Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 10:38 WIB
Surabaya
--°C

Kalah Lagi, Timnas Voli Indoor Putri Indonesia Babak Belur di SEA V League

 

JAKARTA-KEMPALAN : Timnas bola voli putri Indonesia kembali menelan kekalahan pada laga kedua SEA V League 2025 setelah takluk dari Thailand 1-3 (25-22, 15-25, 25-27, 12-25) di Nakhon Ratchasima, Sabtu (2/8/2025).

Manajer timnas Indonesia, Luciana Taroreh, mengapresiasi perjuangan para pemain yang dinilai tampil lebih baik dibandingkan laga perdana kontra Vietnam.

“Pertama, kami apresiasi kerja keras Megawati dkk malam ini yang bermain jauh lebih baik dari kemarin. Bertemu Thailand yang merupakan tim kuat dan berpengalaman selalu jadi tantangan tersendiri. Meski hasil akhir 1-3 bukan yang kami harapkan, ada momen-momen positif yang bisa kami ambil, terutama di set pertama dan ketiga,” ujar Luciana.

Meski demikian, Luciana menilai masih banyak aspek yang harus diperbaiki agar tim mampu bersaing di level tertinggi.

“Kami harus objektif. Masih banyak yang perlu dievaluasi, mulai dari konsistensi permainan, transisi bertahan, hingga keberanian menyerang di momen krusial. Lawan seperti Thailand tidak bisa diberi ruang sedikit pun,” tambahnya.

Luciana memastikan tim akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk evaluasi dan pembenahan strategi, terutama menghadapi laga terakhir melawan Filipina, Minggu (3/8/2025).

“Fokus kami adalah terus berkembang dan tampil lebih baik besok menghadapi Filipina. Tim harus bermain agresif serta disiplin dalam menjalankan strategi menyerang dan bertahan. Semoga besok kita bisa unggul atas Filipina,” ujarnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Surabaya Jadi Etalase Seni Rupa Lewat Gelaran ARTSUBS 2025

Pembukaan ARTSUBS 2025 di komples Balai.Pemuda Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pameran seni rupa kontemporer bertajuk ARTSUBS 2025 kembali digelar untuk kali kedua di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pameran ini menghadirkan lebih dari 130 seniman dan kolektor seni dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran yang berlangsung sejak 2 Agustus hingga 7 September 2025 ini dipusatkan di kompleks Balai Pemuda Surabaya. ARTSUBS menghadirkan beragam karya dari para seniman lintas generasi, mulai dari perupa muda hingga nama-nama besar yang telah dikenal di tingkat nasional dan internasional.

Mengusung tema “Material Ways” atau Jalan Ragam Materi, ARTSUBS 2025 mengeksplorasi berbagai penggunaan material dan medium dalam praktik seni rupa kontemporer.

Dalam penyelenggaraannya, ARTSUBS 2025 dikurasi oleh Nirwan Dewanto dan Asmudjo J. Irianto, yang juga bertindak sebagai direktur artistik. Sementara itu, posisi Direktur Utama dipegang oleh Rambat.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap peningkatan jumlah pengunjung ARTSUBS tahun ini.

“Di tahun 2024 ada 37 ribu orang mengunjungi ARTSUBS. Mudah-mudahan di tahun 2025 ini, saya yakin angkanya akan tiga kali lipat, sampai 100 ribu orang yang akan mengunjungi ARTSUBS,” kata Giring dalam pembukaan ARTSUBS 2025 di kompleks Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (2/8) sore.

Ia mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan pameran ini. Menurutnya, Surabaya kini telah siap menjadi etalase sekaligus mercusuar kesenian, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga secara nasional. “Saya percaya bahwa kesenian kebudayaan adalah bahasa persatuan umat manusia,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Hidayat Syah,
yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, penyelenggaraan ARTSUBS kali ini berbeda karena mengambil lokasi di kompleks Balai Pemuda.

“Ini adalah pameran event besar, yang pesertanya juga luar biasa. Ada sekitar 120 seniman yang mengikuti pameran di sini,” ungkap Hidayat.

Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman yang berkontribusi dalam pameran ini. “Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya dan kepesertaannya dalam pameran ini, semoga ini bisa berarti bagi Kota Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama ARTSUBS 2025 Rambat menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

“Saya gembira sekali bisa menyelenggarakan ARTSUBS yang kedua. Saya ucapkan terima kasih untuk Pemkot Surabaya yang sudah memberi keleluasaan untuk kami menyelenggarakan event ARTSUBS ini,” kata Rambat.

Ia berharap ARTSUBS dapat menjadi tolok ukur baru dalam penyelenggaraan seni rupa kontemporer di Indonesia. “Saya ucapkan selamat untuk Kota Surabaya, akhirnya mempunyai event annual seni rupa. Mudah-mudahan ARTSUBS menjadi salah satu barometer sebuah event di Indonesia,” harapnya.

Kurator ARTSUBS 2025 Nirwan Dewanto, juga memberikan apresiasi kepada seluruh seniman yang berpartisipasi. “Dengan ini saya kira Surabaya akan menjadi satu sentra window display pertumbuhan seni rupa yang penting,” kata Nirwan.

Nirwan menilai, Surabaya memiliki potensi besar untuk disejajarkan dengan kota-kota pusat seni rupa di Indonesia. “Surabaya akan menjadi setara dengan Jakarta, Jogja, dan kelak kemudian hari dengan kota-kota lain,” tambahnya.

Senada dengan Nirwan, kurator lainnya Asmudjo J. Irianto menekankan pentingnya kehadiran Surabaya dalam peta seni rupa nasional. “Jadi sebetulnya salah satu target utama dari ARTSUBS ini membuat Surabaya ada dalam peta praktik seni rupa kontemporer di Indonesia,” katanya.

Untuk itu, ia juga memastikan bahwa ARTSUBS akan kembali digelar tahun depan. “Yang jelas kami akan terus dengan yang ketiga. Jadi nanti selamat berjumpa tahun depan untuk ARTSUBS 2026,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Er Cahyadi sebelumnya menyampaikan kebanggaan atas penyelenggaraan ARTSUBS yang kembali hadir di tahun kedua. “Saya sangat bangga ARTSUBS berhasil menjadi magnet baru pariwisata berbasis seni. Dan di tahun kedua ini, ARTSUBS hadir kembali dengan tema Material Ways,” ujarnya.

Eri juga mengajak masyarakat Surabaya untuk hadir dan turut mendukung pameran tersebut. “Mari kita dukung penuh penguatan ekosistem seni, ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Surabaya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Surabaya Siapkan Jawa Pos Arena dan Gelora Pancasila Sebagai Venue  Kejuaraan Dunia Bolavoli Wanita U 21 FIVB 2025

SURABAYA- KEMPALAN: Kota Surabaya kembali di percaya menjadi tuan rumah single event olahraga internasional. Kali ini, Surabaya menjadi tempat penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Voli Wanita U21 FIVB 2025. 

Kejuaraan Dunia bolavoli Wanita U21 FIVB ini digelar pada 7-17 Agustus 2025. Kejuaraan piala dunia voli wanita ini akan menggunakan dua venue, yakni Gelora Pancasila dan Jawa Pos Arena. 

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Hidayat Syah mengatakan, Kejuaraan Dunia Voli Wanita U21 FIVB ini pertama kalinya digelar di Kota Pahlawan. Sebagai tuan rumah Sebelum  Pemkot Surabaya melalui Disbudporapar telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penyesuaian ruangan, perbaikan AC Central, hingga perbaikan sarana dan prasarana lain yang di butuhkan demi suksesnya penyelenggaraan.

“Jadi ada beberapa penyesuaian ruangan dan AC Central, lalu perbaikan toilet, penambahan shower, seperti itu. Kami melakukan perbaikan bersama teman-teman di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRKPP),” kata Hidayat Syah .

Gelora Pancasila selain sebagai salah satu venue pertandingan juga disiapkan sebagai tempat pertandingan, juga sebagai tempat latihan tim peserta 

“terhitung mulai tanggal 28 Juli sebagain tim sudah pada datang. Mereka akan melakukan official training di Gelora Pancasila dan DBL Arena sebelum acara kompetisi resmi di mulai,” ujar Hidayat.

Dalam kesempatan ini, Hidayat mengajak seluruh masyarakat terutama pecinta voli untuk tidak melewatkan pertandingan voli wanita kelas dunia tersebut. Menurutnya, kejuaraan dunia voli ini bukan sekadar turnamen olahraga, akan tetapi juga sebagai penyemangat talenta muda voli di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya. 

Adanya kejuaraan dunia voli ini, ia berharap, Kota Surabaya bisa menarik lebih banyak lagi event olahraga, baik di skala nasional maupun internasional ke depannya.

“Kami berkomitmen bisa menarik sebanyak mungkin event olahraga ke Surabaya. Termasuk itu nasional maupun internasional. Tujuannya yaitu untuk semakin menguatkan Surabaya sebagai Kota Olahraga,” harapnya. 

Dia menambahkan, Kejuaraan Dunia Voli Wanita U21 FIVB 2025 ini juga bersamaan dengan kegiatan pameran seni rupa ARTSUBS di Balai Pemuda. Diketahui, pameran seni rupa ini berlangsung selama satu bulan mulai 2 Agustus 7 September 2025. 

“Nah, karena bersamaan dengan event besar skala internasional ini diharapkan penonton atau ofisial ketika di sela-sela pertandingan bisa menikmati Kota Surabaya. Salah satunya mengunjungi ARTSUBS,” pungkasnya. (Ambari Taufiq -M Fasichullisan Mochammad Fasichullisan)

Jawa Timur Dijadikan Pilot Project  Model Baru Kompetisi Liga 3 dan 4, Erick Thohir Temui Gubernur Khofifah

SURABAYA – KEMPALAN :  Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu pagi (2/8/2025) di Surabaya. 

Pertemuan tersebut membahas percepatan pelaksanaan kompetisi sepak bola akar rumput melalui skema baru Liga 4 dan Liga 3, sesuai dengan statuta PSSI terbaru. 

Dalam unggahan di akun media sosial resminya, Erick menjelaskan bahwa Liga 4 akan digelar di tingkat kabupaten dan kota, memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota.

 Sementara itu, Liga 3 akan diselenggarakan di tingkat provinsi untuk memperebutkan Piala Gubernur. Pemenang dari kedua liga akan berkompetisi di level nasional memperebutkan Piala Presiden.

“Ini bagian dari upaya PSSI untuk membangkitkan kembali semangat Perserikatan. Kami ingin memastikan kompetisi berjalan dari akar rumput, dengan melibatkan Asprov, Askot, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Erick.

Gubernur Khofifah menyambut baik inisiatif tersebut. Selain dikenal sebagai pecinta sepak bola, Khofifah juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjadi pionir dalam pengembangan kompetisi lokal.

“Alhamdulillah Ibu Gubernur sangat mendukung rencana ini. Kita bangun sepak bola Jawa Timur bersama-sama,” tulis Erick dalam pernyataannya.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang PSSI dalam menciptakan ekosistem kompetisi yang lebih merata, berjenjang, dan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah sebagai motor penggerak pembinaan. 

Seperti di ketahui bahwa Jawa Timur adalah salah satu daerah yang mempunyai klub liga 3 dan liga 4 terbanyak di Indonesia. Tercatat hampir mencapai 100 klub.

Jika terealisasi dengan baik, liga 3 dan liga 4 berpotensi menjadi basis lahirnya pemain-pemain muda berbakat dari daerah untuk kemudian naik jenjang ke kancah nasional dan internasional. (Ambari Taufiq / M Fasichullisan)

Erick Thohir Apresiasi Dukungan Gubernur Khofifah untuk PSSI dan Sepak Bola Daerah

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabru (2/8) pagi.

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan dukungan penuh terhadap PSSI dan sepak bola di daerah.

Hal itu disampaikan saat ia diterima Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (2/8) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyatakan komitmennya untuk mendukung Transformasi Sepak Bola Nasional, serta pengembangan sepak bola khususnya rencana  digelarnya Liga 3 dan Liga 4.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pihaknya siap untuk memfasilitasi dialog antara PSSI dengan para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk menyukseskan Liga 3 dan Liga 4.

“Jawa Timur dikenal sebagai salah satu gudang talenta sepak bola nasional. Kami siap mendukung langkah PSSI dalam membangkitkan sepak bola akar rumput. Ini akan memberi energi positif dalam pembinaan atlet muda di daerah,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, pertemuan ini sangat strategis karena menjadi momentum menyatukan visi untuk memperkuat pembinaan sepak bola akar rumput di Jawa Timur melalui sinergi PSSI dengan pemerintah daerah.

Terutama penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4 akan banyak melibatkan Asosiasi Provinsi (Asprov), Asosiasi Kota (Askot), dan pemerintah daerah.

Liga 4 akan diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota untuk memperebutkan Piala Bupati/Wali Kota, sedangkan Liga 3 akan digelar di tingkat provinsi dengan memperebutkan Piala Gubernur. Di tingkat nasional, para juara akan berkompetisi memperebutkan Piala Presiden.

“Kami menyambut positif dan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Penguatan pembinaan dari tingkat akar rumput akan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi atlet sepak bola yang berprestasi, tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga menyebut bahwa sepak bola memiliki kekuatan besar dalam membangun kebanggaan daerah sekaligus memperkuat sportivitas dan karakter generasi muda.

Sebagai pecinta sepak bola, Khofifah juga menyampaikan keyakinannya terhadap potensi industri sepak bola Indonesia.

Untuk itu, Khofifah menekankan pentingnya pendidikan olahraga sejak dini untuk menemukan talenta-talenta muda. Pemerintah sendiri akan senantiasa mendukung melalui fasilitas dan program-program yang ada. Utamanya optimilisasi stadion-stadion di Jawa timur khususnya yg baru diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Khofifah berharap Jawa Timur dapat terus menjadi lumbung pemain berkualitas dan berkontribusi dalam membangun kekuatan sepak bola nasional.

Sementara itu, Ketum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa sesuai dengan statuta terbaru PSSI, pihaknya mendorong penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4 dengan menggandeng Asosiasi Provinsi (Asprov), Asosiasi Kota (Askot), dan pemerintah daerah.

“Liga 4 akan diselenggarakan di level kabupaten/kota untuk memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota. Sedangkan Liga 3 di level provinsi memperebutkan Piala Gubernur. Di level nasional, kompetisi ini akan berlanjut untuk memperebutkan Piala Presiden,” ujarnya.

Erick Thohir juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan dukungan penuh dari Gubernur Khofifah. Ia juga menyambut baik kesiapan Pemprov Jatim dalam memfasilitasi dialog antara PSSI dengan para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk menyukseskan Liga 3 dan Liga 4.

“Alhamdulillah Ibu Gubernur sangat mendukung rencana ini. Beliau juga pecinta sepak bola. Terima kasih, Ibu Khofifah. Mari kita bangun sepak bola Jawa Timur bersama-sama,” ujarnya. (Dwi Arifin)

ASN Jatim Terima Beasiswa Belajar dari Singapura, Demi Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia HE.  Kwok Fook Seng dii Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Singapura patut menjadi rujukan tata kelola pemerintahan yang baik  karena pencapaiannya yang luar biasa dalam indeks daya saing dan inovasi global.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia HE.  Kwok Fook Seng beserta delegasi peserta 32nd Senior Management Programme (SMP) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/8).

Bersama rombongan berjumlah 48 orang dari 31 institusi, kedatangan Duta Besar Singapura ini dilaksanakan dalam rangka Dialog Session of Singapore Public Sector Leader to Senior Management Programme. Dalam kesempatan ini dilakukan diskusi terkait kepemimpinan dan kolaborasi lintas negara di sektor pendidikan, kesehatan dan, investasi.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Duta Besar Singapura untuk Indonesia hari ini bersama dengan tim calon pimpinan tinggi dari  31 institusi. Kami berharap ada proses untuk berbagi pengalaman terbaik yang telah dilakukan oleh Singapura,” kata Gubernur Khofifah.

Berdasarkan World Competitiveness Booklet 2024, Singapura menduduki peringkat 1 di ASEAN, peringkat 4 dunia menurut Global Innovation Index 2024, serta peringkat 2 dunia dalam IMD World Talent Rankings 2024, di bawah Swiss.

Sementara itu, Indonesia juga mencatatkan kemajuan positif dengan kenaikan signifikan ke peringkat 27 dunia dalam IMD World Competitiveness Ranking (WCR) 2024, naik tujuh posisi dari tahun sebelumnya.

“Melihat posisi strategis Singapura, kami berharap ada proses transfer pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkuat SDM birokrasi di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, nantinya akan ada kunjungan balik dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Singapura pada November 2025. Di mana, Singapura akan memberikan short course untuk tim manajemen kesehatan di rumah sakit, investasi, reformasi birokrasi serta  para kepala sekolah.

“Kemudian short course untuk investasi dan  reformasi birokrasi. Kita berharap transformasi pengetahuan dan pengalaman yang baik dari Singapura untuk melakukan penguatan inovasi, penguatan daya saing, dan talent ranking untuk semua birokrat kita, kepala sekolah, dan layanan kesehatan,” katanya.

Khofifah optimistis bahwa kolaborasi strategis ini akan memperkuat posisi Jawa Timur dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan efektivitas pemerintahan melalui SDM yang kompeten dan adaptif.

Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng mengatakan kedatangannya untuk bertukar pengalaman dan keilmuan. Pasalnya, dari sisi ekonomi, Jawa Timur merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 14,42% terhadap PDB nasional.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I tahun 2025 mencapai 5,00% (y-o-y), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 4,87%.

“Hari ini saya membawa beberapa delegasi dari SMP untuk menyaksikan secara langsung perkembangan yang ada di Jawa Timur sebagai ekonomi terbesar nomor dua di Indonesia,” tuturnya.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, pihaknya juga mendatangi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE dan juga ITS. Sehingga, mereka dapat melihat center of excellence di Jawa Timur.

“Dialog ini kami lakukan karena kami ingin menyambut kerja sama yang lebih erat antara Jawa Timur dan Singapura. Terima kasih atas sambutannya dan kami menunggu kedatangan Ibu Gubernur di Singapura,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Dibahas! Bandara Dhoho Akan Dioptimalkan untuk Dukung Penerbangan Umroh

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat audiensi dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Lukman F. Laisa di Kantor Kemenhub Jakarta, Rabu (30/7). 

JAKARTA-KEMPALAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Lukman F. Laisa di Kantor Kemenhub Jakarta, Rabu (30/7). 

Pertemuan ini membahas penguatan konektivitas udara di Jawa Timur, khususnya optimalisasi Bandara Dhoho, Kediri, untuk mendukung layanan penerbangan umroh.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Emil menyampaikan bahwa Bandara Dhoho memiliki potensi besar untuk menjadi bandara alternatif keberangkatan jamaah umroh dari Jawa Timur, sebagai bagian dari strategi desentralisasi layanan penerbangan internasional.

“Kami mendiskusikan langkah konkret untuk mengoptimalkan Bandara Dhoho. Salah satunya untuk mendukung penerbangan umroh. Ibu Gubernur telah menjalin komunikasi dengan sejumlah agen umroh besar yang saat ini mengoperasikan sekitar enam penerbangan umroh dari Jawa Timur setiap minggunya,” ujar Emil.

Ia menjelaskan, dalam tahap awal, akan dilakukan uji coba penerbangan umroh sebanyak 3 hingga 4 kali per bulan dari Bandara Dhoho. Pemerintah ingin memastikan kesiapan operasional bandara dari sisi infrastruktur, pelayanan, hingga rute penerbangan.

“Pak Dirjen ini memang sudah berpengalaman betul di lapangan untuk menilai kapasitas bandara. Di Juanda, kita memiliki tantangan-tantangan sehingga memerlukan perbaikan yang sangat signifikan dalam waktu dekat,” terangnya.

Wagub Emil turut menjelaskan, pengoptimalan Bandara Dhoho kemungkinan akan bersamaan dengan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, bahkan Bandara Trunojoyo di Sumenep. Hal itu bertujuan untuk menyangga pengalihan penerbangan selama masa perbaikan di Juanda.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI Lukman F. Laisa mengatakan bahwa pemerintah pusat akan sepenuhnya mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur memaksimalkan operasional Dhoho. Pasalnya, bandara di Kediri itu merupakan salah satu yang menjadi fokus Presiden RI Prabowo Subianto.

“Bandara Dhoho ini memang dibuat untuk menampung pesawat-pesawat terberat dan terbesar seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A380. Dan di antara bandara-bandara baru seperti Kulonprogo dan Kertajati, ini yang paling indah dan spesifikasinya high class,” tuturnya.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan kami hari ini bisa lebih cepat digunakan sebagai bandara internasional,” pungkasnya. 

Dirjen Lukman mengatakan, Bandara Juanda berkapasitas 21 juta orang dengan penumpang per tahunnya mencapai 14 juta. Awalnya, jelas Lukman, Surabaya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas di atas 50 juta untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan.

“Tapi saat evaluasi, ternyata Surabaya hanya bisa ditingkatkan sampai kapasitas 27 penumpang saja. Maka kita butuh bandara baru selain Juanda dan Dhoho. Automatically, entah kapan, kita harus membangun bandara baru untuk mensupport kapasitas yang tentunya akan membesar,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Parkir TJU Tunjungan Romansa Ditiadakan Per 1 Agustus 2025, Ini Gantinya!

Parkir TJU di Jalan Tunkungan yang sudah ditiadakan sejak 1 Agustus 2025.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya telah melakukan penataan dan evaluasi parkir tepi jalan umum (TJU) di kawasan Wisata Tunjungan Romansa. Setelah dilakukan penataan dan evaluasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Surabaya disepakati, bahwa parkir TJU di kawasan tersebut ditiadakan. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penataan Jalan Tunjungan yang dilakukan oleh pemkot pada akhir Juli lalu, untuk mengurai kemacetan sekaligus untuk memanjakan pejalan kaki atau wisatawan. Dalam penataan tersebut, pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polrestabes Surabaya juga menertibkan parkir TJU di kawasan tersebut.

“Dari hasil rakor bersama antara pemkot dan Satlantas Polrestabes Surabaya, sepakat meniadakan parkir TJU di Jalan Tunjungan pada 1 Agustus 2025. Selain mengurai kemacetan, juga agar pejalan kaki bisa menikmati Jalan Tunjungan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (1/8). 

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyebutkan, penataan parkir TJU di Jalan Tunjungan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tidak hanya itu, Cak Eri juga berharap adanya penataan ini bisa meningkatkan omzet pengusaha hingga seniman yang ada di kawasan Wisata Tunjungan Romansa.
“Tanpa ada parkir TJU saja, kecepatan kendaraan yang melintas merayap, apalagi ada parkir TJU, pasti lebih macet. Selain itu yang mengkhawatirkan, yaitu penurunan omzet ketika ada event dan tampilan kesenian di Jalan Tunjungan. Ketika sudah ditata, maka diharapkan bisa meningkatkan pengunjung dan wisatawan ke depannya,” harapnya.

Disamping itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, dari hasil Rakor Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang membahas evaluasi dan penataan lalu lintas kemarin disepakati, bahwa parkir TJU di kawasan Wisata Tunjungan Romansa telah dilarang per 1 Agustus 2025.

Larangan parkir TJU ini, berdasarkan perhitungan kinerja lalu lintas ruas jalan dan persimpangan yang kerap terjadi kepadatan lalu lintas yang diakibatkan adanya hambatan parkir TJU. 

“Kesepakatan ini dilakukan karena kepadatan lalu lintas pada jam puncak yang diakibatkan adanya hambatan parkir TJU dan antrian yang mencapai nilai maksimal, atau titik jenuh pada persimpangan jalan. Separti di Jalan Gemblongan, Jalan Praban, Jalan Genteng Kali, dan Jalan Tunjungan,” kata Trio. 

Dalam Rakor tersebut, juga disepakati beberapa titik parkir yang disediakan di kawasan Wisata Tunjungan Romansa. Diantaranya, Gedung Siola, Gedung TEC, Jalan Tanjung Anom, Jalan Genteng Besar, halaman Kantor BPN, halaman Sentral Tunjungan atau Excelso, dan halaman Pasar Tunjungan. 

“Setelah rakor bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kemarin, Pemkot Surabaya melalui Dishub akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait lokasi parkir di kawasan Wisata Tunjungan Romansa. Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha wisata, tenan, maupun pengelola gedung perkantoran atau usaha eksisting yang ada di kawasan Jalan Tunjungan,” terangnya. 

Dalam hal ini, Trio menyampaikan, pemkot juga akan melakukan pembangunan lokasi parkir, pelebaran pedestrian, serta menghubungkan jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Tunjungan saat ini. Tidak hanya itu, Dishub Surabaya juga akan melakukan pemasangan rambu larangan parkir, rambu petunjuk lokasi parkir, mengevaluasi jalur penyeberangan pejalan kaki, peninjauan penerangan jalan umum (PJU), pengecatan marka jalur sepeda, hingga menempatkan petugas di sepanjang Jalan Tunjungan. 

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata  (Disbudporapar) untuk menentukan lokasi drop point atau naik turun penumpang di Wisata Tunjungan Romansa. Selain itu, Dishub bersama Satpol PP juga melaksanakan pengawasan dan penertiban terhadap keberadaan PKL, pedagang asongan, pengamen, dan gangguan trantibum lainnya yang berada di wisata Tunjungan Romansa,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Sepekan Jelang Menjamu PSIM Yogyakarta, Persebaya Bangun Chemistry dan Siapkan Tim Terbaik 

SURABAYA – KEMPALAN : Setelah menyelesaikan rangkaian uji nyali baik di dalam maupun di luar negeri tim kebanggaan arek-arek Suroboyo, Persebaya Surabaya kini fokus membangun chemistry dan menyiapkan taktikal demi menemukan komposisi ideal saat menghadapi PSIM Yogyakarta di laga pembuka I.League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT)Surabaya 8 Agustus mendatang.

Seperti di ketahui bahwa operator kompetisi I.League telah mempercayai Persebaya Sebagai tempat laga pembuka tanda di mulainya kompetisi paling bergengsi di tanah air, I.League 2025-2026.

Sebagai tuan rumah tentu Persebaya tidak ingin  ternoda baik penyelenggaraan maupun hasil. arek arek green force Persebaya tidak hanya bisa memberi contoh, tapi juga bisa menjadi contoh bagi klub atau tuan rumah yang lain.

Head coach Eduardo Perez sendiri usia uji nyali dengan PSS Sleman Yogyakarta sudah menggelar latihan serius. Pelatih asal negeri Matador Spanyol ini menegaskan bahwa dedikasi, kerja keras, dan totalitas dalam latihan akan menjadi kunci utama dalam permainan. 

“Semua pemain yang kami siapkan punya semangat tinggi, serta fokus dengan gaya permainan ciri khas Persebaya agar saat pertandingan semua dalam kondisi terbaik,” ucap Eduardo Perez.

Eduardo Perez menekankan bahwa filosofi permainannya adalah membangun tim yang solid dan efektif, bukan hanya mengandalkan individu pemain.

” saya fokuskan pembenahan tim kami sendiri dan memaksimalkan pemain yang ada ,” ujar Eduardo Perez.

Ia menambahkan bahwa fokus utamanya adalah memaksimalkan potensi para pemain yang ada melalui program latihan intensif dan strategi permainan yang jitu.(Ambari Taufiq /M. Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.