Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 12:14 WIB
Surabaya
--°C

Adakan Pengabdian Masyarakat di Ponorogo, Departemen Sosiologi FISIP UNAIR Angkat Isu Penanganan Kekerasan Verbal di Sekolah

KEMPALAN – Angka kekerasan verbal terhadap siswa meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Studi dari Jakpat (2023) bahwa 7 dari 10 siswa mengaku mendapatkan kekerasan verbal dari siswa lain maupun guru. Atas dasar hal ini, Departemen Sosiologi FISIP UNAIR mengangkat isu kekerasan verbal berbasis gender di sekolah dalam program pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu kewajiban bagi civitas akademika yang tertuang di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terkait hal ini, maka Departemen Sosiologi FISIP UNAIR bersinergi bersama SMAN 3 Ponorogo untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan tema “Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Verbal Berbasis Gender di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa (29/7) di Aula SMAN 3 Ponorogo pada pukul 10.00 hingga 12.00. Program pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi dua sub-kegiatan, yaitu sosialisasi dan edukasi untuk guru serta sosialisasi dan edukasi untuk siswa. Dua sub-kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat secara efektif menanamkan materi kepada guru dan siswa.

Pada sub-kegiatan bersama guru, terdapat Prof. Dr. Sutinah, Dra., MS, Prof. Dr. Tuti Budirahayu, Dra., M.Si, dan Dr. Sudarso, Drs., M.Si yang menjadi pemateri. Di mana ketiga pemateri menjelaskan secara komprehensif mengenai strategi pencegahan dan mekanisme penanganan kekerasan verbal berbasis gender di lingkungan sekolah.

Di lain sisi, pada sub-kegiatan bersama siswa, terdapat Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si, Ratna Azis Prasetyo, S.Sosio., M.Sosio, dan Claudia Anridho, S.Sosio., M.Sosio yang menjadi pemateri. Dalam konteks ini, ketiga pemateri lebih menekankan pada sosialisasi mengenai praktik kekerasan verbal yang acap kali dilakukan oleh siswa dan dampak negatif yang menyertainya.

Selain itu, juga hadir Prof. Dr. Bagong Suyanto, M.Si selaku Dekan FISIP UNAIR, Prof. Dr. Septi Ariadi, MA selaku Ketua Departemen Sosiologi FISIP UNAIR, dan Prof. Dr. Siti Masudah, M.Si selaku Koordinator S2 Sosiologi FISIP UNAIR. Tidak hanya itu, Dr. Sasmito Pribadi, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Ponorogo juga hadir untuk mendukung program ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan hangat, komunikatif, dan edukatif. Peserta merasa mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai strategi untuk menangani kekerasan verbal berbasis gender di sekolah. Selain itu, peserta juga lebih memahami terkait bentuk-bentuk kekerasan verbal yang sering terjadi di sekolah.

Dalam perspektif SDGs (Sustainable Development Goals), kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Departemen Sosiologi FISIP UNAIR mencerminkan SDGs ke-16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) SDGs ke-4 (Quality Education), dan SDGs ke-5 (Gender Equality).

Buku Antologi Puisi ke-12 Karya Para Guru Sidoarjo

SIDOARJO-KEMPALAN: Puluhan guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS), merilis buku antologi puisi & pantun yang ke-12 di Quds Royal Hotel, Jl. Iskandarmuda No.85 kawasan Ampel, Surabaya, Kamis (24/7).

Buku setebal 146 halaman tersebut bertajuk “Gemilang Patriotku”. Sesuai judulnya, puisi & pantun dalam buku ini bertema patriot untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025. Sebanyak 12 orang guru anggota KGPS menulis karyanya dalam bentuk puisi dan pantun bertema kemerdekaan. Mereka adalah : Kasma Budi Rahayu, Suhartatik, Sutiyah, Titin Kusminarsih, Tri Andayani, Endang Kusmiati, Indrawati, Kris Maryono, Laili Maslikhah, Tri Lukiningtyas, Tutut Kusmiati dan Wuri Yeni Dila Puspitasari.

Selain itu juga disertakan karya puisi 10 penulis tamu dari beragam kalangan profesi. Antara lain, J. Subekti, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945, penyair wanita Denting Kemuning, dosen Fakultas Hukum Untag, Abraham Ferry Rosando, Guru SMPN 1 Banyuwangi yang juga penulis beberapa buku, Kanti Rahayu, dan beberapa lagi. Bahkan Rektor Untag Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA ikut pula memberi sambutan tertulis. Sedang kata pengantar ditulis oleh wartawan senior Imung Mulyanto yang mengangkat tema Patriotisme Zaman Now.

Dalam sambutannya Ketua KGPS, Endang Kusniati S.Pd, mengajak para anggota agar tidak bosan-bosan menanamkan jiwa patriot kepada anak didik melalui tulisan maupun karya cipta yang lain. Dan buku kumpulan karya puisi & pantun ini pada hakekatnya adalah bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.

Cluster General Manager Quds Royal Syariah Hotel, Pungky Kusuma, menyatakan kekagumannya bahwa di tengah kesibukan para guru yang sangat padat masih bisa menulis puisi dengan sangat baik, bahkan menerbitkan buku antologi puisi yang ke-12. Pungky selanjutnya mempersilahkan para guru maupun seniman yang ingin menggunakan Quds Royal Hotel untuk lokasi kegiatan. Tidak hanya di Surabaya, namun juga Quds Royal Hotel yang berada di Jakarta.

Walaupun dilaksanakan secara sederhana namun acara peluncuran buku antologi puisi & pantun tersebut cukup meriah. Selain beberapa penulis membaca karya puisi mereka, kehadiran seniman ludruk, Meimura dan wartawati senior yang sudah menulis puluhan judul buku, Ita Nasyiah, sangat menginspirasi.

Meimura dengan hand property dan busana khasnya, menyajikan ludruk garingan, memainkan tokoh Besut dan Rusmini dilengkapi kidungan dan potongan tari remo yang merupakan ciri khas seni ludruk. Sedangkan Ita memberi motivasi kepada para guru yang hadir untuk berani menulis buku secara tunggal.

“Saya dulu awalnya juga menulis bareng-bareng, namun saya beranikan diri menulis buku tunggal,” ujar mantan wartawati harian Jawa Pos tersebut. (kris maryono)

Pameran Lukisan ‘Jam Kosong : Merayakan Kebebasan Senyap’

KEMPALAN : Pernahkan Anda merasakan ledakan kegembiraan yang tiba-tiba saat guru tidak masuk kelas? Itulah yang kita sebut jam kosong, momen legendaris yang selalu dinanti !

Pameran ini akan membawa kita kembali ke kenangan masa sekolah saat bel berbunyi namun tidak ada pelajaran.

Waktu itu terasa seperti hadiah tersembunyi, dimana keheningan ruang kelas justru diisi oleh riuhnya imajinasi dan kebebasan.

Kalimat-kalimat puitis ini saya baca satu dari 3 lembar grafis digital yang dikirim Peni Citraning Puspaning networker seni budaya yang tinggal di Surabaya, ke nomor WA saya.

Boleh jadi, itulah narasi dan tema pameran lukisan yang akan berlangsung di Gedung Khrisna Mustadjab, Situs Aksera (Akademi Seni Rupa Surabaya), Jl. Dukuh Kupang XXVII/20 Surabaya, 3 Agustus – 7 September 2025.

Pameran ini menampilkan sejumlah karya dari AES Su’ud, Amang Rahman, Daryono, Dwijo Sukatmo, Harryadjie BS, Nashar, dan Ugo Untoro.

Adapun peserta partisipan tercatat nama-nama pelukis : Aly Waffa, Andy Prayitno, Fathur Rojib, Faris BK, Lukman Gimen, Nabila DG, Qusta, Rano Indera K, Sigit Tamtomo, Yoes Wibowo, dan Zulfikar.

Nama-nama yang saya sebut di atas (bukan partisipan) adalah tokoh-tokoh Aksera yang sudah almarhum, kecuali pelukis Nashar dan Ugo Untoro. (AM).

Tim Dosen Pembina Kemahasiswaan FISIPOL UNESA Gelar PKM Penguatan Karakter Siswa Lewat Konten Digital Berbasis Living Values

SURABAYA-KEMPALAN : Sebanyak 50 guru dan siswa SMK Lab-School Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimasi Konten Digital untuk Penguatan Karakter Siswa Berbasis Living Values Education Menuju Penciptaan Sekolah Berkarakter.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Dosen Pembina Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA dan bertujuan untuk memperkuat karakter siswa dalam menghadapi tantangan zaman digital yang kian kompleks dengan optimasi konten digital.

Kegiatan ini menjadi respon nyata atas berbagai persoalan mendesak yang dihadapi peserta didik, seperti kekerasan, bullying, kesehatan mental dan fisik, adiksi gawai, pornografi, judi daring, hingga penyalahgunaan narkoba.

Ketua Tim PKM, Rianda Usmi, M.Pd, menyatakan bahwa penguatan karakter siswa saat ini harus ditopang dengan pendekatan inovatif dan kontekstual.

“Melalui optimasi konten digital, siswa bukan hanya diajak cakap teknologi, tetapi juga dibimbing agar dapat menginternalisasi nilai-nilai karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Rianda Usmi.

Lebih lanjut, Rianda menjelaskan bahwa kegiatan ini berlandaskan pada semangat kebijakan nasional, yakni Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan.

Menurutnya, sekolah perlu memadukan literasi digital dengan nilai-nilai kehidupan agar mampu membentengi siswa dari gempuran budaya digital yang destruktif.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Dra. Heni Inawati, M.Pd., selaku Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Surabaya.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya guru-guru menguasai teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI). “Penguasaan TI dan AI bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mutlak di era digital. Kegiatan seperti ini sangat strategis agar SMK Lab-School UNESA bisa menjadi role model sekolah digital yang mampu menghasilkan konten edukatif berbasis AI,” tegasnya.

Kepala SMK Lab-School UNESA, Adhadi Santoso, M.Pd., menyambut baik kehadiran tim dosen FISIPOL UNESA dan menyatakan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dalam membina karakter siswa.

“Kami percaya bahwa karakter siswa tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan yang berkelanjutan dalam ekosistem digital yang sehat dan bernilai,” ujarnya.

Tim PKM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Puspita Sari Sukardani, S.T., M.Med.Kom, Oni Dwi Arianto, S.S., M.I.Kom., Febriandita Tedjomurti, M.Sosio., dan Dr. Fahmi Fahrudin Fadirubun, M.Pd., bersama dua aktivis mahasiswa FISIPOL yaitu Ulul Albab Annury (Ketua DPM FISIPOL 2025) dan Anissa Dwi Khasanah dari BEM UNESA.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, namun juga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi emas 2045. 

Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa Lab-School UNESA dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter-karakter bangsa, seperti religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat untuk menyonsong Indonesia Emas dengan SDM unggul.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Kiper Baru Manchester City Berbicara tentang Persaingannya dengan Ederson

MANCHESTER-KEMPALAN: Manchester City musim panas ini memulangkan kipernya, James Trafford. Dia didatangkan dari Burnley FC dengan fee sebesar 27 juta Pounds (Rp 592,3 miliar). Trafford jadi kiper Inggris termahal.

Dengan comeback-nya ke City, Trafford akan bersaing dengan dua kiper City lainnya. Di antaranya Ederson Moraes dan Stefan Ortega. Apalagi dengan rumor yang mengabarkan Ederson bakal angkat kaki dari Etihad Campus (kamp latihan City).

Dalam wawancara dengan laman resmi klub, Trafford antusias menatap persaingannya dengan Ederson dan Ortega. Terutama dengan Ederson. Sebab, dia menyebut, Ederson-lah sosok yang menginspirasinya saat kali pertama promosi ke skuad utama City.

Trafford promosi ke skuad utama City di 2021. ’’Tentunya saat kali pertama bergabung dengan City, dia (Ederson) sangat bertalenta. Dia salah satu kiper yang bagus ketika dia memegang bola. Dia yang selalu aku perhatikan saat aku berusia 17 tahun,’’ tuturnya.

Tidak sekadar menonton aksi Ederson seniornya. Trafford pun mencoba menyerap ilmu dari kiper berkebangsaan Brasil itu. Kemampuannya sebagai pengumpan dari belakang pun karena setelah melihat Ederson.

BACA JUGA: Jelang Big Match Lawan Arsenal, City Kehilangan Banyak Pemain Kunci

Tidak hanya dengan Ederson. Kiper yang membawa timnas Inggris U-21 memenangkan Euro U-21 2023 juga antusias menatap persaingan dengan Ortega. ’’Aku senang bekerja dengan semua kiper dan saling menekan satu sama lain, dan sama-sama meningkatkan diri,’’ sambung kiper berusia 22 tahun itu.

Trafford lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Dipinjamkan ke Accrington Stanley dan Bolton Wanderers, Trafford menghabiskan dua musim terakhir di Burnley FC. Melalui kiprahnya di Burnley, Trafford sukses di timnas Inggris U-21.

Suksesnya itu yang membuka pintu Etihad Campus (sebutan kamp latihan City) untuk Trafford. Dia akan mengenakan jersi nomor 1 di City. Nomor punggung tersebut sudah vakum lima musim.

Direktur Olahraga City Hugo Viana pun menyebut, Trafford memiliki semua aspek yang dimiliki kiper kelas dunia. Dia pun konfiden kalau dia bisa ideal dengan permainan City. ’’Kami sangat yakin dia akan sesukses di timnas (Inggris),’’ tegas Viana, seperti dilansir dari laman resmi klub. (YMP)

Peduli Lingkungan, BPBD Jatim-Jurnalis Grahadi Tanam 100 Bibit Pohon di Gunung Lorokan

MOJOKERTO-KEMPALAN: Sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan dan mitigasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Jurnalis Grahadi  menanam 100 bibit pohon buah-buahan di Gunung Lorokan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/7).

“Jadi kita memiliki slogan Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita. Sebagai aktualisasi dari slogan itu, maka pada hari ini bersama teman-teman wartawan melaksanakan kegiatan tanam-tanam,” kata Plt. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Dadang Iqwandy.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar simbolik, tetapi wujud nyata komitmen menjaga keseimbangan alam serta mendorong peran aktif masyarakat dalam konservasi lingkungan.

Keterlibatan media dalam kegiatan seperti ini, kata dia, menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim dan potensi bencana alam.

Karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan. “Kami ingin menanam lebih banyak pohon lagi,” harapnya.

Jenis bibit yang ditanam antara lain durian, alpukat, kelengkeng, jambu, dan nangka. Pasalnya, selain bernilai ekonomis pohon tersebut juga memiliki peran ekologis dalam menjaga struktur tanah dan menambah tutupan hijau.

Ketua Pokja Wartawan Grahadi Fatimatuz Zahroh mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sebagai bentuk kolaborasi positif antara pemerintah daerah dan komunitas media.

“Tadi luar biasa teman-teman bersama BPBD mendaki Gunung Lorokan. Tidak hanya mendaki, tapi juga menanam100 bibit pohon buah-buahan,” ujarnya.

Menurut Ima –panggilan akrab Fatimatuz Zahroh–, para jurnalis yang tergabung dalam Pokja Grahadi sebelumnya juga pernah mengikuti pelatihan jurnalis tangguh bencana bersama BPBD. Dan kini diperkuat dengan aksi cinta lingkungan secara langsung dalam bentuk menanam 100 bibit pohon buah-buahan.

“Ini menunjukkan bahwa wartawan juga punya kepedulian terhadap pelestarian alam, tidak hanya lewat tulisan tapi juga aksi nyata,” tambahnya.

Ima mengungkapkan, rencana lanjutan berupa penanaman seribu bibit pohon di lokasi yang sama sebagai bagian dari kesinambungan program konservasi.

Gunung Lorokan yang masuk dalam kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo dipilih sebagai lokasi karena kawasan tersebut merupakan zona penting dalam konservasi hutan pegunungan di Jawa Timur.

Dia pun berharap kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap bencana, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga hutan sebagai paru-paru bumi. (Dwi Arifin)

BPBD Jatim Gelar Edukasi Kebencanaan, Dikuti Puluhan Jurnalis

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto (berdiri) saat membuka Edukasi Kebencanaan Bertajuk “Jurnalis Tangguh Bencana” di Pemandian Air Panas Cangar, Pacet, Mojokerto, Selasa (29/7). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

MOJOKERTO-KEMPALAN: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar edukasi kebencanaan bertajuk “Jurnalis Tangguh Bencana” di Pemandian Air Panas Alam Cangar, Tahura Raden Soerjo, Pacet, Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini, 29-30 Juli 2025, diikuti puluhan jurnalis dari Pokja Grahadi dan Pokja Indrapura.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memperkuat pengetahuan kebencanaan para jurnalis agar bisa menyampaikan informasi secara yang benar kepada masyarakat.

“Agar saat peliputan dan pemberitaan, teman-teman media bisa memberikan penjelasan yang mencerahkan dengan bahasa yang baik dan ilmu yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Gatot Soebroto dalam sambutannya ketika membuka acara.

Dia berharap kolaborasi antara BPBD Jatim dan media terus terjalin kuat. Sehingga, ke depan, sinergi dalam penanganan bencana harus semakin solid dan bisa menghasilkan informasi yang menjadi acuan masyarakat.

Pembuktian bahwa air hujan itu sehat.

Dalam edukasi ini, BPBD Jatim menghadirkan Prof. Eko Teguh  Paripurno sebagai narasumber. Pria yang akrab disapa Kang ET ini menegaskan pentingnya peran jurnalis sebagai garda terdepan dalam komunikasi kebencanaan.

“Komunikasi bisa dilakukan saat pra, saat terjadi bencana, dan pasca bencana. Saat pra, yang dibangun adalah ketangguhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Kang ET juga menegaskan bahwa jurnalis perlu memahami kerentanan dan risiko bencana agar bisa menyampaikan informasi yang mendorong penyelesaian mandiri di tingkat komunitas.

Sementara itu, Sri Wahyuningsih dari Komunitas Banyu Bening Yogyakarta turut memaparkan inovasi pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan konsumsi dalam kondisi darurat bencana. Inisiatif ini menjadi contoh kemandirian masyarakat saat menghadapi bencana.

Sedang jurnalis senior Bahana Patria Gupta mengingatkan pentingnya empati saat meliput bencana.
“Yang sering terjadi, jurnalis tidak bisa menempatkan diri saat bertemu korban. Padahal simpati sangat menentukan bagaimana kita bisa diterima dengan baik saat peliputan,” tuturnya.

Dia memberi contoh kecil bagaimana dirinya memberi permen kepada anak-anak di lokasi bencana. “Meskipun nilainya tidak seberapa, tapi dari anak kecil itu kita bisa mendapat banyak informasi,” lanjutnya.

Sebaliknya sikap yang tidak tepat di awal peliputan bisa berdampak negatif pada jurnalis lain. “Bukan hanya kita yang kena, tapi teman-teman lain yang datang belakangan juga bisa ikut terdampak,” ucapnya.

Ketua Pokja Wartawan Grahadi Fatimatuz Zahroh menjelaskan, kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga. Selama itu, kata dia, dari tahun ke tahun materi kegiatan semakin berkembang.

“Saya optimistis jurnalis bisa semakin tangguh saat meliput bencana di Jawa Timur,” ujar jurnalis yang akrab disapa Ima ini. (Dwi Arifin)

Terkejut Tarip Sedot WC

KEMPALAN : Sudah lama menjadi istilah : sedot wc. Padahal aktivitas yang sesungguhnya adalah sedot tinj*. Atau kalau mau lebih menukik ke terminologi yang lebih pas, mestinya : sedot septitank.

Kalau Anda ingin menggunakan jasa semacam itu buka saja google, beterbaran linknya di platform tersebut.

Atau amati saja bagian depan rumah Anda, hampir setiap hari tergeletak di teras karton promosi sedot wc seukuran 10 x 5 cm lengkap dengan nomor kontak. Atau karton promosi itu sering tercantel di pagar-pagar rumah Anda dan tetangga sekitar.

Taripnya? Bervariasi, tergantung volume yang disedot, juga deal hasil tawar-menawar.

Dua tahun lalu saya pernah menggunakan salah satu jasa aktivitas itu.

Terjadi tawar menawar. Akhirnya saya bilang: “Budget saya cuma Rp. 750.000. Wis sampeyan atur, yaopo enake…”

Siang hari truk tangki sedot wc tiba di depan rumah saya. Tutup septitank yang menggunakan sistem ulir/drat dibuka oleh dua petugas yang merangkap sopir dan kernet. Pipa-pipa karet dimasukkan ke lubang septitank, mesin pompa sedot pun lantas menggerang.

Sekitar 10 menit kemudian bunyi mesin pompa sedot berhenti. Saya yang berada dekat septitank diajak keluar oleh salah satu petugas menuju truk tangki untuk melihat kaca di bagian belakang truk yang ada strip-strip, mengindikasikan bahwa dengan dana Rp 750.000 hanya berisi sekitar 60% dari volume keseluruhan tangki.

“Bagaimana Pak, apa diteruskan sampai tangki penuh…?” kata petugas jasa sedot wc itu.

Saya jawab : “Gak wis, cukup sakmene ae. Dananya cuma segitu, Mas. Maaf… “

Saat itu saya pikir dengan 60% volume truk tangki, wc saya kalau disiram sudah tidak perlu berkali-kali. Karena “telur” yang ada di septitank saya perkirakan sudah berkurang jauh.

Selama seminggu wc sudah pulang lap, lancar jaya.

Tapi selewat itu, kondisinya kembali seperti semula. Entah karena belum tuntas nyedotnya atau sebab-sebab lain.

Dan itu berlangsung sampai 10 hari lalu. Dan selama lebih kurang 2 tahun setelah penyedotan dengan dana Rp 750.000 tersebut, makin parah kondisinya. Makin sulit digelontor, meski pada akhirnya akan tuntas juga, tinj* masuk ke pipa menuju septitank. Pernah juga saya belikan zat penghancur tinj* di toko bahan bangunan, hasilnya zonk.

Akhirnya sampai pada kondisi benar-benar tidak bisa masuk ke septitank –maaf– “telur” mengapung di ceruk kloset duduk toilet kami. Tentu saja pada tutup kloset duduk itu sering kami letakkan kursi plastik sebagai peringatan : full.

Akibat itu, sering saya dan istri harus naik ke toilet lantai atas. Kalau untuk toilet yang ini aman. Tapi kondisi ketuaan saya dan istri yang 72 dan 71 tahun, cukup ngos-ngosan manakala harus sering-sering ke lantai atas.


Kira-kira 6 bulan lalu di grup WA alumni kuliah saya dulu (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya/AWS-Almamater Wartawan Surabaya), berlangsung percakapan tentang jasa sedot wc.

Ada yang bilang tetangganya sampai kena 2 juta rupiah. Lantas ada yang nyahut, “jangan-jangan kena jebak.” Mungkin maksudnya ada unsur nipunya. (Jadi ingat cerita istri saya, Bu ‘H’ yang tinggal di blok lain tapi masih se-RT dengan kami, pernah kena getok Rp 2.500.000).

Cerita lain lagi, salah satu alumni yaitu Mas Soehardjo Bagus memberi informasi dimana saat menghubungi jasa sedot wc, lantas diberi tahu kalau taripnya Rp. 1.200.000.

“Waduh, saya pensiunan. Gak sanggup kalau harus bayar segitu,” ucap Mas Hardjo di percakapan digital tersebut, bernada monolog.

Beberapa hari kemudian ada yang menginformasi ke Mas Hardjo yang pernah menjabat Plt. Kabag. Humas Pemprov. Jawa Timur ini bahwa Pemkot Surabaya punya semacam divisi sedot wc yang taripnya sangat murah. Lantas Mas Hardjo diberi kontaknya.

Cekak aos, septitank yang ada di rumah beliau beres sudah. Kena berapa? “Cuma Rp 200.000”.

Dari percakapan di grup WA itu, saya lantas minta ke Mas Hardjo kontak jasa sedot wc tersebut. “Nanti saya kirim ke nomor WA Mas Amang,” kata Mas Hardjo yang sering jadi juri lomba batu agate atau mungkin akik ini. Maaf, saya tidak tahu kosakata yang tepat.

Saya pikir saya akan diberi nomor WA jasa sedot wc yang dikelola oleh Pemkot Surabaya itu, ternyata yang saya terima di nomor WA saya semacam grafis, antara lain berisi tarip berdasarkan jarak. Disitu ada tertulis tiga kategori: sosial, perorangan, dan komersial (lihat foto grafis). Tercetak juga nomor WA.

Maka sebulan lalu anak saya, saya beri nomor WA yang ada di foto grafis sedot wc Pemkot Surabaya. Lantas dihubunginya. Saya tidak tanya detilnya bagaimana proses menghubunginya, kok ditunggu sampai 3 minggu truk sedot wc belum juga datang ke rumah.

“Masih antre, Pak. Ditunggu aja,” kata anak saya itu. Sementara kondisi wc lantai bawah makin mengenaskan. Sedangkan kalau pakai jasa sedot wc profesional, budget tidak mencukupi. Saya perkirakan sekarang bisa kena Rp 1.500.000. Wuih…


Seminggu lalu, saat bangun tidur siang, saya agak terkejut. Banyak alat-alat dapur memenuhi meja makan.

“Lho, ada apa ini Ti kok alat-alat dapur numpuk di sini ?” saya bertanya ke Uti (panggilan nenek untuk istri saya).

“Tadi Mas (istri saya menyebut nama menantu saya) sudah kontak lagi sedot wc Pemkot Surabaya, katanya mau ke sini…” jawab istri saya.

Apa hubungannya alat-alat dapur dengan urusan sedot wc ? Karena bunker tinj* ada di dekat dapur.

Selepas mahgrib truk tanki tinj* itu parkir di tepi jalan depan rumah. Dua orang petugas merangkap sopir dan kernet seumuran 25-an tahun dengan sigap melakukan tugasnya. Di sela-sela penyedotan kami melakukan trialog. Kata salah satu dari mereka, sebaiknya penyedotan jangan 2 tahun sekal tapi setahun sekali.

Sehari ini, mereka sudah melakukan tugasnya di 4 rumah. Rumah saya giliran terakhir, ke-5.

Seperempat jam selesai sudah tugas Mas-mas ini.

Berapa taripnya? Saya terkejut, ternyata cuma dua ratus ribu rupiah. Padahal oleh istri saya sudah dialokasikan dana lima ratus ribu rupiah, diasumsikan kena tarip tertinggi yang Rp. 450.000 dengan tip Rp. 50.000.

Akhirnya diserahkan Rp 300.000 kepada salah satu petugas itu. Yang Rp. 100.000 untuk tip.

Saat melepas Mas-mas ini, bias sinar lampu teras, mengena sebagian bodi truk sedot wc itu, tertulis huruf-huruf kapital cukup besar : Dinas Tata Air dan Bina Marga Pemkot Surabaya.

Kloset di toilet kami sekarang sudah plung lap , lancar jaya. Semoga plung lap-nya sampai setahun ke depan.

Gak rugi Lur kami bayar PBB setiap tahun dapat “feedback” seperti ini. (Amang Mawardi).

BCA Jungle Open 2025: Salah Satu Turnamen Padel Terbesar di Indonesia akan Digelar di CitraLand Surabaya

SURABAYA– Bersiaplah untuk tiga hari, 5-7 September 2025 yang penuh aksi padel kelas dunia di Jungle Padel CitraLand Surabaya, bekerja sama dengan BCA digelar BCA Jungle Open 2025.

“Acara yang sangat dinantikan ini akan mempertemukan lebih dari 300 peserta dari berbagai divisi — dari tingkat pemula hingga platinum — menjadikannya salah satu turnamen padel terbesar dan paling inklusif yang pernah diselenggarakan di kota ini,” ujar Lauw Hendra, Direktur Ciputra Group, Rabu 30 Juli 2025.  

“Saya apresiasi sekali kepada BCA, Jungle, dan semua yang menghadirkan turnamen padel. Olahraga padel ini sedang jadi tren di Jakarta, Bali, dan kemudian di Surabaya. Kebetulan lapangan yang siap di Surabaya memang baru tahun ini di CitraLand Surabaya,” papar Hendra.

Jungle yang luar biasa, lanjut Hendra, membawa padel ke Surabaya. Bukan hanya bermain padel, tetapi menghasilkan lapangan dan sistem permainan yang luar biasa terutama bagi warga di CitraLand Surabaya. Ini juga menjadi bagian fasilitas bagi warga CitraLand Surabaya yang terus gencar dibangun di CitraLand Surabaya.

“CitraLand Surabaya terus menerus akan menambah fasilitas khususnya sport dan lifetyle. Yang kita sedang desain lapangan tenis, track lari, di CitraLand Utara sedang dibangun juga Sport Center untuk berbagai jenis olahraga,” papar Hendra.

“Turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar Rp200 juta, yang menarik para peserta papan atas, penggemar padel, dan influencer,” ungkap Sony Ukar, Kepala Cabang Utama BCA Bukit Darmo Boulevard.

“Dengan biaya registrasi Rp600 ribu per orang yang akan dibuka pada tanggal 1 Agustus mendatang di Official Instagram Jungle Padel Surabaya. Dengan perpaduan yang dinamis antara atletisme, hiburan, dan semangat komunitas, BCA Jungle Open diperkirakan akan menarik lebih dari 1.500 penonton selama akhir pekan,”  ungkap Kennedy, Co Founder & Direktur Jungle Padel CitraLand Surabaya.

Selain kompetisi, acara ini akan menampilkan, area tenant kuliner pilihan yang menawarkan hidangan lokal dan internasional hingga pertunjukan animasi dan proyeksi pencahayaan. Suasana meriah yang dirancang untuk keluarga, penggemar, dan pendatang baru di olahraga ini.

“Dengan lima kategori. Kalau pemain gold dan platinum biasanya sudah pernah mengikuti event dan turnamen internasional. Turnamen ini juga akan membangun skill pemain untuk dapat bermain di event internasional. Turnamen padel terbesar di Surabaya dan mengembangkan olahraga padel di Surabaya,” lanjut Kennedy.

“Head coach kita khusus padel dari Portugal, untuk mengajarkan teknik padel yang benar. Jadi bukan head coach tenis atau bulutangkis yang kita pakai. Antusias warga Surabaya terus terang sangat tinggi karena ini merupakan olahraga baru,” pungkasnya. (*)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.