Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 19:05 WIB
Surabaya
--°C

Hukuman Goreng

IA tidak terbukti memperkaya diri. Juga tidak terbukti memperkaya orang lain. Tidak pula merugikan keuangan negara. Tapi ia dihukum. Ia dianggap korupsi.

Itulah Lin Ce Wei. Ahli keuangan swasta yang tahun lalu diminta membantu mengatasi gejolak harga minyak goreng. Yang meminta adalah Menteri Perdagangan (waktu itu) M. Lutfi. Jaksa pun menuntutnya 8 tahun penjara. Ditambah membayar Rp 1 miliar.

Setelah tuntutan itu, Lin Ce Wei mengajukan pembelaan di depan hakim. Posisinya hanya sebagai anggota tim asistensi. Tidak punya wewenang apa pun. Apalagi wewenang memberikan izin ekspor CPO. Saran-sarannya pun juga bukan saran yang mengikat.

LCW juga tidak dibayar. Tidak menerima komisi. Tidak mengambil keuntungan.

Tapi namanya telah hancur. Ia dikesankan ikut bermain: membuat pengusaha sawit tetap bisa ekspor meski terjadi krisis minyak goreng di dalam negeri.

BACA JUGA: UT Ojat

Kesannya, LCW ikut jadi penyebab melonjaknya harga minyak goreng.

Maka LCW ditangkap. Demikian juga dirjen Perdagangan Luar Negeri. Ditambah tiga manajer perusahaan sawit swasta.

Dirjen memang menandatangani dokumen ekspor CPO. Padahal eksporter tersebut belum memenuhi DMO dan DPO.

Tapi LCW tidak terkait dengan itu.

Pada saat diadakan rapat, LCW menolak untuk hadir. Itulah rapat untuk memutuskan izin ekspor.

Hari itu LCW berkirim WA ke menteri Lutfi. “Tugas penasihat adalah memberikan advice. Mengingatkan risiko dan manfaat dari pilihan kebijakan. Tugas menterilah yang membuat keputusan. Menteri akan menerima semua kredit keberhasilan. Namun, menteri juga harus siap dipersalahkan dan menanggung beban tanggung jawab dari pilihan kebijakan tersebut”.

Rupanya LCW tetap diminta hadir. Lalu LCW kirim WA lagi: “Biar judgment di bapak saja, aku ngurusin terbatas data harian dan analisis saja. Kalau aku terlibat persetujuan ekspor mudah difitnah Pak”.

Anda masih ingat: gejolak minyak goreng bermula di bulan Oktober tahun lalu. Harga minyak goreng melonjak ke Rp 16.772. Harga CPO internasional melejit ke 5.402 ringgit. Alasannya: harga pupuk melonjak. Alasan pabrik pupuk: harga gas melonjak. Alasan pengusaha gas: terjadi kelangkaan gas akibat Rusia menyerang Ukraina.

BACA JUGA: Chui Mie

Bulan berikutnya, November, harga minyak goreng masih tinggi. Bahkan di bulan Desember menjadi Rp 19.771/liter. Emak-emak protes keras. Mereka demo dengan berbagai gaya. Pemerintah panik. Apalagi kementerian perdagangan.

Tanggal 11 Januari 2022, hampir tepat setahun yang lalu, keluarlah Permendag nomor 01. Harga eceran tertinggi ditetapkan: Rp 14.000. Setelah ditetapkan itu harga minyak goreng justru melonjak lagi. Melewati angka Rp 20.000/liter.

Pemerintah kian panik. Tiga hari kemudian LCW terbang pulang dari Singapura. Ia diminta bantu mengatasi gejolak ini. Jadi, ketika LCW mulai bertugas, harga minyak goreng sudah tidak terkendali.

Seminggu kemudian harga minyak goreng masih naik lagi: Rp 20.900. Menteri Perdagangan mengeluarkan lagi peraturan No 02 dan 03. Yakni tentang penetapan satu harga. Juga tentang larangan ekspor CPO, kecuali bagi yang sudah memenuhi DMO dan DPP. Yakni menyetor CPO kewajiban untuk diolah di dalam negeri dengan harga khusus untuk dalam negeri.

Setelah itu pun harga minyak goreng belum juga mau turun. Dikeluarkan lagi Permendag nomor 06. Harga dibuat tiga lapis. Akan ada harga online yang murah. Sistem penjualan online ini pun sudah ditetapkan.

BACA JUGA: Mohamad BBC

Minyak goreng tetap saja mahal. Juga masih langka.

Tanggal 18 Maret, kewenangan perdagangan dipangkas. Dialihkan ke Perindusterian. Sehari sebelum itu LCW tidak lagi ikut dalam tim minyak goreng. Dua bulan kemudian ia ditetapkan sebagai tersangka.

Pembelaan LCW itu kelihatannya didengar oleh hakim. Dua hakim sepakat LCW bersalah. Ia dijatuhi hukuman 1 tahun dan bayar Rp 100 juta. Jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa. Satu hakim lagi berpendapat LCW tidak bersalah. Harus dibebaskan.

Satu hakim kalah dengan dua hakim. Hukuman 1 tahun ditetapkan. Palu putusan diketukkan. LCW harus tetap ditahan.

Empat bulan lagi masa tahanannya sudah satu tahun. Sudah sama dengan nilai hukumannya.

BACA JUGA: Ilmu Hukum

Jaksa naik banding. Di kejaksaan memang ada doktrin: wajib naik banding manakala hukuman yang dijatuhkan hakim kurang dari separo tuntutan jaksa. Jaksa menuntut 8 tahun. Hakim memutuskan 1 tahun.

Rasanya sambil menunggu putusan banding itu masa tahanan LCW sudah akan lewat. Kalau saja putusan pengadilan tinggi nanti LCW bebas alangkah teraniayanya tokoh muda ini. Namanya hancur. Keluarganya menderita. Pengabdiannya tanpa gaji terbalaskan tuba. Berbeda dengan di Amerika. Kalau LCW nanti bebas, ia bisa menuntut ganti rugi dan rehabilitasi. Itu di Amerika.

Hidup kadang harus seperti itu. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 5 Januari 2022: OT Ojat

Ahmad Zuhri
2018 mulai muncul ide balas ‘dendam’ agar bisa kuliah dan keluar dari zona nyaman.. Mulai cari referensi sana sini agar bisa kuliah sambil kerja, tentu waktu untuk keluarga jg jadi prioritas karena udah ‘terlalu lama’ jauh dari keluarga huhuhu.. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, pilihan jatuh ke UT.. mulai eksekusi pertengahan 2019. Saya tidak mau kl hanya sekedar mencari ijazah, saya harus bisa menyerap ilmunya.. Mmg penuh tantangan, pernah sambil rapat sambil mengerjakan soal ujian online.. kemanapun pasti sambil bawa modul kuliah, sambil menunggu Bapak operasi, menemani opname di RS, dalam perjalanan di bus, disela waktu luang di kantor, saya usahakan menyelesaikan setiap diskusi mingguan dan tugas yg diberikan oleh Tutor.. Alhamdulillah 7 semester sudah terlewati, InsyaAllah 1 semester lagi.. Biayanya sangat terjangkau dan waktu yg sangat fleksibel, tergantung niat dan kemauan kita.. Universitas Terbuka kampusku..

Amat Kasela
Saya bukan alumnus UT, tapi ibu saya pernah menjadi mahasiswi UT, dulu. Sudah lama sekali. Ada banyak modul pembelajaran yang didapat. Belajarnya di rumah, secara mandiri. Saat membahas “Merdeka Mengajar”, yang katanya guru tak lagi wajib membuat RPP, cukup membuat sebuah modul. Kawan saya yang seorang guru itu menyebutkan bahwa modul pembelajaran terbaik adalah modul UT. Kalau mau membuat modul pembelajaran, contohlah modul UT. Memang, mereka sudah sangat berpengalaman puluhan tahun dalam penyusunan materi ajar. UT mantap! Semoga program-program Bapak rektor tercapai.

AnalisAsalAsalan
“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” kata pepatah. Jurusan teknik di UT? Mengapa tidak? Total praktikum S1 berapa kali sih? Paling sepuluh (10) kali. Kerja sama saja dengan kampus teknik di daerah terdekat. Namun, harus efektif dan efisien. Caranya: 1. Mahasiswa UT sudah melihat simulasi praktikum sebelumnya, bisa lewat software — kalau ada — atau video praktikum yang dibuat oleh asisten. Dengan demikian saat datang sudah separuh paham prosedur dan outputnya. 2. Waktunya saat kampus teknik terdekat liburan. Kalau mau efisien lagi, 2-3 praktikum dalam satu kali waktu liburan. 3. Mahasiswa teknik UT otomatis harus diseleksi, yang rumah/kosnya tidak jauh dari kampus rekanan. Perlahan-lahan UT bikin sendiri lab. Tentu ada skala prioritas, jurusan teknik apa yang dibuat dulu. Masalahnya di akreditasi. Seharusnya rendah (atau ditolak?) kalau tidak punya lab sendiri. Pimpinan UT bisa mengajukan klausul khusus untuk UT. Demikian usulan saya. Semoga bermanfaat. Amin.

Udin Salemo
Dari sudut pandang marketing UT ini layak punya tagline “Kami sudah berbuat sebelum yang lain memikirkannya.” Ini terkait pembelajaran jarak jauh yang sudah dijalani UT sejak mulai berdiri. Tapi tagline itu akan kelihatan cupu bila disandingkan dengan Semen Padang. Semen Padang sudah menggunakan tagline itu jauh sebelum UT berdiri, bahkan sebelum UT ada dalam alam fikiran pendirinya. 🙂 Semen Padang sudah berproduksi sejak 1910. Kalau mau ke kota Sanggau/ Enaknya jalan di malam hari/ Pendidikan murah dan terjangkau/ UT sudah memulainya sejak jauh hari/ #everyday_berpantun

Komentator Spesialis
Buat saya sekolah online ini bukan hal yang baru. Bahkan jauh sebelum masa pandemi, anak anak sudah saya sekolahkan online. Sungguh efisien dan efektif. Waktu tidak habis wira wiri untuk datang ke sekolah. Yang jelas potensi tawuran anak antar sekolah nihil. Orang tua juga tidak disibukkan dengan kegiatan persatuan orang tua murid. Sehingga waktunya bisa dimanfaatkan untuk belajar agama yang lebih dalam, belajar memulai bisnis dll. Kuncinya bisa dapat paket C dulu. Ini cukup belajar 1 tahun efektif lewat bimbel online. Lulus paket C, universitas ada buanyak pilihan. Dari universitas dalam negeri sampai manca negara. Kebetulan kami pilih International Open University (IOU). Universitas besutan Dr. Bilal Philips. Saat ini punya hampir 300 ribu mahasiswa di 224 negara. Termasuk Indonesia ada banyak mahasiswa. Kalau tidak salah juga sudah terakreditasi mendikbud. Ada acara kopdar ketemu darat pula untuk kuliah. Ujian ada lokasi exam center yang sudah ditentukan. Itu semua sudah saya lakukan sebelum masa pandemi.

Komentator Spesialis
Pertama kita harus merubah mindset. Jaman saya sekolah dulu, sekolah adalah identik untuk cari kerja. Maklum saat itu tuntutan ekonomi keluarga lebih dominan. Harusnya, sekolah itu untuk cari ilmu. Disamping cari relasi atau teman bergaul. Bicara dalam tataran ini, maka opsi sekolah online atau online tersedia. Tinggal dikaji mana yang efisien dan efektif dari sudut ilmu yang didapat, waktu dan biaya.

Kalender Lengkap
Untuk praktikum, bisa pakai metaverse. Jadi laboratoriumnya di bangun di dunia maya. Untuk tahap ujicoba, praktikumnya yang sederhana aja dulu.

amir faisol
Saya termasuk angkatan pertama di UT. Betul mutu sangat dijaga. Sampai ujian akhir harus saya tempuh dua kali baru lulus. Belajar agak lama karena bayar kuliah gantian sama anak yg di Universitas Negeri bukan UT. Terima kasih UT. Sukses selalu.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Sebenarnya mau kuliah atau tidak, sama saja. Karena sejatinya manusia butuh ilmu. Ilmu apa? Yaitu ilmu kebahagiaan. Bagaimana diri kita bisa bahagia. Contoh nyata, ada kawan mau cerai karena kasus selingkuh. Kawan saya itu sedih sekali dan menderita. Kemudian kita kasih ilmu bahagia. Yaitu mengubah masalah menjadi keuntungan. Dicoba dipraktekkan setiap hari. Praktek pun gratis, wong cuma mensugesti dirinya. Setelah beberapa minggu, apa yang terjadi? Kawan yang mau bercerai itu bilang sendiri, saya bersyukur dengan adanya kasus ini, ternyata kasus itu memberi banyak pelajaran kehidupan yg selama ini tidak didapatkan. Dapat kasus pusing, diubah menjadi rasa syukur. Dengan teori ilmu kebahagian.

Jhelang Annovasho
Ibu saya guru SD. Lulusan SPG. Saya mengalami masa dimana ibu mengambil D2 di UT. Waktu itu gelarnya A.Ma.Pd. (Ahli Muda Pendidikan). Saya tidak paham bagaimana ibu waktu itu mengatur waktu selain mengajar dan merawat kami, kami masih sangat kecil. Ketika akhir SMP, ibu melanjutkan ke UT dan mendapat gelar S.Pd.SD. Waktu itu titel gelar belum diseragamkan, untuk menghindari bias maka di belakangnya ditambah SD, spesialisasi pada pendidikan SD. Saya sebetulnya suka dengan format tersebut, karena gelar saya bisa ditulis S.Pd.Fis. Sarjana Pendidikan Fisika. Supaya tidak dikira S.Pd. guru agama. Kan saya kurang religius. Ibu betul-betul sungguh2 berkuliah. Tugas Akhirnya, berupa 2 buah Penelitian Tindakan kelas, masing2 3 siklus. Ibu menuliskan TA itu dalam puluhan lembar folio bergaris. Saya yg mengetik di komputer. Sambil belajar, sambil “kuliah” di UT.

Haris Karyadi
UT juga sudah ada program Doktor loh… S3 ilmu manajemen dan S3 Administrasi publik…sempet jadi mahasiswa angkatan pertama tahun 2020…hue he he. UT keren

Ahmad Zuhri
Di UT udah banyak prodi yg terakreditasi A, diantaranya Manajemen, Ilmu Hukum, Pajak, dll.. Disetiap kota/kabupaten biasanya ada Kelompok-kelompok Belajar (Pokjar) sebagai kepanjangan dari UT daerah.. nah biasanya yg kuliah nya ada porsi tatap muka diatur teknis pelaksanaan nya seperti apa, biasanya UT sewa gedung sekolah setempat pas hari libur/diluar jam sekolah untuk pelaksanaan nya.. Tidak ada Skripsi, tapi membuat Karya Ilmiah sebagai syarat kelulusan.. walaupun ‘hanya’ Karya Ilmiah saya harus revisi sampai 12x agar bisa memenuhi tingkat plagiasi maksimal 30% via Turnitin hehehe..

ALI FAUZI
Siang hari banyak burung kuntul/// Ngalor-ngidul cari janda bahenol/// Sudah lama Pak Pry tak muncul/// Alhamdulillah kini sudah nongol/// Kasihan itu si bahenol kehujanan/// Sepertinya perlu belaian dan suntikan/// Sekali nongol sanjung Pak Dahlan/// Padahal biasanya penuh kritikan///

Rihlatul Ulfa
Saat saya menaiki kapal menuju Lampung pada malam hari. saya lihat laut menjadi hitam dan yg saya pikirkan adalah. ‘oh bunuh diri yg paling mudah adalah meloncat dari kapal ini, tidak membuat rumah/kost/hotel/apartemen menjadi angker. paling2 saya ditemukan setelah jasad mengapung atau mungkin sudah dimakan ikan. saya juga berfikir saat mencoba menjadi pembunuh. saat korban saya masukan karung dengan pemberat batu dan buang dilaut lepas. buktinya kasus aksyena yg meninggal didanau sekecil itu saja pembunuhnya tidak pernah terungkap. apalagi strategi saya itu wkwkk. ini hanya pikiran liar. :p

Mpok Dipa
Awalnya saya tanya ttg UT ke pak Zuhri, wkt itu buat anak teman yg baru lulus SMA. Ternyata anak saya yg lulus SMK berminat juga (mungkin dia lelah krn mau lanjut ke Fak yg sesuai ilmunya saat d SMK ga sampai sampai tabungannya). Akhirnya dia kuliah di UT sekarang sambil bekerja d hotel Raflles Kuningan. Semua dia biaya sendiri sampai membeli buku dan laptopnya hasil dari kerjanya. Thn ini harusnya anak yg no 1 lanjut S2 setelah S1 Sastra Prancisnya d Unnes kelar sekitar 5 th yg lalu. Kadarallah, sdh bayar pendaftaran, sdh bikin esai bebas utk syarat ujian masuk…eh giliran test masuk harus d RS krn DB. Hilang dah semuanya he he he. Semoga aja th depan masih punya semangat utk lanjut lagi, mumpung masing single dan punya biaya sendiri utk lanjut kuliah. Tinggal takdir Tuhan saja, mana yg lebih duluan menghampiri d tahun 2023 ini : Jodohnya atau pengumuman pendaftaran kuliahnya. Semangaaaat buat semua mahasiswa yg kuliah modal sendiri di seluruh negeri !!!!

Abd Qohar
Secara administrasi, UT memang sangat bagus. Tetapi praktek di lapangan perlu dikaji lagi. UT memang bagus dalam membantu dalam pemenuhan target bahwa guru harus sarjana (S1), dimana dulu mayoritas guru, terutama guru SD hanya lulusa Diploma (D3). Namun seiring perkembangan waktu, dan sudah banyak guru yang sarjana, UT menerima banyak mahasiswa dari lulusan SMA. Sebagian besar mahasiswa UT mengambil jurusan keguruan, terutama PGSD, yang nantinya akan menjadi guru SD. Pada pembelajaran di UT setiap semester hanya 8 minggu, biasanya Sabtu-Minggu, bisa secara Online, dan mahasiswa bisa lulus dalam 8 atau 9 semester. Kita bandingkan dengan kuliah di kampus reguler, tiap semester minimal 16 minggu, hampir tiap hari mahasiswa masuk secara offline. Mahasiswa bisa lulus 8 atau 9 semester. Banyak teori dan praktek pembelajaran serta sikap dan karakter yang harus dicontohkan dan dipraktekkan secara luring di ruang kelas. Bagaimana membuka pelajaran, mengelola kelas, mengaktifkan siswa dalam diskusi, mencontohkan sikap yang baik, dan sebagainya dipelajari dengan praktek secara luring. Ini penting karena mereka adalah calon guru yang nantinya akan mendidik siswa secara langsung/luring di kelas. Mungkin kalau pembelajaran di sekolah sudah online semua dan tidak perlu mengajari sikap/karakter secara nyata, maka mencetak guru model online tersebut bisa dilakukan, dan UT akan menjadi yang terdepan. Mohon maaf, ini hanya usul agar pendidikan di Indonesia bisa lebih baik, secara nyata..

balagak nia
Masuk STAN, Statistik sepakat pasti objektif karena pembelajarannya juga sulit & tidak semua orang mampu, kalo IPDN tdk yakin objektif krn kurang pintar pun pasti bisa ikut pembelajaran di IPDN. Waktu kasus Rektor Unila ditangkap, sempat terpikir orang tua yg memaksakan anaknya utk kuliah di kedokteran itu nekad. Tapi setelah dpt info, ternyata banyak juga kedokteran di univ2 yg menggampangkan siswanya lulus terutama jika mahasiswanya kebanyakan kurang pintar. Tapi kalau nekad masuk Kedokteran UI (contohnya) melalui jalur belakang & tidak ditunjang anaknye pintar, siap2 saja stress…akhirnya mundur….

balagak nia
Ane sih kurang sepakat kalau keberhasilan UT ditandai dengan lulusannya banyak diterima sebagai ASN. Tahu sendiri khan kualitas pemerintahan kita….Kalau lulusannya ternyata banyak yg sukses sebagai professional nah itu baru top. Jadi ingat dulu waktu gonjang ganjing IPDN, salah satu alumninya dgn gagah bilang di TV kalau banyak alumni IPDN berhasil ditandai dengan sudah menyelesaikan S2, coba cek ASN kebanyakan yg penting ambil S2, mereka tambah pinter ya nggak. Katanya RG ijazah menandakan pernah sekolah bukan pernah berpikir….

Riki Gana S
Rusuh Agrinex (4) #pantun# pak ojat rektor universitas terbuka// dari nama sudah pasti orang sunda// dari sekian perusuh yang ada// rasanya hanya sedikit yang anak muda..// kampus UT ada di Serang// tak pernah berisik walau banyak ruang// kalaulah mau hati senang dan riang// komenlah asyik dan janganlah tegang..// lulusan fisika murni adalah pak azmi// yang dari kampar bernama pak suardi// janganlah sampai menjadi sensi// mari senam satu jam seperti Pak DI..// jalan-jalan ke banten selatan// tiba di Baduy membeli durian// yang kemarin ribut kopi sachetan// semoga bukanlah duda-duda yang keren// demikian kiranya. saya riki gana. spesialis perusuh sebelum ishoma. wkwkwk… Tabik!

Amat Kasela
Sekolah dan kampus itu cuma tempat sekolah formal, Om. Kita bisa mendapat ilmu pengetahuan dari mana saja. Tinggal kita mau belajar apa tidak? “Setiap Orang Menjadi Guru, dan Setiap Rumah Menjadi Sekolah,” kata Ki Hadjar Dewantara. Lanjut lagi, apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan adalah pendidikan. Kita adalah pembelajar sepanjang hayat. Ttd. Perusuh tobat

Warung Faiz
“Masalahnya mau kuliah atau tidak” Sebuah pukulan hook langsung kena sasaran_menyindir saya dan perusuh2 lainnya yg tdk melanjutkan kuliah.. Sebagai orang satu2nya tamatan slta yg kebetulan terpilih ke agrinex_rasanya manusiawi kalo saya sedikit insecure berhadapan dgn rekan2 lainnya… Alhamdulillahnya tdk ada satupun berusaha menonjolkan diri_Pak DI dan rekan2 lainnya org2 humble_beruntung saya bertemu dgn mereka.. Sebagai wartawan senior,Pak DI lah yg mampu “menelanjangi”latar belakang kami,dari pendidikan,profesi sampai keluarga.. Setelah terkuak,saya langsung berkata wow_padahal khan mestinya alip,ba,ta dulu_takjub dgn latar belakang peserta lainnya.. Untungnya saya ingat pesan guru ngaji_insecure itu hampir sama dgn sombong,sama2 penyakit hati_orang insecure cenderung membatasi diri dgn orang dirasa diatasnya_sementara org sombong sebaliknya,cenderung membatasi diri dgn orang yg dirasa dibawahnya_kesimpulan saya,insecure bentuk lain dr kesombangan_bisa jd kesimpulan saya salah,silahkan rekan2 perusuh menyimpulkan lain…

Tuan Sumartan
Alhamdulillah saya pernah kuliah di UT yang biaya kuliahnya murah, sistem belajarnya mandiri, bisa sambil kerja dan saya bersykur juga pernah wisuda di kampus Pondok Cabe.

Rihlatul Ulfa
Saat saya menaiki kapal menuju Lampung pada malam hari. saya lihat laut menjadi hitam dan yg saya pikirkan adalah. ‘oh bunuh diri yg paling mudah adalah meloncat dari kapal ini, tidak membuat rumah/kost/hotel/apartemen menjadi angker. paling2 saya ditemukan setelah jasad mengapung atau mungkin sudah dimakan ikan. saya juga berfikir saat mencoba menjadi pembunuh. saat korban saya masukan karung dengan pemberat batu dan buang dilaut lepas. buktinya kasus aksyena yg meninggal didanau sekecil itu saja pembunuhnya tidak pernah terungkap. apalagi strategi saya itu wkwkk. ini hanya pikiran liar. :p

Mpok Dipa
Awalnya saya tanya ttg UT ke pak Zuhri, wkt itu buat anak teman yg baru lulus SMA. Ternyata anak saya yg lulus SMK berminat juga (mungkin dia lelah krn mau lanjut ke Fak yg sesuai ilmunya saat d SMK ga sampai sampai tabungannya). Akhirnya dia kuliah di UT sekarang sambil bekerja d hotel Raflles Kuningan. Semua dia biaya sendiri sampai membeli buku dan laptopnya hasil dari kerjanya. Thn ini harusnya anak yg no 1 lanjut S2 setelah S1 Sastra Prancisnya d Unnes kelar sekitar 5 th yg lalu. Kadarallah, sdh bayar pendaftaran, sdh bikin esai bebas utk syarat ujian masuk…eh giliran test masuk harus d RS krn DB. Hilang dah semuanya he he he. Semoga aja th depan masih punya semangat utk lanjut lagi, mumpung masing single dan punya biaya sendiri utk lanjut kuliah. Tinggal takdir Tuhan saja, mana yg lebih duluan menghampiri d tahun 2023 ini : Jodohnya atau pengumuman pendaftaran kuliahnya. Semangaaaat buat semua mahasiswa yg kuliah modal sendiri di seluruh negeri !!!!

Abd Qohar
Secara administrasi, UT memang sangat bagus. Tetapi praktek di lapangan perlu dikaji lagi. UT memang bagus dalam membantu dalam pemenuhan target bahwa guru harus sarjana (S1), dimana dulu mayoritas guru, terutama guru SD hanya lulusa Diploma (D3). Namun seiring perkembangan waktu, dan sudah banyak guru yang sarjana, UT menerima banyak mahasiswa dari lulusan SMA. Sebagian besar mahasiswa UT mengambil jurusan keguruan, terutama PGSD, yang nantinya akan menjadi guru SD. Pada pembelajaran di UT setiap semester hanya 8 minggu, biasanya Sabtu-Minggu, bisa secara Online, dan mahasiswa bisa lulus dalam 8 atau 9 semester. Kita bandingkan dengan kuliah di kampus reguler, tiap semester minimal 16 minggu, hampir tiap hari mahasiswa masuk secara offline. Mahasiswa bisa lulus 8 atau 9 semester. Banyak teori dan praktek pembelajaran serta sikap dan karakter yang harus dicontohkan dan dipraktekkan secara luring di ruang kelas. Bagaimana membuka pelajaran, mengelola kelas, mengaktifkan siswa dalam diskusi, mencontohkan sikap yang baik, dan sebagainya dipelajari dengan praktek secara luring. Ini penting karena mereka adalah calon guru yang nantinya akan mendidik siswa secara langsung/luring di kelas. Mungkin kalau pembelajaran di sekolah sudah online semua dan tidak perlu mengajari sikap/karakter secara nyata, maka mencetak guru model online tersebut bisa dilakukan, dan UT akan menjadi yang terdepan. Mohon maaf, ini hanya usul agar pendidikan di Indonesia bisa lebih baik, secara nyata..

balagak nia
Ane sih kurang sepakat kalau keberhasilan UT ditandai dengan lulusannya banyak diterima sebagai ASN. Tahu sendiri khan kualitas pemerintahan kita….Kalau lulusannya ternyata banyak yg sukses sebagai professional nah itu baru top. Jadi ingat dulu waktu gonjang ganjing IPDN, salah satu alumninya dgn gagah bilang di TV kalau banyak alumni IPDN berhasil ditandai dengan sudah menyelesaikan S2, coba cek ASN kebanyakan yg penting ambil S2, mereka tambah pinter ya nggak. Katanya RG ijazah menandakan pernah sekolah bukan pernah berpikir….

Amat Kasela
Sekolah dan kampus itu cuma tempat sekolah formal, Om. Kita bisa mendapat ilmu pengetahuan dari mana saja. Tinggal kita mau belajar apa tidak? “Setiap Orang Menjadi Guru, dan Setiap Rumah Menjadi Sekolah,” kata Ki Hadjar Dewantara. Lanjut lagi, apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan adalah pendidikan. Kita adalah pembelajar sepanjang hayat. Ttd. Perusuh tobat

Najib Habibie
Jurusan sosial di Universitas negeri dihapus saja, biarkan UT saja yang buka jurusan sosial. Universitas lainnya yang buka jurusan teknik.

Forsandy Kurniawan David
yang wisuda dijakarta cuman lulusan terbaik? wah berarti bapakku termasuk donk, kelas 6 sd aku diajak kejakarta bapak wisuda sarjana pendidikan bahasa inggris. bapak memang guru hebat ta henti-henti dia belajar meski sudah jadi PNS masih saja belajar, teman setianya radio BBC australia frekwensi SW itu.masih ingat bisik-bisik bapak dengan temannya “belajar yang keras, persiapkan ujian baik-baik, materu ujian UT lebih susah dibanding perguruan lain!!” iya makasih sahut bapak sambil bawa sekoper berisi kaset-kaset dan buku buku UT. dadi kangen bapak aku.

Leong putu
“Selanjutnya coba perkenalkan diri Anda, Perusuh dari Bali” : kata Abah. “Hmmm…anu..bah..anu.. nama saya Leong Putu, karyawan swasta dan usaha sendiri…”. . “jenjang pendidikan, bagaimana pak Putu ?”. “.saya S3 Abah”. .”wiiih luar biasa, beri tepuk tangan dooong. Punya usaha apa pak Putu ?”. “.ada dech bah…. Saya ada dua usaha, satu sukses, satu masih gagal, dan masih akan di coba lagi”. “.yang sukses usaha apa ?”. .”usaha nambah anak”. .”duuuuh….kalau yang gagal ?”. .”usaha nambah istri bah…”. .”….hmmmm…(say juga (dalam hati)…) ….baiklah … baiklah….S3 nya jurusan apa ?”. “S3 tehnik, Abah “. .”serius ?…tehnik apa ?” .”tehnik bikin anak, universitas terbuka “. .”ya iyalah….tehnik bikin anak, ya harus terbuka….hedeeeeh masak mau pakai celana jeans ? #$%$#%”. … #perusuh kok ditanya.

EVMF
Sekilas UT di Inggris. Berdirinya Universitas Terbuka di Inggris adalah wujud dari janji kampanye Harold Wilson, mantan pemimpin Partai Buruh. Harold Wilson di dalam kampanyenya untuk pemilihan umum menjanjikan : “Memberikan kesempatan kepada mereka yang ketinggalan kuliah di universitas tradisional, untuk mengalami pembelajaran tingkat gelar berkualitas tinggi”. Ketika Harold Wilson terpilih sebagai Perdana Menteri, dia menugaskan Menteri Kesenian, Jennie Lee, untuk mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Pada tahun 1965, komite pendidik, wakil rektor universitas, dan penyiar televisi dibentuk. Pada tahun 1969 The Open University diluncurkan yang berkantor pusat di Milton Keynes. Memiliki jaringan lebih dari 5.000 tutor dan menggunakan teknologi komunikasi untuk menyampaikan pengajaran dan penilaian. The Open University juga menjalankan les kelompok, sekolah siang, dan sekolah musim panas residensial. The Open University juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan BBC, memproduksi bersama hingga 25 serial TV dan radio setahun. Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, penyiar Anna Ford dan aktris Glenda Jackson termasuk di antara sejumlah nama terkenal yang pernah mengajar untuk The Open University.

Mirza Mirwan
Model perkuliahan lewat korespondensi sebenarnya sudah ada sejak 1938. Tetapi negara-negara Asia terlambat mengadopsinya. Yang pertama mendirikan UT di Asia adalah Tiongkok, zaman Deng Xiaoping, ketika membuka Open University of Beijing, 1979. Disusul kemudian India dengan mendirikan Andhra Pradesh Open University, 1982. Lalu Jepang dengan Open University of Japan (semula bernama University of The Air), 1983. Barulah kemudian Indonesia mengikutinya dengan mendirikan UNIVERSITAS TERBUKA, September 1984. Sampai tahun kemarin total UT di wilayah Asia hampir 50 UT, terbanyak di India. Mereka, UT-UT Asia itu, tergabung dalam AAOU – The Asian Association of Open University — yang kini diketuai Prof. Ojat untuk periode ke-2 (2023-2024), setelah menjabat ketua periode 2021-2022. Selain menjadi anggota AAOU, semua UT di Asia juga menjadi anggota ICDE — International Council for Open and Distance Education — yang markas besarnya ada di Oslo, Norwegia. Nah, ICDE ini sudah dibentuk sejak 1938 — semula ICCE (international Council for Correspondence Education). ICDE ini tiap dua tahun menyelenggarakan konferensi dunia (world conference), semacam muktamar/munas/kongres untuk ormas atau parpol di kita. Konferensi dua-tahunan itu harus diselenggarakan di benua yang berbeda dari konferensi sebelumnya. Maka Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah konferensi ICDE. Itu terjadi pada konferensi ke-24, tahun 2011. Kayaknya 95% pembaca CHD tak ada yang tahu hal itu sebelumnya.

Dokumen Negara
Ya iyalah yg lolos ASN kependidikan beberapa tahun belakangan hanya yg sudah bhakti tahunan K1 dan K2. Dan yg punya tiket K1 K2 adalah yg awal prioritasnya karir/bhakti dulu sambil kuliah maka yg dipilih UT..tapi sah2 saja klaim2 itu asal…

Fa Za
Dia sudah ‘pandemi’ sejak lahir. Dan terus pandemi selama 38 tahun umurnya sekarang ini. —> Dia sudah ‘jarak jauh’ sejak lahir. Dan terus jarak jauh selama 38 tahun umurnya sekarang ini.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

UT Ojat

INILAH universitas yang punya gudang buku. Besar sekali. Mengalahkan superstore.

Jumlah mahasiswanya pun tak tertandingi: hampir 500.000. Tepatnya: 412.697.

Wilayahnya juga terluas: se-Indonesia. Sampai nun di pelosok terjauh: Miangas.

Anda pun tahu siapa dia: Universitas Terbuka (UT). Yang kampus utamanya di Pondok Cabe, Jakarta Selatan. Seluas 18 hektare. Ditata rapi, bersih, indah, berkontur, berdanau, dan sangat hijau.

Saya baru sekali ini ke kampus UT. Kemarin. Langsung setiba dari Singkawang, Kalbar. Tidak satu pun terlihat mahasiswa di kampus itu. Anda tahu itu: di UT belajarnya tanpa kelas. Bukan karena pandemi. Sejak didirikannya di tahun 1984 pun sudah begitu.

Kampus ini lebih banyak diisi oleh pemikir pendidikan. Sekitar 600 orang bekerja di situ. Mereka merumuskan materi kuliah. Mengajar jarak jauh. Menyusun materi ujian. Membuat standar buku pelajaran.

Memang ada gedung auditorium di kampus ini: khusus untuk wisuda. Itu pun hanya bagi yang nilainya istimewa. Wisuda selebihnya di daerah masing-masing.

Di UT sekali wisuda bisa 100.000 sarjana. Tidak akan ada gedung yang memenuhi syarat untuk wisuda bersama.

Salah satu lulusan terbaik UT adalah Hanif Nurcholis. Ia angkatan pertama UT. Masuk tahun 1984. Kini sudah profesor-doktor. Sebagai alumni terbaik Hanif diminta mengabdi di almamater sendiri. Jabatannya saat ini: Ketua Senat Akademik UT.

Ketika universitas lain gamang dengan pengajaran jarak jauh (akibat Covid-19), UT biasa saja. Dia sudah ‘pandemi’ sejak lahir. Dan terus pandemi selama 38 tahun umurnya sekarang ini.

Sejak lahir sistem pembelajaran UT jarak jauh. Sejak belum ada HP dan wifi.

Materi kuliahnya, saat itu, dikirim lewat pos. Demikian juga soal ujian dan jawabannya. Pertanyaan ke dosen pun dikirim pakai surat. Begitulah awalnya. Lalu ada juga materi kuliah dalam bentuk kaset. “Saya masih menyimpan sekitar 50 kaset,” ujar Hanif.

Saya pun meninjau gudang bukunya. Lebih besar dari Makro. Itulah buku pelajaran yang harus diteliti, diseleksi dan dikirim ke mahasiswa. Ukuran buku untuk mahasiswa UT saat ini dibuat lebih besar: A4. Ruang putih di pinggir tiap halamannya dibuat lebih lebar: untuk catatan, komentar atau pun pertanyaan tentang isi buku di halaman itu.

Rektor UT sekarang adalah Prof Drs Ojat Darojat MBus PhD. Anda sudah tahu: ia pasti orang Sunda. Ia lahir di desa Bojongloa, pedalaman Subang.

Ini adalah tahun kedua periode keduanya sebagai rektor UT. Alumnus Universitas Pendidikan Indonesia ini meraih S2 di La Trobe University Melbourne. Lalu mendapat gelar doktor di Kanada. Di Simon Fraser University. Linier. Dari pendidikan ke pendidikan.

Sejak masih jadi guru Ojat tergabung di Pergunu (Persatuan Guru NU). Kini Ojat jadi pengurus pusat Pergunu. Juga duduk di pengurus besar NU.

“Harusnya UT bisa punya mahasiswa setidaknya 1 juta orang,” ujar Ojat. Itulah program utamanya ke depan. Di India, UT punya 5 juta mahasiswa. Demikian juga di Tiongkok.

Ojat hafal angka-angka itu. Ia ketua asosiasi Universitas Terbuka se Asia. Untuk periode kedua.

Ojat akan terus melawan citra UT sebagai universitas kelas dua. Ia pun menunjukkan bukti kejadian tahun 2019. Yakni ketika ada penerimaan pegawai negeri. “Alumni UT paling banyak diterima. Sampai 9.436 orang. Melebihi angka dari universitas negeri lainnya,” ujar Ojat. Ia lantas mengabadikannya dalam Rekor MURI. “Menandakan mutu UT sudah tidak kalah,” ujar Ojat.

Orang sering lupa: UT ini universitas negeri. Sejajar dengan UI, Unpad, UGM atau Unair. Jadi, kalau maunya hanya kuliah di universitas negeri mengapa tidak ke UT. “Mutunya kami jamin. Kami sangat keras dalam menjaga mutu,” ujar Ojat.

Bukti keseriusan lain: di masa kepemimpinannya UT menjadi PTN-BH. Perguruan tinggi berbadan hukum. Sejak tahun lalu. Sejajar dengan 16 perguruan tinggi terkemuka lainnya. Padahal, seperti Universitas Negeri Jakarta, belum PTN-BH.

“Kelemahan” UT adalah belum punya program studi bidang teknik. Misalnya teknik sipil, mesin, kimia atau elektro. Sistem pengajaran jarak jauh belum menemukan cara praktikum yang efektif. Padahal mahasiswa teknik harus banyak praktik secara fisik.

Tentu ini harus dipecahkan. Negeri ini harus punya alumni bidang teknik jauh lebih besar dari bidang lainnya. Kita sudah terlalu banyak memiliki sarjana sosial dan agama. Termasuk sarjana hukum.

Padahal UT-lah yang bisa mencetak sarjana dalam jumlah besar.

Memang kehadiran UT harusnya bisa menepis isu pemerataan pendidikan tinggi. Biaya kuliah di UT sangat murah: hanya Rp 35.000/mata kuliah. Kalau yang dimiliki hanya Rp 35.000 mahasiswa boleh hanya mengambil satu mata kuliah. Yang lainnya bisa diambil lain kali. Pun bagi yang harus bekerja. Busa mengambil mata kuliah satu atau dua saja.

Masalahnya tinggal mau kuliah atau tidak. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 4 Januari 2022: Chui Mie

Agus Suryono

10 HAKKA SPIRIT 1). Menghormati leluhur. 2). Mengajarkan berbakti. 3). Rukun dengan tetangga. 4). Menjunjung tinggi kesetiakawananan. 5). Berusaha dan bersatu. 6). Rajin dan tekun (ke ku nai lao) 7. Ulet, kuat, tabah (jian yi yang kiang). 8). Pengembang usaha. 9). Hemat, jujur. 10). Cinta tanah air. #Semuanya positif..

Amat Kasela

Ada kosakata yang tidak familier dalam kamus saya, “menggutus”. Dicari di KBBI dengan kata dasar “gutus”, tidak ditemukan. Dengan bantuan Om Gugel, dicari lagi, masih tidak ditemukan. Trus, artinya apa? Tolong kawan-kawan yang mengerti, saya perlu pencerahan. Dari bahasa asing atau bahasa daerah manakah “menggutus”?

Saiful Ahmad

Kalau orang Jepara, jika ingin mendeskripsikan yang paling cantik tak terhingga, cukup bilang “cuantik”. Ketambahan huruf ‘u’ setelah huruf pertama. Bukan “Cantiiiiik” dengan 5i. Cakep, jika cakep tak terhingga jadi “cuakep” bukan “cakeeeeep” 5e. Entah di daerah lain. hehe

Johannes Kitono

Ketika membaca CHD judul Chui Mie, terbayang kembali kenangan masih kecil yang indah. Sembilan tahun pernah tinggal di Singkawang yang waktu itu statusnya Ibukota Kab Sambas. Memang tinggal di Asrama Bruder yang lokasinya di samping Gereja Katolik Sto Fransiskus Asisi. Jarak tempuh Pontianak – Singkawang ( 145 km ) 3,5 jam padahal dulu hanya 2,5 jam. Tentu saja wajar kalau start dari Pontianak tengah malam saat trafik senggang. Wawancara dengan Chui Mie dilakukan setelah santap Dadar Tiram dan pare udang. Dan ini yang jadi tanda tanya. Konon Don Juan, embahnya Play Boy kelas dunia juga makan Oyster mentah dulu sebelum ketemu pacar pacarnya. Untuk meningkatkan libido. Tentu kita percaya dadar tiram dan pare udang resto Hakka hanya sekedar menghilangkan rasa lapar saja. Ketika masih walikota Tjhai Chui Mie, Singkawang terpilih sebagai kota toleransi tinggi. Tentu ini prestasi yang harus dibanggakan tapi harus jelas juga kriterianya. Bisa jadi modal untuk melanjutkan term kedua di tahun 2024 nanti. Singkawang dieja dengan Hakka jadi San Keu Jong yang terjemahan bebasnya adalah kota yang terdiri dari Gunung ( San ) Keu ( Laut ) dan di Nam Yong ( Selatan ). Nama Singkawang berasal dari etnis Hakka. Intonasi Hakka Singkawang adalah Hoplo yang nadanya turun naik ( lembut = nyon ). Dialek Hakka Hoplo tersebar di Singkawang, Pemangkat, Sambas, Bangka dan Serawak. Beda dgn Hakka Sin On yang nadanya lebih tegas ( ngang ) dan tersebar di Sanggau,Sintang, Belitung dan Kinabalu.(lanjut)

Er Gham

Ya, waktu saya ke sana awal tahun 2000an, saya juga jarang lihat orang melayu. Sebagian besar terlihat sebagai warga tionghoa. Mungkin suku dayak juga terlihat sebagai warga tionghoa karena memang agak mirip.

Mahmud Al Mustasyar

Berdasarkan penelusuran di Wikipidia, 3 suku utama terbesar di Kalbar bukanlah Tionghoa, Dayak dan Melayu (Tidayu); tapi suku Dayak : 34.93 %, suku Melayu : 33.84 % dan suku Jawa : 9.72 %. Sedangkan suku Tionghoa terbesar ke 4 sebanyak 8.15 %. Kalau di kota Singkawang, 4 suku utama terbesar adalah suku Tionghoa : 42 %, suku Dayak : 30 %, sedangkan suku Melayu dan suku Jawa masing² sebesar 10 %.

Johannes Kitono

Umumnya pejabat Jakarta yang ke Pontianak selalu ke Singkawang. Alasannya seperti ke Mekah tentu wajib juga ke Medinah.Singkawang ( Skw ) pernah di pimpin oleh Hasan Karman ( HK ) yang etnis Hakka, alumni SMP Bruder. Hal yang membanggakan baik HK maupun Chui Mie bisa selesaikan termnya dengan baik tanpa ada urusan dengan KPK. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa daerah yang Hongsuinya bagus akan melahirkan orang pintar dan kaya. Selain kedua walikota etnis Tionghoa, ada konglomerat seperti Ir Pui Amah Sudarto dengan bendera Pulau Intan dan Prayogo BaritoPangestu dengan bendera Chandra Asri. Dibidang olahraga pingpong ada dr Frans Barlianto ( dh Lian Kim Lun ) yang juara single Putra Kejuaraan Asia di Nagoya,Jepang ( 1970 ). Mungkin itu adalah puncak prestasi PTMSI di kancah Internasional. Kena karma karena saat Lian Kim Lun beserta pelatih membawa Pialanya ke Cendana tapi ditolak ketemu oleh Presiden Soeharto. Aneh juga, kok juara pingpong Asia ditolak oleh Presidennya.Now PTMSI harus tanggung karmanya. Tidak pernah juara lagi walaupun di support dana oleh Dato Tahir Mayapada. Etnis Tionghoa Skw umumnya ulet dan berani.Contohnya Prayogo alumni grup Djajantinya Dato Burhan Uray ( alm ).Ketika Bank Duta kolap karena CEO nya kalah judi. Prayogo langsung ke Cendana dan tanpa syarat kasih bantuan. Hasilnya HTI Musi Hutan Persada yang luasnya lebih dari negara Swiss.Kuliner disana tidak komplit tanpa cicipi Kincipan.Pesan buat Chui Me, nanti kalau kampanye tlg copot Hermesnya.

Jimmy Marta

Kuini dibeli di pasar buah/Pasar dijaga oleh Pak Ogah/Reuni itu nistalgia indah/Besar kepala itu mungkin disengat lebah/

Johannes Kitono

Ketika meraba raba kriteria kota toleransi yang di raih Singkawang.Apakah karena seribu kelenteng yang tersebar dimana mana. Atau saat Cap Go Meh ada Datuk etnis Dayak duduk diatas golok tajam. Langsung teringat Abun etnis Madura yang fasih bahasa Hakka sama seperti Suwardi yang Jawa.Raymundus yang Dayak bisa nyanyi lagu Hakka. Dan Bun Fui yang Hakka jago bahasa Madura.Itu mungkin salah satu kriterianya. Untuk mengetahui sejarah kehidupan etnis Tionghoa Singkawang, silahkan beli Buku Memoar orang orang Singkawang di Tokopedia.Itu buku serius yang beratnya 2,5 kg yang harganya juga aduhai Rp.880 rb. Kalau mau yang enteng, bacalah SDHA ( Suka Duka Hidup di Asrama ) ,harganya only Rp.50 ribu.Dan manteman peserta camp Agrinex sudah dapat gratis dan semoga sudah dibaca.Di tengah kota Singkawang ada bioskop yang namanya Kota Indah. Sayang sekali now sudah kumuh dan tentu tidak indah. Mungkin walikota dengan dana APBD bisa ambil alih, direnovasi dan jadikan Landmark kota. Aneh rasanya, menyandang nama kota toleransi tapi di jalan strategis justru ada bangunan kumuh yang tidak indah. Susah cari dana hanya alasan klasik.Itu boss Sudomo Kapal Api dan Mie Mie , isterinyi asal Skw yang aduhai pasti bisa diajak kerjasama. Bioskop Kota Indah di renovasi dan disulap jadi pusat kuliner terpadu. Kumpulkan semua UKM dan ditata kebersihannya. Ada kincipan, rujak juhi, kue pancong, sotong kangkung, rujak toping ebi dsbnya. Akhirnya siapapun walikotanya, Gunung Poteng tetap berdiri dgn megah.

Acun Purnoma

Saya tidak bisa menahan diri lagi untuk malas berkomentar. Apalagi Abah DI lg di Singkawang, parkir di pusat kota yang hanya sepelemparan batu dari rumah saya. Harusnya ada pertemuan sahabat disway khusus area Singkawang, acaranya ngopi bareng. Mungkin setelah ngopi bareng Abah, sahabat disway akan berusaha naik level menjadi perusuh.

Lagarenze 1301

Di Singkawang ada pulau terkecil di dunia. Namanya Pulau Simping. Luasnya hanya sekitar 2.000 meter persegi. Lokasinya di lepas pantai Singkawang. Dari pusat kota hanya 15 menit berkendara. Lanjut naik perahu nelayan. Pulau ini tak berpenghuni. Hanya ada pepohonan dan bebatuan. Eh, ada kelenteng kecil di sisi pantainya. Banyak orang mengatakan status Pulau Simping sebagai pulau terkecil di dunia sudah diakui PBB. Tapi, sejauh mata saya melacak di Mbah Google, keputusan PBB dimaksud tak jua saya temukan. Layakkah Simping disebut pulau? Jika mengacu pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional tahun 1982 (UNCLOS ’82) , dalam pasal 121 pulau didefinisikan sebagai: (1) memiliki lahan daratan, (2) terbentuk secara alami, bukan lahan reklamasi, (3) dikelilingi oleh air, baik air asin (laut) ataupun tawar, dan (4) selalu berada di atas garis pasang tertinggi. Pulau Simping memenuhi syarat tersebut. So, status “pulau terkecil di dunia” layak jadi nilai jual. Untuk pariwisata. Apalagi kalau benar ada keputusan PBB mengenai hal itu. Duluu saya pernah ke pulau itu lewat jembatan penghubung. Tapi, terakhir kali ke Singkawang pada pertengahan 2022, saya dapat info jembatan itu tinggal kerangkanya. Entah jika Tjhai Chui Mie berbaik hati membangunnya kembali, nanti jikalau terpilih lagi menjadi Wali Kota Singkawang.

Udin Salemo

Sebaiknya bu Chui Mie ini maju lagi jadi calon walikota Singkawang periode kedua. Tangan dingin Beliau sudah memberikan bukti nyata. Salah satunya pembangunan bandara itu yang bisa diwujudkan. Walikota sebelum Beliau kenyataannya belum sanggup. Bahkan untuk sekedar menebus dan membebaskan lahan untuk bandara dari tangan bank. Tangan dingin (seni merangkul semua lapisan masyarakat), kerendahan hati, dan bisa merangkul banyak pengusaha sukses asal Singkawang adalah satu keunggulan bu Chui Mie. Bila bandara Singkawang ini bisa diwujudkan beroperasi tahun 2024 adalah tonggak sejarah abadi. Ini akan memudahkan arus mobilisasi barang dan jasa yang akan jadi pemicu pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Apalagi kalau bandara Singkawang langsung ada konektivitas dengan Pelabuhan Kijing pasti menimbulkan economic multiplier effect yang sangat besar. Semoga bu Chui Mie terpilih lagi jadi walikota Singkawang periode kedua. Saya ikut berdoa. Andai aku jadi disuntik/ Waktunya ku-atur setelah zuhur/ Amoy Singkawang memang cantik/ Cantik alami warisan leluhur/ #everyday_berpantun

Udin Salemo

Di Tanah Abang ku-punya kenangan/ Di Jalan Fachrudin Raya aku ukirkan/ Berteriak sekuat kerongkongan/ Jualan di depan toko cece ayu aku lakonkan/ Sepanjang hari dijalani/ Hujan dan panas disengat cahaya mentari/ Kucing’kucingan dengan aparat kubenci/ Dan kepada Tanah Abang aku juga berterima kasih/ #secuil_kenangan Salah satu yang membentuk karakter aku adalah jalanan Tanah Abang. Disanalah kutemukan namanya teman setia dalam arti sebenarnya. Disitulah toleransi kujalani. Disitulah silaturahmi tak mengenal ras dan agama.

Liam Then

Yang selalu bikin saya kagum tentang Singkawang. Adalah performa ekonominya. Kota yang begitu kecil, tapi isinya begitu energik. Diaspora hakka Singkawang ada di mana-mana dan tidak susah ketemu yang sukses. Jumlahnya banyak. Jiwa fight di bidang ekonominya sangat kuat. Sampai-sampai saya pernah dengar di Taiwan ada satu kota kecil ,jika ke pasar paginya, bak berkunjung ke pasar pagi Singkawang. Ramai celotehan khas logat Hakka Singkawang dari penjual dan pembelinya. Cobalah masuk blok A dan blok gedung Metro Tanah Abang. Yang los 2,5 x 3.5 meter harganya diatas 1 milyar , sewa los minimal 100jt/tahun. Banyak kisah sukses orang asal Singkawang disana. From zero to hero. Hal serupa juga saya lihat banyak ada pada orang asal Sumbar. Di Tanah Abang banyak pedagang garment asal Sumbar yang super sukses. Saya sering minta bosnya cerita, napas tilas, perjalanannya ,bisa sampai di Jakarta. Rerata ,baik asal Minang maupun Singkawang. Hampir semua bilang, ia dulu bukan apa-apa dan siapa-siapa. Anak muda harus berani merantau, menjajak nasib,mengejar asa.Merantau jauh dari keluarga bisa tempa jiwa fight orang.Jangan salah ya, bisa tempa, bukan bikin bisa punya. Kalo merantau tanpa punya jiwa fight. Lebih baik batalkan saja. Lihatlah bos kita ini, dulu bukan siapa-siapa, macul aja. Sekarang enak belanja. Karena tabungannya banyak. Hasil merantau.

Liam Then

Di Singkawang ada gunung, lembah, laut. Secara unsur feng shui lengkap semua, ada gunung, ada lembah, ada laut,ada logam, ada kayu. Ngumpul semua disana. Itulah yang mungkin bikin Singkawang istimewa. Ini kisah nyata, temannya teman teman saya, punya big bos asal SKW, bos diskotik yang termasuk terbesar di Jakarta. Kontek teman saya buat temani balik ke Pontianak, trus tancap ke Singkawang. Rupanya saking percayanya si bos kepada suhu feng shui,ia beli tanah seukuran bukit di sekitaran Singkawang. Mau pindahkan makam orang tuanya ke atas bukit sana. Untuk masalah makam kadang orang Tionghoa yang masih tradisional memang agak kebangetan. Saya pernah lihat dengan mata kepala sendiri, di satu situs pemakaman mewah di Jabar atau Banten, saya lupa. Ada bukit yang puncaknya dikelilingi pagar putih. “Wah-wah, boi, kau mau tinggal disitu gak?” “Kau nyumpahin aku mati ya?” “Aku nyumpahin kamu kaya boi, kalo mati nanti bisa punya makam seperti itu” “Makasih,…..eh !!! .kok.!! boi…….kok..!!!

Johannes Kitono

Bicara hongsui dan makam justru ada makam yang unik di daerah wisata Pasir Panjang. Di tahun 1970 an ada pesawat crash di bandara Branti Lampung. Korbannya antara lain konglo Tapioka Lampung dan staff CPI. Tragedi itu membuat saudara alm berpikir bagaimana caranya menolak undangan Giam Lo Ong ( GLO ).Dicarilah guru Hongsui yang kebetulan asal Singkawang. Proposalnya adalah bangun makam yang indah di bukit dekat pantai Pasir Panjang.yang pemandangannya langsung kepantai laut pasii putih. Dan di batu Nisan dicantumkan nama saudara alm yang masih hidup. Dengan harapan staff GLO tidak perlu absen lagi kirim undangan ke akhirat. Tapi akhirnya timbul masalah, lokasi makam yang sudah dibeli ternyata menutup akses nelayan melaut.Apakah akhirnya makam kosong kw itu direlokasi,tentu jadi urusannya Pemda.. itulah hebat dan kreatipnya guru Hongsui Singkawang. GLO raja akhirat saja bisa diakali.

Handoko Luwanto

Daerah yg penduduknya multi etnis, jika dikelola dengan tepat, niscaya bisa berkembang lebih cepat. Karna tidak ada satupun etnis yg lebih hebat dari etnis lainnya. Tiap etnis punya kelebihan dan kekurangan masing². Kekurangan suatu etnis bisa ditutupi oleh kelebihan etnis lainnya. Di sinilah peran utama pemimpin daerahnya. Mau amanah atau cari aman. (*)

Agus Suryono

10 HAKKA SPIRIT 1). Menghormati leluhur. 2). Mengajarkan berbakti. 3). Rukun dengan tetangga. 4). Menjunjung tinggi kesetiakawananan. 5). Berusaha dan bersatu. 6). Rajin dan tekun (ke ku nai lao) 7. Ulet, kuat, tabah (jian yi yang kiang). 8). Pengembang usaha. 9). Hemat, jujur. 10). Cinta tanah air. #Semuanya positif..

Amat Kasela
Ada kosakata yang tidak familier dalam kamus saya, “menggutus”. Dicari di KBBI dengan kata dasar “gutus”, tidak ditemukan. Dengan bantuan Om Gugel, dicari lagi, masih tidak ditemukan. Trus, artinya apa? Tolong kawan-kawan yang mengerti, saya perlu pencerahan. Dari bahasa asing atau bahasa daerah manakah “menggutus”?

Saiful Ahmad

Kalau orang Jepara, jika ingin mendeskripsikan yang paling cantik tak terhingga, cukup bilang “cuantik”. Ketambahan huruf ‘u’ setelah huruf pertama. Bukan “Cantiiiiik” dengan 5i. Cakep, jika cakep tak terhingga jadi “cuakep” bukan “cakeeeeep” 5e. Entah di daerah lain. hehe

Johannes Kitono

Ketika membaca CHD judul Chui Mie, terbayang kembali kenangan masih kecil yang indah. Sembilan tahun pernah tinggal di Singkawang yang waktu itu statusnya Ibukota Kab Sambas. Memang tinggal di Asrama Bruder yang lokasinya di samping Gereja Katolik Sto Fransiskus Asisi. Jarak tempuh Pontianak – Singkawang ( 145 km ) 3,5 jam padahal dulu hanya 2,5 jam. Tentu saja wajar kalau start dari Pontianak tengah malam saat trafik senggang. Wawancara dengan Chui Mie dilakukan setelah santap Dadar Tiram dan pare udang. Dan ini yang jadi tanda tanya. Konon Don Juan, embahnya Play Boy kelas dunia juga makan Oyster mentah dulu sebelum ketemu pacar pacarnya. Untuk meningkatkan libido. Tentu kita percaya dadar tiram dan pare udang resto Hakka hanya sekedar menghilangkan rasa lapar saja. Ketika masih walikota Tjhai Chui Mie, Singkawang terpilih sebagai kota toleransi tinggi. Tentu ini prestasi yang harus dibanggakan tapi harus jelas juga kriterianya. Bisa jadi modal untuk melanjutkan term kedua di tahun 2024 nanti.Singkawang dieja dengan Hakka jadi San Keu Jong yang terjemahan bebasnya adalah kota yang terdiri dari Gunung ( San ) Keu ( Laut ) dan di Nam Yong ( Selatan ). Nama Singkawang berasal dari etnis Hakka. Intonasi Hakka Singkawang adalah Hoplo yang nadanya turun naik ( lembut = nyon ). Dialek Hakka Hoplo tersebar di Singkawang, Pemangkat, Sambas, Bangka dan Serawak. Beda dgn Hakka Sin On yang nadanya lebih tegas ( ngang ) dan tersebar di Sanggau,Sintang, Belitung dan Kinabalu.(lanjut)

Er Gham

Ya, waktu saya ke sana awal tahun 2000an, saya juga jarang lihat orang melayu. Sebagian besar terlihat sebagai warga tionghoa. Mungkin suku dayak juga terlihat sebagai warga tionghoa karena memang agak mirip.

Mahmud Al Mustasyar
Berdasarkan penelusuran di Wikipidia, 3 suku utama terbesar di Kalbar bukanlah Tionghoa, Dayak dan Melayu (Tidayu); tapi suku Dayak : 34.93 %, suku Melayu : 33.84 % dan suku Jawa : 9.72 %. Sedangkan suku Tionghoa terbesar ke 4 sebanyak 8.15 %. Kalau di kota Singkawang, 4 suku utama terbesar adalah suku Tionghoa : 42 %, suku Dayak : 30 %, sedangkan suku Melayu dan suku Jawa masing² sebesar 10 %.

Johannes Kitono

Umumnya pejabat Jakarta yang ke Pontianak selalu ke Singkawang. Alasannya seperti ke Mekah tentu wajib juga ke Medinah.Singkawang ( Skw ) pernah di pimpin oleh Hasan Karman ( HK ) yang etnis Hakka, alumni SMP Bruder. Hal yang membanggakan baik HK maupun Chui Mie bisa selesaikan termnya dengan baik tanpa ada urusan dengan KPK. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa daerah yang Hongsuinya bagus akan melahirkan orang pintar dan kaya. Selain kedua walikota etnis Tionghoa, ada konglomerat seperti Ir Pui Amah Sudarto dengan bendera Pulau Intan dan Prayogo BaritoPangestu dengan bendera Chandra Asri. Dibidang olahraga pingpong ada dr Frans Barlianto ( dh Lian Kim Lun ) yang juara single Putra Kejuaraan Asia di Nagoya,Jepang ( 1970 ). Mungkin itu adalah puncak prestasi PTMSI di kancah Internasional. Kena karma karena saat Lian Kim Lun beserta pelatih membawa Pialanya ke Cendana tapi ditolak ketemu oleh Presiden Soeharto. Aneh juga, kok juara pingpong Asia ditolak oleh Presidennya.Now PTMSI harus tanggung karmanya. Tidak pernah juara lagi walaupun di support dana oleh Dato Tahir Mayapada. Etnis Tionghoa Skw umumnya ulet dan berani.Contohnya Prayogo alumni grup Djajantinya Dato Burhan Uray ( alm ).Ketika Bank Duta kolap karena CEO nya kalah judi. Prayogo langsung ke Cendana dan tanpa syarat kasih bantuan. Hasilnya HTI Musi Hutan Persada yang luasnya lebih dari negara Swiss.Kuliner disana tidak komplit tanpa cicipi Kincipan.Pesan buat Chui Me, nanti kalau kampanye tlg copot Hermesnya.

Jimmy Marta

Kuini dibeli di pasar buah/Pasar dijaga oleh Pak Ogah/Reuni itu nistalgia indah/Besar kepala itu mungkin disengat lebah/

Johannes Kitono

Ketika meraba raba kriteria kota toleransi yang di raih Singkawang.Apakah karena seribu kelenteng yang tersebar dimana mana. Atau saat Cap Go Meh ada Datuk etnis Dayak duduk diatas golok tajam. Langsung teringat Abun etnis Madura yang fasih bahasa Hakka sama seperti Suwardi yang Jawa.Raymundus yang Dayak bisa nyanyi lagu Hakka. Dan Bun Fui yang Hakka jago bahasa Madura.Itu mungkin salah satu kriterianya. Untuk mengetahui sejarah kehidupan etnis Tionghoa Singkawang, silahkan beli Buku Memoar orang orang Singkawang di Tokopedia.Itu buku serius yang beratnya 2,5 kg yang harganya juga aduhai Rp.880 rb. Kalau mau yang enteng, bacalah SDHA ( Suka Duka Hidup di Asrama ) ,harganya only Rp.50 ribu.Dan manteman peserta camp Agrinex sudah dapat gratis dan semoga sudah dibaca.Di tengah kota Singkawang ada bioskop yang namanya Kota Indah. Sayang sekali now sudah kumuh dan tentu tidak indah. Mungkin walikota dengan dana APBD bisa ambil alih, direnovasi dan jadikan Landmark kota. Aneh rasanya, menyandang nama kota toleransi tapi di jalan strategis justru ada bangunan kumuh yang tidak indah. Susah cari dana hanya alasan klasik.Itu boss Sudomo Kapal Api dan Mie Mie , isterinyi asal Skw yang aduhai pasti bisa diajak kerjasama. Bioskop Kota Indah di renovasi dan disulap jadi pusat kuliner terpadu. Kumpulkan semua UKM dan ditata kebersihannya. Ada kincipan, rujak juhi, kue pancong, sotong kangkung, rujak toping ebi dsbnya. Akhirnya siapapun walikotanya, Gunung Poteng tetap berdiri dgn megah.

Acun Purnoma

Saya tidak bisa menahan diri lagi untuk malas berkomentar. Apalagi Abah DI lg di Singkawang, parkir di pusat kota yang hanya sepelemparan batu dari rumah saya. Harusnya ada pertemuan sahabat disway khusus area Singkawang, acaranya ngopi bareng. Mungkin setelah ngopi bareng Abah, sahabat disway akan berusaha naik level menjadi perusuh.

Lagarenze 1301

Di Singkawang ada pulau terkecil di dunia. Namanya Pulau Simping. Luasnya hanya sekitar 2.000 meter persegi. Lokasinya di lepas pantai Singkawang. Dari pusat kota hanya 15 menit berkendara. Lanjut naik perahu nelayan. Pulau ini tak berpenghuni. Hanya ada pepohonan dan bebatuan. Eh, ada kelenteng kecil di sisi pantainya. Banyak orang mengatakan status Pulau Simping sebagai pulau terkecil di dunia sudah diakui PBB. Tapi, sejauh mata saya melacak di Mbah Google, keputusan PBB dimaksud tak jua saya temukan. Layakkah Simping disebut pulau? Jika mengacu pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional tahun 1982 (UNCLOS ’82) , dalam pasal 121 pulau didefinisikan sebagai: (1) memiliki lahan daratan, (2) terbentuk secara alami, bukan lahan reklamasi, (3) dikelilingi oleh air, baik air asin (laut) ataupun tawar, dan (4) selalu berada di atas garis pasang tertinggi. Pulau Simping memenuhi syarat tersebut. So, status “pulau terkecil di dunia” layak jadi nilai jual. Untuk pariwisata. Apalagi kalau benar ada keputusan PBB mengenai hal itu. Duluu saya pernah ke pulau itu lewat jembatan penghubung. Tapi, terakhir kali ke Singkawang pada pertengahan 2022, saya dapat info jembatan itu tinggal kerangkanya. Entah jika Tjhai Chui Mie berbaik hati membangunnya kembali, nanti jikalau terpilih lagi menjadi Wali Kota Singkawang.

Udin Salemo

Sebaiknya bu Chui Mie ini maju lagi jadi calon walikota Singkawang periode kedua. Tangan dingin Beliau sudah memberikan bukti nyata. Salah satunya pembangunan bandara itu yang bisa diwujudkan. Walikota sebelum Beliau kenyataannya belum sanggup. Bahkan untuk sekedar menebus dan membebaskan lahan untuk bandara dari tangan bank. Tangan dingin (seni merangkul semua lapisan masyarakat), kerendahan hati, dan bisa merangkul banyak pengusaha sukses asal Singkawang adalah satu keunggulan bu Chui Mie. Bila bandara Singkawang ini bisa diwujudkan beroperasi tahun 2024 adalah tonggak sejarah abadi. Ini akan memudahkan arus mobilisasi barang dan jasa yang akan jadi pemicu pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Apalagi kalau bandara Singkawang langsung ada konektivitas dengan Pelabuhan Kijing pasti menimbulkan economic multiplier effect yang sangat besar. Semoga bu Chui Mie terpilih lagi jadi walikota Singkawang periode kedua. Saya ikut berdoa. Andai aku jadi disuntik/ Waktunya ku-atur setelah zuhur/ Amoy Singkawang memang cantik/ Cantik alami warisan leluhur/ #everyday_berpantun

Udin Salemo

Di Tanah Abang ku-punya kenangan/ Di Jalan Fachrudin Raya aku ukirkan/ Berteriak sekuat kerongkongan/ Jualan di depan toko cece ayu aku lakonkan/ Sepanjang hari dijalani/ Hujan dan panas disengat cahaya mentari/ Kucing’kucingan dengan aparat kubenci/ Dan kepada Tanah Abang aku juga berterima kasih/ #secuil_kenangan Salah satu yang membentuk karakter aku adalah jalanan Tanah Abang. Disanalah kutemukan namanya teman setia dalam arti sebenarnya. Disitulah toleransi kujalani. Disitulah silaturahmi tak mengenal ras dan agama.

Liam Then

Yang selalu bikin saya kagum tentang Singkawang. Adalah performa ekonominya. Kota yang begitu kecil, tapi isinya begitu energik. Diaspora hakka Singkawang ada di mana-mana dan tidak susah ketemu yang sukses. Jumlahnya banyak. Jiwa fight di bidang ekonominya sangat kuat. Sampai-sampai saya pernah dengar di Taiwan ada satu kota kecil ,jika ke pasar paginya, bak berkunjung ke pasar pagi Singkawang. Ramai celotehan khas logat Hakka Singkawang dari penjual dan pembelinya. Cobalah masuk blok A dan blok gedung Metro Tanah Abang. Yang los 2,5 x 3.5 meter harganya diatas 1 milyar , sewa los minimal 100jt/tahun. Banyak kisah sukses orang asal Singkawang disana. From zero to hero. Hal serupa juga saya lihat banyak ada pada orang asal Sumbar. Di Tanah Abang banyak pedagang garment asal Sumbar yang super sukses. Saya sering minta bosnya cerita, napas tilas, perjalanannya ,bisa sampai di Jakarta. Rerata ,baik asal Minang maupun Singkawang. Hampir semua bilang, ia dulu bukan apa-apa dan siapa-siapa. Anak muda harus berani merantau, menjajak nasib,mengejar asa.Merantau jauh dari keluarga bisa tempa jiwa fight orang.Jangan salah ya, bisa tempa, bukan bikin bisa punya. Kalo merantau tanpa punya jiwa fight. Lebih baik batalkan saja. Lihatlah bos kita ini, dulu bukan siapa-siapa, macul aja. Sekarang enak belanja. Karena tabungannya banyak. Hasil merantau.

Liam Then

Di Singkawang ada gunung, lembah, laut. Secara unsur feng shui lengkap semua, ada gunung, ada lembah, ada laut,ada logam, ada kayu. Ngumpul semua disana. Itulah yang mungkin bikin Singkawang istimewa. Ini kisah nyata, temannya teman teman saya, punya big bos asal SKW, bos diskotik yang termasuk terbesar di Jakarta. Kontek teman saya buat temani balik ke Pontianak, trus tancap ke Singkawang. Rupanya saking percayanya si bos kepada suhu feng shui,ia beli tanah seukuran bukit di sekitaran Singkawang. Mau pindahkan makam orang tuanya ke atas bukit sana. Untuk masalah makam kadang orang Tionghoa yang masih tradisional memang agak kebangetan. Saya pernah lihat dengan mata kepala sendiri, di satu situs pemakaman mewah di Jabar atau Banten, saya lupa. Ada bukit yang puncaknya dikelilingi pagar putih. “Wah-wah, boi, kau mau tinggal disitu gak?” “Kau nyumpahin aku mati ya?” “Aku nyumpahin kamu kaya boi, kalo mati nanti bisa punya makam seperti itu” “Makasih,…..eh !!! .kok.!! boi…….kok..!!!

Johannes Kitono

Bicara hongsui dan makam justru ada makam yang unik di daerah wisata Pasir Panjang. Di tahun 1970 an ada pesawat crash di bandara Branti Lampung. Korbannya antara lain konglo Tapioka Lampung dan staff CPI. Tragedi itu membuat saudara alm berpikir bagaimana caranya menolak undangan Giam Lo Ong ( GLO ).Dicarilah guru Hongsui yang kebetulan asal Singkawang. Proposalnya adalah bangun makam yang indah di bukit dekat pantai Pasir Panjang.yang pemandangannya langsung kepantai laut pasii putih. Dan di batu Nisan dicantumkan nama saudara alm yang masih hidup. Dengan harapan staff GLO tidak perlu absen lagi kirim undangan ke akhirat. Tapi akhirnya timbul masalah, lokasi makam yang sudah dibeli ternyata menutup akses nelayan melaut.Apakah akhirnya makam kosong kw itu direlokasi,tentu jadi urusannya Pemda.. itulah hebat dan kreatipnya guru Hongsui Singkawang. GLO raja akhirat saja bisa diakali.

Handoko Luwanto

Daerah yg penduduknya multi etnis, jika dikelola dengan tepat, niscaya bisa berkembang lebih cepat. Karna tidak ada satupun etnis yg lebih hebat dari etnis lainnya. Tiap etnis punya kelebihan dan kekurangan masing². Kekurangan suatu etnis bisa ditutupi oleh kelebihan etnis lainnya. Di sinilah peran utama pemimpin daerahnya. Mau amanah atau cari aman.

Chui Mie

HUJAN menggutus sepanjang jalan. Kemarin pagi. Belum sarapan. Target saya: pukul 10.00 sampai di Singkawang. Bisa langsung early lunch: telur dadar tiram, cah okra, pare-udang dan ayam rebus. Sayur itu dimasak gaya Tiuchu atau Hakka.

Ini bukan pertama saya mengemudikan mobil Pontianak-Singkawang. Tapi baru kali ini sampai 3,5 jam. Rekor masa lalu saya 2,5 jam.

Saya parkir di dekat Kelenteng Kuning di pusat Kota Singkawang. Hujan masih tetap menggutus. Saya lari ke toko emas Batavia. Ada sahabat Disway di situ: William, si pemilik dua toko emas di satu kota.

“Carikan masakan Tiuchu paling enak. Ini lapar sekali. Belum sarapan pula,” ujar saya.

William pun membawa saya ke satu restoran Tiuchu tidak jauh dari tokonya.

Tiba-tiba William membuat video call. Ia bicara dalam bahasa yang saya tidak mengerti artinya. Begitu tersambung William menyerahkan HP ke saya. Maksudnya, Anda sudah tahu: agar saya bicara dengan yang di layar HP itu.

BACA JUGA: Mohamad BBC

“Bekas wali kota,” katanya sambil menyerahkan HP.

“Bekas?” saya balik bertanya.

“Dua minggu lalu sudah tidak menjabat wali kota lagi,” jawabnya.

Saya pun bicara dengan Tjhai Chui Mie SE MH. Saya sampaikan kekagetan saya bahwa dia sudah bukan wali kota lagi.

Lima tahun ternyata begitu cepat. Apalagi terpotong tiga tahun pandemi. Waktu dia baru dilantik saya bertemu Chui Mie di Singkawang. Ketemu lagi dia sudah berhenti.

“Setelah saya makan nanti boleh bertemu?”

“Boleh sekali,” kata Chui Mie. Dia pun memberikan alamat rumah sementaranyi kepada William. Rumah aslinyi lagi direnovasi. Bulan depan baru selesai.

William rupanya kenal baik dengan Chui Mie. Ia seperti tahu bahwa saya pasti ingin bertemu mantan walikota yang sangat populer itu.

Setelah lima tahun tak bersua, rasanya Chui Mie lebih cantik. Giginya terlihat ditata ulang. Ada behel melilit di gigi atas dan gigi bawahnyi. Badannyi juga tetap langsing. Gerakannyi tetap dinamis. Bicaranyi masih seperti mitraliur.

BACA JUGA: Ilmu Hukum

“Selama lima tahun ini, Anda ganti model rambut berapa kali?” tanya saya.

“Tidak pernah ganti. Seperti ini terus. Kalau lagi kerja saya ikat di belakang seperti ini,” jawabnyi.

Kini begitu banyak hotel baru di Singkawang. Sudah pula berdiri satu mal. Masjid Agungnya lagi direnovasi. Awalnya Chui Mie hanya membangun gerbangnya. Agar terlihat megah dan besar. “Sekarang bus jamaah sudah bisa masuk halaman masjid,” katanyi. Dulu gerbang itu kecil dan sempit. Dia lihat jamaah dari luar kota harus turun dari bus di tempat yang jauh.

Setelah gerbangnya baru, pengurus masjid merasa gerbang itu terlalu megah dibanding masjidnya. Chui Mie diminta turun tangan. Dia pun mengadakan sayembara desain masjid. Hadiah pertamanya Rp 75 juta. Pemenang desain itu Yori Antar, arsitek yang Anda sudah mengenal namanya. Judul desainnya: Kopiah Nusantara.

Wali Kota Chui Mie pun mengumpulkan uang Rp 50 miliar. Itulah anggaran untuk membangun kembali Masjid Agung. Sudah terkumpul Rp 30 miliar. Meski bukan lagi wali kota dia akan terus mencari kekurangannya.

BACA JUGA: Tawa Duka

Dari Masjid Agung saya ke kelenteng besar yang juga baru. Betul. Besar sekali. Tinggi. Merah. “Masih akan ada yang membangun kelenteng lebih besar lagi. Seluas 18 hektare,” ujar Chui Mie.

“Anda sendiri ke gereja atau ke kelenteng?” tanya saya.

“Saya ke kelenteng,” jawab Chui Mie.

Dia suku Hakka. Anaknyi 4 orang. Yang sulung masih kuliah S2 di notaris. Yang nomor 2 sudah bekerja di perusahaan akuntan asing di Jakarta. Yang nomor 3 masih kuliah komunikasi di Serpong. Yang bungsu masih di SMA di Singkawang.

Chui Mie kini 51 tahun. Pendidikan awalnya SMEA. Lalu bekerja di Singkawang. Waktu maju jadi anggota DPRD Singkawang, dari PDI-Perjuangan, Chui Mie dapat suara terbanyak. Jadilah Chui Mie ketua DPRD.

Partai pun mendorong Chui Mie jadi wali kota. Dia berpasangan dengan H Irwan, kini 55 tahun. Pasangan ini tidak pernah terlihat konflik. Singkawang termasuk langka: wali kota dan wakilnya rukun-rukun saja.

“Apakah di Pilkada 2024 nanti akan menggandeng Irwan lagi?” tanya saya.

“Belum tahu. Masih lama sekali,” katanyi.

BACA JUGA: Tahun Perusuh

Sementara ini wali kota Singkawang dijabat oleh sekretaris kota.

Salah satu yang membuat Chui Mie bangga adalah ini: Singkawang terpilih sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Dia memang menjalin komunikasi dengan semua golongan. Tiap tahun dia memberangkatkan 5 orang marbot masjid ke Makkah: umrah.

Yang hampir saja tidak selesai adalah tiga gerbang utama kota. Gerbang dari arah selatan (arah Pontianak) berciri khas budaya Tionghoa. Yang membangunnya pemilik Kopi Kapal Api Sudomo Mergonoto. Istrinya memang dari Singkawang. Sudomo membangun lebih megah dari desain aslinya. Materialnya juga lebih baik agar lebih kuat terhadap empasan angin.

Gerbang dari sisi utara (arah Sambas) berciri khas budaya Melayu. Yang membangunnya Astra International. Sedang gerbang dari arah timur berciri khas budaya Dayak. Hampir saja tidak selesai. Ada urusan tanah. Yang membangunnya, juragan industri pakaian.

Tiga gerbang itu disebut ”Tidayu”: Tionghoa, Dayak, Melayu. Itulah tiga suku utama terbesar di Kalbar.

Bagaimana dengan Bandara Singkawang?

“Saya lega sekali,” jawabnyi. “Tahun 2024 nanti akan diresmikan Bapak Presiden Jokowi,” tambah Chui Mie.

Berarti Bandara Singkawang pasti jadi. Terwujud.

Sudah lima wali kota Singkawang yang menjanjikan bandara bagi kota itu. Empat sebelumnya selalu gagal.

Persoalan utamanya ada tanah 40 hektare di tengah lokasi. Tidak bisa dibebaskan. Tanah itu milik swasta. Yang sulit: tanah itu dalam status agunan bank.

BACA JUGA: Tahun Gegap

Chui Mie cari jalan tembus. Kesulitan itu dia ceritakan dalam sebuah pertemuan dengan para pengusaha di Surabaya. Saat itu Chui Mie baru berstatus wali kota terpilih. Belum dilantik.

Dari forum itu muncullah ide dari seorang pengusaha emas. Terbesar di Surabaya. Merek HWT. Ia yang akan menebus tanah itu ke bank. Pakai uangnya. Setelah itu pemerintah bisa membebaskannya.

Setelah tanah 150 hektare terbebaskan izin-izin diberikan. Anggaran disetujui. APBN sudah cair Rp 130 miliar. Masih akan dapat lagi Rp 150 miliar. Lokasinya tidak jauh dari gerbang Kapal Api itu. Masuk ke arah timur. Sekitar 10 km dari jalan utama Pontianak-Singkawang.

“Begitu banyak pemilik tanah yang menghibahkan untuk jalan masuk. Juga untuk jalan logistik hasil pertanian yang harus dipindah,” tambahnyi.

Komunikasi Chui Mie rasanya jadi kunci. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 3 Januari 2023: Mohamad BBC

Jimmy Marta
SW = Short Wave, gelombabg pendek. Makin pendek gelombang, makin jauh mainnya. Merambat melewati gunung dan samudera. FM ,bukan gelombang. Tp Frekuensi yg di Modulasikan. Mainnya dekat. Terhalang edung tinggi aja bisa gk dpt…

Agus Suryono
TAHUN 70AN – Bagian 2. Saat itu, setiap minggu ada sandiwara radio RRI Nusantara II Yogyakarta yang sangat populer. Judul sandiwara yang terkenal antara lain: GODRIL. Pemain yamg terkenal antara lain: Hastin Atas Asih, Sabikis alias Sumardjono. “Tehnik lan Montase Rahutomo tuwin Sodro. Sutradara: Sumardjono

Jimmy Marta
Saat muda jd tujuan hidup. Dewasa menjadi pandangan hidup. Mulai tua menjadi pegang an hidup… Yah begitulah barang pusaka…

Kliwon
Wkwkwk.. Jadi resume dari bapack² sekalian adalah : Saat muda –> hanya memandang, bisa langsung hidup Saat dewasa –> Harus dipegang dulu biar hidup. Saat Tua –> Butuh perjuangan buat bisa hidup. Khusus buat @Aat : Jagalah pusakamu baik² Nak. Dengan jamu Nyonya Meneer yang terbukti bisa bikin berdiri sejak tahun 1919, buktikan dirimu mampu menambah populasi dunia.

Agus Suryono
RRI.. Saat ini – khususnya di Jakarta, RRI masih ada lho. Dam masih menarik. Tapi banyak yg tidak tau. Karena menganggap, yang Pemerintah “pasti jelek”. Padahal RRI Jakarta punya banyak channel. Ada RRI Programa 1. Programa 2. Programa 3. Dst. @kita bisa dengar suara pendengar yang menelpin ke Jakarta, dari Sabang sampai Jayapura..

ALI FAUZI
Saat media cetak mulai jaya, orang-orang koran bilang radio akan menemui ajalnya 20 tahun lagi. Ternyata radio menemui jalan keluarnya. Ketika televisi mulai gagah, insan-insan televisi nyinyir bahwa koran akan mati 20 tahun lagi. Tapi koran malah berkembang. Sekarang ini, saat radio dan media cetak sakaratul-maut karena berkembangnya dunia online, belum ada tanda-tanda bangkit. Pak DIS selama ini paling gelisah bila oplah dan omset iklan turun. Pun terus ngotot mencari jalan keluarnya. Terutama untuk grup JP. Tapi sekarang ini sepertinya Pak DIS diam saja. Apa sudah menyerah dengan keadaan? Atau bagaimana?

Atho’illah
Wkswkswks Kembali ke lagu Gombloh. Jadi, apakah dulu Bli Leong pernah melihat pacarnya duduk berdua, mesra dengan seorang pria, yang kemudian si pria tersebut oleh pacar Bli Leong dicubit, dipeluk, dan dicium? Kalau memang iya ngenes sekali, ya. Mungkin sebentar lagi itu mau kimpoy.

Fa Za
Dulu di hp android masih ada aplikasi bawaan Radio FM yg offline, bisa diputar tanpa internet dgn memasang headset sebagai antenna. Tp sekarang aplikasi Radio FM di android sudah dihapus. Adanya radio online dari google play store. Kalo iphone sejak awal tdk ada aplikasi radio offline.

bagus aryo sutikno
Wanita seksi yg bohay itu wanita yg bahenol. Mengandung methanol. Bisa memabukan. Hati2, ojo sampek ketahuan.

ALI FAUZI
Radio punya jargon “Sekali di udara tetap di udara.” Tahun 1990-an teman saya memplesetkannya “Sekali di udara langsung hilang.” Orang-orang radio pun marah. Eh…. ternyata sekarang nyicil suara radio hilang.

Lukman bin Saleh
Orang menyebutnya warung Fir’aun. Hampir tiap malam terjadi perdebatan di sana. Kebanyakan masalah politik. Menyusul masalah teologi. Seru penuh emosi. Makin tengah malam makin panas. Suara yang berdebat terdengar sampai jauh. Sampai dini hari. Begitu tiap malam. Puluhan tahun. Mulai tahun 80-an sampai awal 2.000-an. Dari mana mereka mendapat topik perdebatan sehingga bisa berdebat selama itu? Salah satunya ya dari radionya Bung Ilo: BBC London. Atau radio2 SW luar negeri lainnya: Deutsche Welle Jerman, Australia, atau Nederland. Dan ini yang terpenting: sosok yang disebut Fir’aun. Si pemilik warung. Tanpa dia sepertinya suasana panas tidak akan bisa terpelihara selama itu. “Fir’aun” inilah yang setiap saat selalu mebuat kontroversi. Berbeda dari yang lain. Dia tidak gentar walau “dikeroyok” oleh seisi warung. Saat PDI didiskreditkan Orba. Dia membela PDI. Saat Golkar dikecam di masa reformasi, dia kibarkan bendera Golkar tinggi2. Konon lagi masalah teologi (ketuhanan). Ampun2 sudah. Yg tidak biasa mendengarnya bisa “terbakar” telinganya. Itu sebabnya dia diberi julukan Firaun. Maka warungnya disebut warung Firaun. Sekarang “Fir’aun” sudah pensiun. Tapi saat melihat Pak Pry di Disway. Kok saya teringat. Karena kalau difikir2 perannya kurang lebih sama. Pemicunya saja yang beda. “Fir’aun” BBC, P Pry CHD. Tapi kalau masalah bikin panas, nilai saja sendiri. Dan tentu sama2 kuat. “Fir’aun” perusuh terkuat di warung kopi. P Pry perusuh terkuat di Disway…

mpromosi 888
Radio ditempat saya dulu malah yg ditunggu2 adalah siaran pengumuman togel singapore di waktu sore

din Salemo
Sama seperti Ilo, saya jadi pendengar setia BBC versi terestrial via gelombang pendek (sw) tersebab almarhum ayah. Tepat pukul 05.00 wib siaran berita dari BBC versi bahasa Indonesia sudah mengudara di rumah. Itu penanda bagi kami anak-anaknya untuk segera bangun. Bunyi kemrosok dan suara yang kadang timbul tenggelam dari radio tiga band merek Cawang adalah pembuka hari kami di waktu itu. Tahun 1980-an radio termasuk barang berharga di desa kami. Saking berharganya waktu itu radio bahkan bisa digadaikan di Perjan Pegadaian (itu nama jadul PT Pegadaian). Beberapa nama mantan penyiar dan penyiar BBC bahasa Indonesia yang saya ingat: Inke Maris, Hasan Asyari Oramahi, Irna Sinulingga. Menuk Suwondo, Endang Nurdin, Rohmatin Bonasir, Asyari Usman, Yusuf Arifin, Mohamad Susilo, Liston Siregar, Panusunan Simanjuntak dan Sastra Wijaya. Sejak medio tahun 2000 saya sudah jarang mendengar siaran BBC bahasa Indonesia. Sekarang saya beralih mendengarkan radio live streaming. Terutama radio online negara jiran, macam Sabah fm, Johor fm, Kelantan fm, Labuan fm, dll. Rendam celana pakai deterjen/ Deterjen dibeli oleh anakku/ BBC London radio lejen/ Kenangan abadi bersama ayahku/ #everyday_berpantun

Kang Sabarikhlas
dah lebih seratus, komen ah… anu.. rasanya berita BBC ndak lurus² amat. RRI juga disiaran pedesaan mesti bunyi ’murah sandang pangan, seger kuwarasan’,…(masih harapan)… Radio swasta lebih menghibur sesuai ’kasta’… di Surabaya dulu awalnya SS fm dianggap radio ‘wong gedongan’ beda Radio Suzana merakyat karna ada Wonokairun Cs dan sering jumpa fans, dan radio Cakrawala yg asik Penyiarnya baca kirim salam²an penggemar hingga 30 menitan pakai bahasa tantretan baru diisi lagu dangdut… munculnya tv regional Jtv ada ’pojok kampung’ dengan bahasa jawa timuran yang legendaris kalimatnya ”Empal brewoke diplokoto tonggone”… lucu kayak mak Bongky, juga lucu tengah malam ada Cak Bagong tebak²an berhadiah pulsa. …anu,.. disini ndak ada hadiah pulsa?.. duh,..ancor pesena telor…

Saiful Ahmad
Sebagai sesama anak Welahan. Saya bangga dengan Mas Ilo yang bisa berkarir di Kantor Berita bereputasi di London, Inggris.

Udin Salemo
Pukul 10:44 wib saya iseng liat beli – jual GOTO di Hots Mirae. Hanya dalam waktu satu menit volume yang diserap market pada Bid 94 & Over 95 berjumlah 1,5 juta lot. Anggap saja harga average 94,5 maka dalam satu menit uang berpindah kantong 14,175 miliar. Wooooowww…. Sugoooiiii kata orang Jepun, 🙂 Uang 6 T memang kecil bagi tlkm, hhhhh … ::)) #senggol_Aji

Jhelang Annovasho
Salah satu yang mengubah bapak saya dari anak orang tidak mampu adalah ketika SMP. Awal tahun 1974, saat itu salah satu guru beliau berangkat ke Jakarta sebagai “perusuh”. Beda dengan perusuh Disway yang merupakan gelar candaan dari orang baik, perusuh awal 74 itu merupakan gelar serius yang diberikan secara resmi oleh Pemerintah. Gurunya bisa pulang beberapa bulan kemudian, tidak diceritakan kenapa bisa lama sekali di Jakarta. Kemudian bercerita di kelas. Sejak saat itu bapak menjadi seorang Nasionalis-Soekarnois. Tapi saya tidak mau berdebat tentang prinsip ideologi itu, he he. Intinya sejak saat itu radio SW yang dipancarkan dari luar negeri menjadi mata kaum N-S dan bapak untuk melihat kondisi negeri mereka sendiri. Salah satunya BBC. Zaman sekarang mata yg seperti itu tidak lagi diperlukan. Semua informasi sudah sangat terbuka. Tantangannya hanya bagaimana menghadapi era clickbait dimana portal berita online tidak lagi memecah berita dalam beberapa judul, memecah satu judul dalam beberapa halaman, padahal kadang isinya sama: tetap sepotong2. Untuk hal ini membaca situs BBC dan sejenisnya memang lebih baik, tidakpun A-Z, paling tidak ada A-S. . Terakhir, bagi siapapun yang tahun 90an gemar menyimak berita radio BBC, rasanya aneh kalau sekarang masih sering bertanya seperti itu. Beda kalau dia hanya menyimak berita online dewasa ini. Pertanyaan itu adalah: enak zaman siapa? Yo mesti enak zaman Pak DI. Enak zaman pak Jonan.

Leong putu
Kalau sepeda motormu ingin cepat laku : parkirlah sembarangan, jangan kunci ganda. Ini kata teman saya yang residivis. … Kalau kamu jomlo dan ingin cepat laku : jangan jual mahal, jangan pilih-pilih. Kata teman saya yang istrinya dua.

Saiful Ahmad
Ke Sragen beli kacang kapri///Berlayar hingga ke selat Maluku. Perusuh Disway kangen Pak Pri///Semoga beliau sehat selalu.

ARMI TV
Saya adalah penggemar BBC London. Terutama jam 8 malam setelah pulang dari langgar ( masjid kampung, red) yg masih saya ingat sampai sekarang adalah ketika adzan subuh mengunakan ampli toa dengan baterai ABC yang disusu seri sebanyak 6 biji.. dan lampu ublik suara berita BBC ikut masuk ke corong speaker.. mungkin waktu belum itu belum banyak sinyal dan hanya gelombang pendek yang sampai ke ampli toa… Mohon rekan rekan bagibyang masih ada numpang rekaman audio BBC terutama instrumen opening mohon bisa e mail saya .. athok.armi@gmail.com makasih semuanya.. kami dari transmigrasi th 82 bengkulu

Leong putu
Semoga kalau ada camp “perusuh” lagi lokasinya tidak di perkebunan. Semoga di hotel bintang 7. Sehingga tidak perlu khawatir ada ular, petir, hujan, longsor dan bingung air hangat. Bahkan selimut pun tinggal pesan saja yang modelnya seperti apa.

Jokosp Sp
Kalau masih ada tahun depan di Malang saja, jadi Kung Pry bisa ikut. Gak perlu modal transportasi. Cukup dikit pakai sepeda motor atau mobil mungkin yang seliter sampai di tempat. Gag perlu bawa panci, thermos, pemanas dan selimut tebel. Atau perlu dibagi tiga zona. Zona barat ada Jakarta dan Sumatera. Ada zona tengah yaitu Kalimantan Selatan, tengah, timur, barat dan utara, ditambah dari Sulawesi. Dan zona Timur, ada Bali, Nusa Tenggara dan Irian Jaya. Yang Zona barat tadi acara di Malang, yang zona tengah acara di IKN atau Samarinda, dan yang zona timur bisa di Bali dan maunya ada tiket gratis. Kok enak men kabeh – kabeh njaluke gratis, duweke mbahmu opo….Abah moco mbek nulis karo mbesengut. Wingi nang Agrinex wae tekor akhir tahune, gag sido oleh endors ko bayan. Iki niru tulisane Kung Pry, la kangen kok yo ora muncul – muncul. Bek_e ngambekan…….

Leong putu
Kepulauan Riau disingkat KepRi / Dua koma dua juta jiwa penduduknya / Bukan, saya bukan kangen pak Pri / Saya hanya kangen pedas komentarnya / … 365_mantun pedas. Sehat selalu pak Pry. Salam.

Riki Gana Suyatna
RUSUH AGRINEX (2) Sahabat Perusuh Pak ilo BBC disebut abah sebagai sahabat. Komentator (include Agrinex) disebut sebagai perusuh. Saya tidak sempat menanyakan ini. Apa beda diantara keduanya?! Apakah ada kriteria dan tahta tertentu untuk mengkategorikannya?! Tentu hanya abah yang tahu. Justru yang saya tanyakan (waktu itu) tentang digitalisasi. Pandangan abah terhadap ‘shifting’ media informasi. Lagi-lagi jawaban abah simpel: “aku nggak tau, andalah yang lebih tau.” Saya cukup tahu, abah merendah untuk meninggi. Abah DI sebagai wartawan (yang biasa nanya), tidak nyaman untuk ditanya-tanya. Apalagi akhir-akhir ini viral Arif Cepmek yang kalau ada orang bertanya diledekin: “kamu nenye? kamu bertenye-tenye? wkwk..” Di pelosok banten selatan, tidak familiar dengan siaran BBC. Saat saya kecil (tahun 80-an), yang punya radio masih sedikit. Batere masih dijemur. Siaran masih frekuensi SW, yang suaranya timbul tenggelam; kadang terdengar sangat jauh, kadang terdengar dekat dan sangat jelas. Yang didengarkan sandiwara radio RRI. Saya mengenal BBC saat kuliah, itupun bukan radio, tapi jaringan TV digital, dan hanya sesekali (karena tv-nya punya ibu kost). Motivasi menonton untuk belajar ‘listening’, sebab tak mampu untuk bayar kursus. Siaran radio jadul berubah menjadi streaming (podcast). Gara-gara podcast, DC diberikan pangkat tituler. Apakah akan ada “tituler Disway” selain sahabat & perusuh? Hanya abah yang tahu. Yang pasti pak Arifin & warung faiz bisa jadi kandidatnya! Tabik!

Warung Faiz
Dulunya dulu pas zamannya orba,kalau mendengar berita politik tanpa sensor yah BBC … Sebenarnya dulu asyik jg ketika internet blm semasif seperti sekarang ini,kita pilih berita atau hiburan suka2 kita… Sekarang ini walaupun sama,tapi algoritmanya internet “memaksa”kita menuju satu titik.. Seperti beberapa waktu lalu_karena hpnya lg low bat,istri saya pinjam hp… Sempat was2 jg,jangan2 ini alasan saja utk merazia wa saya.. Alhamdulillahnya tak ada masalah,cuman timbul masalah baru… Ketika saya buka webnya disway,iklannya penuh tampilan rok,brah,bh dan sebangsanya… Woiii…wooii…saya suaminya,saya tdk butuh semua itu,saya butuhnya jilbab..(nah lho..) Coba bayangkan,kalo orang seperti saya ini_yg berkasta sudra dlm ilmu pengetahuan_tanpa sengaja membaca portal radikal_saya telan mentah2 tanpa saringan_seketika algoritmanya google,youtube dkk bekerja_mombardir saya dgn portal2 tsb_akibatnya tanpa sadar saya sdh tercuci otaknya… Makanya saya berharap pd Badan Cyber Negara tempat kerjanya Nurul Hasani, salah seorang perusuh disway yg ke agrinex,utk kerja keras mengawasi portal2 tsb…

Johannes Kitono
Siaran radio khususnya BBC bahasa Indonesia sangat berjasa terhadap kehidupan manusia. Hari Pahlawan 10 November lahir berkat suara Bung Tomo di radio yang membakar semangat juang rakyat Surabaya. Ketika zaman Ganyang Malaysia, suara wartawan RRI , Des Alwi ( alm ) menggelora dari Malaysia. Hasilnya, Opsus yang dipimpin oleh Jendral Ali Murtopo melakukan negosiasi dengan Malaysia sehingga terjadilah perdamaian untuk perang yang sia sia. Dan Del Alwi yang anak angkat Sutan Syahrir ternyata teman kuliah Tun Abdul Razak di London. Otomatis negosiasi bertambah lancar.Masih ingat Cory Aquino, ibu rumah tangga yang terpaksa jadi Presiden Philipina ( 1982- 1992 ).Suaminya senator Benigno Aquino yang ditembak mati rezim Marcos ketika pulang ke Philipina adalah mantan wartawan hopeng Des Alwi.Nah dulu ada radio merk Tjawang bikinan Gobel yang bisa ditenteng kemana mana. Lucunya, ketika mau jual radio itu di kota Sanggau, permintaan orang kampung cuma satu. Radio tsb harus bisa menyanyikan lagu Teluk Bayurnya Erni Djohan.Wow repotkan kalau pas ada pembeli suara di radio justru lagu Genjer Genjer. Radio tidak laku justru mengundang masalah, dipanggil Intel.

sinung nugroho
Welahan salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara yang posisinya ada di sebelah tenggara. Welahan berbatasan dengan Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Kedua kecamatan ini langganan banjir setiap tahun. Di Welahan ada salah satu Kelenteng tertua di Indonesia, kelenteng Hian Thian Siang Tee. Kelenteng ini dibangun dua bersaudara Tan Siang Hoe dan Tan Siang Djie. Di sebelah utara Welahan ada Kecamatan Mayong yang pernah terkenal penghasil kerajinan gerabah, di barat daya Welahan ada Kecamatan Kalinyamatan terkenal dengan kerajinan monel. Selain kerajinan ukir kayu, Kabupaten Jepara juga menghasilkan kerajinan gerabah dan monel.

bagus aryo sutikno
RADIO . Ada 2 frasa pantun yg selalu dibaca penyiar radio saat ada pendengar titip lagu untuk pendengar lainnya. . Empat kali empat ada enam belas Sempat tidak sempat harap dibalas . Kapan udan’ne tak ngumbah piring Kapan mantu’ne aku pingin ngiring. . Dino sabtu lungo nyang Purwodadi Aku mantu mugo2 Boss DI iso ngrawuhi #halu lvl musangking

Kang Sabarikhlas
ini bukan berita radio, saya alami sendiri tadi siang beli bensin pertalite ternyata pertamax ron 92 turun harga jadi 12.800, saya ya pilih beli pertamax meski cuma beli 20rb. uenak tarikan motor jadi enteng..ngebut. anu,. semoga besok CHD mengulas Pertalite mestinya harga berapa atau mengulas tentang Indra Bekti yang tiba² dari pusing kok jadi pecah pembuluh darah di otak yang biayanya menghebohkan… kan biasanya ‘Abah Sudah Tahu’.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Mohamad BBC

KEMPALAN: TEMAN-teman memanggilnya “Ilo”. Itulah nama kodenya saat masih jadi wartawan di Surabaya. Inisial (ilo) selalu tertulis di belakang berita yang ia buat.

Nama lengkapnya: Mohamad Susilo. Ia sahabat Disway di London. Di sana “ilo” bekerja sebagai wartawan BBC. Juga penyiarnya. Di seksi siaran bahasa Indonesia.

Anda pun sudah tahu: siaran bahasa Indonesia itu ditutup. Siaran terakhirnya tanggal 30 Desember 2022. Begitu menginjak tanggal 1 Januari siaran itu tidak ada lagi.

Tapi “ilo” akan tetap tinggal di London. Tiga anaknya lahir di London. Yang terbesar lagi menempuh S2 di sana. Di bidang War Studies, Conflict Resolution. Yang kedua masih SMA. Dan si bungsu masih SD. “Saya akan menemani anak-anak di sini,” ujarnya. Ilo masih tetap bekerja di BBC.

Ilo sendiri alumnus sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang, Unnes. Kampung halamannya di Welahan, Jepara.

Inisial ”ilo” itu ternyata diberikan oleh redakturnya saat itu: Mundzar Fahman. “Biar kamu nanti jadi orang internasional,” ujar Mundzar melucu. ILO adalah organisasi buruh internasional.

Guyon itu jadi kenyataan. Diam-diam “ilo” melamar bekerja ke BBC London. Diterima. Awalnya banyak yang tidak percaya. Postur “ilo” sangat mungil. Pun untuk ukuran orang Indonesia. Kurus pula. Jalannya melayang-layang.

BACA JUGA: Ilmu Hukum

Ketika “ilo” pamit mau berangkat ke London banyak yang berdoa agar “ilo”, dengan tubuhnya yang seperti itu, cukup kuat menahan dingin di musim salju.

Dhimam Abror, Pemred Ilo saat itu termasuk yang tidak kaget. “Sejak masuk Jawa Pos pandangan geopolitiknya sudah terlihat mengglobal,” ujar Abror. Pun teman seangkatan Ilo, Ahmad Marzuq. Yang juga masuk BBC.

Sebelum dua orang itu pun sudah ada wartawan Abror lainnya yang ke BBC. Yakni Riza Primadi, yang setelah itu pemimpin SCTV.

Saya pun meneleponnya. Agar Ilo menulis untuk pembaca Disway: soal penutupan BBC Siaran Indonesia itu. Inilah tulisannya:

***

Hari Jumat, 30 Desember ktur2022, menandai akhir dari perjalanan panjang siaran radio BBC News Indonesia. Buletin berita ”Dunia Pagi Ini” pukul 06.00 WIB pada Jumat tersebut adalah siaran yang terakhir, setelah mengudara tanpa jeda sejak 30 Oktober 1949, sekitar lima tahun setelah Republik Indonesia berdiri.

Mohamad Susilo, Ranny Miller, Rohmatin Bonasir, dan Endang Nurdin di kantor BBC New Broadcasting House, London pada 2016.(Foto: BBC Indonesia)

Saya sendiri mengenal radio BBC Siaran Indonesia — belakangan mengadopsi nama BBC News Indonesia — pada pertengahan 1980-an melalui ayah, yang kebetulan adalah pendengar setia. Ayah biasanya mendengarkan siaran BBC pada pukul 05.00 dan 20.00 WIB.

Kesetiaan ayah mendengarkan radio BBC bisa jadi karena informasi yang disajikan BBC relatif lebih objektif dibandingkan media arus utama di Indonesia saat itu. Tidak ada sensor diri yang berlebih karena BBC secara editorial independen dan secara fisik jauh penguasa. Saya teringat dengan cerita seorang redaktur koran yang tidak berani memberitakan tumbangnya pohon beringin besar yang mengganggu kota. Ia menuturkan pemberitaan tumbangnya beringin mungkin akan membuat penguasa terusik. Kita paham partai pemenang pemilu berkali-kali itu punya lambang pohon beringin. Kekhawatiran semacam ini membuat redaksi akhirnya memutuskan tidak memberitakan tumbangnya beringin.

Di tengah keinginan publik yang ingin tahu informasi secara utuh, di situlah publik merasakan pentingnya kehadiaran siaran radio BBC. BBC bisa menyiarkan suara-suara yang tidak diinginkan. Misalnya, suara kelompok Gerakan Aceh Merdeka, baik yang ada di Aceh maupun di Swedia. Juga suara-suara yang kritis terhadap penguasa.

BACA JUGA: Tahun Perusuh

Namun, zaman berubah. Rezim berganti. Informasi bisa leluasa dihadirkan tanpa filter berlebih. Yang juga berubah adalah kebiasaan orang mengakses informasi. Kita tak bisa lagi “memaksa” orang untuk duduk manis mendengarkan siaran radio pada pukul 20.00 malam. Atau bangun menjelang pukul 04.00 untuk mendengarkan acara “Pagi Gembira” dari Radio Australia.

Ketidakberdayaan memaksa orang untuk mendengarkan radio seperti pada 1980-an, 1990-an, dan awal 2000-an membuat angka pendengar cenderung turun dari tahun ke tahun. Kajian yang dilakukan Strategy Analytics memperlihatkan jumlah pendengar radio tesestrial, layanan radio yang disiarkan melalui gelombang udara, turun di Amerika, Eropa, dan China. Kajian lain oleh New York University, Amerika Serikat, menunjukkan perusahaan radio tradisional telah gagal berinteraksi secara aktif dengan Generasi Z, generasi yang lahir setelah tahun 1995.

Sekarang era streaming dan on demand. Informasi tersedia 24 jam, tujuh hari sepekan, diakses kapan saja dan di mana saja. Netflix dan Pandora booming, demikian juga dengan podcast atau siniar. Meledaknya streaming tak lepas dari layanan data yang makin terjangkau dan perangkat keras/lunak yang makin canggih.

Di luar perubahan lansekap konsumen informasi, secara internal juga ada tantangan untuk melakukan efisiensi finansial. BBC World Service — BBC News Indonesia adalah salah satu bagiannya — diminta untuk melakukan penghematan ratusan miliar rupiah, yang membuat BBC harus menutup siaran radio dalam beberapa bahasa, di antaranya siaran bahasa Arab.

BACA JUGA: Tahun Perusuh

Jadi, organisasi media memang harus berubah dan beradaptasi. Dan itulah yang dilakukan BBC News Indonesia. Berat memang karena dalam perjalanannya BBC dan awaknya seakan menjadi saksi dan sekaligus mendokumentasikan perjalanan sejarah. Dari pemilu pertama 1955, insiden 1965, tonggak awal Orde Baru pada 1966, lahirnya era Reformasi 1998, hingga upaya mendamaikan Aceh yang berliku pada 2005.

BBC News Indonesia melakukan penelusuran di Belanda untuk melacak skandal adopsi anak-anak Indonesia oleh para orang tua di negara tersebut yang diyakini tidak dengan prosedur yang benar. BBC secara dekat mengikuti pertemuan-pertemuan rahasia antara pemerintah RI dan delegasi GAM di Finlandia.

Pada 2019-2020 selama beberapa bulan BBC mengikuti kasus dan persidangan perkosaan terbesar dalam sejarah Inggris yang dilakukan warga Indonesia di Manchester Reiyhard Sinaga, yang korbannya diperkirakan sekitar 200 orang. BBC beberapa kali terbang ke Afrika Barat untuk masuk dan membongkar sindikat penyelundup yang menjual simpanse ke Asia Timur. BBC menjadi satu dari sedikit media yang rutin menghadirkan wawancara-wawancara eksklusif dari turnamen badminton tertua di dunia All England di Birmingham.

BACA JUGA: Tahun Gegap

Adaptasi sudah dimulai BBC sejak beberapa tahun lalu. Konten radio diperpendek sementara liputan-liputan khusus dalam format video diperbanyak porsinya. Suara tidak lagi menjadi andalan. BBC News Indonesia hadir di layanan podcast (Spotify, Apple, Google), YouTube, Facebook, Twitter, dan Facebook. Platform ini digenjot potensinya dan dimaksimalkan untuk menjangkau audiens. TikTok? Tinggal menunggu waktu.

Di situlah audiens berada. Mereka tidak lagi duduk manis di teras depan mendengarkan radio sambil menikmati kudapan selepas Isya.

Mereka ada di mana-mana. Di kampus, di kafe, di dalam taksi, di stasiun, di gerbong KRL, bahkan ketika jam istirahat sekolah… Perangkat utamanya bukan lagi radio transistor tiga gelombang, tetapi gawai bernama telepon genggam pintar yang ada di kantung jutaan atau miliaran orang.

BACA JUGA: Tidak Kapok

Sebagai wartawan BBC News Indonesia, tentu ada perasaan sedih. Saya seperti melepas sahabat yang pergi selamanya. Saya akan merindukan aktivitas sebagai penyiar di studio, merindukan dikejar-kejar tenggat karena harus siaran pukul 18.00, 20.00 atau 05.00 WIB.

Namun saya juga sadar bahwa yang berubah hanyalah medium untuk menjangkau audiens. Kami akan tetap membuat produk informasi dengan proses dan verifikasi yang seperti dulu. Kami tidak ada lagi di gelombang udara. Kami ada di gawai di kantung saku Anda. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 2 Januari 2023: Ilmu Hukum

Ahmad Baihaqi
Di sini, Indonesia, kasus ini mengingatkan saya pada kasus Subang yang menewaskan ibu dan anak. Awalnya, banyak mendapatkan atensi publik. Media televisi hingga media daring mengabarkan perkembangan terbaru kasus itu. Pemilik akun-akun Youtube yang menayangkan perkembangan kasus selalu ramai mendapat penonton. Sudah banyak saksi diperiksa secara mendalam. Kata pihak kepolisian, mereka akan segera mengungkap pelaku pembunuhan. Namun, apa mau dikata, segera yang dimaksud belum juga diungkapkan. Dari Agustus 2021 hingga tahun baru 2023, Januari ini, saya belum juga mendapat perkembangan terbaru. Apalagi, semenjak kemunculan Sambo, kasus Subang perlahan mulai dilupakan. Perhatian publik beralih kepada mantan Irjen tersebut.

Jo Neka
Hiduplah seperti bulu ketek..Walau terjepit tetap tumbuh menantang..om Amat.

thamrindahlan

#30 Susi Susanti memakai raket Yonex/ Juara Olympiade banggakan Indonesia/ 20 perusuh nikmati Agrowisata Agrinex/ Hadiah akhir tahun Abah dan Ibu Rifda/ Perusuh disway nginap di villa mewah/ Ditraktir durian baduy Pak Dahlan Iskan/ Ternyata perusuh usilnya tidak berubah/ Walau sudah ke enakan di ajak jalan jalan/ Salamsalaman

Kliwon
Kata ilmu kriminologi, mau motif kotak² atau lonjong.., pembunuhan pasti ada motifnya. Kalau yang ga perlu motif namanya jatuh cinta.

Juve Zhang
Mesin jet GE ini bagaikan durian runtuh bagi GE, sudah PHK 2500 karyawan malah dapat orderan dari COMAC China, ARJ 21 ini pesawat canggih, efisien, sayapnya dibantu Antonov Rusia. Body .daya jelajahnya 3000 km. Pokoknya Boeing,Airbus , punya saingan berat. Trans Nusa bisa di adu harga dengan Air Asia pun. 30 ARJ 21. Siap mengudara disini. Jauh aman dibanding 737 Max. Yg salah disain.

ra tepak pol
@ Koh JZ, seingat saya mesin jet GE tidak hanya diproduksi di USA, jadi ada yang dibuat di negeri tirai bambu dan ini banyak beredar… entah kualitasnya karena standarnya harus memakai standar negeri tirai bambu yang disetarakan dengan intenational standard… mesin ini banyak beredar di negeri ini

Beny Arifin
Yang sepasang kumpul kebo, yang lain terindikasi lesbian. Motif mungkin bisa muncul dari sini. Bisa jadi sasaran sebenarnya hanya yg satu pasang, sementara yang lain hanya untuk mengaburkan. Mumpung lagi membicarakan kasus tak terungkap. Saya perlu mengingatkan lagi masih ada keluarga yang berduka karena pembunuh anaknya belum terungkap, Akseyna Ahad Dori. Yang bahkan (seingat saya) belum sekalipun di tulis di CHD.

Jimmy Marta
Korban ada, tkp jelas. Namun susah diungkap. Pun jika pelakunya jelas, masih gk bisa diurai. Itu spt kasus pembunuhan Subang dan kasus Sambo. Di kasus sambo, motiv semakin gk jelas. Kemaren lusa ada saksi sespro yg menyampaikan, kejadian di Magelang itu hanya ilusi. Itu sambo sendiri yg bilang ke saksi yg diulang bbrp kali. Entahlah, apa dg mengarang motif seakan dilecehkan bisa meringankan hukuman. Biasanya bila ada kejadian pembunuhan, pihak keluarga korban dan orang2 terdekatnya yg paling dibuat sibuk. Korban dibuat dulu profile nya. Bgmn kebiasaannya sehari2, cara bergaulnya dan dg siapa pernah berselisih paham atau yg dibencinya. Kemudian dg olah tkp, dibuat lah semacam perkiraan motif pembunuhan. Sayang abah gk menceritakan, apa kemungkinan motif pelaku membunuh. Disini gk tergambar apapun kenapa 4 orang ini dibunuh. Atau mungkin besok akan ada lanjutan cerita. Ditunggu..

Jimmy Marta
Kemaren dulu si Ethan yg membunuh. Menembak siswa SMA Oxford Michigan. Sekarang si Ethan jadi korban pembunuhan. Mungkin di amrik yg bernama ethan perlu diruwat atau ganti nama…

bagus aryo sutikno
Pembunuh berantai, saat pembunuhan, senjatanya rantai. . Pembunuh berdarah dingin, pembunuhnya bakul es gerobak keliling. . Pembunuhan di Agrinex, yg dibunuh katakternya, nggak jadi datang. Dibully lagi. Kasihan kasihan kasihan

EVMF
Psikologi Kriminal (Psikologi Pembunuh Berantai) Jurnal Kedokteran New England : Perbedaan Anatomi antara “pembunuh berantai” dengan orang biasa adalah Lobus Frontal yang lebih besar dan karena itu lebih fungsional, karakteristik yang memberi mereka agresi lebih besar dan kurang empati daripada rata-rata orang biasa. Perilaku, strategi, memori kerja dan kapasitas perencanaan berada di lobus frontal. Bisa dikatakan bahwa itu adalah bagian paling “manusia” dari otak kita. Hipertrofi menunjukkan agresivitas tinggi dan pada gilirannya meningkatkan kemampuan untuk strategi serta kapasitas rendah untuk empati yang dapat menyebabkan beberapa risiko sadisme. Neurokimia dari pembunuh berantai, menurut Dr. Reid Meloy menunjukkan karakteristik lain yang berbeda dengan orang biasa, yakni : tingkat mangan, besi dan tembaga yang sangat tinggi ; sehingga memiliki dampak langsung pada penurunan dopamin dan serotonin, yang mengendurkan zat yang menurunkan kadar testosteron, hormon yang menyebabkan tidak hanya agresi yang berlebihan tetapi juga kebutuhan untuk penguasaan. Sayangnya, bahkan dengan kemajuan penemuan ini, belum memungkinkan untuk memprediksi atau mencegah terjadinya perilaku menyimpang tersebut, karena sangat tidak memungkinkan untuk menetapkan secara pasti yang mana profil psiko-klinis dalam serangkaian warga negara yang normal.

Mirza Mirwan
Minggu, 13 November 2022, ketika dini harinya Bryan Christoper Kohberger membantai empat mahasiswa University of Idaho, siang harinya terjadi pembantaian tiga mahasiswa University of Virginia — juga melukai dua mahasiswa lain — yang tergabung dalam tim football universitas tersebut. Kebetulan nama pelakunya juga Christoper (Darnell Jones Jr). Bryan ditangkap di rumah orangtuanya di Albrightsville –sebuah “unincorporaated” dengan populasi kurang dari 150 jiwa, di wilayah pegunungan Pocono — Pennsylvania. Kalau di Indonesia memang sudah hari terakhir 2022 (Sabtu 31/12), tapi di Pennsylvania masih Jumat 30 Desember. Bryan memang mahasiswa doktoral di WSU, Pullman. Tapi baru satu semester. S1 dan S2 ditempuh di Pennsylvania, tepatnya di DeSales University, Central Valley. Tentang korban. Madison Mogen berasal dari Coeur d’Alene, Idaho. Anak tunggal. Kaylee Goncalves berasal dari Rathdrum, belasan kilometer di utara Coeur d’Alene. Madison dan Kaylee sudah berkawan sejak SMP. Ethan Chapin, dari Mount Vernon, Washington. Tapi sebenarnya di luar kota, tepatnya di Conway. Yang dalam berita agak membingungkan ialah pacar Ethan, Xana Kernodle. New York Times menyebut berasal dari Avondale, Arizona. Tapi media lain menyebut dari Past Falls, Idaho — ini dekat dari Rathdrum dan Coeur d’Alene. Entah mana yang benar. Mungkin semuanya benar. Asalnya dari Avondale lalu pindah ke Past Falls. Dua penghuni yang selamat: Dylan Mortensen dan Bethany Funke.

Rihlatul Ulfa
Untung tidak mendaftar ke camp arginex ‘maaf kalau tulisannya salah hehe. melihat tulisan Abah edisi minggu, yg dikupas habis2 tentang latar belakang perush2 yg datang hasil dari ‘undian’ apalah jika saya mendaftar dan menang undian. ada yg lulusan SMA dua orang tiga dengan saya. terus udah gak dibahas lagi wkwk. sedangkan yg lain lulusan dr toronto dll. keragu-raguan saya untuk mendaftar memang jelas memperlihatkan saya bisa saja insecure wkwkwk.

Rihlatul Ulfa
tarif KRL yang akan dipisahkan dengan sikaya dan simiskin ‘kalau jadi’ bagaimana jika mekanisme itu tetap dijalankan? apakah gerbong 1 dan 5 akan jadi gerbong sikaya dan gerbong 6 sampai 11 untuk para simiskin, apakah kartu yg digunakan untuk sikaya akan berbeda dengan simiskin? biasanya jika kita mau menombokan sesuatu memang yg keluar adalah keribetan untuk menyelesaikan masalah itu. dulu saat direktur KAI di pimpin oleh Ignasius Jonan ada ‘si orang kaya’ yg marah2 kenapa ia harus satu gerbong dengan orang miskin yg ‘bau keringat’ katanya. dan si kaya saat itu berkata ke pak Jonan ‘naikan saja tarif krl, sampai 20 ribupun tak apa, asal saya tidak satu gerbong dengan mereka. jika pemikiran itu direalisasikan sekarang, lihatlah apakah itu akan menjadi keuntungan atau kerugian. seperti ‘royaltrans’ dengan tarif 20 ribu dengan kursi yg empuk berwarna ungu, tidak ada yg berdiri dengan ac yg wangi, pakaiannya kebanyakan parlente, saya pernah menaiki itu saat harus memotong waktu banyak dari bsd menuju-fatmawati. apakah ‘royaltrans’ itu juga di perkasai oleh orang2 kaya yang tidak ingin berhimpit2an di busway berwarna biru dengan tarif 3500 yg disubsidi oleh DKI?.

Amat Kasela
Apakah “jam” sama dengan “waktu”? “Jam berapa sekarang?” “Pukul berapa sekarang?” Dalam ragam percakapan, informal, jam disamakan dengan pukul. Namun, ketika masuk ke ranah ragam bahasa formal, keduanya dibedakan. “Jam” mengacu pada lama waktu (durasi), misalnya, satu jam sama dengan enam puluh menit. Lalu, “pukul” mengacu pada saat yang menyatakan waktu, misalnya, “Pukul berapa sekarang?” *Mohon maaf Pak Arifin, lagi lupa minum obat.

Udin Salemo
Enak sungguh masakan kang Aat/ Sayurnya dibawa dari Cipatat/ Tobat bli Leong Putu tobat tomat/ Setelah tobat timbul kumat/ ::)) #everyday_berpantun

Jimmy Marta
Info terbaru: Camp I agrinex dianggap berhasil. Tanpa menunggu akhir tahun 2023 Camp jilid II segera diadakan Peserta bukan lg diundi. Perusuh akan dikirimi langsung ‘surat paksa’. Gk hadir akan dijemput. Ini untuk pembinaan terutama kaum perusuh spt yg ‘ngrusuh’ dibawah. Yg bahas soal perbuluan…

Leong putu
Kurang berahi kurang gairah / Jangan nekat minum obat / Hari ini hari yang cerah / Saya bertekad untuk bertobat / … 365_mantun gairah.

ALI FAUZI
Ke Kediri beli ikan tongkol/// Dinikmati bersama keluarga/// Sudah lama Pak Pry tak nongol/// Banyak teman bertanya-tanya/// Dari Kediri lanjut ke Semarang/// Di Semarang ketemu janda/// Apa kabarnya Pak Pry sekarang/// Semoga dia baik-baik saja///

bagus aryo sutikno
Pintu berpalang, kalo dari luar lis pintu dilepas pake linggis, dng parang palang pintu bisa diangkat dari luar. . Solusinya, palang model geser. Tidak bisa diangkat. Lebih aman. . #wise word from ex thief.

EVMF
Oom Fiona / Mbak Mario, éh terbalik….. hahahahaha Mbak Fiona / Oom Mario (nah ini yang benar). Sewaktu Abah DI mengatakan… “makan pepaya lengkap biji lebih sehat” pasti ada tetapinya… Oom mesti lupa atau Abah DI yang lupa mengatakannya ?? Biji Pepaya selain banyak manfaatnya, juga ada efek samping yang tidak baik “jika dikonsumsi berlebihan” !! Konsumsi biji pepaya secara berlebihan dapat mengakibatkan : 1. berbahaya bagi janin yang sedang tumbuh. 2. menurunkan kesuburan pada pria (mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma). 3. tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang dalam fase menyusui. pharmeasy.in health-benefits-of-papaya-seeds

Leong putu
Semoga pak Pry sehat, semoga hanya karena sibuk atau lagi ingin libur saja beliau tidak komen dua hari ini. Walaupun saya tidak ikut ‘meden – medeni’ beliau, saya minta maaf yg sebesar – besarnya. Cerita hujan, petir, longsor dan ular itu saya tidak ingat dari siapa itu datangnya.

Johannes Kitono
Komentar ini ditulis di GA 419 yang otw ke Jakarta. Memang ironis sekali kalau terbukti pembunuh kandidat doktor Kriminologi. Suatu prodi Hukum yang rumit untuk mengurangi hukum rimba. Untung TKP nya di rumah kontrakan bukan di tenda yang minus air panasnya. Bayangkan kalau TKP nya di Cikeusik Banten.Pasti korbannya para Purnasiswa terpilih. Yang dengan gagah berani telah menentang “Badai Pasti Berlalu” Demi memenuhi undangan Juragan Disway dan tentu juga penasaran pengin ketemu wanita 5 i . Ir Rifda Ammaria, Pipit Disway. .Dan munculnya Jenny Sagu Wijaya ditengah malam merupakan bonus hiburan yang dari sponsor utama pertemuan ini.Akhirnya semoga kasus pembunuhan ini segera terbongkar dan solusinya bukan dengan hukum rimba.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Ilmu Hukum

EMPAT mahasiswa dibunuh. Jam 03.00 dini hari. Di rumah kontrakan mereka. Tiga cewek, satu cowok. Mereka tidur di dua kamar dari rumah 6 kamar. Yang sepasang memang lagi pacaran: tidur di satu ranjang.

Ini bukan pembunuhan ala Sambo: yang mudah diungkap tapi sulit diurai. Ini pembunuhan ala rubrik kriminal di majalah Intisari: sulit diungkap, sulit pula diurai.

Polisi sampai sibuk menenangkan masyarakat sekitar. Ini gara-gara pembunuhnya masih gentayangan. Belum bisa ditangkap. Masyarakat khawatir si pembunuh akan melakukan pembunuhan lanjutan. Bisa lebih banyak lagi yang dibunuh. Apalagi di musim pembunuhan yang kian deras di sana.

“Jangan khawatir. Meski pembunuhnya belum ditangkap, kelihatannya pembunuhan ini hanya menyasar 4 mahasiswa itu,” ujar polisi setempat seperti dikutip banyak media di sana.

Berhari-hari berita pembunuhan ini viral. Di seluruh Amerika. Berminggu-minggu. Sebulan pun lewat. Tanpa tahu siapa pelakunya. Pun setelah 1,5 bulan.

BACA JUGA: Tawa Duka

Kasihan orang-orang yang sempat masuk radar polisi. Mereka sempat diincar. Misalnya mahasiswa yang dua bulan lalu pindah dari rumah kontrakan tersebut. Atau para pemilik mobil yang tertangkap kamera di dekat situ. Juga mantan pacar mereka. Lalu, lelaki bertudung kepala yang pernah satu kafe dengan salah satu dari korban. Pun teman-teman yang terlibat pembicaraan di medsos. Dan banyak lagi.

Satu per satu polisi membuat klarifikasi. Yakni setelah menginterogasi mereka. Si bekas penghuni tidak terlibat. Si pemilik mobil tidak ada kaitannya. Si mantan pacar tidak tahu apa-apa. Pun mantan pacar yang malam itu ditelepon oleh korban sampai lebih 7 kali. Semula mantan pacar itu yang jadi ”tertuduh” utama. Ternyata mereka bukan tipe kenangan lama tumbuh kembali.

Rumah kontrakan maut itu di sebelah kampus U of I. Saya hafal singkatan itu. Juga terkesan. Saya sering lewat kota kecil ini: Moscow. Di pedalaman negara bagian Idaho yang berbukit. Kampus ini juga hanya 15 menit dari kampus terkenal di kota kecil lainnya: Pullman. Sama-sama kampus besar, sama-sama di perbukitan, sama-sama indah tapi beda negara bagian. Pullman masuk negara bagian Washington. Nama universitasnya: Washington State University. Dekat perbatasan dengan Idaho.

Tapi cerita ini hanya menyangkut mahasiswa U of I. Baru belakangan diketahui menyangkut juga kampus di Pullman itu.

Yang lagi pacaran tadi: Ethan Chapin dan Xana Kernodle. Sama-sama umur 20 tahun. Ethan dan Xana tewas di satu ranjang. Dada mereka penuh luka tusukan. Mereka dalam posisi terlelap. Pukul 02.00 mereka baru pulang ke rumah kontrakan. Mereka baru saja menghadiri pesta malam Minggu. Berarti belum satu jam mereka terlelap. Mereka lagi di puncak nyenyak.

BACA JUGA: Tahun Perusuh

Dari pesta itu mereka mampir dulu ke kafe. Memesan carbonara. Dari rekaman kamera terlihat ada laki-laki bertudung kepala mendekati mereka. Berbincang sebentar. Lalu hilang dari kamera.

Ethan, si cowok, mahasiswa jurusan manajemen rekreasi, olahraga, dan pariwisata. Sedang Xana mahasiswi jurusan marketing. Ethan asal Mount Vernon di negara bagian Washington, Xana dari Arizona. Ethan anggota kelompok persaudaraan Sigma Chi. Xana anggota persaudaraan Pi Beta Phi. Berarti keduanya mahasiswa pintar. Perkumpulan seperti itu biasanya memiliki persyaratan prestasi akademik.

Yang dua cewek lainnya tinggal di satu kamar lantai atas: Madison Mogen dan Kaylee Goncalves. Sama-sama 21 tahun. Keduanyi seperti besti. Sering posting bersama di medsos: akrab sekali. Seperti wani satu hati.

Madison mahasiswi marketing. Asal Idaho. Anggota Pi Beta Phi. Sedang Kaylee mahasiswi sastra, budaya dan sosial. Kaylee anggota persaudaraan Alpha Phi.

Mereka berempat bersahabat baik. Pernah memposting foto bersama. Pun sehari sebelum mereka terbunuh. Xana terlihat di pelukan tangan Ethan. Madison dan Kaylee tersenyum ceria di sebelahnya.

Teka-teki siapa pembunuhnya memusingkan siapa saja: polisi, orang tua mahasiswa, pun pejabat setempat. Tidak ada barang bukti yang bisa disita. Soal cara membunuhnya pasti: dengan pisau. Tapi pisaunya dibawa pergi. Dari analisis bentuk luka mereka diperkirakan pisaunya mirip dengan yang dipakai di kafe carbonara.

BACA JUGA: Tahun Gegap

Polisi meneliti dengan jeli apa saja yang bisa didapat di lokasi. Nihil. Belum jelas juga siapa yang dibunuh lebih dulu. Pasangan pacar itu atau dua mahasiswi di kamar lantai atasnya.

Rambut yang terjatuh biasanya jadi barang bukti penting. Bisa dilihat DNA pemilik rambut itu. Ini tidak ada. Polisi berusaha keras mendapatkan apa saja yang bisa diperdalam: untuk mengetahui apakah ada DNA lain, selain DNA para korban.

Di hari ke 40 polisi ke pompa bensin terdekat. Polisi mencari rekaman kamera di pom bensin itu. Biasanya kamera di situ merekam juga sampai jauh ke jalan.

Setelah meneliti rekaman sepanjang 8 jam, polisi melihat ada mobil sedan putih lewat. Tidak masuk pompa bensin tapi terekam. Gambarnya tidak jelas. Anda sudah tahu: mobil yang melaju menghasilkan foto moving. Tidak bisa dipastikan merek apa mobil itu. Juga dari kota mana.

Rekaman ini penting karena ada juga mobil sedan putih lewat di dekat rumah kontrakan itu.

Pusing: siapa pemilik mobil sedan putih itu. Di hari pertama setelah pembunuhan, lebih 400 telepon masuk ke kantor polisi. Polisi memang berharap siapa pun memberi info apa pun.

BACA JUGA: Tidak Kapok

Salah satunya info soal mobil putih. Ada yang melihat mereknya Hyundai Elantra.

Fokus berikutnya mencari siapa pemilik mobil Hyundai putih itu. Seluruh Idaho dilacak. Nihil. Pun negara bagian Washington. Idem dito.

Memang ada Hyundai putih mirip itu. Tapi di Pennsylvania. Pantai Timur Amerika. Padahal Idaho tergolong pantai barat. Jaraknya 5000 km. Agak mustahil.

Apalagi ketika pemilik Hyundai putih itu diketahui: calon doktor hukum kriminologi. Ia sarjana hukum. S2-nya juga kriminologi. Kuliahnya memang di Pullman. Tapi tidak ada indikasi apa-apa. Juga tidak ada catatan kriminal sedikit pun. Tidak pula ada hubungan apa pun dengan 4 mahasiswa yang terbunuh itu.

Jarak kedua kampus itu hanya 15 menit dengan mobil. Tapi itu bukan alasan yang bisa diterima.

Seseorang memberi info ke polisi: ada mobil Hyundai putih di bengkel. Pemiliknya ada di bengkel itu. Berdua. Anak dan bapak. Si pelapor sempat ngobrol dengan pemilik Hyundai itu. Rumahnya tidak jauh dari bengkel.

Si anak muda mengatakan, ia lagi liburan Natal dan Tahun baru di rumah orang tuanya di Pennsylvania. Ia kuliah di Pullman.

BACA JUGA: Alat Puruhito

Tepat di hari terakhir tahun 2022 kemarin, polisi menangkap pemilik Hyundai putih tersebut. Namanya:

Bryan Christopher Kohberger. Umur 28 tahun. Bujangan. Pendiam. Belum pernah punya pacar. Calon doktor kriminologi.

Bryan ditangkap di rumah orang tuanya. Di Pennsylvania. Rupanya ia jalan darat dengan Hyundainya itu. Dari Pullman sampai kampungnya nan jauh.

Selasa besok Bryan dihadapkan ke pengadilan di Pennsylvania. Ia harus dikirim ke Idaho. Tapi Bryan tidak mengaku bersalah apa pun. Ia tidak mau dikirim ke Idaho. Tidak ada bukti apa pun. Tapi polisi mengaku menemukan DNA dari lokasi. Dan itu sama dengan DNA-nya.

Hakim yang akan memutuskan: apakah Bryan akan dikirim ke Idaho. Penangkapan ini menjadi berita besar di Amerika. Mengalahkan berita perayaan tahun baru. Orang pun mulai mengira-ira: apa motif pembunuhan itu.

Selasa besok Bryan akan bisa langsung menggunakan ilmunya untuk melindungi dirinya. Banyak orang pintar belajar lagi di ilmu hukum. Untuk mengamankan diri. Tapi belum ada orang belajar hukum untuk dipraktikkan bagaimana membunuh yang tidak terjerat hukum. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 1 Januari 2023: Tawa Duka

Lukman bin Saleh
Tidur siang di atas tikar/ Tiba2 bangun karena mimpi/ Pak DI pura2 tak dengar/ P Agus pura2 tak ngerti

Jhelang Annovasho
“… orang-orang fisika ini, orang-orang yang potensial tidak percaya Tuhan,” jar Abah DI di potongan video yang diupload di IG, mengomentari perkenalan dengan salah satu hadirin di Agrinex. Boleh saja orang berpendapat demikian. Mau percaya Tuhan atau tidak, saat pertemuan terakhir semester ini saya sampaikan ke murid-murid, “Seorang yang paham fisika pasti dia juga pandai bercerita. Contoh bagaimana asalnya kemagnetan dan kelistrikan bisa berhubungan, karena ada gejala kemagnetan yang timbul pada kawat berarus, dan sebaliknya. Kedua fisikawan adalah leader dan problem solver yg baik. Dia bisa membedakan mana variabel utama dan variabel pengotor dengan jitu, kemudian membuat kesimpulan dan keputusan dengan benar.” Tidak heran dewasa ini pemikiran fisikawan semakin diperlukan peradaban. Yang terbaru, seorang arek Suroboyo, Guru Besar Fisika ITS, terpilih jadi Rektor di ITK, Balikpapan, pengawal IKN. Jadi, sebagai fisikawan apakah saya percaya Tuhan? Saya percaya Tuhan, tapi mungkin bukan Tuhan yang dipercaya orang lain, jawab saya diplomatis… He he. Tuhan baik memberikan kebaikan bagi orang baik di tahun yang baik ini. Semoga.

Agus Munif
Hhhhh…. Ketua PSSI (Persatuan Suami Sayang Istri)

Purwa Nur Alam
Ternyata banyak hal aneh yang terjadi dilingkungan perusuh, baru baca artikel dan komennya saja saya sudah merasa jadi perusuh beneran, kaya nonton film Naruto tiba² saya merasa jadi bagian dari teman Naruto…wkwkwk.

Haruntri Purnomo
AlhamduliLah,meskipun gak ikut ke Agrinex,ada usulan saya yang ikut ke sana.Yaitu Kopi ‘Bid’ah’.Kopi ‘Tahlil’. Meskipun bisa saja tanpa usulan saya ,Pak MZ.Arifin Umar Zain tetap kepikiran untuk bawa oleh-oleh itu untuk Abah dan Para Perusuh . Lebih senang lagi ternyata Kopi Tahlil masuk dalam artikel bahkan pernah jadi Hot Topic.Terpilih pula jadi komentar pilihan atas artikel kemarin.Hattrick. Terkenang setahun yang lalu saat lima komentar saya terpilih atas artikel Abah tentang rumah Pak Anies Baswedan.Edisi awal atau akhir tahun itu.Tolong yang masih ingat judulnya reply di bawah. Ada yang patut saya banggakan lagi.Bukan riya’ tapi dengan niat tahadduts binni’mah.Berbagi kabar kenikmatan.Yaitu saya berani sejajar dengan Pak Mirza dan Pak Pry dalam hal pakai nama asli sesuai KTP.Tidak seperti sebagian perusuh yang ‘bersembunyi’. Ayo para perusuh pada ngaku di sini dengan nama samarannya.Kemarin siapa saja yang terpilih ke Agrinex selain yang disebutkan Abah.Pak Thamrin Dahlan,Pak Arifin UZ,

Atho’illah
Lebar sekali daun talas| Daun talas ada di pinggir rawa| Saya anak muda yang masih polos| Tidak tahu isi dalam celana

Johan
Disaat duka dan lara. Yakinlah anda tidak sendirian. Pelipur lara akan selalu ada. Seperti penggalan lirik lagu ini: …… I’m sailing right behind. Like a bridge over troubled water, I will ease your mind… Like a bridge over troubled water, I will ease your mind…. Selamat tahun baru untuk segenap sobat dan perusuh di Disway!

Riki Gana Suyatna
Alhamdulilah, puji tuhan… Akhirnya bisa login dan komen. Setelah “berbusa-busa” mencecar tim IT di agrinex. Setelah protes habis-habisan ke Pak Dir harian Disway. Setelah makan durian dari PLN banten Selatan. Kuncinya memang satu: RUSUH. Saya adalah perusuh yang asli anak Banten Selatan (tapi tidak disebut abah dalam tulisan). Saya tahu, cerita hidup saya tidak menarik, juga tidak menginspirasi. Satu-satunya mimpi yang jadi kenyataan adalah ketemu Abah Dahlan. Saya mengidolakan beliau sejak lama, sebagai role model ‘ anak kampung, tidak punya privillage, tapi kemudian bisa KAYA’. Sayangnya, abah tidak mau dipuji-puji. Beliau lebih senang dikritik. Akhirnya saya simpan saja ceritanya: tentang bagaimana tulisan abah yang mampu menginspirasi & membangkitkan semangat anak kampung pelosok seperti saya. Untuk maju. Untuk tak kenal lelah. Untuk selalu berbagi dengan sesama. Dan tentu untuk menjadi KAYA. Untuk camp, sangat luar biasa, perusuh yang dianalogikan sebagai TUKANG RUSUH, nyatanya adalah orang-orang hebat. Saya ragu kalo mba pipit betul-betul mengundi. Terlalu sempurna jika sekedar hasil kocokan. Sebetulnya, saya merasa tertipu oleh tulisan Abah, penggambaran kang Sahidin sebagai orang tua, tak sesuai kenyataannya. Kang Sahidin adalah Orang Setengah Tua dengan Badan Kekar nan Perkasa. Tapi, untuk 5i abah tidak pernah salah, saya sudah membuktikannya, ketika pertama kali bertemu bu RIFDA (owner Agrinex). hehe… Terakhir.. Mari kita Yel-Yel.. DISWAY….. PERUSUH…….

thamrindahlan
Hp Riki Dana langsung di terapi Tim IT disway. Terbayar semua keluhan error login. Kalaupun masih gagal komentar tolong cek hp. Apakah sudah saatnya di reformasi. RIKI Gana teman sekamar rela berkorban tidur di sofa. Pak Hadi suami Dokter Sandra migrasi ke Kamar 5. Ini anak muda luar biasa selalu terdepan baik dalam barisan, bertanya, menjawab, meng komandoi teriakan jel jel “Perusuh Disway”. Termasuk “protes” ketika di komen awak menulis namanya Dana. Perusuh non Agrinex perlu menonton vieo seru 21 orang berkaus seragam hitam bertuliskan Perusuh. berteriak histeris Rusuh Rusuh Rusuh sampai sampai wajah Bu Rifda pias.

Denny Herbert
Bung Riki, kelihatannya Abah sengaja nga menceritakan kehidupan abang, biar dikasih kesempatan nulis sendiri biar bisa lebih panjang hehehe (betul, setelah ketemu Abah, kita jadi lebih positif thinking hehehe) Senang bisa tidur seruangan dengan dirimu.. kita sama-sama suka tidur tanpa lampu nyala.. sekalian menghemat energi listrik yg makin mahal karena harga batubara.. dan membuat Abah iklas… (belajar lagi dari contoh kasusnya abah)

Lukman bin Saleh
Tahun depan sebaiknya 20% perusuh yang datang berdasar voting kita2. Sisanya berdasar undian. Agar perusuh macam Bli Putu dan semacamnya bisa hadir…

Rahma Huda Putranto
Ini adalah artikel pertama Abah DI yang tidak saya baca sampai selesai. Maaf ya, bah. Sampai di tengah artikel, sisi hati saya yang lain berteriak, “kok bisa-bisanya saya gak ikut ketemu abah DI seperti para perusuh ini.” Mungkin ini jadi rasa iri pertama yang muncul dalam benak saya di tahun 2023 ini. Ahahahaha

Atho’illah
Kemarin saya mau dijodohkan oleh Bu Rifda Ammarina Almarie dengan keponakannya. Tetapi, karena umur saya masih 23 tahun, beliau mengurungkan niatnya. Saya sekali.

Jimmy Marta
Rica rica patin ala bolango/ Sambalado gaya rang manado/ Sekiranya bang Udin di Gorontalo/ Wolo habali menara limboto.

Udin Salemo
Selamat untuk semua peserta Camp Agrinex yang sudah merasakan dan menikmati semalam di Cikeusik bersama Abah Dahlan Iskan. Saya merasa “iri” dengan mereka yang terpilih dan memenuhi janji datang ke perkebunan Ibu Rifda. Di tanggal satu januari 2023 ini saya berjanji kalau saya terpilih sebagai salah satu peserta camp disway 2023 saya akan datang menepati janji. Saya tak akan mempan dìtakut-takuti : tidur di tenda; ular nyasar; gak ada air panas; banjir; longsor; bencana alam, dll. Lha, wong tempatnya pasti aman dari semua itu. Buktinya di perkebunan punya Rifda itu. Wajah wajah para perusuh diswaypun menyiratkan kegembiraan dan kebahagiaan. Walaupùn hanya satu malam, tapi mungkin itu salah satu malam terindah dalam hidup para perusuh. Saya suka masakan sayur tumis/ Dicampur dengan kerang lokan/ Menatap tahun 2023 dengan optimis/ Seperti optimisnya Abah Dahlan Iskan/ Gorontalo, 01012023 Pendaftar pertama Camp Disway 2023 Ttd Udin Salemo

Leong putu
Satu lagi yang menambah kebahagiaan tahun ini. Selain kembalinya beberapa perusuh adalah kembalinya si KBBI berjalan : Bung Yusuf Ridho.

Yusuf Ridho
Terima kasih Bli Leong Putu. Namun, mulai hari ini yang saya komentari adalah komentar para pengomentar (perusuh). Tabik.

Komentator Spesialis
Agrinex Camp !! Saya pertama kali mengenal kata “Camp” bukan kata biasa sekitar 20 tahun yll. Kalau nggak salah tahun 2003, era Bali Camp populer. Perusahaan IT lokal yang proyeknya dari LN seperti USA dll. Dan sosok yang membesarkan Bali Camp kalau tidak salah sekarang sukses membangun DCII. Data Center yang berkali kali terkena AUM di IDX. Akankah Agrinex Camp ini akan menghasilkan ide ide dan hasil karya besar untuk bangsa ini. Hanya waktu yang bisa menjawab.

yanto st
Salah satu perusuh masih muda ia punya anak 3 orang .anak dan istri perusuh di tinggal di rumah sementara pembantu pulang kampung. Istri : ayah enak enakan ketawa ketiwi melepas tahun baru sementara aku dan anak anak di rumah mana anak ad yg ngajak maen ad yang ngajak keluar ad yg minta pipis. Itulah laki laki kalau udah kumpul sama komunitasnya lupa kkkkkkkk Buat enjoy aja sesekali . Hp di matikan biar gak di gangguin kring kring kring kring Selamat tahun baru mudah mudahan tahun 2023 kita lebih Baek.

Leong putu
“Padahal hanya foto rangkulan” : tulis Abah. Entahlah, kalau menurut Pak Pry bagaimana mengartikan kalimat tersebu. “Hanya” foto rangkulan. Awalnya “hanya” selanjutnya siapa yang tahu ? Wkwkwk… Tetep Eling lan waspodo Bah….

Johannes Kitono
Dari sumber yang diragukan perusuh tengah malam,yaitu Jenny Sagu Wijaya menyusup ke Agrinex untuk menggantikan P Pry.Tentu yang paling tahu kebenarannya adalah P Pry dan B Jenny. Biarpun tidak ikut hadir di Agrinex. Tapi aura Tawa Duka dengan air mata bahagia terendus juga sampai di Bali. Sambil berdoa, kapan lagi ada kesempatan ketemu dengan kaum perusuh dengan juragan diswaynya. Undangan Juragan Disway ini bisa dianalogikan dengan undangan makan malam Presiden Jokowi kepada : Rocky Gelo, Amin Riuh. Rizal Repot, Fadli Zero dan Anis Bas yang selalu menggoyangnya. Bedanya para perusuh ini justru diundang pada saat Prime Time di penghujung tahun. Dimana banyak undangan baik yang amal maupun bernilai komersial harus antri. Dan undangan kepada perusuh dapat prioritas, suatu bukti kaum perusuh merupakan stake holder CHD sekaligus strategic partner. Akhirnya tidak jelas nyangkut dimana, buku saya SDHA ( Suka Duka Hidup di Asrama ) yang H-3 sudah di go send ke Mb Pipit di Off Disway Palmerah.Dan buku itu gratis untuk 20 Perusuh yang terpilih,Juragan Disway dan Ir Rifda Ammarina,boss Agrinex. Selamat Tahun Baru 2023 dan semoga tahun ini komentar kaum perusuh semakin seru !!!

Lagarenze 1301
Menolak lupa. Ada janji Pak Dis yang hingga penghujung 2022 tidak jua terealisasi. Anda sudah tahu, cerita bersambung Bang Hasan Aspahani tak pernah muncul lagi. Padahal, pada bagian ke-30 edisi 3 Oktober 2022 tertulis: “Bersambung ke: Siapa Membunuh Putri II”. Sebenarnya masih banyak cerita tentang AKBP Pintor yang bisa dieksplorasi menjadi tulisan menarik. Misalnya, bagaimana dia hidup di persembunyian di Bandar Lampung dan justru dilindungi oleh keluarga almarhum istrinya. Dugaan saya, kisah “Siapa Membunuh Putri” tidak berlanjut bukan karena faktor bahan cerita yang tidak ada, tetapi karena ada faktor lain terkait isi tulisan yang sangat sensitif dan nyenggol sana-sini. Sebagai contoh, hubungan Bang Eel dengan Nenia. Hubungan yang tragis (kalau berdasar cerita yang ditulis). Maaf, itu hanya dugaan saya. Berat, memang, menulis kisah nyata yang difiksikan. Atau, fiksi yang berbalur kisah nyata. Bisa nyerempet hukum, bisa nyenggol perasaan. Tabik.

Kartosuwiryo
Perusuh Disway emang luar biasa. Kontribusi mereka sangat besar meredam agresifitas komentator ekstrim kanan maupun ekstrim sekuler. Masih ingat awal² Disway dl. Saat format lama. Saat komen ga bth login. Siapapun bisa pake nama apapun sesukanya. Artikel apapun yg tayang, semua komentar selalu dikaitkan dgn politik. Selalu ada yg ngampret atau nyebong. Bahkan sering di argumen panas ada yg memaki atau mengumpat. Tanpa sadar, mayoritas pembaca terseret pertengkaran politik yg tiada faedahnya. Sekarang sdh sangat berbeda. Berbagai komentar semakin adem. Bahkan biarpun Abah melempar topik yg hot. Interaksi batin & persaudaraan antar komentator terasa kuat. Bukan sekedar saling balas komentar lagi. Bisa dibilang Disway sekarang adalah sebuah komunitas. Sampai² ada yg mengklaim, banyaknya iklan yg datang krn kontribusi ramainya komentator. Dan kemudian merasa pantas kalau Disway memfasilitasi event komentator. Semoga Disway & komentator nya tetap Istiqomah. Dewasa dalam diskusi, teduh dlm argumentasi. Menambah wawasan tanpa merendahkan, membuka pikiran tanpa menyesatkan.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tawa Duka

DUKA akhir tahun pun hilang di Cikeusik. Terutama setelah bertemu 21 ”Perusuh” Disway di Banten Selatan itu. Kemarin. Khususnya setelah mengenal satu per satu siapa mereka.

Meski 21 orang itu hasil undian, ternyata cukup mencerminkan profil pembaca Disway secara keseluruhan. Wanitanya, 6 orang. Yang Tionghoa 5 orang.

Latar belakang pendidikan mereka pun mencerminkan profil pembaca Disway: ada sarjana fisika ITB, ada sarjana matematika murni, ada alumni UIN Pekanbaru dan Jakarta. Ada sarjana ilmu komputer. Ada akuntansi. Ada seorang dokter. Yang lulusan SMA hanya satu orang –dua dengan saya. Ia asli wong kito Palembang. Pedagang. Sudah punya 4 toko. Tokonya tetap berkembang meski diserbu Indomart dan Alfamart. Pertanda ia sudah siap memasuki persaingan kelas berat.

Juga ada satu orang mantan TKW. Perusuh lulusan SMP ini dikawini perusuh laki-laki jauh sebelum ada rubrik komentar. Hebatnya Sang TKW mempunyai data berharga di negara tempatnyi bekerja. Info itu disampaikan kepada sang suami. Lantas info itu pun jadi ladang bisnis suami-istri ini.

Bisnis itu menghasilkan. Belakangan dia sering diajak suami mondar-mandir ke negara tempat dia jadi TKW dulu. Kali ini dalam status yang sudah sebagai juragan bisnis.

Hidupnya pun kelihatan bahagia. Wajahnya ceria. Banyak senyum. Tinggi. Langsing. Perusuh lain pun salah sangka berapa umurnya.

Rupanya ia sadar: tampangnya jauh lebih muda dari umurnya. Maka di depan para perusuh itu ia mengadakan sayembara: siapa yang bisa menebak berapa umurnya.

Tebakan itu berhadiah: yang bisa menebak dengan benar diberi hak memilih hadiah. Yang mana? Yang di dalam kantong kanan atau kantong kirinya.

Akhirnya ada satu yang benar: Si pedagang dari Palembang itu. Tebakannya tepat: umurnya 50 tahun. Maka ia memilih hadiah yang di kantong kanan. Ternyata isinya uang dua lembar warna merah. Nilainya ternyata lebih besar dari isi kantong kiri: dua lembar juga tapi warna biru.

Ada juga yang membawa hadiah tanpa harus diundi. Ia perusuh dari Pekalongan. Ia membawa barang yang lagi top-hot di rubrik komentar: kopi tahlil. Jadilah kopi tahlil rebutan. Banyak yang ingin mencoba seperti apa rasanya.

Sayang tidak ada yang membawa hadiah berupa kopi sachetan yang naik daun dua minggu terakhir. Saya sendiri tidak begitu paham mengapa kopi sachetan bikin heboh. Saya sampai minta salah seorang perusuh untuk menceritakan asbabun nuzul isu sachetan itu.

Salah seorang perusuh Tionghoa berpendidikan marketing di Los Angeles. Ia dapat tawaran kerja di sana, tapi pilih pulang ke Indonesia: untuk membuat program satu juta kacamata untuk anak orang miskin yang memerlukannya.

Latar belakangnya mengharukan. Ada anak kecil. Nilai rapornya buruk. Dimarahi terus oleh orang tuanya. Sampai si anak depresi. Belakangan baru diketahui bahwa pandangan anak itu blaur. Ia tidak bisa membaca huruf-huruf yang ditulis guru di papan tulis.

Perusuh yang satu lagi lulusan Toronto. Ilmu komputer. Ia memilih terjun ke pertanian organik. Istrinya seorang dokter. Lima tahun lagi pensiun dari BRIN. Sang istri juga ikut terjun ke pertanian organik.

Yang sarjana matematika murni tadi, juga terjun ke pertanian: holtikultura. Di Blitar. Mula-mula sewa lahan orang lain. Sekarang sudah punya lahan pertanian sendiri.

Pak Thamrin Dahlan adalah salah seorang perusuh tertua. Usianya 70 tahun. Ia pensiunan polisi. Pangkat terakhirnya kolonel. Satu tingkat lebih tinggi dari pangkat Polwan istrinya. Pak Thamrin sudah menulis lebih 70 buku. Juga ribuan puisi.

Sedang perusuh termuda berumur 23 tahun. Masih semester 5. Agak telat. Selama pandemi ia istirahat kuliah. Ia juga melakukan sayembara. Sayembaranya disambut meriah: barang siapa punya kenalan wanita yang ingin nikah agar dihubungkan kepadanya.

Ada satu lagi yang juga masih bujangan. Tionghoa. Kerja di bidang real estate. Tapi ia sudah punya calon S3. Ia tidak perlu adakan sayembara.

Mengapa pilih kerja di real estate? “Saya sudah bertanya ke tiga orang suhu. Tiga-tiganya sama: hoki saya di bisnis yang terkait dengan tanah,” katanya. Ia memang pernah bisnis pakaian. Gagal. Dagangan bajunya laris sekali, tapi tidak bisa jadi uang. “Ternyata pakaian itu masuk kategori kayu. Saya diramal tidak sukses di bisnis yang terkait dengan kayu,” tambahnya.

Begitu total ia terjun ke bidang real estate, sampai-sampai harus belajar fengsui. Ia harus tahu rumah seperti apa, menghadap ke mana, tangganya berapa, dan di sebelah mana diletakkan pintunya.

Kini ia tidak hanya mengerti fengsui. Sudah mulai banyak yang bertanya kepadanya soal fengsui rumah konsumennya. Siapa tahu kelak ia lebih kaya karena ramalannya daripada real estatenya.

Ternyata ada satu orang ”penyelundup” ke forum ini. Penyelundup tengah malam. Dia datang pukul 22.30, ketika semua perusuh sudah terlelap. Dia adalah Jenny Wijaya, Si pejuang sagu. Dia bilang hanya untuk ikut senam-dansa. Tapi rasanya dia juga ingin tahu sosok para perusuh yang lagi kumpul di Agrinex. Dia merasa pernah jadi korban perusuh. Yakni ketika fotonyi bersama saya diramesi agak seronok sampai foto itu diganti. Padahal hanya foto rangkulan.

KESERUAN para perusuh Disway saat berfoto bersama di Kampung Agrinek.

Tentu ada satu topik yang dibahas dengan gelak tawa sampai air mata berderai-derai: mengapa ada satu perusuh yang batal datang. Saya pura-pura tidak mendengarnya tapi ternyata tidak berhasil menyembunyikan tawa.

Pagi-pagi, sebelum senam, saya keliling villa-villa di Agrinex. Saya ingin tahu apakah banyak ular di sekitar villa. Saya memang sudah bangun pukul 02.45: sstttt Liverpool main lawan Leicester City.

Acara Perusuh pun ditutup dengan pesta durian. Teman-teman dari PLN Banten Selatan datang membawa durian Badui. Banyak sekali.

Maka lengkaplah kegembiraan akhir tahun. Bisa menghardik duka sepanjang 2022. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 31 Desember 2022:

Leong putu
Mungkin Mbak Pipit memang ndak kepingin kalau Pak Pry datang. Takut acara yg udah dirancang meriah, berubah kacau. Jadi dihembuskanlah kabar tidur di tenda itu. Titik berangakat diubah dan Pak Pry diibaratkan wortel dalam sup. Dia sudah tau kalau Pak Pry pastiiiiiiiiii bakal over reacted. Dan ternyata benar, Pak Pry gak datang. Acarapun lancar. Terkadang memang perlu menghilangkan satu ekor ayam ditengah kumpulan Harimau, agar tidak terjadi caos. Dan trick dari Pipit berhasil dengan gemilang. …. #edisi kompor² Wkwkwk

Amat Kasela
Perusuh terkuat di Disway itu cuma takut air dingin saja

Jhelang Annovasho
Desember ini genap setahun membaca disway via situs, setelah 3 tahun membaca via FB. Di kantor bertemu rekan kerja, namanya pak Malik, yang sering membahas kabar dari Disway. Awalnya saya tidak punya ekspektasi apa-apa sampai kemudian beliau mem-WA, “Selamat pak, dipilih Abah DI komentar Pian jadi komentar terbaik”. Semenjak itu sering kami membahas Disway, termasuk perusuhnya, termasuk Pak Pry. Tindak-tanduk kaum perusuh memang lucu, khas bapak-bapak. Tidak apa-apa saya yang baru akan umur 31, pak Malik yang lebih muda lagi, senang membaca juga komentar kaum perusuh. Toh kami juga akan menjadi bapak-bapak (meskipun sekarang baru di bagian pengantarnya). Selamat berkumpul dan berbahagia di Agrinex, peluk jauh semuanya. Selamat menikmati akhir tahun, selamat Tahun Baru 2023. Salam dari Palangka Raya.

Warung Faiz
Saya tuh yakin,yg lain pun jg yakin kalo Abah DI bukanlah anggota suami takut istri…. Soalnya beliau ketuanya… Ha..haa..ha

Leong putu
Perusuh. Itu julukan bukan gelar. Semacam pelakor atau pebihor namun bukan koruptor apalagi Profesor (HC)…wkwkek. …. Awalnya, seingat saya mendapat julukan Alay and the gangs dari Pak Mirza. Merujuk kepada tingkah polah sekelompok komentaror yang komen selalu di luar topik /artikel. Komennya beragam mulai dari plesetan, gojlokan dan humor. Kelompok itu awalnya digawangi oleh Anak Alay, Mbah Kliwon, Mbah Mars dan Donwori (kurang lebih itulah). Sampai suatu saat masuk satu orang. Setelah itu mulai komennya tambah gak karuan. Cenderung porno atau ngeres. No reken lah pokoknya, “seperti” menganggap bos disway itu gak ada. Asik komen sendiri mengaburkan inti artikel. Sampai suatu saat, Mbah Mas nyeletuk “dasar perusuh”, entahlah kira² begitu. Mulai saat itu istilah “perusuh disway” mulai eksis. Lalu makin lama makin rusuh dengan bergabungnya : Amat K, Padas Gempal, Udin S, Parikesit, Otong S dan seterusnya… Semoga Mbah Mars bisa menambahkan.

Jo Neka
Kata PERUSUH mendapat arti yang berbeda di Disway..Kata ini sering saya pakai pada saat membalas komen Anak Alay Kliwon dan Leong Putu.walau saya tidak berani menagaku kata itu dari saya.Tujuan saya hanya untuk lucu2an.Dan kami memang Nyambung di disway walau tidak kenal secara pribadi..Apalagi saat saya bilang Sodokan om Leong lembuuut.Anak Alay langsung.NGERESSS..Btw selamat berbahagia para Perusuh.Hal kecil akan menjadi indah saat di kerjakan dengan Cinta yang besaaar.

Leong putu
Selamat Pagi Pak Jo… Saya masih ingat kata² itu….semoga kita diberi umur panjang serta kesehatan sehingga tetap bisa berbagi keceriaan bagi sebagian orang. Dan kami minta maaf untuk yang sebagiannya lagi. Karena kami yakin pasti ada yg risih dengan celotehan kami yang “rusuh”.

Jokosp Sp
Kumpul perusuh di Agrinex telah menghilangkan kesedihan. Itu jadi penutup tahun yang harusnya Abah ikut dapat dari gegap gempitanya BAYAN yang menjadi orang terkaya no.1 di Indonesia. Ada janji kah Bah kemarin – kemarin saat diendors di Disway, kalau sahamnya melejid dapat sekian % ? Perjalanan nun jauh sampai pedalaman Kalimantan darat dan sungai dilalui ? Mudahan beliaunya belum ingat saja Abah. Bisa buat nanti di tahun 2023. Sekarang nikmati dulu dengan perusuh dan teman Disway, semoga lebih hangat dan meriah karena ketidak hadiran Pak Pry. Mboh Pak Pry akan komen gag hari ini ? Saya berharap tetap komen. Salam.

Kalender Lengkap
Kalo taun depan rencana ada camp perusuh lagi, sy usul lokasinya di titik nol ibu kota baru, biar bisa semacam napak tilas. Oh ya, metodenya jangan diundi kayak sekarang, tapi para perusuh terpilih berdasarkan jumlah suara. Jadi bisa diliat keberhasilan para perusuh tersebut berkampanye. Untuk sponsor gampanglah, tinggal WA orang terkaya di Indonesia, Om Low.

Otong Sutisna
Pak Pry memang perusuh sejati, kalau komen selalu di rusuhi …ga komen semua pada kangen…. betul – betul manusia langka harus di awetkan… ups’ maksudnya dilestarikan…ups’ salah lagi.,apa yang cocok ya.,… Salam sehat dan happy new year 2023

Jimmy Marta
Menjadi pembaca aktif chd disway, saya mungkin sekitar dua tahun. Dan ikut aktif komen sekitar setahun. Tapi kalau “kenal” abah itu sy sudah bertahun tahun. Saya baca catatan Dahlan Iskan sudah sejak di Jawa Pos. Dan juga via koran daerah yg belakangnya expres, masih grup JP juga. Gk ingat lg persisnya, tp mungkin lebih dari satu dekade yg lalu. Gegara di harian daerah itu cdi nya gk lg muncul, sy penasaran. Coba2 searching, akhirnya nyasar ke chd disway ini. Tak baca dari disway versi lama, manufacturing hope, hingga pindahan ke rumah baru disway versi yg skrg. Seperti si mawar, mulanya bc artikel dan komen saja. Gk berani ikut komen -wong basic e teknik-. Apalagi jk melihat komen terpilih sekelas pak Mirza, mbah Mars…Wuih… tampang mu jauh.. Dg mengumpulkan segenap kekuatan dan segala keberanian, lalu ikut nyoba2 komen. terpilih…wuiiih.. bisa men… ……………. Usah berteduh dipohon talas/ Baju basah jemur di lantai/ Sejarah perusuh sudahlah jelas/ Itu kisah saya nyasar di disway #catatan akhir tahun

Amat Kasela
Tersandar Di Sudut ruang Setengah muka Di balik tiang penyangga Kaukah itu? Mana kumismu? At, aat …. The jomlo

Kliwon
Pak DI yang sedang berduka.. Singkirkan dulu duka lara nya.. Buang dulu gundah gulana nya.. Simpan dulu bermuram durja nya.. Pak DI yang tamvan mempesona.. Badan sehat begitu bugarnya.. Sate gule & durian tetap dilahapnya.. Bisa makan enak tak ada pantangannya.. Mobil & rumah satupun tiada cicilannya.. Tabungan melimpah begitu banyaknya.. Anak²nya sukses begitu hebatnya.. Sungguh.. Satu duka tak kan menghapus sejuta nikmat-Nya.. –Dari perusuh Disway yang belum banyak tabungannya–

Amat Kasela
Empat lima kuriding patah/ Kuriding banjar patah sebilah/ Sekadar foto bersama Abah/ Kuda bima pun juga pernah

ASHARI ASHARI
Pingin bergabung dengan Perusuh Disway, sayangnya terkendala kista – 5 hari tersandera di RSUD dengan pelayanan ala BPJS Kesehatan. Pernah WA pak DIS waktu menjadi “sesustu” dulu, dan dibalas. Senangnya…sampai kini WA masih disimpan. Satu saat jika mampir di Sleman DIY, bisa sua. Sehat selalu pak dan keluarga. Nat Tahun baru 23, sukses selalu

Haruntri Purnomo
Apakah tadi malam Abah dan Para Perusuh menikmati hangatnya kopi tahlil yang saya pesan ke Pak MZ Arifin UZ untuk dibawa ke Agrinex ?☕

ALI FAUZI
Kalau saja ada peserta camping perusuh CHD di Agrinex yang bikin tulisan reportase seputar camping itu: Dari berangkat sampai bubar. Kalau tulisannnya menarik dan tidak terlalu mbulet, Pak DIS mungkin menjadikannya tulisan CHD besok (Minggu, 1 Januari 2023). Kalau tulisannya mbulet banget, susah mengeditnya. “Dari pada mengedit tulisan yang super mbulet, lebih baik menulis sendiri. Lima menit kelar,” kira-kira begitu gerundelan Pak DIS saat mau mengedit tulisan super mbulet itu.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tahun Perusuh

Tutup tahun

Dengan gelak bersama

Dan derai air mata pribadi

Sawit dan batu bara membuat orang kaya raya

Dan hatiku berduka

***

HAMPIR saja saya teruskan puisi tutup tahun itu lebih panjang lagi. Tapi terlalu sedih. Duka tidak boleh dibagi. Apalagi di hari menjelang tutup buku happy ending seperti ini.

Saya harus move on. Fokus ke Cikeucik. Di Banten Selatan. Di situlah saya tutup tahun ini bersama 21 Perusuh Disway.

Istilah ”Perusuh” itu saya pinjam dari salah satu komentator. Saya lupa siapa komentator pertama yang menciptakan istilah perusuh itu. Mungkin perlu ada yang mengaku.

Istilah ”perusuh”, yang saya ingat, tidak ada hubungannya dengan kritik atau permusuhan. ”Perusuh” di situ adalah gelar untuk komentator yang mengacaukan topik bahasan dengan canda dan plesetan.

Itulah sebabnya saya suka dengan istilah ”Perusuh” –dengan makna khusus seperti itu. Saya khawatir jangan-jangan istilah ”Perusuh” lama-lama kehilangan lucunya.

Maka saya membayangkan kumpul-kumpul para Perusuh ini akan penuh dengan canda, saling gojlok dan tukar nomor telepon.

BACA JUGA: Tahun Gegap

Sayang hanya 20 orang yang terpilih kumpul. Disesuaikan dengan kapasitas kamar yang masih tersedia di Agrinex. Padahal peminat begitu banyak. Terpaksa diundi.

Yang terjauh: dari Riau. Atau dari Bali. Juga Palembang. Selebihnya dari Jawa, relatif merata.

Rasanya saya sendiri sedikit kagok. Hanya satu orang dari 21 perusuh itu yang saya kenal secara pribadi. Yakni mbak Dipa, si wanita Disway, yang juga relawan Vaksin Nusantara dari Depok.

Tentu saya ingin tiba yang pertama di Agrinex ini. Ingin menyambut mereka. Saya sendiri belum pernah ke lokasi itu. Saya ingin segera tahu seperti apa kebun Agrinex. Saya pernah ke Malingping dan sekitarnya, tapi belum pernah ke Cikeusik –sedikit lebih ke Barat dari Malingping.

Ternyata saya harus mampir Semarang. Maka rencana berangkat dari Surabaya habis Subuh dimundurkan. Tidak ada gunanya berangkat terlalu pagi. Acara di Semarang itu pukul 10.00. Surabaya-Semarang hanya perlu waktu 3 jam naik mobil.

Di Makodam IV Diponegoro itu saya menyerahkan plakat. Salah satu batalyon di Kodam Diponegoro menjadi juara 3 dunia World Cup Barongsai-Naga.

Foto: Disway.id

Itulah Tim Naga Batalyon Arhanud 15 Diponegoro. Batalyon ini memang punya tim olahraga Barongsai-Naga. Sering ikut kejuaraan nasional. Sering juara.

BACA JUGA: Tidak Kapok

Maka ketika ada kejuaraan dunia, Arhanud 15 yang mewakili Indonesia. Kami mintakan izin ke Pangdam Diponegoro. ”Kami” yang saya maksud adalah Persobarin, Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia. Saya ketua umumnya. Malu. Sudah 20 tahun lebih.

Juara pertamanya Tiongkok. Kedua, Macao. Ketiga, Indonesia (Arhanud). Plakat saya serahkan ke Kasdam Brigjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P. Hadir para asisten Kodam. Juga Danyon Arhanud 15 Letkol Arh Viky Hereandi, S.Sos.

Dari Semarang saya menuju ke kamp Perusuh. Lewat Tegal, Cirebon, Jakarta, dan Pandeglang. Dengar akan lewat Tegal, istri saya intervensi: harus mampir sate Cempe Lemu. Kebetulan hanya 50 meter dari exit tol Tegal. Kebetulan pula sudah berkali-kali nyate di situ.

Meski bukan anggota suami takut istri, saya tidak berani menolak permintaannyi. Apalagi didukung Kang Sahidin, Pipit, dan Nicky. Pipit, Anda sudah tahu: panitia camping. Nicky Anda juga sudah tahu: koordinator relawan Vaksin Nusantara Surabaya. Pipit adalah staf khusus direksi J.W. Marriott Surabaya. Nicky staf khusus di perusahaan Isna Iskan.

Syukron, direktur Disway Radar Tegal, memesan 100 tusuk Cempe Lemu. Tambah sop kambing dan gulenya. Pipit terus melihat jam: waktunya segera berangkat ke Cikeusik.

Akhirnya kami tiba di Cikeusik paling akhir. Rombongan bus Perusuh sudah tiba di Agrinex pukul 17.00. Pada jam segitu saya masih macet di tol Jakarta.

BACA JUGA: Alat Puruhito

Sambil macet itu saya terusik oleh lalu-lintas komentar di Disway. Akankah hujan badai dan halilintar menyambut para Perusuh? Akankah tenda-tenda di kamp itu akan beterbangan? Apakah ancaman tanah longsor akan jadi bencana akhir tahun?

Ataukah semua itu hanya khayalan nakal para Perusuh. Yakni yang iri karena kalah undian. Dengan maksud agar ada yang takut, mengundurkan diri, untuk bisa digantikan?

Saya menengok ke langit. Terang. Mendungnya tipis. Pun di langit Banten.

Kami juga berunding bagaimana cara mengadakan air panas untuk mandi keesokan harinya. Untuk saya. Juga untuk perusuh yang umurnya sudah mengejar saya.

Maka kami sepakat: Kang Sahidin akan membuat tungku darurat. Toh pasti banyak dahan kering di sekitar kamp. Kang Sahidin biasa bakar ikan. Nicky sudah membawa teko besar. Pipit membawa teko yang sama. Rupanya Pipit begitu terpengaruh oleh komentator yang nakal soal air panas.

BACA JUGA: Rebutan Alat

Begitu mendengar bus rombongan tiba lebih dulu, saya langsung minta Pipit edarkan angket lewat HP: bagaimana kesan pertama mereka. Pilihan jawabannya hanya tiga: senang, biasa, kecewa.

Tiga orang langsung menjawab: senang. Yang lain tidak segera merespons. Mungkin sibuk cari kamar masing-masing. Ternyata mereka menerima kunci kamar. Bukan disuruh tidur di tenda. Sebagian lagi mungkin sibuk mengecek sekitar kamar: apakah ada kemungkinan didatangi ular, seperti yang diancamkan sebagian komentator.

Ternyata langit terang. Tidak hujan. Tidak badai. Tidak ada petir. Entah kalau sudah ada yang datang diam-diam melepaskan ular dekat kamar vila itu.

BACA JUGA: Natal X’Mas

Banten sudah berubah. Sudah ada jalan tol 45 km dari Panimbang ke Pandeglang. Tol baru. Diresmikan Agustus tahun ini. Ini untuk kali pertama saya tahu ada tol menuju Pandeglang.

Memang Agrinex masih 2 jam dari mulut tol baru ini. Tapi jam 20.50 saya sudah bisa tiba di lokasi. Tanpa tol baru itu bisa jadi jam 24.00 saya baru tiba ketika mereka sudah terlelap menunggu ular.

Perjalanan Surabaya-Cikeusik harusnya melelahkan. Tapi semangat selalu bisa membunuh capek. Apalagi inilah kali pertama saya bersua dengan orang terdekat saya.

Gibran, Low Tuck Kwong, Sambo, Messi, Rara, Lesti, Putin, Kebaya Merah mewarnai tahun ini. Pun para Perusuh Disway mewarnai langit Cikeusik. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 30 Desember 2022: Tahun Gegap

Leong putu
Telat 0.035 detik. Semua gegara foto Nita Gunawan. Sekejap saya perhatikan, matanya seperti berkedip ke saya, ternyata saya yg masih belum 100 %. Hahaha…. Dasar mata lelaki …wkwk

ALI FAUZI
Pak DIS membanggakan diri bisa wawancarai langsung orang terkaya baru Low Tuck Kwong –di tengah banyak media menulis: Tidak diketahui siapa Low Tuck Kwong. Saya acungi 20 jempol bila Pak DIS bisa wawancarai langsung Harun Masiku di tempat persembunyainnya.

Eddie Sebastian
Ex presiden ACT HANYA dituntut 4 tahun penjara atas dakwaan penggelapan Rp 117.000.000.000,00. Bagaimana hukum negara kita bisa membuat kapok orang korupsi?! Bandingkan dengan hukuman penjara untuk maling ayam. Oleh karena itu, tidak mengeherankan tidak sedikit yang menjuluki negeri kita sebagai negeri para bededah tempat munafikun berkumpul. Pengadaan kitab suci pun dikorupsi, padahal kitab sucinya diletakan diatas kepalanya waktu disumpah jabatan. Semua tahu tahu bahwa law enforcement lah yang menentukan peradaban sebuah bangsa, tapi para “penegak hukum” justru menjadi penghalang penegakan hukum itu sendiri karena termasuk salah satu pemainnya yg disebut sbg oknum. Ironi dan sekaligus memprihatinkan!!!

Digital Media Litarecy Channel
Sayangnya, pemakan kue terbbesar dari pertumbuhan itu masih didominasi kelompok oligarki. UMKM hingga rakyat kecil bisa naik kels kapan bah?

Leong putu
Bila sedang berkeringat / Janganlah Engkau langsung berenang / Keberhasilan tak kan diingat / Kegagalanlah yang kan slalu dikenang / … 365_mantun lupa. #harun_mas_iku #Kanjuruhan

Juve Zhang
Betul ,paku saja impor made in India, jarum jahit impor made in China, bahkan kandang kucing ada Made in China. Semua Made in China dan India merajai. Di toko besi, toko kelontong, bahkan ada pak haji bangga casing hp dan sandal jepit impor made China. Saya geleng geleng kepala. Sandal jepit cuma 20 ribu. Ongkir nya gimana ya ngitungnya??? Otak saya gak nyampe ,kalau sandal jepit impor dari Tiongkok dijual online cuma 20 ribu.

Jimmy Marta
Mau bergairah, bayangkan duwite datuk Low. Terlalu jauh…bayangkan tabungane abah. Masih jauh… lihat Luna maya dan Nita gunawan. Masih gk terjangkau juga…datanglah esok senam di cikeusik bareng mba pipit…. wkwk..

Juve Zhang
Subsidi moblis .motlis. sangat keliru.itu meniru Tiongkok. Mereka sudah stop subsidi moblis. Harusnya keringanan pajak .keringanan beaya listrik. Di Norwegia moblis bebas parkir .bebas cas listrik alias gratis. Bukan kasih uang 80 juta. Itu Menperin kalau dapat usulan nya dari pemilik pabrik mobil. Keliru kalau dia setuju. Survey ke Norwegia dulu.

Mahmud Al Mustasyar
Kalau datuk Low rela membangun jalan sepanjang 100 km di pedalaman kalimantan dgn anggaran 3 T sewaktu saham BYAN berharga Rp. 54.000,- (sebelum stock spilt); maka sudah sewajarnya kalau Datuk Low bersedia lagi membangun jalan yg lebih panjang lagi sewaktu harga saham pagi ini sudah menyentuh harga Rp. 20.625,- setelah stock split (setara Rp. 206.250,- sebelum stock split) atau hampir 4 kali lipat. Makanya nggak heran kalau beliau menjadi orang paling tajir di negeri ini. Ya … minimal lubang² bekas tambang yg banyak dikeluhkan masyarakat bisa direhabilitasi kembali. Semoga saja.

AnalisAsalAsalan
Solusinya mudah: 1. Sakit karena merokok tidak ditanggung BPJS. 2. Miskin tapi merokok tidak dapat BLT. Wani? Hahahahaha.

EVMF
Menjelang akhir tahun ini pula, ada sesuatu yang menggelitik hati saya : ” Pemerintah mematangkan rencana untuk melarang penjualan rokok batangan atau ketengan. Ini seiring dengan telah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023. Dalam Kepres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2022, termuat Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. ” (CNBC Indonesia). Apakah akan efektif dalam artian bisa mengurangi jumlah perokok dan mengurangi dampak buruk merokok terhadap kesehatan masyarakat ?? Maaf… Pakde Jokowi, sepertinya itu akan sia-sia saja !! (1).

Johannes Kitono
Saat ini manteman komentator yang terpilih ke Camp Agrinex pasti sedang persiapkan diri. Ada yang bawa Indomie, Sari Roti, thermos dan tentu saja Aqua. Bagi yang takut di gerayangi ular ketika tidur di tenda. Coba bawa belerang/ sulfur dan tebarkan disekitar tenda. Pasti ular sanca maupun cobra malas mampir ke tenda. Dan diantara 20 manteman yang beruntung terpilih oleh mb Pipit. Coba dipilih Best Actornya. Misalnya yang berani kembali ke alam seperti suku Baduy. Senam pagi pakai cawat kulit kayu dan minumnya langsung dari air bening di kali. Tidak perlu tidur, nyanyi nyanyi di api unggun saja sampai pagi. Toh camping di Agrinex sehari saja. Selamat Tahun Baru 2023 dan salam dari Bali.

Leong putu
Wakakakak….kek… Presiden dah dari Jawa. Baiknya ketum perusuh dari luar Jawa saja… Biar terjadi keadilan… Hahaha…. @Amat saja. Kalau kampanye.saya yg jadi bendaharanya.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tahun Gegap

KEMPALAN: TAHUN 2022 ini kita tutup dengan happy ending: perkawinan kolosal di Yogyakarta dan Solo. Semua bahagia. Pengantinnya maupun masyarakat awam.

Ada yang mengatakan itu merupakan ”Perkawinan Abad Ini”. Keluarga Presiden Jokowi telah memberikan hiburan masal yang sangat masif. Plus kebanggaan bagi para pencinta budaya Jawa. Pengantin laki-laki putra bungsu Presiden Jokowi. Pengantin perempuannya Putri Indonesia. Cantik nan cerdas. Dia wanita idaman.

Pengemasan perkawinan ini begitu indah. Tentu menteri pariwisata harus berterima kasih. Tanpa sedikit pun anggaran bidang pariwisata telah tersaji atraksi pariwisata kolosal. Inilah kegiatan pariwisata terbaik selama… terserah Anda. Setidaknya 10 tahun terakhir. Mungkin selama 22 tahun terakhir. Atau 50 tahun terakhir. Benar-benar ‘perkawinan abad ini’.

Penderitaan massal selama tiga tahun pandemi seperti kemarau panjang yang tiba-tiba dapat hujan deras. Inilah Desember yang penuh gegap gempita. Mungkin bisa menjadi pemanasan yang sempurna bagi pesta Old and New besok malam. Lupakan Covid. Ganti dengan kegembiraan.

Pun bulan sebelumnya: November 2022. Kita mendapat sajian luar biasa: gala dinner KTT G-20. Megah, glamour, membanggakan dan menghibur. Memang, penutupan Piala Dunia di Qatar luar biasa. Sejajar dengan Olimpiade Beijing. Atau lebih indah lagi. Tergantung. Anda lahir tahun berapa.

BACA JUGA: Tidak Kapok

Bencana alam di antara kemegahan-kemegahan itu seperti tidak mengganggu semangat kita untuk tetap bergairah. Bencana gempa Cianjur sudah ditutup dengan upacara masal. Sekitar 8.000 korban gempa hadir. Presiden Jokowi membagikan langsung dana rehabilitasi rumah korban gempa Cianjur.

Pesta-pesta besar telah membuat semua hal menjadi kecil. Apalagi hanya sekadar camping perusuh Disway di Kampung Agrinex, Cikeusik, Pandeglang, nanti malam.

Tahun ini hujan masih terus berlangsung. Nyaris sepanjang tahun. Tidak ada kemarau panjang tahun ini. Sudah tiga tahun petani bisa sibuk dengan sawah dan ladang mereka. Bisa tanam pagi 3 kali setahun.

Tahun ini juga ditandai dengan berbagai peristiwa ekonomi yang sangat besar. Harga minyak sawit mencapai puncaknya dalam sejarah. Indonesia mendapat durian runtuh. Musangking semua. Memang krisis minyak goreng itu disertai heboh-heboh. Tapi teratasi. Termasuk dengan BLT jenis baru: BLT minyak goreng.

Peristiwa besar memakan korban besar. Tokoh reformasi Lin Che Wei ditangkap. Ekonom beken itu hari-hari ini diadili. Tuduhannya: melakukan permainan dengan pejabat kementerian perdagangan. Seorang dirjen juga jadi terdakwa.

BACA JUGA: Alat Puruhito

Minyak sawit kita menjadi durian yang runtuh tidak habis-habisnya. Terima kasih Pak Harto. Pembukaan perkebunan sawit besar-besaran di ”lebih enak zamanku to” itu membuat Indonesia menjadi raja sawit dunia: mengalahkan Malaysia.

Sawit masih terus mengalirkan rezeki sampai pun Pak Harto sudah lama tersenyum di alam sana.

“Heboh Tahun Ini” lainnya adalah batu bara. Harga batu bara juga mencapai yang tertinggi dalam sejarahnya. Lagi-lagi durian musangking runtuh masal di atas langit Indonesia.

Saya juga menyebutnya sebagai “Duria Low”. Itulah judul buku yang saya terbitkan tahun ini. Yakni buku tentang Low Tuck Kwong. Pemilik tambang batu bara Bayan Resource Group.

Durian Batu Bara telah mengorbitkan Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya baru Indonesia.

Tiba-tiba saja Low mengalahkan orang terkaya Indonesia selama lebih 15 tahun terakhir: Keluarga Hartono, pemilik grup pabrik rokok Djarum, Kudus. Tahun 2022 ini menjadikan Low No 1 terkaya Indonesia.

BACA JUGA: Low 100 Kilo

Banyak media menulis: tidak diketahui siapa Low Tuck Kwong. Ada media yang sampai mewawancarai banyak pengusaha sekadar untuk menulis “Kami pun tidak tahu siapa dia”.

Pembaca Disway tentu tahu siapa Low Tuck Kwong. Saya menuliskannya dalam satu seri di Disway. Yakni setelah saya dua hari bersama Low Tuck Kwong di pusat tambang batu baranya nun di pedalaman hulu Mahakam. Serial itulah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Durian Low.

Tahun ini, kekayaan Low Tuck Kwong, naik di atas Rp 30 triliun. Hanya dalam satu tahun. Bacalah sendiri di arsip Disway –karena bukunya sudah habis terjual.

Sawit dan batu bara membuat negara menjadi punya uang: bisa membayar utang. Juga bisa memupuk cadangan devisa. Anda sudah tahu: zaman Presiden Jokowi adalah zaman cadangan devisa terbesar dalam sejarah kemerdekaan kita. Sempat mencapai USD 150 miliar.

BACA JUGA: Durian Low

Hilirisasi nikel juga sukses besar tahun ini. Nama Luhut B. Pandjaitan meroket. Pada awalnya dicampakkan di comberan. Kini bersinar di atas langit.

Demikian juga pengambilalihan saham Freeport. Nama Luhut berkibar-kibar.

Semua itu muaranya di pertumbuhan ekonomi. Indonesia menjadi bintang pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022: mencapai lebih 5 persen tahun ini.

“Perkawinan Abad Ini” telah menutup tahun 2022. Orang terkaya baru, juga menandai tahun ini. Nasib baik tetap ada di tahun buruk sekalipun. Apalagi nasib jelek. Pun seperti yang dialami Lin Che Wei. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 29 Desember 2022: Tidak Kapok

AnalisAsalAsalan
@LP Suatu ketika di Bali, ada yang menyapa, “Ken Ken kabare, Beli Obama.” Obama menjawab, “Becik-becik dogen, taiye.” “Lho, sampiyan tretan dhibik? Dari Enggres Temor? Madura?” Sambil tersenyum Obama menjawab, “Nama saya Obama, Orang Bali Asal Madura.” Obama KW ternyata. Hahahahaha.

Juve Zhang
Mayoritas komentator Disway orang swasta yg jauh dari Hingar bingar proyek. Anda lihat mengapa proyek besar disini selalu dimenangkan oleh BUMN dan BUMN nya rugi terus. Wkwkw. Proyek besar itu sudah ” dipagari” oleh koalisi. Kontraktor swasta yg gede sudah “paham” gak bisa ikut terlibat, kadang ada satu dua yg di ajak sekedar “partisipasi” . Kadang swasta yg jaga kualitas tak minat ikut.”merepotkan” prinsip GCG nya. Sebagai kuli di BUMN Tiongkok dulu kita paham tak masuk ke daerah “gelap” dan “membahayakan” bukan tak mampu kerja.

Alex Ping
Lah kok yo ngono bah, teman saya aja selingkuh ketauan ya dibaleni maneh kok. Podo Ra Kapok e bah. Pas ditanya mending mana ketauan korupsi apa ketauan selingkuh? Begini katanya: Sekali kita ketauan korupsi (catat: bagi yang ketauan aja) maka kita akan dilabeli Koruptor, tapi beda dengan selingkuh (catat: bagi yang ketauan juga ya), maka yang dilabeli adalah selingkuhan kita: Pelakor. Jadi sudah jelas dari predikat yang diberikan, mana yang lebih disalahkan. Dan lagi katanya, sebenarnya selingkuh itu step awal dari korupsi. Tapi kalo selingkuh aja ketauan, udah jangan coba2 korupsi. Bayangin nutupin dari 1 orang aja lu kagak bisa, apalagi mau nutupin dari banyak orang. >.<

Amat Kasela
Bagi koruptor laki, kuncinya ada di bininya. Kalo bini melarang korupsi sangat mungkin laki tak akan korupsi. Berani membangkang bini? Kalo perusuh Disway pasti taat, patuh. Karena seringgi apa pun pangkat si laki, pangkat bini setingkat lebih tinggi.

Lagarenze 1301
Ada yang menarik dari Pemilihan Rektor Universitas Lampung pada Rabu (28/12/2022). Rektor yang terpilih, Prof Lusmeilia Afriani (Prof Lusi), akan menjadi rektor perempuan pertama Unila. Hal menarik lainnya, Mendikbudristek melimpahkan seluruh suara (35 persen) kepada Prof Lusi, calon rektor yang raihan suaranya paling kecil pada pemilihan tahap pertama. Prof Lusi saat ini menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila. Dua calon rektor lainnya adalah wakil rektor: Prof Asep Sukohar (Wakil Rektor II Bidang Keuangan) dan Prof Suharso (Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama). Pada pemilihan tahap pertama (untuk menetapkan calon rektor, yang memilih hanya anggota Senat), Prof Suharso meraih suara terbanyak 21 suara, lalu Prof Asep 10 suara, dan Prof Lusi 7 suara. Pada pemilihan tahap kedua (pemilihan rektor), suara senat hanya 65 persen yang setara 46 suara. Sebanyak 35 persen lainnya yang setara 25 suara menjadi hak Menteri. Pada akhirnya Prof Lusi menang dengan raihan 44 suara (25 suara dari Menteri dan 19 lainnya dari anggota Senat). Prof Suharso hanya 21 suara dan Prof Asep 6 suara. Tak ada indikator yang jelas untuk pelimpahan suara Menteri. Namun, dalam pemilihan ini, sepertinya Menteri memilih calon yang paling aman. Dua calon lainnya adalah wakil rektor, yang mana rektornya, Prof Aom Karomani, dan juga Wakil Rektor I Prof Heryandi, ditangkap KPK karena kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Leong putu
Sungguh enak sambal terasi / Nasi hangat goreng hati / Nikmat tenan hasil korupsi / Namun tak bikin tenang hati / … 365_mantun korupsi

Jimmy Marta
Punya sertifikat lkpp untuk jadi pejabat itu kadang dilematis. Satu sisi, punya lisensi itu kebanggaan. Dipilih dari kantor hanya bbrp, yg lulus hanya satu. Dari puluhan peserta, hanya belasan yg lolos. Namun disisi lain ada ketakutan. Karena jadi panitia itu ibarat jalan licin. Gk hati2 terpeleset. Saat pelatihan gabung dg puluhan orang dari bbrp instansi. Yg menarik adalah beda prinsip peserta. Yg serius ikut dg tekun. Tp sebagian malah, setengah rius saja. Takut lulus . Punya sertifikat pengadaan itu, ibaratnya satu kaki dah di penjara. Harusnya gk perlu ada takut berlebihan untuk jd panitia pengadaan. Perpres tentang ppbj hampir tiap tahun disempurnakan. Pengadaan sistem e-prouc sebenarnya cukup baik. Ketemu calon vendor boleh dikatakan tdk ada. Tentu pertanyaanya, dimana peluang “bermainnya”?. Kalau soal penyusunan anggaran di pemprov sy gk tahu banyak. Bgmn itu proposal, aspirasi, musrenbang, sidang2 sampai jadi apbd, sy gk paham secara mendalam. Jadi apakah dititik ini ada dibuat celah, entahlah. Dari sisi panitia, e-proc itu mestinya gk ada celah. Peserta lelang dan panitia hanya bermain sarat dan ketentuan. Jika S&K dibuat fair, dititik ini gk ada peluang korupsi.

Mahmud Al Mustasyar
Bagaimana akan kapok ? 1. Beberapa kewenangan KPK telah dipangkas. 2. LBP : OTT tidak bagus bagi negara. 3. KPK : Koruptor yg kena OTT hanya karena apes. 4. KUHAP : Hukuman koruptor diperingan. 5. MA : Beberapa kali memangkas hukuman koruptor. 6. LP : Koruptor bisa bangun ruang tahanan ssd keinginan. 7. Remisi hukuman bagi koruptor. 8. Setelah keluar dr LP, bisa menjadi calon legislator. 9. Uenak tenan.

Er Gham
Di negara lain korupsi terjadi karena karena adanya kesempatan atau peluang. Ada celah atau lubang yang bisa dimanfaatkan. Yang gila di negri pandora, celah atau peluang itu memang sengaja diciptakan. Sengaja dibuat. Untung negri wakanda tidak mengadopsi hal itu. Oh ya?

Otong Sutisna
Pemerintah kalau ke rakyat, tabung gas 3kg ditulisi untuk rakyat miskin, kenapa kalau suami kuroptor harusnya sama dituliskan di jidatnya hanya untuk istri koruptor

Leong putu
Awalnya biasa – biasa saja. Lalu mulai ada rasa. Pertama kali, duuuh dada berdebar kencang. Dalam hati berkata “cukup kali ini saja”. Ternyata, terlanjur cinta. Lalu mulai cari – cari kesempatan, lama – lama ketagihan. Selanjutnya terserah anda. Saat ketahuan cari saja alasan. Ahhh hidup selalu ada tantangan dan godaan. Cinta membuat mata dan hati buta. Boleh memiliki, tapi jangan sampai mencinta. Sbab cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan. #Bukan akar pasak bumi.

Mirza Mirwan
Indonesia adalah negara Pancasila, di mana sila pertama adalah Ketuhanan Yang Mahaesa. Sedang AS adalah negara Tanpasila. Tapi coba bandingkan sumpah anggota DPR keduanya. * Sumpah anggota DPR AS : “I do solemnly swear that I will support and defend the Constitution of the United States against all enemies, foreign and domestic; that I will bear true Faith and allegiance to the same; that I take this obligationbfreely, without any mental reservation or purpose of evasion; and that I will well and faithfully discharge this duties of the office on which I am about to enter. So help me God.” * Sumpah anggota DPR RI : “Saya bersumpah saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, sesuai dengan pedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi dan golongan. Bahwa saya akan memperjuangkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.” Yang negara Tanpasila diakhiri dengan “mohon pertolongan Tuhan”, sementara yang “ber-Ketuhanan Yang Mahaesa” malah tidak. Mungkin karena itulah banyak anggota dewan yang jadi koruptor.

Jokosp Sp
Gaji 100 juta rupiah per bulan belum tunjangan dan ceperan. Coba tak tulis dengan benar, gaji Rp 100,000,000,-/ bulan belum tunjangan dan ceperan. Lah gaji segini ini besarannya sama dengan direktur perusahaan besar, sama dengan direktur perusahaan BUMN. Gaji segitu besar kok masih cari – cari proyek yang masih berhubungan dengan kerjanya. Ini namanya jeruk makan jeruk. Apa di swasta dibolehin seperti itu?, jelas tidak boleh. Ada aturan, ada pranata yang jelas, terawasi dan sangsi yang jelas. Makanya gimana negara yang katanya adiluhung, gemah ripah loh jinawi ini akan makmur kalau aparatnya masih seperti itu. Pemberantasan korupsi tidak membuat efek jera. Simpanan masih buanyaaaaak, selesai hukuman lebih cepat karena banyaknya remisi. Seharusnya semua asetnya disita oleh negara, dihukum berat, beri sangsi sosial, dan tidak ada remisi. Lah koruptor kok dapat remisi, orang yang jelas sudah menyengsarakan rakyat dan menggerogoti uang rakyat ( negara kan tugasnya mengelola ). Sistem pencalonan harus beli suara rakyat. Spanduk dan janji terlihat tidak penting, hanya sekedar kamuflase. Reses juga buat cari masa untuk pencalonan berikutnya, mbagi – bagi duwid di daerah pendukungnya. Wis palingan ya begitu itu. Ancur minah………

Fra Wijaya
Namanya jg perusuh mosok yo dimulyakan,mngkin itu bagian dari hukuman buat kaum perusuh…salam rahayu..

Pryadi Satriana
Abah iku wis tuwek ngono ‘ngakali’ wong liyo ae? Disway ‘rame diwoco’ karo ‘rame iklan’ kan gara2 komentatator juga, mosok komentator ‘diplokotho’ terus? ‘Digorohi’ sisan! Koyok2-o komentator diajak ‘jalan2 ke Agrinex GRATIS! Yo ‘gratis’ Bah, wong sampeyan gak metu duwek babar blas nang Agrinex, lha wong ‘villa pertanian biasa’ iku pancen milik Bu Rifda. Paling sing nanggung mangan nang kono yo Bu Rifda sbg ‘tuan rumah’, itung2 wis dipromosino nang Disway. Dadi ‘Kamp Agrinex’ iku yo ‘pancen gratis’ gawe sampeyan. Sampeyan budal nang Agrinex yo ‘gratis’, soale iso njupuk saka duwit iklan. Lha komentator kan yo budal nggawe duwit-e dewe2. Iku jenenge para komentator mbok ‘plokotho’, Bah. Wis ‘diplokotho’ lha kok koyok-e ‘digorohi’ sisan. Pemberangkatan diubah dadi saka Hotel Swissbell, Tangerang. Alesane bis ora iso ‘manuver’ lek budal saka kantor Disway, Palmerah. Mosok to, Bah? Lha sak durunge opo ora dipikir? Opo sing ngatur ‘goblik’ kabeh? Sampeyan golek2 alasan ae, sak jane ngomong ae terus terang, budal saka Hotel Swissbell merga sampeyan njujug kono saka bandara. Terus terang ae, gak usah golek alesan macem2. Aku wis biasa ngomong ‘ceplas-ceplos’, Bah. Lek onok sing tak omongno iki sing gak bener yo sampeyan koreksi ae. Sepurane lek sing tak omongno iki onok sing ‘nglarani ati’ sampeyan, iku ngono yo guduk karepku, aku mung niat ‘ngritik’ sampeyan. ‘Nothing personal’, Bah. Mugo2 seger waras kabeh. Salam. Rahayu.

agus budiyanto
Manusia dikasih satu lembah emas minta dua lembah emah, dikasih dua lembah emas minta tiga lembah emas, akan diam setelah mulutnya disumpal tanah.

Amat Kasela
Putri berias di depan cermin/ Gelas terjatuh jadinya pecah/ Musim hujan musimnya kawin/ Lebih enak bobok di rumah. Wkwkwkwk

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tidak Kapok

INILAH Natal gelap bagi Sahat Tua Simanjuntak: jadi tahanan KPK di Jakarta. Tahun baru nanti juga gelap bagi wakil ketua DPRD Jatim dari Golkar ini.

Yang menarik: kok peristiwa seperti ini terjadi lagi. Padahal dua periode lalu sudah ada yang kena tangkap. Di kasus yang sama. Yang ditangkap waktu itu: Ketua DPRD Jatim KH Fathorrasjid. Dari PKB.

Periode lalu, juga ada yang ditangkap. Di Sumut. Di perkara yang sama. Bahkan, yang ditangkap itu hampir semua anggota DPRD Sumut. Mulai ketua sampai anggota.

Pun di DPRD Kota Surabaya. Enam orang terdiri dari pimpinan dan anggota DPRD ditangkap. Diadili. Masuk penjara. Hanya satu yang dinyatakan bebas: Ratih Retnowati, dari Partai Demokrat.

Pokok pangkalnya sama: dana jaring aspirasi masyarakat. Akronimnya Jasmas. Nama bisa beda. Tergantung daerah dan tahun berapa. Pada zaman Fathorrasjid dulu namanya panjang: Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat. Disingkat P2SEM.

BACA JUGA: Alat Puruhito

Anggota DPRD itu, di mana-mana, ternyata terbelit masyarakat. Atau membelit masyarakat. Mereka merasa harus memberi sesuatu kepada masyarakat yang memilih. Bisa uang, bisa proyek.

Mereka juga tahu. Mirip iri: pejabat di eksekutif itu punya proyek. Mereka bisa dapat uang dari proyek. Padahal kedudukan mereka sama: sama-sama bagian dari Pemda. Mengapa hanya eksekutif yang bisa dapat uang dari proyek. Berarti anggota DPRD juga harus dapat proyek. Dan bisa dapat uang dari proyek.

Dulu soal iri itu diselesaikan lewat sogokan. Eksekutif menyogok legislatif. Tapi nyogok anggota DPRD itu sudah dianggap kuno. Juga gampang ketahuan. Maka dicarikanlah jalan memutar. Yang penting tujuannya sama: dapat uang.

Mungkin ada sahabat Disway yang tahu sejarah: siapa penemu Jasmas ini. Ia kreatif sekali –dalam menciptakan peluang. Saya juga ingin tahu: tahun berapa Jasmas didirikan. Pernah ganti nama apa saja. Eksistensi Jasmas ini begitu kuat. Kukuh. Seperti bangunan yang menggunakan Semen Padang.

Nama Jasmas pun keren: jaring aspirasi masyarakat. Di bulan tertentu DPRD memang istirahat sidang. Anggota dewan memasuki masa reses. Teorinya, masa reses dipergunakan untuk mengunjungi daerah yang memilihnya. Anggota dewan menemui rakyat yang diwakili. Yakni, teorinya, untuk menyerap aspirasi masyarakat.

BACA JUGA: Rebutan Alat

Anggota dewan dapat anggaran perjalanan untuk berkunjung ke daerah pemilihannya itu. Tidak harus ada laporan pertanggungjawaban: apakah ia/dia benar-benar melakukan perjalanan atau tidak.

Aspirasi masyarakat tersebut dicatat oleh anggota dewan. Lalu dibuatlah proposal proyek. Yang membuat bisa masyarakat sendiri. Bisa juga anggota dewan. Bahkan sering juga proposal itu dibikinkan pihak ketiga.

Proposal itulah yang diajukan ke Pemda. Lalu dimasukkan ke rencana anggaran (RAPBD). Rencana anggaran itu dibahas bersama antara Pemda dan DPRD.

Kalau proposal hasil serap aspirasi itu tidak dimasukkan bisa jadi RAPBD tidak disahkan. Pengesahan APBD itu biasanya terjadi di bulan November. Berarti, untuk APBD tahun 2023 sudah disahkan bulan lalu.

Karena sudah disahkan, maka anggota DPRD sudah tahu bahwa usulannya sudah masuk APBD. Berarti sudah pasti sudah disediakan anggarannya. Tinggal tunggu pelaksanaan proyek di tahun 2023.

Sahat Simanjuntak itu misalnya, ia sudah tahu: berapa puluh miliar nilai proyek usulannya yang sudah masuk APBD. Ia bisa dapat uang dari situ. Untuk modal ikut Pemilu yang keempat kalinya 2024 nanti.

Uang tahun 2023 itulah yang diincar, agar bisa didapat lebih awal. Maka dicarilah siapa yang bisa membayar lebih dulu: 20 persen dari nilai proyek.

Sahat sendiri sebenarnya dipilih oleh rakyat Ngawi-Magetan-Ponorogo, Pacitan-Trenggalek. Tapi karena ia wakil ketua, wilayah proyeknya lebih luas dari dapilnya. Maka jangan heran kalau proyek wakil rakyat Ngawi ini ada di Sampang, Madura. Proyek di Sampang inilah yang membuat Sahat ditangkap.

BACA JUGA: Natal X’Mas

Fathorrasjid dulu sebenarnya lebih halus. Ia dapat uang Jasmas dari selisih harga barang. Tidak sampai ijon seperti Sahat. Hebatnya, Fathorrasjid tidak “menggigit” pimpinan atau anggota DPRD yang lain. Semua ia akui sendiri. Anggota yang lain pun selamat. Atau mereka bisa cari selamat dengan cara masing-masing. Atau dengan cara terkoordinasi.

Fathorrasjid menjalani hukuman 4 tahun penjara. Begitu keluar penjara ia bisa bebas selama-lamanya: ia meninggal dunia.

Meski bisa menyelamatkan semua anggota DPRD Jatim, Fathorrasjid tidak bisa menyelamatkan dua orang dokter: dokter Bagoes Soetjipto dan dokter I Komang Ivan Bernawan. Nama dua dokter terlibat karena ada di proposal proyek.

Dokter Bagoes ketakutan. Ia lari ke Malaysia. Di sana bersembunyi. Lama-lama buka praktik. Ketahuan. Ditangkap. Dibawa pulang ke Indonesia. Ia langsung dimasukkan penjara di Porong. Ia dihukum 28 tahun tanpa bisa membela. Hukuman itu dijatuhkan in absentia: saat ia dalam pelarian.

Dokter Bagoes bebas lebih cepat dari hukumannya. Ahli penyakit dalam itu meninggal di penjara. Yakni menjelang wabah Covid-19 lalu.

Tinggal dokter Komang yang masih harus lebih sabar menjalani sisa hukuman Jasmasnya.

Jangan-jangan tinggal di Jatim proyek model Jasmas ini masih eksis. Di kota Surabaya sendiri sudah dihapus. Sejak terjadi kasus Jasmas APBD 2016 lalu (terbongkar 2018), jenis anggaran itu dihilangkan. Wali kota (waktu itu) Bu Risma menghentikan Jasmas. Proses jaring aspirasi diganti dengan Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). RT/RW mengusulkan proyek ke lurah. Lurah ke Camat. Camat ke wali kota.

BACA JUGA: Gading Wulan

Apakah Jasmas di provinsi Jatim juga akan dihapus? Lalu dari mana anggota DPRD Jatim dapat uang?

Selama ini penghasilan anggota DPRD Jatim sekitar Rp 100 juta/bulan/orang. Kalau unsur pimpinan masih ada tambahannya lagi. Pimpinan apa pun: pimpinan fraksi, komisi, panitia anggaran, pun sampai pimpinan dewan.

Gaji Rp 100 juta itu dianggap tidak cukup. Mereka harus memberi uang ke pemilih. Belum lagi uang saksi di TPS-TPS nanti.

Sahabat Disway yang baru saja bebas dari penjara mengusulkan agar Jasmas dihapus. Itu tidak sehat. Betapa besar anggaran yang menguap. “Katakanlah yang masuk jadi uang komisi anggota DPRD 30 persen dari nilai proyek. Yang 70 persennya pun belum tentu proyeknya ada,” ujarnya.

Kalau Jasmas dihapus dari mana dapat tambahan uang?

“Naikkan saja penghasilan anggota DPRD. Jadi Rp 200 juta,” katanya. “Besar tapi legal,” tambahnya.

Semua anggota DPRD mungkin setuju dengan usul itu. Hanya rakyat yang mungkin akan keberatan. Tapi apalah arti rakyat. Toh sudah mewakilkannya ke mereka. Atau sekali-kali giliran rakyat memikirkan wakilnya: bagaimana agar penghasilan mereka lebih besar lagi. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 28 Desember 2022: Alat Puruhito

AnalisAsalAsalan
@AK Kalau sampean mau makan di luar, ada warung yang laris dan di sebelahnya ada yang sepi. Sampean milih mana? Sebagian besar orang milih yang laris. Dokter juga seperti itu. Di kampung saya dulu — rumah orang tua — dua dokter praktik berseberangan jalan, satu ramai, satu sepi. Jadi, pasien juga yang menentukan.

Mbah Mars
Pagi-pagi begini saya dibuat kaget. Tiba-tiba Prof Puruhito menyebut nama saya, MARS.

r4ud0h 1978
Pernah ikut kuliah umum yang disampaikan oleh salah satu bupati di jawa barat. bupati itu menyampaikan dia tidak disukai oleh dokter di RS kabupaten tersebut, padahal kata dia, dia Hanya memberikan masukan. dokter itu kan dapat fee dari Perusahaan farmasi, itu fee jangan semua masuk ke dokter, tapi misal 70% dokter, 10% dibagikan ke tim Kesehatan yang lain, toh tidak mungkin dokter bekerja sendiri, kesuksesan merawat pasien adalah kerja tim, masa tim Kesehatan lain misal perawat, bidan dan profesi lain tidak dapat, dań itu nominalnya kecil yang akan dibagi kepada semla profesi selain dokter di rs tersebut, dań 20% kenntungan sisanya kembali ke rumah sakit tempat dia bekerja, untuk pemeliharaan alat, untuk membeli alat kesehatan dll, tapi masukan (kebijakan) itu ditolak mentah mentah, dia menjadi bupati yang dimusuhi. trus beliau menyampaikan dokter itu profesi yang sejatinya dari awal kuliah sudah dilatih untuk menjadi profesi yang sombong, karena apa lulus langsung dipanggil dokter, ada semacam lgs jumawa dalam hatinya, ada g sarjana yang lain lulus ketemu dimana saja dipanggil, bu sarjana hukum? bu sarjana peternakan, bu apotek engga mereka tetap dipanggil langsung namanya, tidak dengan gelarnya. pak menkes Hebat lanjutkan pak

La Fazza Artha
Baca Disway kemarin dan hari ini beserta komentar2nya, saya baru paham kenapa orang yg mendapat jadwal operasi lammmmaaaaaaa sekali nunggu tindakannya. Dulu, setiap saya mendengar ada orang yg mau operasi tapi jadwalnya lama sampai 3 bulan saya pikir karena orangnya harus ‘disiapkan’ dulu kondisinya (sering perawat bilang begitu ke pasiennya). Bahkan sampai ada pasiennya jadi jenuh akhirnya pasrah “wis d pundut sing Kuasa ya ora apa apa, drpd nunggu operasi lama. Ikhlas mawon”. Ternyata seperti itu toh cerita “dibalik layar” tindakan operasi di bidang kedokteran. Baru tahu sayanya.

Otong Sutisna
Perusuh, sebenarnya pingin sekali ikut Agrinex, tapi izin istri sangat sulit karena Indra ke 6, 7 perusuh lebih tajam kalau liat yang bening – bening. Mungkin ada solusi dari Abah untuk menyakinkan para istri biar mereka percaya bahwa suami mereka pulang dengan selamat tanpa lecet apapun luar dalam…. Mungkin buat istri perusuh yang mau berangkat ke Agrinex, bisa kerja sama dengan KPU setempat untuk di stempel lebih dahulu “anunya” biar pulang kelihatan jujur apa enggak nya.

Pryadi Satriana
(sambungan) , Jabar, dll. (“Prakiraan Cuaca 31 Desember 2022, BMKG Peringatkan Tahun Baru Hampir Seluruh Indonesia Hujan Lebat”). Gimana di Cikeusik, Pandeglang 31 Des ’22? Pagi-siang hujan berpetir, suhu 24°-28°C. Tokek di kamar saya pun mengingatkan, “Ojo … budhal … ojo … budhal …ojo …”. Ada WA mengingatkan, “Stay home, stay safe.” Aku pun tertunduk diam … Salam. Rahayu.

Leong putu
Budal Gak Budal Gak Budal Gak Budal Gak…..lah itungane pas tiban gak… Hmmmm… WARNING : —————– AWAS TANAH LONGSOR.

Leong putu
@Otong… Setelah saya nego² dengan istri. Saya dijinkan pergi Agrinex. Uang jajan dikasih cukup, bahkan lebih. Namun syarat dari istri yang membuat saya tidak jadi berangkat. “Hp mu tinggal di rumah”: kata istri saya dengan manis senyumnya. Karna senyum itulah saya g jadi berangkat.

bagus aryo sutikno
Apabila ada segudang tomat Bolehkah bawang turut bersanding Bila Kung Pry tidak berangkat Bagai petarung urung bertanding

Pryadi Satriana
Sudah dikonfirmasi: #nginep gratis, kondisi ‘sak ada-e’, masuk angin urusen dewe# Pipit Disway sdh bilang, “Bawa termos & teko listrik, juga handuk dan peralatan mandi. Ketersediaan daya listrik untuk teko listrik masih dicek (, dan alhamdulillah belum ada jawaban).” Pak Mirza Mirwan bilang, “Jangan lupa bawa payung/jas hujan, spy kalau tiba2 hujan ndhak ‘njedidhil’ kayak tikus kecebur got.” Hujan? Apa kata BMKG? BMKG bilang “Jabodetabek Potensi Badai Dahsyat 30 Desember” (cnbc, 27/12/2022). BMKG juga bilang “Potensi HUJAN LEBAT-SANGAT LEBAT untuk Banten

bagus aryo sutikno
Komentar Prof Puruhito sangat mencerahkan. Terima kasih boss Dahlan, dah kerso memuatnya. Feedback yg luar biasa. . Namun mohon ijin, nawaitu misuh2 ning Alhamdulillah bisa auto healing. Gini lho boss Dahlan, sebelum mengurusi negara, ya kesehatannya ya tambangnya, alangkah lebih baik boss Dahlan mengurusi admin Disway. . Mohon luangkan waktu ya Boss, agar admin CARE dng “authorization error” atau “deleted client”. Cobalah diobrolkan boss, bisa login itu prestasi. . Dalam bayangan saya, kalau login mudah, tata ruang ” reply’ nyaman, orang macam boss Eric Thohir juga siap komen. . Prof Puruhito komen via WA, artinya market Disway itu kian luas dan dalam. Yg mau ber komentar pasti juga blanthongan negero. Jangan biarkan ini muspro mung gara2 sulit login. . Pagi ini sendu Boss, gegara 27x login baru bisa penetrasi. Umpomo manten anyar ngunu, mesti udan tangis. “Nggonmu ki ono bolongan’ne ra tho Dik..? ” #Nuwun kawulo nuwun

bagus aryo sutikno
Biasanya dokter ON daily di beberapa tempat. . Taruhlah di klinik A dari 06.00 -08.00 dan di klinik B jam 09.00 – 12.30. . Ndilalah di klinik A ramai. Lha opo iyo moro2 jam 08.00 langsung OFF. Khan kudu “ngabisin” pasiennya. . Automatis di klinik B akan delay. Klinik A biasanya plat hitam dan klinik B biasanya plat merah.

Otong Sutisna
Kadang dengan istri nya juga jarang ketemu, ketemu di tempat tidur sang istri sudah tidur pulas…. begitu bangun Pasien sudah nunggu depan rumah…. selesai di rumah langsung cus ke RS, atau klinik 1,2 bahkan 3…makanya jangan heran istri dokter kinclong 2, mobil, hp, tas, baju dll keluaran terbaru, sang dokter mungkin anda sudah tahu….

AnalisAsalAsalan
@PS Persis seperti anak saya ketika kemah pertama kali saat kelas 5. Dia bertanya terus, “Nanti tidurnya bagaimana?” “Mandinya antri atau tidak?” “Makanannya kesukaanku? Kalau ga, bagaimana?” Pak Pry, Wong sampean sendiri yang menulis tidak takut apa pun. Lha, kemah gitu aja gupuh setengah mati. Jauh panggang dari sate. Kalau sampean memang harus hati-hati, ya ga usah ikut. Menurut analisis saya — yang asal-asalan ini — nanti bakalan capek saat pulang. Bisa jadi camp-nya juga sama pegawai Disway. Satu tenda empat orang. Namun, kalau sampean ikhlas… Ya, anggap saja pengalaman baru, meski pahit, ikut aja… So, gitu saja kok repot. Hahahahaha.

Cah Kene ae
Saya membayangkan, Pak Pry berangkat ke Agrinex nyangklong tas ransel. Kompor, termos dan cangkir seng diikat di tas. Biyuuhhh…..pating grandhul. Kaya tukang kredit panci.

Jimmy Marta
Sangat wajar jk sekelas kita2 perusuh “cemburu” dg life pak bos. Kuat perjalanan jauh. Kurang tidur tp pagi2 tetap berdansa. Dan terlatih serta adaptif dg kondisi yg ada… Coba lihat selevel prof Puruhito aja juga cemburu. Usia beliau hanya bbrp langkah didepan pak bos. Tp beliau pasti dah menjaga sekali kondisinya. Membatasi jalan2 jauh. Mengurangi konsumsi yg berpotensi hipertensi, gula darah , kolesterol dsb nya. Dan bahkan mungkin gk berani menyentuh durian. Salam sehat prof.. Nah bagi yg terpilih ikut camp cikeusik, anda harus sekuat dan seadaptif sohibul bait. Camping itu bukan mondok, bukan nginap. Ini pasti dialam terbuka. Segala kemungkinan cuaca bisa saja terjadi. Bekali saja diri anda dg segala sesuatunya. Pemanas air, jaket, balsem dan parasetamol sekalipun…. Tapi jangan ragu, semua agenda dah dibuat rundown rinci. Ikuti sj acara dg lapang pikiran dan senang hati. Semoga semua lancar dan sehat. Titip salam tuk pak bos DI. Dan jgn lupa tuk mba Pipit juga…haha..

Juve Zhang
Lihat pengalaman berobat 1994 di Tiongkok memang Dokter semua full time di 1 RS. Dan tak buka praktek sore, dan beaya dulu itu very cheap lah .mondok 2 Minggu plus segala makan, obat dll. Setara nginap di hotel bintang 3 selama 2 Minggu. Entah zaman now. Satu hal mereka mengunjungi pasien secara kelompok jadi pasien di bahas oleh beberapa dokter, walaupun di pegang satu dokter tapi dokter lain bisa beri masukan. Gotong royong. Makanya ilmu kedokteran maju pesat di sana. Tapi yg utama jangan sakit berat, merepotkan para dokter. Di kota kecil ada juga dokter top seorang profesor praktek pribadi pake ramuan tradisional herbal, tarifnya suka suka pasien.wkwkwkw. mau ngasih 50,000, 100,000 berapa pun ok. Ilmunya jangan tanya kelas suhu top. Bahkan di panggil ke Amerika buat ngobatin pasien parah. Semakin tinggi ilmunya semakin sosial jiwanya.wwkkw

Munif Arifin
Jadi ingat saat berjuang bersama dengan nyonya, dulu. Untuk menentukan jenis dan regimen kemo, harus menunggu berbulan antri alat mahal itu. Berburu, berjibaku dengan waktu. Celakanya sel kanker itu tak akan mau tahu. Bermanuver tiada menentu. Untung ada fasilitas rawat inap VIP yang segera memangkas waktu tunggu alat mahal itu. Dan beruntung pula setelah itu bertemu dokter berhati malaikat (saya mutlak setuju dengan sebutan para PPDS pada ibu dokter berhati mulia ini). Kami berinteraksi dengan beliau hampir 6 tahun setelah itu. Terima kasih bu. Mugi tulus hati ibu menjadikan lapang Husnul khotimah nyonya.

Theodorus Trianto
Saat Prof Purohito memperdalam pengetahuannya di Univ. Erlangen Jerman , Nib Soehendra juga bekerja di Univ..Eppendorf Hamburg.Nib Soehendra lahir di Jakarta Th 1943. Prof Soehendra kariernya sebagai pelopor dibidang therapie ERCP bukan hanya di Europa tetapi.di dunia. (Wikipedia)

AnalisAsalAsalan
Urun rembug sedikit tentang pendidikan dokter spesialis. Menurut saya tak perlu dipermasalahkan university based atau hospital based. Yang penting kompetensinya. Biarlah dua-duanya jalan, yang penting ada yang menguji kompetensi. Begitu pun gelar, mau sama atau beda juga ga masalah, yang penting kompetensinya. Masalah utama adalah kalau hospital based, apakah setiap dokter spesialis atau spesialis konsultan bisa jadi pembimbing? Belum tentu. Di dunia IT saja, seorang programmer boleh jago, tetapi disuruh ngajar bisa ampun-ampun.

Leong putu
Mbah kliwon saya sarankan datang ke tempat terapi yang menggunakan ikan kecil² itu sebagai “terapisnya”. Tapi, yang dicelupin jangan cuma kakinya saya. Coba Mbah Kliwon nyebur bugil saja. Ntar lihat reaksinya. Ikan2 pada antri atau malah mati semua. #selamat mencob.

Er Gham
Kalo musim hujan, atau cuaca dingin, ular selalu mencari tempat yang hangat. Hati hati para perusuh di csmp agrinex yang tidur di tenda. Taburi garam sekeliling tenda. Sepatu tetap dipakai saat tidur. Xixixi… #edisinakutnakutin

Leong putu
“Le…kamu kok kelihatan lemes gak bergairah begitu ?”. .”istri ku sudah gak bisa memuaskan lagi Om”. .”tambah istri doong..cari yang baru”. “.kalau belum puas lagi, gimana Om?”. .” ya….tambah lagi”. “Kalau gak berani bilang nambah, gimana Om ?”. .”ijin nyusul aja, alias minta maaf”. “.kalau modalnya belum ada ?”. .”baiknya kamu kerja, cairi duit, rawat istrimu sekarang, antarkan pergi salon, pedicure, menicure. Mandi sauna, mandi lulur. Istri kok cuma disuruh masak dan di wik wik saja. Hedeeeeeeh. Ra modal blasss..!”. “#&@%#”.

agus rudi Purnomo
Alat Cath Lab cuma 14 miliar kecil. Bellin dong pake duit gambar Gareng cap konsorsium 303 dan setoran tambang ilegal, atau pake duitnya Sitorus dari BBM ilegal yang disita triliunan, atau duitnya investasi bodong yang disita negara’, gitu aja kok repot, maaf prof, ini komentar khas perusuh disway….kabuuur gitu aja kok repot HHHH…jangan lupa bahagia

Jokosp Sp
Saya ketawa terbahak – bahak, sampai tiga kali. Karena sampai baca komennya Pak Pry tiga kali. Menarik sekali. Terima kasih Pak Pry tulisannya membuat saya bahagia, bisa tertawa. Saya memang termasuk golongan orang yang sulit tertawa, kecuali ada lawakan yang berkualitas tinggi. Sering mamanya anak – anak feedback, orang kok serius amat. Ini sudah di rumah, tidak lagi kerja, tidak lagi ikut perusahaan, tidak lagi ikut bos. Terbawa sampai rumah dan sampai saat ini, kerja yang alhamdullillah membawa pendidikan kedisiplinan dan kejujuran yang dijunjung sangat tinggi. Semua amanah dikerjakan dengan serius. Jadinya membaca tulisan Abah kemarin dan hari ini kok sangat – sangat miris lihat kondisi di internal Rumah Sakit. Dulu 100% dibackup sepenuhnya kesehatan oleh perusahaan, dan pilih rumah sakitpun bisa sesuai sakitnya. Sekarang setelah dihandle BPJS dan harus ke rumah sakit umum : daftar antrian harus pagi – pagi, tunggu buka praktek s/d jam 10.00 itupun antri dengan pasien lain yang begitu banyak, lanjud periksa dokter, janjud antri lagi obat……begitu dicek dapatnya sak umprit dipakai 3 hari habis. Badan belum terasa sehat. Nasibbu nak, nasib wong cilik.

Pryadi Satriana
Kutipan dialog dg Pipit ‘Disway’: “Tidur di mana?” “Tidur di tenda.” “Sungguhan tidur di tenda?” “Iya pak kan camping .. Tapi ada kamar kok pak. Biar yg muda saja tidur di tenda.” “Maaf, apa di sana nanti bisa mandi air panas?” “Tidak ada water hater (sic) pak Villa perkebunan biasa Villa hanya terisi tempat tidur.” “Kalau mau minum hangat harus bawa sendiri?” “Kampung Agrinex ini kan camping pak … Jd semua serba terbatas Utk keperluan mandi bawa sendiri.” Dialog di atas diiring alunan lagu ‘Que sera,sera’ yg disenandungkan Nat King Cole. Tiba2 saja lagu yg tadinya ‘merdu mendayu-dayu’ seperti terdengar ‘cemplang gemlondhang’, liriknya pun terdengar seperti ‘cek soro, soro’ … Tokek di kamar pun nimbrung, “Disway … bokek … Disway … bokek … bokek …”. #kamp Disway atau kamp Nazi?#

Amat Kasela
Tepian Musi tempat berenang/ Dermaga tua sampan bersandar/ Punya tuli umurnya panjang/ Dipanggil Tuhan tak akan dengar

Udin Salemo
Enak nian buah semongko/ Buah diberi sama Bang Arif/ Perlu belajar sama Prof Purhito/ Di usia tua masih produktif/ Kalau tuan hendak ke kota Padang/ Singgah sebentar di Sawahlunto/ Kalau tuan mau berusia panjang/ Tirulah gaya hidup Prof Puruhito/

Leong putu
BR :” Jakarta tgl 28 akan ada badai”. BM :”bukan badai, tapi hanya hujan ektrim”. GB :” WFH saja”. Hujan :” saya bukan teroris”. Rara :” udan wae kok bingung, aku diudani malah happy”.

EVMF
Tukang Cukur Rambut. Sebelum Ilmu Kedokteran berkembang ; Bagaimana penanganan bedah yang disebabkan oleh luka tertentu ?? Siapa yang melakukannya ?? Ternyata dilakukan oleh Tukang Cukur Rambut !! Karena pada Abad Pertengahan tindakan operasi lebih dipandang sebagai seni kerajinan tangan, dengan ketrampilan menggunakan pisau tajam. Tukang Cukur Rambut juga melakukan sejumlah hal lainnya seperti pencabutan gigi, amputasi dan penjualan obat-obatan. Kedua profesi tersebut, Tukang Cukur Rambut dan Tukang Bedah, akhirnya digabungkan pada tahun 1540 oleh King George II menjadi United Barber-Surgeons Company. Pada tahun 1745 sebuah Sekolah Khusus Bedah dibuka di kota London, Inggris. Ini menandakan sebuah keharusan untuk mengemban Ilmu Bedah terlebih dahulu sebelum menjadi Ahli Bedah dan menjalankan operasi. Warna “Merah dan Putih” pada tiang di setiap tempat cukur menyimbolkan kain serbet putih yang ternodai oleh darah. Hingga kini, tiang dengan warna yang penuh makna tersebut masih digunakan tukang cukur rambut di seluruh dunia. barbersurgeonsguild.com history-barber-surgeon rsudkertosono.nganjukkab.go.id 10-fakta-mengejutkan-yang-mengubah-dunia-medis-untuk-selamanya

Leong putu
18.58 wib 181 komentar masuk. ———– 24 komentar sesuai topik 9 pantun 148 komen di luar topik.

Mahmud Al Mustasyar
Sepertinya Prof. Puruhito ini termasuk aktivis disway juga. Sampai² tahu istilah “sahabat” dan “perusuh” disway.
Ahmad Zuhri
Jadi inget doktrin yg pernah saya dapat.. “Orang pintar cenderung sombong, sombong cenderung tidak loyal, tidak loyal sama dengan pengkhianat” Apakah tidak boleh pintar? Boleh dan harus kl bisa.. tapi jika posisinya sebagai ‘bawahan’ , pintar2 lah menempatkan diri..

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.