KYIV-KEMPALAN: Melalui akun Facebook-nya, Kementerian Dalam Negeri Ukraina melaporkan bahwa Bandara Udara Ivano-Frankivsk serta depot bahan bakar menjadi sasaran sistem rudal Rusia.
“Musuh telah menyerang wilayah barat Ukraina. Bandara Ivano-Frankivsk dan depot bahan bakar dan pelumas dihancurkan oleh sistem rudal,” kata kementerian itu seperti yang dikutip Kempalan dari Ukrinform.
Mereka menambahkan, sirine serangan udara berbunyi di Lviv, sementara penduduk dievakuasi ke tempat penampungan.
BACA JUGA: Situasi Memanas, Ukraina Minta Turki Tutup Akses Kapal Rusia
Adapun, Direktorat Utama Layanan Darurat Negara di kawasan Ivano-Frankivsk membenarkan serangan tersebut yang membangunkan para penduduk karena suara ledakan yang sangat keras. Ledakan terjadi sekitar jam 5 pagi, usai Putin mengumumkan mulainya operasi militer khusus di Donbas.
Selain itu, juga ada serangan udara terhadap gudang senjata di kota Kryvyi Rih yang menyebabkan penduduk di kota itu harus dievakuasi. Amunisi yang terkena serangan tersebut meledak. Sementara roket menghantam wilayah Kharkiv.
Pangkalan militer di pelabuhan Ochakiv juga menjadi sasaran sedangan udara yang melukai 4 orang personel tentara. Pangkalan udara Vasylkiv juga diserang.
Serangan udara di atas dibarengi dengan masuknya tank Rusia ke kawasan Luhansk dan pasukan Rusia memasuki wilayah lain, seperti Chernihiv, Sumy, dan Kharkiv. Masuknya pasukan Rusia ini diawali dengan serangan menggunakan artileri.
BACA JUGA: Diinvasi Putin, Ukraina Putus Hubungan Diplomatik dengan Rusia
Landasan pacu lapangan penerbangan militer di Khmelnytsky dibom, sementara di Nizhyn sedang ada upaya untuk menyelamatkan 6 orang dari reruntuhan bandara. Di Mariupol, 7 rumah terbakar karena serangan dan peringatan serangan udara dibunyikan di Poltava.
Karena situasi di atas, Presiden Volodymyr Zelensky mengeluarkan Dekrit Presiden Nomor 64 Tahun 2022 untuk menegakkan hukum militer selama 30 hari.
Menurut dekrit tersebut, komando militer, bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, badan eksekutif lainnya dan badan pemerintahan sendiri lokal, harus memastikan tindakan dan wewenang yang diberikan oleh Hukum Ukraina “Tentang Rezim Hukum Darurat Militer” yang diperlukan untuk memastikan Pertahanan Ukraina, keamanan publik, dan kepentingan negara.
BACA JUGA: Tiongkok Tidak Pasti Dukung Invasi Rusia di Ukraina
Layanan Darurat Negara diinstruksikan untuk segera, bersama-sama dengan administrasi negara bagian dan badan pemerintah lainnya, lembaga, perusahaan, organisasi dari semua bentuk kepemilikan, membuat sistem perlindungan sipil negara terpadu, subsistem fungsional dan teritorialnya siap untuk melakukan tugas pada jangka waktu tertentu.
Selain itu, administrasi negara bagian kota Kyiv, dan badan pemerintahan sendiri lokal harus membentuk dewan pertahanan dan memberikan bantuan kepada komando militer dalam memperkenalkan dan menerapkan langkah-langkah rezim darurat militer. (Ukrinform, Reza Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi