Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 11:51 WIB
Surabaya
--°C

BEM SI Bantah Viral Poster Aksi Untuk Turunkan Jokowi dan Kroninya

Aksi Jokowi Turun

JAKARTA-KEMPALAN-Viral poster di media sosial yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang mencantumkan pernyataan “Turunkan Jokowi dan kroninya” dibantah langsung oleh Koordinator BEM SI, Kaharuddin.

Seperti dilansir dari kompas.com, Kaharuddin menyatakan berita maupun poster ajakan pada 11 April 2022 untuk menurunkan Jokowi adalah tidaklah benar..

“Belum ada poster aksi yang kami keluarkan,” kata Kaharuddin kepada Kompas.com, Kamis (7/4/2022).

Kaharuddin membantah aksi yang akan digelar 11 April 2022 di depan Istana Negara, Jakarta dengan menuntut Presiden RI Joko Widodo mundur.

Kendati demikian, Kaharuddin membenarkan demonstrasi 11 April 2022 merupakan rangkaian lanjutan dari aksi yang sebelumnya dilakukan pada 28 Maret 2022.

“Betul, Mas. Aksi tanggal 11 April 2022 ini meminta jawaban dari aksi tanggal 28 Maret 2022, bagaimana pemerintah atau Bapak Presiden Jokowi menjawab tuntutan kita selama 14 hari ini,” kata Kaharuddin.

BEM SI menargetkan 1.000 massa aksi dari 18 kampus, yakni UNJ, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, STIE Dharma Agung, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, Unand, Unram, PPNP, Undip, UNS, UNY, Unsoed, SSG, dan STIEPER.

Kaharuddin menjelaskan bahwa tuntutan aksi BEM SI adalah mendesak Jokowi untuk bersikap tegas atau memberi pernyataan sikap menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

Tuntutan kedua, mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Tuntutan ketiga, mendesak Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Tuntutan keempat, mendesak Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Tuntutan kelima berkaitan dengan penyelesaian konflik agraria di Indonesia. Tuntutan keenam, mendesak Jokowi dan wakilnya, Ma’ruf Amin, berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan melalui media mengaku sampai saat ini belum menerima permohonan izin terkait aksi unjuk rasa STM Bergerak pada 11 April 2022 di depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat.

“Sampai saat ini Polda Metro belum terima permohonan kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum oleh kelompok manapun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Jakarta.

Zulpan juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi terkait seruan demonstrasi yang tidak jelas asal-usulnya dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. (ham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.