Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 20:24 WIB
Surabaya
--°C

Reaksi Komunitas Internasional atas Pengakuan Putin di Donetsk dan Luhansk

Peta Donetsk dan Luhansk-Kompas

INTERNASIONAL-KEMPALAN: Pengakuan kemerdekaan dari dua daerah separatis oleh Presiden Rusia yaitu Vladimir Putin telah menimbulkan banyak reaksi dari komunitas internasional, mulai dari negara-negara hingga organisasi internasional.

AS

Sebagai awalan, AS memberikan respons berupa pemberian sanksi finansial kepada daerah separatis tersebut dan mengatakan akan menyiapkan sanksi lebih jika memang diperlukan.

Presiden AS yaitu Joe Biden menyesali secara penuh keputusan Putin untuk mengakui daerah separatis tersebut.

Biden, bersamaan dengan Presiden Ukraina yaitu Zelenskyy mengatakan bahwa pihak AS akan merespons secara cepat dan ganas apabila Ukraina akan diagresi dan diinvasi oleh Rusia.

Sekretaris White House yaitu Jen Psaki juga mengatakan bahwa AS telah mengantisipasi tindakan tersebut oleh Rusia dan siap untuk merespon secara cepat.

BACA JUGA  UAS UNESA 2025-2026

JERMAN

Selain AS, Jerman diwakili oleh Menteri Luar Negeri yaitu Christian Lindner mengatakan pada cuitannya di akun resmi Twitternya.

“Dengan melanggar hukum internasional, Putin mengisolasi dirinya bersamaan dengan warga Rusia lainnya. Hal tersebut kemudian membuat NATO dan Uni Eropa menjadi semakin dekat. Bersatu bersama solidaritas degan Ukraina dan tetap percaya terhadap hukum internasional yang ada” isi cuitannya.

JUBIR SEKJEN PBB

Juru bicara Sekjen PBB juga mengatakan bahwa Rusia telah melakukan pelanggaran dari integritas kawasan dan kedaulatan Ukraina serta melanggar prinsip PBB.

TIONGKOK

Tiongkok yang kemudian merupakan kawan terdekat Rusia juga mengatakan bahwa pihaknya tidak memihak sisi yang ada, melainkan mengajak semua pihak yang ada untuk menghindari tindakan yang menaikkan tensi.

BACA JUGA  Satu Rumah, Tiga Matra Garuda: Jejak Emas Keluarga Atlet Mukti Wibowo Mengguncang Asia

NATO

Ketua NATO yaitu Jens Stoltenberg juga menyesali tindakan Rusia yang mengakui kemerdekaan dua daerah separatis tersebut dan mengatakan bahwa tindakan tersebut membahayakan kedaulatan serta integritas Ukraina.

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.