Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 09:44 WIB
Surabaya
--°C

Berkolaborasi dengan Pemkab Gresik, PGI Gresik Menggelar Turnamen Golf “Semarak Kemerdekaan 2025”

SURABAYA-KEMPALAN—Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani termasuk salah satu kepala pemerintahan di Jatim yang sedang menggilai olahraga golf. Karenanya, Gus Yani (sapaan akrabnya) menggelar turnamen golf.

Dengan menggelar turnamen golf tersebut, Gus Yani mencoba untuk menyinergikan jajarannya dengan perusahaan-perusahaan yang ada di daerahnya. Sabtu (2/8), Pemkab Gresik berkolaborasi dengan PGI Kabupaten Gresik menggelar turnamen golf Semarak Kemerdekaan 2025 di Ciputra Golf & Family Club, Surabaya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tiga dari kiri) dan Ketua PGI Gresik Mohammad Choirul Rizal berfoto bersama pairing-nya dalam turnamen golf “Semarak Kemerdekaan 2025”, di Ciputra Golf & Family Club, Surabaya, Sabtu (2/8). (Foto: Istimewa)

Turnamen tersebut diikuti sebanyak 147 pegolf dari berbagai daerah. Termasuk di antaranya beberapa Bupati dan Walikota dari beberapa daerah yang ada di Jatim, dan pegolf perwakilan dari perusahaan-perusahaan di Gresik.

Sekadar diketahui, ini merupakan turnamen golf pertama Pemkab Gresik dan PGI Gresik. “Dengan menggelar turnamen golf ini, kami mengharapkan berbagai jajaran yang ada di Gresik semakin kondusif, solid, sinergitas, dan berkolaborasi untuk Kabupaten Gresik,” ucap Gus Yani.

Seluruh peserta turnamen golf “Semarak Kemerdekaan 2025” berfoto di putting green
Ciputra Golf & Family Club, Surabaya, Sabtu (2/8). (Foto: Istimewa)

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu pun mengharapkan turnamen golf ini juga mampu menggairahkan dunia golf di daerahnya. Apalagi, momen kemarin juga bersamaan dengan pengesahan pengurus PGI Kabupaten Gresik. “Sehingga, ke depannya akan muncul pegolf-pegolf hebat dari Gresik,” imbuhnya.

Ketua PGI Kabupaten Gresik Mohammad Choirul Rizal menambahkan, banyaknya perusahaan yang ada di Gresik turut berkontribusi dalam pengembangan olahraga golf di Kota Pudak (sebutan Gresik) tersebut. Terutama perusahaan yang karyawannya banyak bermain golf.

“Di sana (Gresik) banyak sekali potensinya. Karena memang dengan adanya banyak industri yang ada di Gresik, pendatang-pendatang baru juga makin banyak. Begitu pula anak-anak di bawah 17 tahun yang mulai menggemari golf,” tutur Rizal, sapaan akrabnya. Dia menyebut, driving range di Gresik mulai menggeliat saat ini.

Rizal menargetkan, ke depannya akan lebih sering menggelar turnamen golf. Baik yang diperuntukkan bagi pegolf dari perusahaan di Gresik, ataupun bagi pegolf junior. “Sehingga, kelak di Gresik kami bisa menggelar turnamen yang berskala regional Jatim ataupun nasional,” tambah Ketua Kadin Gresik tersebut.

Di sisi lain, Ketua PGI Jatim M Rizal pun mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Gresik dan PGI Gresik tersebut. Rizal pun mengharapkan turnamen golf seperti ini bisa ditiru daerah-daerah lain di Jatim. ’’Sehingga, kelak bisa berdampak dengan pengembangan olahraga golf di semua daerah di Jatim,’’ tegas Rizal. (YMP)

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka, Suguhkan Konsep “Harmony of The World”

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat membuka kembali Taman Harmoni, Sabtu (3/8).pagi.

SURABAYA-KEMPALAN: Taman Harmoni akhirnya diresmikan dan dibuka kembali untuk umum. Taman yang terletak di kawasan Keputih Tegal Timur, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo itu, diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (3/8) pagi. 

Dalam kesempatan ini Eri Cahyadi mengatakan, Taman Harmoni memiliki konsep berbeda dari sebelumnya. Tema yang diusung taman ini adalah “Harmony of The World” yakni sesuai dengan visi Kota Surabaya yaitu “Transformasi Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan”.

“Seperti yang selalu saya katakan, bahwa Humanis dan Berkelanjutan itu penting. Kalau kita menjadi kota yang maju, tanpa jiwa yang humanis itu maka akan sia-sia, karena humanis itu memiliki hubungan satu sama dengan lainnya dan hari ini dibuktikan (di Taman Harmoni),” kata Eri Cahyadi.

Eri menyampaikan, taman ini tidak dibangun hanya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemkot) saja. Akan tetapi, Pemkot Surabaya turut menggandeng sejumlah stakeholder untuk pengembangan taman tersebut. 

Salah satu fasilitas Taman Harmoni yang bisa dinikmati pengunjung.

“Hari ini saya sampaikan, kenapa ada Royal Residence, ada Pakuwon, Komunitas Jalak, Kebun Binatang Surabaya (KBS), PLN, hingga Ciputra? itu sejatinya karena ini dibangun dengan rasa gotong royong yang luar biasa oleh seluruh elemen di Kota Surabaya. Terima kasih perusahaan yang telah berinvestasi di Kota Surabaya,” ujarnya. 

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan, di Taman Harmoni ada berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Mulai dari zona bermain anak, zona edukasi satwa, ada pula area outbound untuk anak-anak. 

Di zona taman bermain atau playground dibagi berdasarkan usia, yakni untuk usia 5 tahun ke atas dan 5 tahun ke bawah. Di zona ini, dilengkapi fasilitas edukasi  satwa seperti kelinci, ayam kate, dan kuda poni. Di tempat ini anak-anak dapat berinteraksi secara langsung dengan hewan.

Di zona rekreasi dan edukasi, pemkot menyediakan fasilitas seperti flying fox, menunggang kuda dan sebagainya. Di zona lalu lintas, dijadikan tempat untuk sarana edukasi tentang rambu-rambu lalu lintas yang dilengkapi dengan ATV dan sepeda motor mini.

Tidak hanya itu, di sisi utara Taman Harmoni juga ada fasilitas kuliner “Pasar Ngisor Pring (Sorpring)”. Di lokasi ini pengunjung dapat menikmati berbagai jenis sajian kuliner jadul hingga kekinian di bawah rindangnya hutan bambu.

Cak Eri mengimbau kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Taman Harmoni untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Pengunjung hanya diperbolehkan membawa tikar dan membeli makanan dari tenant atau UMKM yang tersedia di dalam Pasar Sorpring, Taman Harmoni. 

Sebab nantinya Pemkot Surabaya akan menentukan biaya tiket masuk ke Taman Harmoni. Rencananya, biaya tiket masuk ke Taman Harmoni antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per orang. Jika berbayar, konsepnya adalah membeli voucher kemudian dapat ditukarkan untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM yang berada di Taman Harmoni. 

“Tiketnya masih dihitung ya, jadi itu nanti untuk UMKM. Ketika membayar tadi akan mendapatkan voucher itu (ditukarkan) bisa membeli makanan dan minuman untuk membantu UMKM yang ada di sini,” jelas Cak Eri. 

Cak Eri menambahkan, taman dengan luas sekitar 8 hektare ini akan terus dikembangkan ke depannya. Pemkot Surabaya akan menyiapkan sejumlah fasilitas lain untuk memudahkan akses wisatawan berkunjung ke Taman Harmoni. Di tahun depan, lanjut Cak Eri, pemkot akan menyiapkan sarana transportasinya hingga melebarkan akses jalan menuju ke Taman Harmoni. 

“Ketika ada tempat wisata dan wisatawan yang hadir, maka pemerintah harus hadir. Mulai menyiapkan transportasi hingga jalannya, di 2026 nanti insya Allah dari MERR sampai ke Taman Harmoni ini ada jalan kembar, kita besarkan jalannya,” tambahnya. 

Cak Eri turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Kota Surabaya, stakeholder, dan masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan taman ini. Dirinya berharap, Taman Harmoni bisa dijadikan contoh untuk pengembangan wisata di wilayah Surabaya lainnya.

“Karena akan menjadi contoh, ada Wali Tamannya (stakeholder yang terlibat) dan yang masuk ke dalam taman membantu UMKM-nya untuk bergerak. Dan model ini akan kita jalankan dulu di sini ya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, Taman Harmoni tidak hanya sebagai sarana taman akan tetapi juga sebagai sarana edukasi dan wisata. Dedik menyebutkan, pembangunan atau revitalisasi Taman Harmoni tidak hanya untuk menarik kunjungan wisatawan lokal, akan tetapi juga wisatawan mancanegara ke depannya. 

“Bahkan, kemarin sempat ada kunjungan rombongan dari Malaysia. Setelah melihat dari Youtube, mereka berkunjung ke sini meskipun saat itu masih dalam proses pembangunan,” kata Dedik. 

“Karena akan menjadi contoh, ada Wali Tamannya (stakeholder yang terlibat) dan yang masuk ke dalam taman membantu UMKM-nya untuk bergerak. Dan model ini akan kita jalankan dulu di sini ya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, Tama Harmoni tidak hanya sebagai sarana taman akan tetapi juga sebagai sarana edukasi dan wisata. Dedik menyebutkan, pembangunan atau revitalisasi Taman Harmoni tidak hanya untuk menarik kunjungan wisatawan lokal, akan tetapi juga wisatawan mancanegara ke depannya. 

“Bahkan, kemarin sempat ada kunjungan rombongan dari Malaysia. Setelah melihat dari Youtube, mereka berkunjung ke sini meskipun saat itu masih dalam proses pembangunan,” kata Dedik. 

Dedik menyampaikan, tema “Harmony of The World” yang diusung kali ini adalah menyatukan berbagai tempat ikonik di dunia dalam satu tempat, mulai dari Asia, Eropa, Australia, Amerika, hingga Antartika.

“Di Taman Harmoni ini kita menyatukan enam elemen dari enam benua yang ada di dunia. Jadi setiap zona akan menceritakan, jika di benua Asia, nanti menceritakan ada binatang apa, dan sebagainya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Klub Trah Pemanah Menyumbang Empat Medali Emas dalam Fornas VIII 2025

SURABAYA-KEMPALAN: Federasi Seni Panahan Tradisional (FESPATI) Jatim mendulang lima emas, 2 perak, dan 2 perunggu, di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII/2025 di NTB, pekan lalu.

Dari lima medali emas, empat emas di antaranya dari kontribusi klub panahan Surabaya, Trah Pemanah.

Pelatih Trah Pemanah Kurnia Cahyanto saat melatih atlet-atlet didikannya di Lapangan Panahan Korps Marinir, Gunungsari, Surabaya. (Foto: Istimewa)
Pelatih Trah Pemanah Kurnia Cahyanto saat melatih atlet-atlet didikannya di Lapangan Panahan Korps Marinir, Gunungsari, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Keempat emas yang disumbangkan wakil Trah Pemanah saat Fornas didapatkan sekeluarga dari Kurnia Cahyanto (Individu Umum Jemparing Putra), Alifia Syifa Kurniani (Individu Umum Jemparing Putri), Hananta Sapta Ramadhan (Kualifikasi U-18 Putra), dan 1 anggota Trah Pemanah lain melalui Individu Pelajar U-12 Putri yang disumbangkan Cetta Anindya Hayu Nirwasita.

Keempat peraih emas tersebut termasuk dalam 14 atlet yang mereka kirim pada ajang tersebut. ’’Kuncinya dari kedisiplinan anak-anak dan dukungan orang tua,’’ sebut Kurnia Cahyanto, pelatih Trah Pemanah.

Klub ini berlatih di lapangan panahan Korps Marinir, Gunungsari, Surabaya. Tiap pekan, mereka bisa berlatih tiga sampai 4 hari dalam seminggu. Bahkan, sebelum bertanding ke Fornas, atlet-atlet Trah Pemanah menjalani latihan dua bulan persiapan intensif.

Kurnia menyebut, klubnya sudah punya pemanah sejak dari usia 9 tahun. Total, klub Trah Pemanah membina 54 atlet, sembilan di antaranya atlet dewasa. Nantinya, dia berharap dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Propinsi Jatim, pemanah binaannya bisa membawa nama Jatim dan Kota Surabaya khususnya dalam ajang-ajang di level nasional. Selain itu, bisa kembali mendominasi di Jatim. (YMP)

++++

Bermain di Negaranya Sendiri, Son Heung-min Pamit Tinggalkan Tottenham

SEOUL-KEMPALAN: Kota Seoul bakal menjadi kota paling berkesan bagi kapten timnas Korsel Son Heung-min. Karena, di kota tersebut bukan hanya membuka jalan Son pergi ke liga Eropa.

Dari memperkuat Seoul FC semasa masih junior, karier Son melambung menuju ke Liga Jerman dengan memperkuat skuad junior Hamburger SV. Dari Hamburg-lah namanya di Eropa mulai dikenal.

Kemudian dia diboyong Bayer Leverkusen, lalu diterbangkan Tottenham Hotspur untuk merasakan liga paling kompetitif di dunia, Liga Primer Inggris, pada musim panas 2015 lalu.

Minggu malam (3/8), Sonny (sapaan akrab Son) kembali ke Seoul. Bukan sekadar balik ke negara asalnya. Son kembali untuk berpamitan kepada pendukung Spurs. Pada akhir musim ini, Son memutuskan pergi dari klub berjuluk The Lilywhites itu.

Dia menutup perjalanannya bersama Spurs ketika membela klub London Utara itu pada laga pramusim menghadapi Newcastle United, di Seoul World Cup Stadium, Seoul. Pada laga tersebut, Son gagal membawa Spurs membekuk NUFC (akronim nama Newcastle).

Spurs tertahan 1-1 setelah gol Ben Johnson pada menit keempat mampu disamakan dari gol Harvey Barnes saat menit ke-38. Dalam laga tersebut, Son bermain sampai menit ke-65 sebelum digantikan Mohammed Kudus.

Winger berusia 33 tahun tersebut meninggalkan Spurs dengan total 333 pertandingan di semua ajang. Dia mampu menyumbang 127 gol bagi Spurs. Spesialnya, Son pergi dari Spurs setelah membawa klub tersebut menyudahi paceklik gelar di Eropa.

Son Heung-min yang diangkat ramai-ramai pemain-pemain Tottenham Hotspur dan Newcastle United usai laga pramusim di Seoul World Cup Stadium, Seoul, Minggu malam (3/8). (Foto: Daily Mail)
Son Heung-min yang diangkat ramai-ramai pemain-pemain Tottenham Hotspur dan Newcastle United usai laga pramusim di Seoul World Cup Stadium, Seoul, Minggu malam (3/8). (Foto: Daily Mail)

Ya, Spurs memenangi Liga Europa musim lalu setelah mampu mengalahkan Manchester United 1-0 dalam final yang berlangsung di Nuevo San Mames, Bilbao, 22 Mei lalu. Saat itu, Johnson juga yang jadi pencetak golnya.

Setelah laga, Son pun dielu-elukan rekan seklubnya. Dia diangkat bersama-sama seluruh penggawa Spurs. Tactician Spurs Thomas Frank pun terharu dengan ucapan dari skuad asuhannya kepada seniornya tersebut.

’’Sulit dipercaya. Pemandangan yang hebat antara Sonny dengan rekan-rekannya. Kami tetap respek kepada Newcastle, pemain-pemain mereka juga menaruh hormat padanya (Son),’’ ucap Frank yang baru menukangi Spurs musim ini tersebut.

Pelatih NUFC Eddie Howe menyebut, tidak ada rencana mereka memberikan ucapan ke Son. Semua terjadi begitu saja. ’’Karena pemain-pemain kami tahu siapa dia (Son). Kami paham, dia layak mendapatkannya,’’ sambung Howe, dilansir dari laman Yonhap News. (YMP)

Polrestabes Surabaya Dukung Penertiban Parkir di Jalan Tunjungan

Sidak parkir TJU di kawasan Jalan Tunjungan.

SURABAYA-KEMPALAN: Polrestabes Surabaya mendukung penuh kebijakan Pemkot Surabaya yang secara resmi meniadakan parkir tepi jalan umum (TJU) di kawasan Jalan Tunjungan mulai 1 Agustus 2025. Kebijakan ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan, mengurai kemacetan, serta meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki dan wisatawan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah Pemkot Surabaya sebagai upaya penertiban lalu lintas. 

“Kami dari Satlantas Polrestabes Surabaya mendukung kebijakan pemkot terkait pelarangan parkir di Jalan Tunjungan untuk mengembalikan fungsi jalan dan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) di Kota Surabaya,” ujarnya, Minggu (3/8).

Penertiban parkir ini merupakan hasil dari Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, penataan ini bertujuan agar pejalan kaki dan wisatawan bisa lebih menikmati suasana di Jalan Tunjungan tanpa terganggu oleh kendaraan yang parkir.

Petugas Dishub Kota Surabaya mengamankan orang yang diduga sebagai petugas parkir tidak resmi.

“Tanpa ada parkir TJU saja, kecepatan kendaraan yang melintas merayap, apalagi ada parkir TJU, pasti lebih macet. Selain itu, yang mengkhawatirkan yaitu penurunan omzet ketika ada acara dan tampilan kesenian di Jalan Tunjungan,” kata Eri Cahyadi.

Dengan ditatanya Jalan Tunjungan, diharapkan jumlah pengunjung dan wisatawan meningkat, yang berimbas pada naiknya omzet para pelaku usaha dan seniman.

Sebagai solusi, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyediakan sejumlah kantong parkir resmi di sekitar kawasan Tunjungan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo menyebutkan beberapa lokasi yang bisa dimanfaatkan, antara lain berada di gedung Siola, Tunjungan Elevtronic Center (TEC), Jalan Tanjung Anom, Jalan Genteng Besar, halaman kantor BPN, halaman Sentral Tunjungan atau Excelso, halaman Pasar Tunjungan.

Selain menyediakan kantong parkir, Dishub juga gencar melakukan sosialisasi dan penertiban terhadap petugas parkir tidak resmi. Dalam sebuah operasi yang berlangsung Jumat (1/8), Dishub berhasil mengamankan empat orang yang diduga sebagai petugas parkir tidak resmi.

Mereka langsung diserahkan ke Satuan Samapta Polrestabes Surabaya untuk diproses dengan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) karena tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) resmi dan menarik tarif di luar ketentuan.

Untuk mencegah jukir liar kembali beroperasi, Trio menyatakan bahwa petugas gabungan dari Dishub dan Satpol PP akan terus berjaga di sepanjang Jalan Tunjungan.

“Kami akan jaga, kami tempatkan personel Dishub dan Satpol PP di sepanjang jalan ini sampai ke petak yang terakhir. Petak yang resmi dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya,” tegas Trio usai melakukan sosialisasi di Jalan Tunjungan. 

Trio juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan praktik pungutan liar (pungli) parkir. “Tarif resmi untuk roda dua adalah Rp2.000 dan roda empat Rp5.000. Jika ada yang menarik lebih, itu termasuk pungli dan bisa dilaporkan melalui media sosial atau kepada petugas di lapangan,” tandasnya. 

Pemerintah Kota Surabaya optimis, penataan ini tidak akan menurunkan minat pengunjung. Sebab Pemkot Surabaya akan menggelar berbagai acara seperti pertunjukan musik di sepanjang Jalan Tunjungan untuk semakin menarik wisatawan. (Dwi Arifin)

Ketua Askot PSSI Surabaya Roky Maghbal: Liga Progresif Harus  Ditingkatkan

SURABAYA-KEMPALAN: Technical meeting Liga Progresif  Kelompok Umur (KU) 13,  KU15, dan KU17 resmi telah dilaksanakan di Kampus C Universitas Nahdatul Ulama Surabaya, Minggu (3/8).

Selain para Exco PSSI Kota Surabaya, acara ini  juga dihadiri Ketua Askot PSSI Surabaya Roky Maghbal. Dalam sambutannya Roky menyampaikan bahwa Surabaya adalah kota yang paling produktif melakukan kompetisi pembinaan usia dini dengan jumlah sekitar 3.000 pertandingan dalam setahun.

“Salah satunya adalah Liga Progresif sebagai salah satu liga usia dini di Surabaya selain Liga Persebaya. Termasuk kompetisi lainnya,” kata Roky Maghbal.

Bahkan, menurut Roky, Liga Progresif berhasil melahirkan pesepak bola yang berkualitas di Surabaya. Terbukti,  Surabaya sukses merebut medali emas pada ajang Porprov Jatim  2025. “Karena itu, saya berharap Liga Progresif terus ditingkatkan,” pintanya.

Ketua Askot PSSI Surabaya Roky Maghbal.

Sedangkan Exco PSSI Surabaya Syiful Anwar mengapresiasi Liga Progresif yang terus berkomitmen memutar kompetisi. Jika pada awalnya hanya memutar kompetisi KU15, kini  berkembang dengan melibatkan kompetisi KU13 dan KU17.

“Saya sangat yakin bahwa dengan Konsistensi Liga Progresif, tidak mustahil akan melahirkan talenta- talenta pesepak bola profesional dari Surabaya,” kata Syiful Anwar.

Sementara itu, Abdullah sebagai pembina menyampaikan bahwa Liga Progresif akan menjadi Icon kompetisi pembinaan usia dini yang lahir di Surabaya.

“Liga Progresif ini memang tercipta dari awal dikarenakan komitmen kesamaan visi dan misi. Yaitu mengembangkan par stake holder sepak bola, mulai dari pemain, pelatih, wasit dan para praktisi sepak bola,” ujarnya.

Abdullah mengaku bersyukur karena PSSI Surabaya, Pemkot Surabaya via Disbudporapar, BPJS Ketenagakerjaan, dan RS Ubaya, yang telah memberikan ruang  cukup luar biasa kepada Liga Progresif. Termasuk civitas Unusa atas fasilitas, rekomendasi, dan kerja samanya.

“Terakhir, semoga ke depan para pemain dan pelatih bisa diberikan ruang untuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi, baik pada even multinasional maupun profesional, dalam hal ini Liga Indonesia,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Ajak IKA UNAIR Ambil Peran Strategis dalam Diplomasi Antarbangsa

Khofifah Indar Parawansa saat Gala Dinner dan Penutupan Munas XI 2025 IKA UNAIR di Gedung Rektorat UNAIR, Sabtu (2/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak IKA Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil peran dalam diplomasi antarbangsa sebagai wujud membangun negeri lewat pengabdian yang berdampak positif kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat Gala Dinner dan Penutupan Munas XI 2025 IKA UNAIR di Gedung Rektorat UNAIR, Sabtu (2/8). Sebagai Ketua Umum IKA UNAIR yang kembali terpilih untuk periode 2025–2030, Khofifah menegaskan peran penting almamater ini adalah pengabdian alumninya di berbagai daerah serta penguatan kerjasama antara negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa di berbagai negara serta para diplomat alumni UNAIR.

“Banyak pengabdian yang dilakukan IKA UNAIR. Saya rasa kita melakukannya cukup konsisten dan kontinyu. IKA UNAIR merupakan  perpanjangan tangan Pak Rektor dan kampus untuk menyapa lebih luas elemen masyarakat yang tidak bisa kita jangkau. Karena banyak alumni di daerah  dan di luar negeri yang siap dan sudah  mengabdikan diri dengan membawa bendera UNAIR” ujarnya.

Menurut Khofifah, banyak ruang pengabdian untuk memaksimalkan penyapaan IKA  UNAIR di masyarakat. Termasuk di antaranya  dengan konektivitas dan mengambil peran diplomasi terutama yang berkaitan dengan hubungan bilateral.

Sementara dari pemerintah, kata Khofifah, mendorong konektivitas di berbagai lini. Salah satunya adalah dengan pembukaan penerbangan langsung baru dari Jawa Timur ke beberapa negara.

Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Jatim ini mengajak alumni dan almamater UNAIR untuk ikut mengambil peran dan memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI). Ia mengundang untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera UNAIR di puncak gunung tertinggi Indonesia.

Dari puncak-puncak itu, tujuh di antaranya menjadi incaran para pendaki dan dikenal sebagai “Seven Summits of Indonesia”. Yakni Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) di Papua, Gunung Kerinci di Sumatera, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Latimojong di Sulawesi, Gunung Binaiya di Maluku, dan Gunung Bukit Raya di Kalimantan.

“Mari kita lakukan identifikasi di titik mana. Nanti yang dikibarkan adalah Merah Putih bersama dengan bendera UNAIR, bukan bendera IKA UNAIR. Ini menjadi bagian dari ruh semangat kita bahwa UNAIR sudah dan pantas memuncaki berbagai prestasi . Jadi dengan ini, kita bisa membawa Merah Putih dan UNAIR setinggi-tingginya,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof. Muhammad Madyan mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik setiap bentuk kontribusi di berbagai lini melalui jejaring alumni. Mengingat, ikatan alumni dapat menjadi jembatan yang kokoh antara almamater dan masyarakat melalui kolaborasi, riset, dan pengabdian lain.

“Selamat atas terpilihnya kembali Bu Khofifah sebagai Ketua Umum IKA UNAIR. Semoga terpilihnya membawa kemajuan dan memperkuat Universitas Airlangga. Para alumni merupakan talenta terbaik. Mereka bukan hanya saksi sejarah, tapi juga agen perubahan di tengah masyarakat, bangsa, dan bahkan dunia. Sekali lagi selamat,” tandas Rektor Madyan.

Sebagai informasi, posisi UNAIR saat ini menduduki peringkat ke-287 dunia dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2026. Sementara menurut THE Impact Rankings 2025, Unair menduduki peringkat ke-9 dan yang merupakan terbaik di Indonesia dan ASEAN serta  kedua terbaik di Asia.

THE Impact merupakan pemeringkatan universitas dunia yang menilai kontribusi institusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Mereka menilai, UNAIR unggul dalam SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dengan peringkat 1 dunia, SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan peringkat 3 dunia, SDGs 5 (Kesetaraan Gender) dengan peringkat 4 dunia, serta SDGs 17 (Kemitraan Global)dengan peringkat 29 dunia. (Dwi Arifin)

Teror Batin ARTSUB 2025

KEMPALAN : Jika Anda tidak cukup kuat fisik, saya peringatkan jangan coba-coba nonton pameran akbar seni rupa kontemporer ARTSUBS 2025 yang Sabtu sore 2 Juli, openingnya berlangsung di plasa bagian selatan kompleks Balai Pemuda, Surabaya.

Event ini berlangsung hingga 7 September 2025.

Mengapa saya katakan itu, karena saking luasnya area pameran yang terbagi menjadi enam area.

Saya pikir saya tidak tua-tua amat, masih 72 tahun. Tapi pas opening itu, saya cuma kuat hanya sampai area satu yang terletak di gedung serba guna (bagian barat kompleks).

Anda bisa bayangkan, gedung ini relatif luas, diisi dengan karya-karya menarik.

Setiap karya yang ditampilkan pada event tersebut terlihat unik, namun rasanya sudah tidak sanggup kaki saya langkahkan.

Bahkan, pada area satu, ada semacam sub-area yang menunjuk arah ke panggung bagian utara gedung serba guna, tidak sempat saya tonton.

Anda jangan bayangkan bentuk fisik indoor asli. Sudah berubah dengan interior yang boleh jadi mirip indoor museum atau art gallery yang ada di luar negeri — setidaknya yang pernah saya masuki di Perth dan Brisbane — Australia.

Alur lewat penonton yang ada di dalam gedung, leluasa untuk langkah bergerak.

Oleh sebab itu, saya berjanji pada diri saya, kalau saya nonton lagi, mesti bawa kursi lipat (yang ringan tentunya).

Kalau saya mengamati karya yang menggugah saya, maka nontonlah saya sambil duduk di kursi yang saya bawa itu.

Jurnalis senior Rokim Dakas yang mengikuti acara ini mulai opening preview pukul 12.00 yang duduk berdekatan dengan saya di opening real-nya (berlangsung dari pukul 16.00 hingga jelang 17.30), ngomong begini : “Kalau ingin menikmati event ini sampai pada tahap kemput, tuwuk, puas, (atau apapun istilahnya), tidak cukup tiga jam”. Apa betul?

Namun, saat ngobrol sebentar dengan salah satu kurator, yakni Nirwan Dewanto, sempat saya singgung omongan Wak Rokim itu, budayawan ini menjawab begini, “ya bisa lah dua jam, tapi cepet-cepetan…,” sambil dia tersenyum. Terus saya mbatin, ‘lha mosok terus cepet-cepetan.’

(Mungkin Mas Nirwan ngajak guyon …wkwkwk…)

Buat lansia seusia saya yang 72 tahun, lebih baik saya nonton hari berganti hari.

Maksud saya, hari ini hanya sampai area satu, besok giliran area dua dan area tiga, besoknya lagi nonton area empat dan area lima. Baru kemudian besoknya, memasuki area 6.

Kan harga tiket Rp 100.000, bisa habis Rp 500.000 dong? Ya begitulah konsekuensinya kalau fisik Anda, maaf, sudah renta.

Untung setua saya ini masih nggandoli dunia jurnalistik, jadinya saya diberi Mbak Heti Palestina Yunani tiket terusan dalam bentuk digital. Mbak Heti yang jurnalis Harian Disway adalah putri almarhum jurnalis legend Jawa Timur Yunani Prawiranegara. Sosok ini, Mbak Hesti, Humas ARTSUBS 2025.

Nama-nama beken di dunia seni rupa kontemporer Indonesia yang ada di list peserta tercatat Agus Suwage, Arahmaiani, Dadang Christanto, Elyeser, Jompet, Entang Wiharso, Melodia, Moelyono, Nasirun, Pupuk DP, Putu Sutawijaya, Rudi Mantofani, Tisna Sanjaya, Kemalezedine, dan saya baca di daftar peserta empu jurnalis yang budayawan : Goenawan Mohamad. Konon, sosok ini sejak 15 tahun terakhir terus berkutat di studio, mengkonversi gagasan-gagasannya ke dalam bentuk seni rupa.

Selebihnya, ada banyak nama-nama baru. Atau jangan-jangan sudah lama eksis, saya saja yang ketinggalan karena gak pernah up date.

Jumlah peserta ARTSUBS 2025 : 140.

Tahun lalu ARTSUBS yang yang berlangsung di Post Block (Kantor Pos Besar) Surabaya, menargetkan pengunjung 10.000 — yang hadir 37.000.

Tahun ini event yang mengambil tema Material Ways yang diketuai Rambat, menargetkan 50.000 pengunjung. Tapi oleh Wamen Kebudayaan Giring Ganesha optimistis dikatakan pada sambutan pembukaan, akan dihadiri 100.000 pengunjung.

Tiket masuk untuk umum Rp. 100.000, Rp 50.000 untuk pelajar, dan gratis bagi pelajar yang nonton kolektif asal ada pengantar ditandatangani kepala sekolah.

Kira-kira bagaimana impresi saya tentang ARTSUBS 2025 ini?

Mungkin mirip manakala baca novelnya Putu Wijaya : batin serasa digedor, diteror !

(Amang Mawardi).

Cegah Benang Layangan yang Membahayakan, Satpol PP Surabaya Sisir Jalan Raya

SURABAYA-KEMPALAN: Permainan layangan sedang marak di Kota Surabaya, namun tak jarang aktivitas ini menimbulkan insiden dan keresahan. Benang layangan yang putus sering kali mengganggu, seperti tersangkut di kabel listrik atau bahkan mengenai leher pengendara.

Untuk mencegah hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Achmad Zaini mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan, terutama di jalan raya.

“Untuk patroli sendiri setiap hari kami sudah menyisir jalan di Kota Surabaya agar terhindar dari aktivitas gangguan trantibum. Karena saat ini sedang marak anak-anak bermain layangan dan membahayakan para pengguna jalan, maka kami juga akan melakukan pengawasan kepada aktivitas itu,” kata Zaini, Sabtu (2/8).

Ia menambahkan, pengawasan akan lebih diintensifkan pada siang hingga sore hari. Hal ini menyusul laporan yang masuk mengenai pengendara yang terkena benang layangan.

“Kami tingkatkan lagi pengawasannya, utamanya di jam-jam rawan siang hingga sore hari. Terlebih kemarin kami sudah mendapat aduan, adanya pengguna jalan yang terkena benang layangan di wilayah Bubutan serta di wilayah Wonokromo, tepatnya di dekat DTC,” imbuhnya.

Zaini menegaskan, petugas akan mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layangan di jalan raya. Mereka akan diarahkan ke lokasi yang lebih aman, seperti lapangan terbuka.

“Tentunya kami tidak melarang, tetapi kami lebih mengutamakan penghalauan jika ada aktivitas bermain layangan itu, kami arahkan ke lokasi-lokasi terbuka seperti di lapangan bukan di jalan raya seperti itu,” tegasnya.

Karena itu, Zaini berharap peran aktif masyarakat, terutama orang tua, untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar tidak bermain layangan di jalanan.

“Dukungan masyarakat sangat diperlukan, dalam hal ini orang tua. Perlunya orang tua memberikan pengertian pada anak bahaya bermain layangan jika di jalan raya, mengarahkan lokasi yang tepat untuk bermain layangan, agar tidak membayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.