Rabu, 10 Juni 2026, pukul : 10:12 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi, Sang Bos

KEMPALAN: Sejumlah menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto rajin menyambangi rumah Joko Widodo di Solo. Bahkan di antara mereka terang-terangan menyebut Jokowi sebagai bos mereka. Jokowi pun terlihat senang dengan peran barunya sebagai bos para menteri.

Mereka yang rajin sowan ke Solo itu umumnya menteri-menteri yang oleh para pengritik disebut sebagai ‘’menteri second’’, atau menteri yang pernah bertugas di masa kepemimpinan Jokowi. Karena itu ada yang menganggap wajar bahwa mereka masih setia kepada Jokowi.

Mereka adalah para menteri ‘’die hard’’ Jokowi. Ada Zulkifli Hasan, Wahyu Sakti Trenggono, Erick Thohir, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Sri Mulyani Indrawati, Bahlil Lahadalia, Luhut Binsar Panjaitan.

Tapi ada juga menteri yang menjadi muallaf die hard Jokowi, yaitu wakil menteri dalam negeri Bima Arya Sugiarto. Dia rajin memuji-muji Jokowi dan bahkan menyebut rumah Jokowi sebagai destinasi wisata politik baru.

Selain menteri ada juga gubernur yang sowan kepada Jokowi. Gubernur Jateng Mohammad Lutfi sudah sowan kepada Jokowi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga sudah sowan kepada Jokowi. Khofifah malah sowan dengan full team mengajak Pangdam dan Kapolda Jatim.

Khofifah jelas die hard Jokowi. Ketika menang pilgub Jatim beberapa waktu yang lalu, Khofifah dan pasangannya Emil Dardak bukan menelepon Prabowo tapi menelepon Jokowi dan mengucapkan terima kasih. Untungnya Khofifah masih bisa menahan diri, tidak meneriakkan ‘’Hidup Jokowi’’ seperti Prabowo.

Ditanya alasannya sowan kepada Jokowi Khofifah bilang untuk halal bihalal dan berdiskusi mengenai perang tarif yang sedang digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Entah, apa hubungan dan kompetensi Jokowi mengenai tarif perdagangan internasional. Yang jelas, beberapa hari kemudian Jawa Timur kembali diobok-obok oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), mencari bukti-bukti tambahan kasus korupsi dana hibah yang sangat mungkin akan menyasar Khofifah.

BACA JUGA  Kenapa Orang Baik Sering Jadi Sasaran NPD

Sebutan bos kepada Jokowi memunculkan reaksi luas dari beberapa kalangan. Ada yang menganggap bahwa hal itu menjadi indikasi adanya matahari kembar di perpolitikan Indonesia. Matahari satu ialah Prabowo di Jakarta, matahari dua Jokowi di Solo.

Bahlil Lahadalia sudah lebih dulu menyebut Jokowi sebagai Raja Jawa dan mengingatkan supaya jangan main-main dengan barang ini. Kata Bahlil, barang ini mengerikan. Entah karena apa. Mungkin karena saking berkuasanya.

Sebutan kepada Jokowi semakin lengkap. Dulu ada yang menyebutnya sebagai Pak Lurah. Sebutan ini mengacu kepada peran Jokowi sebagai semacam ‘’godfather’’ dalam politik Indonesia. Sebutan itu menjadi kode politik yang merujuk kepada Jokowi. Sebutan Pak Lurah berkaitan dengan dukungan Jokowi terhadap anak dan menantunya dalam kontestasi pilpres dan pilgub 2024.

Julukan Pak Lurah sempat direspons oleh Jokowi. Ia mengaku heran dan bingung mengapa dirinya dijuluki sebagai Pak Lurah. Sebagai presiden RI ia punya posisi yang jauh lebih tinggi ketimbang lurah. Tetapi, dalam percaturan politik bawah tanah, sebutan Pak Lurah mempunyai konotasi sebagai tokoh yang powerful dan punya pengaruh masif.

Jokowi memainkan peran-peran itu dengan sangat baik. Ia bisa berperan sebagai Pak Lurah. Ia juga bisa berperan sebagai Raja Jawa. Sekarang ia berperan sebagai ‘’The Boss’’. Peran-peran itu merupakan simbol-simbol kekuasaan. Peran-peran itu muncul dalam interaksi dalam proses kekuasaan.

Dalam perspektif interkasionisme simbolik, Jokowi memainkan perannya sesuai dengan apa yang dipersepsikan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya. Jokowi bertindak sebagai Pak Lurah karena memang ada orang-orang yang berperan sebagai anak buah lurah. Ada yang bermain sebagai carik, ada yang menempatkan dirinya sebagai bayan. Ada yang bertindak sebagai kamituwa, dan seterusnya.

Jokowi memainkan peran simbolik sebagai Raja Jawa karena dia mengidentifikasikan kekuasaannya sebagai seorang raja. Dalam tradisi Jawa seorang raja memperoleh kekuasaannya melalui wahyu atau pulung. Hanya orang-orang pilihan yang bisa mendapatkan wahyu kedaton yang bisa menjadikan seseorang menjadi raja.

BACA JUGA  PORKAB DISABILITAS NPCI SIDOARJO 2026

Peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa menjadi lengkap karena ada patih yang mendampinginya. Pemegang peran patih ini bisa Luhut Binsar Panjaitan, atau Pratikno, atau para confidante, orang-orang kepercayaan. Para menteri menjadi pelengkap peran simbolik Jokowi sebagai Raja Jawa.

Dalam tradisi keraton Jawa seorang raja mempunyai abdi dalem yang menjadi pesuruh dan sekaligus menjadi penghibur sang raja. Di lingkungan keraton ada orang-orang cebol yang memainkan peran sebagai penghibur raja. Ada juga abdi dalem oceh-ocehan yang memuji-muji raja untuk menyenangkan hati sang raja.

Jokowi dikelilingi oleh para buzzer yang bertindak sebagai abdi dalem, yang selalu siap menyanjung dan memuji sang raja. Sang Raja juga punya abdi dalem yang sangat setia seperti Bahlil Lahadalia. Lengkap sudah peran interaksionisme simbolik yang dimainkan di Istana Negara.

Sekarang Jokowi bermain sebagai bos yang masih berkuasa. Anak buahnya dengan sukarela datang kepada si bos dan meminta petunjuk dan nasihatnya. Para anak buah bos ini masih memegang kekuasaan di pemerintahan baru dengan bos baru. Tetapi, kesetiaan utama rupanya masih tetap diberikan kepada sang bos lama.

Bos baru dan bos lama masih dalam suasana bulan madu. Tapi, bos baru terlihat terus melakukan konsolidasi kekuasaan. Pada saatnya nanti bos baru pasti tidak mau lagi ada bos yang menjadi pesaingnya.

Sekarang ini muncul gerakan yang intensif untuk menjungkirkan bos lama. Sejumlah aktivis bergerak memasalahkan ijazah sang bos lama. Gerakan ini belum menjadi gerakan yang masif. Tetapi, ketika saatnya tepat maka gerakan ini akan menjadi gelombang besar yang bisa menjungkalkan bos lama.

Setelah itu sang bos baru bisa mengklaim diri sebagai ‘’the real and the only boss’’. ()

Dhimam Abror Djuraid

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.