Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 16:51 WIB
Surabaya
--°C

Apa Negara Dikelola Hanya Dengan Imajinasi

Lupa bahwa rakyat lebih ingin harga sembako turun, masih bisa makan daripada porto folio dengan lihat foto-foto lobi diplomasi kosong hanya bagian dari konten pencitraan.

Oleh: Sutoyo Abadi

KEMPALAN: Semua kita tidak ingin hanya memberi kritik asal bunyi (asbun) yang akan menambah beban kerja Presiden. Terapi Prabowo Subianto telah membuat jebakan untuk dirinya sendiri. Semua yang terjadi datang dari jebakannya sendiri, bukan semata disebabkan dari luar dirinya dan menciptakan kambing hitam.

Menciptakan imajinasi terlalu banyak, akhirnya membuat negara hanya hidup dalam angan-angan. Diperberat dengan postur kabinet bukan “zaken” (kalangan ahli/teknokrat) tetapi “seken” (manusia bekas) tidak jelas kompetensinya.

Bahkan hampir semua pejabat dalam hidup mewah bersamaan hampir semua terlibat korupsi yang sudah menyentuh semua di semua lini, wajar menimbulkan kemarahan rakyat.

Negara tampak tenang di atas, tapi di bawahnya bergejolak, berpotensi menjadi perlawanan karena rakyat merasa tidak ada harapan perbaikan kehidupan yang terjadi kesulitan dan penderitaan terus menghimpit.

Di era media kepercayaan tidak hanya dibangun lewat pidato imajinasi tapi juga lewat keterlihatan (realitas yang terjadi).

BACA JUGA  Kampung Ilmu Purwakarta: Bukan Dapur Asal Ngebul

Pagi ini (07/6/2026), dari artikel cukup panjang yang dikirim oleh ekonom Prof. Anthony Budiawan, fakta tidak bisa ditutup dengan imajinasi bahwa:

“Kenyataan bahwa kita, Indonesia banyak uang terbukti hanya fatamorgana (imajinasi). Faktanya, neraca pembayaran terus mengalami defisit berkelanjutan”.

“Cadangan devisa dibangun di atas tumpukan kewajiban utang luar negeri. Jumlah utang luar negeri mencapai lebih dari 430 miliar dolar AS. Sedangkan cadangan devisa per April 2026 hanya 146,2 miliar. Tekor besar. Utang luar negeri menguap untuk membiayai defisit transaksi berjalan”.

“(Bahwa) Narasi Indonesia banyak duit hanya imajinasi menjadi senyuman sinis di kalangan investor. Setiap orang bisa berhitung. Fiskal defisit, transaksi berjalan defisit. Jadi, uang dari mana kalau bukan dari utang, yang sekarang sedang terjadi arus balik keluar”.

“Dalam keadaan terjepit itu, pemerintah sekarang berusaha keras menjual surat utang, Menteri Keuangan beserta tim harus menjajakan surat utang sampai ke China dan Inggris”.

Imajinasi Presiden dipaparkan dan dilampiaskan terus-menerus melalui pidatonya bahwa Indonesia akan menjadi negara superpower hanya dengan propaganda animasi komputer (rekayasa AI) seolah-olah, semuanya dibungkus dalam narasi, semu.

BACA JUGA  Edwin Rajo Mangkuto: Dari Kokpit Penerbang Laut Menuju Pusat Transformasi Kekuatan Maritim Indonesia

Perjalanan diplomasi ke luar negeri kena batunya (terbang kesana-kemari antar negara) yang terkesan hanya sibuk mencari tepuk tangan internasional daripada  diplomasi yang lebih substansial.

Lagi-lagi mimpi jika diplomasi dianggap bagian dari konten, promosi dirinya hebat, padahal sedang mencari utang untuk menutup defisit transaksi keuangan yang sedang terjadi.

Lupa bahwa rakyat lebih ingin harga sembako turun, masih bisa makan daripada porto folio dengan lihat foto-foto lobi diplomasi kosong hanya bagian dari konten pencitraan.

Prabowo sebaiknya jangan terlalu ambisius, ingin negara kuat hanya dengan mengendalikan algoritma. Negara tidak bisa dikelola hanya dengan imajinasi.

Masa depan Indonesia terus diumumkan dengan imajinasi angka ekonomi besar, proyek besar, dan janji besar – namun untuk realisasinya tidak sepadan dengan kehidupan nyata yang sunyi.

*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.