Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 21:10 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah: Unit Usaha KMP Harus Sinergi dengan UKM Setempat

BOJONEGORO-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Ke-78 Provinsi Jawa Timur di Stadion Letjend Soedirman, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/7).

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa peringatan Hari Koperasi bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kembali semangat gerakan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

“Hari Koperasi sejatinya adalah hari gerakan koperasi. Maka, panjenengan semua insan koperasi, hari ini adalah hari penguatan. Terlebih, ini ditambah dengan kebijakan Presiden Prabowo tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan capaian luar biasa Jawa Timur dalam membentuk 8.494 Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di seluruh desa/kelurahan di 38 kabupaten/kota. Proses pembentukan koperasi ini tercatat tercepat dan terbanyak di Indonesia.

“Pokoknya kita semua harus sat set wat wet melaksanakan amanat mandat dari Presiden bahwa KMP diharapkan membawa Indonesia yang makin berkemajuan, berkeadilan dan berkemakmuran,” katanya.

“Saya sampaikan kepada Pak Menteri, di Jatim tidak ada tanggal merah bagi Ikatan Notaris dan Kanwil Kemenkum. Semua tanggal adalah tanggal hitam, bekerja terus. Maka status badan hukum koperasi kita rampung 100 persen paling cepat,” imbuhnya.

Karena itu, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada para Bupati / Wali Kota dan seluruh insan gerakan koperasi yang hadir termasuk Kepala Desa, Lurah se Bojonegoro.

Selain itu, Khofifah membeberkan, Bojonegoro dipilih sebagai pilot project nasional pengembangan koperasi karena keberhasilannya dalam membangun koperasi yang berkembang sehingga mampu mendirikan  korporasi dan holding koperasi. Ia mencontohkan Koperasi Kareb yang sudah memiliki MPS  dan BMT NU Ngasem Group yang telah menjalankan skema holding koperasi.

“Kenapa kita di Bojonegoro, karena disini koperasinya luar biasa. Jadi kalau ada pabrik punya koperasi itu biasa, disini koperasi punya pabrik. Koperasi punya korporasi,” jelasnya.

“Ini menjadi role model bagaimana koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang kontribusinya bisa lebih siginifikan. Kedua, di Bojonegoro ada holding koperasi, jadi koperasi terkonsolidasikan menjadi holding koperasi, koperasi Ngasem,” tambahnya.

Khofifah berharap, pendekatan koperasi menjadi  holding seperti di Bojonegoro bisa menjadi inspirasi daerah lain. Sehingga perlu komitmen bersama melakukan transformasi koperasi sehingga mampu mendirikan  korporasi serta menjadi holding. Sebab menurutnya, ketika menjadi _holding_ pasti akan lebih efisien.

“Kalau sudah menjadi holding, sinergi kolaborasinya bisa lebih mudah. Maka sesungguhnya ketika melakukan harkop disini, plan of action-nya yang penting,” ungkapnya.

“Seluruh yang hadir mudah-mudahan bisa menjadikan referensi bahwa koperasi yang ada diseyogyakan berikhtiar memiliki korporasi. Belajarnya ke mana, di Bojonegoro. Di koperasi apa, koperasi Kareb,” terangnya menambahkan.

Khofifah optimistis bahwa koperasi di Jawa Timur bisa dikelola optimal seperti di Bojonegoro. Karena saat ini telah menunjukkan kiprah luar biasa mulai dari sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga jasa keuangan.

“Koperasi telah membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan anggota, dan menggerakkan roda perekonomian lokal,” sebutnya.

“Bahkan hingga saat ini, Jawa Timur memiliki koperasi aktif sebanyak 29.508 dengan anggota sebanyak 5,2 juta orang dan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Jawa Timur,” sambungnya.

Khofifah menyebut, jati diri koperasi sejatinya adalah model badan usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kesejahteraan bersama dan ketahanan masyarakat.

“Di Jawa Timur, ada beberapa koperasi sudah mengarah kesana. Sebagai contoh di Bojonegoro, saat ini ada 2 koperasi yang sudah berbasis korporasi yaitu Koperasi Kareb dengan usaha Industri Kretek dan juga BMT NU Ngasem Group,” terangnya.

Sedangkan mengenai Koperasi Merah Putih, Khofifah menambahkan, terdapat 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang baru dibentuk dan akan diluncurkan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli mendatang.

“Alhamdulillah tahapan pembentukan koperasi sudah selesai 100 persen. Tahap berikutnya adalah pengembangan baik di sisi SDM, kelembagaan dan usahanya. Maka mari kita kawal bersama dengan kolaborasi dan kemitraan semua pihak,” jelasnya.

Senada dengan Khofifah, Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi mengungkapkan peringatan Hari Koperasi ke-78 adalah momentum merefleksikan semangat dan cita-cita para pendahulu.

Program koperasi adalah semangat dan cita-cita negara ini didirikan. Tujuannya adalah adil dan makmur sehingga bisa memberi manfaat kepada masyarakat.

“Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih insya Allah bisa terwujud akhir tahun ini. Jawa Timur lebih cepat, harus jadi _pilot project_ dan contoh bagi daerah lainnya. Tahun ini adalah kebangkitan koperasi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim karena peringatan hari koperasi ke-78 bisa diselenggarakan di Bojonegoro.

“Terima kasih Bojonegoro dipercaya menjadi tempat peringatan hari koperasi ke-78 di Jatim. Ini sebuah kebanggaan tersendiri,” sebut Setyo.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya ingin membangun kekuatan dan kemandirian ekonomi lewat koperasi. Saat ini di Bojonegoro ada 1216 koperasi aktif dan 430 Koperasi Merah Putih yang akan memperkuat ekonomi kerakyatan dari akar rumput yang paling bawah,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga diramaikan penampilan tarian selamat datang Tari Api Kayangan Merah Putih dengan jumlah 2.025 penari serta penampilan Cak Sodiq. Dilanjutkan Gubernur Khofifah menerima Rekor MURI atas rekor penyelenggara pendukung pagelaran Tari Api Kayangan Merah Putih oleh penari terbanyak 2.025 penari.

Selain itu, Bupati Bojonegoro juga mendapatkan penghargaan rekor MURI atas rekor pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Api Kayangan Merah Putih oleh penari terbanyak 2.025 penari.

Gubernur juga menyerahkan penghargaan Tokoh Koperasi sebanyak 29 orang didampingi Kepala Diskop Prov. Jatim.

Turut hadir dalam acara ini, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Wakil Ketua IV DPRD Jatim Sri Wahyuni, Kepala Perangkat Daerah dan Forkopimda Jatim. (Dwi Arifin)

Menandai Usia ke-66, Kris Maryono Tebitkan Buku Kumpulan Puisi dan Drawing

KEMPALAN : Kris Maryono jurnalis yang pegiat literasi, menandai ulang tahunnya ke-66, meluncurkan buku tunggal karyanya yang berisi 66 puisi dan 66 drawing, berjudul : Rona-Rona Kehidupan.

Peluncuran buku ini diselenggarakan di Sanggar Alang-Alang Jl. Gunungsari 24 Surabaya, markas sanggar anak-anak jalanan tersebut, pada 17 Juli sore lalu.

Selain dihadiri sekitar 35 anak jalanan yang berseragam kaos sanggar tersebut, hadir pula pembina Sanggar Alang-Alang Didit HaPe, pegiat sosial dr. Sundari, jurnalis dan penulis buku Ita Nasyiah, pemimpin redaksi majalah Jayabaya Widodo Basuki, penyair Denting Kemuning, videografer Anto, juga hadir Arif Wong pelukis anggota Komperta (Komunitas Perupa Delta Sidoarjo).

Buku kumpulan tunggal puisi dan drawing setebal 118 halaman ini, selain diberi pengantar oleh komedian Djadi Galajapo dan jurnalis yang penyair Amang Mawardi, juga diisi oleh testimoni : J. Subekti, Ketua Yayasan Pendidikan 17 Agustus (YPTA); sastrawati Zoya Herawati; budayawan Henri Nurcahyo, serta duo founder Swayanaka Prof. dr. Noerwati dan dokter Sundari.

Salah satu yang menarik dari buku ini adalah (sebagian) dari baris-baris puisi : Doa Ibu II

jalan panjang jasa ibu
berbasah peluh, tanpa keluh

Kris Maryono adalah pembina dan koordinator banyak komunitas seni dan literasi.

Sosok ini dikenal kreatif dan produktif. Salah satu komunitas yang Kris Maryono adalah ketuanya adalah Warumas (Wartawan Usia Emas) yang telah menerbitkan 7 buku antologi puisi. (AM).

Gubernur Khofifah Komitmen Wujudkan MPLS Ramah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Sebanyak 530.000 murid baru SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta di Jawa Timur telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak, Senin (14/7) lalu.

Secara khusus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak berkomitmen memanfaatkan MPLS tahun ini untuk pembentukan karakter unggul dengan pendekatan Ramah Anak, Edukatif, Inklusif, Partisipatif, dan Adaptif (RAMAH).

Ia kemudian menjelaskan konsep RAMAH dalam MPLS kali ini. Yang pertama adalah Ramah. Dimana nilai ini ditujukan untuk pembentukan karakter yang menjaga nilai-nilai toleransi, menghargai, saling menolong, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar.

“Jadilah siswa yang Ramah, jalin persahabatan dengan teman-teman baru, hormati guru-guru kalian, dan sayangi lingkungan sekolah,” kata Khofifah, Jumat (18/7).

Kemudian Edukatif bermakna MPLS ini didesain untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi siswa. Para siswa diharapkan mempelajari segala hal dengan antusias, manfaatkan setiap sesi untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami lingkungan baru. Inklusif artinya semua siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

“Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi. Kita semua adalah satu keluarga besar pelajar Jawa Timur, Mari kita jaga semangat kebersamaan ini.” ajaknya.

Lalu Partisipatif berarti siswa adalah subjek, bukan objek, sehingga para siswa diharapkan bersikap aktif dalam setiap kegiatan dan memberikan ide-ide terbaik kalian.

Sedangkan Adaptif memiliki arti MPLS menunjukkan adaptasi kita terhadap perubahan, dengan melibatkan peserta daring dari berbagai daerah.

“Bergabunglah dengan ekstrakurikuler yang sesuai minat dan bakat kalian. Jadilah bagian aktif dari sekolah ini. Cara belajar yang yang terus berubah menuntut semua untuk beradaptasi termasuk para siswa,” jelasnya.

“Ini adalah bukti bahwa pendidikan di Jawa Timur terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Pada hari pertama MPLS, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh ribuan murid, kepala sekolah, dan pemerintah provinsi untuk melawan judi online (Judol), pinjaman online ilegal (Pinjol), bullying, hingga narkoba.

“Kami ingin melindungi anak-anak kita dari ancaman era digital. Kampanye anti judol dan pinjol ini sangat penting karena anak-anak sangat dekat dengan gawai. Sekolah harus menjadi benteng utama nilai moral dan karakter,” tegas Khofifah.

Dalam rangkaian kegiatan MPLS tersebut, para siswa turut menampilkan poster-poster edukatif bertema Anti Judi Online, Anti Pinjaman Online Ilegal, serta Anti Perundungan.

Gubernur Khofifah menyebut upaya tersebut merupakan langkah awal dalam menjalankan MPLS Ramah, sesuai yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan ini menjadi langkah awal, pelaksanaan MPLS digelar serentak agar seluruh murid baru di Jawa Timur khususnya SMA, SMK dan SLB memahami, mengetahui dan mengikuti prosedur dalam pelaksanaan MPLS Ramah yang ditetapkan Kemendikdasmen.

“Salah satunya adalah di dalam MPLS Ramah itu menekankan tanpa ada perpeloncohan, anti perundungan, anti judi online, ketiga tentu diharapkan kita mensosialisasikan anti judul dan anti pinjol di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pentingnya kampanye ini, lanjut Khofifah, karena saat ini para murid sangat dekat dengan gadget. Apalagi perkembangan teknologi yang kian pesat, akan memberikan arus informasi yang mungkin bisa menjadi miss pemahaman di lingkungan mereka. Dengan edukasi ini mereka bisa memilah informasi atau tindakan agar tidak terjerumus ke pinjol dan judol, serta narkoba.

“Sehingga nanti kita harapkan mereka tidak  terjerat pinjol dan tidak terjerat judi online. Karena itu kita harapkan ini bisa disosialisakan dengan baik,” tegasnya.

Dalam MPLS Ramah ini, pelaksanaan dilakukan selama 5 hari. Selama MPLS mereka akan mengenal lebih dekat bagaimana lingkungan sekolah, kurikulum yang akan digunakan, aktifitas sekolah yang meliputi kegiatan ekstrakurikuler baik yang sifatnya akademik maupun non akademik serta gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat.

“Ini yang kita harapkan nanti supaya betul-betul anak-anak kita bisa segera beradaptasi dengan lingkungannya di minggu berikutnya,” ujar Khofifah.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta se-Jawa Timur tahun 2025 menorehkan sejarah dengan memecahkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan MPLS tersebut memecahkan rekor antara lain Senam Anak Indonesia Hebat Serentak oleh 530.000 murid dan guru se-Jawa Timur dan Inisiasi pemberian beasiswa dan pembiayaan pendidikan kepada murid SMA/SMK swasta terbanyak, yakni 72.841 murid.

Penyerahan piagam penghargaan dilakukan oleh Customer Relation Manager MURI kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Inspektorat Provinsi Jatim Hendro Gunawan, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai dan Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo, bertempat di SMA Hangtuah 1 Surabaya, saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi luar biasa seluruh ekosistem pendidikan di Jawa Timur, termasuk sekolah swasta dan para orang tua.

“Capaian ini adalah wujud komitmen kita bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, sehat, dan berkarakter. Semangat ini harus terus dijaga agar sekolah menjadi ruang tumbuh yang aman dan inspiratif,” ujar Khofifah, Jumat (18/7).

Untuk pelaksanaan MPLS tersebut, senam massal di sekolah melibatkan 530.000 siswa dan guru dari SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak baik daring maupun luring, sebagai bentuk kampanye hidup sehat di lingkungan pendidikan.

Sementara penghargaan kedua, rekor MURI diraih atas keberhasilan Jawa Timur dalam menyalurkan beasiswa pendidikan yang merupakan hasil dari kerjasama kolaboratif antara Pemprov Jatim dan berbagai sekolah swasta di seluruh kabupaten/kota. Yaitu sebanyak 72.841 siswa SMA dan SMK swasta di berbagai kabupaten/kota.

Menurutnya, keterlibatan aktif sekolah swasta dalam mendukung program beasiswa menandai adanya kemitraan strategis antara pemerintah dan institusi pendidikan non-negeri, yang sangat penting untuk mewujudkan pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju kemajuan peradaban. Maka seluruh instrumen pendidikan, baik negeri maupun swasta, harus kita rangkul dan dukung bersama,” katanya.

“Karena di pundak para pelajarlah masa depan bangsa dititipkan. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini akan membentuk arah besar Indonesia ke depan,” imbuh Khofifah.

Gubernur Khofifah berharap raihan dua rekor MURI ini menjadi momentum penguatan pendidikan karakter di Jawa Timur, sekaligus inspirasi nasional dalam membentuk generasi emas Indonesia yang unggul, sehat, dan bermartabat.

“Semoga prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat seluruh sekolah di Jatim untuk terus berinovasi, serta memperkuat sinergi pendidikan dengan nilai karakter, kesehatan, dan kepedulian sosial,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyebut pengenalan pada Kurikulum Nasional selama MPLS akan mempermudah murid memahami potensi dan minat mereka dalam mendalami peminatan. Seperti IPA, IPS ataupun Bahasa akan terkoneksi. Sehingga potensi mereka untuk bisa menyesuaikan di pendidikan lebih baik.

Apalagi di tahun ini sudah diterapkan tes kompetensi akademik (TKA) pada bulan November mendatang. TKA ini akan memberikan kesempatan bagi murid dalam berkompetisi di bidang ilmu akademik dan ilmu lain. Meski bukan menjadi penentu dalam kelulusan.

Usai upacara pembukaan MPLS, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mengajak seluruh murid baru baik yang mengikuti upacara pembukaan di SMA 1 Hang Tuah Surabaya maupun di satuan pendidikan masing-masing untuk menjalankan Senam Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini rencananya akan menjadi aktifitas rutin para murid sebelum pembelajaran di mulai. Dengan begitu para murid tidak merasa kantuk dalam ruang kelas dan lebih aktif di dalam kelasnya.

“Karena Pak Menteri ingin setiap aktivitas senam sebelum mereka melakukan pembelajaran, Nah ini dilaksanakan senam bersama sebagai bentuk awal untuk kegiatan rutin sebelum belajar. Aktifitas ini akan menyehatkan murid, membuat segar pikiran dan semangat mereka sebelum melalui pembelajaran dikelas,” ungkap Aries.

Terkait bullying, Aries menegaskan selama MPLS berjalan guru tidak boleh ada di dalam ruang guru. Mereka wajib mendampingi dan memantau jalannya MPLS. Ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung yang dilakukan oleh guru untuk mencegah bullying

“Kalau dulu aktivitas banyak yang di koordinir oleh senior-seniornya. Nah ini tidak, kita minta guru ikut mendampingi,” tegas Aries.

Jika aksi bullying masih ditemukan, lanjut Aries, pihaknya berharap ada sanksi tertentu sebagai konsekuensi yang merugikan. Sanksi itu akan dilihat berdasarkan tingkat tindak kekerasan atau tingkatan bulliying.

“Kita berharap tidak terjadi, tapi kalau terjadi maka tentu kita minta sekolah melakukan pembinaan-pembinaan. Ya maka sebab itu pengawasan ketat harus dilakukan, tidak bisa tidak. Kita bismillah (tindak bulliying tidak terjadi), karena sekolah kita kan banyak, kalau kita hitung negeri dan swasta hampir 4.000 lebih di sekolah di Jawa Timur ini. Tentu kita berharap bahwa pengawasan itu dilakukan secara ketat. Tapi kita berharap ini bisa zero di tahun ini,” pungkas Aries.

Sebagai informasi, di isela upacara MPLS saat itu dilakukan pemberian seragam serentak diseluruh satuan pendidikan kepada murid program Afirmasi dari Gubernur Jawa Timur dan orang tua asuh yang berasal dari Guru.

Pada kesempatan ini pula diserahkan secara simbolis Pemberian Bantuan Pendidikan Program orangtua asuh dimana kegiatan ini telah dilakukan sejak 2 tahun terakhir dilingkungan Dindik Jatim untuk mengakomodir murid dari Program Afirmasi atau murid dari keluarga kurang mampu agar memperoleh hak pendidikan yang sama dan berkualitas dengan pembiayaan dari orangtua asuh.

Dalam upacara pembukaan MPLS Ramah di Jawa Timur, juga diresmikan program unggulan Dindik Jatim melalui bidang SMA yakni School Food Care. Program untuk mendukung pertahanan nasional gagasan Presiden Prabowo ini diharapkan mampu membentuk murid sehat, berkarakter dan berprestasi. Di samping itu, melalui program ini, murid dapat belajar melalui laboratorium alam sesuai dengan mata pelajaran seperti Biologi. (Dwi Arifin)

Fantastis! Akuatik Sumbang 26 Medali Untuk Kontingen Sidoarjo di Porprov IX Jatim 

SIDOARJO-KEMPALAN: Cabang olahraga Akuatik menjadi cabang olahraga terbanyak penyumbang poin bagi kontingen Sidoarjo di Porprov IX Jatim Malang Raya 28 Juni-05 Juli 2025.

Seperti di ketahui dalam Porprov IX Jatim di Malang Raya 28 Juni hingga 05 Juli tersebut kontingen Sidoarjo hanya memperoleh 87 medali emas, 86 medali perak dan 116 perunggu dengan total poin 636.

Cabang olahraga Akuatik yang meliputi lima disiplin olahraga yakni, renang kolam, renang artistik, renang OWS, loncat indah dan polo air menyumbang 53 poin atau 26 medali yakni 5 medali emas, 12 medali perak dan 9 medali perunggu.

Suyanto salah satu pelatih dan official akuatik Sidoarjo mengatakan, capaian yang di sumbangkan akuatik untuk kontingen Sidoarjo ini sudah cukup bagus dan melebihi target awal. Sebab cabor akuatik ini persaingan cukup ketat. Bahkan hampir setiap daerah mempunyai kemampuan merata.

” Hasil cabor akuatik di Porprov IX Jatim ini sudah sangat bagus. Sebab dari 38 kota/Kabupaten mempunyai atlet yang bagus-bagus sehingga untuk mendapatkan medali sangat sulit di prediksi dan tebak,” ucap Suyanto kepada kempalan (16/07).

Lebih lanjut pria bertubuh tambun ini menjelaskan, sulitnya mendulang medali karena pembinaan di daerah daerah sudah cukup maju. Rata-rata setiap daerah sekarang ini mempunyai sarana dan prasarana yang memadai sehingga mereka bisa mengembangkan cabor akuatik ini.

” Saat ini cabor akuatik sudah berkembang pesat di daerah- daerah, sehingga menjadikan persaingan merebut medali sangat sengit dan sulit,” ucap Ando pembina klub renang Sidoarjo Akuatik Klub.

Kedepan menurut Ando sapaan akrab Suyanto, persiapan menghadapi kejurprov maupun Porprov X Jatim di Surabaya harus lebih serius dan lebih keras lagi. Jika tidak akan sulit mendulang medal.( Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Pakai Nomor 10 Barca, Yamal Tidak Takut Bayang-Bayang Messi

BARCELONA-KEMPALAN: Lamine Yamal akan dihadapkan dengan tugas berat dalam musim 2025–2026 nanti. Bukan hanya tugas untuk mencetak banyk gol bagi FC Barcelona. Lebih dari itu, Yamal juga harus melepas ekspektasi besar dari nomor punggung 10.

Yamal kemarin WIB (17/7) resmi berganti nomor punggung, dari nomor punggung 19 ke nomor punggung 10. Pergantian nomor punggung itu seiring dengan perpanjangan kontraknya yang baru akan berakhir pada musim panas 2031 mendatang.

Seperti diketahui, nomor punggung 10 termasuk nomor yang sakral di Barca. Hanya sosok-sosok hebat yang mengenakan nomor punggung itu sepanjang sejarah La Blaugrana (julukan Barca). Sejak kepergian kapten Barca Lionel Messi pada musim panas 2021, beban nomor punggung 10 gagal diatasi oleh Ansu Fati.

Berbicara kepada laman Barca One Yamal mengaku bahwa memakai nomor punggung 10 sudah jadi impian masa kecilnya.             Terlebih keterkaitannya dengan La Pulga (julukan Messi).

BACA JUGA: Melihat Trio Yamal-Lewy-Raphina, Seperti Trio Messi-Suarez-Neymar

Seperti diketahui, Messi sudah mengenal Yamal sejak masih bayi. Termasuk dengan foto-foto Messi memandikan Yamal sudah beredar di lini masa dua tahun terakhir ini.

Meski begitu, Yamal konfiden bisa lepas dari bayang-bayang Messi. ’’Aku akan terus menikmati permainanku. Aku tidak akan tertekan (dengan jersi nomor punggung 10). Aku bisa terus menikmati permainanku dengan nomor punggung yang berbeda,’’ koar Yamal.

Menurutnya, peruntungan nomor 10 tetap terbuka. ’’Messi telah meraih kesuksesannya, aku akan meraih kesuksesanku, dan nomor itu aku dapatkan dari Ansu. Jadi, aku berharap aku dapat membahagiakan semua cules,’’ tegas Yamal. (YMP)

Pemkot Surabaya Kenalkan 9 Inovasi Kategori Perhubungan di Inovboyo

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi pelopor revolusi transportasi yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui program Inovasi Suroboyo (Inovboyo) kategori perhubungan. Sebanyak 9 terobosan telah diluncurkan dari total 324 inovasi yang diajukan oleh seluruh Perangkat Daerah (PD), DPRD, RSUD, kecamatan, dan kelurahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapendalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menggungkapkan, inovasi transportasi di Kota Pahlawan sudah dimulai sejak 2018. Suroboyo Bus telah menjadi fenomena global dengan sistem pembayaran revolusioner menggunakan sampah plastik.

Dengan skema 5 botol plastik setara satu tiket bus, inovasi ini tidak hanya berhasil mengurangi sampah plastik di kota, tetapi juga membuat transportasi umum lebih terjangkau. Hasilnya, jumlah penumpang melonjak 3,37 kali lipat dari 513.142 orang (2018) menjadi 1.729.758 orang (2023).

Selain itu, di balik kemudahan berlalu lintas Surabaya, terdapat 238 mata elektronik yang terus memantau kondisi jalan 24/7. Sistem SITS dengan 180 sensor kamera traffic mampu mengatur lampu lalu lintas secara adaptif.

Artinya, lampu merah-hijau menyesuaikan dengan kepadatan kendaraan secara real-time. Dampaknya sangat signifikan, waktu tempuh berkurang rata-rata 15-20 persen konsumsi bahan bakar hemat hingga 12 persen, dan tingkat stres pengendara menurun drastis.

“Kami juga mengembangkan sistem kendali bus Priority untuk efisiensi berkendara, semakin mengoptimalkan mobilitas di Kota Surabaya,” kata Irvan, Kamis (17/7).

Irvan mengatakan bahwa Kota Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan E-Tilang sejak 2017. Dengan 53 kamera ETLE dan 5 unit mobile, sistem ini mampu menangkap 200-300 pelanggaran per hari secara otomatis.

Dalam hal menerapan tranportasi inklusif Pemkot Surabaya merangkul semua masyarakat. Termasuk mereka penyandang disabilitas. Irvan menyebut bahwa ada beberapa aplikasi yang dibuat khusus untuk difabel. Di antaranya inovasi PAGODA (Pengembangan Aplikasi Go-Bis untuk Pengguna Difabel) memungkinkan tunanetra menggunakan transportasi umum dengan mudah.

“Adapula aplikasi Go-BIS ini dilengkapi fitur suara yang menginformasikan posisi bus real-time dan memungkinkan pembelian tiket,” imbuhnya.

Tak hanya itu. Fasilitas ramah difabel terintegrasi di seluruh moda transportasi umum. Didukung oleh halte ramah difabel dengan ramp, guiding block, dan railing khusus, serta papan informasi Braille di dalam bus dan halte. Bahkan, papan petunjuk arah rute disertai huruf Braille turut membantu warga inklusi.

“Banyak testimoni yang menyebutkan bahwa para penyandang difabel untuk pertama kalinya, bisa bepergian sendiri tanpa bergantung pada orang lain,” kata Irvan.

Dinas Perhubungan Surabaya juga menghadirkan SIGAP (Sistem Informasi Gate Parkir) untuk meningkatkan efisiensi pencarian tempat parkir. Sistem ini mengubah pengalaman parkir di 54 lokasi Tempat Khusus Parkir (TKP) dan 1.438 titik parkir tepi jalan. “Melalui aplikasi mobile, pengguna bisa mengecek ketersediaan slot parkir real-time, membayar digital melalui QRIS, dan mendukung sistem manajemen parkir yang transparan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” papar Irvan.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memanfaatkan area bawah jalan tol melalui program GETOL (GEsang Nisor Tol) di Kecamatan Jambangan, mengoptimalkan ruang publik untuk kebutuhan transportasi dan aktivitas masyarakat.

Irvan menambahkan, inovasi-inovasi perhubungan Kota Surabaya telah mendapat pengakuan internasional, seperti UN-Habitat Award untuk transportasi berkelanjutan, ASEAN Smart Cities Network sebagai best practice, dan Sustainable Transport Award dari ITDP.

“Surabaya hari ini adalah bukti nyata bahwa transformasi kota melalui transportasi cerdas, inklusif, dan berkelanjutan bukanlah utopia. Kami terus berinovasi untuk memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari,” ungkap Irvan.

Menurut Irvan, Kota Surabaya telah membuktikan bahwa inovasi transportasi bukan hanya tentang teknologi canggih, tetapi tentang memahami kebutuhan masyarakat yang beragam. Dari sistem pembayaran dengan sampah plastik hingga fasilitas ramah difabel, setiap inovasi dirancang menyusuaikan peraturan.

“Tidak ada yang tertinggal. Kota Surabaya tidak hanya menjadi pionir, tetapi juga menunjukkan bahwa transportasi cerdas, inklusif, dan berkelanjutan adalah realitas yang bisa dicapai dengan komitmen dan inovasi yang tepat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Inovboyo 2025 Surabaya: Laboratorium Kreativitas, Budaya, dan Kepemudaan di Era Digital

SURABAYA-KEMPALAN: Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025 menandai era baru bagi Kota Surabaya. Inisiatif ini menyatukan teknologi dan inovasi dengan kearifan lokal untuk membangun ekosistem budaya dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Transformasi digital ini tak hanya memperkaya budaya kota, tetapi juga memberdayakan generasi muda Surabaya sebagai agen perubahan. Program ini mencakup 4 inovasi kepemudaan dan 16 inovasi budaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyampaikan, Inovboyo 2025 bertujuan menjadikan Surabaya sebagai barometer inovasi di Indonesia. Inisiatif ini berupaya membuka kesempatan luas bagi ide-ide kreatif yang memberikan manfaat nyata.

“Perhatian besar dalam kategori masyarakat umum diberikan pada Inovasi Sosial Budaya dan Kependudukan, serta kategori baru Inovasi Young Inventor. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mendorong partisipasi aktif pemuda sekaligus melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya melalui sentuhan inovasi,” kata Irvan, Kamis (17/7).

Irvan menjelaskan bahwa saat ini Kota Pahlawan membuktikan bahwa revolusi seni dapat dimulai dari inisiatif Rumah Kreatif yang berlokasi di Balai Pemuda.

Acara ini menghadirkan lebih dari 120 seniman Indonesia lintas medium dengan tema Material Ways atau Jalan Ragam Materi, menggabungkan atmosfer artists fair yang dinamis dengan kedalaman konsep ala biennale.

Lebih dari itu, Rumah Kreatif juga menjadi benteng pelestarian budaya lokal, menghidupkan kembali seni tradisional seperti ludruk, karawitan, dan tari Jawa, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di tingkat rumah tangga dan kampung. Inovasi ini tidak berhenti di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya juga mengembangkan 24 Kampung Kreatif.

“Dengan 13 kelas seni yang beragam, mulai dari sastra, modern dance, tari remo, vokal, seni lukis, karawitan, perkusi, hingga pelatihan MC berbahasa Jawa, program ini berhasil mendemokratisasi seni, memberikan akses gratis bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengembangkan bakat mereka,” jelasnya.

Tak hanya itu. Sebagai wujud nyata komitmen Surabaya terhadap seni kontemporer, ARTSUBS 2025 akan diselenggarakan pada 2 Agustus hingga 7 September 2025 di Balai Pemuda. Acara ini menghadirkan lebih dari 120 seniman Indonesia lintas medium dengan tema Material Ways atau Jalan Ragam Materi, menggabungkan atmosfer artists fair yang dinamis dengan kedalaman konsep ala biennale.

“ARTSUBS 2025 bukan hanya pameran seni biasa. Ini adalah platform strategis untuk branding kota, menempatkan Surabaya sebagai pusat kontemporer Indonesia.
Selain itu, event ini diharapkan dapat menarik wisatawan dan investor ke sektor seni, sekaligus menjadi platform vital bagi pengembangan talenta seniman muda untuk berkembang dan dikenal luas,” terangnya.

Selain itu, Irvan memaparkan bahwa Pemkot Surabaya memiliki Kampung Tematik sebagai magnet ekonomi kreatif. Sebab, saat  ini Surabaya telah berevolusi menjadi laboratorium kreativitas terbesar di Indonesia, dengan 44 Kampung Tematik yang tersebar di seluruh kota.

Setiap kampung tematik memiliki cerita unik yang mencerminkan identitas lokal yang kuat, mengubahnya menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang mengedepankan keunggulan, pariwisata, dan ekologi.

Terdapat tiga kategori kampung tematik yang merefleksikan kekayaan potensi lokal. Pertama, 21 Kampung Unggulan yang menonjolkan kelebihan khusus dalam bidang ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan, dan lingkungan, seperti Kampung Semanggi, Kampung Kue, dan Kampung Lontong.

“Kedua, 17 Kampung Wisata yang menawarkan pengalaman autentik melalui kerajinan lokal, kuliner khas, dan budaya tradisional. Contohnya Wethan Wonderland dengan konsep akulturasi budaya lokal dan mancanegara. Dan ketiga, 6 Kampung ekologi yang berfokus pada teknologi hijau, pengelolaan sampah, dan pertanian organik, seperti Kampung Tenggilis Mejoyo yang mendaur ulang tutup botol plastik menjadi perabot,” paparnya.

Visi transformatif Surabaya meluas hingga menjadikan setiap kecamatan sebagai pusat ekonomi kreatif. Rencana program Simpul Kreatif di 31 kecamatan akan menjadi simpul bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menyalurkan ide-ide inovatif dan mengembangkan produk bernilai ekonomis.

“Konsep ini juga akan digabungkan dengan visi menghadirkan creative hub dan co-working space di setiap wilayah, sesuai aspirasi pemuda yang disampaikan dalam Musrenbang atau Cangkrukan Arek Suroboyo (CAS),” imbuhnya.

Pemkot Surabaya juga berkomitmen kuat pada transformasi hidup melalui digitalisasi dan pemberdayaan UMKM. Kisah-kisah inspiratif, seperti Kasmono (mantan buruh bangunan) dan Ipah (mantan buruh cuci) yang kini sukses dengan usaha lumpia di Kampung Lumpia serta mampu menghidupi puluhan jiwa, adalah bukti nyata dampak positif dari program ini.

“Surabaya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik kampung tematik, tetapi juga mengintegrasikan teknologi digital. Aplikasi E-Peken menjadi inovasi penting yang dirancang untuk mengangkat potensi UMKM dengan memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan mereka,” ujar dia.

Program Transformasi Digital UMKM ini bertujuan mengintegrasikan teknologi ke semua sektor usaha, dengan harapan warga akan mendapat pendampingan pemasaran produk berbasis digital. Dampaknya luar biasa, dari tidak sampai 1.000 UMKM terdaftar pada periode 2015-2019, kini ada 60.007 pelaku UMKM yang tercatat hingga November 2024. 

“Program ini juga secara langsung memberdayakan pemuda kreatif, mengubah mereka dari sekadar konsumen menjadi creator yang menghasilkan produk bernilai ekonomis,” katanya.

Surabaya juga optimis menjadi Superhub Megapolitan dengan fokus pada pengembangan Kawasan Kota Lama (menghubungkan Eropa, Arab, Pecinan, Melayu), kampung tematik, dan ekonomi kreatif di setiap kecamatan. Diversifikasi wisata seperti MICE dan Medical Tourism juga akan dikembangkan.

“Model Surabaya menunjukkan bahwa inovasi bisa dimulai dari masyarakat bawah, menciptakan kohesi sosial dan kebanggaan lokal. Setiap kampung tematik berperan sebagai penggerak ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan warga melalui produk unggulan. Dengan mengintegrasikan tradisi, inovasi, dan teknologi, Surabaya telah menciptakan cetak biru pembangunan berkelanjutan yang dapat diikuti kota lain,” tuturnya.

Adapun inovasi dalam kategori kepemudaan, seperti Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Surabaya adalah Rumah Kreatif untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam industri kreatif, dan Koridor Co-Working Space untuk mendorong perekonomian kreatif lokal.

Kecamatan Genteng Surabaya dengan inovasinya berupa Gercep untuk mencegah pernikahan dini, Kecamatan Genteng Surabaya meluncurkan inovasi berupa Getar untuk gerakan Karang Taruna, dan Kecamatan Sukolilo Surabaya melalui inovasinya berupa Podolilo untuk pemberdayaan pemuda pemudi.

Sedangkan inovasi dalam kategori budaya, seperti Kecamatan Benowo Surabaya dengan inovasinya berupa Kampung Lawas ex Lokalisasi untuk mengubah citra negatif dan pemberdayaan, serta inovasi Kampung Tematik Tengger untuk pelestarian budaya dan pariwisata. 

Kecamatan Bubutan Surabaya dengan inovasi berupa Kampung Batik Tin sebagai industri batik, Kampung Lawas Maspati untuk melestarikan budaya serta sejarah lokal , dan Kampung Batik Okra sebagai tempat memberdayakan masyarakat.

Kecamatan Genteng Surabaya meluncurkan sejumlah inovasi dalam kategori budaya, antara lain Kampung Lumpia sebagai lokasi kuliner tradisional, Kampung Herbal RW 8 untuk pengembangan tanaman herbal, Kampung Batik Ecoprint RW 9 sebagai pusat seni batik ecoprint, Kampung Wisata Heritage Peneleh untuk melestarikan warisan sejarah dan budaya, serta Kampung Wisata Ketandan RW 4 untuk melestarikan budaya lokal.

Kecamatan Gubeng Surabaya meluncurkan inovasi berupa Kumpulan Batik Viaduct sebagai industri batik, Kecamatan Krembangan Surabaya dengan inovasinya Kampung Parikan untuk melestarikan seni budaya parikan Ludruk, dan Kecamatan Semampir Surabaya dengan inovasinya adalah Jajanan Kuliner khas Ampel untuk melestarikan tradisi kuliner Arab – Indonesia.

Serta, Kecamatan Wonokromo Surabaya dengan inovasinya berupa Taman Tematik Asriboyo sebagai lokasi wisata dan edukasi tematik, serta Kampung Jamu untuk mengenalkan kembali jamu tradisional.

Karena itu, Inovboyo 2025 juga diharapkan dapat melahirkan Generasi Inovator Surabaya, yakni anak-anak muda dengan mentalitas pemecah masalah yang akan membawa Surabaya ke panggung dunia, serta turut menjadikan kota ini sebagai Living Innovation Ecosystem di mana setiap sudutnya bernapas dengan inovasi.

Ini adalah langkah konkret menuju visi Surabaya 2050 sebagai kota inovatif yang berkelanjutan dengan dukungan partisipasi aktif masyarakat dan aparatur pemerintah daerah.

“Inovboyo 2025 resmi dibuka pada 17 Juni 2025, mengusung tema besar Inovasi dalam rangka peningkatan kualitas Infrastruktur dan mitigasi bencana, namun tetap memberikan ruang bagi inovasi lintas sektor. Penjurian akan dilakukan oleh tim profesional dari akademisi, BSKDN Kemendagri, dan BRIDA Jawa Timur. Nantinya, para pemenang mendapatkan peluang implementasi inovasi dalam program Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

IKA Unair Sidoarjo Gelar Screening Tuberkulosis di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

SIDOARJO-KEMPALAN: Penyakit  Tuberkulosis (TB) tak bisa ditangani sektoral. Butuh kolaborasi multipihak dalam mengeliminasi penyakit ini. Apalagi, Jawa Timur memiliki kasus TB yang cukup tinggi.

Hal inilah yang membuat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Sidoarjo mengadakan  Edukasi, Skrining Kesehatan, dan Pengobatan Santri Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis, 17 Juli 2025. Sebanyak 1.000 santri menjadi sasaran kegiatan ini.

“Ada tiga kegiatan dalam program ini, yakni penyuluhan pencegahan TB paru dan pengobatannya, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian sembako,” kata Ketua Panitia Berlian Aniek Herlina di sela-sela acara, Kamis, 17 Juli 2025.

Dalam kegiatan ini, IKA Unair Sidoarjo mendapat dukungan penuh dari
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Sidoarjo, RS Mitra Keluarga, Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Jawa Timur, Crisis Center Dhuafa, RS dan Klinik Mata KMU Sidoarjo, Laboratorium Klinik Prodia, dan Klinik Layar Husada.

Sedangkan penyuluhan tentang  pencegahan TB diberikan oleh dr Yahya Sp.P dan  materi kepatuhan minum obat oleh Apt Primadianto S.Farm.M.FarmKlin dari IAI Sidoarjo.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina M. Kes dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kasus TB di Indonesia peringkat kedua di seluruh dunia.

“Kita ingin turunkan angka kesakitan dan bisa segera tuntas di Sidoarjo. Kami berterima kasih kepada IKA Unair Sidoarjo yang menggandeng teman-teman sejawat untuk bersama-sama melakukan screening kasus TB,” kata Lakhsmie.

Dia sangat mengapresiasi kepada siapa saja yang ikut mengawal eliminasi TB. “Kita berharap di pondok pesantren yang lingkungannya cukup padat akan bisa lebih tahu kondisi kesehatan para santrinya,” imbuhnya.

Perwakilan Pondok Pesantren Al Khoziny Muhammad Yunus berterima kasih karena IKA Unair Sidoarjo memilih ponpesnya untuk kegiatan ini. “Memang banyak santri di pondok yang batuk-batuk. Entah apa ini karena musimnya atau apa. Dengan kegiatan ini kami lebih tahu kesehatan santri di pondok,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua IKA Unair Sidoarjo Abdullah Khizam berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terutama kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo yang sejak lama bekerja sama dengan pihaknya.

Raihan Rafa Aldiansyah, 14 tahun, salah satu santri Pondok Pesantren Al Khoziny mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. “Saya bisa mengetahui kondisi kesehatan saya sendiri. Teman-teman juga mendapatkan pemeriksaan dari tenaga-tenaga kesehatan yang profesional,” ucap santri asal Bangkalan ini. (Dwi Arifin)

Kepala BKD Jatim: CPNS yang Mundur Tidak Boleh Ikut Tes Dua Tahun Berturut

Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni (kanan). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 4.172 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digelar di Graha Unesa, Surabaya, Rabu (16/7).

Secara rinci, SK pengangkatan tersebut diserahkan kepada 2.157 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 2.015 PPPK Pemprov Jawa Timur.

Yang spesial dari momen penyerahan SK kali ini, turut dilakukan Manajemen Talent DNA bersama ESQ Corporation yang diikuti oleh seluruh ASN Pemprov Jatim dari berbagai level jabatan.

Berdasarkan data, tercatat 34.457 orang PNS se-Jatim telah melakukan Tes Talent DNA. “Jumlah CPNS ini tercatat sebagai yang terbanyak di Indonesia,” kata Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim Indah Wahyuni kepada awak media usai acara.

Perempuan berjilbab yang akrab disapa Yuyun ini menjelaskan, Pemprov Jatim sebenarnya punya formasi sebanyak 5.250. Untuk CPNS 2.250 dan PPPK 3.250. Namun, untuk tahap pertama,  PPPK yang menerima SK hanya 2.015 dan sisanya nanti diatur menyusul.

Sedang untuk CPNS, lanjut Yuyun, yang keterima seharusnya 2.158, namun ada satu yang mengundurkan, sehingga hanya tersisa 2.157.

“Bagi yang mengundurkan diri ini  tidak boleh mendaftarkan diri mengikuti tes CPNS di Jawa Timur selama dua tahun berturut-turut. Ini merupakan sanksi,” tegasnya.

Pasalnya, lanjut Yuyun, peminat untuk mengikuti CPNS di Jawa Timur adalah yang terbanyak. Terfavorit secara nasional.

Pertama, kata dia, karena salery. “Kalau untuk gaji semuanya sama karena sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP), tapi remunerasi PP, Jawa Timur adalah yang kedua tertinggi di Indonesia setelah DKI,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, selain masalah kesejahteraan juga kompetensinya. Kompetensi ini tidak hanya pendidikan, tapi juga jenjang kariernya. “BKD sudah menjalin kerja sama dengan Bappenas untuk meningkatkan kompetensi ASN di Jatim,” ujarnya.

Saat ini, tambah Yuyun, ada 10 ASN Pemprov Jatim yang mendapat beasiswa dari Bappenas untuk meningkatkan kompetensi S2 di Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, dan satu di King College London Malang.

Kini, BKD Jatim sedang melakukan penjajakan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Di LPDP ini tidak hanya jenjang pendidikan melalui universitas yang ada di dalam negeri, di luar negeri juga kita jajaki. Bagi kami di dalam penataan ASN, kita juga dibantu oleh ESQ Corporation dengan menerapkan Talent DNA. Karena yang dilihat lewat Talent DNA itu potensinya,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan Gubernur Khofifah, di dalam proses pemenuhan CPNS dan PPPK ada proses mendahului yaitu identifikasi Talent DNA yang merupakan inisiasi dari ESQ Corporation dimana Ary Ginanjar sebagai Founder juga hadir langsung bersama tim.

Manajemen Talent DNA merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam rencana pengembangan manajamen talenta dan pola karier untuk PNS di seluruh level jabatan.

Pasalnya, melalui Talent DNA dapat mengidentifikasi potensi dan bakat alami pegawai, membantu individu memahami kekuatan dan kelemahan pegawai, serta memberikan panduan untuk pengembangan diri yang lebih efektif. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.