Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 09:25 WIB
Surabaya
--°C

Hari Angkutan Nasional, Khofifah Gratiskan Layanan Bus Trans Jatim di Lima Koridor

AMBON-KEMPALAN:  Dalam rangka memperingati Hari Angkutan  Nasional 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan layanan bus Trans Jatim di lima koridor selama sehari penuh, Kamis  (24/4).

Masyarakat bisa memanfaatkan layanan Trans Jatim secara gratis atau tanpa biaya kecuali Trans Jatim Luxury. Kebijakan tersebut dilakukan sekaligus untuk mendukung program Jatim Akses.

“Dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional yang jatuh pada tanggal 24 April 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan memberikan layanan gratis naik bus Trans Jatim di seluruh koridor, kecuali layanan Trans Jatim Luxury,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan  Misi Dagang  di Kota Ambon, Rabu (23/4).

Menurut Khofifah, kebijakan ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengimplementasikan Nawa Bhakti Satya dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan transportasi publik di wilayah Jawa Timur.

“Trans Jatim telah melayani masyarakat Jawa Timur di berbagai koridor antar kota dan antar kabupaten sekaligus solusi transportasi modern yang efisien dan terjangkau,” ungkapnya.

Saat ini, Bus Trans Jatim memiliki lima koridor yang aktif beroperasi. Koridor-koridor tersebut meliputi, Koridor 1 (Sidoarjo-Surabaya-Gresik), Koridor 2 (Mojokerto-Surabaya), Koridor 3 (Mojokerto-Gresik), Koridor 4 (Gresik-Lamongan), dan Koridor 5 (Surabaya-Bangkalan).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jatim, pada periode Januari – Maret 2025, penumpang bus trans Jatim di lima koridor selalu penuh. Di periode tersebut, untuk Koridor I Rute Sidoarjo – Gresik Via Surabaya jumlah penumpangnya mencapai 627.946.

Kemudian untuk Koridor II Rute Mojokerto – Surabaya jumlah penumpang mencapai 284.305, sedangkan untuk Koridor III Rute Mojokerto – Gresik jumlah penumpangnya mencapai 210.636.

Lalu untuk Koridor IV Rute Gresik – Lamongan (Paciran) jumlah penumpangnya mencapai 246.892 dan Koridor V Rute Bangkalan – Surabaya jumlah penumpangnya 233.775.

“Alhamdulillah dari Januari hingga Maret, total jumlah penumpang yang memanfaatkan Trans Jatim mencapqi  1.603.554 orang,” tegas Khofifah.

Ia berharap, pada pemberlakuan tarif gratis besok, minat masyarakat terhadap penggunaan Trans Jatim semakin meningkat.  Ia juga berharap tren penggunaan transportasi massal oleh masyarakat Jatim akan semakin meningkat dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Sebagai informasi, untuk jadwal, rute, dan jumlah penumpang secara real time, masyarakat dapat mengakses melalui aplikasi Transjatim-AJAIB.

“Bagi yang belum punya aplikasinya, segera unduh di AppStore atau Playstore. Ketik Transjatim-AJAIB dan download untuk bisa nikmati semua fasilitas layanan bus Trans Jatim. Ayo rek gawe transportasi publik,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)

Pasca Longsor, Mulai Hari ini Jalur Pacet-Cangar Dibuka Terbatas

Jalur Pacet-Cangar yang sempat terdampak longsor pada 3 April lalu, hari ini  Rabu (23/4), mulai dibuka terbatas.

AMBON-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Jalan Sumber Brantas, Jalur Pacet-Cangar yang sempat terdampak longsor pada 3 April lalu, mulai hari ini  Rabu (23/4), dibuka terbatas

Kepastian ini didapatkan setelah Tim Gabungan yang dipimpin Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Anggota Komisi E DPRD Jatim Suwandi Firdaus bersama perangkat daerah terkait melakukan evaluasi dan peninjauan ke bekas lokasi longsor di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (21/4) lalu.

“Alhamdulillah, Pemprov Jatim terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat pengguna jalan  Jalur Pacet-Cangar. Perlahan tapi pasti penanganan diselesaikan,” kata Gubernur Khofifah di sela kunjungan kerjanya di Kota Ambon, Rabu pagi ini  (23/4) .

Pengerjaan Jalur Pacet-Cangar pasca longsor lalu berlangsung cepat, cermat  dan tepat. Setelah pertimbangan berbagai perangkat daerah dan elemen yang terlibat dalam penanganan dampak longsor di Pacet, alhamdulillah pagi ini,  Rabu  siap dibuka secara terbatas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan terkait  mekanisme pembukaan terbatas adalah pembukaan pada waktu-waktu tertentu. Yaitu dimulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIB. Selain itu, jika terjadi cuaca ekstrem, seperti, hujan deras dan angin kencang, maka akan menerapkan sistem buka tutup.

“Jalurnya dibuka dan bisa dilalui namun dengan mekanisme pengawasan ketat. Tentu keselamatan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Guna memastikan keamanan seluruh pengguna jalan nantinya, Khofifah mengatakan bahwa pihaknya melalui Dinas Perhubungan baik Provinsi Jatim maupun Kabupaten Mojokerto akan melengkapi jalur tersebut dengan sarana dan prasarana kelengkapan jalan, seperti, guide drill dan rambu-rambu himbauan maupun larangan di enam titik Jalur Pacet – Cangar.

“Sebelum resmi dibuka hari ini, kemarin ,  Selasa (22/4) sudah dilakukan uji coba untuk memastikan kelayakan jalannya bagi masyarakat umum,” terang Khofifah.

“Tim PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur juga telah melakukan pengecoran jalan yang berlubang di sekitar lokasi,” tambahnya.

Pembukaan Jalur Pacet – Cangar ini, kata Khofifah, sangat dinantikan masyarakat setempat. Karena diketahui memang Jalur ini sendiri merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Sehingga dengan dibukanya akses tersebut, diharapkan akan membangkitkan kembali roda perekonomian warga setempat yang sempat terhambat.

“Kita tahu, di sini sering kali jadi jalur utama petani sayur dan buah baik dari Batu atau Pacet. Kalau  sudah dibuka kembali, harapannya perekomomian lokal bisa lancar kembali,” tutur Khofifah.

Selain perbaikan akses jalan, Khofifah juga mengatakan bahwa perbaikan irigasi terbuka yang berada di atas mahkota longsoran tengah dalam proses pengerjaan. Rencananya jalur irigasi sepanjang 50 meter, akan diubah menjadi sistem irigasi tertutup dengan menggunakan pipa berdiameter 16 dim.

“Saluran irigasi itu cukup penting karena mengaliri sekitar 50 hektare sawah di kawasan Pacet. Pipanisasi ini nanti akan dilaksanakan Tim BPBD Jatim bersama Tahura R Soerjo dan melibatkan masyarakat setempat,” kata Khofifah.

Tak hanya itu saja, Khofifah juga memastikan pengerjaan tebing bekas longsor masih berlangsung. Saat ini perkembangan pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pemasangan trap bambu terasiring yang segera rampung dalam waktu dekat.

“Progress TPT dan saluran air sudah mencapai 100 persen, untuk trucuk bambu 98 persen,” katanya.

Rencananya, setelah penanganan lanjutan, mulai dari pengerjaan TPT bagian bawah (sisi timur jalan), peningkatan badan jalan, pengerjaan pipanisasi hingga perapian secara menyeluruh, akses jalur Pacet Cangar-Pacet akan dibuka secara penuh.

“Jadi di tengah pembukaan jalur secara terbatas hari ini,  masih ada pengerjaan selama sepekan ini, mulai dari pipanisasi, penanaman bibit tanaman vertiver di terasiring dan pemasangan EWS permanen di atas mahkota longsoran. Termasuk penebalan aspal yang estimasi waktunya sebulan,” terang Khofifah.

Di akhir, Khofifah mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi arahan dari petugas dan rambu peringatan di sepanjang Jalur Pacet-Cangar baik selama masa pembukaan terbatas hingga nantinya dibuka secara penuh.

“Kita patuhi bersama himbauan, instruksi hingga rambu atau peringatan yang ada. Tentu kita ingin akses dan perekonomian masyarakat tetap berjalan, tetapi semua juga tetap dalam koridor keselamatan,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Meneruskan Api Kartini Di Tengah Tantangan Zaman Yang Terus Berkembang

KEMPALAN: Setiap bulan April, Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan perjuangan yang sangat luar biasa dari seorang tokoh perempuan nasional, yaitu Raden Ajeng Kartini.

Beliau perempuan yang dengan lantang menerobos sekat-sekat budaya yang mengakar. Yaitu budaya patriarki demi memperjuangkan hak perempuan yang sangat mulia dalam mengenyam pendidikan dan menentukan masa depan.

oleh: NISA AFIFAH

Lebih dari sekadar emansipasi, beliau adalah api yang membara di dalam perjuangan perempuan semangat yang tidak pernah padam. Tapi, kita mengetahui tantangan zaman saat ini semakin kompleks menuntut kita tidak hanya untuk mengenang. Lebih dari itu, perempuan masa kini harus meneruskan perjuangan Kartini dalam mengaktualisasikan semangat Kartini dengan lebih luas.

Dunia bergerak begitu cepat. Digitalisasi, revolusi industri 4.0, tantangan global seperti perubahan iklim hingga krisis ekonomi pasca-pandemi membawa perubahan besar dalam tatanan sosial, budaya, dan ekonomi.

Perempuan bukan sekadar pelengkap tetapi perempuan adalah aktor penting dalam pembangunan bangsa dan pencetak peradaban. Data menunjukkan peningkatan jumlah perempuan yang terlibat di sektor strategis: mulai politik, kewirausahaan, akademisi, hingga teknologi.

Namun, yang jadi persoalan adalah benarkah emansipasi sudah sepenuhnya terwujud?

Realitanya, diskriminasi berbasis gender marak dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Perempuan masih menghadapi ketimpangan dalam hal upah, keterbatasan akses terhadap pendidikan yang berkualitas, serta yang lebih parahnya beban ganda yang kerap memaksa mereka memilih antara karier atau keluarga.

Lebih mengerikan lagi, belakangan ini masyarakat dikejutkan oleh berbagai kasus kekerasan seksual terjadi di berbagai profesi dengan informasi yang cepat dan mudah diterima dari berbagai platform media sosial.

Dari dunia pendidikan, media, hiburan, hingga lembaga-lembaga formal yang semestinya menjamin keselamatan perempuan, muncul laporan-laporan yang sangat mengkhawatirkan.

Bahkan mereka yang berkarya dalam profesi jurnalis pun tidak luput dari ancaman kekerasan yang mengakibatkan kematian. Terdapat oknum yang berasal dari profesi terhormat yang tidak banyak orang menyangka jika oknum tersebut akan melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan.

Nisa Afifah saat berorasi. (Foto: Koleksi Pribadi)

Kasus kekerasan seksual yang terjadi saat ini bukan hanya soal kriminalitas. Tetapi juga persoalan budaya diam dan ketimpangan kuasa. Korban memilih bungkam karena khawatir terhadap stigma, tekanan institusi, hingga bisa kehilangan pekerjaan.

Hal tersebut jadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa perjuangan Kartini belum selesai. Kita butuh sistem perlindungan yang lebih tegas, ruang aman yang nyata, serta keadilan yang berpihak pada korban.

Dalam konteks ini, api Kartini harus terus membara, diteruskan dengan strategi yang adaptif dan juga progresif. Pendidikan tetap jadi senjata utama. Namun, bukan hanya pendidikan formal, melainkan juga pendidikan karakter, literasi digital, dan yang terpenting adalah kesadaran gender.

Perempuan yang berpendidikan bukan menjadi untuk bersaing dengan laki-laki. Tetapi perempuan yang berpendidikan menjadi agen transformasi di lingkungannya.

Pemerintah dan masyarakat sipil berperan krusial dalam menciptakan ekosistem dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Regulasi yang berpihak, program pelatihan keterampilan, serta akses dalam permodalan bagi perempuan pelaku usaha harus diperluas dan dipermudah.

Di sisi lain, kampus, sekolah, serta institusi keagamaan juga mengambil peran dalam membentuk perspektif gender yang adil seadil-adilnya dan setara sejak dini.

Di ruang-ruang politik, representasi perempuan lebih diperkuat bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas. Perempuan yang berada di legislatif, eksekutif, maupun yudikatif harus menjadi suara bagi kebijakan yang inklusif dan berkeadilan gender.

Kartini masa kini bukan hanya mereka yang memimpin di panggung besar. Tapi juga para ibu rumah tangga yang mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai tertanam sejak dini seperti keadilan, toleransi, dan cinta tanah air.

Sebagaimana kutipan Kartini, “Habis Gelap, Terbitlah Terang,” maka terang masa kini, perempuan bukan dipersilahkan tapi perempuan memiliki hak, kewajiban, dan peran. Meneruskan api Kartini bukan berarti menjadikan semua perempuan seragam dalam peran, tetapi justru mengisi semua ruang sesuai jalannya sendiri dengan bebas dan bermartabat.

Akhirnya, kita semua baik perempuan maupun laki-laki memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nyala semangat Kartini agar tidak redup di tengah tantangan zaman. Emansipasimerupakan upaya kolektif menuju masyarakat yang adil dan beradab.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, semangat Kartini menjadi jangkar moral yang menjaga kita terus berpijak pada nilai-nilai keadilan, keberanian, dan kemanusiaan.

Selamat Hari Kartini, 21 April 2025. Semangatnya harus terus hidup di setiap langkah perempuan Indonesia.

Surabaya, 22 April 2025

*Aktivis perempuan

Editor: YMP

Gaduh Ijazah Palsu Jokowi, Kenapa Megawati Terus Bungkam?

Oleh: Edy Mulyadi

KEMPALAN: Kasus ijazah Jokowi kembali bikin gaduh. Ramai di ruang sidang. Meledak di media sosial. Jadi bahan omongan di mana-mana.

Publik terus bertanya: Asli atau palsu? Kenapa tak kunjung dibuka tuntas? Apa yang sebenarnya sedang disembunyikan?

Tapi, di tengah hiruk-pikuk itu, ada yang luput dari perhatian publik. Megawati dengan PDIP-nya diam membisu. Mega terus bungkam. PDIP membatu. Kenapa?

Mega Tahu Sejak Awal?

Jokowi bukan tokoh independen. Bukan aktivis yang punya rekam jejak piawai di ruang diskusi. Juga tak terdeteksi mengaum di atas mobil komando. Dia tiba-tiba masuk politik.

Dia juga bukan tentara, apalagi jenderal. Juga bukan intelektual. Garis keturunannya pun diperselisihkan orang.

Jokowi adalah produk rekayasa politik. Penuh intrik. Dan, tentu saja persekongkolan. Siapa yang melahirkan? PDIP, tepatnya Megawati.

Mulai dari Solo, di DKI, sampai jadi Presiden RI, semuanya lewat jalur partai banteng. Lewat tangan Mega. Itu artinya: Kalau ijazah Jokowi bermasalah, Mega (mestinya) sudah tahu. Sejak awal, bahkan. Pertanyaannya, kenapa dia terus bungkam? Kenapa tak ikut bersuara?

Bukankah Kasus ijazah palsu bisa jadi senjata pamungkas untuk menghabisi? Bukankah dalam 1-2 tahun terakhir para elit PDIP rajin dan doyan playing victim, seolah-olah mereka dikhianati dan dizalimi Jokowi?

Kalau Mega ikut bersuara, bahwa ijazahnya palsu, Jokowi pasti langsung tamat. Tapi kenapa hal itu tak dilakukan?

Terlibat Terlalu Dalam

Sepertinya PDIP tak bisa cuci tangan. Faktanya mereka yang mendaftarkan Jokowi sebagai calon Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, lalu Presiden. Semua tahapan itu pasti melibatkan verifikasi dokumen, termasuk ijazah.

Jadi kalau sekarang ada dugaan ijazah palsu, maka PDIP juga bisa diseret. Sebagai pihak yang ikut melegalkan. Turut memuluskan jalan.

Dugaan sementara, Mega dan PDIP-nya tidak bersuara bukan karena tidak tahu. Tapi jsutru karena terlalu tahu. Dan, terlibat terlalu dalam..

Saling Sandera?

Di hadapan publik, Megawati berkali-kali menyebut Jokowi sebagai “petugas partai”. Artinya: Jokowi di bawah kendali Mega. Paling tidak, secara teori begitu.

Tapi kenyataannya berbeda. Setelah naik jadi presiden, terutama pada periode kedua, Jokowi justru pelan-pelan meninggalkan PDIP. Dia membangun kekuatan sendiri. Mengatur koalisi sendiri. Bahkan secara pasti meminggirkan Puan yang jadi harapan Mega. Lalu sibuk membangun dinasti. Gibran jadi walikota Solo. Lalu didorong jadi Wapres. Bobby, menantunya jadi Walikota Medan, kemudian Gubernur Sumut. Si bungsu Kaesang, sim salabim, jadi Ketum parTAI PSI.

Kini PDIP tak berani menyerang Jokowi. Bisa jadi ini karena Jokowi tahu banyak soal jeroan PDIP. Singkat kata, mereka saling sandera.

Mega tahu soal ijazah Jokowi. Sebaliknya, mantan tukang mebel dari Solo tahu soal borok internal partai. Tentang uang. Tentang manuver. Tentang kompromi.

Diamnya Mega bisa jadi adalah bagian dari perjanjian diam-diam kedua belah pihak. Mereka sepakat untuk saling menjaga. Kalau satu meledak, semua ikut hancur. Tiji tibeh, mati siji mati kabeh. Satu mati, mati semua.

Isu ijazah bukan perkara kecil dan sepele. Ini bom waktu. Kalau benar palsu, maka semua proses pemilu sejak 2014 bisa cacat hukum.

Bayangkan efeknya: Semua kebijakan, undang-undang, bahkan keputusan strategis negara jadi tak sah.

Mega paham ini. PDIP ngerti betul. Mereka tak berani menyalakan api, karena bisa membakar mereka juga. Membakar semua! Mereka takut runtuh bersama.

Kita ulang lagi pertanyaannya:
Kenapa Mega terus bungkam? Apa karena takut rahasianya ikut terbongkar? Atau karena memang sejak awal ikut bermain?

Rakyat butuh kejujuran. Butuh transparansi. Butuh pemimpin yang bersih, bukan hasil kompromi dan manipulasi. (EM)

Jakarta, 22 April 2025

*Wartawan Senior

Editor: Izzat

Di Tengah Kontraksi Ekonomi Global, Pemprov Jatim Gelar Misi Dagang dengan Maluku

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disambut Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath saat tiba di Bandara Pattimura Kota Ambon, Maluku, Selasa (22/4) pagi.

AMBON-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Selasa (22/4) pagi tiba di Ambon, Provinsi Maluku, untuk  melakukan kunjungan kerja dalam rangka misi dagang memperkuat kolaborasi  strategis Jatim di Indonesia Timur di tengah kontraksi ekonomi global.

Dalam dua hari ini , Khofifah dijadwalkan akan menggelar dua agenda penting, yaitu Misi Dagang dan Gathering Penguatan Pasar Daerah di Provinsi Maluku.

“Alhamdulillah kami sudah tiba di Ambon. Saya bersama Kadis Perindag  Pemprov Jatim, InsyaAllah esok hari kami akan melaksanakan misi dagang antara Pemprov Jatim dan Maluku. Hari ini, nanti malam akan dimulai dengan  Gathering Penguatan Pasar Antar Daerah,” kata Gubernur Khofifah.

Setibanya di Bandara Pattimura Kota Ambon, Maluku, Khofifah langsung disambut hangat oleh Wakil  Gubernur Maluku  Abdullah Vanath bersama jajaran. Penyambutan ini diawali dengan pengalungan kain tenun khas Maluku, pemberian buket bunga serta penampilan kolaborasi Tari Sawat dan Tari Lenso.

“Terima kasih Wakil  Gubernur Maluku Bapak Abdullah Vanath  dan jajaran yang secara khusus menyempatkan waktu menyambut kedatangan kami di Bandara Pattimura,” tegasnya.

Kedua tarian yang dikolaborasikan tersebut menjadi simbol sambutan hangat dari warga Maluku untuk Gubernur Khofifah dan rombongan. Yang mana Tari Sawat memiliki makna kekerabatan, kekeluargaan, persahabatan, dan perdamaian. Sedangkan Tari Lenso bermakna ungkapan suka cita dan kegembiraan dalam menyambut tamu, serta sebagai simbol persaudaraan dan kekerabatan.

Sementara itu, Misi Dagang Jatim-Makuku sudah pernah dilakukan sebelumnya, tepatnya tanggal 2 Desember 2021. Saat itu, nilai komitmen transaksi mencapai Rp 232,7 Miliar dengan 49 transaksi dagang.

Khofifah optimis misi dagang kali ini akan membawa dampak positif yang lebih baik bagi masyarakat baik Jawa Timur maupun Maluku. Pihaknya berharap misi dagang ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha kedua provinsi.

“Melalui misi dagang dan gathering penguatan pasar, kita bisa tingkatkan jejaring konektivitas Jatim dan Maluku. Ini menjadi ikhtiar bersama di saat banyak kontraksi ekonomi global Jatim terus melangkah. Selain itu juga diharapkan dapat mendorong pelaku usaha lokal mendapatkan jejaring bisnis baru,” sambungnya.

Sedangkan untuk gathering penguatan pasar daerah, ditegaskan Gubernur Khofifah adalah rangkaian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Misi Dagang. Harapannya kegiatan tersebut mampu menjadi ajang penguatan sinergi, memperluas jaringan pasar produk unggulan daerah dan peningkatan kerjasama.

“Kami harap kegiatan yang akan kita lakukan bisa menjadi media untuk memperkuat hubungan dagang antara Jatim dengan Maluku, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi kedua daerah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jatim maupun Maluku,” pungkasnya.

Sebelumnya telah dilakukan pertemuan Pra Misi Dagang tanggal 17 April  antara pelaku usaha Jawa Timur dengan Maluku melalui media zoom meeting dengan melibatkan Perangkat, BUMD, Asosiasi Pelaku Usaha Jawa Timur dan Maluku.

Rencananya Misi dagang esok hari akan diikuti Asosiasi Pelaku Usaha (KADIN, IWAPI, HIPMI) dan  Pelaku usaha dari Jawa Timur sebanyak 50 pelaku usaha direncanakan akan hadir mengikuti Misi Dagang kali ini. Sedangkan dari Maluku akan hadir pelaku usaha Binaan OPD, Asosiasi pelaku usaha, BUMD dengan total 100 pelaku usaha yang akan terlibat.

Turut mendampingi Gubernur Khofifah dalam kunjungan ini, Kepala DPRD Jatim Musyafak Rouf, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Iwan, Pengurus PW Muslimat NU Provinsi Maluku, Pengurus Cabang Kota Ambon dan Seram Bagian Barat turut serta menyambut kehadiran Gubernur Khofifah. (Dwi Arifin)

Sambut ISOPLUS MARATHON 2025, Pemkot Surabaya Dorong Sport Tourism

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Direktur PT Wings Surya Rebecca Tanoyo memberi keterangan pada awqk media, Selasa (22/4).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menyambut baik gelaran ‘SURABAYA ISOPLUS MARATHON 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian ISOPLUS RUN Series 2025. Perlombaan lari ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan Wings Group, sebagai wujud komitmen memajukan sport tourism di Kota Pahlawan.

Mengusung semangat “UNLOCK YOUR GREATNESS”, acara ini tidak hanya sekadar kompetisi lari, tetapi juga menjadi perayaan gaya hidup sehat, edukasi, dan inklusivitas yang dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Surabaya sebagai tuan rumah bagi ajang lari yang dinantikan oleh para pelari di Indonesia.

“Hari ini, Kota Surabaya merasa bangga karena dapat dikenal di kancah internasional dan nasional melalui event lari ini. Terlebih, acara ini tidak hanya ditujukan bagi pelari profesional, tetapi juga bagi anak-anak,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi dalam konferensi pers di Lobi Balai Kota, Selasa (22/4).

Eri Cahyadi optimis event ISOPLUS MARATHON ini akan menarik partisipasi pelari tidak hanya dari Surabaya dan Indonesia, tetapi juga dari mancanegara. Karena itu, event ini akan semakin mendukung upaya Pemkot Surabaya untuk meningkatkan daya tarik wisatawan khususnya sport tourism.

“Surabaya sudah mulai bergerak ke arah sport tourism, karena kota ini memiliki karakter dan kelebihan. Sekarang kita bisa lihat, acara lari di Surabaya bisa diadakan beberapa kali dalam setahun, bahkan tiga sampai empat kali. Tapi acara ini yang paling luar biasa dan ditunggu para pelari,” ungkap Eri.

Wali Kota Surabaya yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menambahkan bahwa melalui acara ini, Kota Surabaya bisa semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional, termasuk meningkatkan potensi ekonomi yang dimilikinya.

“Melalui ISO Plus Run ini, saya berharap semakin banyak orang mengenal Surabaya, bukan hanya sebagai kota jasa, tetapi juga sebagai kota dengan potensi sport tourism dan medical tourism,” ungkapnya.

Ia melihat, tren olahraga lari di Kota Pahlawan semakin diminati dan digemari oleh semua masyarakat. Bahkan, menurutnya banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkot Surabaya yang juga aktif berlari.
“Karena lari ini terjangkau ya dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kita bisa lihat sendiri di lapangan Thor dan tempat-tempat olahraga lainnya, banyak yang lari bahkan sampai malam hari. Ini menunjukkan banyaknya komunitas lari di Surabaya,“ jelasnya.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, Pemkot Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap Surabaya ISOPLUS MARATHON 2025 melalui berbagai kerjasama, seperti promosi di berbagi titik dan tempat-tempat stategis.

“Tidak hanya di Surabaya tetapi juga di luar kota. Kedua, kami bekerjasama dengan hotel-hotel di dalam dan luar Surabaya untuk menyampaikan informasi acara ini. Ketiga, kami juga bekerjasama dengan maskapai penerbangan dan PT KAI untuk melakukan promosi,” imbuhnya.

Melalui acara ini, Eri Cahyadi berharap potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan akan mengerakan sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, UMKM hingga toko oleh-oleh khas Kota Surabaya. Pihaknya juga akan melakukan event sale di seluruh mal Surabaya pada bulan Oktober, sehingga para pelari tidak hanya berlari tetapi juga bisa mengajak keluarga untuk menikmati penawaran menarik di Surabaya.

“Dengan target 8.000 peserta pada acara ini, pergerakan ekonomi Surabaya akan terasa signifikan. Hotel akan terisi, peserta akan berbelanja di mal-mal dan kemungkinan mereka tidak datang sendiri tapi bersama keluarga. Kegiatan-kegiatan seperti ini adalah salah satu upaya kami untuk mengenalkan, menghidupkan dan memajukan perekonomian,” tandasnya.

Sementara itu, Rebecca Tanoyo, Direktur PT Wings Surya menyampaikan bahwa rute lari nanti akan melewati ikon-ikon Kota Surabaya, seperti Bambu Runcing, Tugu Pahlawan, Kebung Binatang Surabaya (KBS) hingga kawasan Kota Lama.

“Jadi, ikon-ikon Surabaya akan terekam dalam ISOPLUS Run 2025. Kami juga ingin membiasakan gaya hidup sehat bagi warga Surabaya, terutama sejak usia dini,” kata Rebecca.

Ia menambahkan, ISOPLUS MARATHON 2025 yang digelar pada 19 Oktober 2025 akan dihadirkan dengan skala yang lebih besar dengan menawarkan complete running experience. Berbagai kategori tersedia mulai dari 5K, 10K, Half Marathon 21K, Kids Dash, hingga Full Marathon 42K.

“Kami juga menyediakan program latihan terstruktur yang disusun oleh para ahli, sebagai panduan untuk  para pelari mempertahakan gaya hidup sehat hingga mencapai finish dengan keadaan prima,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Warga Diimbau Tak Gunakan Popok Bayi dan Pembalut Sekali Buang

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sosialisasi pengelolaan popok bayi dan pembalut sekali pakai di Kampung Geblak Jambangan, Kecamatan Jambangan, Selasa, (22/4)

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menggelar edukasi sekaligus sosialisasi pengelolaan popok bayi dan pembalut sekali pakai di Kampung Geblak Jambangan, Jalan Jambangan Gang X, Kecamatan Jambangan, Selasa, (22/4). Dalam sosialisasi ini, Pemkot Surabaya turut menggandeng Bumbi serta masyarakat Kampung Geblak Jambangan. 

Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Anna Fajriatin, Camat Jambangan Ahmad Yardo Wifaqo, dan CEO Bumbi Celia Siura. 

Dalam kesempatan ini Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, penggunaan popok bayi dan pembalut sekali buang penggunaannya harus dikurangi. Jika penggunaannya tidak dikurangi sejak dini, maka akan bisa merusak lingkungan ke depannya. 

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat di Surabaya agar menggunakan popok bayi dan pembalut yang bisa digunakan ulang. “Seperti diketahui kalau popok yang sekai buang itu sulit untuk didaur ulang, dihancurkan, sehingga itu bisa merusak lingkungan hidup. Karena itulah kita mengedukasi masyarakat, ayo kita menggunakan popok yang bisa digunakan kembali,” kata Eri Cahyadi.

Menurutnya, bahan yang digunakan popok sekali pakai dan popok yang bisa digunakan kembali itu berbeda. Bahan popok sekali pakai akan sulit didaur ulang, sedangkan bahan popok yang bisa digunakan kembali, bahannya bisa dengan mudah dihancurkan. 

“Kalau lingkungan terjaga, lingkungan itu bersih, maka insyaAllah hidup kita juga akan menjadi hebat,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu mengungkapkan, popok sekali pakai itu masih menjadi masalah serius pencemaran air sungai Kali Brantas. Karena dari hasil temuan komunitas Peduli Sungai Surabaya hingga saat ini masih menemukan banyak popok bayi di sepanjang aliran sungai Kali Brantas. 

“Itu banyak popok yang ditemukan bukan dari Surabaya, tapi ditemukan di Surabaya. Akan tetapi kami juga harus mengubah (kebiasaan) warga Surabaya agar tidak menggunakan popok kemudian dibuang ke sungai,” ungkapnya.

Menurut dia, jika warga tidak menjaga lingkungan sungai maka secara tidak langsung akan mengotori air minum yang setiap harinya dikonsumsi masyarakat Surabaya. Karena, PDAM Surya Sembada mengelola air sungai menjadi air bersih sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Surabaya. 

“Sungai itu air yang dikelola dan bisa dimanfaatkan, bisa kita gunakan untuk apapun. Maka dari itu saya berharap sungai itu bisa terjaga kebersihannya dan tidak dibuangi sesuatu barang atau popok yang merusak kualitas air,” tuturnya. 

Di samping itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengatakan, adanya sosialisasi ini berawal dari adanya keresahan pemerintah dan masyarakat karena di sungai Kali Brantas ditemukan banyak popok bayi sekali pakai. Berdasarkan data dari DLH Surabaya, temuan popok sekali pakai yang ditemukan di Kali Brantas jumlah mencapai jutaan. 

Menurut Dedik, jika penggunaan popok sekali pakai itu dibuang ke Kali Brantas, maka zat yang terkandung di dalam popok bisa mencemari lingkungan dan tubuh manusia.

“Seperti yang diketahui, sungai Brantas ini kan adalah bahan bakunya PDAM untuk yang kita gunakan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, mencuci dan sebagainya. Nah, maka dari itu pagi ini pak wali mengeluarkan surat edaran (SE) agar masyarakat menggunakan popok bayi atau pembalut yang bisa dipakai ulang,” katanya.

SE tersebut, lanjut Dedik, diteruskan kepada dinas, kelurahan, dan kecamatan hingga perusahaan. Tujuannya, agar masyarakat mau untuk menggunakan popok yang bisa digunakan kembali dan mengajak perusahaan untuk berpartisipasi membantu adanya gerakan ini ke depannya. 

“Mungkin ada bayi yang dari keluarga miskin, dan sebagainya, itu bisa membantu gerakkan ini. Karena harga popok ini kan lumayan mahal harganya, nah mungkin bisa dibantu melalui CSR untuk membantu popok yang bisa dipakai ulang,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Halal Bihalal, Eri Cahyadi Tak Lupa Didikan para Mentor hingga Jadi Wali Kota

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat halal bihalal di Convention Hall Surabaya, Senin (21/4).

SURABAYA-KEMPALAN: Suasana haru menyelimuti Convention Hall Surabaya, Senin (21/4), saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar acara halal bihalal. Bukan hanya bersilaturahmi dengan Purna Praja Sejahtera Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), momen ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan pentingnya sejarah dan bimbingan dari generasi sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri mengenang masa-masa awal pengabdiannya di Pemkot Surabaya. Jauh sebelum menduduki kursi kepemimpinan sebagai Wali Kota Surabaya saat ini, dahulu ia adalah seorang pegawai muda yang mendapatkan bimbingan dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini telah memasuki masa purna tugas.

“Saya akan mengadakan acara ini setiap tahun karena saya ingin pejabat struktural selalu mengingat bahwa Surabaya menjadi seperti ini bukan saat ini saja, tetapi ada perjuangan beliau-beliau para ASN yang luar biasa. Begitu pula dengan PWRI dan LVRI,” kata Eri Cahyadi.

Kenangan akan didikan dan arahan dari ASN yang telah purna tugas itu rupanya begitu membekas di hati Wali Kota Eri. Emosi pun tak terbendung ketika ia melantunkan lagu ‘Andaikan Kau Datang’ pada lirik ‘Jawaban apa yang kan kuberi?’ air mata Wali Kota Eri tumpah. Ia membayangkan pertanyaan itu tertuju padanya, mengingat betapa besar jasa para pendahulunya dalam membentuk dirinya.

“Saya berterima kasih kepada para beliau karena pernah membimbing saya. Mengingatkan bagaimana karakter saya bisa terbentuk. Beliau-beliau dulu menggembleng saya sangat luar biasa. Saya tidak akan pernah lupa, bagaimana dahulu mereka menguatkan saya sehingga banyak yang saya pelajari,” ungkapnya. 

Bagi dia, acara halal bihalal ini bukan hanya sekedar silaturahmi, namun juga menjadi jembatan penghubung antar generasi, menumbuhkan rasa hormat dan kebersamaan dalam membangun masa depan Kota Pahlawan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Eri yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para veteran yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Ia menyadari bahwa keamanan dan kedamaian Kota Pahlawan saat ini adalah buah dari pengorbanan mereka di masa lalu.

“Saya berterima kasih, Kota Surabaya menjadi aman karena para veteran menjaga Surabaya. Beliau merebut kemerdekaan, dan itu terasa sampai hari ini,” ujar dia. 

Di samping itu, Eri menegaskan komitmennya untuk terus memajukan Kota Surabaya. Ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan yang telah dibangun oleh para pendahulunya.

“Saya akan malu kalau Surabaya jadi jelek. Karena itu saya mengajak para pejabat struktural untuk untuk bisa berterima kasih kepada para pejabat dan ASN sebelumnya,” tegasnya.

Di penghujung acara, Wali Kota Eri kembali menekankan betapa pentingnya menghargai jasa para Purna Praja Sejahtera Pemkot Surabaya, PWRI, dan LVRI. “Yang perlu di garis bawahi, tidak mungkin Surabaya menjadi seperti ini kalau tidak ada perjuangan dari beliau-beliau. Mewakili seluruh jajaran Pemkot Surabaya kepada anda semua yang telah membangun Surabaya, saya mengucapkan terima kasih,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya dan Polres Tanjung Perak Segel Gudang CV Sentoso Seal

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyegel gudang CV Sentoso Seal, Selasa (22/4).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyegel gudang milik CV Sentoso Seal di Komplek Pergudangan Margomulyo, Surabaya, Selasa (22/4). Tindakan tegas ini dilakukan karena perusahaan tersebut tidak memiliki izin Tanda Daftar Gudang (TDG).

Penyegelan dipimpin langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) serta Satpol PP Kota Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, setiap perusahaan yang beroperasi di Surabaya wajib memenuhi seluruh perizinan sesuai aturan yang berlaku, termasuk TDG. Ia juga tidak ingin ada perusahaan yang merusak citra kota dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Saya sampaikan bagi siapapun, tidak ada yang membuat Surabaya gaduh dan menjelekkan nama Surabaya. Perusahaan apapun di Surabaya harus mentaati izin dan guyub rukun,” kata Eri Cahyadi.

Menurutnya, CV Sentoso Seal terbukti tidak memiliki izin TDG. Karena itu, langkah penutupan dilakukan Pemkot Surabaya setelah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Dan ternyata perusahaan ini tidak ada tanda daftar gudangnya. Sehingga hari ini kami tutup, kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan,” ujar Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut.

Eri juga menegaskan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku di Surabaya. Ia pun meminta agar seluruh pelaku usaha di Kota Pahlawan menjaga iklim kondusif dan tidak merugikan warga.

“Saya selalu katakan ketika berusaha di Surabaya, jangan pernah menyakiti orang Surabaya. Kalau buat perusahaan di Surabaya, maka taati peraturan yang ada, yang ditentukan oleh pemerintah,” imbuh Cak Eri, panggilan akrab Wali Kota Surabaya.

Selain itu, Cak Eri juga mengingatkan pentingnya hubungan harmonis antara perusahaan dan karyawan. Menurut dia, baik pekerja maupun perusahaan memiliki hak dan kewajiban yang harus dihormati bersama.

“Saya juga minta tolong kepada seluruh karyawan yang bekerja, semua karyawan punya kewajiban dan hak, perusahaan juga punya kewajiban dan punya hak. Kalau itu dijalankan, Insyaallah menjadi tenang, menjadi guyub dan tidak gaduh, tidak saling menyalahkan,” katanya.

Selain soal perizinan, Cak Eri menyinggung adanya aduan mengenai dugaan penahanan ijazah milik 15 mantan karyawan asal Surabaya oleh pihak perusahaan. Hal ini juga menjadi alasan kuat ia turun langsung dalam proses penyegelan.

“Karena ini menyangkut tempatnya (perusahaan) di Surabaya yang tidak ada TDG dan menyangkut ijazah arek Suroboyo (ditahan), saya harus turun. Ada 15 ijazah arek Suroboyo yang tertahan,” ungkap dia.

Di sisi lain, Cak Eri  menegaskan bahwa pengawasan terhadap gudang menjadi kewenangan dari perangkat daerah (PD) terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hal ini sebagaimana diatur dalam Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2016.

“Dan hari ini menjadi pembelajaran buat semuanya, siapapun yang mau berusaha di Surabaya, tolong jangan buat gaduh Surabaya, tolong bisa guyub rukun,” pintanya.

Di tempat yang sama, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa kasus dugaan penahanan ijazah belum masuk ke tahap pelaporan resmi.

“Sampai saat ini belum ada laporannya, hanya saja kemarin Kamis (17/4) Pak Wali Kota beserta kuasa hukum dan karyawan, hadir ke Polres melakukan audiensi, dan disepakati bahwa kuasa hukum akan mengirimkan somasi terlebih dahulu,” ujar AKBP Wahyu.

“Belum ada laporan polisi. Namun pada Kamis (17/4) lalu, Pak Wali Kota bersama kuasa hukum dan beberapa karyawan datang ke Polres untuk melakukan audiensi. Hasilnya disepakati bahwa akan dilayangkan somasi terlebih dahulu,” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu, apabila setelah somasi ijazah tidak dikembalikan, maka kuasa hukum para karyawan kemungkinan besar akan melaporkan kasus tersebut secara resmi ke polisi.

“Nanti pada saat berjalan somasi, apabila itu ijazah dikembalikan ya mungkin (kasus) akan berhenti, tapi ketika ijazah tidak dikembalikan, mungkin akan bikin laporan polisi dari kuasa hukum dan kami siap menangani,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.