Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 04:35 WIB
Surabaya
--°C

Ryan Novanda yang Menginspirasi Remaja Jatim Lewat Ajang Mister Teen

SURABAYA-KEMPALAN: Sebagai pemenang ajang pencarian duta remaja pria Mister Teen di tahun lalu, Ryan Novanda mendapat kehormatan untuk mengalungkan sash kepada pemenang Mister Teen Jatim 2025. Momen tersebut terjadi saat malam pemilihan Mister Teen Jatim 2025 di Excotel Design Hotel Surabaya, Sabtu malam (5/7). Wakil Kota Surabaya Hanif Segaf, pemenang Mister Teen Jatim tahun ini. Sekaligus mewakili Jatim pada Mister Teen Indonesia 2025.

Dalam pernyataannya Ryan berharap kehadirannya dapat menginspirasi remaja-remaja di Jatim. Baik yang sudah mengikuti Mister Teen Jatim, atau yang sudah tertarik dengan ajang ini.

’’Aku mengharapkan kepada pemuda-pemuda sekarang ini supaya lebih antusias mengikuti kegiatan positif seperti ini (Mister Teen Indonesia),’’ sebut Ryan yang terpilih sebagai wakil dari DI Jogjakarta itu.

’’Apalagi, dengan mengikuti ajang ini kan juga bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional,’’ sambung Ryan yang baru berusia 20 tahun itu. Ryan menuturkan banyak keuntungan yang dia dapatkan sebagai Mister Teen Indonesia.

Bagi dirinya sendiri, Ryan bisa mengembangkan kemampuannya. Mulai dari saat berbicara di depan umum, sampai ke catwalking. Kemampuan itu yang juga menunjang kariernya sebagai model dan aktor.

Selain itu, dengan menjadi Mister Teen Indonesia dia berkesempatan berkunjung ke beberapa kota di dalam dan luar negeri. Termasuk menjalani kegiatan sosial bertajuk YEES Care. Terakhir, ke sebuah Yayasan Kanker di Malaysia, Children Cancer Association of Malaysia (CCAM). YEES singkatan dari Youth, Education, Entrepreneurship, dan Social.

BACA JUGA: Miss Teen Indonesia dan Miss Teenager Indonesia 2024 Mendukung Kampanye Anti Perundungan di Kalangan Remaja

Founder Mister Teen Indonesia Edin Muhammad menuturkan, Jatim termasuk di antara daerah yang baru mendapatkan lisensi Mister Teen Indonesia. Nantinya, seperti yang pernah dijalani Ryan, pemenang Mister Teen Jatim akan melalui beberapa tahapan sebelum tampil dalam pemilihan Mister Teen Indonesia, di Jakarta, Oktober mendatang.

Mulai dari pra-karantina, pelatihan online, dan karantina yang digelar seminggu sebelum pemilihan Mister Teen Indonesia. ’’Kami harap pemenang Mister Teen Jatim ini tidak hanya jadi wakil Jatim di ajang Mister Teen Indonesia, tetapi juga jadi duta remaja di Jatim dengan mengemban visi kami di bidang YEES Care,’’ harap Edin. (YMP)

Fantastis ! Kabupaten Pasuruan Siapkan Bonus Wajib dan Sunnah Total Rp 81 Juta Peraih Medali Porprov IX Jatim

MALANG-KEMPALAN: KONI Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet peraih medali yang berjuang di Porprov IX Jatim 2025 Malang Raya.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Mamat Aryo mengatakan, KONI dan Pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk memberikan penghargaan kepada para atlet, pelatih dan mekanik yang mendapatkan medali di Porprov IX Jatim ini. 

KONI dan pemerintah daerah sudah menyiapkan bonus wajib dan bonus sunnah yang cukup fantastis. Dijelaskan Mamat Aryo, untuk peraih medali emas KONI dan pemerintah daerah menyiapkan bonus wajib dan bonus sunnah sebesar Rp 40 juta bagi peraih medali emas plus beasiswa sebesar Rp 40 juta di tambah bonus mentas Rp 1 juta. Jadi kalau di total nantinya setiap atlet bisa mendapatkan bonus sebesar Rp 81 juta.

” Sejak awal kami(KONI-red) dan pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk memberikan penghargaan tinggi kepada para atlet pelatih dan mekanik yang berjuang membela Kabupaten Pasuruan di Porprov IX Jatim di Malang Raya dengan nilai yang fantastis,” ucap Mamat Aryo kepada kempalan di sela sela kunjungan ke vuneu cabor Petanque.

Lebih lanjut Mamat Aryo menjelaskan, mekanis dan juknisnya nanti akan di bicarakan lebih lanjut dengan bupati. Yang jelas KONI dan pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk memberikan penghargaan yang layak kepada para atlet pelatih dan mekanik yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan. 

Di pesta olahraga multi event terbesar di Jawa Timur Porprov IX Jatim di Malang Raya Kontingen Kabupaten Pasuruan berhasil menempati posisi ke 8 dengan membawa pulang sebanyak 30 medali emas, 35 medali perak dan 39 medali perunggu dengan total poin 228.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Surabaya Sasar Anak Sekolah dan Pesantren

Kepala.Dinkes Surabaya Nanik Sukristina.

SURABAYA-KEMPALAN: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) segera meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak sekolah pada ajaran baru atau akhir Juli 2025.

Menjelang peluncuran tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah intensif melakukan sosialisasi secara menyeluruh.

Program PKG ini sejalan dengan visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dan mendukung 8 Misi Asta Cita, 17 Program Prioritas, serta 8 Program Hasil Terbaik Cepat dari Presiden Terpilih 2024-2029.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan. PKG pada anak sekolah ini akan menyasar anak-anak usia 7-17 tahun.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mengidentifikasi faktor risiko, mendeteksi kondisi pra-penyakit, dan mendeteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah.

“Dengan deteksi dini, kami berharap dapat diberikan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi, kecacatan, dan kematian,” ujar Nanik, Senin (7/7).

Nanik mengatakan bahwa sasaran PKG Sekolah mencakup seluruh peserta didik dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, serta pesantren dan sederajat. Selain itu, anak usia di bawah 7 tahun dan di atas 17 tahun, serta anak usia 7-17 tahun yang tidak mengakses pendidikan, juga dapat menjadi sasaran.

“Pelaksanaan PKG akan dilakukan setahun sekali di satuan pendidikan selama rentang waktu Juli hingga Desember (semester ganjil). Jika tidak memungkinkan, dapat dilanjutkan pada Januari hingga Juni (semester genap),” terang Nanik.

Bagi anak yang tidak mengakses pendidikan, pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas. Nanik menegaskan bahwa program ini terbuka untuk semua siswa tanpa terkecuali, dan tidak ada batasan kuota pendaftaran peserta setiap harinya.

“Untuk pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bervariasi sesuai jenjang sekolah dan meliputi berbagai aspek penting,” ujarnya.

Aspek penting itu, antara lain bagi anak SD usia 7-12 tahun pemeriksaan meliputi status gizi, merokok bagi kelas 4-6, tingkat aktivitas fisik untuk kelas 4-6, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, jiwa, hati (Hepatitis B), kesehatan reproduksi untuk kelas 4-6, dan riwayat imunisasi bagi anak kelas 1.

“Sementara untuk siswa SMP usia 13- 15 tahun pemeriksaan yang dilakukan adalah status gizi, merokok, tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, talasemia untuk kelas 7, anemia, telinga, mata, gigi, jiwa, hati (Hepatitis B dan C), kesehatan reproduksi, dan riwayat imunisasi HPV bagi siswi kelas 9,” jelasnya.

Kemudian, untuk siswa SMA usia 16-17 tahun akan dilakukan pemeriksaan terkait status gizi, merokok, tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, anemia remaja putri (kelas 10), telinga, mata, gigi, jiwa, hati (Hepatitis B dan C), dan kesehatan reproduksi.

Nanik menambahkan, proses pelaksanaan PKG di sekolah melibatkan koordinasi antara tenaga puskesmas dan pihak sekolah tujuh hari sebelum pemeriksaan. Sekolah akan memberikan informasi PKG dan tautan kuesioner yang perlu diisi oleh orang tua/wali atau peserta didik.

“Dua hari sebelum pemeriksaan, tenaga puskesmas akan memastikan kuesioner terisi dan mempersiapkan alat kesehatan. Pada hari pemeriksaan, guru UKS/pengasuh kesehatan dan guru PJOK/pengasuh kebugaran juga akan membantu dalam pengukuran tinggi dan berat badan serta pemeriksaan kebugaran,” terang Nanik.

Dengan adanya program ini, Pemkot Surabaya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan mendeteksi masalah kesehatan pada anak sekolah sedini mungkin.

“Tentunya pemeriksaan ini dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang optimal generasi muda dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Inovboyo 2025 Digelar, Fokus Pengembangan Infrastruktur dan Mitigasi Bencana

SURABAYA-KEMPALAN: Kompetisi inovasi bergengsi tahunan
Pemkot Surabaya, Inovboyo (Inovasi Surabaya) 2025, kembali digelar dengan fokus khusus pada pengembangan infrastruktur dan mitigasi bencana.

Namun, di balik tema besar tersebut, Inovboyo 2025 juga menyimpan potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian kota pahlawan ini. Dengan 46 inovasi yang lahir dari berbagai Perangkat Daerah (PD), DPRD, hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, ajang ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, Inovboyo bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan platform strategis yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Surabaya.

Salah satu visi besar Inovboyo 2025 adalah mewujudkan Ekonomi Sirkular dan Berkelanjutan. Ini berarti inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu mengubah limbah menjadi sumber daya baru, seperti limbah organik menjadi energi terbarukan atau sampah plastik menjadi material konstruksi. 

“Implementasi inovasi semacam ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru, menciptakan lapangan kerja di sektor daur ulang, dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya primer,” kata Irvan, Senin (7/7).

Di ketahui, ada 46 inovasi yang siap berkompetisi, mulai dari optimalisasi program kerja hingga efisiensi operasional di berbagai PD dan inovasi dari masyarakat umum, setiap gagasan memiliki potensi untuk menyumbangkan nilai ekonomi. 

Misalnya, inovasi dalam Pelayanan Publik seperti digitalisasi layanan masyarakat akan memangkas birokrasi, menghemat waktu dan biaya bagi warga dan pelaku usaha, sehingga meningkatkan efisiensi ekonomi secara keseluruhan.

“Melalui Inovboyo 2025, Pemkot Surabaya tidak hanya membangun fondasi kota cerdas, tetapi juga secara aktif mendorong penciptaan nilai ekonomi baru, memberdayakan masyarakat, dan menjadikan inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Surabaya 2050,” terangnya.

Inovasi berbasis ekonomi yang dilombakan dalam Inovboyo kali ini ada berbagai jenis.  Di antaranya inovasi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya, yakni melalui MON PD (Monitoring Pajak Daerah) untuk meningkatkan efisiensi monitoring pajak daerah.

Kemudian, layanan Pembayaran PBB Online untuk memberikan kemudahan pembayaran PBB secara online. Lantas Tax Surveillance untuk transparansi monitoring transaksi objek pajak, e-SPPT PBB untuk wajib pajak mencetak SPPT PBB mandiri.

Selain itu, e-SIDATRA untuk meningkatkan transparansi pengelolaan dana transfer, e-Payment untuk meningkatkan efisiensi pelaporan belanja keuangan daerah, SIMBADA untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan barang milik daerah, Sigasda untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, dan e-Budgeting untuk meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran.

Tak hanya itu saja. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ((DPM-PTSP) Surabaya juga memiliki inovasi dalam bidang ekonomi. Antara lain Surabaya Single Window yang digunakan untuk mempercepat proses perizinan dan non perizinan.

Kemudian Mal Pelayanan Publik Virtual untuk meningkatkan nilai ease of doing business, Klik Investasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta AIS (Anugrah Investasi Surabaya) untuk membangun ekosistem investasi yang transparan.

Ada juga Lapis Lupis untuk meningkatkan iklim investasi yang kondusif dan SIP UMKM yang digunakan untuk mengelola data UMKM secara terstruktur.

Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya juga memiliki inovasi di bidang ekonomi, yakni Awasi Boyo yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan koperasi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya meluncurkan inovasi dalam bidang ekonomi, yakni melalui Ladang Pangan yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga miskin, Alarm Boyo untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, dan Kasur Boyo untuk mengurangi biaya belanja pangan keluarga.

Sedang Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya juga berinovasi dalam bidang ekonomi, seperti Peken yang digunakan untuk memfasilitasi penjualan UMKM secara online. 

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya meluncurkan inovasi dalam bidang ekonomi, seperti PADi (Pendapatan Asli Daerah Real Time) yang digunakan untuk memantau PAD dengan data real time.

Sementara Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya memiliki Klinik Pengadaan Barang/Jasa yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman UKM mengenai pengadaan barang/jasa.

Selanjutnya, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya berinovasi dalam bidang ekonomi, seperti Sinkronisasi kinerja BUMD yang digunakan untuk optimalisasi BUMD melalui monitoring kinerja real-time.

Ada pula inovasi Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digunakan untuk mengendalikan inflasi dan harga bahan pokok, serta Wasmating yang digunakan untuk pengawasan distribusi LPG bersubsidi.

Kecamatan Asemrowo Surabaya juga berinovasi dalam bidang ekonomi, seperti DOA (Dodolan Asemrowo Asik) yang digunakan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan UMKM.

Kecamatan Benowo Surabaya, berinovasi melalui Kampung Sepatu Workshop untuk membangkitkan industri sandal/sepatu, dan inovasi Wisata Telaga Semanggi untuk pemberdayaan ekonomi lokal melalui wisata.

Kecamatan Gayungan Surabaya berinovasi melalui Kampung Vanili Gayungan sebagai menambah lapangan pekerjaan dan taraf hidup.

Ada pula Kecamatan Kenjeran Surabaya yang meluncurkan inovasi berupa Kampung UMKM Sejahterah yang digunakan untuk mendorong UMKM sebagai pondasi ekonomi. 

Kecamatan Lakarsantri Surabaya tak mau kalah, pihaknya berinovasi melalui Klinik UMKM sebagai upaya peningkatan kualitas UMKM, dan Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari yang digunakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Kecamatan Gunung Anyar Surabaya juga berinovasi melalui Rumah Wirausaha sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, serta Sabet Petasan yang digunakan untuk membangun iklim perekonomian yang sehat.

Kecamatan Jambangan Surabaya juga meluncurkan inovasi berupa Satu Padu yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dan Kampung Jago Karah Farm sebagai upaya meningkatkan pendapatan peternak.

Kecamatan Pabean Cantian Surabaya juga ikut berkontribusi melalui inovasi Pakar Pisan sebagai upaya penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas, serta Kelompok Jahit Dadi Juara yang merupakan upaya dalam memberdayakan anggota dan menciptakan peluang ekonomi.

Kecamatan Rungkut Surabaya berinovasi melalui Gerai UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM, serta Pengembangan Kampung Kue sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Irvan menerangkan bahwa Lomba Inovboyo 2025 tidak hanya berfokus pada bidang ekonomi. Kali ini, ada sekitar 342 inovasi yang dilombakan oleh jajaran PD di lingkungan Pemkot Surabaya, meliputi dinas, badan, DPRD, RSUD, hingga tingkat kecamatan.

Ratusan inovasi tersebut terbagi dalam 17 kategori, di antaranya ekonomi, teknologi informasi, administrasi kependudukan, kesehatan, sosial, pendidikan, lingkungan, ketenteraman dan ketertiban, budaya, kepemudaan, perdagangan, tata ruang, ketenagakerjaan, perhubungan, pelayanan publik, dan pekerjaan umum.

“Inovboyo 2025 hadir sebagai katalis revolusi urban yang akan mentransformasikan Surabaya menjadi kota yang living innovation ecosystem. Atau sebuah kota yang bernapas dengan inovasi, berdetak dengan kreativitas, dan tumbuh dengan kolaborasi lintas generasi,” terang Irvan.

“Sesuai dengan visi ini, maka setiap sudut kota akan menjadi laboratorium terbuka sehingga ide-ide brilian lahir, berkembang, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Surabaya ke depannya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Sambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Pemkot Surabaya Beri Diskon BPHTB hingga 40 Persen

Kepala Bapenda Kota Surabaya Rachmad Basari.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya kembali memberikan pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Dalam menyambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI kali ini, Pemkot Surabaya memberikan diskon BPHTB sampai dengan 40 persen. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya Rachmad Basari mengatakan, pemberian pengurangan BPHTB ini dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.

“Pemberian Pengurangan BPHTB ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Surabaya tentang Pemberian Pengurangan Pokok dan Penghapusan Sanksi Administratif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI,” kata Basari, Senin (7/7).

Basari menjelaskan, pemberian Pengurangan BPHTB kali ini diberikan kepada wajib pajak orang pribadi dan badan untuk setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan yang melakukan peralihan hak baik dari Jual-Beli maupun Non Jual-Beli seperti hibah, waris, dan sebagainya sampai dengan 40 persen. Pengurangan BPHTB ini dibagi menjadi dua sesi, yakni mulai 7-31 Juli 2025 dan 1-30 Agustus 2025.

Untuk pengurangan pokok BPHTB jenis perolehan kategori Jual-Beli dengan Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) Rp0 – Rp1 miliar diberi pengurangan sampai 30 persen. Sementara itu, untuk nilai NPOP kategori Jual-Beli lebih dari Rp1 – Rp2 miliar diberi pengurangan sampai 15 persen. Untuk NPOP kategori Jual-Beli lebih dari Rp2 miliar, diberi pengurangan 5 persen. 

Sedangkan pokok BPHTB jenis perolehan kategori Non Jual-Beli NPOP Rp0 – Rp1 miliar, diberi pengurangan 40 persen. Untuk perolehan Non Jual-Beli NPOP lebih dari Rp1 – Rp2 miliar, diberi pengurangan 35 persen. Kemudian untuk perolehan Non Jual-Beli yang NPOP-nya lebih dari Rp2 miliar diberi pengurangan 25 persen. “Pengurangan BPHTB kategori Jual-Beli dan Non Jual-Beli yang disebutkan di atas, berlaku mulai 7 – 31 Juli 2025,” ujar Basari. 

Di sesi selanjutnya, yakni pada 1-30 Agustus 2025, Pemkot Surabaya memberikan pengurangan pokok BPHTB jenis perolehan kategori Jual-Beli dengan NPOP Rp0 – Rp1 miliar diberi pengurangan sampai 25 persen. Kemudian BPHTB perolehan kategori Jual-Beli dengan NPOP lebih dari Rp1 – Rp2 miliar, diberi pengurangan 10 persen. Selanjutnya, yaitu kategori Jual-Beli dengan NPOP lebih dari Rp2 miliar diberi pengurangan 5 persen. 

Selain itu, untuk kategori Non Jual-Beli dengan NPOP Rp0 – Rp1 miliar, diberi pengurangan 40 persen. Sedangkan untuk kategori Non Jual-Beli dengan NPOP lebih dari Rp1 – Rp2 miliar, diberi pengurangan 25 persen. Yang terakhir, yakni kategori Non Jual-Beli dengan NPOP lebih dari Rp2 miliar, diberi pengurangan 15 persen. 

Basari berharap, masyarakat Kota Surabaya dapat memanfaatkan program pemberian pengurangan BPHTB yang berlaku mulai dari 7 Juli sampai 30 Agustus 2025 ini.

“Kami berharap, masyarakat bisa memanfaatkan momen ini. Jika ada masyarakat yang masih kurang jelas terhadap informasi pemberian pengurangan BPHTB, bisa datang secara langsung ke kantor Bapenda Surabaya di Jalan Jimerto Nomor 25-27, Surabaya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Raperda RPJMD 2024-2029 Disahkan Pemprov dan DPRD Jatim

SURABAYA-KEMPALAN: Raperda tentang RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025-2029 telah disetujui dan disahkan bersama Pemprov Jatim dan DPRD Jawa Timur melalui Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (9/7).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi dan sinergi eksekutif – legislatif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

“Terima kasih atas komitmen, dedikasi, dan kesungguhan luar biasa dalam membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025–2029,” katanya.

Khofifah berharap, dokumen tersebut bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka mewujudkan masyarakat Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia emas 2045.

“Semoga RPJMD dapat berjalan tepat sasaran, adil dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

“Semoga sinergi dan kemitraan yang telah terjalin baik ini bisa terus dilanjutkan dan diperkuat di masa-masa yang akan datang, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara berkelanjutan,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah optimis RPJMD Jatim 2025-2029 mampu mewujudkan masyarakat Jawa Timur maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah raperda ini dapat diselesaikan sesuai jadwal, tahapan dan peraturan perundangan-undangan. Kami optimis visi Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul dan berkelanjutan bisa segera diwujudkan. Tentu didukung misi pembangunan yang tertuang dalam 9 (sembilan) program Nawa Bhakti Satya,” kata Gubernur Khofifah.

Sebelum Raperda RPJMD ini disahkan, sidang paripurna digelar dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi Dan Pengambilan Keputusan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025-2029.

Yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pendapat akhir gubernur atas ditetapkannya Raperda RPJMD 2025-2029, serta penandatanganan Persetujuan Bersama antara DPRD dan gubernur.

Hadir pula dalam pengesahan raperda ini yaitu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim beserta Kepala Perangkat Daerah Jatim.

“Alhamdulillah RPJMD melalui proses yang cukup panjang karena merinci seluruh arah kebijakan dalam lima tahun ke depan. Seluruh prosedurnya sudah dilalui, konsultasi Kemendagri, Bappenas, Kemenpan RB juga sudah dilakukan,” imbuhnya.

“Maka, semua elemen pemangku kebijakan turut andil dalam RPJMD. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan arah pembangunan Jawa Timur lima tahun ke depan,” jelasnya.

Menurutnya, RPJMD yang berisi visi, misi, tujuan, serta prioritas pembangunan daerah dalam penyusunannya juga harus berpedoman dan selaras dengan RPJPD dan RPJMN.

Maka, usai penandatanganan Persetujuan Bersama antara DPRD dan gubernur atas Raperda RPJMD 2025-2029, lanjut Khofifah, dokumen selanjutnya akan dievaluasi terlebih dahulu oleh Menteri Dalam Negeri sebelum ditetapkan oleh gubernur.

“Untuk itu setelah dilakukan persetujuan bersama, kami segera menyampaikan Raperda RPJMD ini ke Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan evaluasi sebagaimana Perda-Perda lainnya. Proses ini semua SOP sudah dilalui,” lanjutnya.

Selanjutnya setelah Raperda RPJMD Provinsi Jawa Timur menjadi Peraturan Daerah (Perda), dokumen ini akan menjadi pedoman utama bagi seluruh perangkat daerah provinsi dalam merancang program dan kegiatan, serta menjadi rujukan penting bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun RPJMD Kabupaten/Kota. (Dwi Arifin)

Alumni SMP Negeri 3 Kota Malang Angkatan 1985 Gelar Baksos di Desa Srigonco Kabupaten Malang

Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diadakan alumni SMP Negeri 3 Kota Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.(Foto:Istimewa).

MALANG-KEMPALAN: Alumni SMP Negeri 3 Kota Malang Angkatan 1985 menggelar bakti sosial. Kegiatan ini dalam rangka memperingati 40 tahun angkatan 1985. Bakti sosial bertema Berbakti dan Berbagi: Wujudkan Kebersamaan dan Tebarkan Kepedulian ini digelar di Pantai Regent, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu-Minggu, 5-6 Juli 2025.

Sekitar 150 peserta warga Desa Srigonco, terutama dari kalangan lanjut usia (lansia), ikut dalam pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar oleh angkatan yang memiliki sebutan Nawak Sak Lawase (NSL) 85 ini. Mereka juga mendapatkan bantuan sembako usai pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini.

“Kegiatan kami ini juga dalam rangka reuni dan memperingati 40 tahun NSL 85 sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Srigonco. Kami berharap kegiatan bakti sosial ini bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan warga semakin peduli dengan kesehatannya,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Andi Irianto, Minggu, 6 Juli 2025.

Sementara itu, Kepala Desa Srigonco Didit Puji Leksono mengucapkan terima kasih kepada alumni SMP Negeri 3 Kota Malang Angkatan 1985 yang telah memberikan sumbangsih kepada warganya.

“Terima kasih kepada seluruh alumni SMP Negeri 3 Kota Malang Angkatan 1985 yang telah memberikan bantuan. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ungkap kepala desa termuda se-Kabupaten Malang ini dalam sambutannya.

Pria berusia 30 tahun ini mengaku salut dengan kekompakan alumni SMP Negeri 3 Kota Malang Angkatan 1985 dalam mempersiapkan bakti sosial ini sehingga bisa berjalan lancar, meriah, dan sukses. Ia berharap semoga ke depannya kekompakan itu tetap terjaga.

Selain menggelar bakti sosial, juga diadakan senam lansia yang diikuti para peserta pemeriksaan kesehatan. Selain itu, NSL 85 juga memberikan bantuan 20 tong sampah plastik yang nantinya akan ditempatkan di Pantai Regent. Juga diberikan waste bottle tower atau tempat sampah botol-botol plastik di pantai tersebut.

Sebelum menggelar bakti sosial di Desa Srigonco, NSL 85 juga melakukan kunjungan dan memberikan bantuan kepada Panti Jompo Yayasan Kisah Nyata Derita Jeritan Hati (KNDJH) di Jalan Sekarputih No. 55, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sekitar 50 orang alumni SMP Negeri 3 Kota Malang Angkatan 1985 hadir dalam kegiatan bakti sosial ini. Acara ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang yang tengah  KKN di Desa Srigonco. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 5,935 Miliar di Kabupaten Madiun

MADIUN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menekan ketimpangan sosial, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong kewirausahaan lokal.

Kali ini, berbagai bantuan disalurkan langsung oleh Gubernur Khofifah kepada masyarakat Madiun senilai Rp5,935 miliar di Pendopo Kabupaten Madiun, Minggu (6/7).

“Ini sebagai wujud nyata dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan, penguatan ketahanan sosial dan ekonomi bagi masyarakat rentan di beberapa lini,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, penyerahan berbagai bantuan merupakan wujud implementasi Nawa Bhakti Satya pertama, yakni Jatim Sejahtera. Sekaligus mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.

“Upaya tersebut dilakukan melalui perlindungan sosial yang adaptif, pemberdayaan masyarakat dan kemandirian pedesaan dengan pendekatan lintas sektoral spasial berbasis data sosial ekonomi nasional,” ungkapnya.

Khofifah berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan bijak agar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ia mengimbau agar digunakan untuk mencukupi kebutuhan dasar.

“Gunakan bantuan sesuai kebutuhan prioritas, utamanya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap bantuan sosial semakin mempererat komitmen meningkatkan pelayanan sosial. Sama halnya Khofifah, ia menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas pemerintah sehingga Jatim maju dan sejahtera menuju Gerbang Baru Nusantara.

Adapun beberapa bantuan sosial yang diserahkan, yakni Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 110 orang penerima oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Madiun dan Kepala Dinsos Provinsi Jatim berupa uang Rp 900.000 per triwulan dan sembako.

Penyerahan Alat Bantu Mobilitas Lansia dan Penyandang Disabilitas sebanyak 21 penerima diserahkan oleh Gubernur Khofifah kepada Bupati Madiun senilai Rp95.393.000.

Penyerahan bantuan Sosial PKH Plus kepada 1.568 keluarga penerima berupa uang senilai Rp500.000 per triwulan dan sembako. Termasuk bantuan operasional bagi pendamping PKH plus secara simbolis sebanyak 25 orang. Mereka menerima bantuan uang senilai Rp900.000 per triwulan.

Penyerahan bantuan permakanan LKSA kepada tiga penerima. Masing-masing kepada LKSA Al – Mukhlishin senilai Rp109.500.000, LKSA Al – Qoimiyah senilai Rp109.500.000 dan LKSA Al- Karimah senilai Rp91.250.000. selain itu kepada  LKS LU Panti Jompo Wisma Asih senilai Rp155.125.000.

Penyerahan Bantuan Langsung Tunai Buruh Pabrik Rokok kepada 231 orang penerima berupa uang Rp. 1.325.900 per tahun dan sembako.

Penyerahan Bantuan Program Pemberdayaan BUM Desa kepada empat penerima manfaat. Masing-masing 2 penerima  program Desa Berdaya dan 2 penerima Program Jatim Puspa 2 oleh Gubernur Khofifah dan Kepala DPMD Provinsi Jatim. Masing-masing menerima uang Rp. 100.000.000 untuk BUMDESA DESA BERDAYA dan Rp 170.000.000 untuk JATIM PUSPA.

Penyerahan Tali Asih secara simbolis bagi Taruna Siaga Bencana (Tagana) kepada 10 orang penerima berupa uang Rp750.000 / Triwulan. Penyerahan tali asih secara simbolis kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kepada 10 orang penerima berupa uang Rp1.500.000 / Triwulan. Penyerahan zakat produktif kepada 50 pedagang ultra Mikro berupa uang senilai Rp500.000. (Dwi Arifin)

Takut Istri

KEMPALAN : Anekdot ini beberapa kali pernah saya baca. Sudah lama saya mencari dimana letak keunikan dan kekuatannya.

Mari kita baca ulang :

Beberapa tentara diperintahkan untuk berbaris dengan ketentuan barisan yang sebelah kiri untuk tentara yang takut istri, sedangkan yang sebelah kanan untuk yang tidak takut pada istri.

Setelah barisan terbentuk, ternyata hanya ada satu orang yang berada pada sebelah kanan. Sisanya pada barisan kiri semua.

Pimpinan tentara lantas menghampiri yang di kanan. Sambil menepuk pundak personel yang cuma satu ini, lantas berkata, “Ini dia patut dijadikan contoh, seorang calon pemimpin yang tidak takut pada istrinya … selamat … selamat. Sekarang katakan, bagaimana ceritanya kok kamu tidak takut ?”

Tentara tersebut menjawab, “Siap, Ndan ! Saya cuma disuruh istri untuk baris disini …”


Selalu, sekali lagi, selalu, setiap anekdot menempatkan elemen puncak pada akhir cerita. Istilah sekarang : plot twist.

Dan selalu, sekali lagi, selalu, klimaks yang plot twist itu merupakan ending dengan sesuatu yang nyeleneh yang berbeda sikap dengan obyek pada umumnya. Contoh, tentara yang berada pada barisan kanan.

Ketika yang takut istri 99% berada di sebelah kiri dianggap biasa –lantaran ketakutannya pada istri adalah sesuatu yang “umum”– maka menjadi luar biasa ketika seseorang berada di barisan kanan (“yang tidak takut istri”) yang jumlahnya cuma segelintir itu.

Keberanian palsu inilah sesungguhnya kunci black humor tersebut mencuatkan kekuatannya.

Belakangan sering digambarkan di medsos bahwa wanita adalah ras terkuat di bumi. Mungkin secara “undercover” di masyarakat, desas desusnya telah menjadi semacam realita. Tentu, tidak sepenuhnya benar. Setidaknya jika ditinjau dari sisi psikologi. Namanya saja desas desus.

Namun, jika dilihat secara fisik, nyatanya wanita memang lebih kuat dibanding laki-laki.

Studi kepustakaan mencatat, di Indonesia tahun 2023 usia harapan hidup laki-laki 71 tahun, sedangkan wanita 76 tahun.

Kenapa bisa begitu?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor biologis pada perempuan, seperti hormon dan kromosom, dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit tertentu dan berkontribusi pada umur yang lebih panjang.
(Amang Mawardi).

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.