Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 16:58 WIB
Surabaya
--°C

Agoeng Prasodjo: Pedagang Mau Ditertibkan Asal Direlokasi ke Pasar yang Layak

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo. (Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Polemik relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi B DPRD Surabaya
Agoeng Prasodjo menilai proses penertiban dan relokasi PKL seharusnya dilakukan setelah pemerintah menyiapkan tempat berdagang yang layak.

Pernyataan itu disampaikan Agoeng usai rapat di ruang Komisi B DPRD Surabaya, Senin (11/5). Ia menegaskan, para pedagang pada dasarnya tidak menolak penataan maupun relokasi, selama pemerintah memenuhi komitmen menyediakan lokasi pengganti yang memadai.

“Pedagang itu sebenarnya mau ditertibkan, tetapi dengan syarat ditempatkan di pasar milik pemerintah kota, baik yang dikelola PD Pasar, koperasi, maupun sentra wisata kuliner,” kata Agoeng.

Menurutnya, sebelumnya telah ada kesepakatan antara DPRD dan pihak terkait bahwa sebelum penggusuran dilakukan, pedagang harus lebih dulu mendapatkan tempat relokasi yang layak untuk digunakan berjualan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan sejumlah pasar yang disiapkan masih belum memenuhi standar kelayakan. Kondisi tersebut dinilai memicu penolakan dan keresahan di kalangan PKL.

Agoeng mengungkapkan, Pemerintah Kota Surabaya melalui skema MPAK telah menganggarkan sekitar Rp19,9 miliar untuk mendukung penataan dan pembangunan fasilitas pasar. Karena itu, ia menilai pembangunan infrastruktur seharusnya diprioritaskan sebelum penertiban dilakukan.

“Seharusnya pembangunannya dulu, baru penertiban. Jangan dibubarkan dulu di lapangan sementara bangunannya belum siap,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pedagang yang nantinya direlokasi ke pasar-pasar resmi seharusnya diberikan kepastian terlebih dahulu terkait lokasi dan kondisi tempat usaha yang akan ditempati.

“Nah, setelah semuanya siap, baru pedagang yang ada di lapangan dimasukkan ke tempat yang sudah selesai dibangun,” katanya.

Ia juga mengakui DPRD kerap menjadi tempat pengaduan para pedagang yang terdampak kebijakan relokasi. Karena itu, ia meminta seluruh poin kesepakatan yang sebelumnya dibahas bersama Komisi B DPRD Surabaya dijalankan secara konsisten.

Agoeng menegaskan, relokasi PKL harus dilakukan secara manusiawi dan terencana agar tidak merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang.

“Kalau memang belum siap, maka kesepakatan yang sudah dibuat harus dilaksanakan sesuai poin-poinnya,” tegasnya. (Andra Jatmiko)

Gandeng BRIN, Khofifah Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima audensi Kepala BRIN Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membangun kolaborasi dan sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi yang berdampak bagi  masyarakat.

Hal tersebut  disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5).

Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pertemuan tersebut berlangsung sangat konstruktif khususnya terkait riset dan inovasi.

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jawa Timur sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, khususnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata Gubernur Khofifah.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, penguatan pemanfaatan berbagai produk inovasi hasil kegiatan riset, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting agar memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, meningkatkan daya saing bangsa serta memberikan solusi terhadap berbagai tantangan dimasyarakat.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyebut, pentingnya membuka akses informasi hasil riset seluas-luasnya kepada para stakeholder agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pemanfaatan riset dan inovasi. Maka yang terpenting adalah bagaimana hasil riset dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Khofifah menambahkan, Jawa Timur akan  memperkuat kolaborasi bersama BRIN untuk mengenal potensi inovasi yang dimiliki dan dikembangkan sehingga bisa mempercepat hilirisasi hasil riset dan mendorong pemanfaatan inovasi secara lebih luas.

BRIN, tambahnya, disebut memiliki sekitar 6.000 kekayaan intelektual yang sebagian telah memiliki hak paten dan tersimpan dalam database nasional. Berbagai inovasi tersebut mencakup sektor pangan, kesehatan, energi, lingkungan, teknologi maritim, hingga pengolahan limbah.

“BRIN ini punya ribuan produk inovasi mulai riset tentang kedaulatan pangan, ketahanan energi, kesehatan, penguatan industri strategis, dan banyak lainnya,” imbuhnya.

“Maka ini bisa jadi peluang strategis Jawa Timur untuk berkolaborasi. Misalnya hari ini kita khusus hadirkan Prof Cita, Direktur RS Soetomo, untuk nanti kedepannya bisa saling bekerja sama di sektor layanan kesehatan,” tambahnya.

Khofifah menuturkan, salah satu potensi kolaborasi BRIN dan RS Soetomo adalah terkait riset dan pengembangan alat kesehatan tercanggih milik BRIN yang kemudian bisa dikolaborasikan dengan _clinic research_ RS Soetomo yang saat ini menjadi percontohan nasional.

“Ada salah satu produk unggulan riset dan inovasi milik BRIN namanya Implan Tulang, solusi material media berkualitas tinggi untuk rekonstruksi tulang akibat cedera. Produk inovasi dan teknologi kesehatan seperti ini bisa jadi peluang kolaborasi,” lanjutnya.

Di sektor pangan, ada inovasi food saver, solusi penyimpanan terintegrasi hemat energi, salah satu teknologi penyimpanan pangan untuk efisiensi distribusi skala industri. Menurutnya, teknologi ini bisa bermanfaat memperpanjang masa simpan berbagai komoditas.

“Inovasi food saver, produk unggulan riset dan inovasi milik BRIN. Ini merupakan teknologi penyimpanan beras, telur, dan gudang pangan agar kualitas produk tetap terjaga lebih lama,” jelasnya.

“Untuk produk yang rentan busuk seperti buah-buahan yang cenderung cepat busuk juga bisa menggunakan inovasi seperti ini sehingga produk bisa tetap fresh dan segar, kami akan hubungan dengan Dinas terkait supaya bisa berkolaborasi dengan BRIN,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas dukungan dan kolaborasi yang terus diperkuat dalam upaya membangun ekosistem riset dan mempercepat hilirisasi inovasi di daerah.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya kepada kami untuk saling berkolaborasi dengan BRIN khususnya memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi,” kata Arif.

Ia menegaskan bahwa ke depan BRIN akan terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah agar hasil riset dan inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ke depan, masukan strategis terkait teknologi dan inovasi akan terus kami kembangkan, tentu dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga hasilnya bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya. (dwi arifin)

Zulhas Targetkan PAN Jatim Tembus Tiga Besar di 2029

Zulkifi Hasan saat pelantikan pengurus DPW PAN Jawa Timur dan DPD PAN kabupaten/kota se-Jatim periode 2025-2030 di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (10/5). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I dan melantik Pengurus DPW PAN Jatim dan DPD PAN se-Jatim periode 2025-2030 di Jatim Expo Surabaya, Minggu (10/5).

Pelantikan turut dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, para kepala daerah, sejumlah kiai, pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Jawa Timur, serta ribuan kader dan relawan.

Acara bertema “Gerak Cepat Bantu Rakyat” itu berlangsung meriah dengan balutan pagelaran budaya, ratusan penari tradisional, iringan gamelan, hingga doorprize bernilai ratusan juta rupiah.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas itu membakar semangat kader untuk memperkuat konsolidasi dalam menghadapi persaingan politik yang makin ketat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan partai sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin memilih sumber daya manusia terbaik.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak hadir dalam pelantikan pengurus DPW-DPD PAN se-Jatim.


Menurut Zulhas, seorang pemimpin bukan hanya dituntut mampu menyusun strategi, tetapi juga harus piawai memilih orang-orang yang tepat untuk menggerakkan organisasi.

“Saya belajar banyak dari Pak Prabowo. Kata beliau, good leader itu pemimpin yang bisa mengatur siasat dan strategi. Great leader adalah pemimpin yang punya logistik besar. Tapi yang terbaik adalah brilliant leader, yaitu pemimpin yang bisa memilih orang-orang hebat,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.

Zulhas menyebut, jika sebuah organisasi diisi orang-orang yang tepat, maka strategi, kekuatan, dan dukungan akan datang dengan sendirinya. Sebaliknya, organisasi akan kehilangan energi jika salah memilih figur.

Di hadapan ribuan kader, Zulhas juga berulang kali memancing semangat peserta dengan yel-yel kemenangan PAN di Jawa Timur pada Pemilu 2029. Ia menanyakan kesiapan kader untuk menjadikan PAN sebagai salah satu kekuatan besar politik di provinsi ini.

“Kalau partai lain bisa satu besar, dua besar, tiga besar, apakah PAN bisa tiga besar di Jawa Timur?” teriaknya. “Bisa!” jawab ribuan kader serempak.

Kendati demikian, Zulhas menegaskan bahwa partai politik lain bukanlah musuh, melainkan kolega dalam membangun demokrasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kita bersaing dalam rangka amar makruf nahi mungkar. Partai-partai lain itu sahabat perjuangan demokrasi,” ujarnya.

Tiga Kali Dukung Prabowo dalam Pilpres

Dalam pidatonya Zulhas juga mengungkapkan bahwa loyalitas dan kesetiaan menjadi alasan utama bagi PAN selama tiga kali mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Meskipun sempat gagal dalam percaturan Pilpres selama tiga kali, PAN tak berpindah hati hingga akhirnya Prabowo terpilih.

Dia menyatakan, PAN melihat sosok Presiden Prabowo sangat berpihak pada kepentingan rakyat. “Kami memilih yang berpihak pada kepentingan rakyat walaupun tiga kali kalah di Pilpres,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo selalu hadir menangani setiap permasalahan rakyat.

Mulai dari keluhan keterbatasan fasilitas permodalan serta cold storage para nelayan yang kemudian diakomodir dengan kehadiran Koperasi Merah Putih di Kampung Nelayan.

Begitu juga para petani mendapat kemudahan pupuk bersubsidi sampai peningkatan harga jual gabah kering giling di Bulog seharga Rp6.500/kilogram.

“Bertahun-tahun petani rugi tapi tidak punya daya tawar sampai rugi dan sawahnya dijual. Begitu Pak Prabowo jadi Presiden, nilai tukar petani langsung naik 125,” ucap Zulhas yang juga Menko Pangan RI.

Dia juga menegaskan bahwa dua program strategis pemerintah pada tahun ini akan menyasar petani dan nelayan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Di hadapan Menko Pangan Zulkifli Hasan, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur terus mencatatkan produksi padi tertinggi secara nasional selama beberapa tahun terakhir.

“Dari tahun 2020 sampai 2025, produksi padi Jawa Timur tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan prediksi BPS sampai Juni 2026 juga masih tertinggi nasional,” ujarnya.

Khofifah menyebut capaian tersebut menjadi bukti kesiapan Jawa Timur dalam mendukung program kedaulatan pangan berkelanjutan yang menjadi agenda nasional pemerintah pusat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan partai politik menjadi elemen penting dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Program Pemprov harus nyambung dengan program kabupaten/kota dan nyambung pula dengan program partai-partai politik, terutama PAN yang membawa semangat gerak cepat membantu rakyat,” kata Khofifah.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPW dan DPD PAN se-Jawa Timur yang baru dilantik serta berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kerja politik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

PAN Jatim Gerak Cepat Bantu Rakyat

Sedang Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadiq menegaskan, kepengurusan baru PAN Jatim akan bergerak cepat memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, seluruh kader PAN di Jawa Timur berada dalam satu garis komando di bawah kepemimpinan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

“Ikhtiar perjuangan gerak cepat bantu rakyat untuk mengibarkan panji-panji PAN di Jawa Timur akan dilakukan dengan semangat solidaritas bersama seluruh ketua DPD PAN se-Jawa Timur,” katanya.

Rizki menegaskan, konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan utama kepengurusan baru. DPW PAN Jatim akan memperkuat struktur mulai tingkat cabang, ranting, hingga tempat pemungutan suara (TPS).

“Kita tahu tugas besar menanti. Ketua Umum telah memberi contoh melakukan safari ke seluruh daerah untuk mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi sampai tingkat kecamatan, desa, bahkan TPS,” katanya.

Dalam pidatonya, Rizki juga menekankan pentingnya pendekatan kultural dalam membangun PAN di Jawa Timur. Ia menyebut keberagaman kultur masyarakat Jatim, mulai Arek, Madura, Pantura, Mataraman hingga Tapal Kuda, akan menjadi kekuatan dalam membangun karakter organisasi yang inklusif dan dekat dengan rakyat.

Selain itu, PAN Jatim juga menargetkan penguatan sinergi dengan ulama, habaib, organisasi keagamaan, pimpinan partai politik, serta pemerintah daerah di seluruh Jawa Timur.

“Kami mohon doa restu para kiai, ulama, habaib, PW Muhammadiyah, PWNU, seluruh tokoh masyarakat agar PAN Jawa Timur bisa memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan dan masyarakat Jawa Timur,” ucap Rizki.

Di akhir sambutannya, Rizki menyampaikan apresiasi kepada ribuan relawan dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara.

Dengan penuh semangat ia menutup pidatonya menggunakan kalimat yang disambut riuh kader. “I love you full pokoknya semuanya!” pungkas Rizki yang disambut tepuk tangan para kader PAN. (Dwi Arifin)

Dampingi Wapres Gibran di Haul Mbah Wahab, Khofifah Ajak Santri Teladani Spirit Kebangsaan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Wapres Gibran Rakabuming di Haulke-55 Al Maghfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah, Minggu (10/5).

JOMBANG-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Haul ke-55 Al Maghfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang, Minggu (10/5).

Wakil Presiden RI bersama Gubernur Khofifah, Kapolri dan rombongan terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam KH. Abdul Wahab Chasbullah di pemakaman keluarga Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. Ziarah berlangsung khidmat dengan pembacaan doa sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan ulama besar pendiri bangsa tersebut.

Ribuan jamaah, ulama, habaib, masyaikh dan santri tampak memadati area pondok pesantren untuk mengikuti doa bersama sekaligus mengenang jejak perjuangan KH. Abdul Wahab Chasbullah atau _mbah_ Wahab yang dikenal sebagai ulama visioner, pendiri Nahdlatul Ulama serta tokoh pemersatu umat.

Dalam kesempatan kali ini, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Presiden RI di tengah para ulama dan keluarga besar pesantren. Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan para ulama yang telah meletakkan fondasi keislaman, kebangsaan dan persatuan Indonesia.

“Kehadiran Bapak Wakil Presiden menjadi kehormatan besar sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap sosok Al Maghfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah, seorang ulama besar, pejuang bangsa, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh penggerak umat yang jejak perjuangannya tetap hidup hingga hari ini,” ujarnya.

Terkait haul, Khofifah mengingatkan bahwa hal ini bukan sekadar tradisi mengenang sosok besar, tetapi juga momentum meneguhkan kembali nilai perjuangan, keteladanan dan pengabdian ulama dalam membangun peradaban bangsa.

Menurutnya, Kyain Wahab Chasbullah merupakan ulama visioner yang telah menunjukkan bahwa agama dan pembangunan tidak dapat dipisahkan. Kemajuan umat, kata Khofifah, harus dibangun di atas fondasi ilmu, akhlak, persatuan dan kecintaan kepada tanah air.

“Atas jasa dan perjuangannya dalam membangun pendidikan, persatuan umat serta kontribusinya bagi bangsa Indonesia, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2014. Nilai-nilai perjuangan beliau harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Khofifah menjelaskan, KH. Abdul Wahab Chasbullah sejak awal telah menempatkan pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat peradaban, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat penguatan kebangsaan.

Spirit itulah, lanjut Khofifah, yang terus menjadi pijakan Pemprov Jatm dalam membangun daerah. Pembangunan tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan, keadilan sosial serta membangun manusia yang berkarakter dan berakhlakul karimah.

“Karena itu Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan pesantren, ulama dan organisasi keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan. Kami meyakini bahwa kekuatan moral dan spiritual masyarakat merupakan pondasi utama kemajuan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menilai keteladanan  Kyai  Wahab Chasbullah juga tercermin dalam komitmennya menjaga persatuan di tengah keberagaman melalui penguatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan di tengah tantangan global, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, masyarakat harus terus menjaga kerukunan, semangat gotong royong, dan persaudaraan.

“Kiai Wahab mengajarkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan perpecahan. Justru persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong adalah kekuatan utama bangsa,” tegasnya.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya membangun kemandirian umat sebagaimana diwariskan Kyai Wahab. Menurutnya, santri tidak hanya harus alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, ekonomi, serta jiwa kewirausahaan.

“Maka pesantren harus terus kita dorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat, pusat kewirausahaan, pusat inovasi sekaligus pusat lahirnya generasi yang berintegritas, mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, Jawa Timur memiliki kekuatan besar karena ditopang kultur pesantren yang kuat. Ribuan pesantren di Jawa Timur selama ini tidak hanya menjadi benteng moral masyarakat, tetapi juga kekuatan sosial yang menjaga harmoni dan stabilitas daerah.

Ia pun mengajak generasi muda dan para santri untuk terus meneladani perjuangan _mbah_ Wahab. Bahwa menjadi santri berarti siap mengabdi untuk agama, bangsa dan kemanusiaan.

“Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dan perjuangan harus dilakukan dengan ilmu, kebijaksanaan serta akhlakul karimah,” katanya.

Khofifah berharap momentum haul menjadi penguat spiritual bagi seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan perjuangan para ulama membangun Jawa Timur yang maju, adil, makmur dan penuh keberkahan.

“Jawa Timur tidak hanya harus unggul secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai religiusitas dan kemanusiaan. Mari kita jadikan doa-doa dalam haul ini sebagai kekuatan batin untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa dan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dalam arahannya menegaskan pentingnya generasi muda dan para santri meneladani perjuangan serta pemikiran KH. Abdul Wahab Chasbullah di tengah berbagai tantangan global saat ini.

Wapres Gibran menambahkan, KH. Abdul Wahab Chasbullah merupakan tokoh penggerak yang mewariskan semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju serta komitmen kuat terhadap kemajuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai perjuangan beliau harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Santri sebagai generasi muda harus mampu meneladani Mbah Kiai Wahab. Tidak hanya berakhlak mulia dan cinta tanah air, tetapi juga berani berinovasi serta mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman, termasuk disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global,” ujarnya.

Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, guru, bu nyai dan keluarga besar pesantren yang selama ini berkontribusi melahirkan generasi penerus bangsa yang berilmu, beriman dan memiliki keterbukaan berpikir.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar memiliki kekuatan besar melalui keberadaan pesantren dan para santri. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pun dinilai telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan menjadi contoh pesantren yang mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui pengembangan pendidikan tinggi.

Selain itu, Wapres turut menyampaikan dukungan terhadap pengembangan layanan haji yang tengah diinisiasi pemerintah melalui program Kampung Haji. Program tersebut diharapkan dapat memperlancar layanan administrasi, mempermudah proses keberangkatan serta menekan biaya haji bagi masyarakat.

Di akhir, Wapres menitipkan pesan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda untuk terus mengawal berbagai program prioritas Presiden agar berjalan optimal di daerah, khususnya di Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Festival Rujak Uleg Masuk KEN, Wisatawan Luar Kota Serbu Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut nguleg untuk memeriahkan Festival Rujak Uleg 2026 yang digelar di SUBEC, Sabtu (9/5).

SURABAYA-KEMPALAN: Festival Rujak Uleg 2026 sukses menjelma menjadi pesta rakyat meriah di Surabaya, Sabtu (9/5). Ribuan warga memadati Surabaya Expo Center (SUBEC) untuk merayakan warisan kuliner khas Kota Pahlawan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Tak hanya warga lokal, pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Timur juga turut datang menikmati kemeriahan festival yang tahun ini mengusung tema “Rujak Phoria”.

Tema tersebut terinspirasi dari gegap gempita Piala Dunia 2026. Nuansa sepak bola terasa kuat lewat dekorasi, atribut, hingga lomba fashion show bertajuk Sport Fashion, Surabaya World Fashion Carnival. Atmosfer meriah itu membuat Festival Rujak Uleg tahun ini terasa berbeda sekaligus semakin dekat dengan generasi muda.

Di tengah ramainya warga yang memadati lokasi acara, Festival Rujak Uleg 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap mampu menjadi magnet besar di tengah modernisasi kota. Riuh suara warga, kreativitas kostum, aroma rujak cingur, hingga semangat kebersamaan menjadikan malam itu bukan sekadar festival kuliner, melainkan perayaan identitas dan kebanggaan warga Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar. Menurutnya, Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kebersamaan seluruh warga Surabaya tanpa memandang latar belakang. Tahun ini, festival tersebut juga mengusung tema Piala Dunia untuk menghadirkan suasana yang lebih meriah dan dekat dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini antusiasme masyarakat luar biasa. Tadi saya juga sempat bertanya langsung, dan respons masyarakat sangat positif. Mereka sampai mengatakan, iki tumplek-blek (membkudak), karena yang ikut mengulek hari ini beragam, mulai dari pengurus hotel, pengurus RW, pelaku SWK, hingga perguruan tinggi. Jadi benar-benar menjadi pesta rakyat warga Surabaya,” kata Eri Cahyadi.

Ia menegaskan, kekuatan utama Festival Rujak Uleg terletak pada semangat guyub dan kebersamaan warga. Menurutnya, festival ini berhasil menjadi simbol bahwa Surabaya dibangun oleh kekuatan kolektif masyarakatnya.

“Inilah alasan mengapa Festival Rujak Uleg bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Sebab, rujak uleg bukan hanya milik kelompok tertentu, melainkan menjadi wadah yang menyatukan semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Eri Cahyadi  juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tampil penuh kreativitas. Tahun ini, perwakilan RW hadir dengan 36 meja peserta, disusul pelaku sentra wisata kuliner (SWK), perhotelan, komunitas, hingga perguruan tinggi yang ikut memeriahkan festival. “Semoga tahun depan acara ini semakin menunjukkan bahwa Surabaya dibangun oleh kekuatan kekeluargaan yang luar biasa,” imbuhnya.

Tak hanya menjadi ajang budaya, Festival Rujak Uleg juga membawa dampak besar bagi sektor ekonomi dan pariwisata. Wali Kota Eri menyebut banyak wisatawan datang dari luar kota setelah festival ini masuk dalam KEN.

Sejak 2023, Festival Rujak Uleg resmi menjadi bagian dari KEN, kalender event nasional Kementerian Pariwisata RI. Tahun 2026 menjadi semakin spesial karena satu event unggulan Surabaya lainnya, yakni Surabaya Vaganza, juga berhasil masuk dalam daftar 125 event terbaik nasional.

“Ketika sebuah event masuk KEN, dampaknya sangat besar. Wisatawan akan semakin banyak datang ke Surabaya. Jadi, masuknya event ke KEN akan turut menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Kemitraan Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, menyebut pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Surabaya dan Jawa Timur.

“Tahun ini menjadi pencapaian yang membanggakan. Selamat kepada Festival Rujak Uleg yang kembali menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara 2026 untuk ketiga kalinya. Dan selamat untuk Kota Surabaya karena tahun ini ada dua event yang masuk KEN, yaitu Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza,” ujar Eni.

Menurutnya, kehadiran festival budaya seperti ini tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang bersama.

“Kehadiran festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Kota Surabaya, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, serta masyarakat untuk tumbuh bersama dalam ekosistem pariwisata,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Asah Mental, Metro Golf League (MGL) Series Kedua yang Pairing-kan Pegolf Muda dengan Pegolf Juara

SURABAYA-KEMPALAN: Metro Golf League (MGL) sudah memasuki series yang kedua. Digelar di Bukit Darmo Golf (BDG), Surabaya, Sabtu (9/5), series kedua ini diikuti sebanyak 60 pegolf.

Dari jumlah tersebut, 38 pegolf di antaranya merupakan anggota dari komunitas Metro Golf Club Surabaya. Sisanya pegolf dari non anggota. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya merupakan wajah baru yang rata-rata pegolf muda.

Salah satu dari anak baru tersebut adalah Rafaelle Declan Jasin. Selain Declan, di series kedua kali ini juga ada Kenneth Ardiyanto dan Oribel. Nama yang terakhir disebut adalah satu-satunya ladies golfer dalam MGL series kedua kali ini.

BACA JUGA: Metro Golf League 2026 Series 1 yang Janjikan Atmosfer yang Lebih Seru pada Tahun Kedua

Uniknya, anak-anak baru tersebut ditempatkan bersama pegolf juara dalam MGL. Baik dalam series-series tahun lalu, atau dalam series tahun ini. Declan misalnya.  Declan satu pairing dengan pegolf juara series pertama, Jadid Ahmad.

’’Sangat menantang. Jadi lebih bersemangat saat aku ditempatkan bersama juara series pertama,’’ kata Declan. Dia mengaku baru tahun ini jadi memberi di Metro Golf Club.

Declan pun antusias mengikuti setiap series dalam MGL tahun ini. ’’Suasana baru juga bersama rekan-rekan baru di komunitas Metro,’’ lanjut Declan. Kenneth dan Oribel ditempatkan  satu pairing dengan Ariel Angzputera, pegolf yang juga juara umum tahun lalu.

Founder Groovy Golf Event Organizer Teddy Salim menyebut format seperti ini akan tetap mereka pertahankan saat series-series berikutnya.  Yaitu menaruh anggota baru, atau pegolf junior bersama pegolf yang punya reputasi juara.

’’Berharap mereka belajar banyak dari Ariel ataupun Jadid,’’ sebut Teddy. Muka-muka baru ini yang bisa menambah ketatnya persaingan.’’Potensi anak-anak muda seperti ini yang kami harapkan terus muncul. Ini bisa mendukung spirit regenerasi bagi Metro,’’ tegas Teddy. (YMP)

Perjuangan Brooklyn Troy Laksono yang Ingin Membela Surabaya dalam Porprov 2027

SURABAYA-KEMPALAN: Bertanding dalam sebuah ajang bergengsi memperkuat daerah merupakan sebuah kebanggaan bagi seorang atlet. Begitu pula bagi golfer Brooklyn Troy Laksono.

Brooklyn juga berharap tahun depat bisa mendapat kesempatan untuk membela Kota Surabaya dalam cabor golf di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 yang berlangsung di Surabaya.

Makanya, Brooklyn begitu antusias mengikuti ajang-ajang menuju Porprov 2027. Salah satunya dengan mengikuti ajang Suroboyo Wani Series #1, 2-3 Mei lalu, di Bukit Darmo Golf (BDG), Surabaya.

Dalam ajang tersebut, Brooklyn sukses merebut gelar runner up Best Groos Kelas A Putra. Dia mencatat 170 pukulan dalam ajang tersebut. Skor terbaiknya sejak menekuni golf 1,5 tahun lalu.

Apalagi, Brooklyn main dari tee box hitam. Tee box terjauh. Sebagai ajang menuju Porprov 2027, Brooklyn pun termotivasi turun membela Kota Surabaya. ’’Aku ingin mengejar cita-citaku menjadi pegolf hebat,’’ kata Brooklyn.

’’Aku percaya dengan menekuni langkah-langkah kecil di dalam setiap turnamen, aku bisa mendapatakan pengalaman yang lebih matang. Salah satunya bermain di Porprov,’’ tambah Brooklyn.

BACA JUGA: Merasakan Serunya “Reuni” Skuad Golf Kota Surabaya Peraih Tujuh Emas Porprov Jatim saat Turnamen “Golf With Surabaya Athletes”

Dia pun berambisi akan tetap mempertahankan konsistensi permainannya pada series-series berikutnya saat ajang Suroboyo Wani Series. ’’Tekun dan konsisten saat latihan dan selalu melibatkan Tuhan di setiap proses yang sedang aku lalui,’’ tegas Brooklyn.(YMP)

Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Pabrik Rokok di Surabaya

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan buruh PT HM Sampoerna.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok di Kota Surabaya. Kali ini, bantuan senilai Rp2,508 miliar diberikan kepada 2.508 pekerja PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II, Sabtu (9/5).

Setiap pekerja menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Penyaluran ini menjadi tahap kedua BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok di Surabaya pada tahun anggaran 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menyalurkan bantuan serupa kepada buruh PT Gelora Djaja sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja sektor industri hasil tembakau.

“Buruh pabrik rokok memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja,” kata Khofifah di sela penyerahan bantuan.

Menurut Khofifah, program BLT DBHCHT merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada para pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai industri hasil tembakau di Jawa Timur.

Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga daya tahan ekonomi keluarga pekerja di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.

“Program BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Secara khusus di Surabaya, penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026 menyasar 3.841 buruh pabrik rokok yang bekerja di tiga perusahaan rokok, dengan total anggaran mencapai Rp3,841 miliar.

Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, bantuan tersebut menjangkau 10.324 buruh yang tersebar di 65 perusahaan rokok pada 25 kabupaten/kota, dengan total anggaran Rp10,324 miliar yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur⁠.

Khofifah menjelaskan, total bantuan sosial yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 mencapai Rp171,269 miliar. Dari jumlah itu, Kota Surabaya memperoleh alokasi sebesar Rp5,947 miliar, termasuk salah satu komponen utamanya berupa BLT DBHCHT lintas wilayah.

Sementara itu, secara keseluruhan penyaluran BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok di Jawa Timur menjangkau 10.324 pekerja yang tersebar di 25 kabupaten/kota pada 65 perusahaan rokok dengan total anggaran mencapai Rp10,324 miliar melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Khofifah berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan anak hingga kebutuhan kesehatan.

“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan kesejahteraan bersama. Tetap semangat bekerja, menjaga produktivitas, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,” pesannya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung kelancaran penyaluran bantuan tersebut, mulai perusahaan, serikat pekerja, pemerintah kabupaten/kota hingga perbankan yang ikut memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan penyaluran BLT DBHCHT tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya pertama, yakni Jatim Sejahtera, melalui penguatan perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat pekerja.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat, membantu meringankan kebutuhan para pekerja dan keluarganya, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” pungkas Khofifah.

Menurutnya, para buruh perempuan di industri hasil tembakau merupakan perempuan-perempuan hebat yang tidak hanya bekerja membantu perekonomian daerah, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga. (Dwi Arifin)

Gus Ipul Kutuk Keras Pelecehan Santriwati di Ponpes Pati, Desak Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Mensos RI Saifullah Yusuf. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengutuk keras kasus pelecehan seksual terhadap santriwati yang diduga dilakukan Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Ia meminta pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dijatuhi hukuman maksimal, bahkan hingga penjara seumur hidup.

“Saya mengutuk keras. Jadi hukumannya harus paling keras,” kata Gus Ipul usai menghadiri agenda di Surabaya, Sabtu (9/5).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai bentuk hukuman yang dimaksud, Gus Ipul menegaskan bahwa pelaku layak mendapat hukuman berat. “Bisa kurungan seumur hidup,” ujarnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut sebelumnya mencuat setelah sejumlah santriwati diduga menjadi korban tindakan asusila oleh pengasuh pondok. Menyusul kasus itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati telah mencabut izin operasional dan menutup aktivitas Pondok Pesantren Ndholo Kusumo.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati Ahmad Syaiku menjelaskan, penutupan hanya berlaku untuk aktivitas pondok pesantren, sementara unit pendidikan formal yang berada di bawah naungan lembaga tersebut tetap diizinkan beroperasi.

“Yang ditutup adalah aktivitas pondok pesantrennya. Untuk sekolah formal tetap berjalan seperti biasa agar hak pendidikan siswa tidak terganggu,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga pada pemulihan korban dan keberlanjutan pendidikan para santri.

Menurut dia, para santri saat ini tengah dimitigasi dan dipetakan kebutuhannya. Jika nantinya lembaga pesantren tersebut resmi ditutup permanen, para santri kemungkinan akan dipindahkan ke pondok pesantren lain.

“Korban harus kita pikirkan dengan baik, santri-santrinya juga harus kita pikirkan. Untuk pelaku, kita dukung agar diberi hukuman sekeras-kerasnya. Sementara korban harus mendapat pendampingan dan pemulihan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kementerian Sosial melalui jajaran di daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Kementerian Agama untuk memastikan seluruh korban mendapat perlindungan.

“Petugas kami di Pati terus berkoordinasi untuk membantu seluruh santri, baik yang menjadi korban langsung maupun korban tidak langsung,” jelas Gus Ipul.

Terkait upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang, khususnya di lingkungan pesantren, Gus Ipul menegaskan bahwa mayoritas pondok pesantren di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, selama ini menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan dengan baik.

“Lebih banyak pesantren yang melayani dengan benar dan baik. Karena itu kalau ada kasus seperti ini, kita merasa ternodai. Kita ikut tersinggung dan sangat kecewa,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pengelola lembaga pendidikan berbasis asrama, termasuk pondok pesantren, memperketat sistem pengawasan internal dan memastikan perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama.

Kasus ini saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Pemerintah memastikan proses hukum berjalan tuntas sekaligus menjamin pemulihan bagi para korban. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.