro kepada Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Wakil Walikota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah meminta Walikota Mojokerto untuk ikut menyiapkan program dari pemerintah pusat yakni Sekolah Rakyat. Hal ini sesuai arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk menyiapkan sekolah untuk anak-anak yang berasal dari kategori keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Format sekolah rakyat ini berupa boarding school yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem. Dengan tujuan agar anak-anak tersebut memiliki keberlanjutan dalam pembelajaran atau tidak putus sekolah (drop out). Serta, untuk memperkuat pembentukan karakternya sehingga lebih terpadu.

“Jadi untuk sekolah rakyat ini, daerah diminta menyiapkan lahannya, dan Pemerintah akan menyiapkan anggarannya. Kira-kira satu unit sekolah anggarannya Rp100 miliar,” kata Khofifah.

“Kami berharap Jatim dapat kuota 40 sekolah, yakni 38 kab/kota dan dua untuk provinsi. Misalnya kita bisa mendapatkan kuota 40, dengan anggaran satu sekolah Rp100 miliar, maka ada uang beredar sekitar Rp4 triliun. Artinya, keberadaan sekolah ini juga memberikan multiplayer effect karena kita bisa merekrut banyak tenaga kerja,” lanjut dia.

Dengan konsep boarding school, diyakini Gubernur Khofifah bisa menyerap tenaga kerja baik untuk tenaga pendidik, pengelola asrama, penyedia makanan, hingga memberikan efek ekonomi pada lingkungan sekitar sekolah.

“Inilah yang kita sebut bisa memberikan multiplayer effect. Dalam waktu dekat bisa menyerap tenaga kerja, dan dalam jangka panjang, kita bisa mendorong peningkatan kualitas SDM dan IPM di daerah tersebut. Termasuk menyiapkan generasi emas pada era Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Untuk itu, rencana pada 9 Maret besok, Gubernur Khofifah akan mengadakan rakor yang mengundang Menteri Sosial, Menteri ATR/BPN dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama seluruh Bupati/Walikota dan Kepala Bappeda untuk membahas detail terkait rencana ini.

“Pak Mensos ini karena arahan dari Pak Presiden sekolah rakyat ini ditangani Kemensos, Kemudian dengan Menteri ATR/BPN terkait koordinasi RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) untuk kepastian hukum termasuk bagi investor,” kata dia.

“Kemudian juga kami berencana mengundang Pak Mendes kaitan supaya terkonfirmasi Kepala Desa ini biar konfirm, sebetulnya dana desa yang turun peruntukannya untuk apa saja dan teknis koperasi desa bagaimana detailnya,” imbuh Khofifah.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah juga meminta Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto agar memberikan perhatian serius terhadap program yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto Tahun 2024 sebesar 5,32%, angka ini mengalami peningkatan sebesar 2,53% jika dibandingkan dengan tahun 2023 di angka 2,79%,” kata Khofifah.

“Tentu tidak mudah. Kenaikan ini harus dibangun dengan sinergi dan kolaborasi semua elemen Perangkat Daerah di Kota Mojokerto,” lanjut dia.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga menyampaikan agar RPJMD Kota Mojokerto harus terintegrasi dan berseiring dengan RPJMD provinsi dan RPJMN pemerintah pusat.

Tak hanya itu, Asta Cita pemerintah pusat, 9 Nawa Bhakti satya provinsi, dan Panca Cita 5 misi Kota Mojokerto juga harus diseiringkan supaya tujuan dari melanjutkan dan mempercepat pembangunan dari tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota dapat tercapai.

“Kita juga memiliki 10 program Quick Win sebagai implementasi percepatan dari program unggulan. Ini juga sebagai upaya integrasi antara Pemerintah Pusat dan Provinsi,” terang Khofifah.

“Tentu tujuannya visi Walikota dan Wakil Walikota untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera dan berkelanjutan ini juga harus dibreakdown dalam quick win serta harus inline baik dengan provinsi maupun pemerintah pusat,” pungkas dia.

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.