Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 00:00 WIB
Surabaya
--°C

Museum Dr. Soetomo Surabaya Hadirkan Cross Musea Pertiwi

Pengunjung Museum Dr. Soetomo Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui UPTD Museum Surabaya menghadirkan Cross Musea Pertiwi yang berlangsung pada 2–14 Juni 2026 di Museum Dr. Soetomo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 dan menjadi wadah kolaborasi antarmuseum dalam menghadirkan pengalaman belajar sejarah dan budaya yang lebih interaktif, edukatif, serta menarik bagi masyarakat.

Mengusung tema “Pertiwi”, pameran ini mengangkat perjalanan kehidupan manusia dari kelahiran hingga akhir kehidupan melalui beragam koleksi dan narasi budaya yang disajikan secara imersif.
Pengunjung tidak hanya diajak melihat koleksi museum, tetapi juga merasakan pengalaman yang lebih dekat melalui teknologi dan instalasi interaktif.

Tiga museum turut berpartisipasi dalam pameran tersebut, yakni Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Berbagai koleksi dari ketiga museum akan dipadukan untuk membangun narasi tentang kehidupan, tradisi, serta nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya Saidatul Ma’munah mengatakan, konsep imersif sengaja dihadirkan agar museum semakin relevan dan menarik bagi generasi muda.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Jadi tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga terlibat secara langsung dalam perjalanan cerita yang kami bangun melalui tema Pertiwi. Harapannya, pesan yang ingin disampaikan bisa lebih mengena dan mudah dipahami masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda,” kata Saida, Senin (1/6).

Selain pameran imersif, Cross Musea Pertiwi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti Diskusi Publik bertajuk “Aku dan Pertiwi”, pertunjukan live music, serta kuis berhadiah yang dapat diikuti pengunjung selama pelaksanaan kegiatan.

Berbagai area interaktif juga disiapkan di dalam museum, mulai dari spot foto tematik hingga aktivitas digital yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan materi pameran. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya revitalisasi museum agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi edukatifnya.

“Museum harus terus bertransformasi agar tetap diminati masyarakat. Karena itu kami menghadirkan konsep yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga pengunjung bisa memperoleh pengalaman sekaligus pemahaman yang lebih mendalam tentang makna kehidupan dan budaya,” katanya.

Cross Musea Pertiwi dapat dikunjungi mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Tiket masuk tersedia melalui sistem pemesanan daring dengan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak menelusuri makna kehidupan dan kebudayaan Nusantara melalui perspektif koleksi museum yang dikemas secara modern dan menarik,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Unggahan Garuda Pancasila Keliru, BRIN Disorot Warganet dan Akhirnya Minta Maaf

JAKARTA-KEMPALAN: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah ditemukan kesalahan pada ilustrasi Lambang Garuda Pancasila yang digunakan dalam unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila di media sosial resmi lembaga tersebut, Senin (1/6).

Kesalahan tersebut terdapat pada jumlah helai bulu Garuda Pancasila yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi. Pada ilustrasi yang diunggah, jumlah bulu pada sayap kiri dan kanan masing-masing tercatat sebanyak 16 dan 15 helai. Padahal, lambang negara Garuda Pancasila memiliki 17 helai bulu pada masing-masing sayap.

Selain itu, jumlah bulu pada bagian ekor juga diketahui hanya berjumlah tujuh helai, sementara ketentuan yang benar adalah delapan helai bulu.

Unggahan tersebut kemudian menjadi sorotan publik dan menuai berbagai komentar dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan proses verifikasi konten yang dilakukan oleh lembaga riset nasional tersebut sebelum dipublikasikan.

Menanggapi kritik yang berkembang, BRIN melalui akun resmi Instagram @brin_indonesia mengunggah pernyataan permohonan maaf pada pukul 17.00 WIB, Senin (1/6).

Dalam pernyataannya, BRIN menyampaikan penyesalan atas kesalahan yang terjadi dan berjanji meningkatkan ketelitian dalam proses produksi konten ke depan.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN.

Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa kejadian itu menjadi pelajaran penting agar lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam pembuatan maupun penyebaran materi publikasi.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” lanjut pernyataan tersebut.

Kritik Warganet

Kesalahan pada lambang negara tersebut memicu beragam respons dari masyarakat di media sosial. Sebagian warganet menyoroti dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa proses pengecekan yang memadai.

Akun X @Real*yrwi**, misalnya, menulis bahwa lembaga riset nasional semestinya mengedepankan ketelitian dalam setiap publikasi.

“Lucu. BRIN belajar lebih teliti. Kalian badan non-kementerian yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden untuk urusan IPTEK. Belajarlah, jangan apa-apa AI. Penghematan berujung malu kalau begini,” tulis akun tersebut.

Komentar serupa disampaikan akun @Alvs Aa yang menilai proses riset dan verifikasi tidak boleh diabaikan meskipun memanfaatkan teknologi AI.

“Setingkat BRIN loh, badan riset dan inovasi nasional. Ada kata riset dan inovasi. Inovasi boleh menggunakan AI, tapi risetnya jangan dilupakan. Dalam riset, pengecekan itu wajib,” tulisnya.

Sementara itu, akun @ba***x911 mengaitkan kesalahan tersebut dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang mengatur tentang Lambang Negara. Namun hingga berita ini ditulis, tidak ada indikasi bahwa kesalahan yang terjadi dilakukan dengan maksud menghina atau merendahkan lambang negara.

Komentar lain datang dari akun @si**ch****ri yang mempertanyakan kualitas desain yang digunakan dalam unggahan tersebut dan mengaitkannya dengan isu efisiensi anggaran.

Simbol Tanggal Kemerdekaan

Dalam Lambang Garuda Pancasila, jumlah bulu pada setiap bagian memiliki makna simbolis yang merepresentasikan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Jumlah bulu pada masing-masing sayap adalah 17 helai, bulu ekor berjumlah delapan helai, bulu di bawah perisai atau pangkal ekor sebanyak 19 helai, dan bulu leher berjumlah 45 helai.

Karena itu, ketepatan bentuk dan detail Lambang Garuda Pancasila menjadi hal yang sangat penting, terutama ketika digunakan oleh lembaga negara dalam komunikasi publik resmi. (Andra Jatmiko)

SPMB Jatim Dibuka, Khofifah Sebut Kuota Negeri Hanya 39,3 Persen

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau proses verifikasi SPMB di SMAN 1 dan SMAN 2 Surabaya, Senin (1/6). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Surabaya dan SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6). Dalam peninjauan tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Usai meninjau, Khofifah menjelaskan bahwa proses verifikasi SPMB telah dimulai sejak 29 Mei dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026.

“Kawan-kawan mungkin bisa melihat suasananya cukup longgar karena memang semua sudah diatur waktunya. Mereka bisa memastikan pada tanggal dan jam berapa melakukan verifikasi seluruh data primer yang dibutuhkan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pengaturan jadwal verifikasi tersebut bertujuan memberikan pelayanan yang lebih tertib dan nyaman bagi para calon murid maupun orang tua.

Khofifah berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar sehingga masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang optimal sesuai pilihan sekolah masing-masing.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kapasitas daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur masih terbatas.

“Sebanyak-banyaknya masyarakat berharap bisa masuk sekolah yang diinginkan, tetapi kapasitas daya tampung SMA dan SMKN negeri di Jawa Timur saat ini sekitar 39,3 persen,” katanya.

Karena itu, Khofifah mengajak masyarakat untuk turut mempertimbangkan sekolah swasta yang kini semakin banyak menyediakan program beasiswa bagi peserta didik baru.

Ia mengapresiasi komitmen SMA dan SMK swasta di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur yang terus meningkatkan dukungan melalui pemberian beasiswa.

Menurut data Pemprov Jatim, jumlah sekolah swasta yang menyediakan beasiswa meningkat dari 1.757 sekolah pada 2025 menjadi 2.106 sekolah pada 2026.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah calon murid penerima manfaat. Pada 2025 tercatat sebanyak 72.989 siswa memperoleh beasiswa, sedangkan pada 2026 jumlahnya naik menjadi 79.086 siswa.

“Jadi, ada 79.086 siswa yang bisa mendapatkan beasiswa dari SMA maupun SMK swasta di Jawa Timur,” jelasnya.

Khofifah menilai langkah sekolah-sekolah swasta tersebut merupakan bentuk gotong royong dalam mendukung akses pendidikan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih karena kebersamaan SMA-SMK swasta ini turut menyengkuyung beban yang ditanggung masyarakat melalui pemberian beasiswa. Tahun ini jumlahnya mencapai 79.086 siswa, naik dari 72.989 siswa tahun lalu. Ini jumlah yang sangat signifikan untuk meringankan beban masyarakat,” ungkapnya. (Dwi Arifin)

Resmikan Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya, Khofifah Ajak Generasi Muda Kuasai Applied Science

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Graha Nusantara SMAN2 Surabaya, Senin (1/6). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Aula Graha Nusantara SMA Negeri 2 Surabaya (SMADA) di Jalan Wijaya Kusuma No. 48 Surabaya, Senin (1/6). Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, yang menurut Khofifah menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, Kepala SMAN 2 Surabaya Dra. Titik Hariani, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim yang juga merupakan alumni SMADA.

Selain meresmikan aula baru, Khofifah menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa prasejahtera berprestasi SMAN 2 Surabaya. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMADA Surabaya Nora Lelyana menjelaskan, pembangunan Graha Nusantara memanfaatkan bangunan aula lama karena keterbatasan lahan sekolah. Aula tersebut memiliki kapasitas sekitar 400 orang.


“Semula hanya renovasi, tetapi kemudian berkembang menjadi pembangunan baru. Anggaran yang awalnya Rp1,7 miliar meningkat menjadi sekitar Rp3 miliar,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan peresmian aula yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila menjadi momen yang sangat berkesan.

“Ketika berbicara tentang perekat keberagaman bangsa Indonesia, maka jawabannya adalah Pancasila. Hari ini menjadi momentum penguatan kita sebagai sebuah bangsa,” katanya.

Khofifah menilai SMADA Surabaya memiliki kontribusi besar dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang berkiprah di berbagai bidang dan profesi.


Menurutnya, sekolah yang dahulu bernama HBS (Hoogere Burger School) itu memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi tempat belajar Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno.

Ia juga menyebut sejumlah alumni SMADA yang kini menduduki posisi strategis, di antaranya Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni, Direktur RS Menur Vitria Dewi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa, hingga Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil.

Khofifah turut mengapresiasi para donatur yang telah membantu pembangunan Graha Nusantara. Ia juga mengumumkan rencana revitalisasi 15 ruang kelas di SMAN 2 Surabaya dengan dukungan anggaran Rp1,5 miliar dari Pemprov Jatim serta tambahan sekitar Rp781 juta dari pemerintah pusat.

“Ruang kelas adalah ruang untuk membangun harapan. Karena itu kualitas sarana pendidikan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya di bidang applied science atau ilmu terapan.

Ia mengungkapkan saat ini banyak negara menawarkan program beasiswa bagi pelajar Indonesia, mulai dari China, Australia, India hingga Singapura. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global dan bonus demografi.

Khofifah mencontohkan kerja sama pendidikan yang telah terjalin dengan King’s College London yang kini membuka program magister di Singosari, Malang, dengan fokus pada Digital Innovation dan Digital Economy.

“Program-program applied science menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor-sektor yang memang kita butuhkan untuk masa depan,” katanya.

Selain itu, ia menyebut adanya peluang beasiswa penuh dari India di bidang industri chip serta program Rising Fellowship hasil kolaborasi antara Nanyang Technological University (NTU) dan LPDP.

Khofifah menegaskan bahwa penguatan SDM dan pendidikan menjadi prioritas utama Pemprov Jatim dalam menyongsong bonus demografi yang diperkirakan berakhir pada 2035 dan target Indonesia Emas 2045.

“SDM adalah kebutuhan utama bangsa ini. Karena itu pendidikan menjadi prioritas sangat utama bagi Jawa Timur,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan capaian membanggakan dunia pendidikan Jawa Timur. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa diterima perguruan tinggi negeri terbanyak di Indonesia untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.

Mengakhiri sambutannya, Khofifah mengajak seluruh hadirin meresmikan Aula Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya dengan mengucapkan basmalah.

“Semoga aula ini menjadi tempat lahirnya gagasan, gerakan, dan penguatan kebangsaan bagi generasi penerus bangsa,” harapnya. (Dwi Arifin)

WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Berubah Jadi Setiap Jumat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap berlanjut pada Juni 2026.

Jika sebelumnya WFH dilaksanakan setiap Rabu, mulai Juni 2026 pelaksanaannya akan dialihkan menjadi setiap Jumat. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap penerapan kebijakan WFH yang telah berjalan sejak awal April lalu.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberlakukan WFH bagi Aparatur Sipil Negara secara terbatas dan terukur dari  jumlah pegawai setiap hari Jum’at. Hal ini untuk menyinkronkan dengan arahan Mendagri bahwa WFH diarahkan secara nasional dilaksanakan pada hari Jum’at,” kata Khofifah usai rapat evaluasi pelaksanaan WFH di Surabaya, Sabtu (30/5).

Turut menghadiri rapat evaluasi pelaksanaan WFH yaitu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Prov. Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Indah Wahyuni, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Prov. Jatim Mohammad Yasin, Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Jatim Aftabuddin Rijaluzzaman, Kepala Biro Organisasi Setda. Prov. Jatim Adina Fibriani, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setda. Prov. Jatim Lilik Pudjiastuti.

Menurut Khofifah, perubahan hari pelaksanaan WFH dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kebijakan pemerintah pusat sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih sinkron.

“Ya, harinya disinkronkan dengan pusat, WFH hari Jumat,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial itu menegaskan perubahan jadwal tersebut mulai berlaku pada Juni 2026 dan akan diterapkan bagi ASN di lingkungan Pemprov Jatim sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan WFH di lingkungan Pemprov Jatim diketahui telah diterapkan sejak 1 April 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, meskipun WFH diberlakukan, Khofifah memberikan pengecualian untuk dinas-dinas yang memberikan pelayanan berdampak langsung pada pelayanan masyarakat. Pada dinas-dinas tersebut diinstruksikan agar tetap melaksanakan tugas kedinasan secara work from office (WFO).

“Rumah Sakit, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Bakesbangpol, Dinas Pendidikan UPT SMA/SMK/SLB, semuanya yang melakukan pelayanan publik tetap bekerja secara WFO,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan, Perangkat Daerah yang memberikan pelayanan berdampak langsung pada masyarakat agar tetap melaksanakan tugas kedinasan maksimal 100% Work From Office (WFO) dan menjamin keberlangsungan pelayanan publik yang bersifat esensial dan berdampak langsung kepada masyarakat tetap tersedia dan dapat diakses.

“Termasuk layanan kesehatan, transportasi, keamanan dan lainnya, serta memperhatikan penyediaan layanan yang ramah anak bagi kelompok rentan, meliputi penyandang disabilitas, orang lanjut usia, wanita hamil, anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” jelasnya.

Selama pelaksanaannya, Pemprov Jatim terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan produktivitas ASN tetap terjaga serta pelayanan publik berjalan optimal. Evaluasi juga dilakukan untuk mengukur efektivitas kebijakan dalam mendukung kinerja birokrasi di tengah perkembangan sistem kerja yang semakin adaptif terhadap pemanfaatan teknologi informasi.

Khofifah mengingatkan beberapa kewajiban yang perlu ASN perhatikan dalam pelaksanaan WFH sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jatim tentang Pelaksanaan Fleksibilitas Tugas Kedinasan Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Diantaranya, dilarang meninggalkan tempat kediaman serta wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab dan responsif dalam menindaklanjuti arahan dari pimpinan terkait penugasan yang diberikan dan siap hadir di kantor apabila dibutuhkan.

Pelaksanaan WFH tidak mengurangi kewajiban ASN dalam memenuhi target kinerja, menjaga disiplin, serta melaksanakan tugas dan fungsi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, juga wajib melakukan pencatatan kehadiran melalui JATIM PRESENSI dengan memilih mekanisme Work From Home (WFH).

Wajib melaporkan aktivitas harian dengan disertai bukti dukung/output kinerja kepada Kepala Perangkat Daerah melalui atasan langsung dan atasan langsung wajib memastikan kebenaran isian aktivitas harian pegawai dan bukti dukung yang disampaikan.

Pada saat pelaksanaan WFH ASN wajib memastikan kondisi ruangan kantor dalam keadaan aman dan telah mematikan perangkat elektronik, pendingin ruangan (AC), lampu, serta mencabut kabel dari stop kontak listrik dan peralatan listrik lainnya di ruang kerja dan kantor masing-masing.

Pemprov Jatim menilai pola kerja fleksibel dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memberikan ruang bagi ASN untuk bekerja secara lebih efektif dengan tetap mengedepankan target kinerja dan pelayanan publik.

WFH tidak berlaku bagi sektor yang memiliki tugas layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, perhubungan dan kesbangpol. Sehingga semua dimensi layanan publik  tidak boleh berkurang kualitas dan kuantitasnya.

Dengan adanya penyesuaian jadwal tersebut, ASN Pemprov Jatim diharapkan dapat segera menyesuaikan pola kerja baru yang mulai diberlakukan pada Juni 2026, sementara pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah daerah. (Dwi Arifin)

HJKS Ke-733, Armuji Ungkap Sederet Capaian Prestasi Surabaya

SURABAYA- Pemkot Surabaya menggelar Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji.

Kegiatan ini juga dihadiri Konsul Jenderal Kehormatan negara-negara sahabat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kader Surabaya Hebat (KSH), organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Armuji menegaskan bahwa peringatan HJKS bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali jati diri Surabaya sebagai kota perjuangan yang tumbuh dan berkembang melalui semangat gotong royong serta persatuan seluruh warganya.

“Surabaya besar bukan karena satu orang atau satu kelompok, tetapi karena kerja sama seluruh warganya dari kampung, balai RW, sekolah, pasar, tempat ibadah, ruang usaha hingga ruang pelayanan publik,” ujar Armuji.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut, menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang maju, humanis, dan berkelanjutan. “Semua bergerak dengan semangat yang sama untuk membangun Surabaya agar semakin maju, humanis  dan berkelanjutan,” tuturnya.

Pada peringatan HJKS ke-733, Pemkot Surabaya mengusung tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”. Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh proses pembangunan harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema Pancasila Kuat Surabaya Hebat, mengingatkan kita bahwa kemajuan kota harus berpijak pada nilai-nilai dasar bangsa,” katanya.

Ia menilai, penerapan nilai Pancasila tidak cukup hanya dalam simbol dan upacara, melainkan harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, pelayanan publik yang hadir di tengah masyarakat, serta terjaganya kerukunan di tengah perbedaan.

“Pancasila bukan hanya dibaca dalam upacara tetapi harus hidup dalam tindakan sehari-hari. Ketika warga saling menolong, ketika tetangga peduli pada tetangga, ketika pemerintah hadir melayani, ketika perbedaan dijaga kerukunan, di situlah Pancasila benar-benar bekerja,” tegasnya.

IPM Surabaya Tertinggi di Jatim

Dalam kesempatan itu, Armuji juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang berhasil dicapai Surabaya. Di sektor kesehatan, Pemkot Surabaya terus memperkuat layanan kesehatan melalui tiga rumah sakit umum daerah, program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans satu puskesmas, integrasi layanan primer di 153 kelurahan, hingga 2.191 Posyandu Keluarga.

“Upaya ini membawa indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Surabaya mencapai 85,65%, sebagai yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur,” terang Armuji.

Disamping itu, prevalensi stunting di Kota Surabaya juga terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,59 persen pada 2025. “Hingga tahun 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59%,” ungkap Armuji.

Pada sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Pemkot juga memperkuat program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa serta pendidikan inklusif bagi anak difabel melalui empat Rumah Anak Prestasi (RAP).

“Pemberian beasiswa pemuda tangguh diberikan kepada 16.801 siswa SMA, SMK, MA serta 5.874 mahasiswa,” kata dia.

Ke depan, Armuji memastikan Pemkot Surabaya akan memprioritaskan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.

“Ke depan kita memfokuskan pada pemberian akses pendidikan yang tinggi bagi anak keluarga miskin agar pendidikan menjadi senjata untuk merubah kesejahteraan keluarga menjadi yang lebih baik,” katanya.

Armuji juga memaparkan kondisi ekonomi Surabaya yang tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga perubahan kebijakan ekonomi dunia.

Perekonomian Tumbuh 5,87 Persen

Menurutnya, perekonomian Surabaya pada 2025 tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun.

“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Surabaya bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur,” paparnya.

Ketahanan ekonomi tersebut juga ditopang oleh inflasi yang tetap terkendali. Sepanjang tahun 2025, inflasi Surabaya tercatat sebesar 2,96%. Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus menurun menjadi 3,56% pada 2025, lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 3,96%.

“Ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya.

Karena itu, Armuji memastikan Pemkot Surabaya akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembukaan lapangan kerja, pendampingan UMKM, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta pembangunan yang inklusif.

“Kita ingin Surabaya tetap tumbuh tapi juga adil. Ekonominya bergerak tetapi warganya tidak tertinggal,” tegasnya.

Di bidang lingkungan, Pemkot Surabaya terus memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS 3R, rumah kompos, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat ini mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari.

“Sementara itu pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik sampah mampu kelola sampah sampai dengan 1.600 ton per hari dan menghasilkan total kapasitas energi hingga 11 Megawatt per hari,” paparnya.

Pada sektor infrastruktur, Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase sepanjang lebih dari 273,03 kilometer yang tersebar di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru sepanjang 2025. “Dampaknya bisa dilihat berkurangnya 295 lokasi titik banjir,” jelas Armuji.

Selain pengendalian banjir, program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) telah menjangkau 11.294 unit. Hingga tahun 2025, penerangan jalan umum (PJU) juga telah terpasang di 123.366 lokasi.

“Kita juga terus memperkuat kampung sebagai pusat peradaban kota. Melalui Kampung Pancasila, balai RW, para Kader Surabaya Hebat, dan gerakan gotong-royong warga, Surabaya ingin memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal dalam pendidikan, kesehatan, pekerjaan, maupun kesejahteraan,” ujarnya.

Di akhir amanatnya, Armuji mengakui berbagai program pembangunan yang dijalankan pemkot belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat.

Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen pemkot untuk terus membuka ruang partisipasi publik.

“Kami menyadari bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota belum sepenuhnya mampu seluruh harapan warga Surabaya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, upacara HJKS ke-733 juga diisi dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya, pemotongan tumpeng, penyerahan piagam penghargaan, doa bersama, serta penampilan kesenian dan budaya. (Dwi Arifin)

Armuji: Pemkot Dukung Penuh Pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif

Plh Wali Kota Surabaya Armuji.

SURABAYA-KEMPALAN:
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan, di usia Kota Pahlawan yang ke-733, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan sejumlah terobosan yang berpihak pada masyarakat.

Salah satunya adalah membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Hal itu disampaikan Armuji saat memimpin Upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di halaman Balai Kota pada Minggu (31/5).

“Di ulang tahun ke-733, Pemerintah Kota Surabaya ikut membangkitkan ekonomi UMKM agar semakin masif dan meningkat. Di tengah kondisi global saat ini, pemerintah kota harus mendukung penuh para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” katanya.

Ia menyebutkan, bentuk dukungan nyata pemkot di tengah ketidakpastian ekonomi global adalah dengan mengoptimalkan e-Peken serta platform digital lainnya. “Pemerintah kota tetap mengakomodasi melalui e-Peken dan lainnya, supaya usaha mereka tidak mati dan tetap konsisten memproduksi komoditas yang mereka hasilkan,” sebutnya.

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Cak Ji ini menambahkan bahwa HJKS ke-733 kali ini mengusung tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”. Tema ini diangkat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di Kota Surabaya.

Cak Ji menerangkan, Pancasila juga menjadi cerminan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Surabaya yang majemuk. “Lima sila dalam Pancasila mencerminkan kebhinekaan warga Kota Surabaya. Kita lihat sendiri, warga memiliki toleransi yang cukup tinggi, baik antar agama maupun antar suku. Dengan begitu, Surabaya akan semakin hebat,” terangnya.

Di momen peringatan HJKS ke-733 ini, Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri turut menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda di Kota Surabaya. Syaifuddin mengingatkan agar mereka tidak melupakan jati diri Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang menjunjung tinggi gotong royong, kerukunan, serta toleransi.

“Kota Pahlawan adalah kota yang penuh dengan perjuangan tinggi. Maka dari itu, gotong royong harus terus dilakukan, toleransi terus dibumikan, dan pembangunan kota harus melibatkan kepentingan warga. Di HJKS ke-733 ini, ayo seluruh komponen masyarakat kita jaga dan bangun kota ini demi mensejahterakan warga Surabaya,” katanya.

Syaifuddin menambahkan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, maka Surabaya akan menjadi kota yang paling unggul dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Mari membangun Surabaya secara humanis dan modern, sehingga bisa menjadi kebanggaan anak-anak Kota Surabaya ke depan. Diharapkan Surabaya bisa menjadi kota yang unggul dan menghadirkan kehidupan yang layak bagi warganya,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Raih Opini WTP 14 Kali Berturut-turut dari BPK Jatim

Plh Wali Kota Surabaya Armuji (kiri) bersama Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri (kanan) dan Kepala BPK Perwakilan Jatim Yuan Candra Djaisin.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya kembali meraih opi9 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur atas laporan keuangan tahun 2025. Sampai dengan tahun 2025, Pemkot Surabaya sudah memperoleh opini WTP sebanyak 14 kali berturut-turut. 

Dalam kesempatan ini, Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji mengapresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, capaian ini sebagai bukti komitmen pemkot mengelola keuangan daerah yang lebih baik dan transparan ke depannya. 

“Kita mengapresiasi, jadi apa yang kita lakukan yang diperiksa oleh BPK sehingga mendapat WTP kita ucapkan banyak terima kasih. Artinya saran dan masukan-masukan dari BPK selalu kita perhatikan,” kata Armuji, Minggu (31/5).

Atas raihan ini, Armuji turut menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran di Pemkot Surabaya agar selalu menjaga integritas dan menjalankan peraturan-peraturan yang telah ditentukan. “Ya tetap, mereka harus selalu menjaga integritas, di mana aturan-aturan harus tetap dijalankan,” ucapnya. 

Sebelumnya, Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur Yuan Candra Djaisin menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 kepada Plh Wali Kota Armuji dan Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri di Kantor BPK Jatim, pada 26 Mei  lalu. Berdasarkan LHP LKPD yang diserahkan kemarin, Pemkot Surabaya sampai dengan tahun 2025 sudah memperoleh opini WTP sebanyak 14 kali berturut-turut. 

Atas capaian ini, Yuan menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyempurnaan oleh Pemkot Surabaya. Diantaranya seperti pengelolaan dan penatausahaan aset, pengelolaan pendapatan pajak daerah yang belum optimal, hingga penganggaran belanja barang dan jasa. Meski demikian, ia menerangkan, hal ini tidak mempengaruhi kewajaran atas penyajian LKPD. 

Yuan berharap LKPD yang telah diperiksa oleh BPK (LKPD audited) dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh DPRD dan pemerintah daerah, terutama terkait dengan penganggaran. “Meski memperoleh opini WTP, kami minta pemerintah daerah tetap serius menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPK dalam LHP,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

S Golf Academy (SGA), Akademi Golf yang Ajarkan Golf Bukan Sekadar dari Sisi Teknis

SURABAYA-KEMPALAN: S Golf Academy (SGA) tidak sekadar akademi golf biasa saja. Akademi yang baru dibentuk pada awal 2026 tidak hanya mengajari pegolf-pegolf didikannya bermain golf dari sisi teknis.

Melainkan juga membekali pegolf didikannya dengan kemampuan di luar teknis. Salah satunya kemampuan me-maintenance ketenangan dan mengatur fokus saat bertanding.

Brillian Elang Senna Mahardika saat mengikuti turnamen Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2 di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu. (Foto: Istimewa)
Brillian Elang Senna Mahardika saat mengikuti ajang Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2 di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu. (Foto: Istimewa)

Seperti ketika salah satu anggotanya, Brillian Elang Senna Mahagiri, meraih gelar juara dalam turnamen golf Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2, yang berlangsung di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu.

Ketenangan yang jadi kunci Elang (panggilan akrabnya) ketika sukses mencetak skor terbaik dalam ajang tersebut. Tertinggal dalam dua hari pertama, Elang mengejar di hari pemungkas.

Elang mencatatkan skor yang sama dengan dua pesaing terdekatnya, Francesco Noah Hartono dan Theodore Pradjoto Tan, 218 pukulan. Elang menang dengan countback.

BACA JUGA: Elang-Abel Juarai Turnamen Golf Junior Piala Walikota Surabaya 2026, Ini Kuncinya

Itu jadi kesuksesan back to back Elang setelah sepekan sebelumnya jadi jawara di ajang turnamen golf junior Piala Walikota Surabaya 2026. Stabilnya penampilan Elang itu tidak lepas dari ilmu yang dia dapat di SGA.

Farah Anabel Xaviera Lesmana saat mengikuti turnamen Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2 di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu. (Foto: Istimewa)
Farah Anabel Xaviera Lesmana saat mengikuti turnamen Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2 di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu. (Foto: Istimewa)

Selain Elang ada empat pegolf junior lain yang berlatih di bawah naungan SGA. Di antaranya ada Farah Anabel Xaviera Lesmana, Havis Rohmad Afif Sahid, Hikari Kikuchi, dan Jordan Danendra Setiawan.

Abel, sapaan karib Farah Anabel, juga jadi juara dalam Piala Walikota Surabaya di sektor putri. Abel mencatatkan skor 234 dalam turnamen kemarin, Havis 246 pukulan, dan Hikari 268 pukulan.  

Pelatih kepala SGA, Sahid, menyebut ketenangan datangnya dari banyaknya jam tanding, latihan yang rutin, dan konsistensi permainan. ’’Selain itu, juga berpikir positif,’’ sebut Sahid.

Pikiran positif itulah yang selalu ditanamkan ke pegolf SGA. Itu yang menunjang kemampuan teknis bermain golf yang tentu sudah dimiliki Elang dkk. Terutama ketika menjalani kamp di akhir pekan.

Latihan fisik saat kamp di Taman Dayu. (Foto: Istimewa)

Latihan teknik dilakukan di driving range Taman Dayu Golf Club & Resort, Pasuruan, Jumat-Minggu siang hari. Malam harinya, mereka mendapatkan materi siraman rohani. Di sana, mereka juga menjalani latihan fisik.

Siraman rohani itu diberikan dari psikolog ataupun dari ulama setempat. Mantan Ketua PGI Jatim Deddy Suhajadi kerap memberi materi. Demikian pula Christiano Januar, manajer tim PON Jatim saat PON XXI/2024 Aceh-Sumut.

Di SGA, Oppa Deddy (sapaan karib Deddy Suhajadi) dan Haji Yayan (sapaan karib Christiano Januar) menjabat sebagai penasihat dan pelatih non teknis. Masukan-masukan itu yang mematangkan mindset pegolf SGA.

’’Sehingga ketika bermain di lapangan, anak-anak bisa tetap tenang, humble, dan tidak jemawa,’’ tambah Sahid. Bermain lebih tenang juga disebut Abel sebagai salah satu kuncinya memenangi Piala Walikota Surabaya, dan dia rasakan setelah berlatih di SGA.

Latihan di driving range Golf Graha Famili, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Sementara, Elang dkk berlatih teknik di Golf Graha Famili, Surabaya, pada Selasa-Kamis pukul 16.00 hingga 19.00. Selain itu, SGA juga tetap memperhatikan atlet-atlet binaannya dari sisi pemenuhan gizinya.

Latihan teknis, menurut Direktur SGA Sunarlin hanya mencakup dari 30 persen efeknya dalam permainan golf. Selebihnya dari non teknis. ’’Jack Nicklaus (juara 18 kali PGA Tour) bahkan menyebut faktor teknis hanya 10 persen,’’ sebut Sunarlin.

Terbentuknya SGA tersebut diharapkan turut mengembangkan bibit-bibit pegolf dari Jatim. Terutama sebagai program jangka panjang ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tujuannya ingin kembali menghidupkan status Jatim sebagai gudangnya pegolf hebat di kancah nasional dan internasional.(YMP)

Pelatih SGA, Sahid (paling kiri), bersama empat pegolf SGA (berkaos kuning) saat mengikuti turnamen Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2, di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu. (Foto: Istimewa)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.