JAKARTA-KEMPALAN: Pagi hari pukul 03.00 WIB beredar sebuah berita bahwa Prof. Dr. Burhan Djabier Magenda, MA telah wafat di Rumah Sakit Yarsi pada usia 75 tahun. Mendiang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir ba’da dhuhur pada Senin (4/4).
Burhan Magenda merupakan salah satu akademisi Universitas Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di peguruan tinggi prestisius di Amerika Serikat, Universitas Cornell. Di sana, ia bertemu dengan sejumlah peneliti Indonesia seperti George McTurnan Kahin dan Benedict Anderson.
Disertasi almarhum Prof Burhan The Aristocracy in Provincial Politics in Indonesia: A Study of Three Outer Islands, kajian yang melihat kondisi politik wilayah di luar Jawa.
Semasa mudanya, Burhan pernah menjadi wartawan harian Kami sebelum mengajar di Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Di kampus tersebut, ia mengajar mata kuliah Masyarakat dan Politik Asia Tenggara.
Ia pernah berkiprah di dunia politik sebagai anggota MPR dan DPR RI dari Partai Golongan Karya pada tahun 1999-2004.
Burhan Magenda sempat diterpa kasus pelecehan seksual pada tahun 2021, di mana beberapa mahasiswi-nya membuka kisah tidak senonoh yang ia lakukan. Akan tetapi, semua tudingan ini ia tolak dan meminta nama-nama mahasiswi yang menudingnya melakukan perundungan seksual.
Apa kelanjutan kasus tersebut juga masih belum jelas hingga wafat-nya Burhan Djabir Magenda pada pagi hari ini karena sakit jantung dan ginjal. (Reza Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi