Senin, 22 Juni 2026, pukul : 07:57 WIB
Surabaya
--°C

Material Ways Tema Pameran Akbar Seni Rupa ARTSUBS 2025

KEMPALAN : Pameran Akbar Seni Rupa ARTSUBS edisi kedua di tahun ini, hadir dengan pendekatan menggabungkan atmosfer artists fair yang dinamis dengan kedalaman konsep ala biennale.

Format ini membuka ruang yang lentur bagi praktik seni rupa kontemporer yang terus bergerak dan bereksperimen, dimana kali ini ditunjukkan oleh karya-karya lebih dari 130 seniman, baik yang berusia muda hingga yang bereputasi nasional maupun internasional.

ARTSUBS 2025 secara resmi dibuka pada tanggal 2 Agustus, dan berlangsung hingga 7 September 2025, di Balai Pemuda Surabaya, dikuratori Nirwan Dewanto dan Asmudjo J. Irianto yang juga mengemban peran sebagai direktur artistik, dengan Rambat sebagai Direktur Utama ARTSUBS 2025.

Material Ways, atau Jalan Ragam Materi, menjadu tema ARTSUBS 2025, sebuah upaya untuk menghadirkan bagaimana para seniman menggunakan beragam bahan sebagai alat berbahasa dan berkomunikasi menyampaikan gagasan.

Materialitas yang membentuk karya seni itu menjadi tanda pergulatan seniman dengan zaman dan lingkungannya.

Dengan tema ini, kami juga hendak menyajikan kekayaan seni rupa kontemporer Indonesia. Tak lagi dibatasi oleh lukisan dan patung dimana sejak pertengahan 1970-an di Indonesia, seni rupa mulai menjelajahi berbagai ruang kehidupan, menjadi semacam “anti-estetika”.

BACA JUGA  Panen Jagung di Desa Bulang, Polisi Dampingi Petani Sukseskan Ketahanan Pangan

Makna dan praktik seni rupa meluas dan mencair, bersaing dengan kebudayaan populer, bukan lagi terkurung oleh lingkaran “borjuis”.

Material Ways adalah juga sikap terhadap dunia pasca-industri, yaitu tentang bagaimana kita melihat dan memperlakukan kelimpahan materi—dengan seni. Keragaman material dan medium yang digunakan para seniman menciptakan makna baru di tengah keseharian. Plastik, gelas, aneka bahan sintetik, hingga limbah dan video, bahkan kinerja AI—semuanya masuk ke dalam seni rupa kontemporer.

Dunia virtual dan dunia nyata saling memasuki, melahirkan bentuk-bentuk baru yang “mengganggu” realitas.

Demikian Asmudjo J. Irianto dan Nirwan Dewanto mengemukakan gagasan dan strategi ARTSUBS 2025 pada konferensi pers di Hotel Kokoon Surabaya, 31 Juli.

Di tengah banjir produksi materi di berbagai sektor kehidupan, seni rupa kontemporer menyediakan ruang-ruang refleksi atas berbagai masalah yang ditimbulkan oleh super-konsumerisme. Dengan demikian, Material Ways sangat sepadan dengan situasi Surabaya, yakni kota kedua terbesar di Indonesia, yang bergerak laju dengan industrialisasi lanjutan, percepatan ekonomi dan konsumsi, berikut segenap dampaknya.

BACA JUGA  Cahyo: Lima Dapil Surabaya Masih Relevan untuk Saat Ini

Material Ways juga menunjukkan bahwa seni rupa kontemporer adalah perayaan akan keberagaman. Leburnya “seni rupa atas” dan “seni rupa bawah” mengganggu ragam seni rupa konvensional seperti seni lukis. Tapi, dengan begitu, seni lukis justru menjadi lebih hidup dan terbarukan. Ia tetap menjadi medium yang penting bagi kita, karena sigap menyerap banyak gaya dan narasi di tengah luapan produk dan limbah industri.

ARTSUBS 2025 juga menghadirkan media baru seperti video dan teknologi augmented reality, menciptakan percakapan antara bentuk-bentuk konvensional dan yang berbasis teknologi. Di tengah dunia yang serba-digital, muncul kerinduan terhadap sesuatu yang nyata dan buatan tangan. Sentuhan manusia, tangibility, menjadi penting, karena membawa emosi, ketidaksempurnaan, dan keaslian yang tidak bisa digantikan mesin dan algoritma.

Manajemen ARTSUBS 2025, tahun ini menargetkan 50.000 orang pengunjung dimana tahun lalu yang berlangsung di Post Block “situs” Kantor Pos Besar Surabaya dikunjungi 37 orang dari target 10.000 orang pengunjung.

Tiket masuk ke event ini Rp. 100.000.(AM).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.