Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 20:17 WIB
Surabaya
--°C

Resmikan Kantor DPD RI Jatim, Khofifah: Lebih Gampang Serap Aspirasi Masyarakat

Peresmian Kantor DPD Ri Jawa Timur yang beokasi di Jalan Jemur Andayani I Surabaya, Jumat (18/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Kini Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Jawa Timur punya kantor yang berlokasi di Jalan Jemur Andayani I Surabaya. Kantor tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (18/7).

Bersama Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dan Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Timur AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Gubernur Khofifah melakukan penandatanganan prasasti yang sekaligus menyatakan kantor ini resmi beroperasi.

Berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, kantor DPD RI Jawa Timur ini merupakan  hibah lahan Pemprov Jawa Timur, yang kemudian juga dibangunkan dengan menggunakan APBD Pemprov Jatim sebesar Rp16,277 miliar. Terdiri dari 2,5 lantai, gedung ini memiliki total bangunan sebesar 1.714,6 meter persegi.

Gubernur Khofifah mengatakan, penempatan Kantor DPD RI Jatim bukan merupakan satu kebetulan. Mengingat, lokasinya tepat berada di sebelah Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang. Selain itu juga semakin mendekatkan ke masyarakat dalam menyerap aspirasi.

“Ini bukan sesuatu yang kebetulan, ini sebelah adalah Asrama Mahasiswa Nusantara. Kalau ingin menyerap aspirasi gampang sekali. Karena mereka adalah anak-anak dari seluruh Indonesia dan 30 persennya dari Papua,” katanya.

“Dengan begitu, serapan aspirasi tidak hanya dari masyarakat Jawa Timur, tapi juga dari perwakilan seluruh masyarakat Indonesia lewat para mahasiswa ini,” lanjut Gubernur Khofifah.

Asesmen para mahasiswa dilakukan dan dimonitoring langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir dalam acara ini. Sehingga, koordinasi apapun dapat dilakukan melalui Wagub Emil.

“Insya Allah dengan ini kita bisa membangun penguatan sinergitas dengan elemen strategis, terutama mahasiswa di Asrama Mahasiswa Nasional. Karena mereka diharapkan dapat membangun ke-Indonesia-an dari proses keseharian mereka, dari proses pola pikir mereka, penguatan akademik mereka,” terangnya.

Karakter para mahasiswa, sebut Gubernur Khofifah, merupakan karakter Indonesia dengan karakter daerah sebagai penguat. Sehingga nafas penyerapan aspirasi mereka berseiring dengan misi besar DPD RI.

“Mudah-mudahan dengan adanya gedung ini akan memberikan manfaat bagi segala proses produktivitas DPD RI terutama yang berasal dari Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah.

“Sehingga membuat masyarakat semakin dekat dan mudah dalam menyalurkan aspirasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan bahwa Kantor DPD RI di Jawa Timur tidak hanya sekedar gedung. Namun juga bentuk nyata dari kolaborasi kelembagaan antara DPD RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Maka tentu atas nama DPD RI, kami semua mengucapkan apresiasi dan terima kasih luar biasa untuk Jawa Timur yang sudah secara terbuka, transparan, dan dengan inisiatif baik menghibahkan lahan dan pendanaannya. Ini mencerminkan keyakinan dan komitmen Jawa Timur akan peran DPD dalam kenegaraan,” ungkap Sultan.

DPD RI memiliki kantor di 35 provinsi Indonesia. Dari jumlah itu,  enam di antaranya merupakan kantor milik sendiri. Sedangkan, 17 kantor berstatus pinjam pakai dari pemerintah, dan 12 lainnya berstatus sewa. Sementara, tiga provinsi yang meliputi Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan masih dalam proses. (Dwi Arifin)

Hadiri HUT ke-64 IKWI PWI Jatim, Lia Istifhamah: Jaga Modal Sosial dan Solidaritas

Ulang Tahun ke-64 IKWI PWI Jatim, Jumat (18/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur menggelar acara Ulang Tahun ke-64 tahun pada Jumat (18/7). Berlangsung di Gedung Abdul Aziz PWI Jawa Timur, Jl Taman Apsari 15-17, Surabaya, acara ini berlangsung meriah.

Dihadiri sebagian besar pengurus, acara ulang tahun ini berlangsung gayeng dan penuh keakraban. Lebih Istimewa, hadir dalam acara ini adalah anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur Lia Istifhamah dan Dewan Pakar PWI Jatim Meithiana Indrasari.

Dibuka oleh sambutan Ketua IKWI PWI Jatim Endang Suprapti, hajatan ini dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda gelaran ini resmi dibuka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba menyanyi yang diikuti oleh puluhan anggota IKWI PWI Jatim. Tembang-tembang kenangan yang dinyanyikan para peserta pun membuat para pengurus dan undangan yang hadir tampak terhibur.

Anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur Lia Istifhamah (nomor 4 dari kiri).

Endang pun mengaku senang dengan tergelarnya acara ini. Menurutnya, acara-acara seperti sangat positif bagi keluarga wartawan PWI Jatim. Karena acara-acara IKWI merupakan ruang edukasi bagi keluarga, terutama istri-istri wartawan.

“Semangatnya itu untuk memberikan ruang edukasi dan pemberdayaan perempuan. Jadi, kita harus sering berkumpul untuk mempererat solidaritas antara anggota. Sehingga kita bisa menjaga tujuan dari IKWI sendiri, yaitu menjadi mitra strategis bagi keluarga wartawan terutama untuk mengikuti perkembangan zaman di era digital ini,” paparnya.

Di IKWI, kata Endang, keluarga wartawan mendapatkan edukasi tentang literasi digital, dan kegiatan positif lain yang bisa menambah wawasan ibu-ibu IKWI.

“Semoga di ulang tahun yang ke-64 ini IKWI bisa langsung menjalankan program yang konkret, seperti forum diskusi bulanan, bekerja sama dengan media local, mengenalkan kepada ibu-ibu tentang literasi digital, yang tak kalah penting dalam pendidikan anak-anak, yakni mengawasi dan mengevaluasi jika ibu-ibu bisa mengakses digital dan memberikan keamanan kepada anak-anak,” jelas Endang.  

Sementara itu, anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur Lia Istifhamah, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, dengan rutin menggelar acara-acara seperti ini modal sosial antar keluarga wartawan bisa terjaga.

“Kebetulan saya di DPD RI kan Komisi III terkait sosial. Maka di sini bagaimana kita lihat bagaimana semangat menjaga modal sosial alias solidaritas sosial sesama keluarga besar IKWI PWI Jatim sangat terjaga,” tuturnya.

Baginya, ini bukan sekadar momen kebersamaan di antara para anggota atau keluarga besar PWI Jatim, tapi juga ada makna sosial yang sangat bagus di dalamnya, seperti pembagian sembako atau acara-acara charity lainnya.

“Ini juga memadukan antara dunia wartawan dengan dunia budaya, dunia seni. Sehingga tidak hanya sekadar ulang tahun tapi juga ada lomba menyanyi, atau sebelumnya memasak dan merangkai bunga. Jadi bagaimana para ibu-ibu ini semangat untuk menciptakan ‘warna’ kebersamaan,” jelas keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini.

Ia juga menggarisbawahi bahwa bagaimana PWI Jatim ke depan semakin menjaga keberlangsungan atau sustainibilitas dari PWI sendiri. Maka, dengan begitu, para wartawan dan istrinya bisa mendidik anak-anak agar meneruskan jasa-jasa bapak dan ibunya untuk menguatkan dunia literasi.

“Apalagi, saat ini banyak media-media baru bertumbuh, ini positif bagaimana kompetisi sangat pada saat ini. Nah, bagaimana yang terpenting adalah kita melihat pangsa pasar itu sangat luas. Jadi jangan sampai kita terjebak pada pangsa pasar lokal, regional atau hanya nasional. Karena di dunia internasional sangat membutuhkan informasi mengenai apa pun yang ada di negara kita,” papar Lia.

Hal senada disampaikan Dewan Kehormatan PWI Jawa Timur Joko Tetuko. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada IKWI PWI Jatim yang aktif dan rutin menggelar kegiatan-kegiatan positif seperti ini. 

Bagi wartawan senior ini, dengan terus eksis dan kontribusi nyata yang diberikan IKWI PWI Jatim bagi para suami atau wartawan, akan menjadikan keluarga Pancasila seperti yang dicita-citakan akan menjadi keniscayaan.

“Setahun lebih terakhir ini IKWI PWI Jatim bisa aktif menggerakkan ibu-ibu, istrinya para wartawan untuk dekat dengan Gedung PWI, kantornya wartawan. Sehingga minimal, kegiatan ini bisa menjadi bagian dalam memberikan semangat kepada suami-suaminya, kepada wartawan baru, dan keluarga besar wartawan,” ujarnya.

Sebab, tambah Joko, dalam berorganisasi itu IKWI mengutamakan bagaimana memberikan semangat kepada wartawan dalam kehidupan berumah tangga dan berkarier di dunia jurnalistik. Dan bagaimana mengantarkan keluarga dan anak-anaknya wartawan ini senantiasa berjalan pada koridor.

“Seperti bunyi marsnya IKWI tadi, ingin menjadi keluarga Pancasila. Keluarga Pancasila adalah berketuhanan, beradab, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga demokrasi yang sehat, dan menjaga keadilan sosial. Nah itulah harapan IKWI PWI Jatim,” tutur Joko.

Ia juga berharap, di usianya yang ke-64, para pendiri IKWI dan pengurus PWI lama bisa merasa senang karena dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang tidak kalah semangat di era modern dan serba digital ini. (Dwi Arifin)

Sapu Bersih Tiga Laga Penyisihan di Gothia Cup 2025, PFA Lolos 64 Besar

Papua Football Academy (PFA). (Foto: Istimewa).

TIMIKA-KEMPALAN:  Papua Football Academy (PFA) terus menunjukkan konsistensi di Gothia Cup 2025, turnamen sepak bola remaja terbesar di dunia, dengan meraih tiga kemenangan telak di babak penyisihan dan melaju ke babak 64 besar kategori Boys 14.

Tim asal Papua tampil perkasa dengan torehan gol fantastis. Pada laga pertama melawan  Special Ten Ligorna asal Italia, PFA menang dengan skor 4-0.

Kemenangan berlanjut di pertandingan kedua saat mereka menghadapi  Championnet Sport asal Prancis dan meraih kemenangan 5-0.

Puncak keperkasaan PFA terjadi di laga ketiga melawan Hammarby IF asal Swedia, di mana mereka mencetak 12 gol (1 lusin) tanpa kebobolan, menunjukkan superioritas baik di lini serang maupun pertahanan.

Dengan hasil gemilang ini, PFA tidak hanya lolos ke babak 64 besar, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu tim paling mematikan di turnamen ini. 

Pelatih PFA menyampaikan kebanggaan atas kerja keras dan semangat juang pemain-pemain muda asal Papua yang telah membawa nama Indonesia berkibar di kancah internasional.

“Sangat bangga dengan performa anak-anak. Mereka bermain dengan disiplin, kreativitas, dan semangat khas Papua. Ini adalah bukti bahwa talenta sepak bola Indonesia, khususnya dari Papua, mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Kelly Pepuho.

Babak selanjutnya akan menjadi tantangan lebih berat, karena PFA akan berhadapan dengan  Panorama SC dari Brasil, tim yang dikenal memiliki teknik individu tinggi dan permainan cepat. Namun, PFA siap memberikan perlawanan terbaik dan melanjutkan langkah mereka di Gothia Cup 2025.

Tentang Papua Football Academy

Papua Football Academy (PFA) adalah akademi sepak bola yang berkomitmen untuk mengembangkan bakat muda Papua melalui pelatihan berkualitas tinggi dan pembinaan karakter. PFA telah melahirkan pemain-pemain berbakat yang tidak hanya bersinar di level nasional, tetapi juga mulai diakui di kompetisi internasional. (Dwi Arifin)

Riset Komunikasi PPKS di Perguruan Tinggi, Direktur Humas Unesa Raih Doktor Spesialis Bidang Komunikasi Krisis

SURABAYA -KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) gencar mendorong dosen yang berkualifikasi akademik magister (S-2) untuk melanjutkan studi ke tingkat doktor (S-3). Salah satu yang baru saja menyelesaikan studi doktor yaitu dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unesa, Vinda Maya Setianingrum.

Perempuan yang memegang kendali Direktorat Humas dan Informasi Publik Unesa itu berhasil menyandang gelar doktor ilmu komunikasi spesialis komunikasi krisis setelah menjalani sidang terbuka doktor di Prodi S-3 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Rabu, 16 Juli 2025.

Pada ujian penentuan yang dihadiri jajaran pimpinan dan civitas Unesa itu, Vinda Maya memaparkan disertasi yang berjudul “Pengelolaan Komunikasi dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.”  

Melalui risetnya itu, ia memaparkan tentang cara perguruan tinggi negeri di Indonesia dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual. Lokus penelitian di fokuskan di Universitas Riau (Unri), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Indonesia (UI), yang berpengalaman dalam merespons kasus.

Dinamika pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual diteliti menggunakan teori Strukturasi dan Communicative Constitution of Organization (CCO) pendekatan Four Flows atau empat aliran, yang diintegrasikan dengan teori Rhetorical Arena Theory (RAT).

“Saya meneliti cara kampus dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual dari perspektif komunikasi krisis. Outputnya, tidak hanya memahami strategi kampus, tetapi juga merumuskan pendekatan komunikasi dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual,” ucap dosen kelahiran Blitar itu. 

Pada level pencegahan, strategi komunikasi yang terbuka dan partisipatif mendorong terbentuknya budaya kampus yang empatik, dan responsif. Sementara pada level penanganan, strategi komunikasi yang cepat, empatik, pro-korban, dan anti-stigma, serta penyediaan kanal pelaporan yang aman menjadi kunci.

Selain itu, komitmen struktural dan pimpinan, serta tata kelola komunikasi lembaga atau organisasi juga penting dalam upaya PPKS. Hal ini mempengaruhi dinamika komunikasi lembaga secara umum yaitu universitas, dan Satgas PPKS secara khusus yang dilihat dari empat hal; negosiasi, penataan, koordinasi, dan positioning.

Proses komunikasi ini bertujuan menghasilkan strategi pengelolaan komunikasi yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan guna memastikan penanganan dan pencegahan kekerasan seksual berjalan optimal di lingkungan perguruan tinggi.

Strategi dan Tantangan

Promovenda saat prosesi yudisium kelulusan oleh Dekan FISIP UNS Dr. Didik Gunawan Suharto, MSi 

Gelar doktor yang diraih Vinda Maya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi melalui perjuangan. “Sabar, punya target, dan strategi manajemen waktu atau prioritas itu yang saya terapkan sehingga semua bisa berjalan lancar, baik itu bersama keluarga di rumah, ngajar di prodi, tanggung jawab di rektorat, kuliah di UNS, dan penelitian di UI, Unand, dan Unri,” ucapnya.

Semenjak kuliah doktor, Vinda Maya hampir setiap pekan pergi-pulang Surakarta-Surabaya. Biasanya, ia mengajar pada Senin-Kamis, lalu Jumatnya bimbingan ke Solo. Sejak garap disertasi juga harus ke Jakarta (UI), Sumatera Barat (Unand), dan Riau (Unri) untuk mengumpulkan data. 

“Strategi saya itu biasanya, mengajar pagi sampai siang, sementara sorenya itu harus ke rektorat untuk rapat atau koordinasi dengan tim di Humas. Malamnya bersama keluarga. Nah, di sepertiga malamnya, baca paper dan mengerjakan riset,” bebernya.

Riset yang dikerjakannya itu mendapat apresiasi dari dewan penguji dan pimpinan Fisip UNS. Dekan Fisip UNS, Didik Gunawan Suharto, menyampaikan bahwa fokus kajian yang ditampilkan sangat relevan dengan kebutuhan kampus sekarang. 

“Kita berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada gelar doktor, melainkan terus berkembang dan memberikan manfaat, baik bagi pengembangan ilmu komunikasi di Unesa dan UNS,” harapnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Keren ! Unesa Perguruan Tinggi Paling Berprestasi ke 6 Versi Puspresnas 2025

SURABAYA-KEMPALAN : Kabar membanggakan datang dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kampus berjuluk ‘’Rumah Para Juara” menduduki posisi ke-6 dari 20 perguruan tinggi Indonesia yang berprestasi yang dirilis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) beberapa waktu lalu. 

Peringkat ini merepresentasikan kualitas dan ekosistem akademik yang didasarkan pada jumlah prestasi atau medali yang diperoleh perguruan tinggi di Puspresnas. Data ini dikumpulkan mulai tahun 1998 sampai 2025. Dalam periode tersebut, Unesa total mengoleksi 333 medali, angka yang cantik. 

Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan mengatakan bahwa capaian membanggakan ini menjadi motivasi dan bahan bakar semangat bagi lembaga untuk terus meningkatkan prestasi demi prestasi ke depan. 

Penghargaan ini tentu tidak diciptakan dalam semalam, tetapi melalui komitmen, kerja sama, dan kerja keras semua pihak yang tak mengenal lelah mewujudkan Unesa tetap satu langkah di depan. 

“Harapannya, kabar atau prestasi seperti ini tidak membuat lembaga di atas angin. Namun, menjadi spirit untuk meningkatkan kualitas, memperkuat mutu, ekosistem akademik dan kemahasiswaan di Unesa. Kata kuncinya, memperkuat dampak,” tegas Cak Hasan, Kamis, 17 Juli 2025. 

Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu berharap, Unesa tidak cepat puas dengan top 6 nasional. Namun, bisa terus menanjak hingga ke lima besar, bahkan tiga besar perguruan tinggi berprestasi di Indonesia. 

“Target ini tentu sangat menantang, tetapi dengan komitmen, strategi, dan kerja sama seluruh jajaran tingkat universitas hingga program studi, target tersebut bisa diwujudkan secara bertahap, dan berkelanjutan,” ucapnya. 

Target dan Strategi

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Sholeh menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pimpinan, serta seluruh ekosistem kampus.

“Capaian ini bukan hanya angka, tetapi mencerminkan budaya akademik yang produktif dan progresif di Unesa,” ujar dosen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa itu. 

Ia menambahkan, Unesa menerapkan sejumlah strategi sehingga bisa meraih sejumlah prestasi membanggakan. Pertama, pemetaan potensi atau talent scouting mahasiswa di berbagai bidang, sejak awal masa studi atau masa orientasi. 

Kedua, pendekatan berbasis komunitas diwujudkan melalui pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lintas program studi yang didukung dosen, alumni, dan mitra eksternal. Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa saling memperkuat dan menciptakan inovasi, dan meraih prestasi. 

Ketiga, integrasi kegiatan kemahasiswaan ke dalam proses pembelajaran formal menjadi prioritas. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan proyek riset terapan yang dapat dikonversi ke nilai akademik dan memperkuat kompetensi mereka di luar kelas. 

Keempat, program pembinaan berjenjang dan berkelanjutan. Tahapan pembinaan dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas. 

“Targetnya kan bisa naik level, tentu jumlah prestasi harus terus ditingkatkan sembari memperkuat dampak. Dukungan lembaga terhadap peningkatan prestasi mahasiswa kami perkuat, termasuk pendampingan mahasiswa, dan peningkatan kapasitas dosen pendamping,” ucapnya. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Top! Voli Indoor Putra Indonesia Permalukan Tuan Rumah Thailand di Kejuaraan Voli Asia U-16

JAKARTA- KEMPALAN : Timnas voli indoor putra utra Indonesia U-16 menumbangkan tuan rumah Thailand dengan skor 3-2 (25-22, 16-25, 26-24, 16-25, 15-10) pada laga pertandingan semifinal perebutan posisi 5–8 Kejuaraan Asia Voli U-16 2025, yang berlangsung di Nakhon Pathom, Thailand, Jumat (18/7/2025).

Pertandingan berjalan sengit dengan kedua tim saling kejar poin hingga lima set. Indonesia mampu menjaga fokus dan tampil solid pada set penentuan untuk mengamankan kemenangan penting atas tim tuan rumah.

Meski mendapat tekanan dari dukungan penuh penonton Thailand, semangat juang para pemain Timnas Voli Indonesia tak goyah. Mereka tetap tampil konsisten dan mampu menaklukkan tim kuat Thailand dalam laga dramatis tersebut.

Berkat kemenangan ini, Indonesia berhak melaju ke pertandingan perebutan posisi kelima. Pada laga selanjutnya, Indonesia akan menghadapi pemenang antara Korea Selatan dan Uzbekistan.

Sementara itu, Thailand yang mengalami kekalahan akan bertanding melawan tim yang kalah dalam laga Korea Selatan vs Uzbekistan untuk memperebutkan peringkat ketujuh.

“Kemenangan ini karena semangat dan kerja kolektivitas tim. Oleh karena itu, pertandingan kali ini jadi bisa maksimal. Para pemain menjalankan instruksi yang diinginkan pelatih,” kata pelatih timnas Indonesia Indra Wahyudi.

“Calon lawan siapa pun kita siap. Karena kita sudah ada di delapan besar, kekuatan tim juga merata kekuatannya,” katanya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Voli Indoor Indonesia Kalahkan Vietnam 3-1

JAKARTA – KEMPALAN : Timnas voli  indoor putra Indonesia kembali memetik kemenangan dengan mengalahkan Vietnam dengan skor ketat 3-1 (25-18, 22-25, 25-22, 25-15) pada hari kedua SEA V League 2025 leg 2 di GOR Jakarta Internasional Velodrome, Jakarta Kamis (17/7/2025) malam.

Sehari sebelumnya, Rivan Nurmulki dkk sempat di buat susah payah oleh Filipina dengan skor 3-2

Indonesia meraih kemenangan set pertama dengan skor 25-18. Sejak awal set pertama, timnas terus memimpin perolehan angka, 10-7, 16-11, dan 22-14 hingga berakhir 25-18.

Namun pada set kedua berbeda. Tim Vietnam bangkit hingga berakhir 25-22. Pada set kedua ini berjalan cukup ketat. Vietnam memimpin 9-8, 16-13 di awal set.

Kemudian timnas bangkit dan mampu menyamakan kedudukan 17-17 dan 20-20 dan Vietnam menutup dengan 25-22.

Set ketiga timnas voli putra Indonesia mencoba bangkit, setelah kecolongan di set kedua. Namun Vietnam mampu mengendalikan permainan dan unggul 6-4.

Tim besutan Jeff Jiang Jie ini terus mencoba mengejar perolehan poin Vietnam.

Setelah  Indonesia mampu menyamakan kedudukan 7-7, duel kedua tim semakin menarik dan saling melakukan serangan.

Pertengahan set ketiga, Indonesia lebih beruntung dan unggul 19-17.

Vietnam terus mendekat hingga poin 19-18. 

Di akhir set ketiga pertandingan semakin menegangkan, meski Rivan Nurmulki dkk unggul 23-22, tetapi Indonesia bisa tampil tenang untuk menutup set ketiga dengan  25-22, skor pun menjadi 2-1.

Set keempat Indonesia terus memimpin sejak awal. Dari 16-8, 19-12, dan ditutup 25-15. Sehingga skor kemenangan buat timnas 3-1.

Usai laga asisten pelatih Indonesia, Erwin Rusni mengatakan, untuk pertandingan hari ini cukup memuaskan. “Semua pemain tampil luar biasa, dan semua tampil baik,” ucapnya. Ia juga mengatakan Chemistry pemain sudak membaik, ” Meski masih ada yang harus diperbaiki, terutama servis,” kata Erwin Rusni.

Salah satu pemain timnas Boy Arnes mengaku bersyukur atas kemenangan hari ini, “Semua pemain hari ini bermain cukup baik, meski harus adaptasi dengan venue di Velodrome ini,” ucapnya.

Boy juga merasa optimis untuk pertandingan berikutnya, “Saya optimis untuk pertandingan berikutnya, dan teman-teman juga sepakat untuk tampil lebih baik lagi,” katanya.

Pada laga pertama, Kamis (17/7/2025) Thailand kalahkan Kamboja dengan skor 3-1

Jadwal Jumat (18/7/2025):

Jam 16.00 WIB: Filipina vs Kamboja

Jam 19.00 WIB: Thailand vs Vietnam.(Ambari Taufiq / M Fasichullisan)

KONI Jawa Timur Resmi Gelar Puslatda untuk Proyeksi PON XXII 2028  NTT-NTB

SURABAYA – KEMPALAN: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi menggelar program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di NTT-NTB, mulai Juli 2025.  

Meski program telah dimulai, di tahap awal ini belum terlihat gambaran utuh kekuatan Jatim nantinya. Sebab, prioritas perekrutan awal hanya ditujukan bagi atlet peraih medali emas dan perak pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut.  

Berdasarkan data, terdapat 226 atlet yang meraih medali emas dan perak pada PON 2024. Namun, tidak semua atlet akan bergabung karena harus menyesuaikan ketentuan masing-masing cabang olahraga (cabor) serta kondisi fisik atlet. Mereka juga harus melalui serangkaian tes terlebih dahulu.  

“Pertama, kami melihat kondisi fisik mereka. Kedua, bagi yang meraih emas dan perak, jika usianya sudah tidak memenuhi syarat untuk PON, kami akan menggantinya dengan atlet lain,” kata Nabil, Jumat (18/7).  

Ia mencontohkan kasus balap sepeda, di mana komposisi atlet dipastikan berubah karena ada ketentuan batas usia maksimal 21 tahun.  

Selain peraih emas dan perak PON, tim juga memantau atlet-atlet jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun single event dalam beberapa periode terakhir. Hasil performa mereka akan dibandingkan dengan catatan yang ada di Puslatda Jatim.  

“Bisa saja mereka tampil baik di Porprov, tetapi belum memenuhi standar Puslatda. Namun, jika berpotensi, kami tetap akan membina dan mengembangkan mereka. Jika nanti memenuhi syarat, langsung kami rekrut,” tuturnya.  

Nabil menyebutkan bahwa dalam Puslatda nantinya akan ada tes berkala untuk memastikan program latihan berdampak pada peningkatan kemampuan atlet. Selain itu, juga akan diadakan program training camp maupun try out  di dalam maupun luar negeri untuk menambah jam terbang atlet. “Untuk try out, kami fokus pada event-event bergengsi,” pungkasnya.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Suami Minggat

KEMPALAN : Anekdot di bawah ini sudah lama sekali usianya, sekitar 30 tahun lalu saya baca di Majalah Gapura Humas Pemkot Surabaya. Kala itu dapur orang-orang kota kompornya masih berbahan bakar minyak tanah.

Belakangan anekdot ini saya jumpai di tik tok dalam versi diperbarui dengan narasi sama.

Begini kira-kira persisnya, setidaknya sesuai ingatan saya yang terproyeksi versi “jadul”-nya :

Sumar lagi asyik nonton pertandingan sepakbola di televisi. Tiba-tiba istrinya menghampiri.

“Cak (mas/kak), lampu teras putus… mbok tolong dibelikan dan dipasangkan sekalian …”

Mendengar permintaan istrinya, Sumar cuma berdehem.

“Ayo to, Caakk… Ntar hari keburu gelap lho…”

Mungkin lantaran pertandingan lagi seru-serunya, sang suami masih gak nanggapi.

“Caakk !!!”

Sumar kaget mendengar naiknya oktaf suara sang istri.

Lantas : “Masang lampu ?! Apa kamu kira aku ini pegawai PLN !!!” kata Sumar ketus.

Sang istri mendengar jawaban Sumar cuma diam, emosi tak terpancing.

“Terus itu, Cak. Kalau habis masang lampu… anu…Cak, tolong betulkan sekalian kran kamar mandi, sayang lho airnya meluber …,” kata istrinya kalem tapi bernada harap sangat.

Mbetulkan kran ?! Apa kamu kira aku ini teknisi PDAM !!!” kata Sumar dengan agak ngotot dan mata sedikit melotot.

Istrinya gak menanggapi. Lantas berlalu menuju dapur. Namun, baru beberapa langkah, sang istri membalikkan tubuh, kemudian mendekati suaminya : O ya, Cak, minyak tanah juga habis. Kalau sampeyan nanti pas beli rokok di warung ujung gang, mbok tolong sekalian belikan…”

“Diberitahu kok masih ngeyel sih kamu. Nanti lah, nanti ! Apa kamu pikir aku ini (karyawan) Pertamina !!!” Sumar tambah jengkel sambil matanya bolak-balik ke arah televisi dan ke arah wajah istrinya.

Lantaran jengkel merasa direcoki, Sumar minggat — mungkin nonton sepakbola di rumah temannya.

Pulang jam dua dini hari, Sumar kaget : teras rumah terang benderang. Pas cuci kaki di kamar mandi, air ledeng sudah tidak luber lagi. Sumar juga melirik jirigen minyak tanah di dapur yang sudah terisi penuh.

Paginya Sumar menanyai istrinya, siapa yang mengatasi semuanya.

“Begini lho, Cak, sesudah sampeyan minggat, aku nangis di depan rumah, dan tolah-toleh sembari mikir kemana sampeyan minggat…

Tidak lama ada laki-laki ganteng datang. Dia nanya kenapa kok saya nangis. Saya lantas cerita bahwa lampu teras mati, kran kamar mandi bocor, minyak tanah habis, sementara suami pergi entah kemana.

Lantas dia menawarkan pertolongan.
Cuma dia ngasih syarat…”

“Apa syaratnya?!” Sumar mulai gak enak perasaannya.

“Syaratnya saya bisa milih, membuatkan roti atau ngelencer dengan dia,” ujar istrinya kalem.

Kata suaminya cepat-cepat, “Terus, kamu bikinkan roti apa ?!”

“Bikin roti ?! Apa sampeyan kira saya ini pabrik roti !!!”


Dalam cerita sehari-hari sudah bukan rahasia lagi kalau istri digambarkan sebagai mahluk yang memiliki kecerdasan dalam diam. Suami punya kepandaian dalam keriuhan.

Kalau kita tarik perspektif lebih jauh lagi –apalagi jika dihubungkan dengan perihal kekuasaan– istri kuasa di “belakang layar” sedangkan suami gagah di “panggung pertunjukan”.

Cerita lain lagi, laki-laki digambarkan sebagai mahluk yang kuat, keras, tapi getas.

Wanita adalah mahluk yang tampaknya lemah, tapi sesungguhnya memiliki kelenturan dengan basis kepadatan yang tidak mudah patah.

Memang banyak kasus-kasus KDRT yang dilakukan suami kepada istri, dimana hal ini menggambarkan dominasi kaum pria terhadap perempuan. Namun, sesungguhnya, tindakan destruktif yang dilakukan itu menunjukkan lemahnya suami yang tidak dapat menguasai perasaan, tidak pandai mengolah emosi.

Hakikatnya laki-laki lebih banyak memiliki pikiran, sedikit memiliki perasaan. Akhirnya mereka kalah dalam peperangan melawan hawa nafsu amarah.

Berbeda dengan wanita yang cenderung diam dimana sesungguhnya diamnya mereka lebih cenderung secara naluriah diam-diam mengatur strategi.

Kisah sukses seorang laki-laki, baik sebagai seorang anak maupun suami, tidak bisa dilepaskan dari peran para wanita: ibu atau istri. Mereka adalah pendidik (terutama ibu) dan motivator (khususnya istri) — di balik tangga-tangga kesuksesan karier dan panggung kekuasaan sosok laki-laki.

Meski demikian, ada ambiguitas tentang peran wanita (bukan ibu) dalam konteks “analisis” bin utak-atik gatnuk anekdot ini, yakni ketika laki-laki menapaki jenjang kariernya, ada tiga hal yang perlu diwaspadakan, yaitu: harta, tahta, dan wanita. Nah, unsur wanita nyelip di tiga “komponen” itu.

Dalam konteks di atas, siapapun tahu bagaimana kuatnya Imelda Marcos dalam menunjang peran suami dari “bukan siapa-siapa” hingga menjadi Presiden Philipina. Demikian juga Evita Peron dalam “mendorong” suaminya, Juan Peron di tampuk kekuasaan Argentina, yang pada akhirnya juga mengantarnya menduduki kursi kekuasaan tertinggi sebuah negara di benua Amerika bagian selatan itu, menggantikan suaminya.

Maka, ketika seenaknya Sumar menangkis segala permintaan pertolongan istrinya, dengan pukulan telak istrinya membalas dalam kalimat “sinonim” yang cerdas. Tentu saja sebaiknya ini hendaknya dipahami sebagai ungkapan, bukan dalam kaca mata realita yang menyimpan indikasi “penyelewengan” itu. (Namanya saja anekdot !).

O ya, bukti kekuatan wanita dibanding pria, terindikasi bahwa sejak dulu rata-rata usia hidup wanita di Indonesia lebih tinggi dari pria. Data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2020 menunjukkan rata-rata usia wanita di Indonesia adalah 75 tahun, sementara pria “cuma” 71 tahun.(Sumber : Kompas.com. 19 Februari 2024).

Bisa jadi kalimat di bawah ini gambaran lain lagi tentang sosok laki-laki dan wanita: pria adalah “sprinter“, identik “pelari maraton”; pria pemenang pertempuran, perempuan memenangi peperangan.

Monggo dipun ramesi …

(Amang Mawardi).

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.