“Empat O” adalah kunci sukses Jokowi menjadi Walikota, Gubernur, dan Presiden. Membongkar ijazah palsu made in Pasar Pramuka harus sampai pada usut peran masing-masing dari “Empat O” tersebut.
Oleh: M Rizal Fadillah
KEMPALAN: Investigasi ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka Jakarta mendapat titik terang pasca pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Tim Pemburu Ijazah Palsu.
Empat orang yang disinggung oleh Widodo anggota tim Solo adalah figur penting, yakni Anggit, Devid, Isnaeni, dan Eko Sulistyo. Menurutnya mereka orang Jokowi yang mrmpersiapkan dokumen pendaftaran ke KPUD DKI pada Pilgub 2012. Dan, berlanjut Pilpres 2014.
Widodo tidak menyampaikan detail keempatnya tapi bacaan media menemukan keempat anggota tim Solo itu memang orang yang kelak diberi peran penting oleh Joko Widodo yang diduga kuat sebagai balas jasa.
Dengan bantuan tim Jakarta, dari sinilah kemudian jembatan Pasar Pramuka bisa terhubung.
Anggit Nugroho adalah Sekretaris Jokowi sejak Walikota Solo, mantan redaktur pelaksana harian Solo Pos dan Pimred Joglosemar. Kemudian menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi.
Devid Agus Yunanto mantan ajudan Walikota Jokowi dan menjadi Sespri selama Jokowi menjadi Presiden. Mohammad Isnaeni merupakan Ketua Umum Alap-Alap Jokowi (AAJ) relawan pemenangan Jokowi. Penyambut utama kedatangan Jokowi di Solo purna tugas.
Eko Sulistyo mantan Ketua KPUD Surakarta yang menggolkan Jokowi untuk bisa menjadi Walikota Surakarta, tim sukses Jokowi saat Pilgub DKI dan Pilpres, serta nantinya di bawah rezim Jokowi diangkat Erick Thohir menjadi Komisaris PLN.
Eko sebelumnya adalah Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Jokowi. Operator blusukan Jokowi ini bercerai kepentingan saat yang bersangkutan menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo – Mahfud MD ketika Pilpres 2024.
Empat tokoh Anggit, Devid, Isnaeni, dan Eko Sulistyo patut untuk diusut Bareskrim Mabes Polri sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat (Dumas) 13 Mei 2026 yang dilaporkan oleh Rizal, Rustam, dan Heru bersama Tim Pemburu Ijazah Palsu (TPIP) yang terdiri dari ARM, UI Watch, dan komunitas lainnya.
Menurut Beathor tim Solo tak memiliki dokumen pendaftaran. Menurut Widodo keempatnya adalah tim Jokowi dari persiapan hingga pendaftaran. Dugaannya mereka terkait dengan pembuatan ijazah di Pasar Pramuka.
Dari empat orang ini menuju kepada empat figur utama yang jelas diadukan ke Bareskrim Mabes Polri yang dikenal dengan “Empat O” yaitu Paiman Raharjo, Eko Sulistyo, Pratikno, dan Joko Widodo.
Paiman “koordinator” Pasar Pramuka, Eko merepresentasi kepentingan Solo untuk pembuatan dokumen, Pratikno mantan Rektor UGM sekaligus tim sukses Jokowi sejak Pilwalkot Solo, dan Joko Widodo orang yang paling berkepentingan sekaligus bohir.
“Empat O” adalah kunci sukses Jokowi menjadi Walikota, Gubernur, dan Presiden. Membongkar ijazah palsu made in Pasar Pramuka harus sampai pada usut peran masing-masing dari “Empat O” tersebut.
Paiman Raharjo, Eko Sulistyo, Pratikno, dan Joko Widodo. Paiman Raharjo Wakil Menteri kabinet Jokowi, Eko Sulistyo Deputi KSP masa Jokowi, Pratikno Menteri abadi sejak Joko Widodo hingga Prabowo Subianto, dan Jokowi sendiri adalah Raja Pembohong dari Solo.
Sebanyak 23 orang yang diduga terlibat pemalsu Pasar Pramuka telah ditangkap, 8 orang menjadi tersangka, terdakwa, dan terhukum.
Mereka baik bersama-sama ataupun sendiri-sendiri potensial menjadi pelaku lapangan pembuat ijazah palsu Jokowi. Tidak percaya? Ayo Bareskrim bekerja, jangan biarkan Joko Widodo berbohong untuk selamanya.
*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi