Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 00:40 WIB
Surabaya
--°C

Tekan Populasi Kucing Liar, Pemkot Surabaya Sterilisasi 100 Kucing Gratis

Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar bakti sosial sterilisasi kucing gratis di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jalan Ikan Dorang, Sabtu (30/5).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke733 ini, disambut antusias warga dan menjadi salah satu upaya mengendalikan populasi kucing liar yang terus meningkat di kawasan permukiman.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, yakni Yayasan Seribu Senyum, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur I, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, yang berkolaborasi bersama DKPP Surabaya dalam pelaksanaan kegiatan.

Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan bahwa kegiatan ini menyasar kucing lokal karena populasinya berkembang cukup pesat dan sering kali tidak terkendali. Selain untuk menjaga kesehatan hewan, sterilisasi juga diharapkan mampu menekan jumlah kucing liar yang kian banyak ditemukan di lingkungan perkampungan maupun perumahan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemilik hewan peliharaan agar lebih bertanggung jawab terhadap kucing yang dipeliharanya. Di sisi lain, sterilisasi juga menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan pertumbuhan populasi kucing liar di Surabaya,” kata Nanik.

Sebanyak 100 ekor kucing lokal mengikuti program tersebut, terdiri atas 70 kucing jantan dan 30 kucing betina. Tingginya minat masyarakat membuat jumlah pendaftar melampaui kuota yang tersedia sehingga dilakukan seleksi administrasi dan penyaringan awal untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti layanan gratis tersebut.

“Peserta kegiatan merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Surabaya. Meski jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, proses seleksi administrasi dan penyaringan awal dilakukan untuk menentukan 100 peserta yang dapat mengikuti kegiatan,” ujarnya.

Nanik menjelaskan, seluruh kucing yang mengikuti program wajib dalam kondisi sehat dan berusia minimal enam bulan. Sebelum menjalani tindakan sterilisasi, hewan-hewan tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan.

“Kalau saat pemeriksaan kesehatan ditemukan kondisi yang belum memungkinkan untuk dilakukan tindakan, maka sterilisasi akan ditunda demi keselamatan hewan. Kuota yang kosong bisa dialihkan kepada peserta lain yang memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Kegiatan sterilisasi kucing lokal tersebut didukung oleh 28 dokter hewan yang berasal dari berbagai institusi. “Untuk mendukung pelaksanaan sterilisasi kucing lokal ini, kami menerjunkan sebanyak 28 dokter hewan yang berasal dari berbagai institusi agar seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar kesehatan hewan,” imbuhnya.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Salah satunya Vanda, warga Kelurahan Semolowaru, yang mengapresiasi penyelenggaraan program sterilisasi gratis tersebut. Ia mengaku mendaftarkan seekor kucing lokal yang sering berada di sekitar rumahnya karena menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan hewan.

“Saya sangat mengapresiasi program ini karena membantu mengendalikan populasi kucing sekaligus menjaga kesehatan hewan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan dan kuotanya diperbanyak karena peminatnya sangat banyak,” ujar Vanda.

Ia menilai sterilisasi dapat membuat kucing lebih sehat dan mengurangi risiko perkembangbiakan yang tidak terkendali. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hewan, tetapi juga masyarakat karena lingkungan menjadi lebih nyaman dan jumlah anak kucing terlantar dapat ditekan.

“Sterilisasi memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan hewan. Kucing yang telah disteril cenderung lebih sehat karena tidak terus-menerus mengalami siklus reproduksi,” ujarnya.

Menurut Vanda, dari sisi lingkungan, keberadaan kucing yang sehat dan telah disteril dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat. Selain membantu mengendalikan populasi kucing liar, sterilisasi juga dapat mengurangi potensi munculnya anak-anak kucing yang tidak terawat di lingkungan sekitar.

“Saya mendaftarkan satu ekor kucing jantan lokal yang diperkirakan berusia sekitar dua tahun. Saat mengetahui ada program sterilisasi gratis dari Pemkot Surabaya, saya langsung mendaftarkannya dan bersyukur berhasil mendapatkan kuota untuk mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Faiq, warga Kelurahan Ngagel Rejo. Ia menyebut program sterilisasi gratis menjadi solusi bagi para pecinta hewan yang ingin merawat kucing dengan baik namun terkendala biaya.

“Ke depan semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Surabaya,” kata Faiq.

Faiq yang telah memelihara kucing selama sekitar empat tahun itu mendaftarkan dua ekor kucing jantan. Namun, hanya satu ekor yang lolos pemeriksaan kesehatan dan dapat menjalani sterilisasi, sedangkan satu ekor lainnya harus ditunda karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

Ia menambahkan, program seperti ini tidak hanya membantu pemilik hewan peliharaan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mengendalikan populasi kucing agar lebih sehat dan terawat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Sterilisasi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan hewan peliharaan. Selain membantu mengendalikan reproduksi, tindakan ini juga dapat menurunkan risiko penyakit pada sistem reproduksi serta mencegah perkembangbiakan yang tidak terkendali,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Langit Jingga Tugu Pahlawan! Hangatkan Cangkrukan Sore di Senja Budaya Surabaya

Cangkrukan sore di Halaman Tugu Pahlawan Kota Surabaya dalam gelaran Senja Budaya yang digelar dalam rangka perayaan HJKS, 30-31 Mei 2026.

SURABAYA-KEMPALAN: Langit senja berwarna jingga yang syahdu di Halaman Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Sabtu (30/5), menjadi payung bagi ratusan warga tampak memenuhi area, menggelar tikar, dan menikmati momen kebersamaan yang cair serta penuh kehangatan.

Suasana berbeda dan memikat inilah yang tersaji dalam gelaran Senja Budaya, sebuah acara interaktif yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Berlangsung selama dua hari pada 30–31 Mei 2026, acara ini mengubah kawasan cagar budaya menjadi ruang publik terbuka yang ramah, santai, dan penuh memori.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya rangkaian acara budaya lebih identik dengan konsep formal atau ‘Night at The Museum’, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membawa suasana budaya langsung yang lebih kental ke tengah masyarakat dengan konsep lesehan ala cangkrukan khas Suroboyoan.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya Saidatul Ma’munah menjelaskan bahwa inovasi ini sengaja dihadirkan agar kedekatan antargenerasi dapat terjalin lebih kuat di ruang terbuka.

“Senja Budaya tahun ini hadir dengan konsep berbeda. Kita membawa suasana budaya lebih dekat melalui ruang publik terbuka di Tugu Pahlawan. Kalau tahun lalu murni jadul dan ada nonton bareng (nobar), kali ini kita padukan dengan sentuhan modern. Kami sediakan tikar-tikar estetik kekinian agar anak-anak muda dan keluarga betah bersantai menikmati senja,” ujar Saida saat ditemui di lokasi acara.

Seiring matahari yang kian tenggelam, lampu-lampu dekorasi mulai menyala, menambah romantis suasana. Aroma menggoda dari stan kuliner tradisional langsung menyerbu indra penciuman para pengunjung.

Menurut Saida, Senja Budaya kali ini memang menjadi ajang misi penyelamatan warisan kuliner lokal. Anak-anak muda dan generasi masa kini diajak bertualang rasa mencicipi makanan tempo dulu yang kini mulai langka, seperti Kue Rangin, Putu hingga Semanggi Suroboyo.

“Kita kolaborasikan antara kuliner tempo dulu dengan makanan modern. Tujuannya jelas, kita ingin menggali dan mengenalkan kembali sejarah serta identitas Surabaya kepada anak-anak muda lewat rasa dan visual yang menarik,” tambah Saida.

Tidak hanya memanjakan lidah, para pengunjung terutama anak-anak juga tampak asyik mencoba berbagai permainan tradisional yang difasilitasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Gelak tawa anak-anak yang bermain bebas di rumput halaman Tugu Pahlawan berpadu selaras dengan alunan musik pop Jawa modern yang tengah hit, menciptakan harmoni sore yang sangat hidup.

Hingga sabtu petang, tercatat sudah lebih ratusan pengunjung yang menukarkan tiket masuk seharga Rp5.000 saja. Pihak pengelola menargetkan acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB ini mampu menyedot hingga 10.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaannya.

“Selain makanan dan kegiatan, adapula hiburan rakyat yang dihadirkan. Seperti malam ini ada penampilan dari Ludruk Luntas. Kalau besok ada pertunjukan Ludruk RRI,” imbuhnya.

Melalui Senja Budaya ini, Saida mengatakan bahwa Tugu Pahlawan tidak lagi hanya berdiri tegak sebagai monumen pengingat darah pahlawan, melainkan menjelma menjadi ruang hidup tempat warga Surabaya merayakan kebersamaan, melestarikan tradisi, dan merajut tawa di bawah langit senja yang hangat.

“Ayo Rek, khususnya anak-anak muda, datang ke Tugu Pahlawan. Kita nikmati makanan tradisional, bermain permainan jadul, dan nonton ludruk bareng-bareng di sini,” tandasnya.

Suasana senja yang hangat ini juga dirasakan oleh salah satu pengunjung, Audina Putri, remaja berusia 18 tahun asal Surabaya ini mengaku terpikat dengan atmosfer hangat dan serunya acara sore itu.

Bagi Audina, ini adalah pengalaman pertamanya menghadiri acara kebudayaan dengan konsep ruang terbuka di ikon sejarah kotanya sendiri. Ia datang bersama teman-temannya setelah mendapatkan rekomendasi dari seorang kenalan.

“Suasananya saya lihat cukup ramai dan seru banget. Banyak anak kecil, remaja, sampai orang tua berkumpul di sini. Menyenangkan sekali karena ada live music-nya juga, jadi kita bisa kulineran bareng keluarga atau teman dengan santai,” ujar Audina.

Daya tarik utama yang membuat Audina dan teman-temannya penasaran untuk datang tak lain adalah deretan kuliner tradisional yang disajikan. Di tengah gempuran makanan modern, ia merasa makanan lokal menjadi sesuatu yang unik dengan suasana cangkrukan.

“Tertarik ke sini karena kulinernya sih, Kak. Kebetulan tadi kami sudah mencoba nasi pecelnya. Rasanya enak banget, pas dinikmati sore-sore seperti ini,” ungkapnya.

Ia berharap, Pemkot Surabaya lebih banyak menghadirkan acara dengan suasana yang hangat dan tradisional agar para Gen Z sepertinya, bisa lebih sering menikmati. (Dwi Arifin)

Pecel Khas Jatim Tembus 7 Besar Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, Ini Komentar Khofifah

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dengan prcel khas Jatim yang tembus 7 besar salad terbaik dunia versi TasteAtlas..

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut bangga masuknya pecel khas Jawa Timur dalam daftar “100 Salad Terbaik di Dunia” versi TasteAtlas tahun 2026. Dalam daftar yang dirilis per 15 April 2026 itu, pecel berhasil menempati peringkat ke-7 dunia, bahkan mengungguli som tam asal Tailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu salad paling populer di Asia.

Dilansir Good News From Indonesia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia semakin mendapat tempat di panggung internasional. Tidak hanya pecel, sejumlah hidangan Nusantara lain juga masuk daftar bergengsi tersebut. Di antaranya ketoprak di posisi ke-18, gado-gado di urutan ke-30, hingga rujak cingur, asinan, dan karedok.

Khofifah mengatakan, pengakuan dunia terhadap pecel bukan sekadar soal rasa, melainkan juga pengakuan atas kekayaan budaya, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Jawa Timur yang tercermin dalam setiap sajian. Menurutnya, pecel adalah simbol kesederhanaan yang sarat makna, namun mampu menghadirkan cita rasa yang begitu kuat dan berkelas dunia.

“Pecel bukan hanya makanan tradisional, tetapi identitas budaya masyarakat Jawa Timur. Dari sepincuk  pecel, dunia bisa melihat bagaimana masyarakat Jawa hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan bahan-bahan lokal yang sehat, sederhana, namun kaya rasa,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, keberhasilan pecel masuk jajaran salad terbaik dunia menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi kuliner Nusantara, khususnya kuliner khas Jawa Timur, ke pasar internasional. Terlebih, Jawa Timur memiliki begitu banyak ragam pecel dengan karakter rasa dan keunikan masing-masing di berbagai daerah.

“Setiap daerah di Jawa Timur punya pecel dengan ciri khas tersendiri. Ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner kita. Ada pecel yang gurih, pedas, manis, hingga berpadu dengan kuah khas daerah. Semua memiliki cerita budaya yang luar biasa,” katanya.

Di antara yang paling populer adalah Pecel Madiun dengan sambal kacang kental beraroma daun jeruk purut dan penyajian khas pincuk daun pisang lengkap dengan peyek kacang. Ada pula Pecel Tumpang Kediri yang memadukan sambal tumpang berbahan tempe fermentasi dengan santan dan rempah-rempah, menciptakan rasa gurih yang khas.

Sementara di Surabaya, masyarakat mengenal Pecel Semanggi dengan daun semanggi sebagai bahan utama dan siraman bumbu kacang bercampur petis yang menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih. Tulungagung memiliki Pecel Punten yang dipadukan dengan punten berbahan beras dan santan, sedangkan Banyuwangi terkenal dengan Pecel Rawon dan Pecel Pitik khas Suku Osing yang unik dan kaya rempah.

Khofifah menilai, keberagaman jenis pecel tersebut menjadi kekuatan besar Jawa Timur dalam memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia juga berharap capaian ini dapat mendorong generasi muda untuk semakin bangga terhadap makanan tradisional Indonesia.

“Jangan sampai generasi muda justru lebih mengenal makanan luar dibandingkan kuliner daerahnya sendiri. Pecel adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan, dipromosikan, dan diwariskan lintas generasi,” tegasnya.

Nasi pecel sendiri merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jawa Timur yang telah lama menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Hidangan ini terdiri dari nasi putih, aneka sayuran rebus seperti kacang panjang, tauge, daun singkong, dan bayam, yang kemudian disiram sambal kacang berbumbu cabai, gula merah, kencur, serta daun jeruk.

Selain lezat, nasi pecel juga dikenal sebagai makanan sehat dan bergizi karena kaya serat dan vitamin. Penyajiannya yang kerap menggunakan daun pisang pun mencerminkan filosofi masyarakat Jawa yang dekat dengan alam dan menjunjung nilai ramah lingkungan.

Bagi masyarakat Jawa Timur, pecel bukan sekadar makanan sehari-hari. Lebih dari itu, pecel adalah bagian dari identitas budaya, simbol kesederhanaan, sekaligus representasi kekayaan rasa Nusantara yang kini semakin mendapat pengakuan dunia. (Dwi Arifin)

Sidak Pasar Klojen Malang, Khofifah Temukan Minyakita Dijual di Atas HET

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat sidak di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumar (29/5).

MALANG-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar daerah dan antar lembaga sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga dan pasokan  bahan pokok. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5).

Didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Khofifah meninjau sejumlah lapak pedagang mulai dari sembako, sayuran, daging ayam hingga daging sapi. Ia juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran riil kondisi harga dan pasokan bahan pokok di lapangan.

Pasar Klojen dipilih karena merupakan salah satu pasar referensi dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadi acuan pemantauan harga komoditas strategis di berbagai daerah.

“Monitoring langsung seperti ini penting sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Khofifah.

Usai peninjauan,  Khofifah menyampaikan apresiasi pasar Klojen Malang yang terintegrasi antara pasar basah dan sentra kuliner   yang tertata rapi dan bersih sehingga menjadi destinasi wisata yang hunting kuliner  tradisional.

Terkait pasokan beras medium SPHP dan  Minyakita di Pasar Klojen, ia menekankan perlu koordinasi yang lebih intensif antara Disperindag   Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, dan Perum Bulog agar distribusi kedua komoditas tersebut dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Bahwa sebagian besar masyarakat Kota Malang standarnya sudah beras premium, tapi  beras medium harus kita siapkan. Karena kita punya stock beras medium SPHP di Jawa Timur ini jumlahnya cukup tinggi,” ucapnya.

Khofifah menegaskan bahwa seyogyanya semua lini masyarakat bisa tersapa melalui distribusi sembako yang disiapkan baik untuk beras medium SPHP maupun Minyakita.

Temukan Minyakita Dijual di Atas HET

“Temuan ini menjadi perhatian serius agar keterjangkauan harga bagi masyarakat dapat segera dikembalikan ke tingkat yang wajar dan terkontrol. Tadi saya cek, selisihnya cukup tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyakita dengan yang tadi dijual di beberapa toko  sembako di sini,” imbuhnya.

Selain itu, Khofifah juga menyoroti pentingnya Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam menjaga stabilitas harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi, terutama cabai rawit dan bawang merah.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga bawang merah mengalami kenaikan dari kisaran Rp35 ribu–Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp55 ribu–Rp60 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit di Pasar Klojen berada pada kisaran Rp100 ribu–Rp120 ribu per kilogram, meskipun di beberapa pasar lain di Malang masih ditemukan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram.

“Di sinilah peran pentingnya koordinasi antar daerah. Harga apa yang menjadi penyebab kemungkinan potensi inflasi itu terjadi, nah itu yang bisa dilakukan langkah-langkah mitigatif dan antisipatif bersama sejak dini,” jelasnya.

Di sisi lain,  Khofifah juga mencatat bahwa harga telur saat ini masih dalam kondisi standar, bahkan cenderung mengalami penurunan. Selain itu, harga daging sapi terpantau stabil saat  Idul Adha, berbeda dengan tren kenaikan yang biasanya terjadi saat menjelang Ramadan maupun setelah Idul Fitri.

Melalui kesempatan ini juga, Khofifah memastikan bahwa Pemprov Jatim terus berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat melalui keterjangkauan harga sembako.

Khofifah menyadari adanya perbedaan kualitas (different quality) yang berimplikasi pada perbedaan harga (different price). Meskipun begitu, stabilitas harga secara umum harus tetap dijaga agar inflasi tetap terkendali.

“Bagaimana agar daya beli masyarakat bisa terjaga keterjangkauan masyarakat terhadap sembako itu juga bisa kita siapkan dengan relatif terkontrol,” tegasnya. 

Selain kaitan harga dan pasokan bahan pokok, Khofifah secara khusus juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan Pasar Klojen yang sangat produktif dan tertata dengan baik. Integrasi antara pasar basah, pedagang kebutuhan pokok, dan pusat kuliner tradisional menjadikan pasar ini sebagai daya tarik wisatawan, bahkan yang berasal dari luar daerah maupun luar Jawa Timur.

“Ini menurut saya bisa menjadi referensi di tengah proses mungkin inovasi-inovasi dari Bupati, Wali Kota yang lain. Saya rasa ini luar biasa,” pungkasnya. (Dwi Afifin)

HDCI Jatim dan HDCI Surabaya Salurkan 600 Paket Daging Kurban Bagi Driver Ojol, Tukang Becak, Difabel, dan Anak-Anak Panti Asuhan

SURABAYA-KEMPALAN: Kegiatan bakti sosial jadi agenda rutin dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Jatim dan HDCI Surabaya. Seperti ketika momen Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Kamis siang (28/5), HDCI Jatim dan HDCI Surabaya membagi-bagikan 600 paket daging kurban dalam program baksos Idul Adha di House of Bikers (Hobis), Jalan Diponegoro, Surabaya.

Sasarannya tentu kepada mereka yang membutuhkan. Seperti driver ojek online (ojol), tukang becak, anak-anak dari panti asuhan, dan kaum difabel. Selain itu, di baksos itu warga sekitar Hobis juga berkesempatan mendapat paket daging.

Kabid Baksos HDCI Surabaya Muhamad Niko menyatakan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian komunitas HDCI dengan driver ojol atau tukang becak sebagai yang sama-sama banyak beraktivitas di jalanan.

’’Dengan melibatkan rekan-rekan dari driver ojol dan tukang becak ini di dalam kegiatan baksos ini, maka ketika di jalan pun kami bisa saling membantu,’’ harap Niko.

BACA JUGA: Ikuti Turnamen Padel HUT HDCI di Surabaya, Sahroni Bahas Kepedulian Klub Motor dan Dampak untuk UMKM

Niko mengharapkan kegiatan baksos seperti ini bisa semakin mendekatkan HDCI dengan masyarakat sekitar, khususnya HDCI Surabaya dan masyarakat Surabaya. ’’Kami ingin menghapus kesan arogan di jalan,’’ harap Niko. Harapan senada juga disebutkan oleh Ketua HDCI Surabaya, Indra Irawan.

Bukan hanya dalam baksos Idul Adha seperti. Demikian juga baksos-baksos HDCI Surabaya yang lainnya. Termasuk memberangkatkan umrah lima marbot masjid di Surabaya awal 2027 nanti. ’’Ini sebagai komitmen kami agar tetap bermanfaat bagi masyarakat,’’ tegas Indra.

Secara keseluruhan, di dalam perayaan Idul Adha tahun ini HDCI menyembelih sebanyak sembilan ekor sapi dan 14 ekor kambing. (YMP)

Idul Adha, Yona Bagus Salurkan 41 Hewan Kurban

Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Partai Gerindra Yona Bagus Widyatmoko (dua dari kanan). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum berbagi yang terasa lebih bermakna di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok serta lesunya daya beli membuat bantuan pangan dan daging kurban sangat dinantikan warga.

Situasi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. Politisi Partai Gerindra itu menyalurkan 21 ekor sapi dan 20 ekor kambing kurban untuk masyarakat di sekitar kawasan bengkel kerjanya di Jalan Mastrip, Kecamatan Karangpilang, Surabaya Barat.

“Syukur alhamdulillah, pada tahun ini kami mendapat kemudahan rezeki sehingga dapat melaksanakan penyembelihan dan penyaluran 21 ekor sapi serta 20 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut kami persembahkan dengan niat ikhlas untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di momen yang penuh berkah ini,” ungkap Cak Yebe, panggilan akrab Yona Bagus, saat ditemui di kawasan Mastrip, Rabu (27/5).

Penyaluran daging kurban dilakukan dengan sistem yang tertata agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, terutama masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 5 Surabaya. Data penerima sebelumnya telah dikumpulkan dan diverifikasi melalui hasil reses yang dikoordinasikan oleh masing-masing koordinator kecamatan (korcam).

“Kami berupaya agar distribusi daging kurban dapat menjangkau seluruh konstituen di Dapil 5 yang telah terdaftar melalui pendataan korcam saat reses berlangsung. Ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen kami untuk terus menjaga hubungan baik dan kedekatan dengan masyarakat,” jelasnya.

Sejak pagi, lokasi penyembelihan hewan kurban dipadati warga yang membawa kupon pembagian daging. Panitia tampak sibuk mengatur proses penyembelihan, penimbangan, hingga distribusi agar berjalan tertib dan merata.

Bagi sebagian warga, pembagian daging kurban tahun ini terasa lebih berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat bantuan pangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat kecil.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang, bantuan seperti ini sangat membantu,” ujar salah seorang warga di lokasi kegiatan.

Semangat kebersamaan dan kepedulian ini tidak hanya terbatas pada lingkungan politik, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat sekitar serta para petugas pelayanan publik. Warga di sekitar lokasi penyembelihan, personel Satpol PP, tim pemadam kebakaran (Damkar), hingga insan pers turut menjadi penerima daging kurban.

“Bukan hanya masyarakat sekitar yang kami utamakan, tetapi juga rekan-rekan yang setiap hari mengabdi untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota seperti Satpol PP, Damkar, serta para wartawan. Mereka memiliki peran besar bagi Surabaya, sehingga sudah selayaknya mendapatkan apresiasi dan perhatian dari kita semua,” ujar Yebe.

Yona mengatakan, Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah tekanan hidup yang sedang dihadapi masyarakat.

“Kebahagiaan sejati bagi umat Muslim adalah ketika bisa menjalankan ibadah kurban sekaligus berbagi dengan sesama,” katanya.

Ia menilai, kondisi ekonomi dalam beberapa bulan terakhir memberikan tekanan cukup berat bagi masyarakat. Selain harga kebutuhan pokok yang terus naik, sektor pangan juga menghadapi tantangan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Petani sekarang menghadapi musim yang sulit diprediksi. Masa tanam terganggu, panen juga tidak selalu bagus. Dampaknya terasa sampai ke harga kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut membuat banyak keluarga harus lebih ketat mengatur pengeluaran rumah tangga. Karena itu, penyaluran hewan kurban diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekitar.

Yona juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

“Momentum Idul Adha harus menjadi penguat solidaritas antarwarga. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, masyarakat perlu saling membantu dan menguatkan,” tuturnya. (Andra Jatmiko)

PAN Surabaya Targetkan Satu Fraksi DPRD pada Pemilu 2029

Ketua DPD PAN Kota Surabaya Ghofar Ismail (paling kanan). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Surabaya Ghofar Ismail menegaskan bahwa partainya mulai bergerak mempersiapkan kekuatan politik menuju Pemilu 2029. Salah satu target utama yang dipasang adalah meraih satu fraksi penuh di DPRD Surabaya.

Hal itu disampaikan Ghofar dalam acara press rilis kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H di Kantor DPD PAN Kota Surabaya yahg berada di Jl. Pucang Sewu, Kamis (28/5). Usai acara Ghofar membuka sesi tanya jawab dengan awak media dan memaparkan sejumlah agenda strategis partai ke depan.

Menurutnya, struktur pengurus harian DPD PAN Kota Surabaya saat ini telah rampung dibentuk dan tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) terbaru dari DPP PAN di Jakarta.

“Alhamdulillah pengurus harian DPD PAN Kota Surabaya sudah terbentuk. Tinggal penurunan SK terbaru. Untuk komposisi KSB tidak ada masalah, hanya ada penambahan beberapa pengurus harian,” ujar Ghofar.

Ia optimistis SK kepengurusan tersebut akan turun dalam waktu dekat sehingga mesin partai bisa langsung bergerak melakukan konsolidasi politik.

“Insya Allah seminggu depan SK sudah turun. Setelah itu kami langsung bergerak melakukan silaturahim ke Muhammadiyah, PBNU, partai-partai politik, terutama PDI Perjuangan dan kolega kami dari Gerindra,” katanya.

Selain memperkuat komunikasi politik lintas organisasi dan partai, PAN Surabaya juga mulai mempersiapkan pembentukan kepengurusan di tingkat cabang hingga ranting.

Ghofar menilai penguatan struktur partai di tingkat bawah menjadi langkah penting untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Sekarang sudah waktunya pendaftaran pengurus di tingkat bawah. Tujuannya satu komando untuk merebut suara dan memenangkan dapil masing-masing,” ungkapnya.

Ia menegaskan PAN Surabaya menargetkan mampu membentuk satu fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029.

“Kita target satu fraksi di tahun 2029,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ghofar juga menyampaikan bahwa DPD PAN Surabaya telah melaksanakan kegiatan sosial dalam momentum Idul Adha dengan menyalurkan 400 paket daging hewan kurban kepada masyarakat sekitar kantor partai.

“Kami sudah berbagi hewan kurban kepada RT terdekat di wilayah kantor DPD PAN Kota Surabaya dan sudah merata sebanyak 400 paket,” pungkasnya.(Dwi Arifin)

Hari Raya Idul Adha 1447 H, PAN Surabaya Tebar Kepedulian Lewat Daging Kurban

Ketua DPD PAN Kota Surabaya Ghofar Ismail (tengah) saat press rilis di Kantor DPD PAN Surabaya, Kamis (28/5). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Surabaya menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5). Dalam kegiatan tersebut, DPD PAN Surabaya menyembelih dua ekor sapi dan mendistribusikan hampir 400 paket daging kurban kepada masyarakat.

Ketua DPD PAN Kota Surabaya Ghofar Ismail mengatakan, kegiatan kurban tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, sekaligus mempererat hubungan PAN dengan warga Kota Surabaya.

“Pada kesempatan siang hari ini berkaitan dengan kegiatan Idul Kurban, DPD PAN Kota Surabaya menyembelih dua ekor sapi. Alhamdulillah, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun,” ujar Ghofar saat menggelar press rilis di Kantor DPD PAN Surabaya.

Selain itu, Ghofar yang juga menjabat Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat. Ia berharap ibadah kurban yang dilaksanakan umat Muslim diterima Allah SWT.

“Kami segenap pengurus DPD PAN Kota Surabaya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Mudah-mudahan amal ibadah, baik yang berkurban maupun seluruh masyarakat, diterima oleh Allah SWT,” katanya.

Menurut Ghofar, pendistribusian daging kurban dilakukan kepada pengurus harian partai, pengurus cabang, pengurus ranting, serta warga di sekitar kantor DPD PAN Kota Surabaya.

“Sekarang ini sudah mulai pendistribusian hampir 400 kotak daging. Tujuannya tentu untuk berbagi kepada warga masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kota Surabaya dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah, menegaskan bahwa PAN berkomitmen hadir di tengah masyarakat dan membantu berbagai persoalan warga semampunya.

“PAN itu bantu rakyat. Kita semampu mungkin membantu permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Pada momentum Idul Kurban ini, alhamdulillah kita bisa berbagi walaupun tidak seberapa. Yang penting kita harus bisa membersamai masyarakat dalam momen apa pun,” ujar Zuhro yang juga anggota Komisi D DPRD Surabaya. (Dwi Arifin)

Persi Jatim Ajak Tenaga Kesehatan Berkreasi dalam Lomba Bola Voli Mix dan Vokal Group

SURABAYA-KEMPALAN: Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh
Indonesia (Persi) Wilayah Jatim tidak hanya menjadikan ajang Surabaya Hospital
Expo di Grand City, Surabaya, yang berakhir Minggu kemarin (24/5) untuk ajang
pameran pelayanan kesehatan (yankes) dan alat kesehatan (alkes).

 

Persi Jatim juga
menggelar kegiatan di luar bidang kesehatan dan ke-RS-an di sela-sela Surabaya
Hospital Expo. Yaitu dengan menggelar adu kreasi di bidang olahraga dan olah
vokal.

 

Meski, dari
total 446 RS se-Jatim yang turut serta dalam kegiatan Surabaya Hospital Expo,
hanya puluhan RS di antaranya yang mengikuti kegiatan bola voli mix dan vocal
group tersebut.

 

Sebanyak 15
RS mengirimkan tenaga kesehatannya untuk mengikuti ajang lomba bola voli mix.
Sementara, 20 RS yang mengikutsertakan tenaga kesehatan yang berbakat dalam
olah vokal.



 

’’Walaupun
tidak banyak, tapi animo peserta mengikuti kegiatan itu tetap seru,’’ kata Wakil
Ketua III Bidang Sumber Daya dan Pembiayaan Kesehatan dari Persi Wilayah Jatim,
dr Didi D Dewanto.

 

Didi
menyebut, di satu sisi, kegiatan di luar bidang kesehatan itu digelar di
sela-sela Surabaya Hospital Expo untuk melepas kejenuhan. ’’Selain itu, juga
bisa jadi ajang berkreasi para tenaga medis,’’ sambung Didi yang juga dokter spesialis
kandungan di RS Husada Utama itu.

 

Karena melihat
antusias masing-masing rumah sakit mengikutinya, tahun-tahun ke depan agenda
lomba bola voli mix dan vocal group akan dimasukkan di dalam agenda rutin
Surabaya Hospital Expo.



 

Bukan hanya
peserta, begitu pula suporternya. ’’Apalagi direktur masing-masing RS yang
berlaga, baik dalam festival vocal grup dan turnamen bola voli mix juga ikut
hadir memberi semangat timnya, semakin menambah motivasi tim untuk berjuang dengan
tetap menjaga sportivitas,’’ tutur Ketua Panitia Surabaya Hospital Expo Nungky
Taniasari.

 

Dalam lomba
bola voli mix dua RS di Surabaya jadi pemenang. Yaitu RSPAL dr Ramelan jadi
juara, dan RSUD Bhakti Darma Husada (BDH) menjadi runner up. Lalu, di posisi ketiga, jadi milik RSNU Tuban.

 

RS di
Surabaya juga mendominasi pada lomba vokal grup. RSUP Kemenkes Surabaya jadi
pemenangnya dan RSUD dr Soetomo di peringkat ketiga. Runner up jadi milik RS Baptis Kediri.

 

RS dari
Surabaya lainnya, RS Premier Surabaya, sukses meraih gelar Juara Harapan 1.
Sementara, RSUD Prof Soekandar Mojokerto sebagai Juara Harapan 2. (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.