
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 4.172 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digelar di Graha Unesa, Surabaya, Rabu (16/7).
Secara rinci, SK pengangkatan tersebut diserahkan kepada 2.157 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 2.015 PPPK Pemprov Jawa Timur.
Yang spesial dari momen penyerahan SK kali ini, turut dilakukan Manajemen Talent DNA bersama ESQ Corporation yang diikuti oleh seluruh ASN Pemprov Jatim dari berbagai level jabatan.
Berdasarkan data, tercatat 34.457 orang PNS se-Jatim telah melakukan Tes Talent DNA. “Jumlah CPNS ini tercatat sebagai yang terbanyak di Indonesia,” kata Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim Indah Wahyuni kepada awak media usai acara.
Perempuan berjilbab yang akrab disapa Yuyun ini menjelaskan, Pemprov Jatim sebenarnya punya formasi sebanyak 5.250. Untuk CPNS 2.250 dan PPPK 3.250. Namun, untuk tahap pertama, PPPK yang menerima SK hanya 2.015 dan sisanya nanti diatur menyusul.
Sedang untuk CPNS, lanjut Yuyun, yang keterima seharusnya 2.158, namun ada satu yang mengundurkan, sehingga hanya tersisa 2.157.
“Bagi yang mengundurkan diri ini tidak boleh mendaftarkan diri mengikuti tes CPNS di Jawa Timur selama dua tahun berturut-turut. Ini merupakan sanksi,” tegasnya.
Pasalnya, lanjut Yuyun, peminat untuk mengikuti CPNS di Jawa Timur adalah yang terbanyak. Terfavorit secara nasional.
Pertama, kata dia, karena salery. “Kalau untuk gaji semuanya sama karena sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP), tapi remunerasi PP, Jawa Timur adalah yang kedua tertinggi di Indonesia setelah DKI,” jelasnya.
Kedua, lanjutnya, selain masalah kesejahteraan juga kompetensinya. Kompetensi ini tidak hanya pendidikan, tapi juga jenjang kariernya. “BKD sudah menjalin kerja sama dengan Bappenas untuk meningkatkan kompetensi ASN di Jatim,” ujarnya.
Saat ini, tambah Yuyun, ada 10 ASN Pemprov Jatim yang mendapat beasiswa dari Bappenas untuk meningkatkan kompetensi S2 di Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, dan satu di King College London Malang.
Kini, BKD Jatim sedang melakukan penjajakan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Di LPDP ini tidak hanya jenjang pendidikan melalui universitas yang ada di dalam negeri, di luar negeri juga kita jajaki. Bagi kami di dalam penataan ASN, kita juga dibantu oleh ESQ Corporation dengan menerapkan Talent DNA. Karena yang dilihat lewat Talent DNA itu potensinya,” jelasnya.
Seperti yang disampaikan Gubernur Khofifah, di dalam proses pemenuhan CPNS dan PPPK ada proses mendahului yaitu identifikasi Talent DNA yang merupakan inisiasi dari ESQ Corporation dimana Ary Ginanjar sebagai Founder juga hadir langsung bersama tim.
Manajemen Talent DNA merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam rencana pengembangan manajamen talenta dan pola karier untuk PNS di seluruh level jabatan.
Pasalnya, melalui Talent DNA dapat mengidentifikasi potensi dan bakat alami pegawai, membantu individu memahami kekuatan dan kelemahan pegawai, serta memberikan panduan untuk pengembangan diri yang lebih efektif. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi