Rabu, 22 April 2026, pukul : 01:53 WIB
Surabaya
--°C

PKM Kebijakan Fakultas Vokasi UNESA 2025 Latih Pembuatan Emergency Box Berbasis Solar Panel untuk Santri Ponpes Raudlatul Ulum Jember

JEMBER-KEMPALAN: Dalam upaya mendukung kemandirian energi di lingkungan pesantren serta memperkenalkan teknologi ramah lingkungan kepada generasi muda, tim dosen dari Program Studi Teknik Listrik Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “Pembuatan Emergency Box Berbasis Solar Panel di Lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kalisat, Jember”.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Fithrotul Irda Amaliah, M.Tr.T., dan melibatkan beberapa dosen lainnya, yaitu Reza Rahmadian, S.ST., M.EngSc., Widi Aribowo, S.T., M.T., Nur Vidia Laksmi B., S.ST., M.Sc., Daeng Rahmatullah, S.Pd., M.T., As’ad Shidqy Aziz, S.T., M.T., dan Ayusta Lukita Wardani, S.ST., M.T., serta dua mahasiswa pendamping, Muhammad FardinAlifi dan Addriyan Bagus Saputra.

Pelatihan ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan listrik darurat di pesantren, terutama saat terjadi pemadaman. Terlebih lagi, lokasi pesantren yang berada di area yang lapang dan mendapatkan paparan sinar matahari yang melimpah sepanjang hari, menjadi keunggulan tersendiri dalam pemanfaatan teknologi solar panel. Kondisi geografis tersebut menjadikan energi surya sebagai sumber energi alternatif yang sangat potensial dan berkelanjutan.

Dengan mengandalkan panel surya, para santri dan pengurus dapat memperoleh pasokan listrik cadangan untuk penerangan dan pengisian daya perangkat saat terjadi gangguan listrik dari jaringan utama.

Para peserta pelatihan, yang terdiri dari santri senior dan pengurus pesantren, dibekali pengetahuan dasar mengenai kelistrikan dan prinsip kerja sistem tenaga surya. Tidak hanya teori, mereka juga diajak langsung merakit emergency box yang dilengkapi panel surya, lampu LED, dan port USB.

“Kami ingin memberikan solusi yang sederhana tapi berdampak besar. Melalui pelatihan ini, santri bisa memahami teknologi energi terbarukan dan mengaplikasikannya secara langsung di lingkungan mereka,” ujar Fithrotul Irda Amaliah selaku ketua tim.

Hasil dari pelatihan ini adalah terciptanya unit emergency box yang dapat digunakan untuk penerangan atau mengisi daya perangkat mobile saat listrik padam. Selain manfaat teknis, kegiatan ini juga menjadi wahana edukatif untuk menumbuhkan kesadaran energi bersih sejak dini.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum menyampaikan apresiasinya kepada tim UNESA atas ilmu dan teknologi yang diberikan.

“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah bekal masa depan bagi para santri kami,” ungkap salah satu pengurus pesantren.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran kampus dalam menjawab persoalan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan secara langsung. Ke depan, tim pengabdian dari Teknik Listrik UNESA berharap pelatihan serupa bisa diterapkan di pesantren lain dan menjangkau lebih banyak komunitas yang membutuhkan teknologi alternatif. (tan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.