Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 11:51 WIB
Surabaya
--°C

Situasi Memanas, Ukraina Minta Turki Tutup Akses Kapal Rusia

KYIV-KEMPALAN: Turki telah diminta oleh Ukraina untuk menutup akses Rusia terhadap selat Bosphorus dan Dardanella agar tidak bisa mengirim kapal perangnya. Hal ini disampaikan Duta Besar Ukraina di Ankara setelah Rusia melancarkan serangan darat maupun udara terhadap negara tetangganya itu.

Permintaan itu disampaikan pada Kamis (24/2) yang mana Duta Besar mengatakan negaranya mengharapkan solidaritas dari anggota NATO. Duta Besar Vasyl Bodnar mengatakan Turki akan mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk menutup Selat Bosphorus dan Dardanella terhadap kapal perang Rusia.

Hal ini menyebabkan Turki yang menjadi anggota NATO dalam keadaan yang sulit karena memiliki hubungan baik dengan kedua negara. Dalam sebuat aturan tahun 1963, negara itu mempunyai kendali atas selat itu dan dapat membatasi akses kapal perang selama perang atau jika terancam.

BACA JUGA: Diinvasi Putin, Ukraina Putus Hubungan Diplomatik dengan Rusia

“Kami menyerukan agar wilayah udara, selat Bosporus dan Dardanelles ditutup. Kami telah menyampaikan tuntutan kami yang relevan kepada pihak Turki. Pada saat yang sama, kami ingin sanksi dijatuhkan pada pihak Rusia. Khususnya, kami menuntut penyitaan wilayah tersebut. saham dunia bisnis Rusia di sini,” kata Bodnar seperti yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah.

Melansir Aljazeera, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Turki yang menyarankan warga negaranya yang berada di Ukraina untuk tetap berada di rumah atau di tempat yang aman. Kantor kepresidenan Turki menyatakan Erdogan mengadakan pertemuan dengan para pejabat keamanan tingkat tinggi untuk membahasa serangan Rusia terhadap Ukraina.

BACA JUGA: Tiongkok Tidak Pasti Dukung Invasi Rusia di Ukraina

Turki telah menentang sanksi terhadap Rusia, serta menyerukan pada NATO dan Rusia untuk mengurangi omong kosong mereka. Erdogan mengatakan bulan lalu bahwa Turki “siap untuk melakukan apa pun yang diperlukan” untuk menghindari perang, tetapi pemerintahnya juga menyebutkan bahwa langkah Rusia melawan Ukraina sebagai tindakan yang kelewatan. (Daily Sabah/Aljazeera, Reza Hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.