Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 22:54 WIB
Surabaya
--°C

4.172 CPNS dan PPPK Pemprov Jatim Terima SK Pengangkatan, Terbanyak di Indonesia

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa foto selfie bersama CONS dan PPPK usai penyerahan SK pengangkatan di Gedung Graha Unesa, Rabu (16/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan untuk 4.172 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 Pemprov Jatim di Gedung Graha Unesa Surabaya, Rabu (16/7).

Rincinya, SK pengangkatan diserahkan untuk 2.157 CPNS dan 2.015 PPPK Pemprov Jatim. Jumlah ini tercatat sebagai yang terbanyak di Indonesia.

Yang juga spesial dari momen penyerahan SK kali ini, turut dilakukan Manajemen Talent DNA bersama ESQ Corporation yang diikuti oleh seluruh ASN Pemprov Jatim dari berbagai level jabatan. Tercatat 34.457 orang PNS se-Jatim telah melakukan Tes Talent DNA.

Dalam momen tersebut, Gubernur Khofifah secara khusus berpesan kepada ribuan CASN agar bisa menerapkan budaya kerja KIS atau Konsisten, Inovatif, dan Sinergi.

“Sesuai reformasi birokrasi arahan Presiden Prabowo, ASN diharapkan bisa lebih responsif dan melakukan percepatan kebijakan. Untuk itu ASN Pemprov Jatim diharap bisa membangun konsistensi, tumbuhkan inovasi, dan luaskan sinergi,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, Jatim sebagai Center of Gravity dalam pembangunan Indonesia memerlukan pilar-pilar ASN yang mampu membersamai langkah Pemprov Jatim untuk terus menjadi Gerbang Baru Nusantara.

Penerapan dari KIS tersebut disebut Khofifah mampu mendorong potensi kekuatan yang telah dimiliki Jawa Timur. Sebagai provinsi dengan perekonomian tertinggi kedua di Indonesia, konsistensi kinerja ASN dapat dilihat dari tingginya capaian transaksi Misi Dagang antar provinsi yang menjadi tradisi Pemprov Jatim.

“Di NTB dan Balikpapan Misi Dagang kita tembus Rp 1 triliun. Ini bukti bahwa goal getter menjadi penting untuk terus membangun sinergi internal maupun eksternal,” terangnya. 

Di sisi inovasi, Khofifah memastikan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen penuh untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi ASN untuk mengembangkan diri.

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam dan luar negeri, SDM ASN Pemprov Jatim dipastikan harus terus meningkatkan kualiatas dan jaringannya diperluas.

“Kita ada kerja sama dengan pemerintah Singapura berupa beasiswa bagi ASN dan juga beasiswa kerja sama dengan King’s College London di Malang melalui program Digital Future dan Digital Economy,” kata Khofifah.

Kerja sama ini tidak lain merupakan komitmen Pemprov Jatim untuk menyiapkan diri menghadapi target industri manufaktur Indonesia di tahun 2045 sebesar 30%. Dimana Jawa Timur pada tahun 2024 lalu telah mencapai 35%.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, di dalam proses pemenuhan CPNS dan PPPK ada proses mendahului, yaitu identifikasi  Talent DNA yang merupakan inisiasi dari ESQ Corporation dimana lAry Ginanjar sebagai Founder juga hadir langsung bersama tim.

Ia melanjutkan, Manajement Talent DNA merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam rencana pengembangan manajamen talenta dan pola karier untuk PNS di seluruh level jabatan.

Pasalnya, melalui Talent DNA dapat mengidentifikasi potensi dan bakat alami pegawai, membantu individu memahami kekuatan dan kelemahan pegawai, serta memberikan panduan untuk pengembangan diri yang lebih efektif.

“Harapannya akan makin memberikan karakter, dedikasi, dan pengabdian kita termasuk keikhlasan dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

“Selamat bertugas dan menjalankan  mandat sebagai CPNS dan PPPK di Pemprov Jatim. Saudara  bukan hanya CPNS untuk Jawa Timur, saudara  adalah CPNS untuk Indonesia,” tegasnya, mengingatkan.l

Senada dengan Gubernur Khofifah, Founder dan CEO ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian menyatakan optimismenya terhadap kemajuan ASN di lingkungan Pemprov Jatim. Ia bahkan meyakini bahwa di bawah komando Gubernur Khofifah, Jatim mampu menjadi Gudang Talenta di Indonesia.

“Dimana ASN memiliki manajemen talenta sehingga mereka bisa diketahui minat dan bakatnya. Jatim ini yang pertama di Indonesia dan dampaknya bisa meningkat hingga 788 persen,” jelasnya.

“Selamat untuk Ibu Gubernur dan Jatim. Harapannya akan menjadi role model manajemen talenta berbasis AI dengan kecepatan tinggi dalam mencari dan memilih orang-orang terbaiknya,” lanjut Ary Ginanjar.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan Penandatanganan Kick Off Manajemen Talenta berbasis sistem merit oleh Gubernur Khofifah dan Penandatanganan MoU Integrasi data antara BKD Prov. Jatim dan Bank Jatim.

Kaitannya Manajemen Talenta Nasional Kakanreg II BKN Surabaya A. Darmuji mengaku siap untuk mendukung dengan data yang dimiliki. Harapannya dengan komitmen Gubernur Khofifah, maka seluruh Kab/Kota di Jatim akan turut berkomitmen membangun visi misi sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Turut hadir Ketua Komisi A DPRD Prov Jatim Dedi Irwansah, Plt. Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim Akh. Jazuli, jajaran Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim termasuk Kepala BKD Prov. Jatim Indah Wahyuni, serta ribuan CASN di lingkungan Pemprov Jatim. (Dwi Arifin)

Jadi Sopir

KEMPALAN : Pai sudah lama pengangguran. Cari kerja susah sekali. Tubuhnya kurus, dandanannya awut-awutan.

“Aku mbok dicarikan pekerjaan, Cak,” kata Pai kepada Cak Sur, tetangganya. “Jadi apa saja aku mau, yang penting halal…,” lanjut Pai penuh iba.

Cak Sur pun jatuh kasihan. Dia diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Ada sih lowongan sopir. Kebetulan bos perusahaan itu teman saya sekolah dulu. Dicoba saja. Kalau nggak cocok jangan diteruskan,” kata Cak Sur yang lantas menyodorkan alamat temannya yang bos itu.

Sudah seminggu ini Pai menjalani pekerjaannya. Tubuhnya sudah mulai segar. Dandanannya keren.

Pai lantas menelepon Ning Yah, pacarnya.

“Yah, aku sekarang sudah kerja lho, jadi sopir. Kapan-kapan mau nggak jalan-jalan. Bos mengizinkan kendaraan kubawa pulang”.

Ning Yah sueneng mendengar kabar dari Pai itu.

“Besok sore ya, aku kamu jemput pakai mobilmu (maksudnya mobil perusahaan)”.

Pai kelihatan bingung.

Masak cukup Yah diparkir depan rumahmu,” kata Pai.

“Nggak apa-apa, cukup. Santai aja. Itung-itung biar tetangga tahu pacarku bawa mobil” kata Ning Yah sumringah.

Besok sorenya Pai datang. Orang sekampung gempar tidak bisa lewat, ketutup kendaraannya Pai.

Ning Yah keluar menuju kamar tamu mendengar suara hiruk-pikuk. Lantas melihat ke arah depan rumah dari celah korden. Kontan Ning Yah kaget disusul matanya berkaca-kaca.

“Mestinya bilang kalau yang kamu bawa mobil sedot tinja”.

Wajah Pai tampak sedikit bloon, disusul cengar-cengirnya.

“Gimana, Yah. Jadi jalan-jalan ke Suramadu?”

Ning Yah menangis tersedu-sedan.


Apa yang bisa dielaborasi dari kisah anekdot ini?

Ning Yah berharap Pai bawa sedan atau kijang, eh…ternyata yang dibawa pacarnya : truk sedot tinja.

Oleh sebab itu banyak ajaran kebajikan menyatakan, jangan terlalu bersedih jika sedang ditimpa kemalangan. Dan jangan terlalu gembira manakala mendapat kemudahan.

Hanya satu kata yang mesti dijalani jika sedang mengalami peristiwa dari salah satu unsur ini (kemalangan atau kemudahan): bersyukur !

Dengan bersyukur, seseorang diharapkan bisa mengelola keseimbangan jiwanya, dan niscaya hidupnya akan tenteram.

Btw, ada yang bilang bahwa ‘ketenteraman’ tingkatannya sedikit di bawah ‘bahagia’.

Apa definisi bahagia?

Pernah saya baca kalimat Dahlan Iskan pada salah satu artikelnya saat sosok ini menjabat Dirut PLN : bahagia itu adalah saat kita menerima lebih dari yang diharapkan. Misalnya, berharap sejuta rupiah, ternyata yang didapat tiga juta.

Apa betul begitu?

Salah satu sahabat saya seorang karikaturis dari salah satu koran grup Jawa Pos bilang begini, ” Kalau itu sih istilahnya : lego, lega, plong ! Bukan bahagia.

Kosakata ‘bahagia’, katanya, lebih kompleks. Embuh wis, Mas. Karepmu wkwkwk… (saya pun membatin).


Dalam konteks lain, apa Ning Yah termasuk cewek matre? Sebaiknya kita abaikan saja soal itu.

Yang jelas saat ini tatanan masyarakat kita sedang dilanda gelombang hedonisme. Dan ini –barangkali– dampak dari kapitalisme dengan ekspansi pasarnya yang destruktif.

Negara-negara kapitalis terus menggerojokkan segala hasil produksi : dari bola lampu sampai HP canggih, dari pesawat televisi sampai mobil mewah — didukung iklan-iklan yang memuja gengsi.

Maka, tatanan masyarakat makin lama makin terkondisi menjadi budaya gengsi. Gengsi menjadi segala-segalanya. Jatuh gengsi bukan karena menjaga nilai-nilai kehormatan yang bersumber dari harga diri, namun karena tidak bisa menggenggam HP canggih atau nangkring di mobil keluaran mutakhir.

Harga materi lebih tinggi dari harga diri yang dilandasi nilai-nilai moral. Untuk menjaga gengsi, banyak yang melakukan korupsi. Gara-gara jaga gengsi, tidak sedikit orang masuk bui. (Amang Mawardi).

Pesona Telaga Ngebel, Paduan Panorama dan Khasanah Kuliner

PONOROGO-KEMPALAN: Belum puas rasanya berkunjung ke daerah Wisata Ponorogo tanpa mengunjungi wisata air telaga Ngebel di Desa Ngebel Ponorogo. Panorama indah telaga di sore hari dengan sajian sunset serta pemandangan perbukitan yang mengelilingi telaga menambah indahnya Ngebel.

Berkeliling sambil berburu sudut Ngebel yang bagus dipandang membuat Kempalan harus dua kali mengelilingi telaga. Akhirnya ketemulah sudut pandang yang pas yakni diatas kedai apung di kawasan di pinggiran Ngebel.

Disini benar nampak nyaman serta asri di kedai apung ini selain tempatnya indah makanannya juga enak, nasi tiwul ditambah urap serta ikan kakap merah bakar mampu membangkitkan selera makan. Ditambah cuaca mendung kabut mulai turun menambah selera makan meningkat dan membuat siapa saja akan lahap menikmati makanan nasi tiwul khas Ngebel.

Sementara salah satu pengunjung dari Madiun bernama Karyono yang saat itu bersama keluarga merasa nyaman berwisata di kawasan Ngebel ini. “Iya mas meski ini baru pertama kali ke sini saya merasa wisata Ngebel luar biasa,” kata Karyono yang datang ke Ngebel bersama istri dan anak perempuannya dari arah Madiun atau Surabaya.

Begitu belok kiri ke arah Ngebel, jalan agak sedikit rusak kurang lebih 300 meter. Selanjutnya, jalan mulus hingga ke Telaga Ngebel. (Moy)

‎Lautan Tak Lagi Ramah: Perompakan di Tanjung Jabung Bentuk Ancaman Bajak Laut Modern



KEMPALAN: Laut yang semestinya menjadi jalur hidup dan penghidupan kini kembali menampilkan wajah lamanya, suatu kejahatan yang terus berevolusi di laut.

‎Sabtu pagi, 12 Juli 2025, perairan tenggara Tanjung Jabung, Jambi, menjadi saksi benturan antara hukum dan kejahatan laut. Dua kapal kecil bernama KM Aqsha dan KM Aqsha 2 dikejar dan dihentikan oleh TNI AL, tepatnya dari KRI Sutedi Senoputra (SSA-378) dalam sebuah operasi patroli rutin.

‎Peristiwa ini memicu riak di tengah masyarakat, utamanya komunitas nelayan. Karena itu Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) segera klarifikasi.

‎”Saya langsung berkoordinasi dengan Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, untuk memastikan fakta lapangan,” ujar Sumardjono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/7)

‎Sumardjono menegaskan bahwa tindakan aparat bukanlah penindakan terhadap nelayan tradisional melainkan operasi hukum terhadap penjahat yang hendak mencuri batu bara dari tongkang TB Karya Pacific 2229.

‎Ketika itu KM Aqsha dan KM Aqsha 2 melakukan manuver berbahaya saat didekati petugas dan bahkan mencoba menabrak kapal perang. Salah satu anak buah kapal (ABK) bahkan sempat mengarahkan senjata api rakitan ke arah tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) TNI AL. Sebagai tanggapan, aparat melepas tembakan peluru karet yang menyebabkan luka ringan pada tiga ABK.

‎Pemeriksaan lanjutan memperjelas tindak kejahatan mereka. Hasil tes BNN menunjukkan keempat ABK positif mengonsumsi psikotropika jenis sabu dan kapal mereka tidak memiliki dokumen resmi. Ini pola yang sering terjadi di perairan Indonesia, yaitu kejahatan laut yang menyaru sebagai nelayan.

‎“Nelayan sejati adalah kekuatan maritim bangsa. Jangan cemari profesi itu dengan tindakan kriminal,” tegas Sumardjono.

BAJAK LAUT

‎Kisah pembajakan laut tidak lagi seperti cerita petualangan bajak laut Karibia dengan bendera tengkorak. Kini, bajak laut modern beroperasi tanpa romantisme, mereka tidak menyerang kerajaan tetapi merampok muatan batubara, menculik awak kapal dan meminta tebusan uang.

‎Target mereka bukan lagi peti harta karun tetapi kontainer dagangan. Serangan demi serangan dilancarkan terhadap kapal-kapal yang tampak lengah di perairan internasional.

‎Perairan Indonesia, termasuk Selat Malaka dan Selat Karimata sudah lama dianggap wilayah merah, rawan pembajakan. Data dari Statista Research Department mencatat 26 kasus pembajakan kapal di Indonesia pada 2020, menjadikan negara kepulauan ini sebagai hotspot bajak laut modern.

‎Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah pembajakan kapal mewah Australia di perairan Lampung, Mei 2020. Kapal itu diserang saat melintasi Kuala Tadas. Sementara di Selat Singapura, sebanyak 23 kasus tercatat dalam tahun yang sama. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, karenanya menjadi titik target  perompak.

PERSPEKTIF HUKUM

‎Perompakan di laut bukan hanya tindak pidana biasa tetapi juga pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pasal 438 hingga 441 KUHP menegaskan bahwa pembajakan kapal termasuk dalam ranah kejahatan berat, apalagi jika melibatkan kekerasan, senjata juga kerugian ekonominya besar.

‎Dalam perspektif kriminologi, faktor penyebabnya cukup kompleks, diantaranya tekanan ekonomi, minimnya pendidikan, lemahnya penegakan hukum, hingga degradasi moral. Ketika laut tak lagi dianggap sebagai sumber penghidupan lalu dijadikan ladang kriminal yang menggiurkan.

‎Sebagaimana ditegaskan oleh HNSI, nelayan sejati harus menjaga nama baiknya. Mereka adalah tulang punggung ekonomi pesisir dan penjaga batas laut bangsa. Saat segelintir orang menodai profesi ini dengan aksi kejahatan, seluruh komunitas nelayan ikut terdampak stigma dan curiga.

‎Tugas negara bukan hanya menangkap perompak tetapi juga menjaga agar laut menjadi ruang hidup yang adil dan aman.

‎Oleh:
Rokimdakas
‎Wartawan & Penulis
‎Selasa 16 Juli 2025

Seabad Mahathir

KEMPALAN: Mahathir Mohamad berusia seratus tahun, Kamis (10/7). Tidak banyak politisi dunia yang bisa mencapai usia seperti Mahathir. Ia terlihat sehat, tidak pikun, update terhadap isu-isu nasional, regional, dan global serta—ini yang ditakuti lawan-lawan politiknya—tetap mengikuti isu-isu strategis di dalam negeri Malaysia.

Mahathir tidak aktif lagi secara praktis dalam politik, tetapi ia tetap berada dalam pusaran politik nasional, regional, dan internasional. Ia masih aktif memberi komentar politik melalui podcast. Ia berbicara mengenai masalah dalam negeri Malaysia dan juga berkomentar mengenai masalah-masalah mutakhir di Gaza.

Mahathir sangat beruntung menjadi saksi dan pelaku sejarah tiga zaman. Ia mengalami masa pergolakan Perang Dunia II, masa kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika dari penjajahan Eropa, menjadi pelaku aktif dalam masa perang dingin. Ia kemudian masih ‘’menangi’’ masa-masa ketika Amerika menjadi adidaya tunggal. Sekarang Mahathir menjadi saksi sejarah dalam masa transisi paling penting dalam pergeseran kekuatan dunia dari Amerika ke China dan Rusia.

Selama rentang karir politik yang sangat panjang itu Mahathir konsisten mempertahankan brand dan karakter politiknya yang kritis dan independen terhadap kekuatan-kekuatan global. Malaysia adalah negara anggota Persemakmuran atau Commonwealth bekas jajahan Inggris. Tetapi, sikap Mahathir terhadap Inggris selalu kritis dan bahkan antagonistis. Demikian pula terhadap Amerika. Juga terhadap Israel.

Hilang sudah era ketika pemimpin karismatis seperti Sukarno berteriak ‘’Amerika kita setrika, Inggris kita linggis’’. Di Indonesia sudah tidak kita dapati lagi pewaris Bung Karno, kecuali sejumlah politisi yang mengaku sebagai pengikut Sukarno, sekadar jualan brand dan marketing politik.

Justru Mahathir yang berani meneriakkan retorika Sukarno ‘’go to hell with your aids’’. Itu dia lakukan ketika Amerika dan Eropa memaksakan paket bantuan IMF (Dana Moneter Internasional) untuk mengatasi dampak krisis moneter Asia Tenggara, 1998.

Paket privatisasi dan liberalisasi ekonomi yang ditawarkan IMF–sebagai imbalan dari bantuan keuangan untuk mengatasi dampak krisis moneter–ditolak dengan tegas oleh Mahathir. Ia menganggapnya sebagai bentuk neo-imperialisme dan neo-kolonialisme yang harus dilawan.

Mahathir melakukannya seperti Sukarno. Itulah sebabnya Mahathir dijuluki ‘’Little Sukarno’’. Kita sering berang ketika ikon budaya Indonesia didaku oleh Malaysia. Tetapi ketika Sukarno, ikon politik kita didaku, oleh Malaysia tidak pernah terdengar ada yang mempertanyakan.

Krismon 1998 adalah ‘’moment of truth’’, momen pembuktian bagi Indonesia dan Malaysia. Indonesia menerima paket bantuan dari IMF. Presiden Soeharto menandatangani pakta perjanjian di depan bos IMF, Michel Camdessus, yang bersedekap menyaksikan Soeharto bertandatangan sambil menunduk di depannya. Bangsa Indonesia mengingat momen itu sebagai momen kekalahan.

Malaysia berhasil mengatasi krisis dengan sukses tanpa resep IMF. Indonesia yang menelan resep IMF malah kritis dan ambruk. Pak Harto jatuh. Dampak krisis masih terasa sampai bertahun-tahun kemudian, bahkan sampai sekarang.

Pak Harto dan Lee Kuan Yew dari Singapura, dan Mahathir menjadi bagian dari era kebangkitan ASEAN. Tiga negarawan itu menjadi ‘’Three Musketeers’’ yang disegani seluruh dunia. Lee Kuan Yew menjadikan Singapura sebagai negara paling makmur dan sejahtera di dunia. Malaysia menjadi negara berkembang yang independen dan berkarakter di bawah Mahathir. Pak Harto membawa Indonesia menjadi negara yang masuk dalam kelompok ‘’Macan Asia’’.

Ketiga tokoh itu tidak dikenal sebagai kampiun demokrasi. Lee Kuan Yew ialah diktator yang memberangus kebebasan politik oposisi dan memerintah Singapura dengan tangan besi. Dalam waktu bersamaan dia memberi kemakmuran dan kesejahteraan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Pak Harto membawa stabilitas ekonomi dan politik. Membawa kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi. Murah sandang, murah pangan, murah papan. Bersamaan dengan itu Pak Harto memberangus demokrasi.

Mahathir bertangan besi. Ia keras terhadap oposisi, dan tidak kenal ampun terhadap penentangnya. Anwar Ibrahim yang menjadi protégé–kader yang disiapkannya sebagai pengganti–justru berubah menjadi lawan politik bebuyutan. Anwar dikuyo-kuyo sampai masuk penjara.

Gaya politik Mahathir yang keras tanpa ampun terbukti sukses membawanya menjadi perdana menteri selama 22 tahun, rekor perdana menteri paling lama di Malaysia. Anwar yang ulet dan bermental baja sekarang menjadi perdana menteri setelah pengaruh Mahathir memudar.

Mahathir kritis terhadap bangsa Melayu, etnisnya sendiri. Ia menulis buku ‘’The Malay Dilemma’’ (1970). Ia mengritik bangsa Melayu yang malas dan tidak punya mental berjuang. Ia melihat etnis Melayu tidak akan mampu bersaing dengan etnis lainnya seperti China dan India di Malaysia.

Buku itu provokatif dan berbahaya, karena itu dilarang beredar sampai 11 tahun. Ketika kemudian Mahathir menjadi perdana menteri, dia mengimplementasikan konsepnya di buku itu menjadi kebijakan politik dan ekonominya. Mahathir mengeluarkan kebijakan ‘’affirmative action’’ yang banyak memberi privilege kepada etnis Melayu.

Etnis Melayu diberi kemudahan dalam menerima kredit bank. Diberi pendidikan gratis dan beasiswa ke luar negeri. Etnis Melayu diangkat menjadi etnis utama yang lebih superior ketimbang China, India, dan ras Eropa di Malaysia. Kebijakan ini dianggap diskriminatif dan rasis. Mahathir tidak peduli. Hasilnya terlihat nyata. Malaysia menyalip Indonesia, dan bersaing dengan Singapura.

Lee Kuan Yew (1923-2015) pun menerapkan kebijakan yang sama. Ia memberi privilege kepada warga China yang menjadi mayoritas. Ia memberangus demokrasi dan menghilangkan oposisi. Ia menolak demokrasi liberal dan mempraktikkan Asian Value, yang oleh pengritiknya dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia.

Tapi Lee dan Mahathir sama-sama berhasil menyejahterakan negara dan bangsanya. Sampai sekarang pondasi dan legasi yang mereka bangun tetap menjadi landasan pembangunan negara.

Indonesia pasca Soeharto memilih jalan demokrasi liberal. Indonesia menelantarkan demokrasi Pancasila ala Soeharto maupun ‘’Demokrasi Terpimpin’’ versi Sukarno. Hasilnya? Kita ketinggalan jauh dari Malaysia dan Singapura.

Di usianya yang seabad, Mahathir bisa tersenyum melihat masa lalunya. Mungkin ia bertanya: Siapa butuh demokrasi? ()

Dhimam Abror Djuraid

Timnas Indonesia Hadapi Filipina di Hari Pertama SEA V League 2025 di Jakarta 

JAKARTA – KEMPALAN: Usai pelaksanaan SEA V League 2025 leg 1 di Filipina, pekan lalu, turnamen bola voli antarnegara Asean itu kembali akan memasuki leg 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 16-20 Juli 2025 mendatang di GOR Internasional Velodrome  Rawamangun, Jakarta Timur.

Seperti diketahui, lima negara Asia Tenggara sektor putra ini akan terlibat dalam event tahunan ini. Antara lain, Filipina, Thailand, Kamboja. Vietnam, dan tuan rumah Indonesia.

Leg 2 ini merupakan lanjutan dari leg 1 di Filipina lalu. “Sehingga point leg 2 ini nantinya diakumulasi dengan leg 1,” ujar Ketua III Bidang Pertandingan PP. PBVSI, Reginald Nelwan. 

Lebih lanjut Regi mengungkapkan, peringkat satu dan dua pada SEA V League tahun ini akan mengikuti National League tahun depan.

Pada leg 1 di Filipina lalu, timnas Indonesia menempati peringkat kedua di bawah Thailand yang tak terkalahkan pada empat laga. Timnas Indonesia dikalahkan Thailand 1-3.

Di Jakarta Vietnam dan Kamboja akan mengawali laga di GOR Internasional Velodrome Rawamangun pada Rabu (16/7/2025) jam 16.00 WIB. Timnas sendiri akan menghadapi Filipina pada laga kedua di hari pembuka jam 19.00 WIB. 

GOR Internasional Velodrome ini baru pertama kali digunakan untuk bola voli. Menurut Dirut Jakarta Experience Board (JXB), Yunn Bali Mohammad Yusuf, sebagai penyelenggara bekerja sama dengan PP. PBVSI, adanya venue di kawasan Timur Jakarta ini sebagai bentuk memajukan bola voli di Ibukota.

Ditambahkan, penggunaan GOR Velodtome ini untuk memperkenalkan GOR yang baru dibangun. “Tujuan bermain di GOR Velodrome ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat Jakarta,” tutur Yunn Bali.

Seluruh laga di Jakarta ini akan disiarkan secara langsung di Moji TV dan Vidio.

Harga tiket masuk reguler Rp 50.000 dan VIP Rp 150.000.

Jadwal Rabu (16/7/2025):

Jam 16.00 WIB: Vietnam vs Kamboja

Jam 19.00 WIB: Indonesia vs Filipina.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

PBVSI Berkerjasama dengan JXB Gelar SEA V League 2025 di Jakarta

JAKARTA -KEMPALAN: Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) ditunjuk oleh Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) untuk menyelenggarakan SEA V League 2025, pada 16–20 Juli 2025 di Jakarta International Velodrome.

SEA V League merupakan turnamen bola voli bergengsi di kawasan Asia Tenggara, yang diikuti oleh tim nasional bola voli putra dari lima negara: Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Kamboja. Kompetisi ini menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan tim nasional sekaligus mempererat hubungan antarnegara ASEAN melalui olahraga.

Gelaran di Jakarta merupakan leg kedua dari rangkaian SEA V League 2025, setelah sebelumnya leg pertama digelar di Filipina pada 9–13 Juli 2025. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

“Jakarta tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan budaya, tetapi juga pusat pertumbuhan olahraga. Melalui penyelenggaraan SEA V League ini, kami ingin menegaskan kapasitas Jakarta sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional, serta menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat,”

ujar Yunn Bali Mohammad Yusuf, Direktur Utama Jakarta Experience Board (JXB).

Event SEA V League ini menjadi salah satu perwujudan upaya Jakarta sebagai Kota Global. “Selain sebagai upaya menjadi Kota Global, event SEA V League ini juga mempertegas posisi Jakarta sebagai Ibukota ASEAN,” ujar Yunn Bali.

Jakarta Experience Board, lanjut Yunn Bali, sebagai salah satu BUMD Jakarta, siap menjadi promotor dan penyelenggara event-event olahraga dunia. “JXB dan Jakarta siap menggelar event-event olahraga internasional,” tandas Yunn Bali.

Jakarta Experience Board mengajak seluruh masyarakat, khususnya pecinta bola voli, untuk datang langsung dan mendukung Timnas Voli Putra Indonesia di Jakarta Internasional Velodrome. Dukungannya akan menjadi semangat tambahan bagi para atlet yang bertanding membawa nama bangsa.

Pertandingan ini juga terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi tontonan menarik selama libur pertengahan Juli, sekaligus menjadi ajang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda yang berminat di dunia olahraga. Bagi masyarakat yang ingin membeli tiket pertandingan dapat melalui aplikasi  GOERS. (Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Pemutihan PKB Jatim 2025, Penghapus Peluh Driver Ojol dan Kelompok Tak Mampu

Pengemudi ojol antre untuk mendapatkan keringanan PKB di Samsat Manyar, Kamis (16/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Wajah Nurul Aini (47) terlihat sedikit lelah namun tetap ceria. Maklum, dia baru saja menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Jalan Bulak Rukem Timur IE, Kelurahan Bulak, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, menuju kantor Satuan Administrasi Satu Atap (Samsat) Manyar di Jalan Manyar Kertoarjo.

Di Kamis (16/7) pagi, Nurul yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) itu meniatkan diri datang ke Samsat Manyar untuk mendapatkan keringanan pajak kendaraan bermotor. Sebab, pajak kendaraan untuk sepeda motor miliknya telah lewat masa berlakunya. Jikapun diurus, dia akan dikenai denda. Sementara, kondisi ekonominya sedang agak sulit. 

”Soalnya ini bertepatan dengan anak masuk sekolah. Kan kita beli kebutuhan anak untuk sekolah dulu,” ujar Nurul diselingi gelak tawa.

Mengenakan jaket hijau khas penyedia layanan ojol, Nurul yang menekuni profesi sebagai driver ojol sejak 2017 mengaku sebenarnya dia tidak pernah terlambat membayar pajak. Apalagi, setiap tahunnya Pemprov Jatim memberikan keringanan berupa pembayaran PKB sebesar Rp35 ribu khusus untuk para driver ojol.

”Misalkan yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sekian, berapa ratus ribu gitu, kita cukup bayar Rp35 ribu,” kata dia.

Sayangnya, tahun ini Nurul tak bisa membayar PKB tepat waktu. LAkibatnya, PKB motornya mati dan cukup berisiko jika motornya tetap digunakan. Dia pun berharap tahun ini kebijakan tersebut tetap berlaku.

Total ada sekitar 300 driver ojol yang beroperasi di seluruh Surabaya yang memanfaatkan kebijakan Penghapusan Pajak Daerah 2025 hari ini melalui Samsat Manyar. Mereka berasal dari beragam penyedia jasa layanan online, baik itu Gojek, Grab, Shopeefood, maupun Maxim.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerapkan kebijakan Pembebasan Pajak Daerah 2025. Kebijakan yang diterapkan dalam rangka Memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini berlaku serentak di seluruh Jatim mulai 14 Juli hingga 31 Agustus 2025. Melalui program ini, Pemprov Jatim ingin meringankan beban masyarakat Jatim, khususnya mereka dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Lewat kebijakan ini, Pemprov Jatim memberikan sejumlah keringanan seperti pembebasan sanksi administratif keterlambatan pembayaran PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pembebasan PKB progresif, serta pembebasan denda dan pokok tunggakan PKB dan BBNKB tahun 2024 dan tahun sebelumnya.

Khusus untuk pembebasan denda dan pokok tunggakan PKB dan BBNKB, kebijakan ini berlaku khusus untuk beberapa kelompok. Mereka yang bisa mendapatkan fasilitas ini yaitu pemilik kendaraan roda 2 yang tergolong wajib pajak kurang mampu dan masuk data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dengan syarat PKB pokok maksimal sampai Rp500 ribu, roda 2 ojek online, dan roda 3 dengan syarat PKB pokok maksimal sampai dengan Rp500 ribu.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperpanjang keringanan dasar pengenaan PKB dan BBNKB mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2025. Serta menerapkan tambahan kebijakan berupa pengenaan PKB dan BBNKB kendaraan angkutan umum non subsidi disamakan dengan subsidi. Sedangkan besaran PKB dan BBNKB ditetapkan tidak naik.

Nurul pun mengaku mendapatkan informasi terkait program Pemprov Jatim tersebut dari grup komunitas driver ojol di aplikasi perpesanan WhatsApp. Jadilah dia menyempatkan waktu datang ke kantor Samsat Manyar di sela perjalanannya menuju kawasan operasinya di sekitar Gubeng.

”Untuk mereka-mereka yang pajaknya mati, Alhamdulillah ini sangat membantu,” kata Nurul.

Cerita lain datang dari Rifaldi (28). Driver ojol dengan jaket warna oranye ini merasa perlu memanfaatkan kebijakan Pemprov Jatim. Dia sangat berharap PKB untuk motornya bisa kembali aktif. ”Sudah tiga tahun ini mati soalnya,” kata dia.

Rifaldi merupakan warga Kediri, Jawa Timur, yang mengadu nasib di Kota Pahlawan. Sejak 2021 dengan motornya yang masih berpelat AG (kode nomor kendaraan bermotor untuk kawasan Kediri Raya), dia menjalani profesi sebagai driver ojol. Berkeliling surabaya mengambil dan mengantarkan pesanan yang masuk ke gawainya melalui aplikasi berwarna oranye.

Dia pun bercerita mengapa sampai menunggak PKB hingga tiga tahun. Pemicunya, Rifaldi harus menggunakan sebagian pendapatannya dari ojol untuk membantu sang kakak yang sedang terlilit pinjaman di salah satu koperasi simpan pinjam.

”Akhirnya saya tidak bisa bayar pajak,” ucap Rifaldi dengan suara agar bergetar, seperti menahan tangis.

Sehingga dengan begitu senang dengan kebijakan Pemprov Jatim ini. ”Ini sangat membantu saya. Terima kasih, Bu Khofifah,” kata dia.

Koordinator Ojol Surabaya, Mbok Ma, membenarkan kebijakan Penghapusan Pajak Daerah yang diterapkan Pemprov Jatim sangat bermanfaat, khususnya bagi para driver ojol. Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim, terutama kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa atas kebijakan yang dinilai berpihak kepada masyarakat lemah ini.

”Kami sangat bahagia. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa dengan adanya program ini yang sudah berjalan selama 6 tahun ini. Banyak sekali kemudahan yang sudah diberikan Gubernur Khofifah kepada kami, para driver ojol di Jawa Timur,” kata dia.

Mbok Ma pun berharap kebijakan semacam ini tetap berlanjut di tahun-tahun depan. Juga, ada kebijakan lain yang turut membantu para driver ojol.

”Harapannya bisa juga memberikan kepada kami langkah-langkah selanjutnya supaya driver ojol lebih bisa berkembang dan menjadi masyarakat Jatim yang berdaya dan diandalkan,” ucap dia.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur Dr. Bobby Soemiarsono, S.H., M.Si., mengungkapkan, program Penghapusan Pajak Daerah 2025 ini diberikan Gubernur Khofifah kelompok masyarakat yang membutuhkan. Program ini, kata dia, sudah berjalan selama enam tahun.

”Cuma kekhususannya untuk tahun ini untuk masyarakat kurang mampu, dibebaskan pokok dan dendanya untuk tahun 2024 dan sebelumnya, termasuk ojol dan kendaraan roda 3,” terang Bobby.

Tujuan dari kebijakan ini, ungkap Bobby, yaitu memfasilitasi masyarakat yang memiliki keinginan untuk membayar pajak namun terkendala secara ekonomi. Padahal, mereka menggunakan sepeda motor untuk aktivitasnya mencari nafkah.

”Inilah yang dibantu oleh Gubernur, sehingga cukup membayar pajak tahun 2025 saja. 2024 ke belakang, entah itu tiga tahun, dua tahun, atau seperti tadi ada yang sampai 10 tahun kita bebaskan,” kata Bobby.

Lebih lanjut, Bobby berharap kebijakan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih tertib membayar pajak. ”Makin banyak makin bagus, kita makin senang juga karena mereka bisa tertib bayar pajak dan data kita bisa terupdate,” tutup Bobby. (Dwi Arifin)

Siapkan Pemimpin ASN Masa Depan, Pemprov Jatim Perkuat Pemetaan Talent DNA Berbasis AI

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono saat membuka Leadership Update Forum (LUF) Seri 2 Tahun 2025.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemprov Jatim komitmen menyiapkan pemimpin Aparatur Sipil Negara (ASN)  masa depan demi terwujudnya pelayanan publik prima dan kebijakan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat. 

Ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Leadership Update Forum (LUF) Seri 2 Tahun 2025 yang dilaksanakan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Jatim di Surabaya, Selasa (15/7).

Forum yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhy Karyono ini menghadirkan Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian. Hal ini untuk memandu sesi pemetaan DNA Kepemimpinan bagi para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jatim.

Dalam sambutannya, Adhy Karyono menegaskan pentingnya memperkuat kualitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN), terutama pada level pejabat tinggi pratama, guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kita tidak lagi bicara soal pelatihan teknis semata, tetapi bagaimana memahami kekuatan, bakat, motivasi, serta nilai-nilai yang diyakini oleh ASN,” katanya.

Pemetaan talent DNA, kata Adhy, menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap pejabat tinggi pratama menempati posisi yang tepat dan berkembang sesuai potensinya.

“Konsep the right man in the right place hanya bisa tercapai kalau kita tahu talent seseorang. Kalau posisinya sudah sesuai, untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, pasti akan sangat mudah” tegasnya.

Mimpi besar Indonesia Emas 2045, menurutnya, hanya bisa tercapai jika dipimpin oleh sosok yang cakap, berintegritas, dan mampu membaca zaman. 

Karena itu, Jatim sebagai provinsi dengan jumlah ASN terbanyak di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas kepemimpinan birokrasi pada setiap lini.

“Transformasi birokrasi tidak bisa dilepaskan dari penguatan karakter, pelayanan publik berbasis digitalisasi, serta keberlanjutan sistem merit,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adhy menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah menjadikan manajemen talenta sebagai prioritas dalam sistem pengembangan SDM aparatur. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim disebut telah melakukan uji kompetensi bagi seluruh ASN, termasuk pejabat tinggi pratama (eselon II), dengan hasil yang dinilai positif.

Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut amanat UU No. 20 tahun 2023 tentang ASN, yang menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam manajemen ASN, sekaligus bukti komitmen kuat Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem birokrasi berbasis talenta dan karakter.

“Kami ingin memastikan bahwa sistem birokrasi kita tidak hanya adaptif, tetapi juga kompetitif. Untuk itu, penguatan program berbasis Good Governance dan Sustainability akan terus kita dorong,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah menjalin kolaborasi dengan ESQ Leadership Center di sektor pendidikan. Sejak Mei 2025, sekitar 200 guru bimbingan konseling (BK) dari SMA/SMK telah mengikuti Talent DNA Hero untuk menggali potensi siswa dan mempersiapkan mereka memilih jurusan perkuliahan secara tepat.

“Transformasi SDM tidak bisa ditunda. Kita harus membentuk ekosistem birokrasi yang sehat, modern, dan berdaya saing tinggi,” ucapnya

Tandatangani Komitmen Bersama

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim Ramliyanto meyampaikan, kegiatan leadhership forum seri 2 diikuti oleh 216 peserta terdiri dari beberapa pimpinan tinggi Pratama di lingkungan pemprov Jatim serta Sekda se-kabupaten/kota. 

“Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar menerjemahkan arahan Ibu Gubernur Khofifah bahwa para pimpinan birokrasi di Jawa Timur harus terus melakukan update dan update secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan lingkungan strategis,” pungkasnya

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Sekdaprov Jatim dengan jajaran Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim serta Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se Jawa Timur. 

Komitmen bersama tersebut terkait sinergi pengembangan kompetensi ASN sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.