Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 15:41 WIB
Surabaya
--°C

Suami Minggat

KEMPALAN : Anekdot di bawah ini sudah lama sekali usianya, sekitar 30 tahun lalu saya baca di Majalah Gapura Humas Pemkot Surabaya. Kala itu dapur orang-orang kota kompornya masih berbahan bakar minyak tanah.

Belakangan anekdot ini saya jumpai di tik tok dalam versi diperbarui dengan narasi sama.

Begini kira-kira persisnya, setidaknya sesuai ingatan saya yang terproyeksi versi “jadul”-nya :

Sumar lagi asyik nonton pertandingan sepakbola di televisi. Tiba-tiba istrinya menghampiri.

“Cak (mas/kak), lampu teras putus… mbok tolong dibelikan dan dipasangkan sekalian …”

Mendengar permintaan istrinya, Sumar cuma berdehem.

“Ayo to, Caakk… Ntar hari keburu gelap lho…”

Mungkin lantaran pertandingan lagi seru-serunya, sang suami masih gak nanggapi.

“Caakk !!!”

Sumar kaget mendengar naiknya oktaf suara sang istri.

Lantas : “Masang lampu ?! Apa kamu kira aku ini pegawai PLN !!!” kata Sumar ketus.

Sang istri mendengar jawaban Sumar cuma diam, emosi tak terpancing.

“Terus itu, Cak. Kalau habis masang lampu… anu…Cak, tolong betulkan sekalian kran kamar mandi, sayang lho airnya meluber …,” kata istrinya kalem tapi bernada harap sangat.

Mbetulkan kran ?! Apa kamu kira aku ini teknisi PDAM !!!” kata Sumar dengan agak ngotot dan mata sedikit melotot.

Istrinya gak menanggapi. Lantas berlalu menuju dapur. Namun, baru beberapa langkah, sang istri membalikkan tubuh, kemudian mendekati suaminya : O ya, Cak, minyak tanah juga habis. Kalau sampeyan nanti pas beli rokok di warung ujung gang, mbok tolong sekalian belikan…”

“Diberitahu kok masih ngeyel sih kamu. Nanti lah, nanti ! Apa kamu pikir aku ini (karyawan) Pertamina !!!” Sumar tambah jengkel sambil matanya bolak-balik ke arah televisi dan ke arah wajah istrinya.

Lantaran jengkel merasa direcoki, Sumar minggat — mungkin nonton sepakbola di rumah temannya.

Pulang jam dua dini hari, Sumar kaget : teras rumah terang benderang. Pas cuci kaki di kamar mandi, air ledeng sudah tidak luber lagi. Sumar juga melirik jirigen minyak tanah di dapur yang sudah terisi penuh.

BACA JUGA  Pesan Menembus Zaman Rektor Cak Hasan di Wisuda ke-120: Jangan Berhenti Belajar, Taklukkan Disrupsi Global!

Paginya Sumar menanyai istrinya, siapa yang mengatasi semuanya.

“Begini lho, Cak, sesudah sampeyan minggat, aku nangis di depan rumah, dan tolah-toleh sembari mikir kemana sampeyan minggat…

Tidak lama ada laki-laki ganteng datang. Dia nanya kenapa kok saya nangis. Saya lantas cerita bahwa lampu teras mati, kran kamar mandi bocor, minyak tanah habis, sementara suami pergi entah kemana.

Lantas dia menawarkan pertolongan.
Cuma dia ngasih syarat…”

“Apa syaratnya?!” Sumar mulai gak enak perasaannya.

“Syaratnya saya bisa milih, membuatkan roti atau ngelencer dengan dia,” ujar istrinya kalem.

Kata suaminya cepat-cepat, “Terus, kamu bikinkan roti apa ?!”

“Bikin roti ?! Apa sampeyan kira saya ini pabrik roti !!!”


Dalam cerita sehari-hari sudah bukan rahasia lagi kalau istri digambarkan sebagai mahluk yang memiliki kecerdasan dalam diam. Suami punya kepandaian dalam keriuhan.

Kalau kita tarik perspektif lebih jauh lagi –apalagi jika dihubungkan dengan perihal kekuasaan– istri kuasa di “belakang layar” sedangkan suami gagah di “panggung pertunjukan”.

Cerita lain lagi, laki-laki digambarkan sebagai mahluk yang kuat, keras, tapi getas.

Wanita adalah mahluk yang tampaknya lemah, tapi sesungguhnya memiliki kelenturan dengan basis kepadatan yang tidak mudah patah.

Memang banyak kasus-kasus KDRT yang dilakukan suami kepada istri, dimana hal ini menggambarkan dominasi kaum pria terhadap perempuan. Namun, sesungguhnya, tindakan destruktif yang dilakukan itu menunjukkan lemahnya suami yang tidak dapat menguasai perasaan, tidak pandai mengolah emosi.

Hakikatnya laki-laki lebih banyak memiliki pikiran, sedikit memiliki perasaan. Akhirnya mereka kalah dalam peperangan melawan hawa nafsu amarah.

Berbeda dengan wanita yang cenderung diam dimana sesungguhnya diamnya mereka lebih cenderung secara naluriah diam-diam mengatur strategi.

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua

Kisah sukses seorang laki-laki, baik sebagai seorang anak maupun suami, tidak bisa dilepaskan dari peran para wanita: ibu atau istri. Mereka adalah pendidik (terutama ibu) dan motivator (khususnya istri) — di balik tangga-tangga kesuksesan karier dan panggung kekuasaan sosok laki-laki.

Meski demikian, ada ambiguitas tentang peran wanita (bukan ibu) dalam konteks “analisis” bin utak-atik gatnuk anekdot ini, yakni ketika laki-laki menapaki jenjang kariernya, ada tiga hal yang perlu diwaspadakan, yaitu: harta, tahta, dan wanita. Nah, unsur wanita nyelip di tiga “komponen” itu.

Dalam konteks di atas, siapapun tahu bagaimana kuatnya Imelda Marcos dalam menunjang peran suami dari “bukan siapa-siapa” hingga menjadi Presiden Philipina. Demikian juga Evita Peron dalam “mendorong” suaminya, Juan Peron di tampuk kekuasaan Argentina, yang pada akhirnya juga mengantarnya menduduki kursi kekuasaan tertinggi sebuah negara di benua Amerika bagian selatan itu, menggantikan suaminya.

Maka, ketika seenaknya Sumar menangkis segala permintaan pertolongan istrinya, dengan pukulan telak istrinya membalas dalam kalimat “sinonim” yang cerdas. Tentu saja sebaiknya ini hendaknya dipahami sebagai ungkapan, bukan dalam kaca mata realita yang menyimpan indikasi “penyelewengan” itu. (Namanya saja anekdot !).

O ya, bukti kekuatan wanita dibanding pria, terindikasi bahwa sejak dulu rata-rata usia hidup wanita di Indonesia lebih tinggi dari pria. Data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2020 menunjukkan rata-rata usia wanita di Indonesia adalah 75 tahun, sementara pria “cuma” 71 tahun.(Sumber : Kompas.com. 19 Februari 2024).

Bisa jadi kalimat di bawah ini gambaran lain lagi tentang sosok laki-laki dan wanita: pria adalah “sprinter“, identik “pelari maraton”; pria pemenang pertempuran, perempuan memenangi peperangan.

Monggo dipun ramesi …

(Amang Mawardi).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.