Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 05:30 WIB
Surabaya
--°C

Dituding Sebagai Penyebab Cedera Parah Musiala, Donnarumma Didamprat Neuer

ATLANTA-KEMPALAN: Kemenangan dua gol tanpa balas Paris Saint-Germain (PSG) atas Bayern Munchen dua gol tanpa balas dalam perempat final Piala Dunia Antarklub 2025, Minggu dini hari (6/7), memakan tumbal.Gelandang Bayern Jamal Musiala pada penghujung babak pertama terkapar di lapangan setelah berbenturan dengan kiper PSG, Gianluigi Donnarumma.

Sky Germany melaporkan, Musiala mengalami cedera patah tulang fibula kaki kirinya.Diperkirakan, Musiala bakal absen dalam waktu lama. Bisa mencapai empat bulan ke depan menjalani perawatan pada kakinya. Karenanya, rekan-rekan setimnya di Bayern pun bereaksi terhadap cedera Bambi (julukan Musiala).

Salah satunya kapten sekaligus kiper gaek Bayern, Manuel Neuer. Manu (sapaan akrab Neuer) pun sampai mendamprat habis-habisan Donnarumma. Gigio (sapaan akrab Donnnarumma) dia anggap nirempati setelah melanggar Musiala dan berujung dengan cedera berat.

BACA JUGA: Debut di Piala Dunia Antarklub, PSG Masih Haus Gelar

Terlebih setelah penjaga gawang timnas Italia tersebut sama sekali tidak menghampiri Musiala yang tengah berbaring di lapangan. Gigio hanya menangkupkan kedua tangannya di kepala saat melihat Musiala terkapar.

“Tidakkah Anda ingin pergi ke sana? Jamal terbaring di sana, dan kemungkinan besar dia harus dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu. Dan aku pikir sudah sepantasnya untuk pergi ke sana sebagai bentuk penghormatan, mendoakan yang terbaik baginya, dan mengucapkan sedikit ‘maaf’,” sebut Neuer, kepada Kicker.

Ekspresi kiper Paris Saint-Germain (PSG) Gianluigi Donnarumma setelah melihat Jamal Musiala cedera. (Foto: Goal)
Ekspresi kiper Paris Saint-Germain (PSG) Gianluigi Donnarumma setelah melihat Jamal Musiala cedera. (Foto: Goal)

“Apakah kamu memercayainya atau tidak, itu adalah sesuatu yang harus diputuskan sendiri oleh setiap orang. Aku akan bereaksi secara berbeda, tidak seperti yang kamu lakukan hari ini,” sambung penjaga gawang berkebangsaan Jerman itu.

Gigio masih tetap membisu. Bahkan sampai Musiala ditandu keluar dan digantikan Serge Gnabry. Bahkan juga sampai hasil akhir pertandingan ditentukan dari gol-gol Desire Doue (menit ke-78) dan Ousmane Dembele (90+6′).

Dengan kegagalan ini, skuad berjuluk Die Roten tersebut akan kembali ke tanah Jerman lagi. Meneruskan persiapannya di Saebener Strasse (kamp latihan Bayern). Sementara, PSG lolos ke semifinal Piala Dunia Antarklub dan melawan Real Madrid. (YMP)

Cegah Stunting, Pemkot Surabaya Gelar Gebyar BWSE Jilid IV

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya dan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat eliminasi stunting melalui Gebyar Lomba Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) – Eliminasi Stunting Surabaya Jilid IV. Program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga wadah krusial untuk edukasi, pendampingan, dan penguatan peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang optimal anak-anak.

Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, menjelaskan bahwa tahapan BWSE Jilid IV telah dimulai sejak 30 Juni 2025 dengan sosialisasi kepada seluruh Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan. Sosialisasi ini bertujuan mempersiapkan peserta dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di wilayah masing-masing untuk terlibat aktif dalam program.

“Berbeda dengan edisi sebelumnya yang menyasar anak stunting dan pra-stunting, BWSE Jilid IV kali ini mengambil langkah proaktif dengan menargetkan 607 baduta (bayi di bawah dua tahun) yang menunjukkan indikasi T2, yaitu tidak mengalami kenaikan berat badan dua kali berturut-turut,” kata Bunda Rini di Kantor PKK Surabaya, Sabtu (5/7).

Bunda Rini menjelaskan rinciannya, yakni 150 bayi usia 0-6 bulan, 153 baduta usia 7-11 bulan, dan 304 baduta usia 12-24 bulan menjadi sasaran utama. Sasaran ini ditetapkan berdasarkan data akurat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dan telah dikonfirmasi bersama oleh Ketua TP PKK Kelurahan serta Puskesmas setempat, menunjukkan sinergi data yang kuat.

“Kami menyentuh dari hulu. Ketika anak-anak sudah dua kali tidak mengalami kenaikan berat badan saat ditimbang, hal tersebut perlu diwaspadai. Jangan sampai kondisi ini berlanjut menjadi stunting,” jelasnya.

Pelaksanaan pendampingan BWSE Jilid IV akan berlangsung selama dua bulan penuh, dimulai 5 Juli hingga 30 Agustus 2025. Selama periode ini, seluruh baduta peserta akan mendapatkan intervensi kesehatan dan gizi yang terpadu, meliputi pemeriksaan tumbuh kembang oleh dokter spesialis anak di tiap Puskesmas, hingga pemberian nutrisi tambahan berupa ikan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), susu untuk usia 7-24 bulan dari Dinkes, serta telur setiap hari selama dua bulan penuh dari PDAM Surya Sembada (dengan penggantian ikan/daging untuk baduta alergi telur).

“Juga ada pelatihan pemahaman laktasi dan MPASI kepada para orang tua pada tanggal 19 dan 28 Juli, serta 2 Agustus 2025, yang akan dibimbing langsung oleh konselor laktasi dari dokter spesialis anak,” terangnya.

Pendampingan tidak hanya sebatas gizi, namun juga melibatkan edukasi mengenai posisi menyuapi anak hingga pentingnya kebersihan lingkungan, dengan masukan dari berbagai disiplin ilmu. Harapannya, program ini juga sangat memperhatikan pola asuh yang benar. “Kami lebih fokus pada bagaimana pola asuh anak ini, mendidik anak,” kata dia.

Penilaian dalam lomba ini melibatkan juri dari unsur akademis dan profesi terkemuka, antara lain Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Poltekkes Kemenkes, dan TP PKK Kota Surabaya. 

“Indikator penilaian mencakup kesesuaian tumbuh kembang anak dengan KMS (Kartu Menuju Sehat), kondisi rumah sehat, kreativitas orang tua dalam mengolah dan menyajikan makanan, dan kualitas pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK),” terangnya.

Di samping itu, inovasi terbaru dalam BWSE Jilid IV adalah penilaian terhadap “Kampung ASI” di setiap kelurahan, dengan indikator capaian ASI eksklusif, keaktifan kampung ASI melalui laporan pendampingan, dan dukungan lintas sektor. Ini adalah upaya masif untuk menekan angka stunting baru dari hulu.

Bunda Rini menambahkan, melalui program ini, Surabaya tidak hanya menjadi contoh nyata dalam penanggulangan stunting berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menciptakan pola hidup konsisten bagi orang tua.

“Dua bulan ini cukup signifikan, saya rasa butuh upaya keras. Saya berharap para orang tua bisa konsisten, artinya selama dua bulan ini mereka sudah terbiasa dengan pola hidup seperti ini. Jangan sampai grafik pertumbuhan yang sudah naik, malah turun lagi,” pesannya.

Sementara itu, Dr. dr. Mira Ermawati, Sp.A(K), konsultan dari IDAI Cabang Jawa Timur, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Pemkot Surabaya ini adalah kali keempatnya, menandakan konsistensi dalam penanganan masalah gizi anak. 

“IDAI memfokuskan pendekatan pada pencegahan dini, terutama menargetkan kelompok usia 0 hingga 6 bulan, termasuk bayi prematur. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” jelas dr. Mira. (Dwi Arifin) 

Satpol PP Surabaya dan Bea Cukai Sidoarjo Sita 981 Bungkus Rokok Ilegal

SURABAYA-KEMPALAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya dan Bea Cukai Sidoarjo kembali menggelar operasi gabungan untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kota Pahlawan, Sabtu (5/7).
Dalam operasi tersebut, petugas menyasar tujuh lokasi di wilayah Surabaya Pusat.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Surabaya Yudhistira mengatakan, operasi gabungan ini melibatkan Kejaksaan Negeri serta TNI-Polri. Operasi ini bertujuan untuk menegakkan hukum dan melindungi penerimaan negara dari cukai.

“Kami (Satpol PP) bersinergi dengan pihak-pihak terkait, tujuan kami untuk menegakkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” kata Yudhistira.

Yudhistira menjelaskan, selain menindak, pihaknya bersama Bea Cukai Sidoarjo juga mengedukasi para penjual rokok sebagai upaya pencegahan peredaran rokok ilegal di Surabaya.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam bersosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, kami juga menempelkan stiker ‘Gempur Rokok Ilegal’ di setiap toko yang kami datangi,” tambahnya.

Ia menuturkan, Satpol PP Kota Surabaya akan secara masif melakukan penindakan dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif menekan peredaran rokok ilegal. 

“Tentunya ini menjadi fokus kami dalam upaya menciptakan ketentraman dan ketertiban umum. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya mengedukasi tetapi juga menciptakan masyarakat yang bijak agar tidak mengkonsumsi rokok ilegal,” tuturnya.

Sementara itu, PBC Ahli Pertama Bea Cukai Sidoarjo Nevi Egwandini menyatakan, dalam operasi gabungan ini mereka berhasil menemukan ratusan bungkus rokok ilegal di empat lokasi.

“Hari ini kami menemukan 981 bungkus rokok dari berbagai merek. Rokok-rokok tersebut kami sita dari penjual eceran di Jalan Tanjung Anom,” jelas Nevi.

Nevi melanjutkan, ratusan bungkus rokok itu diamankan petugas karena terindikasi ilegal.
“Rokok yang kami amankan tidak memenuhi persyaratan cukai, seperti penggunaan pita cukai palsu, tidak dilekati pita cukai asli, salah peruntukan, atau pita cukai yang salah personalisasi,” lanjutnya.

Barang bukti berupa ratusan bungkus rokok ilegal tersebut selanjutnya akan diproses lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Barang bukti yang kami amankan ini selanjutnya kami bawa ke Kantor Bea Cukai untuk dimusnahkan,” katanya.

Nevi menambahkan, dalam upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, baik pusat, daerah, maupun kabupaten/kota. “Kami akan terus berusaha memberantas rokok ilegal,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Lantik Anggota KPID Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Wujudkan Ruang Digital yang Sehat

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 7 anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Timur masa jabatan 2025–2028 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (4/7). Pelantikan itu  berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/218/013/2025.

Ketujuh anggota KPID yang dilantik antara lain, Aan Haryono, Fitratus Sakinah, Khoirul Huda, Malik Setiawan, Rosnindar Prioritas Eko Rahardjo, Royin Fauziana dan Yunus Ali Ghafi.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mengingatkan, pelantikan bukan hanya formalitas administratif, tetapi awal dari komitmen kolektif untuk menciptakan penyiaran yang berdaya guna, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para super team KPID Provinsi Jatim. Saya menyebut super team karena bekerja dalam tim. Satu sama lain harus saling berseiring untuk memberikan terbaik dalam maksimalisasi fungsi KPID Jatim,” kata Khofifah.

“Tentu jabatan bukan hanya sebuah amanah, tetapi juga tanggung jawab besar menjaga marwah dan integritas dunia penyiaran di era digital yang semakin kompleks,” lanjutnya mengingatkan.

Menurut Khofifah, lanskap media dan penyiaran mengalami perubahan besar. Konvergensi media telah mengaburkan batas antara media penyiaran tradisional dan platform digital berbasis internet. Hal ini menuntut KPID adaptif, proaktif melakukan pengawasan serta penguatan literasi media bagi masyarakat.

“KPID harus menemukan format untuk mencari cara yang paling efektif, produktif dan kompetitif supaya memberseiringi dunia penyiaran yang berdampak positif  baik bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah melihat ada tantangan kompleks yang dihadapi KPID saat ini. Yakni menjaga ruang digital yang sehat, pengawasan konten hoaks dan ujaran kebencian.

Selain itu juga, mencegah polarisasi informasi atau kondisi di mana masyarakat terpecah hingga permainan algoritma yang memperkuat echo chamberatau fenomena menguatkan pandangan seseorang dan mengabaikan persepektif orang lain.

“Bagaimana KPID memperkuat daya tahan publik terhadap informasi yang tidak benar dengan tetap mendorong inovasi dan keberagaman di dunia penyiaran,” tuturnya.

Khofifah berharap KPID terus bersinergi dengan berbagai pihak. Mulai dari lembaga penyiaran, tokoh masyarakat, akademisi, hingga dinas komunikasi dan informasi serta pemerintah daerah dalam membangun ekosistem media yang demokratis, adil dan berkualitas.

“Jawa timur menaruh harapan besar pada kinerja KPID demi masa depan penyiaran yang mencerdaskan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah Sadewa mengamini pernyataan Gubernur Khofifah. Ia menyebut kalau saat ini dunia informasi telah berubah, akses dan pola kontennya. Maka dari itu, peran KPID penting untuk  menjaga tertibnya informasi yang beredar di masyarakat.

“Peranan KPID sebagai filter bagi tayangan di TV atau radio. Sekaligus memberikan literasi kepada masyarakat dalam memilih dan memilah informasi,” tuturnya.

“Terima kasih dan selamat melaksanakan tugas bagi seluruh anggota KPID Jatim yang baru dilantik. Pertahankan apa yang baik dari periode sebelumnya serta terus berinovasi untuk bisa lebih baik,” tutupnya. (Dwi Arifin)

Tips Tetap Stabil Bermain Golf dalam Tujuh Hari Beruntun Menurut Dua Golfer Muda Jatim

MALANG-KEMPALAN: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 sudah berakhir. Begitu pula cabor golf yang sudah berakhir sepekan lalu (28/6). Tapi, ada cerita menarik tentang pegolf-pegolf yang tampil dalam ajang di Araya Golf Course, Malang, tersebut. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah Calista Allegra Dewantara dan Queen Shine Gracella. Calista dan Queen bisa jadi dua contoh golfer berusia muda yang mampu memanaskan persaingan dalam cabor golf Porprov Jatim.

Calista Allegra Dewantara yang memenangi empat medali emas bagi Kota Surabaya dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. (Foto: PGI Jatim)
Calista Allegra Dewantara yang memenangi empat medali emas bagi Kota Surabaya dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. (Foto: PGI Jatim)

Calista dan Queen baru berusia 12 tahun dan 11 tahun. Meski begitu, Calista dan Queen mampu membawa timnya masing-masing memenangi medali dalam cabor golf Porprov. Calista bahkan mampu menjadi peraih emas terbanyak dari cabor golf dengan empat medali emas. Masing-masing medali emas bagi Kota Surabaya di nomor perorangan putri, beregu putri, foursome putri, dan foursome mix.

Sementara, Queen membela kontingen Kota Malang dalam tiga nomor sekaligus. Yaitu perorangan putri, foursome putri, dan foursome mix. Bedanya, Queen gagal memenangi medali emas. Dia merebut medali perak foursome putri dan perunggu beregu putri. Meski begitu, Queen dan Calista sama-sama bermain dalam tujuh hari beruntun.

Dalam tujuh hari, Calista dan Queen harus melahap 126 hole Araya Golf Course, Malang, venue cabor golf Porprov. Bukan tantangan kekuatan fisik yang mudah bagi golfer junior seusia Calista dan Queen. Hebatnya, Calista masih mampu menuntaskan hari ketujuh dengan meraih medali emas foursome mix bersama Nathan Christoper Widjaya.

BACA JUGA: Dua Birdie dari Tiga Hole Terakhir yang Menyelamatkan Tim Foursome Mix Kota Surabaya

Dalam hari terakhir (28/6), atau hari ketujuh pertandingan, Calista-Nathan masih bisa mencatat skor dua pukulan di bawah par. Skor terbaik dalam kondisi puncak kelelahan. Calista bangga dengan pencapaiannya tersebut. Dia membeberkan kuncinya dalam menjaga ketahanan fisiknya sehingga mampu tampil stabil selama tujuh hari pertandingan Porprov. ’’Aku hanya berusaha tetap menjaga pola makan dan istirahat secara teratur,’’ sebut Calista.

Selain itu kebiasaan latihan yang dijalani di Ciputra Golf & Family Club, Surabaya, juga turut membantunya tetap bugar sekalipun sudah berjalan berkilo-kilo selama main di Porprov. Begitu pula saat cuaca panas. Ciputra Golf memberinya kesempatan latihan di atas jam 10.00 hingga siang hari.

Ditambah, dia juga harus berjalan kaki sambil mendorong troli tas golf yang bobotnya di atas 10 kilogram. ’’Aku lebih kuat jika bermain dalam cuaca yang panas,’’ serunya. Calista dengan konfiden bahkan menyebut, semakin panas cuaca, semakin kuat pula dia menjalaninya.

Senyum Queen Shine Gracella saat menjalani nomor foursome mix bersama Daffa Putra Hardian dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. (Foto: PGI Jatim)
Senyum Queen Shine Gracella saat menjalani nomor foursome mix bersama Daffa Putra Hardian dalam Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. (Foto: PGI Jatim)

Setali tiga uang dengan Calista, pola istirahat juga jadi kunci Queen dalam menjaga ketahanan staminanya. “Maksimal jam 9 malam (21.00) sudah harus tidur. Sarapan juga harus dari rumah,” ungkap Queen. Menu makanan pun juga tetap diperhatikan.

Salah satunya memperbanyak menu makanan daging dan ikan.Begitu pula dengan asupan vitaminnya. “(Diminum) setiap pagi setelah sarapan setiap mau berangkat bertanding, dan setiap mau tidur. Selain itu, juga minum air putih lebih banyak,” tutur siswi kelas VI SD Unggulan Permatajingga, Malang, tersebut. (YMP)

Kota Malang Juara Umum Cabor Tarung Derajat 

BATU-KEMPALAN : Kota Malang menasbihkan diri sebagai juara umum cabor Tarung Derajat Porprov Jatim 2025 di Hall Hotel Ciptaningati Kota Batu, Sabtu (5/7/2025). Kota Malang mendulang 5 emas, 6 perak, 1 perunggu dengan total 33 poin.

Sementara peringkat II di tempati Kabupaten Kediri dengan perolehan 4 emas, 3 perak dan 4 perunggu (26 poin). Disusul peringkat III Kota Kediri dengan 4 emas, 2 perak dan 3 perunggu (23 poin).

Juara umum di Porprov sebelumnya, yaitu Sidoarjo harus puas berada di posisi 4 dengan 3 emas 1 perak dan 6 perunggu. Sementara tuan rumah Kota Batu pada Porprov Jatim 2025 memperoleh 1 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu.

Usai gelar gelaran Porprov Jatim 2025, Pengurus Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim akan langsung tancap gas. Kodrat Jatim segera mempersiapkan para atlet potensial yang berlaga di Porprov untuk diboyong ke kejuaraan PON beladiri 2025 di Kudus.

“Jangan cepat puas, terus berlatih karena sebentar lagi ada PON beladiri di Kudus, ” ujar Ketua Umum Kodrat Jatim, Bambang Haryo Soekartono, dalam pidato sambutannya, Sabtu (5/7/2025).

“Semua atlet hampir seimbang dalam Porprov Jatim ini, mungkin kadang ada kelebihan dari sisi keberuntungan, tapi hampir semua melakukan tarung dengan baik. Kami harapkan hasil dari Porprov ini masuk dalam seleksi PON Beladiri di Kudus dan PON 2028 di NTB. Semoga target Jatim untuk menjadi juara umum bisa terealisasi dengan baik,” tandas pria yang akrab dipangggil BHS ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan),

Ketua Kwarda Jatim Sampaikan Amanat Gubernur Khofifah: Kwarcab Situbondo Harus Terus Aktif dan Produktif

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim Kak Arum Sabil saat melntik Bupati Situbondo Kak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2025-2030 dan Wakil Bupati Situbondo Kak Ulfiyah, S.Pd.I sebagai Ketua Kwarcab Situbondo Masa Bakti 2021-2026, Sabtu (5/7).

SITUBONDO-KEMPALAN: Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Situbondo untuk terus aktif, produktif, dan bermanfaat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, khususnya di bidang pangan dan energi.

Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melantik Bupati Situbondo Kak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2025-2030 dan Wakil Bupati Situbondo Kak Ulfiyah, S.Pd.I sebagai Ketua Kwarcab Situbondo Masa Bakti 2021-2026 di Pendopo Aryo Situbondo pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Pelantikan yang penuh khidmat itu disaksikan oleh puluhan Pramuka dari jajaran Forkompimda Situbondo, Mabiran, Pengurus Kwarran, dan Gugus Depan se Situbondo.

Dalam acara tersebut Kak Arum Sabil juga mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati muda yang dilantik sebagai pengurus Gerakan Pramuka Situbondo.

“Saya ucapkan selamat kepada Kak Rio dan Kak Ulfi sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo. Semoga Situbondo semakin naik kelas dengan berbagai inovasi program Pramuka Produktifnya,” ujar Kak Arum

Selanjutnya Kak Arum mengajak seluruh yang hadir untuk meneladani karakter dan semangat persatuan bangsa dari Mahapatih Gajah Mada.

“Sebagai insan Pramuka, mari kita teladani semangat Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan bangsa dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan bahasa menjadi satu Nusantara. Maka jangan sampai generasi muda kita tidak mengenal budaya daerahnya,” ujar Kak Arum dengan penuh semangat.

Kemudian Kak Arum menjelaskan, Gerakan Pramuka di Jawa Timur memiliki program Pramuka Produktif yang fokus pada pangan dan energi di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan. Salah satu contohnya anggota Pramuka dapat menjadikan limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi energi baru terbarukan.

Sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, Kak Arum menegaskan untuk bersama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Saya titip, jangan buang sampah sembarangan. Kontrol para penjual di sekitar sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Di sanalah anak-anak kita belajar. Tugas Gerakan Pramuka adalah menjadi agen terdepan dalam menjaga anak bangsa yang berbudi luhur berlandaskan Pancasila,” tegasnya.

Tak lupa Kak Arum Sabil juga mengingatkan untuk menyayangi mahluk yang ada di bumi. “Saya titip dengan keikhlasan kakak-kakak, sisihkan sebagian harta, lalu belilah burung yang di dalam sangkar, kemudian lepaskanlah burung itu kembali ke alamnya. Karena barang siapa menyayangi apa yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kita,” pungkasnya. (Dwi Arifin

Ketua Kwarda Jatim Sampaikan Amanat Gubernur Khofifah: Kwarcab Situbondo Harus Terus Aktif dan Produktif

SITUBONDO-KEMPALAN: Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Situbondo untuk terus aktif, produktif, dan bermanfaat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, khususnya di bidang pangan dan energi.

Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melantik Bupati Situbondo Kak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2025-2030 dan Wakil Bupati Situbondo Kak Ulfiyah, S.Pd.I sebagai Ketua Kwarcab Situbondo Masa Bakti 2021-2026 di Pendopo Aryo Situbondo pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Pelantikan yang penuh khidmat itu disaksikan oleh puluhan Pramuka dari jajaran Forkompimda Situbondo, Mabiran, Pengurus Kwarran, dan Gugus Depan se Situbondo.

Dalam acara tersebut Kak Arum Sabil juga mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati muda yang dilantik sebagai pengurus Gerakan Pramuka Situbondo.

“Saya ucapkan selamat kepada Kak Rio dan Kak Ulfi sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo. Semoga Situbondo semakin naik kelas dengan berbagai inovasi program Pramuka Produktifnya,” ujar Kak Arum

Selanjutnya Kak Arum mengajak seluruh yang hadir untuk meneladani karakter dan semangat persatuan bangsa dari Mahapatih Gajah Mada.

“Sebagai insan Pramuka, mari kita teladani semangat Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan bangsa dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan bahasa menjadi satu Nusantara. Maka jangan sampai generasi muda kita tidak mengenal budaya daerahnya,” ujar Kak Arum dengan penuh semangat.

Kemudian Kak Arum menjelaskan, Gerakan Pramuka di Jawa Timur memiliki program Pramuka Produktif yang fokus pada pangan dan energi di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan. Salah satu contohnya anggota Pramuka dapat menjadikan limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi energi baru terbarukan.

Sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, Kak Arum menegaskan untuk bersama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Saya titip, jangan buang sampah sembarangan. Kontrol para penjual di sekitar sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Di sanalah anak-anak kita belajar. Tugas Gerakan Pramuka adalah menjadi agen terdepan dalam menjaga anak bangsa yang berbudi luhur berlandaskan Pancasila,” tegasnya.

Tak lupa Kak Arum Sabil juga mengingatkan untuk menyayangi mahluk yang ada di bumi. “Saya titip dengan keikhlasan kakak-kakak, sisihkan sebagian harta, lalu belilah burung yang di dalam sangkar, kemudian lepaskanlah burung itu kembali ke alamnya. Karena barang siapa menyayangi apa yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kita,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Narasi Heroik Puisi Panjang ‘Kemerdekaan, Corona dan Korupsi’

KEMPALAN : Inilah puisi terpanjang karya M. Rohanudin yang termuat di halaman 53-56 buku kumpulan puisi tunggalnya Bicaralah yang Baik-Baik. Judulnya : ‘Kemerdekaan, Corona dan Korupsi’.

Boleh jadi karena panjangnya, setelah membaca puisi ini, saya menimbang-nimbang: apakah ini yang disebut Puisi Epik, atau Puisi Esai?

Kalau menilik karakternya, boleh jadi ini masuk genre Puisi Epik. Tetapi jika diamati dari cara menyampaikannya, mungkin Puisi Esai.

Mari kita coba telusuri :

Puisi Epik adalah jenis puisi yang menceritakan kisah-kisah heroik, petualangan, atau peristiwa penting dalam bentuk naratif, panjang, dan terstruktur — begitu garis bawah pada data kepustakaan.

Sering kali Puisi Epik memiliki karakteristik sebagai berikut:

Struktur panjang dan kompleks, dengan banyak babakan, “episode” per “episode”.
Dan, menceritakan kisah-kisah petualangan, pertempuran, atau pencarian.

Biasanya Puisi Epik memiliki tokoh utama yang kuat dan gagah berani, misalnya pahlawan atau pemimpin. Katakanlah semacam heroisme (bukan psedo hero).

Sering kali diindikasikan menggunakan bahasa yang kaya dengan metafora, simile, dan perangkat retoris lainnya.

Puisi “jenis” ini sering dihubungkan dengan konteks budaya tertentu, misalnya : mitologi, sejarah, atau tradisi.

Contoh Puisi Epik yang terkenal, antara lain: ‘Iliad’ dan ‘Odyssey’ karya Homer pada (Zaman Yunani Kuno’) ; ‘Mahabharata’ karya Vyasa dan ‘Ramayana’ yang ditulis Valmiki (Zaman India Kuno); dan masih ada beberapa lagi seperti ‘La Divina Commedia’ karya Dante Alighieri dari Itali.

Puisi jenis ini memiliki peran penting dalam sastra dan budaya, karena mengungkap kisah-kisah yang mendalam.


Sementara itu, Puisi Esai adalah bentuk puisi yang memadukan unsur-unsur puisi dengan esai, sehingga tercipta karya yang unik dan ekspresif. Puisi “jenis” ini sering kali memiliki karakteristik :

Struktur lebih bebas dan cenderung eksperimental ; sering kali mengeksplorasi tema-tema yang kompleks dan mendalam, seperti filsafat, politik, atau pengalaman pribadi — menggunakan bahasa yang kaya dan ekspresif, diperkuat metafora, simile, dan perangkat retoris lainnya; acap kali merefleksikan dan menganalisis tema-tema yang dibahas secara mendalam dan intens.

Ekspresi yang kuat dan unik, memungkinkan penulis menggabungkan kekuatan puisi dengan konstruksi esai.

Dengan demikian, Puisi Esai menjadi cara efektif untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam bentuk yang kreatif dan ekspresif.


Dari deskripsi di atas, puisi karya Rohan ini mendekati etos Puisi Epik , meski tidak sepanjang epos ‘Mahabarata’ atau ‘Odyssey’, karya dari India dan dari Yunani itu.

Namun, dalam “gaya bercerita” puisi ini secara konstruksi lebih mengarah ke Puisi Esai.

Lantas bagaimana?

Saya tidak akan mengeksekusi karya penyair yang dilahirkan di Sumenep, Madura, ini sebagai Puisi Epik atau Puisi Esai. Yang jelas puisi sarat heroisme dan nilai-nilai kemanusiaan ini kaya akan metafora, simile serta elemen retoris lainnya, dan ungkapan-ungkapan dalam bingkai “sihir kata-kata”.

Banyak hal mengejutkan di luar daya jelajah saya seputar dunia perpuisian, ketika pertama kali saya membaca puisi ini.

Pada awalnya saya pahami menyiratkan surealisme. Atau boleh jadi sesuatu yang absurd.

Setidaknya itu saya baca pada beberapa bait dari 11 bait (termaktub dalam tiga Bab meski tidak dijelaskan secara eksplisit : Bab Kemerdekaan, Bab Corona, Bab Korupsi) — pada puisi empat halaman ini : mencekam, namun menyimpan keindahan sublim. Dan itu justru diawali pada bait ke-1 :

jangan berkedip,
majukan bola mata kencang-kencang ke depan
letakkan dua jari mengapit kelopak mata
jatuhkan ke bumi, junjung ke langit,
sampai mata bisa berkata-kata
dan menghitung angka-angka

Ya, sederet baris-baris yang ritmis dan kata demi kata yang menghasilkan “bunyi” indah — meski maknanya belum saya pahami benar. Maklum, mungkin karena baru sekali saya baca.

Dalam hati timbul pertanyaan : apakah bait ke-1 ini layak disebut surealis, absurd, atau sesuatu yang dipersepsi dalam bentuk suasana lainnya?

Setelah saya baca beberapa kali, saya baru paham bahwa Rohan mengajak menyimak baik-baik, mengingat panjangnya puisi ini, demi
interpretasi yang benar. Atau setidaknya mendekati benar.

Akhirnya saya pahami bahwa bait ini tampaknya memiliki makna yang dalam dan simbolis, dengan titik-titik simpul mengajak pembaca untuk melihat sesuatu agar lebih jelas dan mendalam :

  • Jangan berkedip dan majukan bola mata kencang-kencang ke depan, saya pahami sebagai ajakan untuk fokus dan memperhatikan sesuatu dengan lebih seksama.
  • Letakkan dua jari mengapit kelopak mata, sebagai upaya untuk mengamati sesuatu dengan lebih teliti dan detail. Ini mungkin juga semacam effort untuk mengontrol atau memfokuskan pandangan.
  • Jatuhkan ke bumi, junjung ke langit , sebagai cara untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari perspektif yang lebih luas maupun yang spesifik. Mungkin juga untuk dipahami sebagai upaya menyeimbangkan aspek material dan spiritual.
  • Sampai mata bisa berkata-kata, adalah usaha untuk mencapai kemampuan mengungkapkan apa yang dilihat dan dipahami. Mungkin juga sebagai cara untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  • Sedangkan baris dan menghitung angka-angka, saya pahami sebagai daya dorong untuk bisa menghitung sesuatu dengan lebih akurat.

Secara keseluruhan, bait pembuka ini mengajak pembaca untuk melihat dan memahami sesuatu dengan lebih benderang, teliti, dan mendalam. Juga untuk mengembangkan kemampuan mengungkapkan dan menghitung sesuatu dengan lebih akurat.

Memang jika kita amati secara “telanjang”, kelihatannya bait puisi ini mencerminkan surealisme atau absurditas. Namun tidak seperti itu jika kita mau menyibak di balik “misteri” jalinan kata-kata tersebut. Ini adalah narasi yang merefleksikan kondisi yang terstruktur secara realistis.


Mengapa Rohan sampai mengajak seserius itu?

Tampaknya di usia senja penyair ini, ada tiga hal yang paling mengendap di sudut hatinya, dan sesuatu itu begitu sangat pentingnya — menoreh, menatah, menggurat dalam-dalam di lubuk jiwanya, yaitu : kemerdekaan, corona, dan korupsi.

Tentang ‘kemerdekaan’ antara lain Rohan jlentrehkan pada bait ke-2 :

para pujangga menulis sajak-sajak Indonesia
yang menggelora sempurna, bercahaya
hamparan padi-padi menguning,
pohon-pohon nyiur hijau melambai-lambai,
langit biru berparaskan pelangi membentang
dari Bener Meriah Aceh sampai ke Dana,
menyalakan Indonesia Merdeka

Namun demikian, kemerdekaan yang diraih dengan mengorbankan nyawa, tetesan darah dan keringat, serta lara lapa bertingkat-tingkat ini, terus dihadapkan pada rintangan dan sandungan bertubi-tubi — baik dari dalam maupun luar negeri.

Perihal rintangan dan sandungan sebagaimana saya sebut di atas, inilah refleksinya yang tertera di baris satu hingga baris empat pada bait ke-3, yaitu :

tapi kemerdekaan bagi tetangga sebelah adalah dagelan,
topeng-topeng, dongeng dan mimpi buruk
karena mereka melihat Indonesia
dengan teropong sedotan limun

Apalagi jika “tetangga” yang dimaksud pada baris-baris puisi di atas adalah proxy dari negara(-negara) besar yang hendak mengeruk sumber daya alam Indonesia.

Dan itu bisa jadi disubstansikan dengan indikasi baris-baris kalimat pada bagian lain bait ke-3 — baik yang menyangkut ancaman musuh dalam selimut, maupun dari luar dengan segala daya dan upaya :

tapi hatinya bengis,
jiwanya kotor lebih kejam dari jagal sapi,
mulut mereka menganga
menghembuskan bau busuk yang menjijikkan

Untuk memasuki babakan baru (sebut saja Bab II) dari puisi panjang yang dinarasikan oleh seorang penari ini, Rohan dengan cerdik merepetisi bait ke-1 yang dimulai dengan baris jangan berkedip dan seterusnya itu. Lantas mengalirlah baris-baris ini :

sekarang berbaringlah di langit
lihatlah hamparan tanah nusantara, riuh rendah,
mencekam dengan banyak pertanyaan
di negeri kita musim paceklik
apakah corona itu virus
atau malaikat pencabut nyawa?
dokter-dokter, paramedis pejuang kemanusiaan
terus disayat-sayat
mereka terluka, luka-luka,
ada yang terluka, perihnya lebih sakit dari dilukai,
berakhir dengan kematian,
mengenaskan dikubur tanpa ceremony

Pada pembuka Bab II (tentang Corona) ini, ada semacam pesan terselubung dari sang penulis bahwa puisi panjangnya ini akan lebih terasa “ekstase”-nya jika dibacakan — lebih-lebih oleh deklamator atau poetry reader yang tangguh. Sebab, puisi ini cenderung kuat dramaturginya.

Perhatikan baris ke-10 dan ke-11 pada bait ke-6 (Bab II) ini. Ada 4 “kosa kata” : ‘terluka’/’luka-luka/’terluka’/
‘dilukai’.

Ini mengindikasikan betapa dahsyatnya pandemi yang berlangsung selama 3 tahun tersebut.

Dan itu, sekali lagi, akan terasa “dahsyat”-nya (Covid-19) jika bisa menghidupkan unsur-unsur dramaturgi puisi ini dengan dibacakan/dideklamasikan secara performance.

Tentu, akan lebih terasa jika jeli memilih pelaku performance. Salah satu kekuatan bait ke-6 ini terletak pada unsur repetisi ‘luka’.


Pada akhirnya puisi ini ditutup dengan bait ke-11 tentang carut-marutnya kemerdekaan lantaran dirusak oleh korupsi :

kemerdekaan adalah kehormatan
kehadirannya disaksikan dengan kematian,
darah, sumpah dan luka
jatuhkanlah kemerdekaan di atas kemiskinan,
karena kemiskinan yang abadi merampas hak, martabat dan air mata

Kenapa bisa begitu? Kenapa hak, martabat dan air mata, bisa terampas?

Rohan terlebih dulu memberi semacam “kode” yang termanifestasikan pada bait ke-4 secara flash back.

Intinya korupsi telah melumpuhkan seluruh bangunan sosial-ekonomi masyarakat.

Begini eksplisitasnya :

mulut mereka menganga
bagai serigala kelaparan di hutan kering
semua disergap, tak peduli serigala kecil
yang lahir dari perutnya sendiri
jiwanya kosong, matanya rakus semua dibungkus

Begitulah fakta jahatnya korupsi, sebaimana diliterasikan Rohan.

Namun, meski begitu, penyair ini memberi harapan betapapun hebatnya daya rusak korupsi, dengan sebaris kalimat di akhir bait ke-4 :

tapi Tuhan tidak bisa disuap.
(Amang Mawardi).

Porprov Jatim  IX 2025 Resmi Ditutup, Surabaya Kembali Pertahankan Juara Umum

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua KONI Jatim M.Nabil menyerahkan piala bergilirr Porprov Jatim kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

MALANG-KEMPALAN: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (5/7) malam.

Ajang olahraga multi event  terbesar di Jawa Timur ini sukses diselenggarakan di Malang Raya ditutup dengan meriah.  Berbagai acara yang menampilkan perpaduan budaya, olahraga, dan hiburan ditampilkan. Selain Tasya Rosmala dan Niken Salindri, ada juga Tari Bapang, defile kontingen, senam, hingga atraksi kembang api.

Selain itu, sebanyak 1.100 peserta tampil dalam hadrah Ishari. Sementara 3.000 orang berpartisipasi dalam senam jantung sehat binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya penyelenggaraan  Porprov Jatim IX/2025.

Selain mencetak banyak rekor, ajang ini juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Terutama pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri foto bersama Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah dan Sekretaris KONI Surabaya Erie Hartanti usai menerima piala bergilir Porprov Jatim IX 2025.

“Porprov kali ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga pembuktian bakat dan hasil pembinaan atlet di Jawa Timur,” kata Nabil dalam sambutannya di acara penutupan.

Selama sepekan penyelenggaraan Porprov 2025, sejumlah rekor baru berhasil tercipta. Di cabang olahraga selam, 21 dari 26 nomor mencatatkan rekor baru. Kemudian dcabang renang, 26 dari 42 nomor berhasil dipecahkan. Sementara di cabang angkat berat, 5 dari 14 nomor mencetak rekor.

“Ini bukti bahwa pembinaan atlet di daerah berjalan sangat baik dan merata,” tambah Nabil.

Surabaya Juara Umum

Kota Surabaya kembali mempertahankan gelar juara umum dengan raihan fantastis, yakni 199 medali emas, 131 perak, 140 perunggu dengan 1.198 poin.

Artinya, Kota Surabaya hanya kurang 1 medali emas untuk menggapai target 200 medali emas pada Porprov Jatim IX 2025.

Dan ini merupakan gelar juara umum kesembilan kalinya secara berturut-turut yang diraih Kota Surabaya sejak Porprov Jatim I digelar di Kota Surabaya pada tahun 2007.

Di posisi kedua, Kota Malang mengumpulkan:132 emas, 124 perak, 116 perunggu (892 poin), Disusul Kabupaten Sidoarjo di peringkat ketiga, 87 emas, 86 perak, 116 perunggu (636 poin).

Posisi keempat ditempati Kabupaten Malang (59 emas, 52 perak, 83 perunggu – 423 poin). Sedangkan Kota Kediri berada di urutan kelima dengan 66 emas, 53 perak, dan 51 perunggu (421 poin).

Surabaya Tuan Rumah Porprov Jatim X/2027

Menutup sambutannya, Nabil menegaskan komitmen KONI Jawa Timur dalam mendorong pembinaan berkelanjutan.

KONI akan segera mengirim surat kepada seluruh kepala daerah agar terus mengembangkan potensi atlet di wilayah masing-masing.

Ajang selanjutnya, Porprov Jatim X dijadwalkan akan digelar di Surabaya pada tahun 2027. Penyerahan bendera Porprov oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi simbol resmi penunjukan tuan rumah. “Insya Allah, kita bertemu lagi dua tahun mendatang di Surabaya,” kata.Nabil.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan Porprov 2025.
Ia menilai bahwa kolaborasi antara tiga kepala daerah di Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu telah membuahkan penyelenggaraan olahraga yang lancar dan meriah.

“Secara umum, Porprov IX berjalan dengan sangat baik. Ini hasil kerja bersama semua pihak, pemerintah provinsi mengucapkan terima kasih,” kata Emil.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut antusias penunjukan Kota Surabaya sebagai tuan rumah Porprov Jatim X tahun 2027.

“Kota Surabaya siap menjadi tuan rumah Porprov X 2027. Kami akan menyambut seluruh kontingen dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur dengan keramahan, pelayanan terbaik, dan semangat kebersamaan. Mari kita wujudkan Porprov X 2027 yang meriah dan penuh kebersamaan. Kami tunggu kedatangan Anda di Kota Pahlawan!” kata Eri Cahyadi. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.