Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 00:13 WIB
Surabaya
--°C

Surabaya Akhiri Puasa Medali Emas Cabor Sepakbola Porprov. Kini Sepakbola Surabaya Kembali Kejalur Kejayaan

MALANG-KEMPALAN: Tim sepak bola Surabaya mengakhiri puasa medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Sejak berkalungkan medali emas pada Porprov I Jatim di kandang, Surabaya tak pernah pamer medali emas meski Surabaya selalu juara umum dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi  (Porprov) selama 8 edisi. Bahkan di dua dekade antara Porprov IV dan V sepakbola Surabaya hanya jadi penonton.

Padahal selama ini Surabaya menjadi kiblatnya sepakbola Jawa Timur baik di kelompok umur, junior maupun senior. Belum lagi hingar bingarnya sepakbola Indonesia juga di warnai klub legendaris Persebaya Surabaya. Toh saat itu sepakbola Surabaya jadi bulan-bulanan daerah-daerah kecil yang selama ini berakiblat  ke Surabaya seperti Jember, Tuban, Sidoarjo dan Kediri. 

Kini setelah menunggu sekian lama sepakbola Porprov Surabaya mulai bisa pamer kejayaan lagi. Porprov IX Jatim 2025 menjadi momentum kejayaan sepakbola Surabaya.

Perjuangan menuju kejayaan di dapatkan tidak dengan mudah. Tim polesan Muhammad Syaifudin merangkak dari bawah lewat babak kualifikasi hingga ke babak utama Porprov. Selama perjalanan di babak utama Porprov tim sepakbola Surabaya juga tidak gagah berani bak tim besar seperti Persebaya Surabaya yang di takuti dan digdaya. 

Stadion Kahuripan Kecamatan Turen Kabupaten Malang pada Senin (30/06) menjadi saksi kejayaan sepakbola Surabaya di pesta olahraga multi event Porprov IX Jatim 2025.

Ramadhan Yusuf Fitra dkk di final mengalahkan Kabupaten Mojokerto lewat drama adu penalti dengan skor 3-2. 

Dalam babak penentuan ini, tiga penendang Surabaya behasil melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Mereka adalah Sheva Kardanu, Ramadhan Yusuf, dan Jay Amru Ghoni. Sedangkan eksekusi Himawan Dwi ditepis kiper Arya Handika. Sedangkan tembakan M. Fadil Ibrahim melambung di atas mistar gawang. 

Dari kubu Kabupaten Mojokerto, hanya Ananda Krisna Bayu dan Diaz Permana yang mampu mencetak gol. Sedangkan Afrianto Pramana, Nabil Fidi Ainur, dan Fediansyah Andika Putra gagal mengeksekusi pinalti.  Eksekusi Afrianto Pramana dan Fediansyah Andika ditepis kiper Surabaya, M. Dwi Cristanto. Sedangkan eksekusi Nabil Fidi membentur tiang gawang. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Kejutan! Ponorogo Juara Umum Ju Jitsu Porprov IX Jatim 2025  

MALANG-KEMPALAN: Kabupaten Ponorogo di luar dugaan membuyarkan ambisi daerah-daerah yang punya basis cabor Ju Jitsu seperti, Kota Kediri, Kabupaten Magetan, Kabupaten Blitar, Kabuaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo. 

Dari 13 nomor pertandingan yang di lombakan di antaranya , nomor Fighting Putra-putri, Newaza Putra-putri serta kelas khusus Show System pasangan putri , Para atlet Ponorogo tampil percaya diri menghadapi lawan-lawannya. Mereka seakan membius daerah-daerah yang selama ini menguasai cabor olahraga beladiri asal jepang tersebut. 

Dominasi Ponorogo di tunjukkan di nomor Fighting atau pertarungan. Dari enam kelas yakni kelas 52 kg, 57 kg, 62 kg, 63 kg , 67 kg serta 77 kg tersebut Ponorogo meraih tiga medali emas, tiga medali perak dan tiga medali perunggu. 

Sedangkan di nomor Newaza Putra-putri serta kelas khusus Show System pasangan putri dengan memperebutkan 7 medali emas di bagi rata antara, Kota Malang, Kota Kediri , Kabupaten Blitar, Kota Madiun dan Kabupaten Pasuruan. Perolehan 3 medali emas, 3 medali perak dan tiga medali perunggu tersebut sudah mengantarkan Ponorogo menjadi juara umum cabor Ju Jitsu Porprov IX Jatim 2025.

Posisi kedua di tempati Kabupaten Pasuruan dengan 2 medali emas, Sedangkan Kota Kediri yang selama ini merajai cabor Ju Jitsu harus puas dengan hanya meraih 2 medali emas berada di posisi ke tiga. Sementara itu posisi ke empat di tempati Kota Madiun dengan raihan 1 medali emas, 3 medali perak dan tuan rumah Kota Malang hanya mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perunggu, dan 4 medali perak di posisi ke lima.

Ketua Pengprov PBJI Jatim Eko Surcahyo mengaku puas dan bangga karena pelaksanaan cabor Ju Jitsu di Porprov IX Jatim di Malang Raya  ini berjalan aman, lancar dan sukses. 

” Ya Alhamdulillah pelaksanaan cabor Ju Jitsu tidak ada kendala yang berarti meski ini olahraga bela diri body contact,” ujar Eko kepada kempalan (30/06).

Dan yang lebih membanggakan bagi Pengprov PBJI Jatim adalah pesertanya melebihi perkiraan sebelumnya dan hampir 300 peserta dari Pengkab- Pengkot PBJI Jatim ikut ambil bagian.

” Ini merupakan rekor tersendiri bagi cabor Ju Jitsu selama cabor ini di pertandingan di Porprov. Terbukti tidak ada daerah yang dominan menguasai medali seperti Porprov sebelumnya” terang Eko.

Eko pun berharap usai pelaksanaan Porprov seluruh atlet baik itu peraih medali maupun minimal masuk 8 besar tetap berlatih keras karena Pengprov PBJI Jatim akan memanggil mereka untuk di seleksi menuju Puslatda PON khusus bela diri di Kudus Akhir Agustus mendatang.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Kalahkan Kabupaten Mojokerto Lewat Adu Penalti, Surabaya Rebut Emas Sepak Bola Porprov 2025

Tim sepak bola putra Kota Surabaya foto.bersama usai merebut medali emas.

MALANG-KEMPALAN: Tim sepak bola Kota Surabaya sukses merebut medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025.
Di partai final, tim yang diarsiteki coach M. Syaifudin dan Basuki ini  menumbangkan Kabupaten Mojokerto lewat adu penalti dengan skor 3-2 di Stadion Kahuripan, Kabupaten Malang, Senin (30/6).

Pertandingan final ini berlangsung sengit dengan tensi tinggi. Pada babak pertama, Kabupaten Mojokerto sebenarnya tampil lebih dominan dengan agresivitas tinggi. Sayangnya, berbagai peluang yang mereka ciptakan gagal dikonversi menjadi gol.

Penyelesaian akhir yang lemah menjadi kendala tim yang ditangani coach Nono Suhartono ini. Di sisi lain, Surabaya justru tampil kurang meyakinkan. Serangan mereka kerap buntu di lini tengah dan sulit menembus pertahanan Mojokerto yang sangat disiplin. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Surabaya mulai menemukan ritme permainan. Ramadhan Yusuf Putra dkk bermain lebih agresif dan menekan. Namun, sampai peluit panjang berbunyi, skor 0-0 tidak berubah. Sehingga, untuk menentukan pemenang terpaksa dilakukan lewat adu penalti.

Darilima penendang Surabaya, tiga di antaranya sukses membuahkan gol. Mereka adalah Sheva Kardanu, Ramadhan Yusuf Putra, dan Jay Amru Ghoni. Sementara dua penendang lainnya, Himawan Dwi dan M. Fadil Ibrahim, gagal.

Sementara dari lima penendang Kabupaten Mojokerto, hanya dua yang sukses menjebol gawang Surabaya yang dikawal M. Dwi Cristanto. Yakni tendangan Ananda Krisna Bayu dan Diaz Permana.

Sedang tiga penendang lainnya, dua berhasil ditepis kiper, yaitu tendangan Afrianto Pramana dan Fediansyah Andika Putra. Sedang satu tendangan lagi yang dipercayakan kepada Nabil Fidi Ainur,  membentur tiang. Surabaya pun keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-2.

Tangis haru, pelukan, dan yel-yel kemenangan pun menggema di Stadion Kahuripan usai para pemain Surabaya menerima pengalungan medali emas.

“Kami persembahkan medali emas ini untuk warga Surabaya,” kata kapten kesebelasan Kota Surabaya Ramadhan Yusuf Putra.

Sementara Ketua Askot PSSI Surabaya Roky Maghbal menyatakan bersyukur karena target dua medali emas telah tercapai, yakni dari futsal dan sepak bola.

“Alhamdulillah, target dua medali emas tercapai. Satu dari sepak bola dan satunya lagi dari futsal,” ujar Roky kepada kempalan.com usai pertandingan. (Dwi Arifin)

Empat Daerah Berbagi Medali Emas Cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025

MALANG -KEMPALAN: Hingga hari kedua Cabor Petanque Porprov IX Jatim yang di gelar di BeSS Resort Kabupaten Malang baru menyelesaikan dua nomor kategori yakni Triple putra-putri, Triple Mix A dan B dari 13 nomor perlombaan. Cabor Petanque yang kini sudah menjadi olahraga primadona bagi daerah ini total menyediakan 30 medali emas 30 medali 60 perunggu. Dari kategori single putra-putri, beregu putra -putri dan nomor campuran mix .

Kini untuk sementara empat daerah yakni, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan dan tuan rumah Kota Malang berbagi medali emas. 

Di nomor Triple Putra, Kabupaten Sidoarjo yang menurunkan pemain Haidar Faila F, Nandana Hadyan A.A dan Aldo Budi P. meraih medali emas setelah di final mengalahkan Kabupaten Lamongan dengan skor 13-4. Lamongan harus puas medali perak. Sedangkan medali perunggu milik bersama Kabupaten Sumenep dan Kota Mojokerto.

Sementara di nomor Triple Women Kabupaten Jombang berhak berkalungkan medali emas setelah di final mengalahkan Kota Pasuruan dengan skor telak 13-3. Kota Pasuruan pun harus puas dengan medali perak. Sedangkan medali perunggu milik bersama Kabupaten Madiun dan Kabupaten Jember.

Di nomor Triple Mix A tim tuan rumah Kota Malang berhasil mengibarkan bendera Pataka. Trio mix Kota Malang, Fernando R Ramadhan, Toby Maulana Bhakti dan Widya Ningrum tampil taktis saat final. Mereka mengalahkan Kota Pasuruan dengan skor 13-4 sekaligus meraih medali emas, Kota Pasuruan harus puas dengan medali perak. Medali perunggu menjadi milik Kabupaten Tuban dan Kabupaten Kediri.

Untuk nomor bergengsi lainnya yakni kategori Triple Mix B, emas menjadi milik Kabupaten Pasuruan. Roudhotul Zauharoh, Putri Kurnia Wati dan Mochammad Zidane Raditya Alfareza pulang dengan kepala tegak dengan berkalungkan medali emas. Di final tim binaan Mr Lee sapaan Kholili mengalahkan Wakil Kabupaten Gresik, Amel Dika Iamanda, Mochammad Roybafih, Keyla Cintya Putri dengan 13-3. Trio mix Kabupaten Gresik harus puas berkalungkan medali perak. Sementara Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Jombang juara tiga bersama alias meraih medali perunggu.

Dari hasil sementara, ketua panitia yang juga Sekum FOPI Jatim Dr. Abdul Hafidz S.Pd, M.Pd menilai bahwa memang sejak cabang olahraga Petanque di kembangkan di Indonesia khususnya lewat kampus dan sekolah-sekolah perkembanganya cukup pesat termasuk di Jawa Timur. Terbukti pada perhelatan Porprov IX Jatim di Malang Raya ini pesertanya  mencapai 313 atlet dari 23 Pengkab /Pengkot FOPI SE Jatim.

” Ya ini membuktikan bahwa pembinaan cabor Petanque di daerah -daerah sudah cukup bagus. Terbukti tidak ada daerah yang dominan menguasai perolehan medali,” terang  Hafidz di sela-sela perlombaan(29/06).

Hal senada juga di kemukakan Prof. Dr. Nurkholis M.Pd. Pria penggiat cabor Petanque sekaligus salah satu pelatih top Petanque Indonesia ini mengatakan, kondisi ini justru menguntungkan sekali bagi daerah maupun nasional. Sebab jika hanya di kuasai satu atau dua daerah justru akan membahayakan perkembangan olahraga Petanque di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

” Saya sebagai penggiat, pembina sekaligus pengurus FOPI pusat sangat senang sekali. Sebab hampir di setiap daerah punya atlet yang punya talenta bagus. Dan tinggal bagaimana dukungan pemerintah daerah dan pembinanya”ucap Guru Besar FIKK Unesa tersebut.

Prof Nurkholis juga berharap FOPI Jatim terus banyak menggelar event supaya mereka terasah mental dan ketrampilannya. Eman jika mereka berhenti setelah usainya Porprov.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Rekor Baru Tercipta dari Selam Kolam Porprov IX Jatim 2025 di Kolam Rendang Gajayana

SURABAYA-KEMPALAN : Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 di Malang Raya mulai terjadi beberapa pemecahan rekor. 

Salah satunya pada cabang olahraga selam kolam yang bertanding di Kolam Renang Gajayana. 

Beberapa diantaranya dipecahkan oleh Dewantara Dwi Cahya asal Kota Surabaya yang finish dengan catatan waktu 1:43,72 melampaui rekor Porprov sebelumnya milik Dewa Yuda Anugrah asal Gresik dengan catatan waktu 1:44,85. 

Selain itu pemecahan rekor juga dilakukan Michelle Adisty Putri asal Kota Batu dengan catatan waktu 1: 55,56 melampaui rekor milik Della Sofiatus asal Lumajang dengan catatan waktu 1:58,01. 

Albanni Rayyan Azka asal Kota Surabaya memecahkan rekor waktu 1:29,97 milik M Amirullah asal Lumajang dengan catatan waktu 1:28,31 detik dan masih banyak lagi pemecahan rekor yang terjadi.

Menyambut hasil tersebut, Wakil Ketua KONI Jatim Ali Affandi mengaku bangga melihat prestasi yang ditorehkan oleh atlet-atlet muda Jatim. 

Ia mengatakan, ini memberikan gambaran betapa besarnya potensi atlet berprestasi Jatim yang dapat mengharumkan nama Jatim dan juga Indonesia ke depannya.

“Ini patut diapresiasi, karena pertama prestasi dari berbagai macam cabor sudah ada yang pecah rekor. Kedua, kita bisa melihat Porprov Malang ini merupakan sejarah Porprov terbesar yang ada sepanjang sejarah dan kita harapkan sukses prestasi, sukses secara administrasi, ekonomi maupun penyelenggaraan,” kata Andi. 

KONI Jatim, lanjut Andi, telah membentuk tim talent scouting yang akan memantau potensi-potensi atlet yang bertanding. Dari data yang ada kemudian akan dibina untuk jenjang kejuaraan lebih tinggi. 

“Saat ini alhamdulillah sudah mulai tersebar perolehan medali dari berbagai macam daerah. Ini menunjukkan pembinaan di daerah yang berkembang,” pungkasnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Mitsukare Bermimpi Manggung di Jakarta Bawakan ‘Berhenti Berharap’

JAKARTA-KEMPALAN: LIMA cewek cantik asal Surabaya nekat membentuk grup idol bergenre J-Pop. Mitsukare, demikian nama kelompok tesebut. Personelnya terdiri atas Clarin, Michi, Lily, Racha, dan Niken.

“Kenapa harus tidak optimis untuk ber-home base di Surabaya?” komentar Clarin, kemarin. “Kami telah memiliki persiapan yang cukup untuk hadir dalam bisnis entertainmen di Tanah Air. Kami juga memiliki jadwal latihan yang ketat,” sambung dia.

Itulah sebabnya pada 3 Juli nanti Mitsukare bakal merilis single pertamanya yang berjudul ‘Berhenti Berharap’. Lagu ini diciptakan oleh Rambo Pramana dan Alya Ryanan.

Tembang tersebut sesungguhnya merupakan penggalan kisah Clarin, Michi, Lily, Racha, dan Niken dalam memperjuangkan eksistensi Mitsukare. “Banyak liku-likunya agar Mitsukare benar-benar hadir di bisnis hiburan seperti sekarang ini,” kenang Michi yang bersama Clarin dan Lily bertindak selaku pionir Mitsukare.

Selain itu ‘Berhenti Berharap’ juga bagian dari sebuah kisah dari kepahitan ‘move on’, lengkap dengan sikap untuk merelakan atas semua kepahitan itu . ‘Move on tidak hanya sekadar bangkit. Namun, juga bagaimana harus lebih percaya diri,” papar Clarin. “Tidak terpaku ke masa lalu, dan mampu bersinar bersama-sama,” sambung dia.

Sesungguhnya Mitsukare sudah beberapa kali manggung di beberapa kota di Jawa Timur, di antaranya di Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik. “Selama manggung di kota-kota itu, kami mendapatkan sambutan yang cukup baik,” kata Panda, PR Mitsukare.

Mitsukare sendiri bisa diartikan cahaya yang menerangi sebuah perjuangan keras yang dilakukan secara bersama-sama.

“Sebagai wajah baru di genre grup idol, kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan musisi lain, meskipun genrenya berbeda,” tambah Panda.

Grup ini sangat berharap tembus ke Jakarta. “Suatu hari nanti, Mitsukare akan menerima job manggung di Jakarta sebagai barometer grup Idol di Indonesia,” ucap Panda.

Untuk mendukung popularitasnya, Mitsukare telah membuat video klip ‘Berhenti Berharap’. Bertindak selaku produsernya Rambo Permana dengan Rambpage Studio. (fiq)

Dinyatakan Juara Porprov 2025, AFK Surabaya Ucapkan Terima Kasih pada Kota Malang

Tim futsal putra Kota Surabaya foto.bersama dengan beberapa pemain, pelatih, dan official Kota Malang usai perrandingan final dihentikan pada 27 Juni lalu.

MALANG-KEMPALAN: Tim futsal Kota Surabaya resmi dinyatakan sebagai juara cabang olahraga futsal dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Penetapan ini disampaikan melalui surat resmi dari Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur dan Panitia Penyelenggara Porprov, Minggu (29/6) malam.

AFP Jatim menetapkan hasil final tersebut lewat surat bernomor 426/02/Porprov Jatim/IX/2025, yang ditandatangani technical delegate Imam Muhtajudin. Hal ini juga diperkuat keputusan Panitia Porprov Jatim IX yang menetapkan Kota Surabaya sebagai juara, Malang di posisi kedua, dan Kabupaten Pamekasan di peringkat ketiga.

Keputusan ini mengakhiri ketidakpastian pascalaga final yang diwarnai kericuhan suporter pada Jumat (27/6) di Graha Polinema, Kota Malang. Saat pertandingan dihentikan, Surabaya tengah unggul 2-0 atas Malang dengan sisa waktu pertandingan  sekitar delapan menit.

Sehari sebelumnya, Sabtu (28/6), sikap sportif ditunjukkan Asosiasi Futsal Kota (AFK) Malang. Melalui pernyataan resmi, Ketua AFK Malang Rizal Mubarak Ghaniem, bersama Manajer Tim Futsal Putra Rahmadiono, menyatakan menerima hasil pertandingan dan mengakui kemenangan Surabaya.

Abdullah, Ketua AFK Surabaya yang juga Exco PSSI Kota Surabaya.

“Atas dasar menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play, kami menyatakan menerima kekalahan atas Surabaya,” ujar Rizal.

Pernyataan ini memperkuat keputusan AFP Jatim dan panitia penyelenggara untuk menetapkan Surabaya sebagai pemenang.

Atas keputusan AFP Jatim dan Panitia Penyelenggara Porprov IX Jatim 2025, Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) Surabaya Abdullah menyatakan bersyukur.

Pertama, ia mengucapkan terima kasih pada AFK Malang dan Manajer Tim Futsal Kota Malang yang telah berjiwa besar dan sportif mengakui keunggulan Kota Surabaya.

Kedua, ia berterima kasih kepada para pemain, pelatih, dan official futsal Kota Surabaya yang telah berjuang keras sejak persiapan hingga final dan sukses merebut medali emas.

Ketiga, ia menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, jajaran pengurus KONI Kota Surabaya, dan Disbudporapar Kota Surabaya yang telah mendukung penuh tim futsal Kota Surabaya sejak persiapan hingga akhir.

“Khususnya Pak Wali yang memberi motivasi anak-anak saat pelepasan kontingen Kota Surabaya. Berkat motivasi yang diberikan, semangat anak-anak untuk merebut medali emas semakin berkobar. Dan alhamdulillah,  tercapai,” ujar Abdullah yang juga Exco Askot PSSI Surabaya.

Terakhir, Abdullah menyampaikan bahwa medali emas fursal putra ini dipersembahkan untuk warga Surabaya. “Berkat doa masyarakat Surabaya kami bisa berhasil merebut medali emas. Maka, layak kalau medali emas ini kami persembahkan buat seluruh warga Kota Surabaya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tanamkan Komitmen Jujur ke Publik LLDIKTI Wilayah VII Raih Penghargaan Satker Kemdiktisaintek Kualifikasi Informatif

SURABAYA-Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai Satuan Kerja Kemdiktisaintek Kualifikasi Informatif.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Dr. Stella Christie, A.B., Ph.D dengan didampingi Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Ir. Togar M. Simatupang, M.Tech., Ph.D. IPU dalam Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik pada Kegiatan Rapat Koordinasi Humas dan Protokol Kemdiktisaintek. Acara diselenggarakan di Graha Diktisaintek Kantor Kemdiktisaintek pada Rabu 25 Juni 2025 dan dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. serta turut dihadiri Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., M.H.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih atas sinergi dan kerja keras semua pihak sehingga prestasi membanggakan ini dapat tercapai serta berpesan bahwa pencapaian ini merupakan wujud komitmen LLDIKTI Wilayah VII sebagai lembaga pelayanan publik untuk mewujudkan transparansi informasi publik sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sehingga diharapkan semangat dan komitmen Jujur Kepada Publik dapat terus ditanamkan dan hadir di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII selaras dengan semangat Diktisaintek Berdampak.

“Puji syukur atas prestasi yang telah diraih hari ini, pencapaian ini sebagai wujud komitmen LLDIKTI Wilayah VII dalam mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik melalui semangat dan komitmen Jujur Kepada Publik. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bersama untuk bersinergi dan bersama-sama membumikan komitmen Jujur Kepada Publik di LLDIKTI Wilayah VII,” papar Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Senin 30 Juni 2025. (*)

Peraih Medali Emas Selam Porprov IX Jatim Berpeluang Masuk Puslatda

MALANG-KEMPALAN : Semangat Atlet selam yang saat ini berlomba di Porprov IX untuk meraih juara bakal semakin membara, sebab Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jatim Mirza Muttaqien menjanjikan para juara berpeluang masuk Puslatda.

 Menurut Mirza Muttaqien, banyak para juara di Porprov berhasil meraih prestasi nasional termasuk menyumbangkan medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) bahkan ada juga yang meraih prestasi di level internasional untuk Indonesia.

 Untuk menjaring peselam potensial, Mirza Muttaqien menurunkan tim talent scouting untuk menjaring atlet potensial di Porprov Jatim IX yang digelar di Kolam Renang Gajayana Kota Malang.

 ia juga berani menjanjikan atlet yang berhasil meraih juara di Porprov memiliki peluang untuk bergabung di Puslatda Jatim yang rencanannya akan digelar mulai Bulan Juli.

“Ketentuan dari KONI Jatim adalah yang mengikuti Puslatda peraih emas dan perak di PON XXI Aceh-Medan,” kata Mirza.

Namun POSSI Jatim akan menerapkan sistem promosi dan degradasi di Puslatda. Tujuannya adalah tetap terjadi persaingan antar atlet.

 “Nanti para atlet muda kita akan lihat prestasinya dari mulai Kejurda, Kejurnas, Porprov atau event laiinya, mereka yang memiliki catatan waktu bagus berpeluang untuk masuk Puslatda,” kata Mirza yang baru saja terpilih kembali menjadi Ketua POSSi Jatim untuk ketiga kalinya.

 Sementara itu  Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno saat hadir di lomba Porprov di Kolam Renang Gajayana, Minggu  (29/6) memberikan apresiasi terhadap pembinaan atlet yang dilakukan oleh POSSI Jatim.

 Ia berharap dari ajang ini lahir para atlet finswimming asal Jatim yang akan bergabung dengan Kontingen Indonesia di ajang Sea Games.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.