Firsta Yufi Amarta (dua dari kiri) saat dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2025.⁷
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan selamat kepada Firsta Yufi Amarta, perwakilan Jawa Timur yang berhasil meraih gelar Puteri Indonesia 2025 dalam perhelatan Grand Final Puteri Indonesia 2025 yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (2/5) malam.
“Firsta merupakan duta wisata raka raki Jatim 2021. Firsta yang dikenal dengan panggilan Fia ini bukan hanya membawa mahkota kebanggaan, tapi juga membawa pesan bahwa perempuan Jawa Timur mampu tampil elegan, cerdas, dan membanggakan di panggung nasional,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Sabtu (3/5) pagi.
Menurut Khofifah, keberhasilan Firsta adalah wujud nyata dari kombinasi kerja keras, prestasi akademik, kepribadian yang kuat, dan dedikasi terhadap isu-isu sosial.
“Kami di Jawa Timur merasa bangga dan terharu. Ini kemenangan seluruh rakyat Jatim. Semoga Firsta dapat mengemban amanah baru ini dengan baik dan terus menyuarakan nilai-nilai kebaikan serta keberagaman yang menjadi kekuatan perempuan Indonesia.”
Khofifah juga berharap kemenangan ini menjadi inspirasi bagi perempuan muda di seluruh Jawa Timur untuk terus berprestasi dan percaya diri dalam berkarya di berbagai bidang.
“Kemenangan ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab baru. Firsta telah menunjukkan kapasitasnya, semoga akan ada banyak Firsta-Firsta lain yang tumbuh dari sekolah, desa, hingga kampus-kampus di Jawa Timur,” tambahnya.
Sebagai informasi, ajang Puteri Indonesia 2025 diikuti oleh 45 finalis dari seluruh penjuru Indonesia. Ajang tersebut mengusung tagline Be Right, Be Bright yang menekankan pentingnya kecerdasan, sikap bijak, dan kepekaan sosial dalam diri setiap finalis. Mereka dinilai tidak hanya dari penampilan, tetapi juga dari gagasan dan pemahaman mereka terhadap isu-isu strategis seperti peran perempuan di era digital, pendidikan inklusif, dan etika bermedia sosial. (Dwi Arifin)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi naik perahu karet menyuduri sungai Kalimas.
SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama PDAM Surya Sembada dan Pokja Wartawan Taman Surya (Potas) menggelar aksi bersih-bersih sungai Kalimas di Taman Asreboyo, Jalan Ngagel, Sabtu (3/5).
Aksi bersih-bersih ini digelar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia. Selain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, acara ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto, Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono, dan Ketua Potas Robby Julianto.
Di peringatan Hari Bumi kali ini, Wali Kota Eri Cahyadi mengajak warga Kota Surabaya untuk menjaga lingkungan, terutama bagi penduduk yang tinggal di kawasan bantaran sungai Kalimas. Menurutnya, jika lingkungan di sekitar sungai tidak dijaga baik, secara tidak langsung akan mencemari air sungai Kalimas.
“Saya minta tolong, sungai ini 93 persen itu (airnya) menjadi bahan baku pembuatan air PDAM. Semakin sungai ini tercemar dan kotor, maka pengelolaan PDAM semakin susah, semakin mahal. Warga Suroboyo nggak ingin harga PDAM mahal (karena mahalnya biaya produksi). Nah, kalau nggak ingin mahal maka ayo dijaga sungainya, jangan sampai kotor dan buang sampah di sungai,” kata Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri Cahyadi terjun langsung untuk ikut bersih-bersih.
Agar kualitas air terjaga baik, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Jasa Tirta untuk melakukan pengawasan bangunan di sekitar bantaran sungai Kalimas. Selain itu, pemkot juga berencana akan menambah taman di sekitar bantaran sungai Kalimas.
Selain itu, Eri juga akan berkoordinasi dengan camat dan lurah serta warga untuk merapikan barang-barang yang berserakan di bantaran sungai Kalimas.
“Nanti kita buatkan taman, kalau sudah ada pohon yang rindang kita biarkan, kemudian kita kasih pohon pucuk merah, sehingga jadi bagus. Tapi sekarang bisa dilihat, di pinggiran sungai itu masih banyak kayu (berserakan tidak rapi), nah sekarang lagi ambil (ditertibkan) Satpol PP,” ujarnya.
Wali Kota Eri ingin, setelah bantaran sungai Kalimas di Asreboyo menjadi taman, secara tidak langsung kebersihan lingkungan di kawasan ini akan terjaga. “Ketika nanti menjadi taman dan tempat wisata, kalau sudah ada keramaian di sini secara otomatis tidak ada yang buang sampah sembarangan dan secara alami akan dijaga,” harapnya.
Dalam kesempatan ini, Pemkot Surabaya juga menggandeng Komunitas Nol Sampah Surabaya hingga mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan di Kota Pahlawan. Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya bersama Komunitas Nol Sampah dan Potas akan menggerakkan pemilahan sampah di 500 titik RW di Surabaya.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menargetkan, pemilahan sampah di 500 RW itu berjalan seluruhnya mulai Agustus 2025. “Kami hari ini sudah berjalan di 50 RW, tapi target kami di tahun ini ada di 500 RW. Nah, nantinya beberapa RW itu akan disediakan bank sampah, setelah pengelolaan bank sampah ini berjalan maka bisa memberikan pemasukan untuk KAS RW,” jelasnya.
Di samping itu, Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, konsentrasi pemkot dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia kali ini adalah menjaga kelestarian lingkungan air. Karena diketahui, air sungai Kalimas merupakan bahan baku untuk pembuatan air PDAM di Surabaya.
“Pemkot Surabaya tetap konsisten menjaga bumi ini, karena salah satu unsur paling penting di bumi ini adalah air. Karena sehari-harinya manusia tidak lepas dari kebutuhan air,” ujar Dedik.
Di kesempatan ini, Pemkot Surabaya mengerahkan sekitar 1.500 personel yang terdiri dari PDAM Surya Sembada, satgas kebersihan, wartawan, mahasiswa, Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga komunitas pecinta lingkungan.
“Kami juga kerahkan empat unit truk, karena kami menyisir pembersihan di sisi timur dan barat sungai Kalimas. Jadi masing-masing truk bisa mengangkut sekitar 6 kubik sampah dari hasil pembersihan kali ini,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf.
MALANG-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa bersama Kementerian Sosial RI Pemprov Jatim bersinergi dengan pilar-pilar sosial untuk menurunkan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem di Jatim.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dialog Pilar-pilar Sosial se-Malang Raya bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (2/5).
Penurunan kemiskinan ini, kata Khofifah, merupakan target dari pemerintah provinsi maupun pusat. Ia menyebut Jawa Timur mewujudkannya melalui Nawa Bhakti Satya yang dituangkan dalam misi Jatim Sejahtera. Ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)/Quick Wins 5.
“Jadi memang ini arahan Pak Presiden Prabowo Subianto agar semua elemen bersinergi untuk menurunkan kemiskinan ekstrem sampai 0 persen di 2026 dan kemiskinan hingga dibawah 5 persen di 2029. Salah satu langkah yang kita ambil hari ini adalah dengan harmonisasi bersama pilar-pilar sosial demi menyatukan tujuan,” ujarnya.
Karena itu, dengan adanya sinergi dengan pilar sosial, Gubernur Khofifah optimis dapat menurunkan kemiskinan ekstrem di Jatim hinggal nol persen pada tahun 2026.
“Tapi ini tidak akan bisa kita capai jika pilar-pilar sosial kita tidak kita sejahterakan dan kita perhatikan. Karena merekalah yang turun langsung di garda terdepan di lapangan. Maka kalau kata Gus Ipul, ini dimulai dengan membuat pilar-pilar sosial tersenyum dahulu agar mereka bisa membuat orang lain tersenyum,” tambah Khofifah.
Khofifah menambahkan, pilar-pilar sosial yang ada di Jawa timur terdiri dari SDM PKH sebanyak 5.262 orang, TKSK sebanyak 666 orang, dan Tagana sebanyak 1.820 orang. Tagana dan TKSK sudah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang didukung dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sedangkan sumbangsih lain Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung dan memperkuat pilar-pilar kesejahteraan sosial yaitu dengan memberikan penguatan dengan strategi Peningkatan Kapasitas, Revitalisasi Keanggotaan dan Pemenuhan Sarana Operasional.
Kemudian juga ada Pemberian Perlindungan Kesejahteraan (BPJS-TK) BPJS Kesehatan dan Pemberian Sertifikasi dan Reward, yang diberikan kepada 1.900 orang Tagana, 666 orang TKSK, 6.149 orang Karang Taruna, 5.120 orang PSM, 166 orang Pelopor Perdamaian, 3.125 orang Pendamping PKH yang mendampingi PKH Plus.
Lebih jauh, jumlah dana yang dialokasikan dari APBD untuk mendukung hal tersebut antara lain Tali Asih TKSK selama 12 bulan sebesar Rp3,96 miliar Tali Asih Tagana selama 12 bulan sebesar Rp5,73 miliar, Honor Pendamping Pasung sebesar Rp720 Juta, Bantuan Transport PKH Plus sebesar Rp12,1 miliar, BPJS TKSK satu tahun sebesar Rp43,15 juta, dan BPJS Tagana selama satu tahun sebesar Rp383,04 juta.
“Tapi tentu saja selain pilar-pilar sosial, kami juga memperkuat program-program andalan untuk menurunkan kemiskinan. Salah satunya PKH PLUS. Di mana, bantuan ini bertujuan membantu pengeluaran keluarga yang memiliki lansia 70 tahun ke atas. Dengan total penerima bansos PKH Plus di Jatim 2019-2025 sebanyak 354.111 orang,” terangnya.
Pelaksanaan PKH di Jawa Timur, sebut Gubernur Khofifah, sudah dimulai sejak tahun 2007 sampai dengan saat ini. Di Jatim, jumlah keluarga penerima manfaat sebanyak kurang lebih 1,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang tersebar di 38 kabupaten/kota, dan didukung oleh SDM pelaksana PKH Jawa Timur.
“Yang terbaru, kami sedang mempersiapkan Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu. Setiap sekolah, seperti arahan Pak Presiden, akan menampung sekutar 1.000 siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMA. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk memberantas kemiskinan. Jadi anak-anak ini kami fasilitasi dengan harapan bisa memiliki masa depan lebih cerah dan mengangkat derajat keluarga,” pungkasnya.
Untuk memacu semangat pilar-pilar sosial yang hadir, Gubernur Khofifah menyanyikan lagu “Manusia Hebat”. Tak hanya itu, dirinya juga mengajak mereka bersholawat untuk menyeimbangkan antara kinerja mereka dan sisi spiritual. Sehingga, ke depan, apa yang dicita-citakan dapat segera terwujud.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial, kini pemerintah memberlakukan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan sosial dan penyaluran anggaran sosial tepat sasaran.
Gus Ipul menambahkan, total anggaran sosial tahun 2025 ini total Rp504,7 triliun yang terbagi untuk PKH dan sembako, PIP, gas 3 kg, BBM, listrik, Bansos dan subsidi lainnya. Jika target sasaran ini tepat sasaran, potensi savings akan sampai Rp101 – 127 triliun.
“DTKS sudah tidak ada, adanya DTSEN. Dan perlu diingat bahwa kebijakan Presiden Prabowo itu adalah untuk pemberdayaan sepanjang hayat. Jadi motto kita sekarang ‘Bansos Sementara – Berdaya Selamanya’. Semuanya harus tepat sasaran,” jelasnya.
Ia mengatakan, 12 Pemerlu Atensi Sosial (PAS) adalah anak-anak rentan, penyandang disabilitas, lansia terlantar, mereka yang berpendapatan rendah, korban bencana, afirmasi khusus, warga binaan, korban kekerasan, korban Napza dan HIV/Aids, mereka yang bermasalah sosial, perempuan rentar, serta fakir miskin.
“Begitu juga untuk Sekolah Rakyat. Kita harus memastikan Sekolah Rakyat memang untuk orang-orang Desil 1 dan 2, yaitu di orang-orang di bawah garis kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Tidak boleh ada KKN, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada yang main-main dengan data. Dipastikan memang orang yang layak masuk ke Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Acara ini berjalan dengan sangat menarik di mana semua orang dapat berdiskusi. Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah bersama Mensos Saifullah memberikan bantuan sosial berupa sepatu kepada 10 orang calon peserta didik Sekolah Rakyat.
Tak tanggung-tanggung, Gubernur Khofifah memakaikan langsung sepatu kepada salah satu siswi Asila Putri Salsabila. Sementara Mensos Saifullah memakaikan sepatu kepada siswa Ganda Rizki Raditya. (Dwi Arifin)
Rektor UMM Nazaruddin Malik (tengah) saat bertemu Sutrino Lukito (jas hitam), pengusaha yang juga pengurus PP Muhammadiyah, Jumat (2/5).. (Foto: Istimewa).
MALANG-KEMPALAN: Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.(UMM) Nazaruddin Malik menyambut positif gerakan ekonomi yang digagas oleh Sutrisno Lukito di berbagai wilayah, terutama di Jawa Timur.
“Gagasan Sutrisno Lukito membangkitkan ekonomi umat melalui warungMu sangat bagus, perlu didukung,” kata Nazaruddin di kantornya, Jumat (2/5).
Sutrisno Lukito, pengusaha sekaligus salah satu pengurus PP Muhammadiyah, menemui Nazaruddin di kantornya di kampus UMM, Jumat (2/5). Kedatangan Sutrisno Lukito untuk menyampaikan gagasan pengembangan ekonomi umat bekerja sama dengan warung kelontong eceran yang sudah ada di berbagai wilayah.
“Jika gerakan ekonomi ini berkembang, bukan mustahil akan melibatkan umat Islam di seluruh wilayah Indonesia,” ucap Sutrisno Lukito.
Pada kunjungan ke Jawa Timur, Sutrsino Lukito bersama rombongan menemui Pengurus Daerah Muhammadiyah Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Malang, Surabaya, Jember, Lumajang, Probolinggo, dan Ngawi.
Sutrisno Lukito mengatakan, “Untuk di Ngawi, kami akan mendirikan Industrial State yang diperuntukan bagi pengusaha kecil menengah UMKM.”
Saat ini, sambung Sutrsino Lukito, sudah ada lahan sekitar 50 hektare di Ngawi yang akan dibangun Industrial State. Menurutnya, Ngawi sangat layak menjadi lokasi pembangunan zona industri kecil menengah.
“Dari Ngawi ke Tanjung Mas, Semarang, bisa dicapai dalam waktu hanya beberapa jam karena Lokasi Industrial State dekat jalan tol. Ini menjadi salah satu pertimbangan kami memilih Ngawi sebagai tempat pembangunan zona industry,” Sutrisno Lukito memaparkan.
Sutrisno Lukito menjelaskan, dia akan membantu para pengusaha kecil menengah dengan melibatkan mereka secara aktif di Industrial State. “Mereka akan kita bantu mulai dari perijinan, pemasaran bahkan masalah keuangan akan kita cari solusinya,” tandasnya. (Dwi Arifin)
KEDIRI, JAWA TIMUR- KEMPALAN: Tokoh nasional Indonesia, Anies Baswedan, pagi ini melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh pendidikan dan pengusaha di Hotel Grand Surya Kediri pada tanggal 3 Mei 2025. Pertemuan ini dibuka oleh Dhimam Abror dan dilanjutkan dengan diskusi yang disampaikan oleh beberapa profesor dan dosen, serta pengusaha lainnya.
Anies menyampaikan bahwa permasalahan pendidikan sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian serius. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam menilai anak didik dan kepemimpinan yang baik.
Nampak Ning Eva, Dhimam Abror, Anies Baswedan dalam pertemuan
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ning Eva, salah satu tokoh Kediri dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Khozin, salah satu tim sekretariat Anies, memaparkan program Aksi Bersama yang diinisiasi oleh Anies. Program ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan jembatan bagi masyarakat di daerah tertinggal.
“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah azas kemanfaatan yang banyak bagi masyarakat,” kata Khozin dengan penuh semangat. Gerakan ini diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh relawan di mana pun berada.
Saat berita ini diturunkan, diskusi baru saja selesai dan Anies beserta rombongan menuju Resort Bukit Daun Kediri guna menghadiri halal bi halal. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dan ide-ide inovatif untuk memajukan pendidikan dan masyarakat di Jawa Timur.(Izzat)
KEMPALAN : Sekira dua minggu lalu saya mengajak 5 orang teman warga komunitas seni Seduluran Semanggi Suroboyo (SSS) untuk bahas kagiatan yang sekiranya bisa direalisasikan oleh komunitas ini.
Dari 5 orang yang saya wapri, dua orang berhalangan hadir: yang satu masih di luar kota, satunya lagi flu berat.
Mereka yang hadir: musisi balada Bambang Jon, penggiat ludruk Meimura, dan komedian yang MC yaitu Djadi Galajapo.
Setelah sejam pada pertemuan di sebuah tempat ngopi kawasan Surabaya Timur, saya pamit pulang. Mereka bertiga masih melanjutkan obrolan.
Seminggu setelah pertemuan di atas, saya ketemu lagi dengan Bambang Jon di rumah Henky Kurniadi Ketua SSS. Hadir juga di situ Jil Kalaran sutradara film dokumenter yang penggiat seni.
Di sela-sela obrolan siang itu di rumah Henky, dengan setengah kepo saya bertanya ngobrolin apa saja sesudah saya pulang dari tempat nongkrong seminggu lalu tersebut.
Ternyata dari ngobrol sana sini yang akhirnya bermuara di dunia musik, Djadi Galajapo ingin dibuatkan lagu yang dinyanyikannya dan diiringi Bambang Jon dkk.
Dua hari lalu Djadi Galajapo pasang status WA. Lantas saya tutul, maka mengalirlah klip video yang didahului oleh penampakan poster lagu, judulnya : Jancuk yang Manis.
Apa jenis lagu ini seperti genre yang digeluti Bambang Jon yaitu musik balada? Ternyata tidak. Nuansa pop mengalir riang gembira dari sosok Djadi Galajapo yang sudah menerbitkan 11 judul buku, baik yang ditulisnya sendiri maupun yang ditulis orang lain.
Hanya saja ciri Bambang Jon (dibantu pemain gitar andal Pardi Atin) masih menyimpan nuansa, setidaknya di awal lagu, yaitu: munculnya sekian detik permainan solo harmonikanya yang hipnotisir itu.
Djadi yang menulis lirik lagu ini, seperti halnya jika dia ngemce, menampakkan sikap egaliter dan watak optimismenya.
Klip video ini shooting-nya dilakukan di kompleks Tugu Pahlawan Surabaya.
Pada klip video tersebut, kadang Djadi tampil tunggal dengan kopiah khasnya setinggi 25 cm yang warna outfit-nya senada : gelap.
Pada adegan lain, dia berganti outfit kasual dengan jaket krem tak dikancingkan, diiringi 3 cewek backing vocal yang ber-out fit kasual juga. Salah satunya tak berhijab.
Dari running tex yang saya baca di video ini, ternyata jancuk bukan semata pisuhan khas Arek Suroboyo sebagaimana lazimnya selama ini, melainkan singkatan dari : J(ujur), A(dil), N(asionalis), C(erdas), U(let), dan K(reatif). Owala…(Amang Mawardi).
SURABAYA-KEMPALAN: Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 tidak lama lagi digelar di Surabaya. Sebanyak 98 kepala daerah di seluruh Indonesia akan hadir dalam Munas APEKSI VII, pada 6-10 Mei mendatang.
Selain kepala daerah dari seluruh Indonesia, acara ini juga akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, sekaligus jajaran para menteri. Bukan itu saja, juga akan ada perwakilan anak muda se-Indonesia yang tergabung dalam Youth City Changers (YCC) turut hadir dalam Munas APEKSI VII.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi beri bocoran hal apa saja yang akan dibahas dalam Munas APEKSI VII. Eri Cahyadi mengatakan, dalam forum bergengsi ini, para kepala daerah yang hadir akan membahas soal program Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
“Jadi tanggal 6-7 itu ada YCC, anak-anak muda seluruh Indonesia akan berkumpul di Surabaya akan memberikan masukan untuk pemerintah kotanya masing-masing. Di munas itu, kami juga akan menyampaikan bagaimana pemerintah kota seluruh Indonesia ini akan menjalankan sekolah rakyat dan kopdes merah putih di kelurahan,” kata Eri Cahyadi, Jumat, (2/5).
Eri menyebutkan, sebelum menerapkan program sekolah rakyat dan kopdes merah putih di kotanya masing-masing, para kepala daerah akan saling diskusi satu sama lain. Tujuannya, agar program yang dijalankan oleh pemerintah pusat itu berjalan maksimal di seluruh daerah.
Eri menjelaskan, seluruh pemerintah kota di Indonesia ingin menjalankan program sekolah rakyat di masing-masing daerahnya. Namun, yang masih menjadi kendala sampai saat ini adalah adanya keterbatasan lahan di perkotaan. Akibatnya, sekolah rakyat di perkotaan tidak bisa menjadi satu bagian di lahan 5 hektar sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
“Kami di kota ini rata-rata tidak memiliki lahan seluas 5 hektare, tapi kami ingin menjadi bagian, support betul kebijakan Pak Presiden (Prabowo Subianto) dengan sekolah rakyat. Nah, apakah nanti dimungkinkan, kami bersumbangsih sekolah rakyat ini bisa dengan (terpisah) SD sendiri, SMP sendiri, SMA sendiri,” jelasnya.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya itu juga menyampaikan soal kopdes merah putih. Dalam program ini, perkotaan di Indonesia juga terkendala keterbatasan lahan persawahan dan peternakan. Oleh karena itu, Wali Kota Eri akan mengusulkan program kerjasama antara kopdes dengan koperasi kelurahan pada saat Munas APEKSI VII mendatang.
“Kota ini kan rata-rata konsumen, bukan produsen, maka akan kami sampaikan juga bagaimana nanti (ada) koperasi kelurahan. Kami tidak mungkin menyediakan pupuk karena kami tidak ada tempat persawahan, juga tidak ada ternak, maka sebagai konsumen kami (koperasi kelurahan) bisa bekerjasama dengan kopdes. Contoh, kalau Surabaya itu membutuhkan telur untuk seluruh kebutuhan hotel dan rumah makan, maka kami bisa menggunakan koperasi kelurahan, nah koperasi kelurahan akan mengambil dari kopdes yang ada di Kota Blitar,” papar Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri memastikan, seluruh kepala daerah yang hadir dalam Munas APEKSI VII, membahas dua program tersebut untuk didiskusikan lebih lanjut. Setelah itu, para kepala daerah akan meminta masukan dan saran kepada Presiden Prabowo Subianto, agar program tersebut bisa berjalan maksimal di masing-masing wilayahnya.
“Dalam Munas APEKSI kami akan membahas dua hal itu, dan terkait kebijakan-kebijakan lainnya, karena yang akan kami sampaikan dan lakukan, juga butuh arahan Pak Presiden,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan tegas meminta Inspektorat Kota Surabaya untuk memberikan sanksi seberat-beratnya kepada oknum guru yang melakukan tindakan kekerasan membanting seorang pelajar saat kompetisi futsal di SMP Labschool Unesa. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Inspektorat Kota Surabaya setelah laporan kepolisian terkait kejadian tersebut dicabut.
Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa Inspektorat saat ini sedang melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden tersebut. Sanksi apa yang dijatuhkan kepada oknum guru akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.
“Pemeriksaan inspektorat masih kami lakukan. Saya perintahkan memberikan sanksi terberat, bisa dikeluarkan,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi seusai memimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5).
Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap tindakan seorang guru yang seharusnya menjadi teladan bagi murid-muridnya. Menurutnya, seorang pendidik idealnya memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mengayomi seluruh siswanya.
“Saya sampaikan guru itu digugu dan ditiru, sehingga harus memiliki jiwa kasih sayang, mental melindungi, jiwa kebangsaan, serta adab yang baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa tindakan kekerasan seperti membanting siswa telah mencoreng citra guru dan dunia pendidikan di Kota Pahlawan. Oleh karena itu, ia menginstruksikan Inspektorat Kota Surabaya untuk memberikan sanksi yang dapat memberikan efek jera yang signifikan.
“Kalau contohnya (guru) seperti ini, rusak semua adab dan akhlak anak-anak. Saya meminta inspektorat untuk memberikan hukuman seberat-beratnya karena ini contoh yang akan merusak pendidikan di Kota Surabaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cak Eri menyampaikan keprihatinannya bahwa nilai-nilai pendidikan berakhlak yang sedang diusung oleh Pemerintah Kota Surabaya dapat ternoda oleh insiden kekerasan ini.
“Kami mendidik secara baik, tiba-tiba harus rusak dengan gaya pendidikan seperti itu. Maka harus ditindak tegas,” imbuhnya.
Dia berharap insiden kekerasan di lingkungan sekolah tidak akan terulang kembali. Ia berpesan kepada seluruh tenaga pendidik untuk selalu bertindak dengan bijak dan penuh tanggung jawab dalam membimbing para siswa.
“Karena anak-anak akan mencontoh apa yang dilakukan orang tua dan gurunya,” pungkas Eri Cahyadi. (Dwi Arifin)
SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Kegiatan yang menjadi tonggak awal penyusunan arah pembangunan kota lima tahun ke depan ini digelar di Graha Sawunggaling Kantor Pemkot Surabaya, Jumat (2/5).
Hasil kesepakatan Musrenbang RPJMD 2025-2029 ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Ikhsan, bersama Ketua Penyusunan RPJMD sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudradjad.
Selain itu, hasil kesepakatan ini juga ditandatangani oleh perwakilan dari akademisi, BUMD, Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Surabaya, Forum Anak Surabaya (FAS), Karang Taruna, hingga Forum Relawan Difabel Indonesia (FORDIFA).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir diwakili Sekda Ikhsan menyampaikan bahwa momentum ini sangat penting untuk menentukan arah kemajuan Surabaya ke depan.
“Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, kita dapat bertemu dalam Musrenbang RPJMD yang menjadi titik penting dalam memulai arah kemana Kota Surabaya akan dibawa selama lima tahun mendatang,” ujar Ikhsan saat membacakan sambutan Wali Kota Surabaya.
Ikhsan juga menggarisbawahi pesatnya perkembangan teknologi yang membawa tantangan besar terhadap dunia kerja. Di tengah transformasi digital, kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci agar tidak tergilas zaman.
“Tahun 2024 Kota Surabaya telah berhasil menurunkan pengangguran menjadi 4,96% dari semula 9,79% di tahun 2020,” imbuh mantan Kadispendik Kota Surabaya ini.
Ia menuturkan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi juga menekankan bahwa lima tahun ke depan, pembangunan akan difokuskan pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pengembangan keahlian masyarakat melalui creative hub di 31 kecamatan.
Di sisi ekonomi, transformasi harus terus didorong melalui kolaborasi dengan dunia industri dan usaha, serta penguatan UMKM dan pengembangan pariwisata kota.
“Kualitas sumber daya manusia menjadi modal utama dalam pembangunan. Menjamin akses pendidikan dan kesehatan untuk semua adalah prioritas penting dalam RPJMD ini,” tegasnya.
Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya mencapai 84,69 tertinggi di Jawa Timur, akses pendidikan tinggi tetap perlu diperluas. Karenanya, Ikhsan mengungkapkan bahwa dua rumah sakit daerah akan dibangun, dan Puskesmas terus diperkuat untuk layanan pencegahan penyakit dan penurunan angka stunting serta kematian ibu dan bayi.
“Kesehatan mental juga perlu menjadi perhatian, karena saya percaya, salah satu keberhasilan dari sebuah pemerintahan adalah ketika warganya sehat bahagia, lahir dan batin,” kata Ikhsan.
Tidak hanya itu, aspek lingkungan juga menjadi perhatian penting. Untuk itu, pembangunan harus tetap berwawasan keberlanjutan dengan peningkatan akses hunian layak, air bersih, sanitasi aman, serta infrastruktur jalan dan drainase. Termasuk pula terhadap tantangan fiskal.
“Histori APBD kita menunjukkan bahwa kemampuan fiskal kita setiap tahunnya tidak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, oleh karenanya alternatif pembiayaan serta kolaborasi sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Ikhsan mengungkapkan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh unsur pemerintah untuk bekerja keras, cerdas dan ikhlas dalam melayani masyarakat.
“SAKIP kita sudah mencapai AA, reformasi birokrasi kita di tingkat pemerintah daerah menjadi yang tertinggi, layanan kita sudah digital, namun tidak cukup bekerja dengan keras dan cerdas, bekerja juga harus dengan ikhlas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan bahwa RPJMD merupakan dokumen perencanaan jangka menengah selama lima tahun yang menjadi pedoman penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Penyusunan RPJMD ini menjadi momentum yang sangat penting, karena selanjutnya akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah,” kata Irvan.
Ia memaparkan bahwa penyusunan dokumen RPJMD kali ini mengikuti visi jangka panjang Surabaya 2025-2045, yakni “Surabaya Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan,” yang diselaraskan dengan visi wali kota dan wakil wali kota terpilih periode 2025-2030.
Visi tersebut dijabarkan dalam lima misi pembangunan yang disusun berdasarkan sinkronisasi dengan Asta Cita Presiden-Wakil Presiden dan Nawa Bhakti Satya Gubernur-Wakil Gubernur Jatim. Proses penyusunan juga telah melewati sejumlah tahapan strategis.
“Pada tanggal 9 April, telah dilakukan paripurna kesepakatan atas rancangan awal RPJMD dengan DPRD Kota Surabaya. Konsultasi kepada Provinsi Jawa Timur telah dilakukan pada 15 April,” jelas Irvan.
Ia juga menegaskan bahwa masukan dari berbagai pihak, termasuk forum perangkat daerah dan lintas PD, serta hasil Musrenbang ini akan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan rancangan akhir RPJMD, termasuk integrasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
“Semoga pelaksanaan RPJMD yang kita susun ini dapat menjadi pondasi dalam pembangunan Kota Surabaya lima tahun mendatang dan proses penyusunan dapat berjalan lancar,” harapnya. (Dwi Arifin)