Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 22:48 WIB
Surabaya
--°C

Pemandian Air Panas Cangar Sumbang PAD Rp 4-5 Miliar per Tahun

Sadrah Devi, Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo. (Foro: Dwi Arifin/kempalan.com).

MOJOKERTO-KEMPALAN: Kawasan Pemandian Air Panas Alam Cangar kini menghadirkan konsep wisata premium dengan fasilitas pemandian VIP. Inovasi ini dikelola oleh Dinas Kehutanan melalui UPT Tahura Raden Soerjo.

Setiap ruang pemandian VIP dibanderol Rp100.000 per jam dan dapat diisi maksimal delapan orang. Di sini, pengunjung bisa menikmati pengalaman berendam yang lebih privasi dan nyaman dibandingkan di pemandian umum atau kolam terbuka.

Sadrah Devi, Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo mengatakan, pihaknya mengelola kawasan konservasi seluas 27.800 hektar ini sejak tahun 2002 yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kehutananan.

“Pemandian Air Panas Cangar menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap tahun kawasan ini menyumbang sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar,” kata Sadrah Devi, Rabu (30/7).

Pemandian Air Panas Cangar.

“Peminatnya sangat tinggi, tidak hanya dari masyarakat lokal, tapi juga dari wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Setiap tahunn, Pemandian Air Panas Cangar dikunjungi sekitar 200.000 wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Jumlah ini menjadi indikator kuat bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik tinggi.

Diberi nama Tahura Raden Soerjo, menurut  Sadrah Devi, mungkin sebagai penghormatan kepada Gubernur Jatim yang pertama, yaitu Raden Soerjo.

Bentang alam kawasan konservasi Tahura Raden Soerjo ini sendiri sangat luas. Secara garis besar, dari sini wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan pegunungan Anjasmoro.

Selain itu, kekayaannya juga sangat luar biasa. Di situ ada 153 sumber mata air yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar. Sebab kawasan ini dikelilingi lima kabupaten dan satu kota. Yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Kediri. Sedang satu kota, yaitu Kota Batu.

“Berdasarkan data yang masuk ke kami, sumber mata air itu mungkin digunakan oleh lebih dari 40.000 KK,” terang Sadrah Devi. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.