Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 12:28 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi, Sang Bos

KEMPALAN: Sejumlah menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto rajin menyambangi rumah Joko Widodo di Solo. Bahkan di antara mereka terang-terangan menyebut Jokowi sebagai bos mereka. Jokowi pun terlihat senang dengan peran barunya sebagai bos para menteri.

Mereka yang rajin sowan ke Solo itu umumnya menteri-menteri yang oleh para pengritik disebut sebagai ‘’menteri second’’, atau menteri yang pernah bertugas di masa kepemimpinan Jokowi. Karena itu ada yang menganggap wajar bahwa mereka masih setia kepada Jokowi.

Mereka adalah para menteri ‘’die hard’’ Jokowi. Ada Zulkifli Hasan, Wahyu Sakti Trenggono, Erick Thohir, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Sri Mulyani Indrawati, Bahlil Lahadalia, Luhut Binsar Panjaitan.

Tapi ada juga menteri yang menjadi muallaf die hard Jokowi, yaitu wakil menteri dalam negeri Bima Arya Sugiarto. Dia rajin memuji-muji Jokowi dan bahkan menyebut rumah Jokowi sebagai destinasi wisata politik baru.

Selain menteri ada juga gubernur yang sowan kepada Jokowi. Gubernur Jateng Mohammad Lutfi sudah sowan kepada Jokowi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga sudah sowan kepada Jokowi. Khofifah malah sowan dengan full team mengajak Pangdam dan Kapolda Jatim.

Khofifah jelas die hard Jokowi. Ketika menang pilgub Jatim beberapa waktu yang lalu, Khofifah dan pasangannya Emil Dardak bukan menelepon Prabowo tapi menelepon Jokowi dan mengucapkan terima kasih. Untungnya Khofifah masih bisa menahan diri, tidak meneriakkan ‘’Hidup Jokowi’’ seperti Prabowo.

Ditanya alasannya sowan kepada Jokowi Khofifah bilang untuk halal bihalal dan berdiskusi mengenai perang tarif yang sedang digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Entah, apa hubungan dan kompetensi Jokowi mengenai tarif perdagangan internasional. Yang jelas, beberapa hari kemudian Jawa Timur kembali diobok-obok oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), mencari bukti-bukti tambahan kasus korupsi dana hibah yang sangat mungkin akan menyasar Khofifah.

Sebutan bos kepada Jokowi memunculkan reaksi luas dari beberapa kalangan. Ada yang menganggap bahwa hal itu menjadi indikasi adanya matahari kembar di perpolitikan Indonesia. Matahari satu ialah Prabowo di Jakarta, matahari dua Jokowi di Solo.

Bahlil Lahadalia sudah lebih dulu menyebut Jokowi sebagai Raja Jawa dan mengingatkan supaya jangan main-main dengan barang ini. Kata Bahlil, barang ini mengerikan. Entah karena apa. Mungkin karena saking berkuasanya.

Sebutan kepada Jokowi semakin lengkap. Dulu ada yang menyebutnya sebagai Pak Lurah. Sebutan ini mengacu kepada peran Jokowi sebagai semacam ‘’godfather’’ dalam politik Indonesia. Sebutan itu menjadi kode politik yang merujuk kepada Jokowi. Sebutan Pak Lurah berkaitan dengan dukungan Jokowi terhadap anak dan menantunya dalam kontestasi pilpres dan pilgub 2024.

Julukan Pak Lurah sempat direspons oleh Jokowi. Ia mengaku heran dan bingung mengapa dirinya dijuluki sebagai Pak Lurah. Sebagai presiden RI ia punya posisi yang jauh lebih tinggi ketimbang lurah. Tetapi, dalam percaturan politik bawah tanah, sebutan Pak Lurah mempunyai konotasi sebagai tokoh yang powerful dan punya pengaruh masif.

Jokowi memainkan peran-peran itu dengan sangat baik. Ia bisa berperan sebagai Pak Lurah. Ia juga bisa berperan sebagai Raja Jawa. Sekarang ia berperan sebagai ‘’The Boss’’. Peran-peran itu merupakan simbol-simbol kekuasaan. Peran-peran itu muncul dalam interaksi dalam proses kekuasaan.

Dalam perspektif interkasionisme simbolik, Jokowi memainkan perannya sesuai dengan apa yang dipersepsikan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya. Jokowi bertindak sebagai Pak Lurah karena memang ada orang-orang yang berperan sebagai anak buah lurah. Ada yang bermain sebagai carik, ada yang menempatkan dirinya sebagai bayan. Ada yang bertindak sebagai kamituwa, dan seterusnya.

Jokowi memainkan peran simbolik sebagai Raja Jawa karena dia mengidentifikasikan kekuasaannya sebagai seorang raja. Dalam tradisi Jawa seorang raja memperoleh kekuasaannya melalui wahyu atau pulung. Hanya orang-orang pilihan yang bisa mendapatkan wahyu kedaton yang bisa menjadikan seseorang menjadi raja.

Peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa menjadi lengkap karena ada patih yang mendampinginya. Pemegang peran patih ini bisa Luhut Binsar Panjaitan, atau Pratikno, atau para confidante, orang-orang kepercayaan. Para menteri menjadi pelengkap peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa.

Dalam tradisi keraton Jawa seorang raja mempunyai abdi dalem yang menjadi pesuruh dan sekaligus menjadi penghibur sang raja. Di lingkungan keraton ada orang-orang cebol yang memainkan peran sebagai penghibur raja. Ada juga abdi dalem oceh-ocehan yang memuji-muji raja untuk menyenangkan hati sang raja.

Jokowi dikelilingi oleh para buzzer yang bertindak sebagai abdi dalem, yang selalu siap menyanjung dan memuji sang raja. Sang Raja juga punya abdi dalem yang sangat setia seperti Bahlil Lahadalia. Lengkap sudah peran interaksionisme simbolik yang dimainkan di Istana Negara.

Sekarang Jokowi bermain sebagai bos yang masih berkuasa. Anak buahnya dengan sukarela datang kepada si bos dan meminta petunjuk dan nasihatnya. Para anak buah bos ini masih memegang kekuasaan di pemerintahan baru dengan bos baru. Tetapi, kesetiaan utama rupanya masih tetap diberikan kepada sang bos lama.

Bos baru dan bos lama masih dalam suasana bulan madu. Tapi, bos baru terlihat terus melakukan konsolidasi kekuasaan. Pada saatnya nanti bos baru pasti tidak mau lagi ada bos yang menjadi pesaingnya.

Sekarang ini muncul gerakan yang intensif untuk menjungkirkan bos lama. Sejumlah aktivis bergerak memasalahkan ijazah sang bos lama. Gerakan ini belum menjadi gerakan yang masif. Tetapi, ketika saatnya tepat maka gerakan ini akan menjadi gelombang besar yang bisa menjungkalkan bos lama.

Setelah itu sang bos baru bisa mengklaim diri sebagai ‘’the real and the only boss’’. ()

Dhimam Abror Djuraid

Jakarta Pertamina Kalahkan Electric PLN di Awal Laga Final Four

KEDIRI-KEMPALAN : Jakarta Pertamina Enduro berhasil mengawali laga pembuka final four seri pertama PLN Mobile Proliga 2025 dengan meraih kemenangan 3-1  (25-20, 28-26, 20-25, 25- 23) atas Jakarta Electric PLN, di GOR Jayabaya Kediri Kamis (17/4/2025).

Diperkuat pemain asing barunya Jordan Thompson, Jakarta Pertamina Enduro tampil cukup dominan. Namun begitu, Electric PLN  yang  juga menampilkan pemain asing barunya, Kelsey Robinson memberikan perlawanan ketat sejak set pertama.

Awal set pertama duel kedua tim berlangsung seru, diawali dua poin Polina  Shemanova 2-O Jakarta Electric memimpin. Namun Junaidah Santi dan  kawan-kawan tak tinggal diam,  mereka berhasil menyamakan kedudukan 2-2 bahkan memimpin 4-2.  Dengan pemain asing barunya Kelsey Robinson, Electric PLN terus berusaha membendung serangan Pertamina.

Perolehan poin terus saling kejar antara kedua tim itu hingga 20-18 dan ditutup dengan kemenangan Pertamina 25-20.

Set kedua, laga antara kedua tim BUMN itu semakin ketat. Awalnya Pertamina mendominasi pengumpulan poin, mereka memimpin 8-5 di awal set kedua. 

Pertengahan set kedua, penampilan Pertamina semakin dominan dan memimpin  poin 16-7.

Meski tertinggal poin cukup jauh, Electric PLN tidak patah semangat, perolehan poin pun semakin mendekat dengan 21-19, bahkan berhasil menyamakan kedudukan 23-23.

Laga semakin menegangkan ketika kedua tim berbagi poin 25-25. Akhirnya set kedua dimenangkan Pertamina Enduro 28-26, skor menjadi 2-0 untuk Pertamina Enduro.

Set ketiga, kembali pertandingan berlangsung ketat saling kejar poin terus terjadi sejak awal set hingga pertengahan, kedudukan terus imbang 15-15.

Anak asuh Chamman Dokmai terus mencoba peruntungan di set ketiga, beberapa kali attack Kelsey Robinson menghasilkan poin untuk Electric PLN hingga 23-20. Akhirnya Elektric PLN memenangi set ketiga  20-25, skor menjadi 2-1.

Dengan kemenangan tersebut, seolah-olah menjadi pelecut semangat Ersandrina dan kawan-kawan. Set keempat pertandingan kembali berlangsung seru dan ketat, bahkan sejak awal set selisih poin tidak lebih dari satu poin.  Pertengahan set keempat, Pertamina Enduro memimpin 15-14.

Tak ingin kalah lagi, Junaidah Santi dan kawan-kawan bermain menekan. Menginjak akhir set keempat Pertamina Enduro memimpin 20-17. Dan set keempat akhirnya direbut  Pertamina Enduro 25-  23, skor menjadi 3-1 untuk kemenangan Pertamina Enduro.

Usai laga asisten pelatih Electric PLN, Alim Suseno mengakui timnya banyak melakukan eror. “Kesalahan-kesalahan kita lebih banyak di poin-poin krusial,” kata Alim.

Alim pun mengatakan meski set ketiga bisa ngambil, “Tapi lagi-lagi pemain kami kurang maksimal, dan kehilangan di poin-poin krusial. Malam ini memang kami kurang beruntung,” tukas Alim. 

Kaoten tim Electric PLN,  Agustin Wulandari mengakui kondisi cuaca panas, “Dan pemain asing kami belum bisa adaptasi secara penuh,” kata Agustin Wulandari.

Sementara itu, pelatih Pertamina Enduro, Bullent Karslioglu mengatakan, kemenangan malam ini sangatlah tidak mudah, “Karena pemain-pemain kami kurang maksimal, terutama pemain asing baru. Tapi kami terus mencoba tampil lebih baik,” katanya.

Salah satu pemain asing Pertamina Enduro, Jordan Thompson, mengaku belum bisa tampil maksimal karena baru datang. “Kami lumayan lelah, tapi kami bisa menikmati pertandingan hari ini,” kata Jordan Thompson.

Tentang cuaca di Kediri, Jordan Thompson mengakui sangat panas, ” Dan sangat menguras energi,” katanya.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Jakarta Bhayangkara Presisi Tundukkan Surabaya Samator 3-0

KEDIRI-KEMPALAN:  Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil menundukkan Surabaya Samator  3-0 (25-13, 25-21, 25-20) pada laga final four seri satu PLN Mobile Proliga 2025, di GOR Jayabaya, Kediri Kamis (17/4/2025) malam.

Diperkuat dua legiun asing barunya, Kyle Russel dan Leonardo Leyva Martinez,  Bhayangkara Presisi di set pertama tampil dominan, nyaris tanpa cela. Didukung Farhan Halim,  Yudha Mardiansyah, Alvin Daniel, Bhayangkara Presisi menang mudah 25-13.

Namun di set kedua, Bhayangkara Presisi mendapat perlawanan tangguh dari Rama Fauzan dan kawan-kawan. Perolehan poin pun saling kejar, menginjak akhir set kedua tim milik Polri ini memimpin 21-20.

Di akhir set kedua satu servis error Tabuada, menjadikan kemenangan Bhayangkara Presisi dengan skor 25-21, skor menjadi 2-0 untuk Bhayangkara Presisi.

Awal set ketiga duel kedua tim kembali berjalan alot. Samator yang hanya diperkuat satu legiun asing, tetap memberikan perlawanan. Mereka terus menempel perolehan poin Bhayangkara Presisi hingga 11-12.

Pertengahan set ketiga spike keras Leonardo Leyva Martinez, menjadikan  Samator tertinggal 19-16.

Menginjak akhir set ketiga, Alvin Daniel dan kawan-kawan terus membombardir Samator, dan memimpin 23-18.

Set ketiga akhirnya ditutup kemenangan Bhayangkara Presisi dengan 25-20

Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran mengatakan,  meski hari ini memenangkan laga, tapi dua pemain asingnya belum bisa tampil maksimal, “Terus terang mereka masih belum bisa adaptasi dengan baik,” ujar Toiran soal dua pemain asingnya.

Meski begitu, Reidel Toiran tetap optimis kedepan timnya bisa tampil lebih bagus.

Sementara Manajer Samator, Hadi Sampurno mengatakan, di pertandingan pertama masih belum baik, “Terus terang set pertama kami kaget, belum tahu seperti apa pemain asing mereka,  dan kami kalah telak,” ujarnya. 

Ia juga mengatakan, set kedua dan ketiga timnya berhasil mengimbangi mereka, “Set kedua dan ketiga kami bisa memperbaiki penampilan, meski kalah kami bisa bermain alot dan mengimbangi Bhayangkara Presisi, dan angkanya tidak terlalu telak,” tukasnya.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Pakar Hukum UI Nilai KPK ‘Target’ LaNyalla

JAKARTA-Pakar Hukum Universitas Indonesia Chudry Sitompul menilai rangkaian penyidikan perkara yang menjerat pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024 yang dilakukan KPK terkesan dipaksakan untuk ikut menjerat Ketua DPD RI ke-5, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Penilaian Chudry tersebut didasarkan kepada upaya dan narasi yang dibangun Komisi Anti Rasuah tersebut yang dimuat di beberapa media nasional. Dimana seolah LaNyalla adalah pihak yang patut diduga terlibat dan bertanggungjawab dalam perkara penerimaan dana hibah yang dalam penggunaanya menyimpang.

“Yang pertama ingin saya tegaskan, dasar hukum pengusutan perkara tindak pidana korupsi ini adalah pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Provinsi Jatim tahun 2019-2022, yang berasal dari rekomendasi anggota DPRD Jatim, yang kemudian ternyata ditemukan adanya penyimpangan dalam prosesnya. Yaitu pemotongan dan cash back kepada pimpinan dan anggota DPRD Jatim,” tandas Chudry, Kamis (17/4/2025) di Jakarta.

Masih menurut Chudry perkara tersebut diawali dengan operasi tangkap tangan kepada Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak pada pertengahan Desember 2022 lalu. Lalu dikembangkan dengan menyisir pokmas penerima hibah atas rekomendasi anggota dewan provinsi Jatim, dimana KPK kemudian menetapkan pimpinan DPRD Jatim dan anggota lainnya sebagai tersangka. Termasuk Ketua DPRD Jatim saat itu, Kusnadi.

“Yang kedua, yang juga penting untuk menjadi catatan, penggeledahan ke kediaman LaNyalla di Surabaya didasarkan atas Surat Perintah Penyidikan, yaitu Sprindik nomor 96/DIK/00/01/07/2024 tanggal 5 Juli 2024, yang merupakan Sprindik untuk tersangka saudara Kusnadi. Artinya, KPK menduga hasil tindak pidana korupsi saudara Kusnadi disimpan atau terdapat di kediaman LaNyalla. Atau LaNyalla adalah salah satu pokmas penerima hibah atas rekomendasi saudara Kusnadi,” urainya.

Hal itu, sambung Chudry, sangat menjadi pertanyaan. Karena LaNyalla tidak ada hubungan apapun dengan Kusnadi. LaNyalla juga bukan pokmas yang menerima hibah atas rekomendasi Kusnadi atau anggota DPRD Jatim lainnya. Sehingga wajar jika kemudian penyidik KPK tidak menemukan apapun yang dibawa dari kediaman LaNyalla.

“Lalu, yang terbaru, KPK mengatakan rumah LaNyalla digeledah karena pernah menjadi Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur periode 2010-2019. Ini menurut saya menjadi pertanyaan juga. Karena perkara ini payung besarnya, dilihat dari Laporan Kejadian Tindak Pidana (LKTP) dan Sprindik perkara ini adalah penggunaan APBD dalam pengurusan dana hibah untuk pokmas tahun 2019-2022, terutama dengan tersangka saudara Kusnadi,” bebernya.

Ucok, panggilan akrab Chudry juga menjelaskan bahwa penerima Hibah APBD selalu menandatangani NPHD atau Naskah Perjanjian Hibah Daerah, dimana organisasi seperti KONI Daerah, KPUD, Panwaslu dan lainnya di daerah, selalu di tandatangani oleh Ketua. Bukan Wakil Ketua.

“Jadi kalaupun KONI Jatim itu juga menerima hibah daerah dari Pemerintah Provinsi melalui Dispora, yang mempertanggungjawabkan itu ketua. Bukan wakil ketua. Karena yang tanda tangan NPHD itu ketua. Ini due process of law. Yang harus ditegakkan secara adil, sehingga menghindari kesewenang-wenangan institusi penegak hukum terhadap masyarakat,” tukas ahli hukum pidana itu.

Oleh karena itu, tambahnya, dalam KUHAP, salah satunya due process, adalah setiap orang harus terjamin hak terhadap dirinya, kediaman, serta terhindar dari surat-surat pemeriksaan dan penyitaan yang tidak beralasan, dan juga hak mendapat perlindungan dan pemeriksaan yang sama dalam hukum.

Wali Kota Eri Cahyadi: Tahan Ijazah Hukumannya Pidana Enam Bulan

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang tegas perusahaan-perusahaan di Kota Surabaya menahan ijazah para pekerjanya. Dia tidak segan akan mencabut izin perusahaan-perusahaan tersebut bahkan memproses pidana para pemiliknya. Penahanan ijazah adalah pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan. 

“Siapapun boleh berusaha di Kota Surabaya. Tapi ketika mau berusaha dan investasi harus bisa menjaga iklim investasi di Kota Surabaya. Perusahaan yang ada di Surabaya juga harus menaati peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jangan sampai karena 2-3 perusahaan yang melakukan penahanan ijazah, lalu mencoreng perusahaan-perusahaan lain yang bersikap profesional kepada pekerjanya,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu, (16/4).

Eri Cahyadi menyampaikan itu saat menerima sejumlah pekerja di Ruang Sidang Balai Kota Surabaya. Para pekerja itu mengaku ijazahnya ditahan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Beberapa sudah keluar dari perusahaan tersebut. 

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan, agar perusahaan-perusahaan di Surabaya menaati peraturan daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 42 tentang larangan perusahaan menahan ijazah pekerja atau buruh sebagai jaminan. Jika ada perusahaan yang melakukan penahanan ijazah, Eri Cahyadi memerintahkan agar ijazah segera dikembalikan. Perda tersebut sudah cukup jelas. Perusahaan yang melakukan penahanan ijazah akan dikenakan sanksi pidana.

“Di perda sudah jelas, tidak boleh menahan ijazah, hukumannya pidana enam bulan atau didenda Rp 50 juta,” katanya.

Agar kasus penahanan ijazah tidak berlarut-larut dan segera memberi kepastian hukum kepada para pekerja dan pengusaha, Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya akan membuka posko pengaduan di Disperinaker Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya. Para pekerja yang melapor akan didampingi Pemkot Surabaya dan advokat. 

“Saya nyuwun (minta) tolong kepada semua pekerja yang ada dan khususnya warga Surabaya, kalau ada permasalahan tolong sampaikan ke pemerintah kota dan itu akan saya selesaikan, solutif, tidak mengambang, dan tanpa membuat gaduh Surabaya,” kata Eri Cahyadi. 

Eri Cahyadi tak segan mencabut izin perusahaan yang melakukan penahanan ijazah atau melanggaran perda yang berlaku. Pemkot Surabaya tetap memiliki kendali atas sejumlah perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Dia sudah memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Achmad Zaini agar segera melakukan pendataan seluruh perusahaan yang ada di Surabaya. 

“Semua tempat perusahaan itu tolong dicek ada izinnya apa tidak, kalau ada izinnya, oke lanjut. Tapi kalau tidak ada izinnya, berarti ada yang bermain di Surabaya. Saya beri waktu 2 minggu kepada Disperinaker untuk mendata semua perusahaan di Kota Surabaya,” katanya. 

Ia menegaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus pendataan ulang perusahaan di Kota Surabaya. Pertama adalah kelengkapan izin usaha, kesesuaian lokasi operasional dengan izin yang dimiliki, serta kejelasan status badan hukum atau unit usaha.

“Saya pastikan, tidak boleh lagi ada kejadian-kejadian yang melanggar Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Pemerintah (PP), maupun Peraturan Menteri (Permen) di Surabaya. Jika ada perusahaan yang menahan ijazah atau tidak memenuhi hak pekerja, itu harus ditindak,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Jajaki Kerja Sama dengan Tomsk Rusia. Apa Saja?

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan delegasi Provinsi Tomsk, Rusia, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/4) malam.

Hadir sebagai ketua rombongan Wakil Gubernur Wilayah Tomsk Bidang Industri, Kebijakan Investasi, dan Hubungan Kepemilikan Mr. Vasiliy Potemkin yang juga didampingi oleh Wakil Gubernur Wilayah Tomsk Bidang Pengembangan Ilmiah dan Teknologi Ms. Liudmila Ogorodova.

Kedatangan delegasi ke Grahadi tersebut disambut hangat dengan Tarian Moang Sangkal Sumenep yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi langsung bersama Gubernur Khofifah bersama para kepala OPD Pemprov Jatim.

Dalam forum tersebut, banyak dibahas berbagai peluang kerja sama antara kedua wilayah. Baik itu kerja sama bidang pendidikan, teknologi, industri, investasi serta
renewable energy.

“Alhamduliah, hari ini kita mendapat tamu yang membuka ruang untuk bekerja sama lebih luas. Utamanya di bidang pendidikan, teknologi, industri, energi terbarukan, termasuk di dalamnya teknologi nuklir yang pusatnya di Tomsk,” ungkap Gubernur Khofifah.

Ia melanjutkan, kerja sama antara Jatim dan Tomsk menjadi sangat penting mengingat kebutuhan akan update atau perkembangan teknologi yang sangat cepat. Selain itu, Tomsk memiliki banyak perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang teknologi utamanya menjadi pengembangan teknologi ruang angkasa di Rusia.

“Perguruan tinggi-perguruan tinggi yang berbasis high tech di Tomsk ini cukup terkemuka. Jadi high tech begitu kuat dikembangkan di Tomsk,” ujarnya.

Kerja sama bidang pendidikan antara Jatim dan Rusia disebut Khofifah juga akan menjadi pintu kerja sama antara Rusia dengan wilayah lain di Indonesia. Ia mengatakan, Jawa Timur merupakan Center of Gravity Indonesia, dimana juga menjadi hub dari 20 provinsi lain di Indonesia bagian Timur.

“Sehingga kerja sama dengan Jawa Timur memiliki resonansi  dengan kerjasama 20 provinsi di Indonesia. Tentunya kerja sama pendidikan dan research dirasa akan disambut baik, karena ke 20 provinsi tersebut juga sangat ingin untuk maju,” jelas Khofifah.

Ditambah dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sesaat lagi akan menjadi pusat pemerintahan, maka dipastikan Jawa Timur akan menjadi penghubung antara Indonesia Timur dan Barat.

“Saat ini kita sedang menyiapkan Jatim menjadi Gerbang Baru Nusantara,” kata Khofifah.

Khofifah juga mengatakan, setelah pertemuan ini, rencananya akan dilakukan pertemuan lanjutan antara Rektor Tomsk State University of Control Systems and Radioelectronics (TUSUR) dengan civitas akademi di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) kaitan kerjasama bidang teknologi dan pendidikan.

Tidak hanya itu, pertemuan lanjutan juga akan dilakukan antara perwakilan BUMN Rusia dan Hubungan Internasional dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim.

“Jadi dari beliau berempat, dua orang Wakil Gubernur Tomsk akan kembali besok sore, sedangkan delagasi bidang Hubungan Internasional dan BUMN akan melakukan pertemuan lanjutan,” tuturnya.

“Mudah-mudahan akan ada kerja sama yang terlahir selama para Delegasi Provinsi Tomsk Rusia melakukan kunjungan di Jawa Timur kali ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Wilayah Tomsk Bidang Industri, Kebijakan Investasi, dan Hubungan Kepemilikan Mr. Vasiliy Potemkin mengatakan bahwa kedatangan delegasi Tomsk Rusia ke Jawa Timur juga merupakan bagian dari Inter-Regional meeting bersama seluruh delegasi Rusia di Jakarta pada Selasa (15/4). Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Jawa Timur.

“Ke depannya kami, berharap bisa bermitra di bidang pendidikan, industri, teknologi. Yang mana bisa memberikan hasil  menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ucapnya.

Dan bertepatan momen peringatan 75 tahun hubungan antara Indonesia dan Rusia, Vasiliy Potemkin juga berharap agar hubungan kedua negara bisa terus berkembang membawa kebahagiaan, kedamaian dan kemakmuran bagi masyarakat di kedua wilayah.

Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komite Kerja Sama Internasional, Departemen Hubungan Internasional dan Regional, Administrasi Wilayah Tomsk Ms. Olga Shulgova, Wakil Direktur Komersial, Perusahaan Riset dan Produksi Micran, JS Mr. Evgeny Drobyshev serta didampingi pula oleh Konselor Erlita Pramesnanda Anwar dan Yohanna Dwitriaprila Hunto dari Kementerian Luar Negeri RI. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Kukuhkan Tim Eko-Tren OPOP Jatim Periode 2025-2030

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi keterangan pada awak media usai mengukuhkan Tim Eko Tren OPOP Jatim periode 2025-2030 di Harris Hotel & Convention Surabaya, Rabu (16/4) sore. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Tim Eko-Tren One Pesantren One Product (OPOP) Jatim periode 2025-2030 di Harris Hotel & Convention Surabaya, Rabu (16/4) sore.

Tim ini dipimpin  Gubernur  dan Wakil Gubernur sebagai Pembina, dengan Pengarah dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan OJK Jawa Timur. Sementara Ketua Umum dijabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Adhy Karyono. Sedang Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa sebagai Ketua Harian.

“Ini struktur kepengurusan baru untuk membangun penguatan dan pengembangan Eko Tren OPOP. Kalau kita melihat dari personel yang dikukuhkan, Insya Allah masa depan Eko Tren OPOP akan makin kuat, makin meluas, dan makin memberikan kemanfaatan yang besar,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, OPOP Jatim ini memiliki tiga pilar utama, yakni santripreneur, pesantrenpreneur, dan sociopreneur. Dari tiga pilar utama tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan percepatan dalam peningkatan kualitas produk-produk unggulan pondok pesantren. Baik itu dari santri maupun alumni pondok pesantren.

“Harapan kita, ketika pesantren makin berdaya secara ekonomi, maka sistem yang ada di lingkaran pesantren juga akan makin sejahtera. Karena ada santripreneur, pesantrenpreneur, dan sociopreneur,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut Khofifah menyampaikan terima kasih karena respon perguruan tinggi dinilai luar biasa, respon dari instansi vertikal juga luar biasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa menambahkan, tahun ini ada 200 pesantren lagi yang akan dibantu. “Seperti yang dikatakan Gubernur Jatim, ada tiga pilar utama, yakni santripreneur, pesantrenpreneur, dan sociopreneur,” tuturnya.

Tiga pilar itu, lanjut Endy, semuanya yang akan menguatkan aspek-aspek pertumbuhan ekonomi di lingkungan pesantren.

Selain itu, Endy mengaku ada beberapa yang tadi diserahkan, termasuk HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). Yang mana HACCP adalah produk yang diproduksi dengan menerapkan sistem manajemen keamanan pangan.

Menurut Endy, itu bagian dari keberhasilan dari pengembangan Eko-Tren OPOP Jatim. Sehingga nantinya teman-teman juga ada sertifikat halal dan ada izin berusaha yang merupakan bagian pengembangan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Jatim.

“Bagaimana kita mengembangkan unit usaha di lingkungan pesantren untuk bisa memberdayakan. Tidak hanya di dalam pesantren saja, tapi di lingkungan sekitar. Baik itu santrinya, pesantrennya, lingkungan di sekitar maupun lulusan dan alumni dapat diberdayakan,” pungkas Endy. (Dwi Arifin)

Sejahterakan Perempuan Jember Melalui Program Mlijo Cinta, Ning Ghyta Terima Penghargaan

Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita Fawait (kiri) saat menerima penghargaan Anugerah Puspa Bangsa yang diserahkan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Gedung Kompas Gramedia, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/4) malam.

JAKARTA-KEMPALAN: Perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam perjuangan kemerdekaan, pembangunan ekonomi, demokrasi, dan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mereka pantas untuk diperjuangkan.

Di Kabupaten Jember, misalnya. Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita Fawait sangat konsen dalam menyejahterakan perempuan di Kabupaten Jember. Salah satunya, melalui program Mlijo Cinta

“Kami menggagas Mlijo Cinta,” ungkap istri dari Bupati Kabupaten Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait itu.

Seperti kita tahu, banyak profesi pedagang sayur keliling yang dilakukan oleh perempuan. Mereka rela bangun pagi lalu berjibaku dengan sepeda onthel atau sepeda motor seadanya ke pasar tradisional untuk kulakan. Selanjutnya, menjajakan dagangan secara berkeliling.

Ning Ghyta menyatakan bahwa mereka merupakan pejuang ekonomi keluarga, menjadi tulang punggung keluarga, bahkan masih harus mengurus suami dan anak.

Ke depan, Ning Ghyta merancang kesejahteraan para perempuan itu melalui program Mlijo Cinta. “Akan kami sediakan gerobak dagang yang bagus sehingga menarik minat pembeli,” ucapnya. Termasuk permodalannya.

Tak hanya itu, para Mlijo juga bakal mendapatkan layanan kesehatan gratis dan didaftarkan pada BPJS ketenagakerjaan. Dengan begitu, jika terjadi apa-apa, ada yang melindungi keselamatan mereka.

“Bahkan, anak-anak para Mlijo ini juga diperhatikan dengan memberikan mereka beasiswa,” terangnya. Tak hanya Mlijo, para pedagang kaki lima perempuan juga akan mendapatkan manfaat program ini.

Bahkan, atas dedikasnya, Ning Ghyta mendapatkan penghargaan. Yakni, Penghargaan Anugerah Puspa Bangsa. Penghargaan tersebut diberikan kepada setiap perempuan yang memiliki dampak. Khususnya, di Kabupaten Jember.

Penghargaan yang digagas Kompas TV tersebut diberikan secara langsung oleh Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Gedung Kompas Gramedia, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/4) malam. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Minta Kepala Sekolah Jaga Integritas dalam SPMB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

BATU-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Kepala Sekolah menjaga integritas dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hal ini dilakukan guna mewujudkan pelayanan produktif dan berdampak positif kepada masyarakat Jatim.

“Penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi, maka diperlukan pakta integritas bagi semuan unsur yang terlibat dalam proses SPMB,” kata Gubernur Khofifah saat Sosialisasi SPMB Jenjang SMAN, SMKN, dan SLBN Provinsi Jawa Timur Tahun Ajaran 2025/2028 Gelombang IV di Batu Suki Hotel, Rabu (16/4).

SPMB sendiri adalah sistem yang dikenalkan pemerintah untuk menggantikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sebelumnya digunakan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan kiat menyukseskan SPMB. Di antaranya adalah memahami regulasi SPMB, sosialisasi efektif, pelayanan prima, pengawasan dan pemantauan, koordinasi dengan stakeholder, serta pemanfaatan TIK.

“Tapi nanti semuanya juga harus berbasis solusi, tidak hanya berbasis TIK. Daya tampung SMA dan SMK Negeri kita hanya 38,31 persen. Saya harap nanti jika ada yang tidak diterima, langsung berhenti di situ saja. Tapi diberikan solusi dan jalan keluar. Mudah-mudahan ini akan jadi amal jariyah panjenengan semua. Amin,” harapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan statistik SPMB Jatim 2025, jumlah lulusan SMP Sederajat sebanyak 682.252 siswa. Daya tampung SPMB Jatim untuk SMAN sebanyak 126.180 siswa dan SMKN sebanyak 135.216 siswa. Dengan demikian prosentase daya tampung SMAN dan SMKN sebanyak 261.396 atau 38,31%.

Jumlah lulusan SMP sederajat yang tidak dapat tertampung di SMAN dan SMKN sebanyak 420.856 murid atau 61,69%.

Di hadapan 200 kepala sekolah yang hadir dari berbagai daerah di Jatim, ia juga menekankan pentingnya melahirkan generasi emas untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 mendatang. Untuk itu, diperlukan sistem pendidikan luar biasa yang dapat menempa putra-putri bangsa menjadi versi terbaik dirinya.

“Mari kita menyambut Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi emas. Dan panjenengan semua lah, para kepala dinas, kepala perangkat daerah, juga kepala sekolah baik SMA, SMK, SLB semuanya punya peran yang sangat signifikan dan merupakan kunci menyiapkan Indonesia Emas 2045,” kata Khofifah.

“Saya berkeyakinan kerja keras kita akan mengantarkan anak-anak didik kita menempati posisi strategis di 2045. Insya Allah pos-pos penting Indonesia akan dikuasai anak-anak Jawa Timur,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya mengingatkan akan ada banyak tantangan ke depan. Mengingat, kerja keras yang dilakukan tidak akan selalu mendapatkan perhatian dan dukungan yang diperlukan.

“Jadi yang berprestasi belum tentu viral. Maka saya minta untuk tetap kuat dan produktif melahirkan anak-anak berprestasi dan berikan yang terbaik untuk negeri ini. Tetaplah optimis walaupun kerja keras dan produktivitas panjenengan belum tentu viral,” pesannya.

“Terlebih dengan efisiensi yang ada. Efisiensi ini bukan untuk mengurangi, tapi tentang prioritas. Tetaplah bekerja keras karena nanti saat anak-anak kita menempati posisi-posisi strategis, di salah baru akan terasa keindahannya,” lanjut Khofifah.

Lebih jauh, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu menekankan pentingnya penguatan ikatan alumni. Sebab, ikatan alumni akan membawa dampak positif pada pengembangan terlebih dengan adanya alumni sukses.

“Jawa Timur luar biasa, siapa yang menggerakkan mereka? Murid panjenengan semua. Kalau mereka masuk ke sektor pertanian, mereka luar biasa. Masuk ke sektor industri, luar biasa. Masuk ke peternakan, luar biasa. Masuk ke perikanan dan perkebunan, mereka luar biasa. Siapa yang hebat? Gurunya. Karena ini semua produk pendidikan,” ujarnya.

Namun begitu, para guru sering tidak menyadari bahwa banyak di antara murid mereka yang berhasil. Hal itu dikarenakan ikatan alumni yang seringkali terputus begitu lulus.

“Karena kalau kita lihat Harvard atau Al-Azhar Mesir, mereka kuat di alumni. Al-Azhar itu tabungannya lebih besar daripada Mesir. Sehingga protokoler Grand Syekh Al-Azhar setara dengan Perdana Menterinya. Sebenarnya alumni anak-anak didik kita juga hebat, tapi gurunya seringkali tidak sadar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa untuk mengatasi daya tampung sekolah negeri yang relatif kecil, pemerintah telah mencarikan alternatif lain.

“Kami sedang membahas dan berdiskusi terkait Biaya SPP sekolah gratis dari kuota 10 persen di masing-masing sekolah swasta yg kita harapkan bisa menerima siswa yang tidak diterima di SPMB akan ada MoU tanggal 2 Mei nanti, insya Allah kita berkomitmen memberikan kesempatan terbaik bagi masyarakat sehingga tidak ada yang sampai putus sekolah,” tuturnya.

Aries menjelaskan langkah strategis Dinas Pendidikan antara lain membangun komunikasi swasta (beasiswa dan biaya pendidikan terjangkau) bagian dari ikhtiar untuk mengatasi calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Di Jatim terdapat 1.083 SMA Swasta dan 1.860 SMK Swasta. Jika masing-masing sekolah menyediakan 10 beasiswa untuk murid baru, maka akan tersedia 29.430 murid yang terbantu,” jelasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.