KEMPALAN : Jika Anda tidak cukup kuat fisik, saya peringatkan jangan coba-coba nonton pameran akbar seni rupa kontemporer ARTSUBS 2025 yang Sabtu sore 2 Juli, openingnya berlangsung di plasa bagian selatan kompleks Balai Pemuda, Surabaya.
Event ini berlangsung hingga 7 September 2025.
Mengapa saya katakan itu, karena saking luasnya area pameran yang terbagi menjadi enam area.
Saya pikir saya tidak tua-tua amat, masih 72 tahun. Tapi pas opening itu, saya cuma kuat hanya sampai area satu yang terletak di gedung serba guna (bagian barat kompleks).
Anda bisa bayangkan, gedung ini relatif luas, diisi dengan karya-karya menarik.
Setiap karya yang ditampilkan pada event tersebut terlihat unik, namun rasanya sudah tidak sanggup kaki saya langkahkan.
Bahkan, pada area satu, ada semacam sub-area yang menunjuk arah ke panggung bagian utara gedung serba guna, tidak sempat saya tonton.
Anda jangan bayangkan bentuk fisik indoor asli. Sudah berubah dengan interior yang boleh jadi mirip indoor museum atau art gallery yang ada di luar negeri — setidaknya yang pernah saya masuki di Perth dan Brisbane — Australia.
Alur lewat penonton yang ada di dalam gedung, leluasa untuk langkah bergerak.
Oleh sebab itu, saya berjanji pada diri saya, kalau saya nonton lagi, mesti bawa kursi lipat (yang ringan tentunya).
Kalau saya mengamati karya yang menggugah saya, maka nontonlah saya sambil duduk di kursi yang saya bawa itu.
Jurnalis senior Rokim Dakas yang mengikuti acara ini mulai opening preview pukul 12.00 yang duduk berdekatan dengan saya di opening real-nya (berlangsung dari pukul 16.00 hingga jelang 17.30), ngomong begini : “Kalau ingin menikmati event ini sampai pada tahap kemput, tuwuk, puas, (atau apapun istilahnya), tidak cukup tiga jam”. Apa betul?
Namun, saat ngobrol sebentar dengan salah satu kurator, yakni Nirwan Dewanto, sempat saya singgung omongan Wak Rokim itu, budayawan ini menjawab begini, “ya bisa lah dua jam, tapi cepet-cepetan…,” sambil dia tersenyum. Terus saya mbatin, ‘lha mosok terus cepet-cepetan.’
(Mungkin Mas Nirwan ngajak guyon …wkwkwk…)
Buat lansia seusia saya yang 72 tahun, lebih baik saya nonton hari berganti hari.
Maksud saya, hari ini hanya sampai area satu, besok giliran area dua dan area tiga, besoknya lagi nonton area empat dan area lima. Baru kemudian besoknya, memasuki area 6.
Kan harga tiket Rp 100.000, bisa habis Rp 500.000 dong? Ya begitulah konsekuensinya kalau fisik Anda, maaf, sudah renta.
Untung setua saya ini masih nggandoli dunia jurnalistik, jadinya saya diberi Mbak Heti Palestina Yunani tiket terusan dalam bentuk digital. Mbak Heti yang jurnalis Harian Disway adalah putri almarhum jurnalis legend Jawa Timur Yunani Prawiranegara. Sosok ini, Mbak Hesti, Humas ARTSUBS 2025.
Nama-nama beken di dunia seni rupa kontemporer Indonesia yang ada di list peserta tercatat Agus Suwage, Arahmaiani, Dadang Christanto, Elyeser, Jompet, Entang Wiharso, Melodia, Moelyono, Nasirun, Pupuk DP, Putu Sutawijaya, Rudi Mantofani, Tisna Sanjaya, Kemalezedine, dan saya baca di daftar peserta empu jurnalis yang budayawan : Goenawan Mohamad. Konon, sosok ini sejak 15 tahun terakhir terus berkutat di studio, mengkonversi gagasan-gagasannya ke dalam bentuk seni rupa.
Selebihnya, ada banyak nama-nama baru. Atau jangan-jangan sudah lama eksis, saya saja yang ketinggalan karena gak pernah up date.
Jumlah peserta ARTSUBS 2025 : 140.
Tahun lalu ARTSUBS yang yang berlangsung di Post Block (Kantor Pos Besar) Surabaya, menargetkan pengunjung 10.000 — yang hadir 37.000.
Tahun ini event yang mengambil tema Material Ways yang diketuai Rambat, menargetkan 50.000 pengunjung. Tapi oleh Wamen Kebudayaan Giring Ganesha optimistis dikatakan pada sambutan pembukaan, akan dihadiri 100.000 pengunjung.
Tiket masuk untuk umum Rp. 100.000, Rp 50.000 untuk pelajar, dan gratis bagi pelajar yang nonton kolektif asal ada pengantar ditandatangani kepala sekolah.
Kira-kira bagaimana impresi saya tentang ARTSUBS 2025 ini?
Mungkin mirip manakala baca novelnya Putu Wijaya : batin serasa digedor, diteror !
(Amang Mawardi).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi