KEMPALAN : Kris Maryono jurnalis yang pegiat literasi, menandai ulang tahunnya ke-66, meluncurkan buku tunggal karyanya yang berisi 66 puisi dan 66 drawing, berjudul : Rona-Rona Kehidupan.
Peluncuran buku ini diselenggarakan di Sanggar Alang-Alang Jl. Gunungsari 24 Surabaya, markas sanggar anak-anak jalanan tersebut, pada 17 Juli sore lalu.
Selain dihadiri sekitar 35 anak jalanan yang berseragam kaos sanggar tersebut, hadir pula pembina Sanggar Alang-Alang Didit HaPe, pegiat sosial dr. Sundari, jurnalis dan penulis buku Ita Nasyiah, pemimpin redaksi majalah Jayabaya Widodo Basuki, penyair Denting Kemuning, videografer Anto, juga hadir Arif Wong pelukis anggota Komperta (Komunitas Perupa Delta Sidoarjo).
Buku kumpulan tunggal puisi dan drawing setebal 118 halaman ini, selain diberi pengantar oleh komedian Djadi Galajapo dan jurnalis yang penyair Amang Mawardi, juga diisi oleh testimoni : J. Subekti, Ketua Yayasan Pendidikan 17 Agustus (YPTA); sastrawati Zoya Herawati; budayawan Henri Nurcahyo, serta duo founder Swayanaka Prof. dr. Noerwati dan dokter Sundari.
Salah satu yang menarik dari buku ini adalah (sebagian) dari baris-baris puisi : Doa Ibu II
jalan panjang jasa ibu
berbasah peluh, tanpa keluh
Kris Maryono adalah pembina dan koordinator banyak komunitas seni dan literasi.
Sosok ini dikenal kreatif dan produktif. Salah satu komunitas yang Kris Maryono adalah ketuanya adalah Warumas (Wartawan Usia Emas) yang telah menerbitkan 7 buku antologi puisi. (AM).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi