SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Satpol PP Surabaya kembali menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di bawah kaki Jembatan Suramadu, Kamis (24/4). Penertiban yang melibatkan 80 personel Satpol PP Surabaya ini bertujuan untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah Kecamatan Kenjeran.
Dalam operasi gabungan ini, Satpol PP Surabaya dibantu oleh personel dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), anggota Satpol PP tingkat kecamatan, serta didampingi oleh TNI-Polri dan perangkat wilayah setempat.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan tindak lanjut dari aduan warga terkait gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) yang sering terjadi di kawasan tersebut.
“Penertiban ini kami lakukan tidak hanya karena adanya pesta minuman keras serta indikasi kegiatan prostitusi dan narkoba, tetapi juga untuk menata kembali wilayah Kenjeran agar menjadi lebih tertib dan nyaman,” jelas Fikser.
Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 129 lapak PKL yang tersebar di sekitar kaki Jembatan Suramadu, mulai dari sisi barat hingga timur. Selain lapak pedagang, petugas juga menertibkan meja kayu, kursi kayu, hingga tenda yang ditinggalkan pemiliknya di atas trotoar.
“Ada 129 PKL yang kami tertibkan hari ini, penertiban ini kami sisir mulai sisi barat hingga sisi timur kaki Jembatan Suramadu,” ujar dia.
Lebih lanjut, Fikser mengungkapkan bahwa sebelum tindakan penertiban dilakukan, Satpol PP Surabaya bersama camat dan lurah setempat telah melakukan sosialisasi secara humanis kepada para PKL.
“Sosialisasi ini bertujuan agar pedagang memahami maksud baik kami dalam menata keberadaan PKL di sana,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Kenjeran Surabaya Yuri Widarko menyampaikan, setelah penertiban para PKL, mereka direncanakan akan direlokasi ke tempat yang telah disediakan oleh Pemkot Surabaya. Yakni, di samping SD Negeri Tambak Wedi.
“Saat ini, lokasi relokasi sedang dipersiapkan. Termasuk penyelesaian bangunan oleh rekan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP),” kata Yuri.
Yuri menambahkan bahwa relokasi ini dikhususkan bagi PKL yang ber-KTP Surabaya, dengan prioritas diberikan kepada warga Tambak Wedi. Hal ini dikarenakan sebagian PKL yang berjualan di kawasan tersebut berasal dari luar Kota Pahlawan.
“Kami prioritaskan untuk yang ber-KTP Surabaya, kami prioritaskan juga untuk warga Tambak Wedi. Karena PKL yang berjualan di sini ada yang berasal dari luar Surabaya,” imbuhnya.
Dengan adanya penertiban ini, Yuri berharap kawasan Kenjeran Surabaya dapat tertata lebih rapi. Terutama karena merupakan salah satu destinasi wisata Jembatan Suramadu.
“Kami tidak melarang masyarakat mencari rezeki, namun kami berharap kawasan ini dapat tertata dengan baik sehingga meningkatkan citra positif di mata masyarakat,” ujarnya.
Pasca penertiban, Satpol PP Surabaya akan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut guna mencegah PKL kembali berjualan di lokasi yang telah ditertibkan.
“Yang terpenting adalah pengawasan pasca penertiban. Kami meminta bantuan Satpol PP untuk melakukan penjagaan hingga kondisi benar-benar steril,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti tanam padi. (Foto:Dok/Humas Pemprov Jatim).
SURABAYA-KEMPALAN: Kontribusi laju tanam padi di Jawa Timur (Jatim) menyumbang 25 persen atau setara seperempat luas tanam nasional pada April tahun ini. Hal ini tentunya menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Secara rinci, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan berdasarkan data Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, gerakan tanam serentak padi di bulan April telah mencapai realisasi 924.989 hektare di seluruh Indonesia. Sedangkan total tanam padi Jatim mencapai 227.802 hektare sejak awal April hingga 22 April.
“Artinya jika dilihat prosentase tanam padi Jatim berkontribusi cukup besar terhadap capaian nasional,” kata Khofifah di Surabaya, Kamis (24/4).
Berdasarkan data BPS RI per 8 April 25, luas panen Provinsi Jawa Timur Januari – Mei 2025 diprediksi mencapai 964.768 hektare. Sementara luas panen tahun 2024 Januari – Mei mencapai sebesar 859.957 hektare.
“Artinya ada kenaikan lebih tinggi 104.811 hektare atau sekitar 12,19% dari tahun 2024 di bulan yang sama,” tegasnya.
“Luas panen ini menjadi yang terbesar dibanding 2 provinsi terbesar penghasil padi, yaitu Jawa Tengah sebesar 811.994 hektare dan Jawa Barat sebesar 753.287 hektare,” imbuhnya.
Di sisi lain, Khofifah menyampaikan bahwa kemarin telah dilaksanakan kegiatan tanam serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Kegiatan ini dilaksanakan simultan di 14 provinsi secara daring.
“Dan Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, menjadi titik pusat acara tanam serentak di Jawa Timur,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama di Desa Purwosari juga dilaksanakan penanaman padi dengan menggunakan dua metode. Yakni metode manual dan metode penggunaan transplanter.
Khofifah juga tengah fokus mengawal komitmen Pemprov Jawa Timur dalam menyukseskan target nasional produksi padi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Upaya – upaya tersebut di antaranya dengan mendorong percepatan tanam demi memanfaatkan musim hujan yang masih berlangsung.
“Jika percepatan tanam dilakukan maka akan dapat membantu meningkatkan produksi, efisiensi, dan pendapatan petani, serta meningkatkan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa percepatan tanam dicapai dengan melancarkan proses panen, melaksanakan koordinasi penyerapan gabah oleh Bulog pada harga Rp6500/kg, dan secara paralel mendorong ketersediaan bibit dan pelaksanaan penyemaian luar lahan.
“Metode penyemaian luar lahan turut diterapkan pada kegiatan tanam serentak di Ponorogo, dimana tanaman padi sudah tumbuh di media tanam dan sudah berusia sekitar 2 minggu saat ditanam di lahan sawah,” terangnya.
Karena itu Khofifah berharap tingginya kontribusi Jatim dalam laju tanam padi akan menjadi pemantik bagi semua pihak terutama petani Jawa Timur untuk semakin meningkatkan produktivitasnya. Juga terus berupaya dalam mengembangkan inovasi – inovasi di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Kembali kami bersyukur bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan laju tanam padi tertinggi nasional. Harapannya ini bisa menjadi faktor yang mendorong peningkatan produktivitas di sektor pertanian,” ujarnya.
“Dan muaranya adalah kontribusi Jatim untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
KEMPALAN: Gaduh PIK-2 yang menzalimi rakyat Banten bukan baru kemarin. Sudah berbulan-bulan. Bahkan bertahun-tahun. Tapi hingga hari ini, solusi dari pemerintah nyaris tak ada. Kalau pun ada, hanya tambal sulam. Basa-basi. Seperti biasa, rakyat disuruh sabar, oligarki dibiarkan menggilas.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono cuci tangan. Jangankan menghukum, menyebut otak dan pelaku sesungguhnya kerusakan di laut pun tak berani. Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid sekali tiga uang. Dia juga membela proyek PIK-2. Nusron berdalih tanah musnah, memfasilitasi pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan pihak lainnya untuk mengubah RTRW dan lainnya. Semuanya untuk membuka jalan legalisasi PIK 2.
Polisi? Ogah-ogahan. Mereka datang, tapi tak menyentuh intinya. Pelaku hanya dilokalisir ke level kepala desa Kohod. Sementara Aguan, Anthony Salim, dan para mafia tanah lainnya tetap melenggang bebas.
Banten tidak Tinggal Diam!
Dipicu si Manusia Merdeka, Said Didu, perlawanan rakyat semesta makin menggelora. Front Persaudaraan Islam (FPI) Banten, Koalisi Rakyat Banten, ulama sepuh, purnawirawan TNI, sampai masyarakat adat bersatu melawan. Aksi 23 Desember 2024 di depan kantor Gubernur dan DPRD Banten hanya salah satu bukti. Disusul berbagai aksi di sejumlah lokasi wilayah terdampak secara massif. Suara rakyat sudah tak bisa dibungkam.
KH Embay Mulya Syarief dan KH TB Fathul Adzim tegas menolak PIK-2. Mereka membantah klaim bahwa ulama Banten mendukung proyek ini. Bahkan para jawara Banten mulai mengasah kesiapan fisik. Ini pesan tegas bahwa rakyat siap melawan habis-habisan.
Empat Tuntutan Rakyat Banten
Sebetulnya PIK 2 bukanlah perkara yang rumit-rumit amat. Cuma dibutuhkan sikap tegas Presiden Prabowo. Bukankah dia sudah menyatakan, tidak boleh ada perumahan eksklusif? Tidak boleh ada negara dalam negara?! PIK 2 memenuhi semua kriteria keduanya.
Prabowo bisa dengan mudah menuntaskannya. Caranya dengan:
Cabut Status PSN! Proyek PIK-2 ilegal, menabrak RTRW, dan merusak ekosistem. Hentikan pembangunan! Kembalikan hak rakyat atas tanah dan laut! Ini harus dinyatakan secara eksplisit dan tegas. Tidak cukup hanya dengan “mengeluarkannya” dari daftar RPJM.
Adili Oligarki! Aguan, Anthony Salim, dan kroni-kroninya harus diadili. Termasuk Gojali dan Hanafiah Lijaya yang jadi kaki tangan di lapangan.
Audit Aparat dan BPN. Bongkar peran camat, kepala desa, oknum polisi, dan pejabat BPN yang bersekongkol dengan oligarki. Rakyat butuh keadilan, bukan sandiwara hukum!
Ganti Rugi Korban. Tanah dirampas, nelayan kehilangan mata pencaharian, korban jiwa berjatuhan. Negara wajib hadir dan memberi kompensasi!
Saatnya Prabowo Harus Memilih
Proyek PIK-2 adalah cermin nyata matinya kedaulatan rakyat. Kalau negara masih waras, harusnya langsung cabut PSN dan adili para penjahat ekonomi itu.
Tapi kalau terus membisu, maka jelas: negara ini bukan milik rakyat. Negara sudah tunduk total pada oligarki.
Rakyat Banten sudah memilih jalan perlawanan. Rakyat Indonesia pun makin kencang bersuara. Sekarang giliran Prabowo bersikap. Dia harus memilih, bersama rakyat atau tunduk pada Jokowi dan oligarki.
Selamatkan Banten. Selamatkan Indonesia. Hentikan PIK-2 sekarang juga! (EM)
KEMPALAN: Selain persoalan ijazah yang membuat mumet sehingga perlu dengan ancaman lawyer yang dipanggil ke Solo dan ancaman preman pimpinan Hercules yang didatangkan ke rumah Kutai Utara untuk menggertak TPUA, maka sowan para Menteri “geng Solo” dan para Polisi peserta Sespim juga bagian dari fenomena semakin belepotannya Joko Widodo.
Tafsir bahwa Jokowi masih kuat dan mampu melecehkan Prabowo melalui manuver sowan Menteri dan arahan kepada peserta Sespimpol perlu mendapat pertanyaan serius akan kebenarannya. Sebaliknya hal di atas dapat menjadi gambaran akan kepanikan Jokowi yang mencoba meraih pegangan pada ranting-ranting yang tersisa. Dan ranting itu akan segera menjadi kayu yang hangus terbakar. Tidak ada teknologi kayu yang dapat menyelamatkan.
Ia tengah menghadapi sakaratul maut politik tanpa tahu jalan pulang yang baik. Jokowi menempatkan dirinya potensial menjadi makhluk yang terkutuk. Bukan hanya karena tidak berprestasi tetapi memperkaya diri dan penyubur korupsi. Harga diri dijual murah demi penggendutan rekening famili dan kroni. Bumi pertiwi pun digadaikan bahkan dijual pula meski dengan narasi investasi.
Dugaan ijazah palsu sangat menggelisahkan. Aneh sekali, sebab bila ada dan asli tentu akan tenang dan nyaman dihadapi. Dengan enteng dipublikasikan dan membebaskan siapapun untuk memverifikasi. Bukan sembunyi atau menyembunyikan. Bukan pula menyiapkan tuntutan hukum bagi yang mempersoalkan. Jika itu yang dilakukan, rakyat sedunia dipastikan akan semakin curiga.
Setelah mengancam melalui tim lawyer yang diundang ke rumahnya di Solo, Jokowi sengaja datang ke Jakarta dan membahas soal itu di RM Seribu Rasa Menteng. Lalu tim hukumnya Konperensi Pers akan melaporkan 4 orang yang masih dirahasiakan namanya, menunggu keputusan Jokowi. Hoaks dan pencemaran nama baik yang selintas dimunculkan sebagai tuduhannya.
Di tengah kegundahan masalah ijazah ternyata Jokowi “diperintahkan” Prabowo untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Mungkin kegelisahan seribu rasa coba untuk ditenangkan berada di suasana pemakaman. Agar semua ingat bahwa ujung dari semua ambisi adalah makam. Sepi, sunyi, sendiri dan sesal abadi.
4 nama Roy Suryo, Rismon Sianipar, Rizal Fadillah dan Tifauzia Tyassuma telah diputuskan sebelum ke Vatikan. Telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh Pemuda Patriot Nusantara dengan tuduhan penghasutan berdasar Pasal 160 KUHP. Rupanya Jokowi takut untuk melaporkan sendiri, tetapi memakai tangan ormas pemuda.
Bagi keempat orang terlapor tentu siap untuk bertarung hukum yang dinilai sebagai penghukuman terhadap ilmu pengetahuan. Soal ijazah Jokowi sedang dibongkar secara saintifik. Teknologi yang digunakan sebagai alat uji. Namun hukum mencoba meredam. Abad kegelapan Eropa adalah penghukuman gereja pada ilmu pengetahuan. Indonesia gelap adalah tampilan kekuasaan yang menghukum ilmu pengetahuan.
Bareskrim Mabes Polri sejak 9 Desember 2024 sudah nenerima pengaduan TPUA soal dugaan ijazah palsu Jokowi. 20 Maret 2025 ada bukti tambahan, lalu 7 April 2025 telah diajukan kembali tambahan bukti, demikian pula 22 April 2025. Total 15 bukti ada di meja Bareskrim dan prediksi hingga 30 orang semestinya sudah bisa diminta keterangan termasuk 11 awak media yang telah melihat tetapi tidak boleh memfoto dan merekam ijazah yang ditunjukkan Jokowi 16 April 2025.
Delik penghasutan mudah ditepis, yang lebih urgen adalah pembuktian keaslian ijazah Jokowi oleh Bareskrim Mabes Polri. Andai proses bergerak, maka wajar dan semestinya skripsi dan ijazah Jokowi yang diduga palsu segera untuk disita. Inilah langkah kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Dari sini kita mulai. (MRF)
KEMPALAN : Mengikuti talk show buku ‘Seperti Obrolan Warung Kopi’ karya Amang Mawardi, di Sage House Gallery, Jl. Prapanca 56, Surabaya, kita diberi sajian suasana lingkungan yang memikat dan melegakan.
Dimana ada rumah yang tempatnya di tengah perkotaan dengan penataan lingkungan yang begitu humanis sekali. Semua ruang dan tata letak bangunan diakses dengan pendekatan alam.
Sehingga dimana pun kita bersinggah di sudut-sudut lokasi itu, terasa ada keleluasaan menyambungkan batin dengan atmosfir alam.
Diskusi pada 22 April siang tersebut jadi berjalan nyaman dan tidak terasa kering meskipun dipenuhi padatnya para peserta.
Penggagasnya Ir. Wardah Alkatiri MA., Ph.D. dimana sering orang menjuluki dia Human Ecologist. Tampak semua sudah terbentuk dari iklim hidupnya mulai awal. Mulai jenjang akademisinya, jurusannya erat sekali dengan lingkungan yang dia geluti sehari-hari.
S1 ITS, S2 Lincoln University Selandia Baru, S3 University of Carnterbury, Selandia Baru. Semua penjurusan pendidikannya berkaitan dengan lingkungan. Saat ini waktunya dibuat untuk mengabdikan ilmunya, dengan mengajar di Universitas Nahdlatul Ulama (NU), Surabaya.
Sedangkan tujuannya membuat gallery? “Sederhana saja, yaitu memanfaatkan rumah menjadi tempat kegiatan positif, sejalan dengan minat. Dengan demikian, kami mengerjakannya dengan ikhlas,” ujarnya ramah. Dan kedepannya? “Kami berharap rumah ini bisa bermanfaat sebagai tempat : kursus, workshop, seminar kecil, sharing pengetahuan, diskusi dan semacam itulah.” (A.Zainuri).
Tim putra Futsal Surabaya setelah mengalahkan Sampang 4-1 di King Futsal Kota Pasuruan, Rabu (23/4). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).
PASURUAN-KEMPALAN: Futsal putra Surabaya kembali memetik kemenangan dalam laga kedua Grup D Pra Porprov Jatim 2025. Setelah mengalahkan Lumajang 1-0 pada matchday pertama, Minggu (20/4), tim asuhan Valentino Ferdinand ini sukses membekuk Kabupaten Sampang 4-1 pada matchday kedua di King Futsal Kota Pasuruan, Rabu (23/4).
Dengan hasil ini Surabaya menempati urutan kedua klasemen sementara Grup D dengan poin 6 dan membuka peluang untuk menjadi juara grup. Urutan teratas sementara ditempati Kabupaten Bangkalan yang berada di dengan poin 7, hasil dari dua kali menang dan sekali imbang.
Dua kemenangan Bangkalan diraih lawan Sampang 5-4 dan Lumajang 9-2. Sedang hasil imbang 4-4 diraih Sampang saat menghadapi tuan rumah Kabupaten Pasuruan.
Laga Surabaya Vs Sampang yang berakhir 4-1.
Disaksikan Ketua Umum KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah dan Sekretaris Erie Hartanti, saat menghadapi Sampang, Surabaya langsung tancap gas. Alhasil, pada babak pertama Surabaya berhasil menguasai pertandingan dan unggul 3-0. Tiga gol tersebut tercipta begitu cepat, yakni saat laga baru berjalan tujuh menit.
Tiga gol cepat tersebut masing-masing dicetak oleh sang kapten Bilal Abdillah Ihsani menit 2, disusul Muhammad Rafli menit 6, dan Moch Nico Saputera menit 7. Sedang pada babak kedua Surabaya menambah satu gol melalui sepakan Muhammad Khelvan Saputra pada menit 38.
Ketua Umum KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah (kanan) menjenguk Marcel Kurniasandi di RSUD Bangil.
Satu-satunya gol balasan Sampang dicetak Abdul Mudil pada menit 31, sehingga laga berakhir dengan skor 4-1 untuk keunggulan Surabaya.
Sayangnya, keunggulan Surabaya atas Sampang ini harus ditebus dengan harga mahal. Sebab dalam laga ini satu pemain Surabaya, yakni Marcel Kurniasandi, mengalami cidera pada bagian pangkal lengan tangan kanannya akibat salah tumpuan saat terjatuh pada babak kedua. Marcel akhirnya dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan dan kemungkinan belum bisa tampil saat laga lawan Bangkalan, Kamis (24/4) hari ini.
Kendati demikian pelatih futsal putra Surabaya Valentino Ferdinand tetap bertekad untuk memenangkan laga lawan Bangkalan. “Target kami adalah menjadi juara grup di Pra Porprov 2025 ini. Jadi, anak-anak harus bisa mengalahkan semua tim yang kita hadapi di Grup D,” katanya ketika ditemui usai laga lawan Sampang, Rabu (23/4).
Pelatih yang akrab disapa Tino ini mengakui Bangkalan tim yang tangguh. Terbukti, tim ini belum terkalahkan dalam tiga laga yang dilakoni. Demikian pula Pasuruan yang akan dihadapi pada laga pamungkas Grup D, Sabtu (26/4).
“Dua tim yang bakal kita hadapi ini tidak bisa dianggap remeh. Keduanya sama tangguhnya. Buktinya, hari ini mereka bermain imbang 4-4. Jadi, kita tidak boleh lengah dan tetap harus fokus,” pungkas Tino. (Dwi Arifin)
JADWAL PERTANDINGAN GRUP D PUTRA VENUE: KING FUTSAL KOTA PASURUAN SENIN, 21 APRIL 2025 12.00 WIB – Sampang Vs Kab Pasuruan 14.00 WIB – Bangkalan Vs Lumajang
RABU, 23 APRIL 2025 12.00 WIB – Kab Pasuruan Vs Bangkalan
14.00 WIB – Surabaya Vs Sampang
KAMIS, 24 APRIL 2025 12.00 WIB – Surabaya Vs Bangkalan 14.00 WIB – Lumajang Vs Kab Pasuruan
SABTU, 26 APRIL 2025 12.00 WIB – Sampang vs Lumajang 14.00 WIB – Kab Pasuruan Vs Surabaya
SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya Rini Indriyani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan kembali esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini, terutama dalam konteks pendidikan di era digital saat ini.
Seruan ini disampaikan dalam acara Halal Bihalal yang dihadiri oleh para ibu penggerak pendidikan, istri-istri pendidik, dan guru-guru perempuan di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya di Gedung Wanita Candra Kencana, Rabu (23/4).
Eri Cahyadi mengatakan bahwa momentum Idul Fitri bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan peran krusial perempuan dalam mencerdaskan bangsa, sebagaimana dicita-citakan oleh Kartini.
“Di tengah kebersamaan ini, kita kembali merenungkan visi Kartini tentang perempuan yang berdaya dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa,” kata Eri Cahyadi.
Lebih lanjut, Eri Cahyadi menekankan peran penting para ibu guru yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur sebagai landasan pembentukan karakter generasi penerus.
“Di balik setiap keberhasilan pendidikan, terdapat sosok-sosok perempuan tangguh yang bekerja tanpa pamrih dan memberikan dampak yang luar biasa. Mereka adalah pilar penyemangat bagi para pendidik,” imbuhnya.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini juga menyampaikan apresiasinya kepada anggota DWP Kota Surabaya yang terus aktif mendukung berbagai program pendidikan di Kota Pahlawan.
Ia mengingatkan bahwa Kartini telah memberikan teladan tentang emansipasi wanita, di mana perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan pendidikan, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas. “Seorang pemimpin hebat pun lahir dari didikan seorang guru,” tegasnya.
Di samping itu, dalam menyikapi tantangan zaman, terutama pesatnya kemajuan teknologi, Eri mengungkapkan bahwa Dispendik Kota Surabaya telah mengadopsi digitalisasi dalam seluruh pelaporan kegiatan.
“Tujuannya untuk menciptakan transparansi dan mempermudah alur kerja di lingkungan Dispendik. Pemkot Surabaya juga bekerja sama dengan ITS dan berbagai perguruan tinggi lainnya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam bidang digitalisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani menyerukan semangat Kartini agar perempuan Surabaya terus membuktikan diri sebagai sosok yang tangguh, menjadi penerang dalam keluarga, penggerak di masyarakat, dan mitra sejajar dalam pembangunan, terutama di era digitalisasi pendidikan.
“Mari kita terus menginspirasi dan menjadi agen perubahan positif dalam dunia pendidikan,” kata Bunda Rini, sapaan akrabnya.
Bunda Rini menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan di era ini. Karenanya, ia mengajak para ibu untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana dalam mendidik anak, contohnya melalui media cerita dan gambar yang menarik dalam format video, serta mencari materi pendidikan yang berkualitas melalui gawai.
“Kita harus melek digital untuk mendidik anak-anak kita. Sekuat apapun perkembangan zaman, perempuan adalah pondasi kekuatan di dalam rumah tangga,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh perempuan di Kota Pahlawan untuk terus mempererat persatuan, menjaga solidaritas, dan saling menguatkan, mengingat pendidikan adalah tanggung jawab kolektif di mana perempuan memegang peranan yang sangat penting.
“Semoga seluruh ibu guru di Surabaya semakin aktif, dan produktif dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kota Surabaya. Yakni mewarisi semangat Kartini untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang semakin maju dan berdaya di era digital ini,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
MALUKU TENGAH-KEMPALAN: Di tengah perlambatan ekonomi global, sektor perdagangan Jatim tetap kuat bertahan. Hal itu ditunjukkan dari catatan transaksi Misi Dagang Provinsi Jatim di Provinsi Maluku yang digelar di The Natsepa Resort & Conference Center, Maluku Tengah, Rabu (23/4).
Dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, misi dagang kali ini mencatatkan transaksi final mencapai Rp 460.751.014.000.
Khofifah menyampaikan Misi Dagang merupakan bagian dari upaya Jawa Timur untuk berkomitmen dalam meneguhkan posisi strategisnya di Indonesia Timur. Terlebih di era perlambatan ekonomi global saat ini kerja sama antar daerah merupakan upaya yang harus terus diperkuat.
“Kita fasilitasi pertemuan trader dan buyer, para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Maluku, tujuannya menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi,” kata Khofifah.
“Saya ingin menyampaikan bahwa ini tidak sekadar dagang dan investasi tetapi juga ini pertemuan antar budaya pertemuan antara tradisi pertemuan antar provinsi” imbuhnya.
Transaksi tersebut disumbang dari sejumlah komoditi. Diantaranya hasil perikanan, produk hasil tembakau, telur ayam, produk olahan ayam, beras, ayam & bebek (karkas), pakan unggas & DOC, kelapa bulat, kayu logs produk makanan ringan dan hasil hutan kayu bulat.
“Jadi ada kenaikan dua kali lipat dari yang kita catat pada Desember 2021 dan ini biasanya akan terus berkembang hingga usai ditutup resmi,” ucapnya.
Jawa Timur, lanjut Khofifah, merupakan kontributor ekonomi tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dengan kontribusi sebesar 14,39 persen terhadap PDB Indonesia dan berkontribusi sebesar 25,23 persen terhadap PDRB Pulau Jawa. Pada Triwulan IV-2024, ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,03 persen (y-on-y) dengan total nilai PDRB ADHB sebesar 802,45 triliun rupiah.
“Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa setelah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yaitu sebesar 25,23 persen,” katanya.
Ia menjelaskan perdagangan antar wilayah memberikan kontribusi yang cukup siginifikan bagi neraca perdagangan barang dan jasa Jawa Timur. Berdasarkan data Perdagangan Antar Wilayah Indonesia 2023, Jawa Timur merupakan provinsi dengan surplus neraca perdagangan terbesar, yakni mencapai 209 triliun rupiah.
“Ini tidak terlepas dari peran serta dan kerjasama yang baik dari provinsi-provinsi mitra, dalam mendukung perdagangan antar wilayah dengan Jawa Timur,” ungkapnya.
Berdasarkan data Perdagangan Antar Wilayah Jatim dengan Seluruh Provinsi 2023, total nilai perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Maluku sebesar Rp 3,01 triliun. Yang terdiri dari nilai bongkar (beli dari Maluku) sebesar Rp 1,66 miliar dan nilai muat (jual ke Maluku) sebesar Rp 1,35 triliun. Sehingga neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Maluku defisit Rp 310 miliar.
“Maluku selama ini menyuplai beberapa komoditas utama antara lain seperti pelat tembaga, minyak kelapa sawit mentah, kayu gelondongan, rempah rempah, karet alam, alkohol, kayu lembaran, buah, ikan beku dan komoditas lainnya untuk Jawa Timur,” ungkapnya.
“Sebaliknya Jawa Timur banyak menyuplai komoditas truk, beras, obat-obatan, daging ayam beku, tepung, minyak kelapa murni, pasta mentah, gula, kendaraan bermotor, bumbu masak dapur dan komoditas lainnya ke Maluku,” tambahnya.
Orang nomor satu di Jatim ini menuturkan Misi Dagang kali ini adalah kesempatan untuk membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, dan memperkuat jaringan bisnis antara Jawa Timur dan Maluku. Harapannya mampu memberikan dampak signifikan bagi hubungan kerjasama di berbagai bidang termasuk ekonomi dan budaya antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Maluku.
“Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat menciptakan sinergitas hubungan kerjasama di sektor industri dan perdagangan, mewujudkan kedaulatan pasar dalam negeri dengan melestarikan, mencintai, bangga dan mau membeli serta memakai produk buatan negeri sendiri,” jelasnya.
“Pada akhirnya dapat memacu peningkatan transaksi perdagangan dalam negeri,” harapnya.
Lebih dari itu, Khofifah menuturkan bahwa misi dagang kali ini juga memiliki tujuan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengatakan semula pada misi dagang kali ini juga akan dilakukan kerja sama di bidang pendidikan khususnya untuk SMA Taruna.
“Kita berharap bahwa kerjasama di bidang pendidikan akan secara signifikan meningkatkan kualitas SDM masing-masing,” ucapnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan Jawa Timur merupakan satu-satunya provinsi yang memiliki 6 SMA Taruna berbasis boarding school yang bekerja sama dengan TNI, Polri, dan IPDN. Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku bisa mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menimba ilmu di SMA-SMA Taruna di Jawa Timur.
“Hanya 20 persen kita buka untuk siswa siswi non Jawa Timur, kalau ada kerjasama dengan Pemprov Maluku tentu kita akan memberikan prioritas kuota terutama yang boarding school untuk anak-anak lulusan SMP,” ujarnya.
Khofifah berharap siswa siswi SMA Taruna di Jawa Timur akan mampu menjadi speaker keIndonesiaan, speaker nasionalisme, speaker kenusantaraan. Menurutnya untuk menyambut Indonesia emas juga dibutuhkan generasi berwawasan kebangsaan yang kuat selain capaian akademik.
“Saya rasa yang dibutuhkan tidak hanya academic achievement di Indonesia emas, tetapi mereka juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat wawasan nusantara yang kuat,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Jatim ini mengatakan bahwa kebersamaan antara Jatim dan Maluku saat ini harus dipupuk agar terus bisa mempersambungkan ekonomi, sosial, budaya. Pasalnya kebersamaan ini dapat menjadi gambaran kondisi stabilitas dan produktivitas diantara kedua provinsi.
“Kedatangan kami menjadi bagian penting membangun Indonesia lahir batin, kalau stabilitas, kondusivitas dan produktivitas terjaga maka itu menjadi jaminan bagi para investor untuk masuk,” tegasnya.
Sementara itu Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan Misi Dagang dan inovasi ini adalah bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi daerah yang saling menopang. Oleh sebab itu ia mengajak seluruh pemangku kepentingan baik dari Maluku Jawa Timur untuk menjadikan momentum ini sebagai awal dari kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
“Sistem kerjasama yang produktif dan berkelanjutan, satu komoditi bisa memberi nilai, tapi Kolaborasi bisa menciptakan masa depan,” katanya.
Gubernur Maluku juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya Misi Dagang dan Investasi anta Provinsi Jawa Timur dan Maluku.
“Semoga segala hal yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bagi kedua provinsi,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gubernur Jatim dengan Gubernur Maluku. Dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 10 Perangkat Daerah, BUMD dan beberapa Pelaku Usaha antara Pemprov Jatim dan Maluku yang disaksikan Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Maluku.
Dalam pembukaan misi dagang ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Ketua DPRD Jatim, Wakil Ketua DPRD Maluku dan Sekdaprov Maluku. (Dwi Arifin)
AMBON-KEMPALAN: Dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan layanan bus Trans Jatim di lima koridor selama sehari penuh, Kamis (24/4).
Masyarakat bisa memanfaatkan layanan Trans Jatim secara gratis atau tanpa biaya kecuali Trans Jatim Luxury. Kebijakan tersebut dilakukan sekaligus untuk mendukung program Jatim Akses.
“Dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional yang jatuh pada tanggal 24 April 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan memberikan layanan gratis naik bus Trans Jatim di seluruh koridor, kecuali layanan Trans Jatim Luxury,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan Misi Dagang di Kota Ambon, Rabu (23/4).
Menurut Khofifah, kebijakan ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengimplementasikan Nawa Bhakti Satya dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan transportasi publik di wilayah Jawa Timur.
“Trans Jatim telah melayani masyarakat Jawa Timur di berbagai koridor antar kota dan antar kabupaten sekaligus solusi transportasi modern yang efisien dan terjangkau,” ungkapnya.
Saat ini, Bus Trans Jatim memiliki lima koridor yang aktif beroperasi. Koridor-koridor tersebut meliputi, Koridor 1 (Sidoarjo-Surabaya-Gresik), Koridor 2 (Mojokerto-Surabaya), Koridor 3 (Mojokerto-Gresik), Koridor 4 (Gresik-Lamongan), dan Koridor 5 (Surabaya-Bangkalan).
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jatim, pada periode Januari – Maret 2025, penumpang bus trans Jatim di lima koridor selalu penuh. Di periode tersebut, untuk Koridor I Rute Sidoarjo – Gresik Via Surabaya jumlah penumpangnya mencapai 627.946.
Kemudian untuk Koridor II Rute Mojokerto – Surabaya jumlah penumpang mencapai 284.305, sedangkan untuk Koridor III Rute Mojokerto – Gresik jumlah penumpangnya mencapai 210.636.
Lalu untuk Koridor IV Rute Gresik – Lamongan (Paciran) jumlah penumpangnya mencapai 246.892 dan Koridor V Rute Bangkalan – Surabaya jumlah penumpangnya 233.775.
“Alhamdulillah dari Januari hingga Maret, total jumlah penumpang yang memanfaatkan Trans Jatim mencapqi 1.603.554 orang,” tegas Khofifah.
Ia berharap, pada pemberlakuan tarif gratis besok, minat masyarakat terhadap penggunaan Trans Jatim semakin meningkat. Ia juga berharap tren penggunaan transportasi massal oleh masyarakat Jatim akan semakin meningkat dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Sebagai informasi, untuk jadwal, rute, dan jumlah penumpang secara real time, masyarakat dapat mengakses melalui aplikasi Transjatim-AJAIB.
“Bagi yang belum punya aplikasinya, segera unduh di AppStore atau Playstore. Ketik Transjatim-AJAIB dan download untuk bisa nikmati semua fasilitas layanan bus Trans Jatim. Ayo rek gawe transportasi publik,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)