Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 11:20 WIB
Surabaya
--°C

Gagal Menekuk Spurs, Kapten Arsenal Ini Bicara Koneksinya dengan Gyokeres

HONGKONG-KEMPALAN: Viktor Gyokeres gagal menjawab ekspektasi besar yang ada di pundaknya ketika menjalani laga pertamanya sebagai penggawa Arsenal, pada Kamis malam WIB (31/7).

Gyokeres menjalani debut dalam laga pramusim dengan aroma derbi London Utara, di Kai Tak Sports Park, Hongkong, melawan Tottenham Hotspur. Arsenal tumbang 0-1 atas Spurs.

Gyo (sapaan karib Gyokeres) yang hanya bermain sebagai pengganti pada menit ke-77, gagal mencetak gol pertamanya. Dia menggantikan Kai Havertz. Gyo hanya bermain 13 menit dalam laga tersebut.

Meski begitu, performa Gyo dalam laga debutnya tersebut mendapat pujian dari kapten Arsenal, Martin Odegaard. Kebetulan Odegaard dan Gyo sempat bekerjasama dan nyaris berbuah gol bagi Arsenal.

Berbicara kepada Arsenal Media, Odegaard pun menjelaskan kerjasamanya dengan Gyo. ’’Dengan pemahaman bahasa yang sama, semua akan lebih mudah. Begitu pula saat aku mencoba membantunya,’’ sebut Odegaard.

BACA JUGA: Laga Belgia vs Swedia Diserang Teroris, Begini Opsi Kelanjutannya

Kebetulan, Odegaard dan Gyo sama-sama pemain dari negara Skandinavia. Ode (sapaan akrab Odegaard) dari Denmark. Sementara Gyo berkebangsaan Swedia. Memang bahasa yang dipakai di Denmark dan Swedia berbeda.

’’Kami masing-masing dapat berbicara dengan bahasa kami sendiri. Orang Skandinavia selalu mampu berkoneksi dengan bagus. Jadi, dengan cara ini, segalanya dapat berjalan dengan alami,’’ sambung Ode.

Keberadaan Ode juga disebut-sebut bukan hanya membantu Gyo dalam beradaptasi di tengah permainan racikan Mikel Arteta. Begitu pula membantu Gyo beradaptasi dengan kehidupan di kota London.

Terlepas dari itu, debut pertama Gyo yang gagal berbuah gol itu tidak membuat Arteta risau. Apalagi striker yang didatangkan dari Sporting CP tersebut cuma bermain sebagai pengganti. Ditambah dengan menit tambahan waktu, Gyo bermain 20 menit.

Selain Gyo, Arteta juga memainkan pemain baru lainnya, Cristhian Mosquera. Dilansir di laman Football London, dia menyebut masuknya Gyo dan Mosquera mampu menambah energi serangan timnya.

’’Anda bisa menyaksikan energi dan kualitas yang sudah mereka bawadalam tim ini,’’ sebut Arteta dalam konferensi pers setelah laga. Gyo dan Mosquera sama-sama bermain 13 menit.

’’Mereka tampil singkat dalam laga ini. Tetapi setidaknya laga itu sudah berakhir, dan ketika mereka bermain menghadapi Villarreal CF, aku yakin hasilnya bakal berbeda dari malam ini,’’ sambung Arteta konfiden.

Odegaard dkk akan melawan Villarreal dalam laga pramusim di depan pendukungnya sendiri, di Emirates Stadium, London, pekan depan (7/7). Kemungkinan, Gyo bermain sebagai starter. (YMP)

Vietnam Jadi Momok Timnas Voli Indoor Indonesia di SEA V League 2025

JAKARTA -KEMPALAN: Timnas voli indoor putri Indonesia mengawali laga putaran pertama SEA V League 2025 dengan hasil yang sangat buruk. Menghadapi Vietnam di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima Thailand Jum’at 1/8/ 2025 Megawati Hangestri Pertiwi dkk seakan baru belajar bermain voli. Tim asuhan Risco Herlambang ini di bantai Vietnam dengan skor telak 3-0 (11-25,11-25, 22-25).

Sejatinya mengawali laga set pertama timnas voli indoor putri Indonesia dengan performa menjanjikan. Akan tetapi performa ini tak bisa di pertahankan oleh Megawati Hangestri Pertiwi dkk. Sebaliknya, Vietnam dengan konsisten serta pertahanan yang kokoh plus permainan yang solid akhirnya bisa membalikkan keadaan. Bahkan Vietnam membuat Megawati Hangestri dkk tak berdaya. Set pertama di akhiri dengan cepat oleh Vietnam dengan 11-25.

Set kedua timnas voli indoor Indonesia mencoba merubah cara bermain. Akan tetapi aksi Vietnam yang di pimpin Tran Thi Thanh Thuy  justru sulit di hentikan oleh Megawati Hangestri dkk. Vietnam semakin menggila dengan bermain cepat dan akurat. Smes-smes tajam  dan terarah Tran Thi Thanh Thuy dkk membuat timnas voli Indonesia tak berdaya. Indonesia kembali menyerah dengan mudah di angka 11-25.

Tertinggal dua set dengan skor set yang sangat singkat, sekan tak ada harapan bagi timnas Indonesia untuk bisa mencuri set kemenangan. Megawati Hangestri, Mediol Stefany Yoku berusaha bangkit dan meminimalisir kesalahan. Akan tetapi Vietnam tak memberi ruang kepada timnas Indonesia berkembang. Tak ayal perjuangan Megawati Hangestri Pertiwi dkk hanya sampai di angka 22 dan di tutup oleh Vietnam dengan kemenangan 22-25.

Dengan hasil tersebut Vietnam kokoh di puncak klasemen sementara meski kompetitornya, tuan Thailand meraih kemenangan atas Philipina dengan skor 3-1.

sedangkan timnas Indonesia kian sulit untuk finish di peringkat kedua SEA V League 2025.(Ambari Taufiq /M Fasichullisan)

Empat Kandidat Sekda Surabaya Adu Gagasan di Tahap Presentasi dan Wawancara

Empat kandidat Seksa Surabaya saat adu gagasan di tahap presentasi dan wawancara, Jumar (1/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya resmi menggelar Seleksi Kompetensi Jabatan (Assessment Center) untuk mengisi posisi strategis Pimpinan Tinggi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya. Proses seleksi tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Walikota, Jumat (1/8).

Dalam kesempatan tersebut, para panitia seleksi (panelis) ingin menggali lebih dalam tentang visi misi, manajemen organisasi, kepemimpinan, kolaborasi, tantangan, dan integritas para peserta. 

Adapun lima panelis yang bertugas adalah Aba Subagja, S.Sos., (Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Menpan-RB), Prof. Dr. Fendy Suhariadi, MT., Psikolog (Koordinator Program Studi S3 Pengembangan SDM Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga), Prof. Ir. Hera Widyastuti, M.T., Ph.D (Akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D (Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga), dan Indah Wahyuni, S.H., MSi (Kepala Bagian Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur).

Paparan pertama disampaikan oleh Dedik Irianto (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya) tentang Peran Strategis Sekretaris Daerah dalam Mewujudkan Sinergitas yang Kuat dan Komprehensif dalam Pembangunan Partisipasi untuk Menuju Surabaya Kota Dunia.

Kedua, paparan disampaikan oleh Rachmad Basari (Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya) tentang Penguatan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat melalui Kolaborasi Multi-Stakeholder dan Optimalisasi Sumber Daya Daerah.

Ketiga, paparan oleh Lilik Arijanto (Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya) tentang Kolaborasi Erat dan Sinergi Kuat Bersama Pemangku Kepentingan Mengawal Transformasi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan. 

Dan keempat, paparan disampaikan oleh Eddy Christijanto (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya) tentang Strategi Koki Birokrasi, yakni Akselerasi Transformasi Surabaya sebagai Global Smart City yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan.

Ketua Pansel, Prof. Dr. Fendy Suhariadi mengatakan, hasil dari tahap presentasi dan wawancara calon Sekda akan disampaikan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menurutnya, keempat calon yang merupakan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik.

“Kami memberikan data apa adanya tentang para calon. Suasana wawancara berlangsung serius, namun santai dan tidak tegang. Setiap calon memiliki kelebihan dan kekurangan yang berimbang. Mereka semua bagus-bagus karena sudah melewati proses panjang, mendaftar sendiri, dan merupakan kepala OPD yang ahli di bidangnya masing-masing,” kata Prof. Fendy.

Ia menambahkan, poin utama dalam penilaian adalah kesesuaian visi misi calon dengan visi Wali Kota Eri. Tim pansel juga menguji integritas dan kejujuran para calon dengan meminta mereka menilai diri sendiri dalam skala 10-100.

“Calon Sekda akan menjadi orkestrator Pak Wali untuk mengadministrasikan dan mengkolaborasikan semua OPD,” imbuhnya. 

Prof. Fendy menjelaskan bahwa tugas pansel telah selesai setelah menyerahkan hasil penilaian kepada Wali Kota Eri. “Tugas kami sebagai pansel selesai setelah menyerahkan hasil keempat calon ini. Mengenai batas waktu penyerahan kepada Pak Wali, itu ada di Bu Ira (Kepala BKSDM Surabaya), bukan pada kami,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pansel Indah Wahyuni selaku Kepala Bagian Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa kompetensi, pendidikan, dan rekam jejak para calon bagus serta memenuhi syarat.

“Kemampuan mereka juga berimbang. Wawancara cukup panjang, tetapi suasananya tidak tegang dan santai. Mereka adalah talenta-talenta terbaik dari Kota Surabaya. Siapa pun yang terpilih nantinya, semoga itu yang terbaik untuk Kota Surabaya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Abolisi dan Amnesti Era Prabowo

KEMPALAN: Pemberian abolisi kepada Thomas Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membuka babak baru dalam relasi antara hukum dan kekuasaan di Indonesia.

Kedua kebijakan tersebut, yang menyentuh langsung dua tokoh dari latar belakang dan afiliasi politik yang sangat berbeda, memunculkan perdebatan tajam tentang arah politik hukum nasional.

Apakah ini merupakan langkah maju menuju rekonsiliasi dan stabilitas politik, atau justru bentuk kompromi yang menggerus independensi hukum demi konsolidasi kekuasaan?

Abolisi terhadap Thomas Lembong—yang selama ini dikenal sebagai teknokrat vokal, mantan menteri di era Jokowi, sekaligus pengkritik tajam kebijakan ekonomi yang populis—menjadi sorotan tajam.

Abolisi sendiri secara hukum adalah kewenangan presiden untuk menghentikan proses hukum terhadap seseorang yang belum mendapatkan vonis pengadilan.

Dalam hal ini, Thomas belum divonis, namun keberadaannya dalam pusaran penyelidikan atau tuduhan tertentu membuat pemberian abolisi mengandung makna politis yang besar.

Banyak pihak membaca langkah ini bukan hanya sebagai upaya pemutihan hukum, melainkan sebagai sinyal bahwa Prabowo hendak merangkul kalangan teknokrat independen ke dalam orbit kekuasaannya.

Pemberian abolisi kepada Lembong juga dapat dibaca sebagai bentuk penjinakan terhadap suara-suara kritis dari kelompok yang selama ini bersandar pada nilai-nilai meritokrasi dan profesionalisme.

Apalagi, Lembong memiliki reputasi internasional, pernah bekerja di perusahaan investasi global dan menjadi duta penting bagi citra ekonomi Indonesia di mata investor asing.

Dengan membebaskan dia dari beban proses hukum, pemerintah tampak ingin menghapus penghalang politik bagi seseorang yang bisa berguna di masa depan, baik sebagai jembatan diplomasi ekonomi maupun sebagai bagian dari tim strategis nasional.

Sementara itu, pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, membawa dimensi politik yang lebih dalam.

Hasto merupakan simbol penting dari oposisi terhadap kekuasaan saat ini. Kasus hukumnya, yang berkaitan dengan perintangan penyidikan terhadap buronan korupsi Harun Masiku, menjadi sorotan publik sejak lama.

Pemberian amnesti, yang dalam hukum dimaknai sebagai penghapusan segala akibat pidana, umumnya digunakan untuk kepentingan kolektif dan nasional, seperti dalam konflik politik besar atau pemberontakan bersenjata.

Dalam kasus Hasto, penggunaannya menimbulkan pertanyaan: apakah kasus ini memang memiliki dimensi politik seluas itu, ataukah ini adalah langkah strategis untuk membuka pintu rekonsiliasi dengan partai lawan?

Dari sudut pandang politik, langkah Prabowo bisa dibaca sebagai strategi konsolidasi yang elegan.

Dengan merangkul Lembong, Prabowo membujuk kalangan profesional. Dengan mengampuni Hasto, ia menyentuh basis ideologis lawan politiknya dan membuka kemungkinan kerjasama lebih luas di parlemen.

Inilah manuver cerdas dalam politik gaya baru: bukan dengan menyingkirkan lawan, tetapi dengan merangkul mereka atas nama rekonsiliasi nasional.

Namun dari sisi hukum, hal ini memunculkan kekhawatiran akan erosi prinsip keadilan dan akuntabilitas.

Jika proses hukum terhadap pejabat atau elit politik bisa dihentikan atau dibatalkan hanya karena ada pertimbangan politik strategis, maka rakyat akan bertanya-tanya: di mana keadilan untuk mereka yang tak punya akses ke kekuasaan?

Hukum menjadi tampak seperti panggung kompromi, bukan ruang keadilan. Ini yang dikritik oleh banyak pengamat.

Seorang pakar politik dan hukum internasional, Prof. David M. Trubek dari University of Wisconsin–Madison, pernah menulis bahwa dalam negara-negara berkembang, “law is often bent not only by the interests of the elite, but also by the narrative of ‘national interest’ that disguises elite consolidation as public good.”

Hukum sering dibengkokkan bukan hanya oleh kepentingan elite, tetapi juga oleh narasi ‘kepentingan nasional’ yang menyamarkan konsolidasi elite sebagai kepentingan publik.  

Pernyataan ini sangat relevan untuk membedah langkah politik Prabowo apakah abolisi dan amnesti ini murni demi kepentingan bangsa, atau hanya narasi untuk memperkuat legitimasi kekuasaan di awal masa jabatan?

Dalam konteks demokrasi, keputusan semacam ini seharusnya dipertimbangkan secara terbuka, disertai argumentasi yang meyakinkan, dan melewati diskusi publik yang sehat.

Namun yang terjadi justru sebaliknya: keputusan diumumkan secara tiba-tiba, dengan penjelasan normatif yang kurang transparan.

Ini memberi ruang pada kecurigaan bahwa ada ‘ruang gelap’ dalam pengambilan keputusan di level tertinggi negara.
Tentu, politik bukanlah ruang yang steril dari kompromi.

Dalam banyak hal, stabilitas politik memang membutuhkan rekonsiliasi dan keluwesan. Namun ketika kompromi itu menyentuh lembaga hukum, maka garis batasnya harus jelas.

Negara hukum bukan sekadar formalitas ia adalah janji kepada rakyat bahwa semua orang setara di mata hukum, tanpa kecuali.

Abolisi terhadap Lembong dan amnesti untuk Hasto mungkin akan tercatat sebagai manuver taktis yang berhasil mengurangi ketegangan elite.

Namun dalam jangka panjang, kebijakan semacam ini akan terus diuji oleh sejarah: apakah benar itu demi bangsa, atau hanya demi kepentingan politik sesaat? Sebab dalam demokrasi, legitimasi tidak dibangun hanya dari suara pemilu, tapi d ari kepercayaan rakyat terhadap keadilan yang dijalankan negara.

Jika hukum terus ditekuk demi kepentingan penguasa atau elite, maka rakyat akan belajar bahwa keadilan hanya milik mereka yang dekat kekuasaan.

Dan bila itu terjadi, maka tidak hanya hukum yang runtuh, melainkan juga kredibilitas negara di mata warganya sendiri.

Oleh Bambang Eko Mei

Pemandian Air Panas Cangar Sumbang PAD Rp 4-5 Miliar per Tahun

Sadrah Devi, Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo. (Foro: Dwi Arifin/kempalan.com).

MOJOKERTO-KEMPALAN: Kawasan Pemandian Air Panas Alam Cangar kini menghadirkan konsep wisata premium dengan fasilitas pemandian VIP. Inovasi ini dikelola oleh Dinas Kehutanan melalui UPT Tahura Raden Soerjo.

Setiap ruang pemandian VIP dibanderol Rp100.000 per jam dan dapat diisi maksimal delapan orang. Di sini, pengunjung bisa menikmati pengalaman berendam yang lebih privasi dan nyaman dibandingkan di pemandian umum atau kolam terbuka.

Sadrah Devi, Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo mengatakan, pihaknya mengelola kawasan konservasi seluas 27.800 hektar ini sejak tahun 2002 yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kehutananan.

“Pemandian Air Panas Cangar menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap tahun kawasan ini menyumbang sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar,” kata Sadrah Devi, Rabu (30/7).

Pemandian Air Panas Cangar.

“Peminatnya sangat tinggi, tidak hanya dari masyarakat lokal, tapi juga dari wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Setiap tahunn, Pemandian Air Panas Cangar dikunjungi sekitar 200.000 wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Jumlah ini menjadi indikator kuat bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik tinggi.

Diberi nama Tahura Raden Soerjo, menurut  Sadrah Devi, mungkin sebagai penghormatan kepada Gubernur Jatim yang pertama, yaitu Raden Soerjo.

Bentang alam kawasan konservasi Tahura Raden Soerjo ini sendiri sangat luas. Secara garis besar, dari sini wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan pegunungan Anjasmoro.

Selain itu, kekayaannya juga sangat luar biasa. Di situ ada 153 sumber mata air yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar. Sebab kawasan ini dikelilingi lima kabupaten dan satu kota. Yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Kediri. Sedang satu kota, yaitu Kota Batu.

“Berdasarkan data yang masuk ke kami, sumber mata air itu mungkin digunakan oleh lebih dari 40.000 KK,” terang Sadrah Devi. (Dwi Arifin)

Material Ways Tema Pameran Akbar Seni Rupa ARTSUBS 2025

KEMPALAN : Pameran Akbar Seni Rupa ARTSUBS edisi kedua di tahun ini, hadir dengan pendekatan menggabungkan atmosfer artists fair yang dinamis dengan kedalaman konsep ala biennale.

Format ini membuka ruang yang lentur bagi praktik seni rupa kontemporer yang terus bergerak dan bereksperimen, dimana kali ini ditunjukkan oleh karya-karya lebih dari 130 seniman, baik yang berusia muda hingga yang bereputasi nasional maupun internasional.

ARTSUBS 2025 secara resmi dibuka pada tanggal 2 Agustus, dan berlangsung hingga 7 September 2025, di Balai Pemuda Surabaya, dikuratori Nirwan Dewanto dan Asmudjo J. Irianto yang juga mengemban peran sebagai direktur artistik, dengan Rambat sebagai Direktur Utama ARTSUBS 2025.

Material Ways, atau Jalan Ragam Materi, menjadu tema ARTSUBS 2025, sebuah upaya untuk menghadirkan bagaimana para seniman menggunakan beragam bahan sebagai alat berbahasa dan berkomunikasi menyampaikan gagasan.

Materialitas yang membentuk karya seni itu menjadi tanda pergulatan seniman dengan zaman dan lingkungannya.

Dengan tema ini, kami juga hendak menyajikan kekayaan seni rupa kontemporer Indonesia. Tak lagi dibatasi oleh lukisan dan patung dimana sejak pertengahan 1970-an di Indonesia, seni rupa mulai menjelajahi berbagai ruang kehidupan, menjadi semacam “anti-estetika”.

Makna dan praktik seni rupa meluas dan mencair, bersaing dengan kebudayaan populer, bukan lagi terkurung oleh lingkaran “borjuis”.

Material Ways adalah juga sikap terhadap dunia pasca-industri, yaitu tentang bagaimana kita melihat dan memperlakukan kelimpahan materi—dengan seni. Keragaman material dan medium yang digunakan para seniman menciptakan makna baru di tengah keseharian. Plastik, gelas, aneka bahan sintetik, hingga limbah dan video, bahkan kinerja AI—semuanya masuk ke dalam seni rupa kontemporer.

Dunia virtual dan dunia nyata saling memasuki, melahirkan bentuk-bentuk baru yang “mengganggu” realitas.

Demikian Asmudjo J. Irianto dan Nirwan Dewanto mengemukakan gagasan dan strategi ARTSUBS 2025 pada konferensi pers di Hotel Kokoon Surabaya, 31 Juli.

Di tengah banjir produksi materi di berbagai sektor kehidupan, seni rupa kontemporer menyediakan ruang-ruang refleksi atas berbagai masalah yang ditimbulkan oleh super-konsumerisme. Dengan demikian, Material Ways sangat sepadan dengan situasi Surabaya, yakni kota kedua terbesar di Indonesia, yang bergerak laju dengan industrialisasi lanjutan, percepatan ekonomi dan konsumsi, berikut segenap dampaknya.

Material Ways juga menunjukkan bahwa seni rupa kontemporer adalah perayaan akan keberagaman. Leburnya “seni rupa atas” dan “seni rupa bawah” mengganggu ragam seni rupa konvensional seperti seni lukis. Tapi, dengan begitu, seni lukis justru menjadi lebih hidup dan terbarukan. Ia tetap menjadi medium yang penting bagi kita, karena sigap menyerap banyak gaya dan narasi di tengah luapan produk dan limbah industri.

ARTSUBS 2025 juga menghadirkan media baru seperti video dan teknologi augmented reality, menciptakan percakapan antara bentuk-bentuk konvensional dan yang berbasis teknologi. Di tengah dunia yang serba-digital, muncul kerinduan terhadap sesuatu yang nyata dan buatan tangan. Sentuhan manusia, tangibility, menjadi penting, karena membawa emosi, ketidaksempurnaan, dan keaslian yang tidak bisa digantikan mesin dan algoritma.

Manajemen ARTSUBS 2025, tahun ini menargetkan 50.000 orang pengunjung dimana tahun lalu yang berlangsung di Post Block “situs” Kantor Pos Besar Surabaya dikunjungi 37 orang dari target 10.000 orang pengunjung.

Tiket masuk ke event ini Rp. 100.000.(AM).

Suplai Kembali Normal, Jember Tak Lagi Krisis BBM

Gubernur Jatim.Khofifah Indar Parawansa ikut mengisikan BBM di SPBU Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (31/7).

KEMPALAN-JEMBER:  Pasokan BBM di Kabupaten Jember kembali normal. Proses normalisasi pasokan BBM di Kabupaten Jember ini dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan meninjau SPBU Kaliwates dan SPBU Mangli, Kamis (31/7).

Didampingi Bupati Jember, Khofifah bersyukur karena saat ini tidak lagi terlihat antrean masyarakat yang berburu BBM. Pasalnya, distribusi sudah berjalan normal dan volume suplai juga terus ditingkatkan.

Pada kesempatan ini, Khofifah memberikan bantuan pengisian BBM gratis jenis Pertalite serta sembako  bagi driver ojek online. 

“Alhamdulillah seperti kita lihat saat ini, kondisi di SPBU sudah tidak terlihat ada antrean. Kondisi ini tolong saling kita jaga dan  pertahankan untuk menjaga ketenangan masyarakat agar beraktifitas lebih maksimal dan produktif,” kata Khofifah.

Ia menegaskan, terurainya antrean BBM di Jember beberapa hari belakangan bukan kerja satu pihak, melainkan kolaborasi berbagai pihak salah satu yang utama adalah  Pertamina.

Untuk itu, Khofifah mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang mencari opsi suplai dari terminal lainnya seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Masing-masing terminal sudah memiliki kapasitas untuk memenuhi sesuai dengan sistem di  Pertamina Patra Niaga.

“Ekosistem proses suplai dan distribusi terminal-terminal Pertamina menurut saya bagian dari keseriusan Pertamina mengatasi antrian BBM di Jember,” tuturnya.

Pola kerja sama untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan pemerintah bersama Pertamina melancarkan aktivitas sehingga kebutuhan masyarakat Jember bisa terpenuhi. Sebab, antrean BBM berdampak ke beberapa aktivitas, seperti sekolah, perkantoran, logistik, dan transportasi publik sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Ekosistem harus terbangun dari semua pihak termasuk dukungan masyarakat Jember,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu pengemudi ojek online Muhammad mengatakan sebelumnya antrean panjang terjadi di beberapa SPBU Jember mulai Sabtu malam hingga hari Selasa. Kemudian antrean mulai menyusut karena gerak cepat pemerintah provinsi dan kabupaten Jember.

“Alhamdulillah terima kasih solusi yang dilakukan pemerintah sekaligus BBM gratis yang diberikan. Bentuk perhatian dan kepedulian Ibu Gubernur bagi masyarakat Jember. Khususnya kelompok pekerja ojek online,” ungkapnya.

Sebagai informasi, beberapa hari kemarin terjadi antrean BBM di sebagian SPBU Jember. Antrean ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena BBM ke Jember dari Terminal Tanjung Wangi  tersendat akibat gelombang tinggi  penyeberangan Ketapang- Gilimanuk sehingga antrean kendaraan panjang menganggu kelancaran mobil tangki Pertamina.

“Mudah-mudahan hari ini  mendapat kabar baik dari BMKG sehingga penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bisa beroperasi sehingga  jalur Ketapang bisa terurai dan lancar  karena berpengaruh pada suplai dari  Terminal Tanjung Wangi,” ujarnya.

Selain itu, kelangkaan BBM di Jember  ini juga dampak dari penutupan jalur Gumitir (Jalan Nasional penghubung Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi) yang masih dalam perbaikan secara komprehensif yang mana saat ini sedang dalam pekerjaan konstruksi bored pile (borpa).

“Sekarang sedang pengerjaan beton kemudian dicor pilar sampai ke tanah keras hampir 30 meter untuk membuat jalan lebih kuat demi keselamatan warga,” ujarnya.

Selain itu, jembatan Besuk juga masih dalam perbaikan selama 3 bulan. Sejatinya, terdapat alternatif jembatan lain yang bisa digunakan. Namun kapasitas kendaraan maksimal hanya 15 ton. Sedangkan mobil tangki Pertamina 21 ton.

“Tidak nutut kalau pakai mobil kecil. Itulah kendala supply BBM dari terminal  Tanjung Wangi ke Jember,” ungkapnya.

Alhamdulillah saat ini sudah normal kembali, terimakasih kerja keras Pertamina Patra Niaga Jawa Bali Nusra dan semua pihak. Semoga selanjutnya  semua berjalan  lancar. (Dwi Arifin)

Kolaborasi dengan Siap Siaga, BPBD Jatim Launching Serentak ULD-PB Lima Daerah

Pembentukan ULD-PB di lima daerah yang dilaunching secara serentak di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusthi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/7). (Foto: BPBD Jatim).

PASURUAN-KEMPALAN: Setelah membentuk Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) di tingkat provinsi tahun lalu, kini BPBD Jatim kembali berkolaborasi dengan Siap Siaga melaunching pembentukan ULD-PB di lima daerah secara serentak.

ULD-PB yang dilaunching di Pendopo Nyawiji Ngesthi Wenganing Gusthi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/7) ini berada di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pacitan.

Launching ULD-PB secara serentak ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo, Wakil Bupati Pasuruan HM Sobih Asrori, Konjen Australia di Surabaya Glen Askew, First Assistant Secretary DFAT Cathryn (Cath) Trigg dan Team Leader Siap Siaga, Lucy Dickinson.

Hadir juga, Kalaksa BPBD Kabupaten dari lima daerah, Manager Program Siap Siaga Jatim Ancilla Bere, dan Perwakilan Dinsos Jatim.

Selain penekanan tombol, juga dilangsungkan penyerahan rompi dan penyerahan SK Pembentukan ULD-PB kepada pengurus ULD-PB masing-masing daerah.

Wakil Bupati Pasuruan HM Sobih Asrori dalam sambutannya mengapresiasi upaya Pembentukan ULD-PB di daerahnya. Karena hal ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kelompok disabilitas yang selama ini termarginalkan.

Konjen Australia Glen Askew juga mengapresiasi upaya kolaborasi yang dilakukan Pemprov Jatim dan Pemerintah Australia dalam pembentukan ULD-PB ini.

Ia berharap, dengan adanya ULD-PB di lima daerah ini masyarakat Jawa Timur bisa semakin tangguh dalam menghadapi bencana.

Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo juga menyampaikan apresiasi yang serupa.

Menurutnya, meski dalam pembentukan ULD-PB tingkat provinsi, Pemprov Jatim bukan merupakan provinsi yang pertama,  namun dalam pengembangan ULD-PB di level kabupaten, Jawa Timur menjadi provinsi yang tercepat.

Sementara, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, pembentukan ULD-PB di lima daerah ini jangan hanya berhenti pada tahap seremonial saja.

Namun, perlu tindak lanjut berupa perencanaan dan aksi nyata dengan meningkatkan kapasitas para penyandang disabilitas, sehingga mereka tidak lagi menjadi kelompok rentan, tapi menjadi komunitas yang tangguh bencana.

Salah satunya, lanjut Gatot, dengan melakukan pelatihan dan merancang sistem kesiapsiagaan dini sesuai dengan jenis disabilitas yang mereka alami.

“Kalau saat ini, ada sirene dan EWS yang bisa didengar saat terjadi gempa atau tsunami, lalu bagaimana dengan teman-teman disabilitas rungu. Apa mereka juga bisa menangkap sinyal itu,” katanya.

Karena itu, ia berharap BPBD di lima daerah bersama stakeholder dan unsur penthahelix setempat bisa meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas sehingga mereka tidak lagi menjadi kelompok rentan, namun bisa menjadi kelompok tangguh.

Rangkaian kegiatan lalu ditutup dengan TalkShow tentang Keterlibatan Bermakna Disabilitas dalam Pengurangan Risiko Bencana, yang dimoderasi Edy Supriyanto dari Unit LIDI Jateng dengan narasumber Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryatomo, Sekdakab Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, Kalaksa BPBD Lumajang, DP3AK Pacitan dan Perwakilan Disabilitas. (Dwi Arifin)

Adakan Pengabdian Masyarakat di Ponorogo, Departemen Sosiologi FISIP UNAIR Angkat Isu Penanganan Kekerasan Verbal di Sekolah

KEMPALAN – Angka kekerasan verbal terhadap siswa meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Studi dari Jakpat (2023) bahwa 7 dari 10 siswa mengaku mendapatkan kekerasan verbal dari siswa lain maupun guru. Atas dasar hal ini, Departemen Sosiologi FISIP UNAIR mengangkat isu kekerasan verbal berbasis gender di sekolah dalam program pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu kewajiban bagi civitas akademika yang tertuang di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terkait hal ini, maka Departemen Sosiologi FISIP UNAIR bersinergi bersama SMAN 3 Ponorogo untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan tema “Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Verbal Berbasis Gender di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa (29/7) di Aula SMAN 3 Ponorogo pada pukul 10.00 hingga 12.00. Program pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi dua sub-kegiatan, yaitu sosialisasi dan edukasi untuk guru serta sosialisasi dan edukasi untuk siswa. Dua sub-kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat secara efektif menanamkan materi kepada guru dan siswa.

Pada sub-kegiatan bersama guru, terdapat Prof. Dr. Sutinah, Dra., MS, Prof. Dr. Tuti Budirahayu, Dra., M.Si, dan Dr. Sudarso, Drs., M.Si yang menjadi pemateri. Di mana ketiga pemateri menjelaskan secara komprehensif mengenai strategi pencegahan dan mekanisme penanganan kekerasan verbal berbasis gender di lingkungan sekolah.

Di lain sisi, pada sub-kegiatan bersama siswa, terdapat Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si, Ratna Azis Prasetyo, S.Sosio., M.Sosio, dan Claudia Anridho, S.Sosio., M.Sosio yang menjadi pemateri. Dalam konteks ini, ketiga pemateri lebih menekankan pada sosialisasi mengenai praktik kekerasan verbal yang acap kali dilakukan oleh siswa dan dampak negatif yang menyertainya.

Selain itu, juga hadir Prof. Dr. Bagong Suyanto, M.Si selaku Dekan FISIP UNAIR, Prof. Dr. Septi Ariadi, MA selaku Ketua Departemen Sosiologi FISIP UNAIR, dan Prof. Dr. Siti Masudah, M.Si selaku Koordinator S2 Sosiologi FISIP UNAIR. Tidak hanya itu, Dr. Sasmito Pribadi, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Ponorogo juga hadir untuk mendukung program ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan hangat, komunikatif, dan edukatif. Peserta merasa mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai strategi untuk menangani kekerasan verbal berbasis gender di sekolah. Selain itu, peserta juga lebih memahami terkait bentuk-bentuk kekerasan verbal yang sering terjadi di sekolah.

Dalam perspektif SDGs (Sustainable Development Goals), kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Departemen Sosiologi FISIP UNAIR mencerminkan SDGs ke-16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) SDGs ke-4 (Quality Education), dan SDGs ke-5 (Gender Equality).

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.